Sunday, January 14, 2018

Masjid Al Birru Pertiwi Bojonegoro

Rancangan minimalis modern Masjid Al-Birru Pertiwi Bojonegoro, tampak megah dan unik. (foto dari IG @ninasweet81)

Masjid Al Birru Pertiwi Bojonegoro adalah Masjid berkubah emas di Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Masjid Al Birru Pertiwi berada di pingir jalan raya Bojonegoro - Nganjuk (13 KM selatan Kota Bojonegoro) dan dibangun oleh keluarga besar Santosa, putra-putri dari Bapak Santosa Hardjosuwito dan Ibu Pertiwi yaitu: Sugeng Santosa, Suprapto Santosa, Supramu Santosa,  Widodo Santosa, Winarto Santosa, Wijiningsih Santosa

Masjid ini dibangun sebagai wujud rasa syukur keluarga besar Santosa kepada Allah SWT serta persembahan bakti cinta kasih kepada orang tua mereka. Desa Dander, Bojonegoro adalah tempat kelahiran dan tempat leluhur seluruh putra putri Bapak Santosa Hardjosuwito dan Ibu Pertiwi. Oleh karena itu masjid ini dibangun di wilayah Desa Dander.

Masjid Al Birru Pertiwi
Jl. Raya Dander KM No.10, Dander, Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62171
Situs resmi: albirrupertiwi.com
Telepon : (0353) 571252


Pembangunan Masjid Al Birru Pertiwi dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 24 Maret 2012 dan diresmikan pada tanggal 25 Januari 2014 oleh Bupati Bojonegoro, Drs.Suyoto, M.Si. Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan Islam di Bojonegoro yang menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, diskusi, serta pengajian dalam upaya pendidikan dan syiar islam sebagai Rachmatan Lil Alamin serta pengembangan dan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Harapan tersebut bukanlah hal yang mustahil, sebab kemegahan Masjid Al-Birru Pertiwi merupakan modal utama serta didukung dengan sarana dan prasarana penunjangnya sebagian besar sudah terpenuhi.

Sarana Dan Rancangan

Masjid Al Birru berdiri di atas tanah seluas 3 hektare, tanah ini dahulunya adalah sawah tadah hujan peninggalan Ibu Pertiwi Santosa binti Karso Prawiro. Secara fisik, bangunan utama masjid Al-Birru Pertiwi berukuran sekitar 25 m (panjang) x 13 m (lebar), memiliki tiga lantai. lantai dasar dipergunakan sebagai ruang pertemuan, jama’ah pria menempati lantai satu, sedangkan  jama’ah wanita nenempati lantai dua, dengan daya tampung sekitar 1000 jemaah. Sarana-sarana lain yang ada di sekitar masjid, adalah ruangan untuk pendidikan dan pelatihan, selain itu juga terdapat  perpustakaan. Di halaman masjid ini terdapat taman-taman indah yang hijau.

Komplek Masjid Al Birru Pertiwi (foto dari akun IG @ganangaditama)

Desain, perencanaan dan pembangunan Masjid Al-Birru Pertiwi dilakukan oleh PT. Garis Prada di bawah pimpinan Bpk. Uke Setiawan, arsitek yang telah ber pengalaman membangun masjid, Pimpinan Proyek adalah Bapak Edy Hendriyanto yang juga suami dari putri bungsu (menantu) Bapak/Ibu Santosa Hardjosuwito/Pertiwi.

Keberadaan masjid yang berkubah emas ini merupakan salah satu daya tarik, bagi masyrakat yang melintas di jalan raya Dander, baik yang hanya sebatas mampir menyaksikan kemegahan Masjid Al Birru Pertiwi, maupun untuk melaksanakan ibadah shalat.

Aktivitas dan pengelolaan

Masjid Al Birru, di kelola Yayasan Bakti Pertiwi Surabaya, semua biaya operasional masjid ditanggung Yayasan Bakti Pertiwi, pengelola masjid semuanya ada 23 petugas, di antaranya, tiga ustadz putra dan dua putri serta empat orang Imam.

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Saturday, January 13, 2018

Masjid Agung Annur Banjarnegara

Masjid Agung Banjarnegara

Masjid Agung Annur adalah Masjid agung bagi kabupaten Banjarnegara yang berada di ruang jalan KH Ahmad Dalan no.07 Kauman, Banjarnegara, provinsi Jawa Tengah. Masjid agung ini pertama kali dibangun sekitar tahun 1865, semula berupa masjid kecil dengan ukuran 10 x 15 meter lalu di perbesar dan di bangun hingga ke bentuknya saat ini.

Masjid Agung Annur Banjarnegara ini berada di sisi barat alun alun Banjarnegara, berseberangan dengan kantor Bupati Banjarnegara yang berada di sisi timur alun alun. Posisinya yang berada di pusat kota menjadikan masjid ini tak hanya sebagai masjid tertua dan terbesar namun juga sebagai masjid utama di kabupaten Banjarnegara.

MASJID AN NUR BANJARNEGARA
Banjarnegara, Kutabanjarnegara, Kec. Banjarnegara
Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah 53418
Indonesia



Masjid Agung Annur Banjarnegara ini tampil mentereng dengan perpaduan dua gaya arsitektur; Arsitektur masjid modern dengan bangunan beton berkubah setengah bundar ditambah dengan satu bangunan menara terpisah dari bangunan masjid, sementara bangunan utamanya masih mempertahankan bentuk bangunan masjid tradisional khas Indonesia dengan atap limas bersusun tiga.

Presiden jumatan di Masjid Agung Banjarnegara

Hari Jum’at 16 Juni 2017, presiden Joko Widodo bersama rombongan menunaikan sholat Jum’at di masjid agung Annur Banjarnegara ini, setelah beliau melakukan perjalanan darat dari kabupaten Banyumas dalam rangkaian kunjungan kerja beliau ke provinsi Jawa Tengah.

Masyarakat begitu antusias terutama mereka yang bisa turut serta menunaikan shalat Jumat bersama Presiden. Sementara mereka yang tidak turut serta menjalankan ibadah itu menanti Presiden selesai menunaikan ibadah shalat Jumat. Banyak orang memadati Alun-Alun Banjarnegara untuk turut serta dalam acara itu.

Masjid Agung Banjarnegara (foto by IG @shenitasora)
Kampung Ramadan Kauman

Di bulan suci romadhan, Masjid Agung Annur Banjarnegara ini menggelar Kampung Ramadhan Kauman (KRK). Kegiatan tersebut akan digelar di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan halaman Masjid Agung Annur Banjarnegara.
                                             
Dalam kegiatan ini, dimeriahkan berbagai acara, termasuk bazar takjil dan para UMKM Banjarnegara, juga menggelar lomba-lomba, mulai dari menggambar untuk anak usia dini, busana muslim, fotography, hingga lomba tek-tek religi. Pada sore hari juga ada puluhan lapak untuk pedagang kecil.

Referensi


Baca Juga




Sunday, January 7, 2018

Masjid Agung Kendal

Masjid Agung Kendal, di kabupaten Kendal, masjid tua yang sudah kehilangan bentuk aslinya.

Masjid Agung Kendal adalah masjid agung bagi kabupaten Kendal provinsi Jawa Tengah. Masjid ini terletak di Jalan Raya Barat berhadapan dengan pusat perkantoran pemerintahan Kabupaten Kendal, dan merupakan masjid tertua di Kabupaten Kendal, dibangun sekitar tahun 1493 Masehi bertepatan dengan tahun 1210 H oleh Wali Joko di masa kesultanan Demak. Angka tahun 1210 H ini terdapat pada bagian depan mimbar masjid ini.

Masjid tersebut dibangun oleh Raden Suweryo atau biasa dikenal dengan Wali Joko. Wali Joko merupakan salah satu santri Sunan Kalijaga, yang ditugasi untuk menyebarkan agama Islam di sekitar Kendal. Wali Joko yang memiliki nama kecil Jaka Suwirya adalah kakak-beradik dengan Sunan Katong.
Masjid Agung Kendal
Pakauman, Kendal, Kabupaten Kendal
Jawa Tengah 51319 Indonesia


Saat masih muda, Wali Joko bernama Pangeran Panggung, merupakan putra bungsu Prabu Kertabumi atau Prabu Brawijaya V dengan Permaisuri Dewi Murdaningrum, seorang putri dari Kerajaan Campa. Wali Joko masih memiliki hubungan darah dengan Raden Fatah, raja pertama Kesultanan Demak Bintoro. Di mana, Raden Patah adalah putra Prabu Kertabumi dengan Permaisuri putri Kerajaan Campa, Dewi Kian.

Bangunan awal Masjid Agung Kendal menyerupai Masjid Agung Demak, Luas bangunan waktu itu 27 x 27 meter, kini berukuran 50 x 50 meter dan sudah dibangun dua lantai. Sedangkan atapnya terbuat dari sirap (susunan kayu tipis) yang bersusun tiga. Tempat wudhu berupa kolah pendem yang mendapat aliran air dari sungai kendal yang dibuat oleh Wali Joko sendiri, letak kolamnya ada di depan masjid sebelah selatan utara makam Wali Joko.

Masjid Agung Kendal ini telah mengalami delapan kali renovasi. Sejumlah peninggalan asli bangunan dari Wali Joko adalah 16 tiang penyangga masjid dengan masing-masing berdiameter 40 centimeter. Peninggalan asli lainnya yaitu kusen, jendela dan daun pintu masjid. mimbar kotbah dan juga Maksuroh (tempat sholat bupati saat itu) yang terdapat di sebelah kiri mimbar. Tiang penyangga yang asli ada di bangunan utama, sekarang sudah dilapisi agar lebih kuat menjadi sekitar 60 cm. Dan sekarang tiang total menjadi 80 tiang.

Interior Masjid Agung Kendal. Mimbar, tiang tiang kayu dan maksurah di dalam masjid ini konon masih asli peninggalan dari Wali Joko.

Ramadhan hingga Musim Mudik

Di bulan suci, takmir Masjid Agung menyediakan makan dan minum untuk berbuka bagi semua lapisan masyarakat. Di bulan Ramadan takmir masjid juga menggelar pengajian kitab kuning. Banyak santri kalong atau santri pendatang mengaji di masjid ini setiap malamnya. Mereka datang dari beberapa wilayah di Kendal. Dan Seperti di masjid-masjid umumnya, pada Ramadan juga diisi dengan kegiatan tadarus.

Dengan lokasinya yang berada di jalur Pantura, Masjid Agung Kendal ini menjadi salah satu tempat istirahat pavorit para pemudik yang melintas. Para pemudik ini tidak saja mampir untuk menunaikan sholat namun juga untuk beristirahat melepas lelah dari yang sekedar ngaso sampai yang tertidur pulas di dalam maupun di teras masjid ini.

Makam di Komplek Masjid Agung Kendal

Di komplek Masjid Agung Kendal ini terdapat makam Wali Joko yang pada awalnya adalah rumah Wali Joko, yang berada di depan sebelah selatan Masjid Agung, di belakang masjid juga terdapat dua makam ulama. Yaitu makam Kiai Abu Sujak yang di era 1800-an adalah penghulu pertama Masjid Agung dan makam Wali Hadi yang meninggal pada 1930. Semasa hidup, Wali Hadi merupakan pengisi pengajian di masjid ini.

-----------------------------------------------------------------------------------
Follow& Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-----------------------------------------------------------------------------------

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Kendal 
http://jateng.tribunnews.com/2017/06/24/masjid-agung-kendal-jadi-alternatif-tempat-beristirahat-pemudik 
http://andrienuno.blogspot.co.id/2013/10/masjid-agung-kendal.html
http://regional.kompas.com/read/2012/08/13/21353077/Masjid.Berusia.512.Tahun.Itu.Masih.Berdiri.Kokoh 
https://www.sewarga.com/2017/09/12/sejarah-makam-wali-joko-di-masjid-agung-kendal/ 

Baca Juga

Langgar Al-Yahya Gandekan
Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri
Masjid Agung Mujahidin Majenang
Masjid Agung Al-Mabrur Ungaran 

Saturday, January 6, 2018

Masjid Agung Kebumen


Masjid Agung Kebumen dengan bangunan utamanya beratap limas bersusun tiga ditambah bangunan pendopo di bagian depan satu menara yang sudah di moderenisasi.

Masjid Agung Kebumen adalah masjid agung bagi kabupaten Kebumen. Lokasinya berada di sisi barat alun alun kabupaten Kebumen. Sebagai masjid agung, lokasi masjid ini memang berada di pusat pemerintahan kabupaten Kebumen berdekatan dengan rumah dinas Bupati kebumen yang berada di sisi utara alun alaun dan kantor kantor pemerintahan daerah kabupaten Kebumen.

Masjid Agung Kebumen merupakan masjid tertua dan terbesar di Kebumen, berdiri di atas lahan seluas 4.397 meter persegi. Lahan masjid ini merupakan wanah wakaf dari Simbah K H Imanadi, Penghulu Landrat pertama Kebumen, sekaligus menjadi Imam Masjid tersebut. Masjid ini dibangun pada tahun 1838 M, selang 4 tahun kemudian dibangun serambi masjid yakni pada tahun 1258 H / 1842 M. Meskipun telah mengalami rehabilitasi dan penambahan fasilitas serta sarana fisik lain, namun bangunan utama / pokok Masjid baru mengalami pembangunan secara total pada tahun 2003 / 2004, dibangun berlantai 2 namun arsitekturnya tidak berubah, khas budaya Jawa-bentuk Joglo.

Masjid Agung Kebumen
Jl. Pahlawan No.197, Kutosari, Kec. Kebumen
Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54317





Masjid Agung Kebumen didirikan oleh KH Imanadi, putra Kiai Nurmadin atau Pangeran Nurudin bin Pangeran Abdurahman alias Kiai Marbut Roworejo pada tahun 1832. Kisah tutur menyebutkan bahwa KH Imanadi (1775-1850 M) adalah ahli fikih dan hukum ketatanegaraan yang ikut gigih membantu Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda, dan karena itulah ia kemudian ditahan oleh pemerintah kolonial.

Ketika Aroeng Bingang IV menjadi Adipati di Kebumen, KH Imanadi dikeluarkan dari penjara dan diangkat menjadi Penghulu Landrat pertama di Kebumen serta diberi hadiah tanah luas di barat Alun-alun Kebumen yang kini menjadi Dusun Kauman. Penghulu Landrat adalah jabatan semacam Kepala Kantor Departemen Agama dan Pengadilan Agama.

Interior Masjid Agung Kebumen

Pada 1832 sebagian tanah itu diwakafkannya untuk pembangunan masjid, yang sekarang menjadi Masjid Agung Kebumen. Empat tahun kemudian serambi masjid dibuat. Makam KH Imanadi ada di Dusun Pesucen, Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen.

Masjid Agung Kebumen memiliki dua bedug. Satu yang besar berwarna hijau dan satu lagi yang kecil berwarna biru muda. Bedug yang besar bernama: Bedug Ijo Manung Sari, dibuat pada 15 Sya’ban 1422 H dan hanya dibunyikan untuk shalat jumat dan hari besar saja. Meskipun dibangun dengan arsitektur Nusantara dengan ciri atap limas bersusun, namun masjid Agung Kebumen ini juga dilengkapi dengan satu bangunan menara terpisah dari bangunan masjid.

Bangunan Masjid Agung Kebumen memiliki dua lantai. Ruangan utamanya ditempatkan di lantai dasar yang dibagi dua untuk Jemaah laki laki dan Jemaah wanita. Lantai atas masjid ini juga di peruntukkan bagi Jemaah laki laki. Selain di lantai dasar dan lantai dua, masih ada area sholat di luar masjid dan di dua serambi masjid. 

------------------------------------------------------------------
Follow& Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Sunday, December 31, 2017

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua adalah Masjid Agung Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur, lokasinya berada di Kota Kecamatan Atambua, ibukota Kabupaten Belu, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timur Leste.

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua ini dibangun pada tahun 1980 di atas lahan wakaf seluas 3590 meter persegi, dengan luas bangunan 391 meter persegi, terdaftar di simas kemenag dengan nomor ID masjid 01.2.19.04.10.000001

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua
Jl. Soekarno Atambua, Kec. Atambua Barat
Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur
Indonesia



Mesjid Agung Al-Mujahidin Atambua merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur dan menjadi pusat aktivitas ke Islaman di kabupaten Belu, seperti pelaksanaan sholat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta pelepasan dan penyambutan Jemaah haji kabupaten belu.

Perayaan hari hari besar Islam juga di pusatkan di masjid ini seperti perayaan tahun baru Islam yang dimeriahkan dengan acara jalan santai yang dimulai dari dan berahir di halaman masjid ini. .***

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Saturday, December 30, 2017

Masjid Agung Al Fatah Kalabahi

Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur

Masjid Agung Al-Fatah adalah masjid agung kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasinya berada di Jl. RA.Martini Teluk Mutiara Kalabahi. Kalabahi merupakan kota kecamatan ibukota Kabupaten Alor, di pulau Alor yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara Timur Leste.

Berdasarkan data dari simas kemenag Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1916. Luas bangunan masjidnya adalah 349 meter persegi dibangun di atas lahan wakaf seluas 1396 meter persegi dan berdaya tampung sekitar 800 jemaah, dengan nomor ID masjid 01.2.19.05.01.000001.

Masjid Agung Al Fatah
Jl. R. A. Kartini, Kalabahi
Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur
Indonesia



Masjid Agung Ak-Fatah Kalabahi ini berada di pertigaan ruas jalan R.A. Kartini dan Jalan D.I Panjaitan. Gerbang utama masjid menghadap ke jalan R.A. Kartini. merujuk kepada data kementrian agama RI yang menyebutkan bahwa masjid ini pertam kali dibangun tahun 1916, menunjukkan bahwa masjid Agung Al-Fatah Kalabahi termasuk masjid tua, di Nusa Tenggara.

Bangunan masjid yang cukup besar dan megah meski tanpa menara. Foto foto di google maps bulan Nopember 2017 menunjukkan bangunan masjid ini masih dalam tahap penyelesaian ahir proses renovasinya.***

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Sunday, December 24, 2017

Masjid Raya Rengat, Indragiri Hulu, Riau

Masjid Raya Rengat

Masjid Raya Rengat adalah masjid raya di kota kecamatan Rengat, kabupaten Indragiri Hulu, provinsi Riau. Masjid ini merupakan peninggalan dari Kesultanan Indragiri, pertama kai dibangun oleh Sultan Ibrahim berupa sebuah surau bersamaan dengan pembangunan Istana Kesultanan Indragiri di tahun 1786. Saat itu yang menjadi guru dan penyebar agama Kerajaan adalah Sayed Putih Al-Idrus.

Sultan Ibrahim adalah sultan Indragiri ke 18, beliau adalah putra dari Sultan Salehuddin Keramatsyah. Sultan Salehuddin merupakan sultan Kerajaan Indragiri yang ke- 16. Sebelum naik takhta, ia bemama Raja Hasan yang mulai berkuasa tahun 1735. Oleh karena Sultan Salehuddin dikenal seorang yang taat beragama, setelah meninggal oleh masyarakat dikeramatkan sehingga namanya menjadi Sultan Salehuddin Keramatsyah.

Masjid Raya Rengat
JL. Hang lekir, Kp. Besar Kota
Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu
Riau 29319 Indonesia


Ia mempunyai tiga orang anak. Anak tertua mendapat gelar Raja Kecik Besar Mambang yang kemudian naik tahta menjadi sultan Indragiri ke 17 sepeninggal ayahandanya, Putra kedua-nya bernama Raja Hasan yang kemudian menjadi Panglima Kerajaan pada saat Raja Kecik Mambang menjadi Raja.

Raja Kecik Besar Mambang menjadi sultan di Kerajaan Indragiri hanya beberapa tahun saja. Ia lebih senang menjadi penyebar agama Islam daripada menjadi raja, sehingga ia menyerahkan mahkota kerajaan kepada adiknya, Raja Ibrahim yang naik tahta menjadi Sultan Indragiri ke 18.

Sedangkan Raja Kecil Besar Mambang berdakwah menyebarkan Islam hingga ke Daik (sekarang masuk ke dalam wilayah provinsi Kepulauan Riau) hingga ahir hayatnya, Makam beliau berada di Masjid Bukit Cengkeh, beliau dikenal dengan gelar Sunan Inderagiri

Masjid Raya Rengat Sekarang dan Dulu

Sultan Ibrahim kemudian membangun istana di daerah Rengat yang kemudian dijadikan ibu kota Kerajaan Indragiri. Dan mendirikan surau disekitar tahun 1786. Pada tahun 1787, surau tersebut dirombak menjadi sebuah masjid. Setelah Sultan wafat, ia dimakamkan dalam masjid buatannya. Ketika Kerajaan Indragiri berhadapan dengan penjajah Belanda, masjid ini pun sering dijadikan tempat dalam menyusun kekuatan untuk mengusir Belanda.

Masjid yang berukuran 28 m x 27 m, mulanya terbuat dari kayu. Sejak berdiri sudah beberapa kali mengalami perombakan. Pada masa pemerintahan Sultan Indragiri ke 24 di tahun 1887 dilakukan penggantian seluruh papan kayu dengan batu. Kemudian pada masa pemerintahan Bupati Masnoer dilakukan pemugaran tahun 1970.

Masjid terakhir dipugar dan dipagar tahun 1990 sampai dengan bentuknya sekarang oleh Drs. H. R. Rifa`i Rahman, putra Rengat yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Riau. Kemudian dibangun pula menara oleh Pemerintah Kabupaten Inderagiri Hulu.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga