Monday, April 25, 2016

Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba

Masjid Dato' Tiro dari arah laut

Bulukumba adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan. Sejak tahun 2014 kabupaten Bulukumba sudah memiliki Masjid Agung yang juga Islamic Center dengan nama Masjid Islamic Center Dato’ Tiro. Nama masjid ini diambil dari nama tokoh penyebar Islam di kawasan Bulukumba.

Bangunan masjid megah ini diresmikan oleh Bupati Bulukumba, H. Zainuddin Hasan pada malam tanggal 1 Ramadhan 1435 H (28 Juni 2014), acara peresmian yang dilangsungkanmalam hari tersebut dihadiri masayarakat muslim Bulukumba yang tumpah ruah memenuhi masjid sekaligus mengikuti pelaksanaan shalat tarawih pertama di masjid tersebut berkapasitas lima ribu jemaah tersebut.


Suasana masjid terasa adem dari lantai marmer yang dingin dengan hembusan angin segar dari jendela-jendela besar di sisi kiri kanan masjid. Pada saat diresmikan penggunaannya oleh Bupati Bulukumba, bangunan masjid ini belum rampung 100% pembangunan fisiknya termasuk pemasangan plafon yang belum selesai seluruhnya, pengecatan, pembangunan menara, pemasangan ornamen di dalam masjid, taman serta pembenahan lahan parkir kendaraan yang masih dalam tahap penyelesaian. Namun sudah layak untuk digunakan oleh muslim disana yang sudah menanti 10 tahun penyelesaian pembangunan masjid tersebut.

Kemegahan nya dari dekat
Hadirnya Masjid Islamic Center Dato Tiro yang beralamat di jalan Sultan Hasanuddin Bulukumba ini seketika menjadi ikon baru Bulukumba dan ramai menjadi pembicaraan sebagai salah satu bukti kota yang tengah giat membangun, mengalahkan ketenaran tempat-tempat wisata sebelumnya termasuk objek wisata pantai pasir putih Bira, pantai Samboang, wisata adat Kajang, pembuatan perahu pinisi Tana Beru, ataupun pusat perbelanjaan termegah di Bulukumba Mall Mega Zanur sekalipun.

Masjid Islamic Center Bulukumba menjadi pusat kegiatan keagaaman di Bulukumba, termasuk pendidikan Al Quran, dakwah islami, pengajian rutin, penyelenggaraan kegiatan Hari Raya Islam dan kegiatan-kegiatan keagaamaan lainnya.***


Thursday, April 21, 2016

Islamic Center Tabalong – Kalimantan Selatan

Megah diantara hijaunya hamparan pepohonan

Tabalong adalah salah satu kabupaten di propinsi Kalimantan Selatan. Secara geografis Kabupaten Tabalong merupakan wilayah propinsi Kalimantan selatan paling utara yang berbatasan dengan propinsi Kalimantan timur dan Kalimantan tengah. Bagian utara Kabupten ini merupakan daerah tinggi yang bergunung-gunung, terusan dari pegunungan Meratus, sedangkan bagian selatan lebih rendah dan datar, serta sebagian berawa. Kabupaten Tabalong cukup kaya dengan hasil alam, seperti perkebunan karet, buah-buahan musiman, serta pertambangan. Bahkan dulu Tabalong terkenal dengan tambang minyak buminya di daerah Murung Pudak.

Tabalong juga terkenal dengan hutannya yang rindang dan membentang. Dilahan diantara rindangnya hutan tersebut berdiri bangunan Islamic Center Tabalong. Masjid Al-Abrar merupakan ikon dari komplek Islamic Center ini. Bangunan masjid megah dengan arsitektur Modern. Islamic Center Tabalong dibangun di atas lahan milik pemerintah Kabupaten Tabalong, namun keseluruhan pembangunan komplek ini didanai oleh PT Adaro Energy Tbk, salah satu perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di kabupaten Tabalong.

Lokasi

Masjid Raya Al-Abrar & Tabalong Islamic Center
Jl. Ahmad Yani, Tanjung, Kecamatan Murung Pudak,
Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan
2° 10' 54.63" S  115° 26' 22.00" E


Pembangunan komplek Islamic Center ini selesai pada tahun 2012 dan menghabiskan dana sekitar 52 milyar rupiah. Garibaldi Thohir, selaku pimpinan perusahaan Adaro menyatakan bahwa pembangunan masjid dan Islamic center tersebut karena di Tabalong yang masyarakatnya mayoritas muslim namun masjid disana kecil kecil. Masyarakat Tabalong mayoritas bersuku Banjar sangat kental Ke-Islamannya. Pembangunan Islamic Center tersebut merupakan bagian dari program CSR (Coorporate Social Responsibility) Adaro Group.

Rancangan masjid ini memang cukup unik. Kubah masjid yang terbalik sehingga mirip dengan mangkuk terbuka ternyata hal itu mempunyai simbol apabila itu simbol kedua tangan yang lagi menadah dan sedang berdoa kepada Allah SWT. Bukan hanya itu saja, tulisan Kaligrafi islam yang terlihat indah menghiasi semua dinding bangunan, ornamen motif geometris menjadi ciri khas pada setiap bangunannya.

bangunan masjid unik modern merupakan ikon komplek islamic center Tabalong.
Keseluruhan komplek Islamic Center ini berdiri di atas lahan seluas 5 hektar. Masjid Al-Abrar dibangun dua lantai dan mampu menampung hingga 3500 jemaah. Selain itu juga memiliki plaza seluas 1500m2 yang dapat digunakan sebagai sarana praktik ibadah haji lengkap dengan maket bangunan ka’bah, ruang perkantoran, perpustakaan, pelatihan dan ruang serbaguna.

Komplek Islamic Center ini juga dilengkapi dengan 2 gedung komersial dengan luas masing-masing masing 600 m2, Gedung Auditorium di dalam kawasan komplek Tabalong Islamic Center didesain dengan mengusung tema rumah tradisional Banjar seluas 1300 m2 dan dapat memuat sampai 700 orang, gedung ini dapat dimanfaatkan untuk area pertemuan, resepsi, training, dan sebagainya.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga 


Wednesday, April 20, 2016

Islamic Center Mataram – Nusa Tenggara Barat

Islamic Center Mataram di malam hari

Sejak tahun 2014 yang lalu pemerintah provinsi NTB giat mempromosikan wisata religi di daerahnya termasuk dengan mempromsikan destinasi wisata masjid masjid kuno dan bersejarah serta tempat tempat perkembangan dan pendidikan Islam. Pemerintah daerah setempat juga mempromosikan destinasi destinasi wisata tersebut dengan merangkum semua informasi ke dalam satu buku. Seluruh aktivitas tersebut dipusatkan di Islamic Center Mataram yang telah menjadi landmark baru di pusat kota Mataram.

Propinsi NTB memang memiliki sejarah yang panjang tentang peradaban Islam salah satu destinasi yang sudah cukup dikenal adalah Masjid Kuno Bayan Belek yang tetap dipertahankan keasliannya hingga saat ini.  Selain masjid kuno Bayan Belek masih ada Masjid Tradisonal Masyarakat Pujut yang juga masih dipertahankan Keaslian nya.

Lokasi dan Alamat Islamic Center Mataram

Jalan Langko, kota Mataram, pulau Lombok
Propinsi Nusa Tenggara Barat.



Islamic Center Mataram mulai dibangun sejak masa kepemimpinan gubernur M. Zainul Majdi, rencana tersebut terealisasi pada tahun 2011 dan diresmikan pada 15 Desember 2013. Dengan dana pembangunan bersumber dari APBD dan dana CSR PT. Newmont. Dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut jalan Langko dan Udayana yang merupakan jalur utama, dibangun begitu megah dengan memadukan karakteristik bangunan tradisional Lombok dan Sumbawa.

Bangunan Islamic Center ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 nama nama Allah (Asma’ul Husna). Bangunan menara ini dibuka sebagai objek wisata untuk memandang wajah kota Mataram dari ketinggian baik saat siang maupun malam hari. Lokasinya yang strategis di pusat kota Mataram di Pulau Lombok yang selain sudah lama  terkenal sebagai tujuan wisata oleh turis mancanegara, pulau Lombok juga sudah lama terkenal sebagai pulau Seribu masjid, karena di pulau ini memang bertabur masjid masjid kuno hingga masjid masjid modern yang menawan. Sebutan tersebut juga mewakili suasana relijius masayarakat setempat.

Islamic Center Mataram di siang hari. Menara paling tinggi yang terpisah dari bangunan utama tersebut adalah menara 99 yang menjadi salah satu obyek wisata di pulau lombok

Selain sebagai penanda Kota Mataram, Islamic Center Mataram ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan, wisata religi, pasar seni, dan aktivitas religius lainnya. Dalam upaya mempromosikan wisata religi yang berpusat di Islamic Center ini, pemerintah setempat mensinergikan sumber daya setempat termasuk memberdayakan para perajin garmen dan kayu cukli yang merupakan produk kerajinan unggulan di Kota Mataram agar mereka membuat berbagai pernak-pernik bertemakan Islamic Center. Seperti gantungan kunci, pulpen, baju kaus bergambar Islamic Center, batik sasak samawa mbojo (sasambo) bermotif Islamic Center, serta aksesoris lainnya. Kini Masjid Islamic Center Mataram ini merupakan bangunan Masjid terbesar dan termegah di propinsi Nusa Tenggara Barat.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga 


Tuesday, April 19, 2016

Islamic Center Nunukan Kaltara

Megah dan menjulang diantara pohon pohon bakai di tepian pantai pulau Nunukan
Islamic Center Nunukan ini resminya bernama Islamic Center Hidayatur Rahma (petunjuk dari Maha Pengasih), resmi digunakan pertama kali pada hari senin 30 November 2015, meski belum rampung 100%. Kegiatan yang pertama kalinya digelar di Islamic Center tersebut yaitu Kegiatan Zikir dan Tabligh Akbar yang diprakarsai oleh Majelis Dzikir Al-Inabah Nunukan dengan mengadirkan Dai dari Jakarta KH.Muhammad Sauqi MZ, putra dari Alamarhum KH. Zainuddin MZ Dai yang didekal dengan julukan Dai Sejuta Umat.

Lokasi Islamic Center Hidayatur Rahma Nunukan

Jl. Sungai Jepun, Kelurahan Mansapa
Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan
Propinsi Kalimantan Utara


Pusat kegiatan Islam yang menjadi kebanggaan masyarakat Nunukan ini posisinya berada persis di depan Kantor Bupati Nunukan, di Jalan Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Kabupaten Nunukan adalah kabupaten paling utara di propinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Perbatasan darat dengan Malaysia membentang di wilayah pulau Kalimantan dan pulau sebatik serta perbatasan peraian di sebelah utara pulau Nunukan. Kondisi geografis dan politis Nunukan yang juga sebagai ibukota Kabupaten Nunukan menjadikan pulau Nunukan sebagai gerbang utama perlintasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Utara.

Pengunaan Perdana Islamic Center yang diberi Nama Hidayatur Rahma hadiri Bupati Nunukan, Drs H Basri Msi, beserta Wakil Bupati Nunukan, Hj Asmah Gani, Unsur Pimpinan Komunikasi Daerah, Kepala-Kepala SKPD di Lingkungan Pemda Nunukan, serta ribuan masyarakat Nunukan. Selain itu turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan H.M.Shaberah berserta Istri dan para Pegawai di Lingkungan Kemenag Nunukan.

Tampak depan Islamic Center Nunukan

Termegah di perbatasan Negara

Islamic Center Nunukan ini dibagun sejak 2013 merupakan bagian dari program Gerbang Emas (Gerakan Membangun Ekonomi Aman dan Sejahtera) yang dicanangkan Pemkab Nunukan. Bangunan masjid nya yang merupakan bangunan utama di komplek ini mampu menampung hingga 8000 jemaah. Bangunan Islamic Center ini selain untuk melaksanakan sholat fardu, juga akan difungsikan sebagai wadah atau tempat kegiatan belajar mendalami ajaran agama dan kegiatan keislaman lainnya.

Untuk pendanaan bangunan Islamic center, Pemkab Nunukan mengucurkan dana dengan sistem pembiayaan multiyear dari APBD Nunukan tahun 2013 hingga tahun 2015, dan menghabiskan dana sedikitnya 300 milyar rupiah. Keseluruhan bangunan berdiri di atas lahan seluas 10 hektar. Bangunan Islamic Center Hidayatur Rahma Nunukan ini menjadi bangunan masjid termegah di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Pembangunan Islamic center tersebut adalah salah satu cita-cita pembentukan dari Forum Umat Islam Kabupaten Nunukan. Gagasannya berasal dari mantan Sekda Nunukan, H Zainuddin HZ dan mantan kepala Kantor Kemen-terian Agama Kabupaten Nunukan, Drs HAbu Ubaedah yang kala itu meminta FUI Nunukan untuk mengajukan proposal pembangunan Islamic center di Kabupaten Nunukan. Sejak 2009, FUI sudah mengajukan proposal  beberapa kali, namun karena terbentur dengan proses pembe-basan lahan, baru 2013 proposal disetujui. ***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga 


Friday, April 15, 2016

Islamic Center Bangkinang Kabupaten Kampar

Masjid Al-Ikhsan di komplek Islamic Center Bangkinang

Bangkinang adalah ibukota Kabupaten Kampar di Provinsi. Kota ini terkenal dengan julukannya sebagai kota “Kota Beriman” (bersih, indah dan nyaman). Dengan gelarnya itu wajar bila kota ini memiliki sebuah Pusat perkembangan Islam yang diberi nama Islamic Center Bangkinang atau disingkat menjadi ICB. Kabupaten Kampar juga memiliki sebuah masjid tua bersejarah yang terkenal dengan nama Masjid Jami Air Tiris yang dibangun tahun 1901.

Bangkinang berjarak 60 km dari Pekanbaru (ibu kota provinsi Riau). Sebagai ibu kota kabupaten yang berdekatan dengan ibu kota provinsi dan menjadi daerah penghubung menuju Sumatera Barat. Mayoritas penduduk Bangkinang beragama Islam. Daerah ini awalnya merupakan bagian dari Sumatera Barat, namun setelah penjajahan Jepang, dengan pembagian distrik yang ditentukan oleh Jepang, maka Bangkinang dipindahkan ke dalam Provinsi Riau bersama Kabupaten Kuantan Singingi dan Rokan Hulu

Alamat & Lokasi Islamic Center Bangkinang (ICB)

Jl. Prof. M. Yamin – Kota Bangkinang
Kabupaten Kampar, Propinsi Riau


Islamic Center Bangkinang (ICB) berlokasi di jalan Prof. M.Yamin SH, jalan ini merupakan jalan raya yang menghubungkan provinsi Riau dan provinsi Sumatera Barat. Dengan bergoreskan seni arsitektur timur tengah dan memakan luas area sekitar 1,5 hektar, bangunan megah ini menghabiskan dana setidaknya 2 kali lipat APBD Kabupaten Kampar.

Sebuah maha karya yang menjadi icon/ikon kota Bangkinang ini, dibangun atas inisiatif (mantan) Bupati, H. Jefri Nur dan seluruh masyarakat Bangkinang tanpa terkecuali. Dengan menyulap tempat berkumpulnya para remaja kota Bangkinang, menjadi sebuah tempat ibadah yang sarat makna dan hikmah, tempat berkumpulnya para ulama. Islamic Center Bangkinang (ICB) ini juga menjadi semacam taman kota di Bangkinang.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga Islamic Center di Pulau Sumatera Lainnya


Thursday, April 14, 2016

Masjid “Baru” Baitul Muttaqin Tolikara

Bangunan baru Masjid Baitul Muttaqin Tolikara.
Masjid Baitul Muttaqin Saat pengerjaan

Paska insiden penyerangan dan pembakaran masjid di Tolikara yang terjadi pada Idul Fitri tanggal 17 Juli 2015, Muslim di Karubaga kabupaten Tolikara propinsi Papua Barat, kini memiliki bangunan masjid baru yang berlokasi bersebelahan dengan komplek Komando Rayon Militer (Koramil) Karubaga. atau sekitar lima puluh meter dari lokasi semula. Pembangunan masjid ini dimulai sejak pertengahan juli 2015 setelah situasi di Tolikara kembali kondusif. Masjid ini sudah digunakan sekaligus diresmikan pada perayaan Idul Adha 1436 Hijriah pada Kamis, 24 September 2015.***

Alhamdulillah.



Kota Tanjung Pinang Bangun Masjid Terapung

Rencana Masjid Terapung Tanjung Pinang

Kota Tanjungpinang, Ibukota provinsi Kepulauan Riau akan segera memiliki masjid terapung yang berlokasi di lepas pantai Kota yang berada di pulau Bintan tersebut. Proyek pembangunan masjid terapung ini dibangun bersamaan dengan proyek pembangunan gedung gonggong dan Food Court di Melayu Square yang tiga tiga nya berada di tepi laut kota Tanjung Pinang.

Gonggong merupakan sejenis siput dalam Bahasa melayu Tanjungpinang yang juga merupakan makanan khas kota tersebut, dan bangunan dimaksud memang dibangun menyerupai bentuk siput gonggong. Gedung gonggong ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat informasi pariwisata dan gedung serbaguna. 

Sumber : suarakepri.com

Tuesday, April 12, 2016

Masjid Babussalam Islamic Center Kabupaten Muara Enim

Megah bersahaja. 
Muara Enim adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan. Sebelum bernama “Kabupaten Muara Enim”, kabupaten ini dahulunya sempat bernama “Kabupaten LIOT” yang merupakan singkatan dari “Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah”. Lematang dan Ogan yang ada dalam singkatan nama itu merupakan nama sungai yang mengalir di dalam wilayah kabupaten tersebut, namun kemudian nama tersebut diganti dengan nama Kabupaten Muara Enim mengikuti nama ibukota kabupaten yang berada di kelurahan & kecamatan Muara Enim.

Masjid Babussalam Islamic Center ini merupakan Masjid Agung Kabupaten Muara Enim, propinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI). Dalam dokumen resmi pemerintahan Kabupaten Muara Enim, Masjid ini disebut dengan nama “Islamic Center BP4ABI Kabupaten Muara Enim”. Sehari sehari lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Masjid Babussalam Islamic Center.

Alamat Masjid

Jl. Mayjen Tji Agus Kiemas, S.H - Lintas Kepur
Muara Lawai - Kabupaten Muara Enim
Sumatera Selatan


Pertama kali diresmikan pada tahun 2008 kemudian diperluas tahun 2014 dengan bantuan dana dari PT. Bukit Asam. Peletakan batu pertama pembangunan perluasan masjid ini dilakukan pada tanggal 25 November 2014 sekaligus penandatangan MoU antara pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk yang mengucurkan dana Rp. 9.2 Milyar untuk pembangunan perluasan masjid ini. Penandatanganan MoU pemberian bantuan tersebut dilakukan antara Direktur Umum dan SDM PTBA Maizal Ghazali dengan Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar disaksikan langsung Wagub Sumsel Ishak Mekki. Masjid ini juga berfungsi sebagai Pusat Pengembangan Islam (Islamic Center) Kabupaten Muara Enim.

Pada awalnya masjid ini disebut sebagai Masjid Agung Raya, karena memang berfungsi sebagai masjid Agung Kabupaten. Penggunaan nama Masjid Agung Raya untuk masjid ini, dikarenakan sebelumnya sudah ada Masjid Agung Muara Enim yang berada di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5 Kelurahan Pasar, Muara Enim yang sudah berdiri sejak tahun 1992.

Fasilitas Masjid

Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI) Kabupaten Muara Enim selaku pengelola komplek Islamic Center ini memiliki empat bidang kegiatan, yakni pembinaan umat, pendidikan dan latihan, seni budaya Islam, dan ekonomi umat. Selain bangunan Masjid Babussalam yang menjadi bangunan utama, di komplek Islamic Center ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan agama Islam dan asrama, Islamic Center Muara Enim.

Selain memiliki bangunan yang indah, komplek Islamic Center ini juga diperindah dengan pekarangan dan taman yang luas dengan jalan-jalan akses menuju masjid dari fasilitas kompleks Islamic Center lainnya. Jalan ini tertata rapi dengan deretan lampu hias di kanan-kiri, sekaligus menjadi petunjuk ke arah masjid pada malam hari.

Meski dibangun begitu megah dengan empat Menara tinggi di empat sudut-nya, bangunan masjid ini dirancang sederhana dan bersahaja tanpa banyak ornamen penghias baik dibagian luar maupun dibagian dalam masjid. Ruang utama masjid pun memberikan kesan bersahaja. Tidak banyak elemen hias di dinding bagian dalam masjid dengan aksen jendela minimalis. Ornament kaligrafi di bagian atas dinding diletakkan di dinding mengelilingi bagian dalam masjid. Lampu hias dan sabuk plakat emas mengelilingi bagian bawah kubah juga dirancang bersahaja.

Salah satu pelatihan yang cukup menarik minat masyarakat di masjid ini adalah pelatihan qosidah dan Syarofal Anam. Syarofal Anam memang dikenal luas di wilayah Sumatera Bagian Selatan sebagai salah satu kesenian daerah setempat yang bernuansa Islami dengan alat music rebana dalam sebuah persembahan yang khas.***

-----------------ZZZ-----------------

Friday, April 8, 2016

Islamic Center Baturaja Kabupaten OKU

Masjid Agung Baturaja, bangunan utama di komplek Islamic Center Baturaja

Baturaja adalah ibukota kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu), salah satu kabupaten di propinsi Sumatera Selatan. Baturaja dikenal dengan pabrik semen nya yang juga bernama Baturaja. Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu.

  
Kota Baturaja adalah salah satu kota di sumatera yang berada di jalur lintas tengah Sumatera, sebelum dibangunnya jalur lintas timur sumatera, jalur ini merupakan jalur utama di pulau Sumatera yang menghubungkan propinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Masjid dan Islamic Center Baturaja ini berada di tepian ruas jalan Lintas tengah Sumatera tersebut.

Lokasi nya berada di atas bukit kecil di tengah kota Baturaja dan menjadi ikon kota tersebut. Komplek pusat ke-Islaman ini seluas 10 hektar lengkap dengan sarana penunjangnya, dibangun hanya dalam waktu satu tahun dan diresmikan pada tanggal 26 Maret 2008 oleh Bupati kabupaten Ogan Komering Ulu H. Eddy Yusuf SH, MM. dihadiri oleh para tokoh masyarakat kabupaten OKU termasuk juga dihadiri mantan Bupati OKU Amiruddin Ibrahim ditengah tengah para undangan dan sekitar 6000 jiwa yang tumplek dalam suasana gembira tersebut.

Dengan adanya Islamic Center diharapkan agar syiar Islam di kabupaten OKU semakin menggema dan kehidupan reliji masyarakat OKU semakin baik. Karena agama merupakan suatu kebutuhan hidup manusia, maka peningkatan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan keagamaan harus terus ditingkatkan.***

Thursday, April 7, 2016

Islamic Center Kota Prabumulih

Komplek Islamic Center Prabumulih
Prabumilih adalah salah satu Kota di propinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya kota Prabumulih berstatus sebagai kota Administratif di dalam wilayah kabupaten Muara Enim, sempat juga menjadi bagian dari wilayah Pembantu Bupati yang berkedudukan di Gelumbang, sampai kemudian disahkan sebagai kota mandiri, lepas dari Kabupaten Muara Enim sebagai wilayah induknya.

Islamic Center Kota Prabumulih
Jalan Lingkar, Kelurahan Gunung Ibul
Kecamatan Gunung Ibul, Kota Prabumulih
Sumatera Selatan – Indonesia


Islamic Center Prabumulih mulai dibangun pada awal tahun 2010, dan membutuhkan waktu cukup lama sampai seluruh komplek ini selesai dibangun secara keseluruhan dan difungsikan sebagaimana mestinya. sampai bulan maret 2014 pemkot prabumulih kembali mengucurkan dana sebesar Rp. 29,68 milyar untuk penyelesaian pembangunan proyek tersebut yang dimenangkan oleh PT. Cindo Abadi Perkasa (CAP) dengan tenggang waktu penyelesaian selama 10 Bulan, sedangkan pihak kontraktor memperkirakan pekerjaan akan selesai selama 6 bulan dengan 200 orang pekerja. Penyelesaian proyek pembangunan Islamic Center ini berbarengan dengan pembangunan Pasar Tradisional Moderen dan Taman Kota Prabumulih.

Komplek Islamic center ini baru diserahterimakan dari pihak kontraktor ke pemerintah kota Prabumulih pada bulan Desember 2014. Dengan demikian baru pada awal tahun 2015 mulai digunakan. Islamic centre yang terletak di Jalan Lingkar Prabumulih ini berhadap hadapan dengan SMAN 7 Kota Prabumulih. seluruh bangunan yang menggunakan konsep Islami itu sangat sejuk dipandang mata. Ornamen-ornamen timur tengah yang dipadukan pada setiap item bangunan.

Bangunan Masjid di Komplek Islamic Center ini merupakan salah satu mesjid terbesar dan terluas di Propinsi Sumatera Selatan. di komplek yang sama juga berkantor MUI dan Baznas kota Prabumulih setelah sebelumnya berada satu atap disamping Masjid Nur Arafah. Berpindahnya kantor MUI dan Baznas ke Islamic Center ini mengingat kantor kedua lembaga yang sudah tidak layak, selain itu, diharapkan dengan kedua lembaga itu pindah kesana dapat membantu dalam perawatan maupun pengurusan Islamic Center.

Komplek ini juga dilengkapi dengan bangunan aula yang cukup besar untuk berbagai fungsi umum dan sosial termasuk di dalamnya digunakan oleh pemerintah kota untuk acara acara resmi, seperti yang terjadi pada bulan Januari 2015 saat Walikota Prabumulih melantik para pejabat dilingkungan pemkot bersamaan dengan mutasi 800 PNS sekaligus di lingkungan pemerintahan kota tersebut.

Menilik lokasi tempat dimana Islamic Center ini berdiri memang cukup unik. Entah karena kebetulan atau memang direncanakan oleh pihak Pemkot Prabumulih, lokasi tempat Islamic Center ini berdiri bersebelahan dengan komplek Makam Tua yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam sesepuh nya kota Prabumulih, Komplek makam yang dikenal dengan nama Kramat Gunung Ibul. Nama yang kini juga menjadi nama kelurahan sekaligus nama kecamatan tempat dimana Islamic Center ini berada.

Kawasan tempat Islamic Center ini berdiri memang kawasan baru yang dulunya merupakan kawasan hutan belukar, kemudian dibuka oleh pemkot dengan membangun ruas jalan lingkar, menyusul kemudian pembangunan fasilitas penunjang lainnya, sehingga kawasan makam kramat yang dulunya berada di tengah hutan-pun kini berada persis dibelakang komplek Islamic Center ini.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga