Showing posts with label Masjid Agung Kabupaten. Show all posts
Showing posts with label Masjid Agung Kabupaten. Show all posts

Sunday, July 16, 2023

Masjid Agung Al-Hidayah, Hagia Sophia-nya Kabupaten Malang

Masjid Agung Al-Hidayah Kabupaten Malang.

Masjid Agung Al-Hidayah di Kabupaten Malang ini mendadak mencuri perhatian warga karena bentuk bangunan-nya yang mirip dengan masjid Hagia Sopia di Istanbul Turki namun dalam ukuran yang lebih kecil. Lokasinya menyatu dengan komplek pondok pesantren Al-Hidayah di Dusun Bonowarih Desa Karangan, kecamatan Karangploso kabupaten Malang, provinsi Jawa Timur.
 
Masjid berwarna coklat ini tampak berdiri begitu menonjol dibandingkan bangunan bangunan yang ada di sekitarnya. Akses jalan menuju Masjid Agung Al Hidayah mudah dilalui oleh wisatawan yakni dari pintu tol Karangploso lurus terus ke arah Kota Batu, posisinya masjid tersebut ada di pinggir jalan sebelah kanan.
 
Masjid Agung Al Hidayah Malang
Dusun Bonowarih, Desa Karangan, Kecamatan Karang Ploso
Kabupaten Malang, Jawa Timur 65152
https://goo.gl/maps/UfSZ93yD3kXaniBg9
 
 
Sejarah masjid Agung Al-Hidayah Malang
 
Sejatinya masjid Agung Al-Hidayah ini sudah berdiri sejak masa penjajahan Belanda di komplek pondok pesantren Al-Hidayah, namun tidak diketahui dengan pasti tahun pembangunan masjid ini. Pendirinya adalah KH. Ismail Arif bin Paku Nego, beliau merupakan Tokoh agama pendiri Pondok Pesantren Al Hidayah, makamnya berada disisi barat Masjid Agung Al-Hidayah ini.
 
Pada awalnya bangunan masjid ini hanya berupa bangunan dari bahan bambu lalu diganti dengan batu bata pada renovasi tahun 1988. Tahun 2008 Masjid Agung Al Hidayah mengalami renovasi besar-besaran hingga ke bentuknya saat ini. Total renovasi besar besaran tersebut menghabiskan dana sekitar Rp. 8.5 Milyar bersumber dari jariah masyarakat. 

Bangunan masjid ini dirancang oleh Pak Tholib, beliau bukan seorang seniman dan bukan arsitek, kemampuannya merancang masjid diperoleh secara otodidak. Awalnya pengurus masjid hanya menginginkan bangunan masjid yang bagus dan unik. Kemudian ditunjukkan sebuah lembaran foto masjid Hagia Sophia yang diambil dari kalender. Pengurus pun akhirnya sepakat untuk membangun masjid serupa dalam foto tersebut.
 
Interior Masjid Agung Al-Hidayah Kabupaten Malang.

Saat renovasi besar-besaran pada 2008 bangunan masjid lama mulai dibongkar dan dibangun secara bertahap, karena selama proses pembongkaran dan pembangunan, masjid ini tetap digunakan untuk ibadah sholat. Renovasi tersebut memakan waktu hingga 10 tahun.
 
Arsitektur Masjid Agung Al-Hidayah Malang
 
Masjid Agung Al Hidayah terdiri atas tiga lantai, lantai pertama digunakan sebagai tempat wudhu, kamar mandi dan gudang. Lantai dua digunakan untuk tempat sholat utama dan tempat mihrab dan mimbar berada, sedangkan di lantai tiga juga digunakan tempat sholat serta kajian kajian islam. Ukuran bangunan masjidnya sendiri seluas 20 x 30 meter persegi diperkirakan mampu menampung hingga 700 jemaah sekaligus.
 
Kubah utama masjid didukung 16 kubah lebih kecil yang tersusun sedemikian rupa. Beberapa juga terlihat kubah separuh lingkaran yang berada di sudut-sudut puncak masjid. Masjid Agung Al Hidayah di Kabupaten Malang ini adalah memiliki menara tunggal setinggi 45 meter. Sedangkan dinding Masjid Agung Al Hidayah ini lebih didominasi oleh warna coklat
 
Masjid Agung Al-Hidayah Kabupaten Malang.

Saat memasuki Masjid Al Hidayah Jemaah akan menemukan ruangan masjid yang lapang dengan atap begitu tinggi ditopang oleh tiang-tiang penyangga beruikuran besar. Para pengunjung akan disambut dengan ukiran dan ornamen yang menarik dan layar televisi LED di area bawah bangunan. Ditambah dengan kaligrafi kaligrafi estetik menghiasi dinding dan sisi dalam kubah kubah masjid.
 
Objek Wisata Religi
 
Arsitektur dan interiornya yang mirip dengan Hagia Sophia berhasil mengundang perhatian masyarakat luas. Mereka biasanya menyempatkan diri berfoto selfie, selain menjalankan ibadah salat lima waktu. Sering kali juga digunakan tempat ijab kabul dan foto pranikah. Pasangan yang akan berfoto prewed atau menikah cukup mengajukan izin kepada pengurus setempat. Hanya saja harus tetap menjaga sopan santun dan adab di masjid.***
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Rujukan
 
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5556434/masjid-agung-al-hidayah-mirip-hagia-sophia-turki-di-malang-habiskan-rp-85-miliar
https://travelingyuk.com/masjid-al-hidayah-karangploso/296152/
https://kabarbanten.pikiran-rakyat.com/syiar/pr-596326361/destinasi-wisata-religi-masjid-agung-al-hidayah-malang-jawa-timur-mirip-arsitektur-hagia-sophia-di-turki
https://khazanah.republika.co.id/berita/qs09s1483/menengok-hagia-sophia-di-malang

 
Baca Juga
 
Masjid Agung An-Nur Kota Batu
Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso
Masjid Agung Darussalam Bojonegoro
Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun
Masjid Agung Baitussalam Nganjuk
Masjid Agung Baitur Rahman Ngawi
Masjid Agung Baitussalam

Sunday, August 18, 2019

Masjid Agung Baitul Makmur Curup – Bengkulu

Masjid Agung Baitul Ma'mur Curup, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu.

Masjid Agung Baitul Ma’mur Curup adalah masjid agung kabupaten Rejanglebong, provinsi Bengkulu, lokasinya berada di kota kecamatan Curup, ibukota Kabupaten Rejanglebong. Merujuk kepada situs Simas Kementrian Agama, Masjid Agung Baitul Ma’mur Curup ini dibangun tahun 1990, berdiri di atas lahan seluas 5000 m2 dan luas bangunan 2500m2, berlokasi di Jl. S. Sukowati, kelurahan Air Putih Lama, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, Masjid Agung Baitul Ma’mur ini dulunya sempat direncanakan akan dibangun di lokasi Makodim 0409, namun saat itu terkendala dengan perizinan relokasi Makodim. Hingga akhirnya dipilih lokasi di Jl. S. Sukowati. Pembanguannya menggunakan dana APBN, APBD dan donasi dari masyarakat muslim Rejanglebong.



Di komplek masjid ini berkantor berbagai lembaga lembaga Islam di Kabupaten Rejanglebong termasuk kantor MUI dan Baznas Kabupaten Rejanglebong, Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT), Sekretariat Majelis Zikir Kabupaten Rejanglebong, Islamic Center, Taman Kanak kanak hingga Madrasah Tsnawiyah.

Masjid Agung Baitul Ma’mur Curup berdiri berdekatan dengan Balai Rakyat Pat Petulai (rumah dinas Bupati Rejanglebong), Politeknik Raflesia dan kantor kantor instansi pemerintahan kabupaten Rejanglebong, sedangkan Kantor Bupati Rejanglebong sendiri tidak berada di lokasi ini namun berada sekitar 750 meter di sebelah timur komplek Masjid Agung di ruas jalan yang sama. Nama balai rakyat atau pendopo kabupaten Rejanglebong ini diambil dari nama kerajaan Pat Petulai yang pernah berkuasa di daerah tersebut.

Menara Masjid Agung Baitul Ma'mur Curup, tampak tak senada dengan induk bangunan masjidnya. Sepertinya menara dan bangunan masjid ini dibangun diwaktu yang berbeda.

Aristektur Masjid Agung Al-Ma’mur Curup

Lahan komplek masjid agung ini berbentuk persegi panjang, membujur dari barat ke timur, bangunan masjidnya sendiri berada di sisi paling barat, agak menyerong sedikit ke kanan terhadap ruas jalan raya S. Sukowati untuk menyesuaikannya dengan arah kiblat. Menara tunggal nya bediri di sebelah timur bangunan masjid.

Arsitektur bangunannya sangat kental dengan gaya bangunan modern Eropa, berupa bangunan beton tinggi besar dengan jejeran pilar pilar yang juga berukuran besar di ke empat sisi bangunan-nya. Jejeran anak tangga berukuran besar di sisi utara menghadap ke jalan Raya S. Sukowati dan sisi timur menghadap ke taman masjid, menjadi akses utama dari dan ke ruang sholat yang berada di lantai dua.

Kubah besarnya begitu mendominasi, namun proporsional dengan ukuranbangunannya.

Sebuah kubah berukuran besar bewarna hijau mendominasi bagian atap bangunan utama masjid, diapit oleh empat kubah berbentuk dan berwarna senada dengan kubah utama, di ke-empat sudut atap masjid. Belakangan kubah masjid ini di ubah coraknya menggunakan bahan enamel warna warni menghadirkan pemandangan yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya.

Hampir seluruh bangunan masjid ini bewarna putih dengan sedikit sentuhan warna emas pada ornamen pilar bangunan, menonjolkan kemegahan bangunan-nya. Menara masjid yang berdiri terpisah dari bangunan masjid ini tampak tak senada dengan bangunan utamanya. Baik bentuk arsitektural maupun warnanya. Sepertinya menara ini merupakan bagian dari bangunan lama sebelum bangunan masjid di renovasi ke bentuknya saat ini.

Interior Masjid Agung Baitul Ma'mur Curup, Bengkulu.

Bagian interior masjid juga di dominasi warna putih, kecuali sisi kiblatnya yang dilapis dengan keramik berwarna lebih gelap. Empat pilar beton berdiri di ruang utama menopang struktur atap di kempat sisi lingkaran kubah. Bagian dalam kubah dihias dengan lukisan kaligrasi asmaul husna warna warni.

Sebagai masjid agung kabupaten, Masjid Agung Baitul Ma’mur Curup ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman di Kabupaten Rejanglebong, termasuk penyelenggaraan manasik haji, sholat dua hari raya, peringatan hari hari besar Islam dan acara ke-Islaman tingkat kabupaten lainnya. Sebagai tambahan informasi, selain masjid Agung Baitul Ma’mur ini, kota Curup juga memiliki dua masjid lain yang cukup besar dan megah yakni Masjid Jami’ Curup dan Masjid Al-Jihad Curup.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Saturday, August 17, 2019

Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan - Bengkulu

Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan Kabupaten Kaur.

Masjid Agung Al-Kahfi adalah masjid agung kabupaten Kaur yang berada di kota kecamatan Bintuhan, ibukota kabupaten Kaur, provinsi Bengkulu. Kabupaten Kaur merupakan kabupaten di Bengkulu yang letaknya paling selatan berbatasan langsung dengan provinsi Lampung disebelah selatannya dan provinsi Sumatera Selatan di sebelah timur sedangkan sisi baratnya menghadap ke Samudera Hindia.

Kabupaten Kaur dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 pada tahun 2003 bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Seluma dan Kabupaten Mukomuko. Kaur sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Tahun 2016 yang lalu Kabupaten baru ini meresmikan Masjid Agung Kabupaten nya yang diberi nama Masjid Agung Al-Kahfi, di pusat kota Bintuhan.

Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan
Ps. Baru, Kaur Sel., Kabupaten Kaur, Bengkulu 38963



Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti, S.H., M.H., bersama sama dengan Bupati Kaur, Dr. Ir. H. Hermen Malik, M.Sc pada hari Rabu 27 April 2016. Masjid ini berlokasi di Bandar Bintuhan, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Dalam peresmian ini, turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Drs. Tengku Zulkarnain.

Nama Al-Kahfi diambil dari nama ashabul Kahfi yang membuktikan kebenaran kisah-kisah di dalam Al-Quran di dalam Surah Al-Kahfi. Peresmian ini juga diramaikan sekitar 5.000 orang undangan, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan siswa/siswi SMA se derajat Kabupaten Kaur.

Masjid Agung A[-Kahfi Bintuhan berdiri megah di sisi utara Lapangan Merdeka kota Bintuhan, terpaut cukup jauh sekitar 4,8 km dari komplek kantor Bupati Kaur yang di bangun di Tanjung Dalam, di sebelah utara pusat kota Bintuhan. Lapangan Merdeka Bintuhan berada persis di sisi utara Jalan Lintas Barat Sumatera di kota Bintuhan.

Sisi timur Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan.

Cukup menarik tata kota Bintuhan ini, mengingat ruas jalan lintas barat Sumatera yang membentang di tengah kota di depan lapangan merdeka dan masjid Agung ini sejajar dengan arah kiblat, sehingga blok blok lahan dan bangunan di sebelah kiri dan kanannya secara otomatis juga segaris dengan arah kiblat. Sehingga Masjid Agung yang letaknya bersebelahan dengan lapangan Merdeka, denah bangunannya sejajar dengan lapangan Merdeka yang berada di sampingnya.

Pembangunan Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan

Masjid Agung Al-Kahfi mulai dibangun tahun 2014, dengan anggaran dana Rp. 14 milyar Rupiah diambil dari APBD Kabupaten Kaur tahun anggaran 2014 dan 2015 masing masing Rp. 7 Milyar Rupiah. Pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor pelaksana dari CV Padang Guci Utama. Sampai dengan pertengahan tahun 2015 proses pembangunannya sudah mencapai 50% dan ditargetkan selesai pada bulan Desember 2015 termasuk pekerjaan penataan taman hingga lokasi parkir.

Tangga besar menuju ruang sholat utama.

Pembangunan masjid Agung ini sempat mendapat tantangan keras dari masyarakat sekitar lokasi, terutama dari siswa dan alumni SMPN 1 Kaur Selatan, hingga beberapa anggota DPRD. Karena pembangunan masjid Agung ini harus menggusur bangunan SMPN 1 Kaur Selatan. Namun seiring waktu akhirnya pembangunan Masjid Agung yang direncanakan awal tahun 2013 terialisasi pada pertengahan tahun 2014, sedangkan siswa SMPN 1 Kaur Selatan dipindahkan ke SMPN 3 Kaur Selatan.

Di tahun 2016 Masjid Agung Al-Kahfi dilengkapi dengan taman rekreasi menggunakan dana APBD tahun 2016. Meliputi pembuatan pagar masjid yang dikerjakan CV. Baggywa dengan nilai proyek sebesar Rp. 495.228.000,-. Dan pembuatan taman dan goa di sekitar masjid dengan nilai proyek Rp. 743.098.000,- dan dikerjakan oleh CV. Daun Muda.

Peresmian Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan, Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Arsitektur Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan

Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan dibangun berukuran 32 x 32 meter terdiri dari tiga lantai, dilengkapi dengan lahan parkir yang dulunya adalah ruas jalan di depan lahan masjid ini yang kemudian dimasukkan ke dalam komplek masjid. Masjid Agung Al-Kahfi Bintuhan dibangun dalam sentuhan bangunan masjid modern dengan tetap menggunakan arsitektur khas Indonesia berupa atap limas bersusun tiga, bukan kubah besar seperti kebanyakan masjid masa kini. Atap limas yang senada juga digunakan pada ke-empat sudut bangunan masjid.

Sebuah tangga besar dibangun di sisi timur masjid lengkap dengan beranda. Tangga besar ini merupakan akses langsung ke lantai dua tempat ruang sholat utama berada. Ruang sholat masjid ini memang berada dilantai dua dan lantai tiga. Sedangkan lantai dasar masjid digunakan untuk area utility dan penunjang aktivitas masjid. Menara masjid ini dibangun cukup jauh dari bangunan utama yakni berada di sisi timur laut lapangan merdeka.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Sunday, August 11, 2019

Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masih gress. Masjid Agung Kabupaten Mukomuko di provinsi Bengkulu ini terbilang masih gres, masih baru dan baru diresmikan di awal tahun 2019.

Masjid Agung Baitul Huda adalah masjid agung Kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu. Lokasinya berada di sebelah barat daya kantor Bupati Mukomuko di kelurahan Bandar Ratu, kecamatan Kota Mukomuko, kabupaten Mukomuko. Pembangunan masjid agung ini menyusul dibangunnya komplek perkantoran pemerintahan kabupaten Mukomuko di Bandar Ratu seiring dengan terbentuknya kabupaten Mukomuko sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari kabupaten Bengkulu Utara.

Kabupaten Mukomuko dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 yang menetapkan pembentukan kabupaten Mukomuko terpisah dari kabupaten Bengkulu Utara. Pembentukan kabupaten ini bersamaan dengan terbentuknya kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur terpisah dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Kabupaten Mukomuko merupakan wilayah kabupaten paling utara di provinsi Bengkulu berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat. Sisi barat kabupaten ini menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko
Bandar Ratu, Kota Mukomuko
Kabupaten Mukomuko, Bengkulu 38714


Kota Mukomuko sebagai ibukota kabupaten Mukomuko sejatinya merupakan kota pesisir pantai Samudera Hindia, Masjid Agung dan komplek perkantoran Pemkab Mukomuko pun dalam radius 1,5km dari bibir pantai kota mukomuko, demikian juga dengan Bandara Mukomuko yang juga dalam radius yang sama. Uniknya, secara geografis, seluruh kota Mukomuko ini termasuk kawasan bandaranya terhalang oleh aliran sungai yang cukup besar terhadap garis pantainya, mengingat aliran sungai tersebut sejajar dengan garis pantai.

Kabupaten Mukomuko merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi sejak tahun 1967 dimasa pemerintahan presiden Soeharto, program transmigrasi ke Mukomuko terahir dilaksanakan tahun 2004. Program tersebut turut memacu perkembangan Mukomuko, meski kini secara demografis rasio penduduk asli Mukomuko justru sudah kalah jumlah dengan penduduk pendatang dari pulau Jawa.

Aerial view Masjid Agung Mukomuko

Pembangunan Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko dibangun diatas lahan bekas kebun kelapa sawit, dari citra google map (diakses 6 Agustus 2019) masih terlihat jelas jejeran pohon kelapa sawit dilahan Masjid Agung yang masih belum dibangun. Begitupun dengan citra google streetview yang diambil bulan September 2015 menunjukkan lahan di sisi tenggara ruas jalan Imam Bonjol tersebut masih berupa lahan kebun kelapa sawit yang begitu subur.

Masjid Agung Baitul Huda mulai dibangun pada 7 Mei 2018 dan direncanakan selesai pada tanggal 31 Desember 2018. Proyek pembangunan masjid ini dilaksanakan oleh PT. Bakti Muda Mandiri, sebagai penyedia barang dan jasa pemerintah. Peresmian masjid ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 oleh bupati Muko Muko, Choirul Huda, bertepatan dengan hari jadi kabupaten Mukomuko ke 16.

Interior Masjid Agung Mukomuko.

Peresmian Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Mukomuko didampingi oleh Wabup, Pimpinan DPRD Kabupaten Mukomuko, Sekda dan unsur pimpinan FKPD, serta tamu kehormatan Ustadz Drs. H. Wijayanto, S.sos., M.A. Selain meresmikan bangunan Mesjid Agung, Pemkab Mukomuko juga mengumumkan nama Masjid Agung Mukomuko dengan nama Masjid Agung Baitul Huda. Acara peresmian tersebut dilanjutkan dengan acara tabligh akbar oleh Ustadz Wijayanto.

Aktivitas Masjid Agung Baitul Huda

Untuk memakmurkan masjid kebanggaan masyarakat kabupaten Mukomuko, Pemkab Mukomuko memberlakukan shalat Zuhur berjamaah bagi Pegawai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mukomuko setiap hari kerja. Di masjid ini juga diselenggarakan pengajian rutin setiap malam jum’at yang diikuti oleh pagawai di lingkungan pemkab Mukomuko dan masyarakat umum, terutama masyarakat yang tinggal disekitar masjid.

Kompilasi ekterior Masjid Agung Mukomuko.

Masjid Agung ini juga menjadi pusat kegiatan ke-Islaman di kabupaten Mukomuko termasuk pelaksanaan peringatan hari besar Islam, manasik haji dan lain sebagainya. Pengelolaan masjid ini masih dibawah kendali kantor kementrian Agama Kabupaten Mukomuko. Masjid Agung juga disiapkan untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu Ke-XXXIV tahun 2019 dilaksanakan 7 hingga 12 Oktober 2019. Pemkab setempat saat ini sedang mempercepat pembangunan landscaping kawasan disekitar masjid untuk menyambut acara tingkat provinsi Bengkulu tersebut.

Arsitektur Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko dibangun dalam rancangan masjid modern dengan denah dasar segi empat simetris, dilengkapi dengan beranda di masing masing tiga sisi bangunan kecuali sisi kiblat yang dibangun ruang mihrab. Masing masing sisi dilengkapi dengan delapan pilar yang dihubungkan dengan lengkungan bercorak Andalusia. Atap masjid seluruhnya menggunakan atap cor dan dibagian tengah atapnya ditempatkan satu kubah besar.

Tampak depan Masjid Agung Mukomuko.

Eksterior masjid menggunakan warna dasar abu abu dipadu dengan warna coklat muda dan putih. Kubah besarnya bewarna kuning emas dengan sedikit akses bewarna hijau tua. Di puncak kubah masjid dihias dengan lafazd Allah. Masjid ini juga dilengkapi dengan empat menara bewarna putih dibangun di kempat penjuru atap masjid. Di puncak masing masing menara ditempatkan kubah dengan warna yang senada dengan kubah utama masjid.

Ruang sholat nya diperkirakan mampu menampung hingga seribu Jemaah. Interior masjid ini dihias dengan ornamen berbahan gypsum. Mayoritas ruang dalam menggunakan warna putih dengan paduan warna abu abu pada pilar pilarnya. Area mihrab dihias dengan gypsum bewarna coklat. Sedangkan bagian dalam kubah dihias dengan ornamen lukis bermotif floral senada dengan satu lampu gantung bewarna ke-emasan.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
  
Referensi


Baca Juga


Saturday, August 10, 2019

Masjid Agung An-Nur Luwuk

Berdiri megah menghadap ke Teluk Lalong, Masjid Agung An-Nur Luwuk, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, telah menjadi Ikon Kabupaten terebut.

Masjid Agung An-Nur Luwuk adalah masjid agung kabupaten Banggai provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah kabupaten ini berada di ujung Timur Laut pulau Sulawesi, sisi sebelah timurnya menghadap ke laut Maluku. Kabupaten Banggai beribukota di Luwuk, tempat dimana Masjid Agung An-Nur ini berdiri ditepian teluk Lalong. Posisi yang membuatnya tampak begitu indah dari arah lautan Teluk Lalong.

Berdiri di pusat kota Luwuk, masjid Agung An-Nur menjadi ikon ibukota kabupaten Luwuk yang pusat-nya memang berada di tepian teluk Lalong ini, kantor kantor pemerintahan kabupaten juga berdiri disana termasuk kantor DPRD kabupaten Banggai yang juga menghadap ke laut teluk Lalong di sebelah tenggara Masjid Agung An-Nur, sedangkan kantor Bupati Banggai yang baru dibangun cukup jauh, sekitar 6km di sebelah selatan dari Masjid Agung An-Nur.

Masjid Agung An-Nur
JL. Letnan Jenderal MT Haryono, Soho, Luwuk
Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah 94712



Merujuk kepada situs simas kementrian Agama, Masjid Agung An-Nur Luwuk ini dibangun tahun 1986 diatas lahan wakaf seluas 19,039 m2, dengan luas bangunannya 2.000 meter2 dan mampu menampung hingga 3.000 jemaah sekaligus. Situs tersebut tidak memberikan penjelasan lebih rinci tentang masjid ini.

Bangunan masjid Agung An-Nur Luwuk terdiri dari bangunan utama yang dibangun dua lantai dan satu menara yang dibangun terpisah dari bangunan utama. Bangunan utama masjid terdiri dari dua lantai, lantai dasar merupakan ruang sholat utama dan lantai dua berupa mezanin yang juga difungsikan sebagai ruang sholat.

Interior Masjid Agung An-Nur Luwuk

Interior di ruang sholat utama masjid ini terasa lapang karena ketiadaan tiang tiang penyanggah ditengah ruangan masjid. Struktur atapnya disanggah jejeran tiang tiang beton yang menyatu dengan tembok dinding bangunan. Jejeran tiang tiang terdapat di area bawah mezanin yang merupakan tiang tiang penyanggah lantai diatasnya.

Bangunan masjid nya berdenah segi empat, dilengkapi dengan selasar panjang di ketiga sisinya kecualia sisi kiblat. Setiap sisi masjid ini juga dilengkapi dengan balkoni dari beton memayungi area akses ke pintu masuk. Di atap masjid dilengkapi dengan sebuah kubah besar tunggal bewarna kuning emas.

Kompilasi ekterior Masjid Agung An-Nur Luwuk.

Bangunan menara tunggal dibangun di sisi tenggara terpisah dari bangunan masjid. Sebuah menara berdenah segi delapan dengan dua balkoni. Sisi bawah menara lebih besar, dibandingkan bagian atasnya. Sebuah kubah bewarna kuning emas senada dengan kubah masjid ditempatkan di puncak menara.

Masjid ini juga dilengkapi dengan pelataran yang cukup luas disisi timurnya, yang seluruhnya sudah dilapis dengan keramik. Area terbuka disekitar masjid ini masih cukup lapang dan menjadi salah satu tempat paforit warga untuk berkumpul menikmati suasana senja. Berbagai acara tingkat kabupaten seringkali diselenggarakan dikawasan disekitar masjid ini yang memang menjadi pusat keramaian kota Luwuk.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, July 27, 2019

Masjid Agung Ibnu Abdullah Masohi - Maluku Tengah

Dibangun tahun 2009, Masjid Agung Ibnu Abdullah merupakan masjid termegah dan terbesar di kabupaten Maluku Tengah.

Kota Masohi merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Tengah. Kota Masohi merupakan salah satu dari tiga wilayah kabupaten Maluku Tengah yang berada di Pulau Seram bersama dengan Kecamatan Amahai dan Tehoru, sebagian lagi wilayah Kabupaten Maluku Tengah berada di pulau Ambon dan pulau pulau disekitarnya. Wilayah kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten/kota lainnya di Provinsi Maluku memang sangat khas dengan ribuan pulau pulau tropis dengan segudang keindahannya.

Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu kabupaten di provinsi Maluku dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1952 (L.N. No. 49/1952) tentang pembubaran daerah Maluku selatan dan pembentukan Maluku Tengah dan Maluku Tenggara. Kabupaten Maluku Tengah beribukota di Kota Masohi sedangkan Kabupaten Maluku Tenggara beribukota di Kota Langgur.

Masohi memiliki Masjid Agung Megah yang dikenal luas dengan nama Masjid Agung Masohi meskipun nama resmi masjid ini adalah Masjid Agung Ibnu Abdullah. Masjid megah ini diresmikan oleh Bupati Maluku Tengah pada tanggal 21 Agustus 2009. Lokasi tempatnya berdiri berdekatan dengan pendopo kabupaten (rumah dinas Bupati) dan komplek perkantoran DPRD kabupaten Maluku Tengah. Lokasi masjid Agung Ibnu Abdullah terpaut sekitar 800 meter sebelah timur dari komplek kantor Bupati Maluku Tengah.

Masjid Agung Ibnu Abdullah Kota Masohi
Namaelo, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku 97511


Nama resmi masjid ini memang sempat menuai protes dari KNPI Maluku tengah. Sebelumnya masjid ini bersama Masjid Raya Al-Mu’awanah, namun setelah dibangun ulang dan diresmikan pada tanggal 21 Agustus 2009 oleh Bupati Maluku Tengah Abdullah Tuasikal, kemudian nama masjid ini di ubah menjadi Masjid Agung Ibnu Abdullah, sebagai penghargaan kepada Bupati pertama Kabupaten Maluku Tengah, Abdullah Soulisa.

Meski memiliki kesamaan dengan nama Bupati Abdullah Tuasikal, namun demikian pemberian nama tersebut merupakan kesepakatan dari seluruh imam imam masjid di Masohi sebagai bentuk penghormatan kepada Abdullah Soulisa yang merupakan Bupati Pertama Maluku Tengah yang pertama kali membuka dan membangun kota Masohi ibukota kabupaten Maluku Tengah.

Tradisi Pemasangan Tiang Alif

Muslim maluku memiliki tradisi yang sangat khas dan sejauh ini diketahui tradisi ini hanya ada di Maluku. Tradisi tersebut adalah tradisi pemasangan Tiang Alif sebagai rangkaian akhir dari seluruh rangkaian pembangunan masjid sekaligus sebagai tanda peresmian masjid. Prosesi pemasangan Tiang Alif ini merupakan sebuah prosesi yang sangat sakral bagi muslim Maluku.

Ekterior Masjid Agung Ibnu Abdullah Masohi didominasi warna hijau dengan aksen warna kuning.
Tiang Alif yang dimaksud adalah ornamen yang dipasang di puncak atap / puncak kubah masjid. Di tanah Jawa dan pulau pulau lain biasa disebut sebagai mastaka. Bentuk mastaka masjid masjid tua di Maluku memanglah sangat khas karena memang bentuk dasarnya berupa tiang lurus seperti lurusnya huruf Alif. Pemasangan tiang Alif ini pada umumnya dilakukan oleh tokoh masyarakat langsung dipuncak / di atap masjid, sederet tangga panjang dibuat khusus dari pekarangan hingga ke puncak / atap masjid yang digunakan untuk mengusung tiang alif dan dipasangkan ke tempatnya.

Prosesi pemasangan tiang alif telah dimulai sehari sebelum pemasangan, tiang alif akan di bawa berpawai keliling negeri (Desa) dengan penuh khidmad, kemudian pada malam harinya dilakukan doa dan zikir bersama dipimpin oleh para ulama hingga pagi. Prosesi ini melibatkan khalayak ramai yang begitu antusias karena memang tak terjadi setiap waktu. Berbagai persiapan dilakukan sebelum pelakanaan termasuk persiapan pembuatan tangga yang kokoh hingga ke puncak atap masjid tempat tiang alif akan ditempatkan.

Peresmian dan prosesi pemasangan tiang alif Masjid Agung Masohi ini dilakukan pada hari Jum’at tanggal 21 Agustus 2009 oleh Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal bersama jajarannya, tokoh masyarakat sipil dan militer, para alim ulama dan tentu saja khalayak ramai yang tumpah ruah menyaksikan peristiwa penting tersebut. Momen tersebut memang sangat dinanti oleh muslim disana sejalan dengan bulan suci Romadhon yang segera menjelang menjadikan peresmian masjid tersebut laksana hadiah sangat indah bagi muslim Maluku Tengah.

Interior Masjid Agung Ibnu Abdullah.
Sebagai masjid agung kabupaten, masjid agung Ibnu Abdullah Masohi menjadi pusat aktivitas Islam tingkat Kabupaten Maluku Tengah, termasuk menjadi pusat pelaksanaan sholat dua hari raya besar ummat Islam, pusat peringatan hari hari besar Islam, hingga pelepasan dan penyambutan calon Jemaah haji dari kabupaten Maluku Tengah.

Arsitektur Masjid Agung Ibnu Abdullah

Masjid Agung Ibnu Abdullah dibangun dalam bentuk masjid agung modern lengkap dengan kubah utama berukuran besar di atap masjid diapit oleh empat kubah berukuran lebih kecil di ke ermpat penjut atapnya. Masing masing empat kubah pengapit ini dibangun diatas beranda yang di ke empat sudut masjid. Penempatan beranda di sudut bangunan seperti ini memang cukup unik.

Ada banyak pilar pilar tinggi besar di Interior masjid menopang struktur atap, namun memberikan ruang yang cukup luas di bawah relung kubahnya yang berukuran besar. Interior masjid ini tidak terlalu ramai dengan beragam ragam hias. Satu mimbar kayu ditempatkan di dalam ruang mihrab dan bagian dalam kubahnya dihias dengan lukisan berpola geometris.

Berdiri dilahan yang cukup luas, masjid ini tidak atau belum dilengkapi menara. Dengan lahannya yang masih cukup luas, sangat memungkinkan untuk pengembangan lebih lanjut di masa masa mendatang.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Sunday, July 21, 2019

Masjid Agung Ilaykal Mashir Majene – Sulawesi Barat

Tampil menawan dengan warna cerah. Masjid Agung Ilaykal Mashir Majene ini dibangun dua lantai. Ruang sholat utama ditempatkan dilantai dua. Lantai dasarnya digunakan sebagai area berbagai fasilitas pendukung termasuk aula serbaguna.

Masjid Agung Ilaykal Mashir adalah masjid agung kabupaten Majene, provinsi Sulawesi Barat. Masjid agung ini diresmikan Bupati Majene, Kalma Katta, pada hari Jumat, 14 Agustus 2015. Peresmian itu disambut gembira masyarakat mengingat masjid itu dibangun selama tujuh tahun. Peresmian masjid tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Majene, Kalma Katta, pada pukul 10.28 WITA, upacara peresmian itu juga bertepatan dengan ulang tahun kabupaten Majene ke 470.

ikon baru di kota Majene.

Peresmian yang dilaksanakan pada hari Jum’at itu sekaligus meresmikan penggunaan masjid Agung Ilaykal Mashir dimulai dengan sholat jum’at perdana. Terlihat sejumlah pejabat, Bupati Majene, Kalma Katta, Wakil Bupati Fahmi Massiara, Ketua DPRD, Darmansyah, serta masyarakat Majene memadati masjid agung tersebut.

Masjid Agung Ilaykal Mashir Majene
Jl. Gatot Subroto, Pangali-Ali, Banggae
Kabupaten Majene, Sulawesi Barat



Masjid Agung Ilaykal Mashir dibangun dalam gaya arsitektur bangunan masjid modern seperti yang kini menjadi trend pembangunan masjid agung di berbagai daerah di Sulawesi. Bangunan tinggi besar dengan dinding tembok masiv dilengkapi dengan kubah besar di atap nya ditambah dengan beberapa kubah berukuran lebih kecil bewarna senada di masing masing ke empat sudut atap bangunannya.

Warna cerah digunakan untuk ekterior masjid ini sedangkan di interior masjid menggunakan paduan warna putih dan hijau sebagai aksen pemanis. Objek paling menarik di interior masjid Agung Ilaykal Mashir ini adalah Mimbar khutbahnya yang dibuat dalam bentuk yang sangat unik, mengadopsi kearifan lokal masyarakat Majene.

Mimbar Masjid Agung Ilaykal Mashir kabupaten Majene, sangat khas.
Berdiri megah dengan dua lantai, masjid ini adalah salah satu mesjid termegah di Sulawesi Barat. Dibangun di kawasan kompleks perkantoran Pemkab Majene namun dapat diakses dari segala arah dalam kota Majene. Panitia pembangunan mesjid ini diprakarsai dan dipimpin langsung oleh bupati Majene H.Kalma Katta.

Proyek Pembangunan Masjid Agung Ilaykal Mashir

Proyek pembangunan masjid kabupaten Majene dimulai sejak peletakan batu pertamanya tahun 2008. Untuk penyelesaian pembangunannya dibutuhkan dana 30 milyar dengan sumber dana dari APBD kabupaten Majene dan APBD Provinsi Sulawesi Barat secara multiyear. Cukup lama proyek pembangunan masjid ini baru rampung, hingga diresmikan ditahun 2015.

Master plan pembangunannya berupa masjid dua lantai dilengkapi dengan sarana Ibadah modern serta Islamic Centre. Lantai II dikhususkan sebagai tempat sholat, sedangkan lantai I diperuntukkan sekretariat perkantoran lembaga Islam mulai dari MUI, BKMT dan lainnya.
dilantai I juga terdapat aula serbaguna.

Interior Masjid Agung Ilaykal Mashir.
Menurut Kepala Dinas PU Majene, Ir. Adam Yahya, MT, luas lahan Masjid Agung Majene adalah 1,1 Ha, sedang luas bangunannya adalah 0,5 Ha. Sementara luas area parkir dan taman adalah 0,6 Ha. Diperkirakan memiliki daya tampung sebanyak 4.000 jemaah. Sementara di area parkir bila Sholat I’d bisa menampung jamaah 6.000 orang. Sehingga bila ditotal perkiraan daya tampung jemaah bisa mencapai 10.000 orang jemaah di dalam dan diluar masjid.

Pusat Aktivitas Keislamana Kabupaten Majene

Sebagai masjid agung kabupaten Masjid Agung Ilaykal Mashir menjadi pusat dari beragam aktivitas Islam di Kabupaten Majene. Masjid ini menjadi pusat aktivitas peringatan hari hari besar Islam tingkat kabupaten, penyelenggaraan sholat Idul Fitri dan Idul Adha hingga pelepasan dan penyambutan Jemaah haji dari kabupaten Majene.

Setahun setelah diresmikan, pada tanggal 16 Agustus 2016, masjid Agung Ilaykal Mashir menjadi tempat pelepasan keberangkatan 200 calon jemaah Haji Kabupaten Majene 1437 H / 2016 M. Upacara tersebut dihari oleh Bupati Majene Dr H Fahmi Massiara MH, Wakil Bupati Majene H Lukman SPd, MPd, Ketua DPRD Majene Drs. Darmansyah, Wakil Ketua DPRD II Hj Hasbina Arif Saleh S.Sos, MSI, Kasdim 1401 Majene, para SKPD Majene, kepala kementrian agama kab. Majene, Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Majene, Sulawesi Barat, Komisaris Polisi Bambang Haryono S.Sos, seluruh jamaah calon haji dan tamu undangan lainnya.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga