Showing posts with label masjid di papua. Show all posts
Showing posts with label masjid di papua. Show all posts

Saturday, June 14, 2025

Masjid Agung Baiturrahim Kaimana, Peninggalan Kerajaan Sran Eman Muun

Masjid Agung Baiturrahum Kaimana peninggalan kerajaan Islam Sran sekaligus masjid tertua di kabupaten Kaimana provinsi Papua Barat. (kabarpapua.co).

Masjid Agung Baiturrahim adalah masjid Agung di Kaimana kabupaten Kaimana provinsi Papua Barat. Masjid Agung yang kini berdiri megah dengan gaya bangunan masjid modern sejatinya merupakan bangunan masjid tua peninggalan dari masa kejayaan Kerajaan Islam Sran Eman Muun sekaligus merupakan masjid tertua di kabupaten Kaimana.
 
Kerajaan Islam SranEman Muun adalah salah satu kerajaan Islam yang pernah eksis di wilayah kabupaten Kaimana, awalnya kerajaan ini berdiri dan berpusat di Pulau Adi di laut Arafuru sebelum kemudian dipindahkan ke Kaimana.
 
   Masjid Agung Baiturrahim Kaimana Papua Barat
   Kampung Sran, Kaimana Kota, Kec. Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
   https://maps.app.goo.gl/FZFY76oJEvXc6rdY7
 

 
Masjid Agung Baiturrahim Kaimana berdiri di tepi pantai tak jauh dari pelabuhan laut Kaimana kini mendominasi pemandangan kawasan tersebut dengan kemegahan dan keindahan arsitekturnya dengan satu kubah besar diatap bangunan utama diapit oleh empat menara tinggi menjulang ditambah empat menara yang lebih pendek.
 
Meskipun merupakan bangunan yang awalnya merupakan masjid kuno peniiggalan kerajaan Sran, tak ada yang tersisa dari banguna asli-nya di Masjid Agung Baiturrahim ini dari bangunan aslinya. Namun demikian sejarahnya tak dapat dipisahkan dari sejarah Kerajaan Islam Sran. Selain Masjid Agung Baiturrahim Kaimana, peninggalan lain dari Kerajaan Sran yang masih ada adalah komplek pemakaman keluarga Kerajaan Sran.
 
Menurut Umar Sabuku, Mangkubumi Kaimana mewakili Abdul Hakim Ahmad Aituarauw Raja Sran Kaimana VIII mengatakan, Semua peninggalan seperti istana dan benteng, dihancurkan oleh bangsa barat pada perang berkepanjangan. Yang tersisa adalah masjid di Kampung Sran dan saat ini sudah lima kali dipugar.

Masjid Agung Baiturrahim di tepian pantai dan tak jauh dari Pelabuhan Kaimana. (kompasiana)
 
Renovasi Masjid Agung Baiturrahim Kaimana
 
Terkait dengan perubahan bentuk masjid peninggalan kerajaan Sran menjadi sebuah Masjid Agung modern, Mohamad Lakotani, Ketua Nahdatul Ulama Kabupaten Kaimana, banyaknya dana sosial yang disediakan bagi masyarakat membuat warga berlomba-lomba untuk merombak masjid. Akibatnya, bentuk asli dari masjid yang seharusnya dipertahankan, berubah total menjadi tampilan masjid modern.
 
Renovasi dan pembangunan terahir terhdap masjid agung Baiturrahim Kaimana dilakukan pada tahun 2008 dan diresmikan oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M. Si didampingi Wakil Bupati Kaimana Hasbulla Furuada, S.P serta Raja Namatota dan Masyarakat setempat. Peresmian ditandai dengan pemancangan Tiang Alif pada tanggal 23 Maret 2022 dilanjutkan dengan menekan tombol sirine dan penandatanganan prasasti serta penguuntingan pita pada pintu utama  yang telah dipersiapkan.
 
Dana renovasi masjid ini dari dana bantuan biaya Pemerintah Kabupaten Kaimana sebesar  2,5 Miliar dan Bantuan  dari donator sebesar 350 juta, serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat sebesar 500 Juta.
 
Golden hour Masjid Agung Baiturrahim Kaimana. (IG @ant_tiflen)

Gubernur Papua Barat Dalam sambutannya berharap disamping masjid sebagai tempat ibadah, Umat Islam wajib memakmurkan masjid, masjid  juga dapat dimanfaatkan  umat islam  dalam menjabarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta nilai persaudaraan  dan kerukunan diantara sesam umat beragama di Papua Barat.
 
Sebagai masjid agung kabupaten, masjid agung Baiturrahim Kaimana menjadi tempat pelepasan keberangkatan jemaah haji dari kabupaten Kaimana. Pada tahun 2023 sebanyak 40 calon jemaah haji kabupaten Kaimana diberangkatkan dari masjid ini menuju embarkasi haji Makassar Sulawesi Selatan.
 
Menariknya bahwa dari 40 calhaj Kaimana tersebut 16 orang diantaranya dibiyai oleh pemkab Kaimana. Upacara pelepasan calon jemaah haji Kaimana saat itu dipimpin oleh Bupati Kaimana Freddy Thie. Dalam sambutannya Bupati Freddy Thie meminta calon jemaah haji untuk mendoakan Kaimana agar selalu diberkati.
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Jami Doom, Masjid Pertama di Papua Barat Daya
Masjid Agung Al Falah Nabire
Masjid Tembagapura, Mimika
Masjid Al Falah, Kepulauan Yapen, Papua
Masjid Agung Baiturrahman, Wamena
Masjid An-Nur Agats, Asmat
Masjid Al-Mujahidin, Puncak Jaya, Papua
Masjid Agung Waisai, Raja Ampat, Papua Barat
Masjid Raya Babussalam Timika, Mimika, Papua
Masjid Raya Al Aqsa, Merauke, Papua
 
Rujukan
 
https://papuabarat.tribunnews.com/2023/06/03/bupati-freddy-thie-minta-calon-jamaah-haji-doakan-kaimana-agar-selalu-diberkati
https://kaimanakab.go.id/gubernur-papua-barat-resmikan-masjid-jami-baitul-rahim-kaimana.html
https://regional.kompas.com/read/2013/08/07/2116167/Masjid.Agung.Baiturrahim.Peninggalan.Kerajaan.Sran.Eman.Muun.

Sunday, May 26, 2019

Masjid Agung Al Falah Nabire, Provinsi Papua Tengah

Masjid kebanggaan masyarakat Nabire masih dengan ornamen mimbar tilawah untuk MTQ tahun 2018.

Masjid Agung Al Falah Nabire adalah masjid terbesar di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Pembangunan masjid ini dimulai sejak tahun 2004 yang lalu. Keberadaan masjid Agung Al Falah ini menjadi sangat penting sebagai simbol eksistensi muslim di Nabire dan menjadi pusat aktivitas ke Islaman disana.
 
Kabupaten Nabire adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Tengah, terletak di punggung Pulau Papua menghadap ke luat teluk Cendrawasih. Disebelah utara berbatasan laut dengan kabupaten Kepulauan Yapen, Sebelah timur berbatasan darat dengan Kabupaten Intan Jaya, Paniai dan Deiyai, disebelah selatan berbatasan darat dengan kabupaten Dogiyai, sedangkan disebelah barat berbatasan darat dengan provinsi Papua Barat. Kabupaten Nabire ber-ibukota di Kota Nabire. 

Masjid Agung Nabire
Jalan Merdeka Legari Jaya, Legari Jaya
Kec. Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah


Kabupaten Nabire juga memiliki wilayah di beberapa pulau yang berada di laut Teluk Cendrawasih. Jumlah penduduk kabupaten Nabire berjumlah 145.101 jiwa (2017). Pada tanggal 6 Februari 2004, terjadi gempa bumi yang kemudian disusul pada tanggal 26 November 2004 di Nabire, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang daerah ini.

Masyarakat Muslim di Nabire berasal dari berbagai provinsi, khususnya para transmigrasi yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa TImur, Jawa Barat, Gorontalo, Padang, Makassar dll selain dari masyarakat Muslim setempat termasuk dari Biak Numfor. Komposisi di kota antara Muslim dan non-Muslim kisaran 60:40 persen, dan kehidupan antar pemeluk agama di kabupaten Nabire terjalin sangat baik.

Megah dan besar, Alhamdulillah.
Pembangunan masjid ini memakan waktu cukup lama karena masalah dana. Panitia pembangunan sempat meminta bantuan dari kaum muslimin dimanapun berada untuk membantu pembiayaan pembangunan masjid ini melalui rekening Bank Mandiri 154-000-240838-7 atas nama Panita Pembangunan Masjid Al-Falah Kab. Nabire

Sebagai Masjid Agung Kabupaten, Masjid Agung Al Falah Nabire ini menjadi tempat utama aktivitas ke Islaman tingkat kabupaten Nabire, Seperi pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten Nabire. Seperti pelaksanaan MTQ Nabire pada bulan maret 2014 yang lalu yang dibuka langsung oleh bupati Nabire Nabire Isaias Douw S.Sos.

Suasana sholat Idul Fitri di dalam Masjid Agung Al Falah Nabire.

Tahun 2018, Masjid Agung Al-Falah Nabire menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII Tingkat Provinsi Papua Tahun 2018 yang berlangsung meriah (seiring dengan pemekaran provinsi Papua, sejak tahun 2022 Nabire menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah). Demikian juga dengan peringatan Maulid Nabi dan peringatan hari hari besar Islam lainnya dipusatkan di Masjid Agung Al Falah ini.

Masjid Agung Al Falah Nabire tentu saja menjadi pusat pelaksanaan ibadah sholat Idul fitri dan Idul Adha. Pada hari raya Idul Adha 1429H/22 Agustus 2018 yang lalu masjid Agung Al Falah ini menyembelih  sebanyak 215 ekor hewan kurban, terdiri dari 199 ekor sapi dan 16 ekor kambing, dari jumlah hewan Qurban tersebut 1 ekor sapi merupakan sumbangan dari Presiden Joko Widodo. (Updated 4 Juli 2023)***

Referensi


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga Artikel Masjid di Papua lainnya

Sunday, December 18, 2016

Masjid Al-Ishlah Arso IX Keerom

Berbentuk masjid masjid tradisional di pulau Jawa, masjid Al-Ishlah Arso IX ini merupakan salah satu dari masjid masjid serupa di kabupaten Keerom, provinsi Papua.

Keerom adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Republik Papua Nugini, bersama sama dengan kota Jayapura, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Boven Digoel dan kabupaten Merauke. Keerom juga merupakan wilayah kabupaten di provinsi Papua yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Pekembangan wilayah kabupaten ini salah satunya adalah keberhasilan program transmigrasi sejak masa pemerintahan mendiang Presiden Soeharto.

Terdapat tiga distrik di Kabupaten Keerom yang merupakan daerah penempatan trasnmigran antara tahun 1964 hingga tahun 2000 yaitu Distrik Arso 4.820 KK atau 20.033 jiwa, Skanto 3.309 KK atau 13.729 jiwa dan Distrik Senggi 330 KK atau 1.218 jiwa. Daerah asal para transmigran antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT (Flobamora).

Di tahun 2008 Bupati Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Drs Celsius Watae mendapat pengharagan dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) karena keberhasilannya dalam melakukan pendampingan kepada para eks transmigran di kabupaten tersebut.

Kabupaten Keerom merupakan wilayah pemekaran dari Jayapura. Berdasarkan undang-undang Nomor 26 Tahun 2002, Luas wilayahnya mencapai 9.365 kilometer persegi dengan 7 distrik yang masuk wilayah Kabupaten Keerom, yaitu Arso, Waris, Senggi, Skanto, Web, Arso Timur dan Towe. Sesuai dengan UU 26/2002, kabupaten Keerom beribukota di Waris, namun karena belum tersedianya infrastruktur yang memadai, roda pemerintahan kabupaten, dijalankan di Arso.

Zikir dan Sholawat di masjid Al-Ishlah Arso IX

Keerom memiliki banyak potensi, seperti pertanian yang menghasilkan padi, perkebunan dari kelapa sawit, peternakan di antaranya ayam, dan perikanan yang menghasilkan pendapatan ikan air tawar. Belum lagi buah merah, buah populer dari Papua dan hanya di Papua. Begitu pula dengan sarang tawon.

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, Masjid dan mushola dengan mudah dapat ditemukan di kabupaten Keerom. Salah satunya adalah Masjid Al-Ishlah Arso IX yang berada di kampong Intaimilyan Skanto. Salah satu kawasan yang berkembang melalui program transmigrasi.

Masjid Al-Ishlah Arso IX dibangun pertama kali tahun 1990 diatas tanah seluas 1000 meter persegi dan luas bangunan 600 meter persegi. Tanah tempat masjid ini berdiri berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM). Masjid Al-Ishlah juga sudah terdaftar di kementrian agama dengan nomor I.D. masjid 01.4.32.11.05.000008.

Masjid Al-ishlah Arso IX
Jl. Nusantara, UPT IX Kampung Intalmilyan
Disttrik Skanto, Kabupaten Keerom,
Kabupaten Keerom, Papua 99468, Indonesia


Para pengurus masjid dan mayoritas jamaahnya adalah para transmigran muslim dari luar Papua. Di malam Jum’at, praktis aktifitas masyarakat muslim di sini seperti terhenti. Aktivitas masjid ini cukup makmur termasuk penyelenggaraan pengajian dengan mengundang Ustadz dari Pulau Jawa seperti yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Agustus 2016.

Sekitar 500 jemaah begitu antusias dan berbondong-bondong mendatangi Masjid Al-Islah guna menghadiri pengajian, dzikir dan sholawat yang terselenggara atas kerjasama ta’mir Masjid Al-Islah dengan Majelis Ta’lim Al-Munawwarah Kabupaten Keerom dengan menghadirkan Gus Anom bin Syech Arifin bin Ali bin Hasan dari Sidoarjo Jawa Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kabupaten Keerom M. Markum, Dansatgas Yonmek 516/CY Letkol Inf.  Lukman Hakim dan Ketua MUI Kabuapten Keerom H. Nursalim.***

Saturday, November 5, 2016

Masjid Tembagapura kabupaten Mimika

Masjid satu ini salah satu masjid yang berada di tempat tertinggi di Indonesia. Kota Tembagapura tempat Masjid Daarussa'adah ini berdiri berada di ketinggian 2500 meter dari permukaan laut, jauh lebih tinggi dari puncak Gunung Salak di Jawa Barat.

Masjid Nurussa’adah adalah salah satu Masjid yang dibangun oleh PT. Freeport Indonesia di Kota Tembagapura, Kabupaten Mimika, provinsi Papua Tengah. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang berada di tempat tertinggi di Indonesia. Lokasinya berdiri memang berada di pegunungan Jayawijaya yang merupakan dataran tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 2500 mdpl, lebih tinggi dari Gunung Salak di Bogor yang sangat terkenal itu dengan puncak tertingginya 2.211 meter dari permukaan laut (mdpl).

Untuk tiba ke Tembagapura dengan perjalanan sekitar 20 menit dengan helikopter dari Kota Timika atau dengan bus khusus anti peluru dari Bandara Mozes Kilangin di Timika selama 2-3 jam. Tembagapura  dikelilingi pegunungan dan awan putih yang berlapis-lapis. Suasana ini menghadirkan suhu yang cukup dingin, dengan suhu berkisar 5-20 derajat Celcius.


Masjid Nurussa’adah secara resmi dibuka pada tanggal 15 November 1994 oleh David M. Francisco bersama sama dengan (alm) KH. Zainudidin MZ sebagaimana dijelaskan dalam prasasti pembangunan masjid tersebut. Masjid Nurussa’adah memang semarak dengan aktivitas ke-Islaman dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang multimedia, stasiun radio suara HMM, perpustakaan masjid serta tentu saja hamparan karpet yang lembut. (updated 4 Juli 2023).***

--------------

Baca Juga


Sunday, October 30, 2016

Masjid Al Falah Kepulauan Yapen Papua

Foto bersama Dandim 1709/YAWA sesaat setelah peresmian Masjid Al-Falah

Masjid Al-Falah Merupakan salah satu masjid yang berada di Kabupaten kepulauan Yapen provinsi Papua. Masjid ini berada di dalam Komplek Komando Distrik Militer 1709/YAWA. Merujuk kepada data kementrian Agama, Masjid ini dibangun tahun 1995 dengan luas 456 meter persegi berdiri di atas lahan seluas 817 meter persegi.

Lokasi Masjid Al-Falah
Kompleks Makodim 1709 Yawa
Jln. Maluku, Serui, Yapen Selatan
Kab. Kepulauan Yapen, Papua


Tahun 2016 masjid ini telah selesai dilakukan renovasi dan diresmikan pada tanggal 19 April 2016 oleh Komandan Kodim (Dandim) 1709/Yawa Letkol Inf Tamimi Hendra Kesuma. Dana Renovasi masjid ini seluruhnya berasal dari dana swadaya keluarga besar kodim 1709/Yawa dan dari para donatur. Sedangakan proses renovasinya dilakukan oleh para Prajurit Kodim 1709/Yawa yang bahu-membahu merenovasi bangunan Masjid yang lama sehingga menjadi lebih baik.

Hadir dalam peresmian masjid itu Letkol Inf Sat Ari Wibowo selaku perwira menengah TNI yang akan menjabat Dandim 1709/Yawa menggantikan Letkol Tamimi. Hadir pula para perwira staf, Ketua Persit Kodim 1709/Yawa Dewi Tamimi beserta pengurus persit lainnya, para prajurit TNI serta para tamu undangan dari MUI, Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Yapen, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Letkol Tamimi mengatakan, hendaknya menjadikan masjid itu sebagai sarana pembinaan akhlaq prajurit Kodim 1709/Yawa dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen. Dan Menurut dia, Masjid Al Falah itu merupakan sarana bagi prajurit dan warga setempat untuk beribadah kepada Allah SWT.***

--------------

Baca Juga



Saturday, October 29, 2016

Masjid Agung Baiturrahman Wamena

KHAS MASJID YAMP. Masjid Agung Baiturrahman di Wamena ini dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila sekitar tahun 1969 dengan ciri khas masjid YAMP yakni bangunan masjid tradisional khas Indonesia dengan atap limas bersusun tiga.

Masjid Agung Baiturrahman Wamena awalnya merupakan salah satu masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP) di masa pemerintahan Pak Harto sekitar tahun 1969. Pembangunan masjid ini sebagai bagian dari proyek pembangunan masjid di daerah daerah terpencil. Pada saat pembangunannya bahan material baja untuk masjid ini bahkan diterbangkan dengan pesawat Hercules dari Jayapura ke Wamena, ibukota kabupaten Jayawijaya.

Alamat Masjid Agung Baiturrahman Wamena
Jl. Yos Sudarso, Wamena Kota
Wamena, Kabupaten Jayawijaya
Papua Pegunungan 99511


Masjid Agung Baiturrahman wamena letaknya bersebelahan dengan kantor Bupati Jayawijaya. Disekitar masjid telah berdiri TKIT Yapis, SMP Yapis, SMK Yapis, dan Kampus Universitas Yapis. Masjid Agung Baiturrahman ini bukanlah satu satunya masjid di pusat kota Wamena, masih ada dua masjid lainnya yakni Masjid Nurul Hidayah, dan Masjid Al-Ikhlas.

Masjid Nurul Hidayah terletak di komplek pertokoan jalan safri darwin yang disana banyak pedagang dari makasssar. Masjid ini berlantai dua, kebanyakan jamaahnya adalah pedagang sekitar. Masjid Al-Ikhlas Polres terletak tidak jauh dari masjid nurul hidayah, tepatnya di samping Polres Jayawijaya.

Menara Masjid Agung Baiturrahman yang sedang dibangun

Renovasi Masjid Agung Baiturrahman Wamena

Proses renovasi dan perluasan Masjid Agung Baiturrahman ini sempat terhenti di bulan Maret yang lalu setelah keluarnya protes dari pengurus Persatuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ) namun kemudian dapat diselesaikan dengan baik setelah dilakukan mediasi oleh Bupati Jayawijaya, FKUB dan Pihak kepolisian setempat. Proses renovasi dan perluasan masjid dilanjutkan dengan beberapa revisi dari rancangan awal

Aktivitas Remaja Masjid Agung Baiturrahman

Remaja Masjid Agung Baiturrahman Wamena ini cukup aktif melakukan kegiatan sosial terutama selama bulan Ramadhan. Seperti yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan tahun 2012 yang lalu remaja masjid ini melakukan bakti sosial berupa pembagian sembako untuk muslim penduduk asli Papua di beberapa lokasi, antara lain di Walesi, Megapura, Hitigima dan Air Garam. Bakti sosial dilaksanakan dengan mengadakan acara buka puasa bersama dan pembagian paket sembako dan lainnya berupa sarung,baju koko,mukena,alat tulis,buku2 bacaan dan tas sekolah .

Seluruh Masjid yang dibangun oleh YAMP di Indonesia memiliki bentuk bangunan yang serupa meski dengan ukuran yang berbeda.

Megapura, merupakan perkampungan Muslim Papua yang terdekat dari Wamena setelah kampung Walesi. Disini ada sekitar 300an lebih penduduk yang Muslim. Di megapura telah lama berdiri Mesjid Al-Hijrah. Menurut ceritanya disinilah pertama kali penduduk asli papua yang memeluk Islam di Wamena karena awalnya para Da’i yang berprofesi sebagai pedagang dari luar Papua pertama kali menetap di Megapura Wamena.

Hitigima, dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 15 menit dari Megapura dengan menggunakan mobil. Di Hitigima ada sekitar 130 penduduk yang memeluk Islam dengan sekitar 38 kepala keluarga dan satu masjid bernama Masjid Nurul Huda. Dari beberapa kampung tersebut, Kampung Air Garam merupakan kampung yang paling sulit untuk di capai. 

Perjalanan dengan kendaraan hanya dapat dilakukan hingga ke Masjid Air Garam sedangkan untuk menjangkau pemukiman penduduk harus dilakukan dengan berjalan kaki melewati medan pegunungan, lembah dan lereng terjal di pegunungan tengah pulau Papua. Sebuah perjuangan yang luar biasa dari para remaja Masjidd Baiturrahma ini untuk membagi kebahagiaan dengan sesama muslim meskipun harus melalui medan yang tak mudah. (update 4 Juli 2023)

--------------

Baca Juga


Sunday, October 23, 2016

Masjid Agung Baiturrahman Biak Numfor Papua

Masjid Agung Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua

Masjid Agung Baiturrahman adalah masjid agung yang berada di kabupaten Biak Numfor provinsi Papua. Masjid yang cukup besar untuk menampung hingga 2000 jemaah. Bangunan masjid ini sempat mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat gempa bumi tektonik 17 Februari 1996 dan kemudian dibangun kembali. Sampai tahun 2009 pemerintah daerah Kabupaten Biak Numfor sudah mengucurkan dana hingga Rp. 1 Milyar lebih yang diserahkan ke Panitia pembangunan Masjid tersebut.

Alamat Masjid Agung Baituirrahman  
Jl. A. Yani, Mandala, Biak Kota
Biak Numfor, Papua 98111

Masjid Agung Baiturrahman terletak jalan poros menuju bandara, dan ada di pusat kota Biak, sehingga dengan kondisi ini letak masjid baiturrahman angat strategis, dan mrupakan salah satu ikon kota biak, berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi dengan luas bangunan 3000 meter persegi, mulai dibangun tahun 1979.


gmaps masjid agung baiturrahman


Dalam upaya penggalangan dana pembangunan masjid, di tahun 2009 silam pengurus masjid ini menyelenggarakan acara tablikh akbar dengan mengundang uztadz kondang Arifin Ilham, dalam kesempatan tersebut Pemkab Biak diwakili oleh Wakil Bupati Alimuddin Sabe menyerahkan dana bantuan kepada panitia pembangunan masjid ini sebesar Rp. 200 juta yang bersumber dari APBD tahun 2009. Program bantuan sarana keagamaan setiap tahun dianggarkan pemerintah kabupaten sebagai wujud perhatian dalam mendukung penyelesaian bangunan rumah ibadah. Sebelumnya Bupati Biak Numfor Yusuf Melianus Maryen S.Sos,MM, Senin, menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk membantu penyelesaian pembangunan Masjid Agung Baiturrahman.

Pawai Tarhib Ramadhan

Menyambut Bulan Suci Ramadhan tahun 1437H Kodim 1708/BN Bersama Masyarakat dan Para Santri Ikuti Kegiatan Pawai Tartib Ramadhan 1437 H. Komandan Kodim 1708/BN letkol Inf Gandung Eko Prabowo S.IP menghadiri Pawai Tarhib Ramadhan 1437 H TA. 2016 yang dilaksanakan di Halaman Masjid Agung Baiturrahman Biak. Pawai Tahrib Ramadhan 1437 H  ini diikuti -+ 700 peserta dari TPA-TPQ, SD, SMA, Perguruan Tinggi, Majelis Taklim, Ormas Islam dan TNI-Polri.

Turut hadir dalam kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan 1437 H TA. 2016 Asisten III Setda Kab. Binum Bpk. Abdul Kahar. SE, Kapolres Binum AKBP. Hadi Wahyudi. SIK, Ketua Yayasan Amal Insani Kab. Binum Bpk. Sumardi. SSt, Ketua PHBI Kab. Binum Bpk. Andi Firman Madjadi. SE,Danki Brimob Den C Biak Akp. Soeparmanto. SH. Kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan 1437 H TA. 2016,berjalan tertib,aman dan lancar.

Menara masjid Agung Kabupaten Biak Numfor

Sediakan Takjil Gratis

Seperti masjid masjid agung lainnya di tanah air, Masjid Agung Baiturahman Kabupaten Biak Numfor, juga menyediakan aneka takjil makanan dan minuman untuk berbuka puasa secara gratis selama bulan Ramadhan. Setiap tahun selama kegiatan puasa Ramadhan pengurus masjid bersama menyiapkan aneka kue dan minuman untuk berbuka puasa bagi warga Muslim di Biak dan sekitarnya. Menu takjil berbuka puasa merupakan sumbangan dari jamaah masjid untuk disajikan setiap sore menjelang buka puasa.

Sebagai masjid Agung Kabupaten Masjid Agung Baiturrahman ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman di Kabupaten Biak Numfor, seperti peringatan hari hari besar Islam dan pelaksanaaan perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Biak Numfor, yang berlangsung 22-25 April 2016 dan dibuka langsung oleh Bupati Thomas Ondy.

Masjid Agung Baiturrahman Biak Numfor ini juga sudah memiliki perpustakaan masjid yang dikelola oleh remaja masjid. Beragam buku ke-Islaman disediakan di perpustakaan masjid ini bagi para jemaah.

-----------------------

Baca Juga


Saturday, October 22, 2016

Masjid Agung An-Nur Agats Asmat

Di atas papan. Sama seperti semua bangunan yang ada di kota Agats, Kabupaten Asmant, Masjid An-Nur inipun dibangun berbentuk rumah panggung dengan lantai papan.

Masjid Agung An-Nur ini merupakan masjid Agung Kabupaten Asmat di provinsi Papua Selatan, lokasinya berada di kota Agats, ibukota kabupaten Asmat. Bangunan masjid nya memang dibangun bertiang atau berbentuk rumah panggung dengan bahan dari kayu. Masjid An-Nur merupakan masjid utama di kota Agats kabupaten Asmat.
 
Masjid Agung An-Nur
Bis Agats, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua 99777
https://goo.gl/maps/bvuVHn2rnR8yqm5t9
 


Beragam aktivitas setingkat kabupaten dilaksanakan di masjid ini seperti acara buka puasa bersama dalam rangkaian kegiatan safari Ramadhan pemda kabupaten Asmat pada bulan suci Ramadhan 1437H yang lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos, Ketua DPD PKS Provinsi Papua/Anggota DPRP Papua, Asisten III Setda Asmat, Ketua PHBI Asmat, Kapolres Asmat, Pabung Asmat Kodim 1707/Merauke, Para Pimpinan SKPD Asmat, Danki Pamrahwan Asmat Yonif 755/Yalet, Para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan Kabupaten Asmat.

Tentang Kabupaten Asmat

Asmat adalah salah satu Kabupaten di provinsi Papua Selatan (sebelum pemekaran merupakan bagian dari provinsi Papua), sekaligus nama salah satu suku asli disana dengan kebuadayaannya yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Kabupaten Asmat beribukota di Agats, sebuah kota sangat unik karena kota ini dibangun diatas bilah bilah papan. 

Secara geografis wilayah kota Agats merupakan rawa rawa, itu sebabnya semua bangunan di kota ini kemudian dibangun sebagai rumah panggung termasuk bangunan fasilitas umum seperti kantor bupati, gedung sekolah, pasar, tempat ibadah, hingga jalan raya, semuanya dibangun berpanggung dengan lantai papan kayu. Bukan sembarang kayu yang digunakan tapi kayu pilihan yang tahan terhadap segala cuaca, yakni jenis kayu ulin atau kayu besi.

Masjid An-Nur dari sisi yang lain

Kota ini mulai dibangun oleh pemerintah Belanda pada sekitar tahun 1936-an yang awalnya difungsikan sebagai pos pemerintahan. Dulunya warga Asmat menyebut pos pemerintahan ini dengan Akat (yang berarti baik/bagus), namun karena lidah orang Belanda kesulitan menyebut kata ini, maka berubahlah menjadi Agats.

Agats semakin ramai dan kini menjadi ibukota pemerintahan bagi kabupaten Asmat. Udara di Agats masih bersih dan bebas polusi, tak ada mobil disini dan kendaraan darat yang boleh beroperasi hanya sepeda motor dan sepeda termasuk gerobak.
 
Tanah di Agats memang berupa rawa-rawa berlumpur yang tidak cukup kuat dijadikan landasan bangunan. Wilayah Agats berupa rawa-rawa dengan ketinggian air mencapai satu meter. Pilihan kayu besi yang digunakan sebagai fondasi bangunan sangatlah tepat, karena kayu ini semakin ditancapkan ke dalam rawa, semakin lama akan semakin kuat. Oleh karena kuatnya kayu tersebut, maka terciptalah kota ini, kota yang sangat unik dengan arsitektur sederhana nan menakjubkan.
 
Kabarnya, kini pemerintah setempat telah merintis jalan jembatan berkonstruksi beton selebar 3 meter. Sehingga diharapkan di tahun mendatang jalan-jalan utama di kota Agats akan terbuat dari beton menggantikan papan kayu yang selama ini dipakai. (update 4 Juli 2023).


Pemandangan kota Agats dari udara. semua bangunan berdiri di atas lembaran papan. 

-----------------------

Baca Juga



Sunday, October 16, 2016

Masjid Al-Mujahidin Puncak Jaya, Papua Tengah

Masjid Al-Mujahidin Puncak Jaya.

Masjid Al-Mujahidin merupakan satu satunya masjid yang ada di didistrik Mulia Ibukota Kabupaten Puncak Jaya provinsi Papua Tengah. Masjid ini berada di dalam komplek Markas Komando Resor Militer 171/PVT dan menjadi tumpuan ummat Islam yang tinggal di Distrik Mulia kabupaten Puncak Jaya. Pada bulan Mei 2015 yang lalu Masjid Al-Mujahidin ini direnovasi oleh Prajurit Korem 171/PVT dan para pengurus Masjid Al-Mujahidin yang dipimpin oleh Perwira Rohani Islam Bintal Korem 171/PVT Letnan Dua Inf Suyono.

Beberapa pejabat pemerintah pusat dan daerah yang berkunjung ke Puncak Jaya menyempatan singgah ke Masjid ini, tercatat Menteri Sosial J. Dra.Khofifah Indar Parawangsa beserta rombongan menyempatkan singgah ke masjid ini dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke kabupaten Puncak Jaya pada tanggal 20 Agustus 2015 yang lalu. Kedatangan beliau dan rombongan disambut langsung oleh bupati puncak jaya, Henok ibo berserta ibu, kapolres Puncak jaya, AKBP Marselis S Karrong beserta ibu dan juga Dandim 1714/PJ Letkol Infantri Bayu serta seluruh anggota polri maupun TNI yang berjaga-jaga dan masyarakat kabupaten puncak jaya yang berada di Kota mulia kabupaten puncak jaya papua.

Masjid Al Mujahidin
Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah 98973
https://goo.gl/maps/QzzQgFRvDysnEfGY8


Begitu juga dengan pejabat militer, Panglim Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII Cendrawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian yang berkunjung ke Masjid ini dalam rangkaian kunjungannya ke Puncak Jaya pada 7 Juli 2016. Dalam kunjungan tersebut beliau sengaja menyambangi prajurit TNI dan Polri yang bertugas di Puncak Jaya. 

Kedatangan beliau ke Puncak Jaya bersama dengan Asisten Operasional, Kolonel Inf Rudy Runtuwene dan jajarannya disambut oleh Bupati Puncak Jaya Henock Ibo dan Dandim 1714/PJ Letkol Inf Hindratno Devidanto. Rombongan melakukan peninjauan perumahan kodim di Mulia, Puncak Jaya juga memeriksa kesiapan prajurit Satgas Pamrahwan di lapangan serta menyampaikan ucapan Idul Fitri bagi prajuirt yang merayakannya.

Masjid Al-Mujahidin Puncak Jaya sedang direnovasi

Sebagai satu satunya masjid di distrik Mulia, masjid ini secara otomatis menjadi pusat semua aktivitas ke-islaman di Ibukota Kabupaten Puncak Jaya, aktivitas peringatan hari hari besar Islam seperti peringatan Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi hingga pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan idul Adha. 

Dalam pelaksanaan Ibadah sholat Idul Fitri dan Idul Adha, proses pengamanan tetap dijalankan dengan menugaskan anggota satuan Polri dan TNI tidak beragama Islam untuk memberikan kesempatan kepada anggota satuan yang beragama Islam untuk menunaikan sholat Idul Fitri dan idul Adha sekaligus sebagai bentuk toleransi sesama warga bangsa. (updated 4 Juli 2023).***

--------------

Baca Juga


Sunday, October 9, 2016

Masjid Agung Waisai Raja Ampat, Papua Barat Daya

Jejeran bangun yang khas menghias pelataran Masjid Agung Waisai, di Ibukota Kabupaten Raja Ampat

Raja Ampat adalah nama yang identik dengan destinasi wisata memikat hati bagi wisatawan lokal hingga mancanegara. Keindahan alam Raja Ampat sudah dikenal dunia Internasional. Raja Ampat merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong yang dibentuk tahun 2002 dan di deklarasikan pada tahun 2003. Wilayah Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 4 pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool, dan lebih dari 600 pulau-pulau kecil. Secara administratif Kabupaten Raja Ampat dibagi menjadi 24 kecamatan dengan total luas wilayah 8.034,440 Km2 (berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2008) dimana sekitar 85% wilayahnya berupa perairan..

Pusat pemerintahan berada di Waisai, Distrik Waigeo Selatan, sekitar 36 mil dari Kota Sorong.  Kepemerintahan di kabupaten ini baru berlangsung efektif pada tanggal 16 September 2005. Berdasarkan posisi geografis, Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan laut negara tetangga yakni Republik Federal Palau di Samudera Pasifik. Akses ke wilayah ini sementara ini hanya dapat ditempuh melalui perairan. Dari Kota Sorong, ditempuh dengan menggunakan kapal cepat selama 2 jam perjalanan laut.

Mayoritas agama yang ada di Kabupaten Raja Ampat adalah Kristen Protestan dan Islam. Berdasarkan data tahun 2011 pemeluk agama Islam di Raja Ampat sekitar 32%, Pemeluk Protestan 63% dan 1% menganut agama Katholik. Pada kehidupan sehari-hari, kerukunan umat beragama tetap terjaga. Selama ini belum pernah tercatat pelanggaran yang mengatasnamakan agama.

Gapura Masjid Agung Waisai 

Di Kota Waisai sebagai ibukota kabupaten Raja Ampat, saat ini sudah berdiri megah sebuah Masjid Agung dengan nama Masjid Agung Waisai. Nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Agung Nurul Yaqin, namun lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Waisai. Masjid megah ini awalnya merupakan bangunan masjid kecil sederhana dengan nama masjid Nurul Yaqin dibangun dengan dana swadaya masyarakat tahun 2003 dengan imam pertamanya bpk. Halimun Manam (alm). Setelah beliau berusia udzur digantikan oleh bpk H.M Hanaping. Setelah jumlah masyarakat Islam bertambah banyak, masjid Nurul Yaqin Waisai tidak mampu lagi menampung jamaah shalat Jumat atau tarawih. Selain untuk kegiatan Shalat, Masjid ini juga digunakan anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur’an, dimana kegiatan mengaji dilaksanakan setelah Shalat Isya.

Maka dibangunlah Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai di atas lokasi yang sama, dan mulai dibangun dengan meletakkan batu pertama pada tanggal 10 januari 2006 oleh bapak wakil bupati Kab. Raja Ampat, Drs. Indah Arfan. Dan masjid mulai ditempati untuk Sholat pada tahun 2008. Keseluruhan bangunan masjid ini seluas 1800 meter persegi dibangun diatas tanah wakaf seluas 30.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 1000 jemaah sekaligus.


Pada April 2014, Masjid Agung Waisai menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke-5 tingkat propinsi Papua Barat (saat itu Provinsi Papua Barat Daya belum terbentuk dan Kabupaten Raja Ampar masih menjadi bagian dari provinsi Papua Barat) Acara tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, Agung Laksono membuka dengan resmi kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan Tifa dan disaksikan oleh seluruh peserta dan undangan yang memadati pelataran Masjid Agung Waisai, Raja Ampat. 

Pembukaan kegiatan MTQ ke-5 Papua Barat dihadiri Wakil Menteri Agama RI, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Wakil Gubernur Papua Barat, Pangdam 17 Cenderawasih, Kapolda Papua, Para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Papua Barat, Walikota Sorong, Para Wakil bupati serta sejumlah pejabat tinggi baik Jakarta, Papua Barat maupun Raja Ampat. Kegiatan MTQ ke-5 ini dihadiri 11 kontingen: Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Kaimana, Teluk Wondama, dan Kabupaten Fakfak.

Dalam perjalanannya pengurus/ta’mir masjid telah mengalami dua kali perubahan. Ketua Pengurus/Ta’mir masjid yang pertama kali diketuai oleh Bpk. Sawaluddin Taesa sampai dengan tahun 2014. Setelah itu ketua pengurus/ta’mir masjid digantikan oleh Bpk. H. Abdul Faris Umlati, SE, sampai dengan sekarang. sementara Imam masjid sampai dengan sekarang juga masih bpk. H.M Hanaping. Di awal Januari 2016 Presiden Jokowi sempat singgah ke masjid ini untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. (update 4 Juli 2023)***

--------------

Baca Juga


Saturday, October 8, 2016

Masjid Raya Babussalam Timika

Masjid Agung Babussalam Timika

Timika merupakan ibukota Kabupaten Mimika di provinsi Papua Tengah. Di kota ini dan kabupaten Mimika terdapat setidaknya 54 Masjid dan sekitar 50 Mushola yang tersebar di wilayah Timika dan sekitar nya. Masjid Raya Babussalam ini bukanlah satu satunya masjid besar di Timika, masih ada masjid masjid lainya, salah satunya adalah masjid Besar Al-Furkon yang juga berada di Kwamki.

Alamat Masjid Raya Babussalam Timika
Jalan KH. Dewontoro, Kwamki
Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah 99971


--------------

Baca Juga


Sunday, October 2, 2016

Masjid Raya Al Aqsa Merauke

Landmark Merauke. Kehadiran Masjdi Raya Al-Aqso di pusat kota Merauke ini menghadirkan landmark baru bagi kota di ujung timur Indonesia tersebut.

Berdiri megah di pusat kota, Masjid Raya Al-Aqso kini menjadi salah satu landmark bagi kota Merauke yang merupakan kota di ujung timur Indonesia berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini. Bangunan masjid raya yang besar dan megah dengan gaya arsitektur modern lengkap dengan pelataran depan yang luas dihias dengan air mancur ditengah tengahnya, letaknya yang berada di pusat kota memudahkan untuk di aksses.

Di depan masjid raya ini berdiri sebuah tugu penanda kota Merauke, tugu Lingkaran Brawijaya namanya, tugu dengan Angka 969 memiliki arti Merauke umur panjang, 9 berarti damai dan sejahtera sedangkan 6 memiliki arti keseimbangan, dan di puncak tugu terdapat replika bola dunia yang berarti Merauke harus mendunia serta tulisan 1902 sebagai tahun lahirnya Kota Merauke, tepatnya tanggal 12 Februari 1902.

Lokasi Masjid Raya Al-Aqso
Jl. TMP Trikora, Klp. Lima, Kec. Merauke
Kabupaten Merauke, Papua Selatan 99614, Indonesia
Koordinat:   8°29'37"S 140°24'2"E


Merujuk kepada situs simas kemenag, Masjid Raya Al-Aqso Merauke ini memiliki nomor ID masjid 01.2.32.01.01.000001, dibangun di atas tanah seluas 24.350 m2, sedangkan luas bangunannya mencapai 6000 m2, dan pertama kali dibangun tahun 1980. Proses pembangunan Masjid Raya Merauke ini memakan waktu cukup lama. Sampai tahun 2011 saja pembangunannya baru mencapai 90%. Namun hasilnya kini memang cukup membanggakan.

Dibangun berlantai dua dengan tangga akses kembar di depan masjid menuju ke beranda yang terhubung langsung ke ruang sholat di lantai dua. Atapnya dibangun bertingkat dua, bagian ketiga atau bagian tertinggi atapnya dilengkapi satu kubah besar dengan mozaik kalimah tauhid bewarna ke-emasan. Kubah ini awalnya dibangun sebagai kubah beton tunggal berukuran lebih kecil ditopang oleh empat bangun semi kubah yang menempel ke kubah utama, namun kemudian diganti dengan satu kubah tunggal yang lebih besar seperti yang terlihat saat ini. Di keempat sisi atap juga dilengkapi dengan kubah yang sama dengan ukuran yang lebih kecil.


Interior Masjid Raya Al-Aqso Merauke

Penataan interior masjid ini pun sangat apik dengan padu padan keramik warna kemerahan dan cat warna putih. Hampir keseluruhan pilar pilar di dalam masjid beserta dindingnya di tutup dengan keramik. Begitupun ruang mihrabnya yang dilengkapi dengan sepasang pilar bundar mengapit sisi kiri dan kanan ruangannya.

Mimbarnya terbuat dari kayu berukit diletakkan di sisi kanan luar mihrab. Area void yang disediakan sebagai ruang terbuka antara lantai satu dan lantai dua cukup lega membuka ruang sirkulasi udara yang cukup memadai antara kedua lantai masjid.

Sebagai masjid raya, masjid Al-Aqso ini menjadi lokasi utama bagi aktivitas ke-Islaman di Kabupaten Merauke termasuk penyelenggaraan peringatan hari hari besar Islam seperti Tahun Baru Muharam, Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W, Nuzulul Qur’an hingga Sholat Idul Fitri dan Idul Adha juga dipusatkan di Masjid ini sehingga masyarakat setempat pun tumpah ruah memadati masjid ini hingga ke halamannya yang luas. Tak lupa personil keamanan bersenjata lengkap dari satuan Brimob mengamankan pelaksanaan aktivitas tersebut untuk menjamin keamanan pelaksanaan aktivitas tersebut. di komplek Masjid Raya Al-Aqso ini juga menjadi tempat berkantornya Takmir Masjid, LPTQ Kabupaten Merauke, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) kabupaten Merauke

Tugu Lingkaran Brawijaya di latar depan masjid Raya Al-Aqso Merauke

Bakti TNI

Untuk perawatan masjid yang cukup besar dengan halaman yang sangat luas ini, tidak saja pengurus masjid, namun masyarakat dan aparat setempat pun ikut turun tangan termasuk para prajurit TNI yang bertugas disana seperti yang dilakukan para prajurit Batalyon Infanteri 755/Yalet Merauke yang secara rutin melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Raya Merauke setiap jelang bulan suci Ramadhan sebagai persiapan menyambut kedatangan bulan suci tersebut. Aksi bersih bersih yang dilakukan prajurit TNI tidak saja membersihkan bangunan masjid dan arealnya namun juga membersihkan selokan yang sering tersumbat sampah dan mengakibatkan banjir dan genangan air jika turun hujan.  

Dari unsur TNI AL dari Pangkalan Utama Angkatan Laut XI Merauke turut menyemarakkan aktivitas di masjid ini dalam setiap aktivitas yang diselanggarakan disana seperti pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1435H/2014 di masjid ini yang turut dihadiri oleh Komandan Lantamal XI Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana didampingi oleh Wadan Lantamal XI, seluruh Asisten Dalantamal XI, Kasatker dan beberapa personel Lantamal XI turut hadir di Masjid Raya kebanggaan masyarakat Merauke tersebut dengan penceramah Prof. Dr. K.H. Muhammad Fariad Wadji, M.A. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Merauke, Danlanud Merauke, Dansatgas 432 WSJ, Dandim1707/MRK, dan Dansatrad 244 Merauke.

Indah di malam hari 

Indah di malam hari

Masjid Raya Al-Aqso Merauke ini dilengkapi dengan serangkaian lampu warna yang membuatnya terlihat benderang dan meriah dengan warna warni cahaya lampu yang dipancarkan ke bangunannya. Taburan cahaya tersebut menyajikan keindahan tersendiri bagi masjid kebanggaan masyarakat Marauke ini. Pemandangan ini tentunya menjadi objek menarik bagi para pecinta fotografi maupun masyarakat umum untuk mengabadikannya. Foto foto keindahan masjid ini baik siang maupun malam hari kini mulai meramaikan media sosial.

MTQ Provinsi Papua 2014

Di tahun 2014 Masjid Raya Al-Aqso Merauke menjadi pusat hajatan tingkat provinsi Papua dengan penyelenggaraan MTQ ke 25 tingkat provinsi Papua yang dipusatkan di masjid ini pada bulan Mei 2014. (saat itu kabupaten Merauke masih merupakan bagian dari provinsi Papua sebelum dimekarkan tahun 2022 dan kini masuk ke dalam wilayah provinsi Papua Selatan).

Tak tanggung tanggung panita penyelenggara menggratiskan semua biaya akomodasi bagi para kafilah yang datang dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Papua kecuali ongkos pulang pergi dari daerah asalnya masing masing, sebagaimana disampaikan oleh Sekda Kabupaten Merauke Drs Daniel Pauta selaku Ketua panitia MTQ ke 25 Provinsi Papua bersama Ketua LPTQ Provinsi Papua M. Mus’ad.***

Baca Juga

Masjid 'baru' Baitul Muttaqin Tolikara