Sunday, March 11, 2018

Masjid Agung Sukabumi

Masjid Agung Kota Sukabumi.

Masjid Agung Sukabumi merupakan masjid yang paling besar dan tertua di Sukabumi, lokasinya berada di di Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Lokasinya cukup strategis karena berada dekat dengan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Alun-Alun, dan pusat perbelanjaan di Sukabumi.

Masjid tersebut sudah berdiri pada akhir abad ke 19, berdasarkan foto atau dokumentasi masjid pada 1890 masehi, pada saat itu Masjid Agung Sukabumi menjadi satu-satunya masjid yang berdiri di tengah Kota Sukabumi hingga akhir abad ke 19. Bangunan masjid lainnya baru bermunculan setelah memasuki abad ke 20.

Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. Alun-Alun Utara No.4b, Gunungparang
Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111



Selama berdiri hingga 2015, Masjid Agung Sukabumi sudah mengalami pemugaran dalam skala besar sebanyak enam kali. Pelaksanaan pemugaran dilakukan pada 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, dan 2012. Peresmian Masjid Agung Sukabumi setelah pemugaran terakhir dilakukan pada 12 mei 2013 oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wali Kota Sukabumi pada saat itu Mokh Muslikh Abdussyukur.

Bangunan masjid yang baru ini didesain oleh pemenang sayembara desain masjid yakni artsitek asal Bandung Dedi Sudharmanwan.Saat ini bangunan masjid terlihat megah dengan kubah berwarna kuning keemasan. Uniknya, ada ornament senjata khas Jabar yakni kujang di tiap menaranya. Hal ini menunjukkan perpaduan antara Islam denga budaya lokal.

Aerial View Masjid Agung Kota Sukabumi (foto dari akun instagram @fsiposeno)

Bentuk dasar bangunan Masjid nya berbentuk kubus. Tampak dari luar, eksterior bangunan didominasi dinding tembok berwarna putih dan dilapisi marmer, jendela-jendela unik dengan ukiran kayu dan kaca dengan bentuk bulat dihiasi dinding berwarna kuning keemasan yang terpasang mengelilingi bangunan masjid.

Masjid ini memiliki empat buah menara dan dua kubah kecil dan besar berwarna kuning keemasan. Aada ornamen senjata khas Jawa Barat yakni kujang di tiap menaranya. Hal ini menunjukkan perpaduan antara Islam dan budaya lokal.

Referensi

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/08/19/ntbo6r313-masjid-agung-sukabumi-pusat-dakwah-dan-pemersatu-umat-islam
https://fatahilaharis.wordpress.com/2017/09/25/masjid-agung-kota-sukabumi-pasca-pemugaran/

Baca Juga

Saturday, March 10, 2018

Masjid Agung Al-Huda Tembilahan


Masjid Raya Al-Huda Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Tembilahan adalah kota kecamatan yang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Indrahiri Hilir di provinsi Riau. Kota tua di pinggiran sungai Indragiri yang menawan. Sesuai dengan namanya, kabupaten Indragiri Hilir ini memang berada di bagian hilir Sungai Indragiri yang mengalir dari kabupaten Indragiri hulu, melewati kota Tembilahan dan bermuara ke Laut Cina Selatan di perairan kabupaten Lingga.

Sebagai ibukota kabupaten, Tembilahan memiliki sebuah masjid Raya yang cukup megah. Masjid Raya Al-Huda, lokasinya sangat menarik perhatian karena berada di tepian sungai Indragiri. Seperti kita ketahui bersama sebagaian besar perjalanan sejarah kota kota di Indonesia pada masa lalu menyandarkan sarana transportasi sungai dalam kehidupan kesehariannya, maka wajar bila kemudian fasilitas fasilitas umum pun lokasi nya tak jauh dari alur sungai.

Masjid Agung Al-Huda Tembilahan
Jl. Jenderal Sudirman, Tembilahan Kota
Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau 29214
riaugnn.com




Lokasinya yang berada di tepian sungai Indragiri ini menghadirkan pemandangan tersendiri bagi kota Tembilahan, bila dipandang dari arah sungai atau dari seberang sungai. Tampak kota tembilahan dengan latar depan Masjid Agung Al-Huda dengan kubah besar dan empat menaranya yang menjulang.

Masjid Raya Al-Huda Tembilahan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 1900-an dengan konstruksi bangunan dari kayu yang menggunakan atap sirap (atap yang terbuat dari kayu ulin). Kala itu masjid ini merupakan satu-satunya Masjid yang berada dikota Tembilahan, sehingga menjadi menjadi pusat kegiatan keagamaan kaum muslimin dan muslimat untuk kota Tembilahan dan sekitarnya.

Pembangunan masjid tersebut menggunakan biaya yang berasal dari sumbangan wakaf, infaq dan sedekah dari kaum muslimin dan muslimat yang berada di kota Tembilahan dan sekitarnya.

Masjid Raya Al-Huda Tembilahan dari masa ke masa.

Masjid ini dibangun dengan biaya yang berasal dari sumbangan waqaf, infaq, dan shadaqah dari kaum muslimin dan muslimat yang berada di Kota Tembilahan dan sekitarnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan masjid yang lebih besar untuk menampung Jemaah yang semakin bertambah masjid ini mengalami beberapa kali renovai dan perluasan. Perombakan pertama dlakukan ditahun 1935, kemudian dilakukan perombakan lagi di tahun 1968 dan terahir tahun 1994. Bangunan mengah yang kini berdiri merupakan hasil pembangunan di tahun 1994 tersebut.

Perombakan tahun 1994 juga menambahkan bangunan kantor Yayasan Al-Huda dan kantor Pengurus Masjid Al-Huda, kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indragiri Hilir dan ruang perpustakaan MUI dan MAsjid Al-Huda, lantai atas Masjid Al-Huda dipergunakan untuk kegiatan Tahfizil Quran, Taman Pengajian Al-Quran dan kegiatan Remaja Masjid Al-Huda.

Peresmian pemakaian Masjid Agung Al-Huda Tembilahan dilakukan oleh Bapak Drs H. Azwin Yacub ( Bupati Indragiri Hilir) pada tanggal 12 Januari 1999 bersamaan dengan tanggal 24 Ramadhan 1419H.

Referensi



Baca Juga


Sunday, March 4, 2018

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah, Desa Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, kabupaten Siak, Provinsi Riau (photo dari akun instagram @sholat_di_mana)

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah ini baru saja diresmikan oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs H Syamsuar MSi pada tanggal 18 Februari 2018 yang lalu. Peresmian masjid ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari program pemerintah kabupaten Siak untuk membangun masjid di setiap kecamatan dalam upaya mewujudkan visi misi kabupaten Siak mewujudkan masyarakat yang agamis dan berbudaya melayu.
.
Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadhsyah ini berada di tepian ruas jalan yang menghubungkan Pelalawan-Siak, di desa Rawang Kao, kecamatan Lubuk Dalam, kabupaten Siak, provinsi Riau.
Masjid ini cukup megah, luas dan arsitekturnya sangat menawan. Lokasi wudlu dan toiletnya juga teratur dan bersih. Area parkir sangat luas namun masih berupa tanah yang dikeraskan.

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah
Rawang Kao, Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau 28671



Baca Juga