Thursday, August 29, 2013

Gadai Rumah Untuk Bangun Masjid, Berani ?

Masjid Shunshine - Victoria, Australia.

Berani melakukan nya ?

Pasti akan fikir fikir dulu, gak usah malu, saya pun pasti begitu.
Tapi tidak untuk tiga bersaudara Hasan Dellal, Salih Huseyin dan Huseyin Deniz yang memiliki keberanian luar biasa itu di tahun 1985, demi untuk membeli sebuah lahan kosong di kawasan industri daerah Sunshine, Victoria, Australia.

Hasil dari keberanian mereka mengorbankan harta benda demi Rumah Alloh itu kini berbuah manis. Sebuah masjid megah bergaya Usmani berdiri kokoh menjadi penanda wilayah tersebut dan menjadi salah satu masjid terbesar di Australia. Kemegahan masjid ini menjadi penyejuk mata dan menghadirkan keindahan tersendiri bagi siapa saja yang melintas di ruas jalan lingkar luar menuju Melbourne.

Masjid Sunshine, begitu kini orang menyebutnya. Didirikan dan dikelola oleh Komunitas Muslim Siprus Turki di Australia. Turki, sebagai rumah terahir bagi sejarah kekhalifahan Islam memang meninggalkan begitu banyak warisan arsitektur menawan termasuk mewariskan rujukan seni arsitektur Islam mengagumkan di seluruh pelosok penjuru bumi.

Masjid Sunshine ini pun dibangun sebagai cerminan dari masjid biru di Istabul, Turki, dalam skala yang lebih kecil. Sampai sekarang pun pemerintah Turki turut memberikan dukungan dengan menyediakan Imam berkualifikasi tinggi bagi masjid ini, termasuk membayar ongkos pulang pergi (Turki –Australia dan sebaliknya) bagi Imam masjid serta keluarga nya, mengurus segala dokumen perjalanan hingga membayar gaji rutin dan biaya hidup Imam masjid dan keluarganya. Imam masjid Sunshine di ikat dengan kontak resmi dengan pemerintah Turki dalam masa kerja 3 tahunan.

Masjid. Memang tidak semata mata sebuah bangunan tempat melaksanakan ibadah sholat. Di setiap inci bangunan nya menyimpan sebuah sejarah, sebuah komitmen pengabdian Lillahita’ala. Terkadang juga menyimpan sejarah perjuangan yang teramat panjang suatu bangsa. 



Thursday, August 1, 2013

Selama Ramadhan, Muslim Bulgaria Ajak Non-Muslim Buka Puasa Bersama

Muslim Bulgaria
Muslim Bulgaria memanfaatkan momentum Ramadhan guna mempromosikan ajaran Islam. Mereka ajak kalangan agama lain untuk buka bersama.

Seperti dikutip Timeturk, Kamis (25/7),  Wali Kota Mestan, Akif Mehmet, mengatakan umat Islam ingin menciptakan suasana kehidupan keberagamaan yang hangat yang terwakili menikmati sajian makanan yang lezat dan hangat.

Menurut Akif, selama ini tidak pernah terjadi ketegangan antara Muslim dan umat agama lain. Umat Islam selalu mencoba bersikap terbuka dan hangat kepada umat agama lain. Mereka buka pintu masjid dan Islamic center kepada umat agama lain yang ingin tahu tentang Islam dan Muslim.


Stanka Mitleva, warga Bulgaria menyambut baik ajakan itu. Menurut dia, berbuka bersama umat Islam merupakan pengalaman yang menyenangkan. Ini membuatnya semakin mengenal tradisi dalam Islam.

Secara terpisah, Mufti Bulgaria, Beyhan Mehmed, mengatakan memasuki pertengahan Ramadhan, Muslim Bulgaria kian aktif memakmurkan masjid. Ini dilihat dari ramainya masjid hingga malam hari. Mereka pergunakan waktu melaksanakan shalat malam dan membaca Alquran.

Populasi Muslim Bulgaria mencapai 12 persen dari populasi total. Sebagian besar Muslim Bulgaria merupakan keturunan Turki. Maklum saja, Bulgaria merupakan bagian dari Kekalifahan Turki Ustmani sebelum akhirnya negeri itu memerdekakan diri.



Mohamed Arturo Cerulli, Walikota Muslim Pertama di Italia

Mohamed Arturo Cerulli, Walikota Muslim Pertama di Italia
Harian Italia, Il Corriere della Sera tanggal 18 April 2008 telah memuat sebuah artikel mengenai terpilihnya seorang suami warga Indonesia yang terpilih menjadi Walikota di Monte Argentario, Regione di Toscana, Italia, dengan judul ”Walikota Baru Argentario dari Partai Tengah-Kanan (Centrodestra) Pindah menjadi Islam karena cintanya dengan seorang wanita Indonesia”.

Mohamed Arturo Cerulli yang akrab dipanggil Arturo akhirnya terpilih menjadi walikota (Sindaco) Monte Argentario yang baru dari partai politik Tengah-Kanan (centrodestra), Popolo della Liberta merupakan satu satunya Walikota di Italia yang beragama Islam. Arturo memeluk agama Islam karena cintanya dengan istrinya. Demikian laporan dari wartawan Il Corriere della Sera, Marco Gasperetti yang dimuat di harian tersebut tanggal 18 April 2008.

Sebelumnya Arturo mempunyai nama baptis, Il Cristianissimo Arturo dengan marga Cerulli. Arturo lahir di Porto Santo Stefano dan saat ini berusia 53 tahun dan berprofesi sebagai insinyur nuklir. Sewaktu menikah dengan istrinya, Arturo pindah agama menjadi Islam dan mengambil sumpah diatas Quar’an dan juga melakukan sirkumsisi dengan seorang rekannya yang seorang doktor Italia di Rumah Sakit Ortobello. Arturo menjelaskan bahwa agama dengan politik mempunyai arah arah yang berbeda’’.


Walikota yang baru untuk Comune di Monte Argentario ini, terpilih dengan suara 45,42% dan dinyatakan sudah memenuhi ketentuan dalam kelompok suara Liberta, dimana koalisi terdiri dari PDL (Partai Demokrat Liberta), UDC (Unita Demokrat Cristiani) dan Parpol Kanan dan dari Partai Lista Civiche. Ditambahkan lagi bahwa kemenangan ini dipromotori oleh para VIP. Menurutnya menjadi walikota adalah salah satu kehormatan baginya karena posisi ini sebelumya adalah salah satu kedudukan politik yang paling dihormati, karena pernah ditempati oleh Susanna Angelli, yang dianggap penduduk sebagai seorang yang berjasa besar di daerah tersebut. Arturo berharap agar posisi ini dapat memberikan inspirasi baginya. .

Arturo sebelumnya pesimis bakal bisa bersaing menjadi walikota mengingat Arturo telah pindah agama menjadi muslim dengan nama Muhamed Arturo. Kisah kepindahannya menjadi seorang muslim adalah ketika pada tahun 1988 pada saat Arturo bertugas di Indonesia dan bekerja dibagian pusat tenaga Nuklir yang tempatnya tidak jauh dari Jakarta (BATAN Serpong, Banten).

Arturo ingat bagaimana dirinya jatuh cinta dengan istrinya yang bernama Sri Semiarti yang akrab dipanggil Nunuk. Sebelumnya orang tuanya sangat menentang karena tidak setuju dengan keberadaan orang asing dirumahnya, apalagi beragama yang berbeda. Namun, karena demi cintanya kepada istrinya Arturo pindah agama.

Sempat beredar kampanye negatif jikalau dirinya menjadi walikota tanda salib di setiap sekolah di daerah tersebut akan diturunkan, namun kenyataanya Arturo tidak pernah menyinggung masalah tersebut setelah menjadi walikota karena itu adalah kelakarnya saja, Namun diakuinya bahwa dirinya sangat senang masuk Islam.

Mohamed Arturo sebagai walikota sangat gembira dalam kehidupan keluarganya, Arturo saat ini sudah dikaruniai dua orang anak. Harapan Arturo dengan menjadi Walikota ini adalah dapat mengembalikan situasi di Argentario seperti apa yang dialaminya sebagaimana posisi Susanna Agnelli pada tahun 80an yaitu dengan mengembangkan kembali daerah Monte Argentario menjadi daerah tujuan wisata yang lebih besar.

Karena kinerjanya yang cukup bagus dan berhasil apalagi kebijakannya lebih pro terhadap kepentingan publik, masyarakat menghendaki dirinya memimpin kembali kota dengan jumlah penduduk sekitar 14 ribu itu.

Di pemilihan pada Mei 2013  ia terpilih sebagai wali kota untuk periode kedua (2013-2018).

Kini pria kelahiran 54 tahun ini datang ke Indonesia untuk menghadiri peluncuran buku Scappa per Amore: Mozaik Perjalanan Cinta di Benua Biru karya Dini Fitria di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (19/7) malam WIB. Arturo juga sekaligus memiliki agenda mengunjungi kerabatnya di Indonesia karena istrinya, Sri Semiarti Sastropawiro merupakan warga pribumi.

Berada di Indonesia, Cerulli sangat menikmatinya. Apalagi momennya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Hal itu dinilainya sebagai berkah terselubung. Pasalnya, di tanah kelahirannya, datangnya Ramadhan hampir tidak terasa sama sekali.

Hal itu berkebalikan dengan kondisi di Indonesia yang serba meriah. Ia menilai denyut Ramadhan di Indonesia sangat terasa seperti di Arab Saudi, tempat dulunya, ia pernah bekerja. "Suasana puasa di Indonesia sangat terasa, seperti di Arab Saudi. Di Italia, suasana Ramadhan tidak terasa gebyarnya bagi seorang Muslim," katanya.***



Untuk Pertama Kalinya Stasiun TV Nasional Inggris Menayangkan Azan Selama Ramadhan

Hassen Rasool di Channel4
Ramadhan tahun ini memang sedikit berbeda bagi masyarakat muslim Inggris, maklumlah, Channel 4 yang merupakan stasiun televisi nasional Inggris secara mengejutkan memutuskan untuk menayangkan azan subuh setiap hari di stasiun tivi tersebut. Sebuah tindakan yang sama sekali bertolak belakang dengan arus utama pertelevisian setempat dan menjadikannya sebagai stasiun tivi Inggris yang menayangkan azan. Azan subuh tersebut dilantunkan oleh Hassen Rasool, yang merupakan salah satu muazin terbaik di Inggris.

Tak pelak keputusan itu menuai kritik dari berbagai kalangan. Beberapa menganggapnya sebagai usaha mencari popularitas sementara kelompok patriotik melontarkan kritik teramat keras dengan menyebut langkah tersebut sebagai langkah yang akan memancing ketegangan agama di Inggris. Kritik keras yang ditanggapi biasa saja oleh manager pemasaran stasiun tivi tersebut, Justine Bower, yang mengatakan bahwa usaha itu adalah untuk memberikan pijakan dasar bagi cara pandang terhadap kaum minoritas. Dia juga menambahkan bahwa hal tersebut juga merupakan bagian dari upaya penyadaran akan keberagaman masyarakat dan budaya di Inggris.


Kritikan keras juga mengalir dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Channel 4 sebagai sebuah penghamburan dana public untuk kepentingan satu golongan. Dan dikhawatirkan akan menimbulkan kemarahan publik. Dan dengan ringan kepala penyiaran stasiun tivi tersebut Ralph Lee mengatakan bahwa sebagai stasiun tivi nasional Channel 4 bertindak bagi kepentingan nasional termasuk bagi 2,8 juta muslim yang ada di Inggris. Itu sebabnyak mereka menanyangkan azan selama 30 hari penuh selama bulan Ramadhan tahun ini.

Penanyangan azan tersebut dilaksanakan dalam durasi sekitar 3 menit setiap hari sekitar pukul 3 pagi waktu setempat dan akan menjeda acara apapun yang sedang tayang pada saat itu. Tak sampai disitu, Azan juga ditayangkan pada waktu zuhur dan asar saat acara laporan cuaca. Tayangan azan ini di barengi dengan klip singkat berjudul “Ramadan Reflections.” Selain penayangan azan Channel 4 juga menayangkan acara khusus Ramadhan berjudul “4Ramadan” yang ditayangkan selama bulan suci Ramadhan.***



Wednesday, July 31, 2013

Gereja St. Eloi Vierzon di Prancis Kemungkinan Menjadi Masjid

Pastor Alain Krauth di depan Gereja St. Eloi di kota Vierzon - Prancis.
Sebuah gereja yang terletak di kota Vierzon, Prancis tengah, kemungkinan akan diubah menjadi masjid. Vierzon memiliki enam gereja dan untuk menyelamatkan anggaran gereja, uskup Bourges memutuskan untuk menjual salah satu di antaranya. Yakni Gereja St. Eloi. Sebuah organisasi Muslim, l’Association des Marocains sedang melakukan pembicaraan untuk mengubah Gereja St Eloi itu menjadi masjid, meskipun keputusan final belum dicapai.

Dengan lorong dari pintu menuju altar sepanjang 26 meter, gereja itu dapat menampung 200 orang dan dibandrol seharga 170.000 euro. Alain Krauth pastor di Notre Dame de Vierzon, menjelaskan kepada koran mingguan setempat Le Nouvel Observateur, “Kita harus mempertahankan bangunan-bangunan (gereja), sementara Vierzon mengalami penurunan jumlah jemaat dalam beberapa tahun terakhir. Komunitas Kristen tidak lagi sepenting dahulu, seperti pada masa lampau.”

“Gereja itu moderen dan mudah untuk ditata ulang, pasti gampang terjual,” imbuhnya. Pastor Krauth menjelaskan bahwa kuesioner tentang usulan penjualan gereja sudah dibagikan kepada jemaat. “Sebagian jemaat gembira karena tempat itu akan dibeli oleh angota komunitas Muslim – anggota Muslim moderat. Tetapi sebagian lain merasa terhina dan khawatir akan Islam radikal,” kata pendeta itu.

Dengan jumlah Muslim mencapai enam persen dari populasi Eropa sekarang ini, dan masih terus akan bertambah, lebih banyak gereja kemungkinan akan menjadi masjid, tulis Russia Today. Di Prancis sendiri saat ini terdapat hampir 150 masjid baru yang sedang dibangun untuk menampung hampir lima juta Muslim, yang mencakup 7,5 persen populasi negara mode itu. Prancis adalah negara Eropa dengan jumlah Muslim terbanyak.*

Gereja St. Eloi emang beada di kawasan pemukiman Turki dan Maroko. Namun kenyataan-nya meski 27 ribu penduduk kota itu hanya sekitar 300 orang saja yang secara rutin pergi ke gereja tiap minggunya. Dalam kurun saty decade terahir ini saja keuskupan di Prancis secara resmi telah menutup lebihd dari 60 Gereja dan kebanyakan berubah menjadi masjid.

Bila merujuk kepada hasil riset yang diselenggarakan oleh PEW Center menyebutkan bahwa “Islam telah menjadi agama dengan tingkat pertumbuhan tercepat di Eropa”, jumlah muslim di benua itu telah bertambah tiga kali lipat dalam kurun waktu 30 tahun terahir dan diperkirakan satu dari 3 bayi yang lahir di Eropa berasal dari keluarga muslim pada tahun 2025 mendatang.

Referensi



Masjid Ukash, Masjid Berusia 229 Tahun di Pinggiran Kota Jeddah

[foto] Jemaah di Masjid Ukash.
Masjid tua dan indah di Arab Saudi tidak hanya ada di Makkah dan Madinah. Jeddah pun memiliki masjid berusia ratusan tahun yang tetap terjaga keindahan dan fungsinya. Salah satu masjid tua di Jeddah adalah Masjid Ukash.

Dibangun pada 1784, Masjid Ukash merupakan masjid tertua kedua di Jeddah. Masjid Uthman bin Affan jadi masjid tertua di Jeddah. Masjid Ukash berlokasi di pinggiran kota Jeddah di antara dua pasar.

Imam masjid, Sheikh Ahmad Al-Shanqqeti telah berusia 60 tahun dan menempati posisinya selama 35 tahun. Ia mengatakan masjid tersebut dibangun pada masa Ottoman dengan penerbitan akta resmi dua tahun setelah pembangunan. Masjid juga terdaftar di Departemen Wakaf Turki.

Laporan Al-Arabiya memuat masjid tersebut dibangun Ukash Abazah, warga Turki yang lahir dan tinggal di Jeddah. Sekarang, keluarga Hazazi bertugas menjalankan masjid dan menyediakan semua layanan yang diperlukan. Di masa lalu, masjid tersebut menjadi gerbang laut Jeddah karena dekat pintu masuk ke pelabuhan.

Pengunjung dan tamu resmi negara yang tiba di pelabuhan akan shalat di masjid Ukash. Imam masjid mengatakan masjid mendapat renovasi besar enam tahun lalu dengan pola arsitektur Islam.

Masjid dapat menampung lebih dari 1.200 jamaah. Ada bagian khusus untuk perempuan serta memiliki perpustaan luas dengan buku-buku tentang Muslim. Masjid tersebut memiliki tempat khusus di hati banyak warga Jeddah. Muhammad Al-Jad'ani, yang tinggal di Jeddah mengatakan, ketika berdoa di masjid, dia merasa dipenuhi perasaan spiritual dan kedamaian terutama pada Ramadhan. "Saya ingin selalu datang ke sini pada Ramadhan untuk shalat malam," ujarnya.



Masjid Wotgaleh, bangunan kuno yang jadi favorit di Yogyakarta

[foto] Bangunan dengan arsitektur khas Keraton Yogyakarta, sampai saat ini terlihat masih tetap terjaga di Masjid Wotgaleh. Bahkan, masyarakat sekitarnya tetap menjadikan masjid tersebut sebagai tempat favorit dalam melakukan kegiatan keagamaan.
Bangunan dengan arsitektur khas Keraton Yogyakarta, sampai saat ini terlihat masih tetap terjaga di Masjid Wotgaleh. Bahkan, masyarakat sekitarnya tetap menjadikan masjid tersebut sebagai tempat favorit dalam melakukan kegiatan keagamaan.

Letak masjid ini memang tidak berdekatan dengan pemukiman. Sebab, sekitar 1950 ada proyek perluasan lahan Akademi Angkatan Udara (AAU) yang dilakukan oleh pihak pemerintah. Pemukiman warga sekitar yang beralamat di Sendangtirto, Berbah, Sleman pun ikut tergusur dan mendapatkan ganti oleh pemerintah. Satusatunya masjid saat itu, Wotgaleh, yang seharusnya juga ikut dipindahkan, tidak jadi ikut digusur.

“Saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX telah mempersilakan kalau ingin dipindah. Tapi beliau mengatakan, kalau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, tidak mau tanggung jawab,” kata Mas Surakso Adjuri Jazuli, Juru Kunci Makam Eyang Purboyo, yaitu anak dari Panembahan Senopati di masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Namun, upaya untuk memindahkan masjid tersebut ke daerah Imogiri, Bantul, tidak terjadi. Upaya yang dilakukan tidak berhasil oleh petugas.

Dikatakannya, pembangunan masjid milik Keraton ini sudah sejak sekitar 1600-an. Sampai saat ini, rehab masjid sudah dilakukan sebanyak lima kali. “Rehab hanya dilakukan di beberapa bagian saja. Seperti atap-atap. Kalau untuk soko (tiang) masih tetap seperti itu sejak dulu,” kata Adjuri Jazuli. Masjid ini letaknya berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari pemukiman.

Bangunannya dikelilingi oleh lahan kosong milik AAU. Di sampingnya, ada sebuah makam milik Eyang Purboyo yang selalu ramai dikunjungi para penziarah. Menurut Adjuri Jazuli, jemaah masjid ini tidak pernah terlihat sedikit. Saat salat lima waktu, jemaahnya sekitar dua-tiga saf. Namun, ketika salat Jumat, bisa sampai halaman luar masjid. Takmir Masjid Wotgaleh Muhammad Tukinam mengatakan, tidak saja warga sekitaran satu kelurahan untuk tertarik beraktivitas di masjid ini.

Namun, orang di luar daerah ataupun musafir juga sering datang. Banyak juga musafir yang sekedar ingin beristirahat di emperan masjid. “Karena memang, merasa lebih nyaman dari pada masjidmasjid lainnya,” katanya. Hal menarik yang rutin dilakukan setiap tahunnya di masjid ini adalah acara Nyadran Ageng. Yaitu, kirab ambeng-ambeng (gunungan) nasi ingkung yang dilakukan saat menyambut datangnya bulan puasa. “Setiap bulan Syaban, dilakukan Nyadran Ageng. Masing-masing warga membuat nasi ingkung kemudian diarak,” ucapnya.



Masjid Hancur Gara-gara Tawuran Dua Kelompok di Takalar

















Masjid Baiturrahman yang berada di Kelurahan Pattalassang, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Takalar, rusak parah lantaran menjadi sasaran amuk massa akibat bentrokan dua kelompok pemuda pada Rabu dinihari tadi.

Kepolisian Resor Takalar telah mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pelaku tawuran. Keduanya adalah A, 17 tahun, dan M, 16 tahun. Mereka berasal dari Desa Soreang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Informasi yang dihimpun Tempo, kejadian ini berawal dari sekelompok pemuda yang tengah duduk santai di sekitar masjid. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka meneriaki seorang pemuda yang tengah melintas di jalan raya. Entah dari mana asalnya, seketika muncul kelompok pemuda lainnya yang jumlahnya diperkirakan 40 orang. Bentrokan pun pecah. Akibatnya, kaca dan alat pengeras suara masjid rusak terkena lemparan batu.

Guna mencegah terjadinya bentrokan susulan dan mengantisipasi meluasnya dampak negatif yang dapat terjadi, Kepala Kepolisian Resor Takalar, Ajun Komisaris Besar Nasrun Fahmi, langsung menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintah setempat, pihak TNI, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Takalar.

Pada pertemuan itu, Nasrun meminta agar persoalan itu tidak dikaitkan dengan isi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Menurut dia, kasus ini murni bentrokan antara dua kelompok pemuda yang kebetulan berada di dekat masjid. "Saya meminta kepada warga agar jangan ada saling dendam," kata Nasrun dalam pertemuan yang diadakan di aula Polres Takalar, Rabu, 31 Juli 2013.

Dandim 1426 Takalar, Letnan Kolonel Infanteri Muhamad Ali, yang hadir dalam pertemuan itu, meminta kepada warga Kabupaten Takalar dan Gowa agar menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Dia menduga pemicu bentrokan karena pengaruh minuman keras di kalangan pemuda.



Penjarah Masjid di Inggris di Hukum Penjara 22 tahun

[foto] Masjid di Cumberland Street salah satu bangunan yang dijarah oleh anggota gang yang sama.
Enam orang anggota gang yang melakukan penjarahan terhadap masjid dan beberapa bangunan bisnis lainnya di sepanjang jalan East Lancashire, tiga diantaranya adalah ahirnya dijatuhi hukuman penjara masing masing lebih dari 22 tahun.

Jemaah masjid Plane Tree Road mosque di Little Harwood tidak saja kehilangan sejumlah uang yang disimpan di masjid tapi juga telah kehilangan seluruh berkas asli catatan pernikahan mereka serta berkas berkas resmi lainnya.

Hakim Christopher Cornwall selama persidangan mengatakan bahwa para pelaku telah terbukti melakukan penerobosan paksa dan melakukan tindakan penjarahan dan pencurian yang teramat tercela.

Kelompok geng ini tidak hanya menjarah masjid tapi juga berbagai fasilitas bisnis yang terlah mengakibatkan kerugian jutaan foundsterling. Adalah perusahaan Knuzden yang mengaku kehilangan kontrak senilai £1 juta found akibat penjarahan itu. Belum lagi sejumlah rumah makan dan fasilitas bisnis lainnya.

Para pelaku mengakui semua tindakan mereka termasuk mengakui telah menjarah setidaknya enam masjid di periode yang sama, termasuk Masjid di Plane Tree Road mosque yang telah dijarah dua kali yakni pada bulan Maret 2012 dan tiga bulan setelah itu.

Masjid lainnya yang turut di jarah adalah Masjid di Blackburn’s Cumberland Street dan Masjid Cob Wall mosques, Clegg Street mosque di Burnley dan Grimshaw Street mosque di Accrington.****



Friday, July 19, 2013

Pemandangan Masjid Raya Baiturrahman Tersedia dalam 3D Virtual Tour



















Kemajuan teknologi pada masa kini tentu membuat kita lebih mudah untuk mencari informasi, termasuk salah satunya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada diberbagai belahan dunia, tidak terkecuali juga ke Aceh.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh baru-baru juga telah meluncurkan salah satu fitur baru disitusnya yang beralamat di www.bandaacehtourism.com sebuah pemandangan 3D virtual tour salah satu destinasi religi, yakni Masjid Raya Baiturrahman.

“Sekarang seluruh masyarakat di dunia melalui website www.bandaacehtourism.com sudah bisa melihat Mesjid Raya Baiturrahman secara ril,” demikian kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Reza Fahlevi, Kamis (13/6/2013) di Banda Aceh.

Jika Anda pernah melihat situs www.3dmekanlar.com yang menampilkan tampilan masjid-masjid di dunia dengan begitu nyata, kini juga sudah bisa Anda akses hal yang sama dengan Masjid Raya Baiturrahman.

Virtual tour yang menampilkan pemandangan 360 derajat tersebut terdiri dari 8 tampilan sudut, mulai dari pintu masuk utama ke masjid hingga ke bagian dalam masjid yang bisa Anda akses lewat PC/laptop untuk melihat lebih jelas. Selamat menikmati!. 

Thursday, July 18, 2013

Zamzam Air Terbaik di Bumi

Proyek penyediaan air Zamzam di laksanakan oleh “Penjaga dua Masjid Suci” Raja Abdullah, untuk dapat menyediakan 5000 meter kubik air Zamzam dan 200 ribu jerigen 10 liter setiap hari.
Air Zamzam merupakan air minum terbaik yang dapat dijumpai di muka Bumi. Jemaah dari seantero dunia dipastikan akan menyempatkan diri untuk minum air ini langsung di Masjidil Haram sebanyak mungkin selagi masih berada disana bahkan rela membelinya dalam jerigen untuk dibawa pulang ke Negara masing masing untuk dapat berbagi bersama keluarga dan handai taulan.

Air Zamzam merupakan satu anugerah dari Allah S.W.T yang persediaannya tak pernah habis meski disedot dengan pompa canggih setiap saat. Kita tahu bahwa sejarah air Zamzam merupakan anugerah Allah kepada Nabi Ismail a.s. saat beliau menangis karena kehausan yang kemudian membuat ibunda beliau, Siti Hajar belarian antara bukit Safa dan Marwa yang kini diabadikan sebagai salah satu ritual haji.

Bunda Hajar baru berhenti berlari antara dua bukit tersebut sampai kemudian beliau mendapati air jernih yang menyembur dari pasir yang didorong dorong oleh kaki mungil nabi Ismail yang masih bayi. Seketika itu beliau bergerak meninggikan pasir disekitar memancarnya air untuk menampung air tersebut sambil berucap Zamzam, Zamzam, Zamzam. Ucapan itu yang kemudian abadi menjadi nama air yang memancar ditempat itu, dan sejak itu juga pancaran air tersebut tak pernah berhenti mengalir hingga kini.

Para penguasa yang silih berganti di kota Mekah senantia merawat dan menjaga sumur air Zamzam demi kemaslahatan ummat. Sampai kemudian Negara Saudi terbentuk, raja raja Saudi pun melanjutkan tradisi itu sebagaimana dilakukan oleh Raja Abdullah selaku penjaga dua Masjid Suci. Proyek yang beliau jalankan bagi penyediaan air Zamzam bagi seluruh jemaah, mampu menyediakan 5000 meter kubik ditambah dengan 200 ribu jerigen air Zamzam yang masing masing berisi 10 liter, setiap harinya.

Proyek tersebut dijalankan pada bulan Ramadhan tahun 2010 lalu dengan menyediakan 42 titik distribusi sejak dari sumbernya. Sebagai hasilnya air Zamzam dalam Jerigen kini tersedia 24 jam setiap harinya. Proyek tersebut mencakup sistem produksi yang menghasilkan 5 juta liter air melalui penyaringan linier. Air ditampung dalam tangki utama berkapasitas 10 juta liter dengan sokongan 4 pompa ke Masjidil Haram menggunakan pipa stenlis berdiameter 200 mm.

Keseluruhan proses pemrosesan Air Zamzam ini menempati fasilitas di atas lahan seluas 13,405 meter persegi dan terdiri dari beberapa bangunan dengan kompresor udara, gudang dan jalur produksi. Dilengkapi juga dengan pembangkit listrik berkapasitas 10 MW dengan sistem pengendali komputer yang memungkinkan pengawasan dan pengendalian setiap tahapan proses nya termasuk pengendalian dan pengawasan terhadap pompa yang menyedot air langsung dari sumur Zamzam hingga ke proses pengemasannya.

Fasilitas tersebut juga memiliki gudang sentral lengkap dengan sistem tata udara dan sistem peringatan kebakaran yang menelan dana hingga 75 juta Real Saudi. Gudang di fasilitas ini dibangun 15 tingkat untuk dapat menangani pendistribusian 1.5 juta jerigen berisi 10 liter air Zamzam. Dan keseluruhan fasilitas terebut dihubungkan dengan jalur dan jembatan untuk memudahkan proses produksi dan distribusi masing masing gedung di dalam fasilitas tersebut.***



Wednesday, July 17, 2013

Masjid Hanley di Inggris Ahirnya Dibuka Setelah 13 Tahun


















Bulan Ramadhan tahun ini memberi berkah tersendiri bagi warga kota Hanley, Staffordshire, Inggris. Masjid yang mereka bangun ahirnya secara resmi dibuka setelah menunggu selama 13 tahun, bangunan masjid nya sendiri bahkan sempat akan menjadi sasaran pembakaran dan penghancuran sampai ahirnya mendapatkan restu dari otoritas setempat untuk beroperasi.

Masjid yang berdiri di rusa jalan Regent Road itu belum selesai 100% namun sudah di izinkan untuk digunakan selama bulan Ramadhan ini termasuk pelaksanaan sholat lima waktu sebagaimana disampaikan oleh direktur nya, Rana Tufail. Selama menunggu proses penyelesaian ahir dan rencananya akan diresmikan bulan depan setelah menghabiskan dana pebangunan sekitar £2 juta pound. Diperkirakan masih akan menghabiskan data sekitar £200 ribu pound lagi untuk sentuhan ahir-nya.

Rencana pembangunan masjid tersebut telah berlangsung sejak tahun 2000 yang lalu namun kemudian malah merebak menjadi sebuah kontroversi ketika kemudian dewan kota mengeluarkan persetujuan penyewaan yang sangat murah bagi lahan masjid tersebut hanya sebesar £1 pundsterling. Namun kemudian komunitas muslim setempat ahirnya membeli lahan tersebut dari dewan kota seharga £70,000.

Kontroversi tak hanya sampai disitu, masjid ini juga sempat mengalami upaya penghancuran pada bulan Desember 2010 lalu ketika seorang anggota militer muda berumur 23 tahun, Simon Beech, bersama Garreth Foster berupaya membakar masjid ini dengan cara menyemburkan gas menggunakan pipa yang dihubungkan ke pipa saluran gas rumah tangga, ke dalam ruang di lantai dasar masjid lalu menyalakan api dan menimbulkan kebakaran hebat dan mengakibatkan kerugian sekitar £53,000.

Kerugian yang cukup merepotkan muslim setempat karena bangunan yang belum selesai tersebut belum sempat di asuransikan dan upaya penggalangan dana pun harus dilakukan lagi. Ke dua pelaku tersebut ahirnya diciduk aparat kepolisian Inggris dan kedua pelaku dijatuhi hukuman penjara masing masing 10 tahun oleh pengadilan setempat karena terbukti bersalah telah melakukan pembakaran.

Tahun ini Ramadhan di Inggris sama seperti di Indonesia, dimulai pada tanggal 10 Juli lalu, dan muslim di Kota Hanley kini memiliki tempat yang nyaman untuk beribadah selama bulan suci Ramadhan ini termasuk penyelenggaraan Sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di ahir Ramadhan nanti.***


Thursday, July 11, 2013

Suasana Tarawih di Great Mosque of Almaty- Kazakhstan

Kota Almaty adalah kota tua bekas ibukota Kazakhstan sejak negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet hingga merdeka tahun 1991. Almaty yang juga dikenal dengan nama Alma-ata bertahan sebagai ibukota negara hingga tahun 1997 hingga kemudian diindahkan ke ibukota baru di kota baru yang sengaja dibangun sebagai ibukota negara di Astana. Namun hingga kini Almaty menjadi pusat komersial dan perdagangan dengan status kota terbesar di Republik Kazakhstan. 

Mayoritas penduduk Kazakhstan beragama Islam, dan bangunan masjid megah dan besar sudah menjadi lumrah di setiap kota di negara tersebut. Di Almaty terdapat masjid besar bernama Central Mosque Almaty yang merupakan masjid Agung (sentral) bagi kota itu, dulunya masjid ini juga berstatus sebagai masjid negara sebelum dipindahkan ke Masjid Agung Astana di Ibukota negara yang baru. seperti di belahan dunia Islam lainnya, di bulan Ramadhan seperti saat ini, masjid masjid disana penuh sesak oleh jema'ah shalat tarawih. Berikut suasana sholat Tarawih di Masjid Agung Almaty. Cekitdot  yak.



































Suasana Shalat Tarawih Malam Pertama di Masjid Istiqlal

Ribuan umat Muslim menjalankan shalat Tarawih pertama bulan suci Ramadhan 1434 H di Masjid Istiqal, Jakarta, Selasa (9/7/2013).  Shalat tarawih tersebut mengawali pelaksanaan ibadah puasa 1 Ramadhan 1434 H yang jatuh pada Rabu (10/7).


























Wednesday, July 10, 2013

Jamaah Tarawih Pendukung Mursi Terbesar Di Dunia Setelah Tanah Suci

Presiden Mursi digulingkan oleh kudeta militer Mesir paska demonstrasi besar besaran menentang keputusannya, kini giliran jutaan pendukung Mursi yang melakukan demonstrasi besar besaran diberbagai kota di seantero Mesir. 

Meski puluhan orang telah syahid dibantai junta militer saat shalat Subuh, jumlah demonstran pendukung Presiden Muhammad Mursi tidak berkurang. Saat malam Ramadhan pertama tiba, Selasa (9/7) waktu setempat, sekitar satu juta demonstran menggelar shalat tarawih berjamaah di Rabi’ah Adawiyah.

Basis demonstrasi pendukung Presiden Mursi itupun berubah menjadi lautan mushallin (orang-orang yang shalat) yang memanjang hingga puluhan kilometer memenuhi jalan-jalan utama di sekitarnya. Mempertimbangkan jumlahnya, jamaah tarawih pendukung Mursi ini merupakan jamaah tarawih terbesar kedua setelah jamaah tarawih Masjidil Haram atau terbesar ketiga setelah jamaah tarawih Masjid Nabawi. Berikut foto-fotonya:













Tuesday, June 25, 2013

Kisah Masjid “Setahun” di Zagreb

Masjid Pertama di Kota Zagreb tahun 1944, Mengkonversi gedung Maestrovic Pavilion menjadi masjd dan ditambah dengan tiga bangunan menara.
Zagreb adalah nama kota di semenanjung Balkan, Ibukota Republik Kroasia. Kroasia adalah sebuah Republik Pecahan dari Yugoslavia yang bangkrut di penghujung tahun 1990-an. Kroasia memproklamirkan kemerdekaannya di tahun 1991. Kota Zagreb memiliki sejarah panjang dan gonta ganti penguasa sepanjang sejarahnya.

Di kota ini ada sebuah gedung pameran bernama Mestrovic Pavilion yang berusia cukup tua. Sebuah gedung yang lebih mirip sebuah komedi putar dalam ukuran besar, karena memang bentuknya yang bundar. Tak terlalu menarik dipandang dari sisi arsitektur, tidak juga menarik karena ke-antikan atau ke-unikannya. Tapi  justru sejarah perjalanannya yang membuat gedung ini menarik.

Pembangunan gedung ini direncanakan sejak tahun 1933 lalu mulai dibangun pada bulan Agustus 1934, diresmikan tahun 1938 sebagai ruang pameran benda seni dibawah pengelolaan Masyarakat Seni Kroasia.

Di tahun 1941 Masyarakat Seni Kroasia sepakat menyerahkan gedung tersebut untuk diubah menjadi masjid. Penyesuaian pun dilakukan dengan menambahkan tiga menara, tempat wudhu, hingga perubahan rancangan interior nya. Proses konversi bangunan ini menjadi masjid bahkan melibatkan dua arsitek, dan keseluruhan proses konversi selesai dilaksanakan tahun 1944 dan diresmikan pada tanggal 18 Juli di tahun yang sama. Hanya saa masjid tersebut hanya berusia satu tahun saja, Paska perang dunia kedua usai, Zagreb berada dibawah rezim Uni Soviet gedung tersebut di ubah menjadi “Musium Revolusi” di tahun 1946.

Gedung Maestrovic Pavilion saat ini, gundul tanpa menara. 
Joseph Bros Titto naik ke panggung politik dan membentuk Negara Yugoslavia yang sosialis namun Tito tak akur lagi dengan Soviet, gedung yang sama berubah nama menjadi “Musium Rakyat Republik”, nama yang tak bertahan seumur hidup karena kemudian Yugoslavia pun runtuh, Kroasia memerdekakan diri dan mengganti nama gedung itu menjadi “Musium Revolusi Rakyat Kroasia”, dan itupun tidak berlangsung lama Karena fugsi gedung dikembalikan lagi kepada fungsi semula sebagai gedung pameran benda seni.

Cukup lama sejak penutupan Masjid di Gedung Seni itu, masyarakat muslim Zagreb tak memiliki masjid. Pembangunan masjid untuk muslim Zagreb baru dimulai tahun 1981 di lokasi yang berbeda dan diresmikan tahun 1987. Proses pembangunannya sendiri turut di danai oleh Sultan bin Mohamed Al-Qasimi dari ke-emiran Sharjah – Uni Emirar Arab yang menyumbangkan dana $2,5 juta dolar untuk pembangunan masjid tersebut. Beberapa bagian yang tersisa dari masjid lama seperti bagian mihrab dan mimbar kini disimpan di Masjid Baru Zagreb.***


Monday, June 10, 2013

Suatu Hari di Masjid Leningrat

Masjid Agung St. Petersburg - Russia. Nama Soekarno dikenang begitu indah oleh muslim kota ini.

Suatu hari, Megawati kecil di-ajak ayahandanya, Soekarno, berkunjung ke Leningrat, kota terindah di bumi yg ada di Russia. Dia sama sekali belum memahami kekecewaan Ayahanda-nya yang dengan lantang berkata kepada Kruschev (Perdana Menteri Uni Soviet waktu itu) "kota anda memang indah tapi tak seindah Jakarta, karena saya tak menemukan satu masjid pun di kota anda itu".

Sampai suatu hari ketika Megawati kecil sudah menjadi Presiden Megawati Soekarno Putri dan kembali ke kota yang sama di bulan April tahun 2003, beliau menangis tersedu di Masjid Agung St. Petersburg mendengar penuturan Imam Masjid itu tentang betapa ayahandanya begitu berjasa bagi muslim kota terindah di bumi tersebut.

Kala itu ternyata, hanya beberapa hari setelah Megawati kecil kembali ke Jakarta bersama Ayah-nya, Kruschev memerintahkan untuk mengosongkan semua mesiu, amunisi dan senjata yang disimpan di masjid St. Petersburg, merenovasi bangunan itu dan mengembalikannya kepada kaum muslimin kota Leningrat (kini St. Petersburg) yang di-klaim Kruschev sebagai kota terindah di bumi itu.

Kharisma Bung Karno Memang Ruar Biasa


Thursday, June 6, 2013

Potret Kerukunan Beragama di Indonesia (Bagian-2)

Komplek Puja Mandala, Nusa Dua, Bali disini lima rumah ibadah bagi lima pemeluk agama dibangun berdampingan satu sama lain dalam komplek yang sama. Menjadikannya objek wusata baru bagi wisatawan yang berkunjung kesana.
Provinsi Bali

Bali terkenal dengan pariwisatanya hingga ke pelosok penjuru dunia. Di pulau Bali ada satu tempat yang terkenal dengan nama Komplek Puja Mandala, lokasinya berada di di Jalan Siligita Nusa Dua, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Di dalam komplek seluas 2 hektar ini berdiri lima rumah ibadah sekaligus sejak 15 tahun silam, yakni Masjid Ibnu Batutah, Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Pura Jagat Natha dan Vihara Budhina Guna.

Komplek Puja Mandala dibangun atas bantuan PT BTDC (Bali Tourism Development Centre) yang pada awalnya dibangun sebagai sarana beribadah wisatawan yang berlibur di kawasan Nusa Dua. Seiring perjalanan waktu, Puja Mandala kini menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Bali. Setiap musim liburan tiba, komplek Puja Mandala menjadi tujuan wisata religi. Utamanya dari wisatawan domestik, namun tak sedikit juga wisatawan asing.

Lamongan – Provinsi Jawa Timur

Rukunnya kehidupan antar umat beragama di Desa Balun di Kabupaten Lamongan ini sampai sampai Desa ini disebut desa Pancasila.
Desa Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyimpan bukti kuatnya pengamalan kerukunan umat beragama di Indonesia. Tiga agama hidup berdampingan dan bebas melaksanakan ibadah masing-masing, di rumah ibadah masing-masing. Gereja Kristen Jawi Wetan hanya berjarak 50 meter dari Masjid Miftahul Huda yang Pura Sweta Maha Suci.

Masjid dan pura hanya dipisahkan jalan kampung selebar empat meter. Tak heran, Desa Balun terkenal dengan sebutan Desa Pancasila. Keragaman keyakinan terjalin sejak lama, saat masing-masing tokoh agama menyebarkan agama di desa tersebut. Sedikitnya 1.500 kepala keluarga, 75 persen warga Desa Balun beragama Islam, 15 persen beragama Kristen dan sepuluh persen sisanya beragama Hindu.

Surakarta – Jawa Tengah

Saking rukunnya dua pemeluk agama di dua rumah ibadah ini, sampai sampai bila hari raya lebaran jatuh di hari minggu, pihak Gereja akan mengundurkan jadwal kebaktian rutin mereka sampai Sholat Hari Raya selesai, maklumlah, halaman hingga jalanan di depan gereja ini akan penuh sesak dipakai oleh jemaah Masjid untuk sholat hari raya.
Salib besar menggantung kokoh di muka gereja. Di sebelahnya, lambang bulan sabit dan bintang gagah menjulang di atas kubah. Dua bangunan ibadah ini berdiri bersisian. Berbagi tembok pembatas. Dinding tempat imam masjid memimpin salat, berbatasan langsung dengan rumah pendeta. Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodinigratan bahkan berbagi alamat di Jalan Gatot Soebroto Nomor 222, Surakarta.

Bangunan Gereja dibangun tahun 1929. Sebelumnya gereja berada di kawasan Danukusuman. Gereja dipindah ke Joyodiningratan karena tak lagi muat menampung jemaat, sedangkan Masjid Al-Hikmah dibangun tahun 1947 diatas lahan milik Haji Ahmad Zaini, berawal dari pembangunan sebuah mushola disebelah utara bangunan gereja sampai kemudian dipugar dan diperluas menjadi bangunan Masjid Al-Hikmah.

Provinsi Jawa Timur

pemandangan menarik ini ada di Surabaya. dua rumah ibadah ini dibangun bersamaan dan diresmikanpun dalam waktu yang bersamaan, asik kan.
Pernah singgah ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) ?. perhatikan dengan seksama lingkungannya berada. Masjid tersebut dibangun bertetangga dengan Gereja Paroki Sakramen Mahakudus yang sama-sama berdiri bersebelahan di Jalan Pagesangan Baru. Istimewanya, kedua tempat ibadah yang berdiri megah ini, sama-sama mendapat persetujuan dari mantan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Almarhum Cak Narto (H Soenarto Soemoprawiro) dengan peletakkan batu pertama oleh Wakil Presiden RI H Tri Sutrisno pada bulan Agustus 1995. Sedangkan pembangunannya, dimulai sejak September 1996.

10 Nopember 2000, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) dan Paroki Sakramen Mahakudus diresmikan secara bersamaan oleh Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang saat itu masih menjabat sebagai presiden ke empat RI. Kedua tempat ibadah ini disepakati berdiri dan diresmikan secara bersamaan, sebagai simbol kerukunan umat beragama di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, agar bangunannya sama-sama tinggi, sama-sama rendah, karena inilah wujud kebersamaan sebagai negara yang saling menghormati antar pemeluk agama.

di Kota Malang, Masjid Agung Jami Kota Malang dibangun bersebelahan dengan Gereja GPIB Immanuel.
Masih di provinsi Jawa Timur tepatnya di kota Malang. Di Alun Alun kota Malang berdiri megah Masjid Agung Jami kota Malang atau biasa juga disebut masjid besar Malang atau Masjid Agung Malang. Masjid tua dan bersejarah ini berdiri hanya beberapa meter dari Gereja GPIB Imanuel yang dibangun tahun 1861, jauh lebih dulu dari bangunan masjidnya yang dibangun tahun 1890. Karena dua bangunan ini saling berdekatan, tak mengeherankan bila pada sholat dua hari raya, ummat Islam yang tak tertampung di masjid meluber hingga ke depan bangunan Gereja.


Tentunya apa yang sudah disebutkan di atas hanya sebagian teramat kecil dari kerukunan hidup beragama di Indonesia. Islam mengajarkan “lakum di nukum walyadin” dalam konteks beragama. Untukmu agama-mu dan untukku agamaku.**

Kembali ke Bagian-1