Showing posts with label Masjid di Kabupaten Karimun. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Kabupaten Karimun. Show all posts

Saturday, November 19, 2016

Masjid Raja Haji Abdul Gani, Masjid Tertua di Karimun

Pulau Buru di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau memiliki masjid warisan sejarah kesultanan Melayu yang masih terawat hingga kini dan merupakan masjid tertua kedua di provinsi Kepri dan sekaligus masjid tertua di kabupaten Karimun. Masjid Raja Haji Abdul Ghani.

Masjid Raja Haji Abdul Ghani berada di Pulau Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan masjid tertua di kabupaten Karimun dan tertua kedua di provinsi Kepulauan Riau setelah Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang. Masjid ini dinamai sesuai dengan nama pembangun-nya, Raja Abdul Ghani bin Raja Idris bin Raja Haji Fisabilillah. Masjid ini telah menjadi Ikon Wisata Pulau Buru dan merupakan salah satu situs cagar budaya nasional.

Masjid Raja Haji Abdul Gani
Desa Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun
Provinsi Kepulauan Riau 29664


Masjid Raja Haji Abdul Ghani dibangun pada masa kerajaan Riau-Lingga, dimasa kekuasaan Sultan Abdul Rahman sekitar tahun 1883-1911. Luas masjid ini berukuran 8 meter x 15 meter dan dapat menampung sekitar seratus Jemaah dan masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Seperti masjid masjid peninggalan kesultanan melayu lainnya, Masjid Raja Haji Abdul Gani ini juga di dominasi warga kuning sebagai warna kebesaran kesultanan melayu dengan corak tambahan warna hijau.

Bangunan utama masjidnya berdenah segi empat dengan atap limas bersusun dua, struktur atapnya ditopang dengan empat soko guru masing masing setinggi lima meter. Pintu masuk utama masjid berbentuk lengkungan setinggi 2,3 meter dengan lebar 1,3 meter. Pintu-pintu lainnya dibuat lebih pendek. Masjid ini dilengkapi dengan satu menara setinggi 21 meter dan berdiameter 4 meter, dengan bentuk yang tak lazim, ujung Menara masjid ini  berbentuk kerucut yang sepintas mirip dengan ruang pembakaran hio yang ada di kelenteng, ditambah dengan ornamen lubang lubang ventilasi dari batu giok berukir. Konon, kemiripan dengan bangunan Klenteng tersebut dikarenakan masjid ini dirancang oleh orang Tionghoa.

Menara masjid yang berbentuk unik ini sempat mengalami kerusakan pada bagian ujung tertingginya akibat tersambar petir pada pagi hari 15 November 2015. kejadiran tersebut sempat merusak bagian ujung Menara hingga serpihannya berserakan disekitar masjid dan turut merusak bangunan SMPN 1 Buru.

Masjid Raja Haji Abdul Ghani lengkap dengan Menaranya yang unik dan sumur tua yang airnya tak pernah kering.

Menara masjid ini sudah telihat dari kejauhan sebelum kapal merapat ke pelabuhan karena memang lokasinya berdiri menghadap ke lautan dan dekat dengan bibir pantai. Di dekat lokasi masjid ini juga masih menyimpan peninggalan zaman dahulu seperti meriam tua dan lonceng yang berasal dari Spanyol.

Di depan masjid ini terdapat sumur yang dibuat sebagai sumber air untuk berwudhu dan menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat, karena sumber air dari sumur ini tidak pernah kering di musim kemarau panjang sekalipun, meski masyarakat sekitar mengambilnya setiap hari.

Masjid Haji Abdul Gani di kecamatan Buru ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara pada saat peringatan hari-hari Islam, selain bertujuan ziarah ke masjid, wisatawan juga biasanya ke tempat-tempat wisata lain yang ada di Pulau Buru ini seperti makam Badang, Perigi Batu dan pemandian air panas di Tanjungutan.

Referensi


Saturday, October 1, 2016

Masjid Agung Karimun

Aireal view Masjid Agung Karimun, Kepulauan Riau

Karimun adalah salah satu kabupaten di provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Karimun Beribukota di Tanjung Balai atau biasa juga disebut dengan Tanjung Balai Karimun untuk membedakannya dengan kota Tanjung Balai yang merupakan salah satu kota otonom di provinsi Sumatera Utara.

Berdiri megah di atas sebuah bukit di kawasan Poros, Mesjid Agung Karimun adalah salah satu landmark Kota Tanjung Balai. Masjid ini di bangun pada tahun 2003. Peletakan batu pertamanya, dilakukan oleh Bupati Karimun yang saat itu masih dijabat oleh Drs. HM Sani. Peletakan batu pertamanya juga dihadiri oleh menteri Agama RI Prof.DR.Said Agil Siraj dan disaksikan oleh 6 duta besar sahabat dari Palestina, Lebanon, Sudan, Maroko, Yaman dan Iran.

Lokasi Masjid Agung Karimun  
Jl. Jenderal Sudirman RT.03 RW.05
Kampung Sidodadi Kelurahan Sungai Pasir
Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau
Telepon: (0777) 720056



Berdiri di atas lahan seluas 75.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 2500 meter persegi, masjid ini mampu menampung 4000 jemaah sekaligus. Masjid Agung Karimun memiliki prestasi cukup gemilang ditingkat provinsi Kepualauan Riau. Di tahun 2015 Masjid Agung Karimun mendapat penghargaan sebagai masjid berprestasi se-Provinsi Kepulauan Riau.

Masjid ini juga mendapat pernghargaan sebagai Masjid percontohan tingkat provinsi Kepulauan Riau berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau nomor 348 tahun 2015 tentang Penetapan Pemenang Masjid Agung Percontohan Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2015 menetapkan Masjid Agung Karimun sebagai pemenang pertama. Dengan demikian Masjid Agung Karimun yang beralamat di ini mewakili Provinsi Kepri dalam pemilihan masjid percontohan di tingkat nasional.

Sisi depan Masjid Agung Karimun

Masjid Agung Karimun berhasil menyisih masjid agung dari Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Provinsi Kepri, yakni Masjid Agung Batam yang meraih juara kedua, Masjid Agung Al-Hikmah Tanjungpinang yang meraih juara ketiga dan Masjid Agung Natuna yang meraih juara keempat. 

Kegiatan Nusantara Bersholawat yang dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia juga dilaksanakan di Kabupaten Karimun. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah sholat Is’ya dan dihadiri sekurangnya lebih dari 300 jema’ah dari berbagai kalangan yang ada di Kabupaten Karimun yang berlangsung di Masjid Agung Karimun, Sabtu 17 September 2016.

Di dalam Masjid Agung Karimun
Masjid Agung Karimun juga menjadi saksi kepedulian Muslim Karimun terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. Pada bulan suci Romadhan yang lalu Jamaah Masjid Agung Karimun dan Jamaah Masjid Baiturahman Teluk Air mengumpulkan dana sebesar Rp46 juta untuk disumbangkan untuk umat Islam di Palestina. dana terkumpul masing-masing dari jemaah shalat tarawih selama satu minggu bulan Ramadhan di Mesjid Agung Karimun dan Masjid Baiturahman Teluk Air. Dari jamaah tarawih di Masjid Agung terkumpul dana Rp 28.078.000 ditambah 1 gelang emas dan dari jemaah Masjid Baiturahman terkumpul dana Rp 18.031.000. Dana yang sudah terkumpul disalurkan ke Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kepulauan Riau.  

Masjid Agung Karimun telah memiliki jadwal rutin mingguan dan bulanan untuk dakwah kepada umat. Kegiatan rutin mingguan berupa kajian fardhu 'ain yang diselenggarakan setiap hari senin, rabu dan sabtu setelah shalat maghrib yang dibawah asuhan Ustadz Drs.H.Abdul Wahab Sinambela, M.Ed.. Kajian rutin bulanan diadakan di hari Jum'at minggu pertama setiap bulan dengan pemateri dari lingkungan Masjid Agung Karimun maupun da'i-da'i yang didatangkan dari luar.***

Bangunan Menara Masjid Agung Karimun

----------------

Baca Juga