Showing posts with label Islamic Center. Show all posts
Showing posts with label Islamic Center. Show all posts

Saturday, April 6, 2019

Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan

Aerial view Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan.

Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan dikenal sebagai masjid terbesar di Kota Tarakan dan di provinsi Kalimantan Utara. Sejak selesai dibangun dan diresmikan tahun 2012, masjid selalu menjadi pusat studi dan kegiatan keagamaan seperti pagelaran MTQ dan kegiatan kerohanian lainnya. Di tahun 2017 yang lalu masjid ini menjadi pusat STQ tingkat Nasional.

Komplek masjid ini dibangun di atas lahan seluas 30 hektar, terdiri bangunan utama yang luas dan terdiri dari beberapa lantai yang digunakan untuk sholat dan melakukan kegiatan islami lainnya. Interior masjid dihias dengan ukiran-ukirannya baik di pintu maupun jendela dan tembok-temboknya. Bangunan ini juga dilengkapi dengan jendea jendela besar, sehingga terlihat kemegahannya.

Islamic Center Tarakan
Jl. Sei Sesayap Kelurahan Kampung Empat
Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara



Di bangunan utama juga terdapat kantor dan dua aula yang cukup besar. Masjid ini juga dilengkapi dengan pelataran dan taman yang cukup luas lengkap dengan joging track yang selalu ramai di sore hari. Menariknya lagi di halaman masjid ini juga dibangun sebuah air mancur berukuran cukup besar.

Dan yang paling unik, tak jauh dari air mancur masjid ini masih berdiri kokoh menara bekas pengeboran minyak yang konon sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda menjadi pemandangan unik yang tak kan ditemukan di halaman masjid lain. Menara masjid dibangun terpisah dari bangunan utama ditempatkan dibagian belakang bangunan utama.


Halaman belakang didesain dengan menggunakan batu-batu kecil yang disusun dengan rapi dan apik dengan cara di-paving. Masjid ini memiliki lantai dasar yang digunakan untuk parkir pengunjung, di bagian sudut ruangan banyak ruangan atau bangsal kecil yang sengaja dibuat untuk pengunjung dari luar daerah jika di lokasi masjid tersebut sedang ada perhelatan. 

Tempat Transit Wahyu di Langit

Nama Baitul Izzah memiliki arti sebagai tempat transit wahyu di langit dipilih oleh Dewan Hakim Penamaan Masjid Raya Kota Tarakan. Nama ini diusulkan Iwan Magwan SH, warga Selumit Pantai RT 16.  Sebelum pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Tarakan tanggal 16 Mei 2011, panitia mengumumkan usulan warga yang masuk 10 besar dari total 217 usulan nama Masjid Raya Tarakan yang diterima panitia.

Ketua Dewan Hakim Masjid Raya Tarakan sekaligus sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia Kota Tarakan, K.H. Zainuddin Dalila menyampaikan, terpilihnya usulan warga yang masuk 10 besar maupun penetapan Masjid Raya Tarakan bernama Baitul Izzah merupakan hasil seleksi Tim 11. Tim 11 yang orang-orangnya memiliki berbagai macam keahlian mulai dari ahli bahasa Arab, budaya Islam dan sebagainya yang akhirnya menetapkan usulan nama Baitul Izzah untuk Masjid Raya Tarakan.

Megah, besar dan luas.
Ada 200 lebih usulan nama yang masuk rata rata berupa nama masjid yang sudah banyak digunakan oleh masjid-masjid di Kaltim. Dari sekian banyak usulan kemudian terpilih 10 nama, berdasarkan kesepakatan panitia.
.
Selain memiliki nama yang langka, juga memiliki arti yang luas, baik dari segi bahasa maupun cocok dengan kondisi Kota Tarakan, dipilihlah nama Baitul Izzah.  terpilihnya nama yang menurut tim paling bagus dan belum pernah ditemukan. Sehingga dipilih nama Baitul Izzah.

Baitul Izzah sendiri mengartikan tempat yang berada di antara bumi dan langit. Dalam riwayat Alquran yang berjumlah 30 juz semuanya ditempatkan di Baitul Izzah oleh Allah SWT dan diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW sesuai kebutuhan pada saat beliau diangkat menjadi Rasul kala itu.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Saturday, August 5, 2017

Islamic Center Koto Baru Solok

Islamic center Kuto Baru Solok (pict from google)

Masjid Agung Nurul Mukhlisin Islamic Center Koto Baru atau biasa dikenal sebagai Islamic Center Koto Baru, adalah pusat ke-Islaman di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Koto Baru merupakan ibukota dari kabupaten Solok, itu sebabnya Masjid dan Islamic Center ini disebut dengan Islamic Center Koto Baru.

Pembangunan masjid ini dilaksanakan pada masa pemerintahan Bupati Solok Syamsu Rahim dan wakil Bupati Desra Ediwan. Masjid megah ini pertama kali dibangun tahun 1994 dikomplek Kantor Bupati Solok lama, diresmikan oleh Menteri Penerangan Harmoko pada tahun 1994.

Islamic Center Koto Baru
Kecamatan Kubung, Kab. Solok
Sumatera Barat


Ketika Kantor Bupati Solok pindah ke Aro Suka, maka keberadaan masjid sudah di manfaatkan oleh masyarakat setempat untuk kegiatan keagamaan. Masjid ini mengalmi kerusakan parah akibat gempa tahun 2007 dan 2009 silam sehingga tidak layak digunakan.

Setelah dilakukan rehab sedikit kondisinya masih meragukan. Baru kemudian di tahun 2013 Kementerian Agama Mengusulkan ke Bupati Solok agar dilakukan pembangunan Islamic Centre yang baru yang merupakan Ikon Kabupaten Solok yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana LPTQ, PHBI, BASNAS, MUI  yang lengkap termasuk rencana diadakannya mini Makkah

Usulan Kementerian Agama di respon baik oleh Bupati Solok dan di kabulkan oleh DPRD, maka langsung dianggarkan oleh Pemda untuk APBD Tahun 2014. Islamic Center yang dibangun dengan dana APBD ini berdiri dilahan bekas gedung pertemuan Solok Nan Indah, lahan bekas gedung DPRD Kabupaten Solok dan MAsjid Agung Nurul Mukhlisin.

Pembangunan fisik yang dimulai semenjak pertengahan tahun 2014 dikerjakan oleh PT.Nindya Karya dengan sistim kontrak multi year. Selain merobohkan bangunan lama, pembangunan baru ini juga mengorbankan gedung DPRD yang saat itu difungsikan sebagai kantor BPD dan kantor Pustaka Daerah.

Islamic Center Kuto Baru Solok (pict from IG @maizalchaniago )

Setelah hampir delapan bulan pekerjaan fisik, bangunan ini diresmikan pada tanggal 30 Juli 2015, diakhir masa jabatan Syamsu Rahim dan Desra yang jatuh pada 2 Agustus 2015. Ada kesamaan masjid yang sekarang ini dengan masjid sebelumnya yang rusak akibat gempa, yakni pada saat diresmikan keduanya sama-sama fisiknya belum selesai seratus persen. pada saat diresmikan pembangunan masjid ini baru mencapai 60% dari gambar perencanaan.

Sholat Ied Pertama

Lebaran Idul Fitri 1436H / 2015 yang lalu merupakan sholat idul fitri pertama yang diselenggarakan di masjid ini, dan dihadiri oleh Bupati Solok, H. Syamsu Rahim, Wakil Bupati Solok, H. Desra Ediwan, Ketua DPRD Kabupaten Solok,  Hardinalis Kobal, Kabag Kesra, Suharmen.

Sholat Idul Fitri pertama tersebud juga dihadiri oleh anggota DPD RI dari daerah Sumbar, H. Nofi Chandra dan unsur Muspida serta SKPD lainnya serta ribuan umat Islam dari berbagai nagari di kabupaten Solok memadati masjid ini hingga melimpah hingga ke halaman bahkan  berjejer sampai ke tepi jalan raya Solok-Padang.

Islamic Center Koto Baru ini dibangun dengan dana 25 milyar rupiah dari APBD kabupaten Solok tahun 2014, berlantai dua dan akan kembangkan untuk banyak hal. Diantaranya tempat manasik,  pemondokan, lapangan parkir dan taman yang indah dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk memfungsikannya untuk berbagai kegiatan seperti pesantren, belajar tafsir dan juga pesrpustakaan.

Referensi

simaskemenag – masjid nurul mukhlisin

Saturday, August 20, 2016

Masjid Al-Ikhlas Bagansiapiapi

Masjid Al-Ikhlas Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau (panoramio)

Dimanakah Bagansiapiapi

Bagansiapiapi adalah ibukota Kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau. Kabupaten Rokan Hilir sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Bengkalis, kemudian dibentuk menjadi Kabupaten baru di provinsi Riau pada tanggal 4 Oktober 1999 sesuai dengan UU RI Nomor 53 tahun 1999 dengan ibukota Ujung Tanjung

Mulanya Bagansiapiapi hanya ditetapkan sebagai ibu kota sementara, Sedangkan Undang Undang menyebutkan bahwa ibukota kabupaten Rokan Hilir berada di Ujung Tanjung, Namun karena kondisi infrastruktur di Ujung Tanjung yang masih merupakan sebuah desa di Kecamatan Tanah Putih belum memungkinkan untuk dijadikan sebagai sebuah ibu kota kabupaten, maka akhirnya Bagansiapiapi, ditetapkan sebagai ibukota kabupaten Rokan Hilir melalui perubahan UU Nomor 53 Tahun 1999 pada tanggal 24 Juni 2008.

Bagansiapiapi dikenal sebagai Hongkong Van Andalas, pernah meraih predikat sebagai kota terbersih ked-2 di provinsi Riau setelah kota Bengkalis di tahun 2011. Kota ini merupakan salah satu kota pantai paling ramai di selat Malaka semasa penjajahan Belanda Hingga ahir perang dunia pertama. Disana sudah sejak lama berdiri tiga masjid besar yakni Masjid Raya Al-Ikhlas, Masjid Raya Al-Ihsan, Masjid Al-Kautsar.

Lokasi Masjid Al-Ikhlas Bagansiapiapi

Bagan Barat, Bangko,
Kabupaten Rokan Hilir, Riau
koordinat : 2.161610, 100.802870

Mesjid ini terletak di Jalan Utama kota Bagansiapiapi persis di sebelah Makam Pahlawan. Mesjid ini juga berfungsi sebagai Islamic Centre Kabupaten Rokan Hilir. Kemegahannya telah menjadikan masjid ini sebagai ikon kabupaten Rokan Hilir.


Masjid Dengan Warna yang Unik

Masjid Al Ikhlas merupakan masjid kebanggaan masyarakat kota Bagansiapiapi, bentuk bangunannya diperngaruhi oleh gaya arsitektur Turki Usmani dengan kubah besar pada bangunan utamanya serta 4 menara yang menjulang  tinggi. Fokus utama pada bangunan masjid Al-Ikhlas ini tentu saja pada kubah dan empat menaranya.

Pembauran berbagai gaya arsitektur di aplikasikan di masjid ini. Kubahnya terdiri dari satu kubah utama dibagian tengah, kemudian ditopang oleh empat bangun semi kubah di empat sisinya seperti pada beberapa bangunan masjid di Istambul Turki. Tidak hanya bangun semi kubah, Kubah utamanya juga di apit oleh empat bentuk menara kecil yang dilengkapi dengan kubah bawang berukuran kecil di puncaknya.

Menariknya, kubah masjid ini menggunakan warna yang tak biasa, terlalu coklat untuk disebut kubah emas. Lebih tepat untuk disebut bewarna tembaga. Memberikan kesan tersendiri karena warna ini terbilang sangat jarang digunakan sebagai warna kubah. Sehingga cukup mudah untuk mengenali bangunan masjid ini dari bentuk dan warna kubahnya. Warna yang sama juga digunakan pada kubah di ujung empat menaranya.

Bangunan masjid Al-Ikhlas ini dilengkapi dengan pekarangan yang cukup luas, disalah satu sisi nya diperindah dengan air mancur. Keberadaanya menyiratkan bahwa Bagansiapiapi sebagai sebuah kota yang memiliki sejarah panjang di Muara Sungai Rokan di pesisir timur pulau Sumatera.

Pemkab Rohil Sholat Gerhana Matahari di Masjid Al-Ikhlas

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir gelar sha‎lat Gerhana matahari di Masjid Al-Ikhlas ( Masjid Agung), Jalan Utama, Rabu 09 Maret 2016, Pukul. 07.00 Wib. Sholat langsung diikuti Bupati Suyatno, Sekda Surya Arfan,Kepala SKPD dan Para ulama serta masyarakat umum.  Diwawancara usai sholat, Bupati Suyatno menyampaikan bahwa Sholat Gerhana Matahari ini merupakan sebagai penyampaian rasa syukur kepada Allah Swt bahwa seluruh wilayah Indonesia ada 12 kota yang menjadi lintasan Gerhana Matahari.***


Sunday, August 14, 2016

Masjid Raya Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci

Masjid Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci

Masjid Al-Muttaqin berada di Jalan Raya Lintas Timur Sumatra, di Kecamatan Pangkalan Kerinci, ibukota Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pembangunan masjid ini di danai oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), salah satu pabrik kertas terbesar di Indonesia, berlokasi di daerah ini. Pembangunan masjid ini sebagai peran RAPP dalam kehidupan masyarakat Pangkalan Kerinci dan Kabupaten Pelalawan pada umumnya.

Oleh karena letaknya yang strategis di sisi jalur lintas Sumatra, Masjid Al- Muttaqin sering kali menjadi tempat persinggahan pelancong, baik untuk menunaikan shalat fardhu maupun untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Lokasi Masjid Al-Muttaqin
Jl. Lintas Timur Pangkalan Kerinci - Kerinci
Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau
Indonesia


Masjid Al-Muttaqin berada di pusat keramian Pangkalan Kerinci, berdiri megah di sebelah Gedung Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci. Kini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Masjid Al-Muttaqin diresmikan tahun 2000 dengan luas bangunan 2000 meter persegi diatas lahan seluas 10.000 meter persegi dengan daya tampung hingga 2.500 jemaah sekaligus.

Masjid Besar Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci ini setidaknya menggabungkan tiga gaya arsitektur sekaligus. Menara nya dibangun mirip dengan menara masjid Nabawi di Madinah dengan ukuran yang lebih kecil, Atap nya mengadaptasi atap bersusun khas Nusantara, dan di ujung tertinggi atapnya menggunakan Kubah bawang khas dinasti Mughal India.

Interior Masjid Al-Muttaqin

Kubah bawang juga ditempatkan di tiga bangunan beranda di tiga sisi bangunan masjid ini, dengan ukuran yang lebih kecil dari kubah utama. Warna hijau mendominasi kubah kubah masjid ini beserta atapnya dengan pola geometris bewarna hijau muda. Empat menara masjid ini ditempatkan di empat penjuru masjid namun bukan berupa bangunan terpisah dari bangunan utama.

Kaligrafi Masjid Raya Pangkalan Kerinci Riau

Kaligrafi interior masjid timbul dengan bahan sponhard ketebalan 3 dan 5 mm Kaligrafi yang digunakan adalah jenis khat kufi dan sulus. Bidang-bidang hiasan kaligrafi interior masjid ini meliputi kaligrafi mihrab, kaligrafi mirip gerbang dibagian depan sebelah kiri dan kanan dan hiasan kaligrafi di sekeliling interior masjid bagian atas dengan khat sulus dan kufi dikombinasikan dengan kaligrafi asmaul husna dibagian bawah kaligrafi tersebut. Ornamen di dalam masjid ini juga menggunakan GRC dengan pola geometris menggunakan warna lembut di kombinasi dengan warna emas.*** 


Saturday, August 13, 2016

Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre Pelalawan

Masjid Ulul Azmi

Pelalawan merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Riau. Kabupaten yang belum lama terbentuk namun menunjukkan perkembangan pembangunan yang cukup impresif. Termasuk pembangunan dibidang ke agamaan. Kabupaten Pelalawan beribukota di Pangkalan Kerinci, Kawasan yang dikembangkan menjadi pusat pemerintahan kabupaten termasuk pusat kegiatan aktivitas Islam di kabupaten tersebut dengan proyek pembangunan islamic Center di Pangkalan Kerinci.

Islamic center Kabupaten Palalawan sudah mulai dibangun sejak tahun 2007-2008 dengan anggaran proyek senilai Rp. 6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar. Pembangunan proyek pembangunan Islamic Center ini sudah dimulai sejak masa pemerintahan Bupati Asmun namun belum juga usai hingga masa pemerintahan bupati berikutnya, HM. Haris.


Terbengkalai akibat Skandal Korupsi

Proyek pembangunan Islamic Center Kabupaten Pelalawan ini sempat mangkrak cukup lama akibat kasus korupsi yang mendera-nya. Skandal korupsi tersebut telah menyeret bebeberapa tokoh setempat ke hadapan penegak hukum hingga ke meja hijau dan balik jeruji di tahun 2013, dengan indikasi kerugian negara mencapai Rp. 7,7 Milyar Rupiah, dana parahnya lagi, selama dipersidangan terungkap bahwa bangunan yang sudah dibangun tidak layak untuk dipergunakan karena telah terjadi penyimpangan proyek.

Sangat disayangkan, Islamic center yang seyogyanya dibangun dengan salah satu fungsinya adalah sebagai pusat pembinaan umat namun justru proses pembangunannya diwarnai oleh praktek prakterk yang tidak menunjukkan akhlak yang mulia oleh beberapa oknum yang terlibat dalam proses pembangunannya. Kawasan Proyek pembangunan yang tak kunjung usai ini cukup lama terbengkalai dan menjadi tempat perbuatan yang tak pantas. Menyikapi hal tersebut FPI Pelalawan sempat melayangkan permintaan pemagaran kawasan komplek tersebut kepada Bupati HM. Haris, untuk menghindari digunakannya areal tersebut sebagai tempat maksiat.

ditepian Jalan Lintas Timur Sumatera 

Masjid Agung Ulil Azmi dan Islamic Center Pelalawan Kini

Meski sempat cukup lama tebengkalai, salah satu bangunan dari Komplek Islamic Center ini kini terlihat berdiri megah di tepian ruas jalan lintas timur Sumatera, sementara bangunan pendukung lainnya termasuk gedung Islamic centernya masih belum jelas kelanjutannya. Di awal tahun 2016, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, H Iswadi M Yazid LC kembali angkat bicara soal-soal kondisi dan rencana kelanjutan pembangunan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre sebagai Ikon Religi dan urat nadi keagamaan di Pelalawan. Pemkab Pelalawan diminta fokus untuk menjadikan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre sebagai ikon religi dan urat nadi keagamaan di Pelalawan.

Karena berbicara Masjid Agung kita berbicara lambang dan simbol. Tentunya kita berharap permasalahan pengeras suara yang lebih besar di luar dari yang di dalam, masuknya orang ke masjid menuju toilet hingga penyalahgunaan Islamic Centre oleh sejumlah pihak tidak terjadi lagi. Ditambahkan H Iswadi, ke depannya Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre diharapkan dapat dibangun dengan sesegera mungkin.

Secara tekhnis memang urusan administratif Masjid Ulul Azmi masih dipegang Pemkab Pelalawan namun tetap memberi kesempatan pihak-pihak terkait untuk ikut mengembangkan Masjid terutama soal mengimarah dan memakmurkan Masjid. Namun pihak MUI berharap Pemkab fokus ke fisik bangunan dan tetap memberi kesempatan kepada pihak-pihak lain dalam pengembangan Masjid Agung Ulul Azmi.

Masih di awal tahun 2016, Masjid Ulul Azmi disemarakkan dengan perhelatan yang diselenggarakan oleh TNI, Polri bersama Pemprov Riau, Pemkab Pemko Pekanbaru, Pemkab Kampar dan Pemkot Pelalawan dengan sebuah acara Tabligh Akbar bertajuk “Menangkal ISIS dan Radikalisme di Ranah Melayu”, dengan pemateri Ust. Abdurrahman Ayyub dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Ust. Maududi abdullah. Selain di Masjid Ulil Azmi, acara yang sama juga di gelar di Masjid An-Nur Pekanbaru dan Masjid Islamic Center Kabupaten Kampar.***

-------------------------------

Referensi


Sunday, August 7, 2016

Islamic Center Tanggamus

Masjid Nurul Faizin di komplek Islamic Center Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tanggamus adalah salah satu kabupaten di Propinsi Lampung. Nama Kabupaten Tanggamus diambil dari nama Gunung Tanggamus yang berada di jantung wilayah kabupaten ini. Ibu kota kabupaten Tanggamus berada di Kota Agung Pusat. Kabupaten Tanggamus berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997, tanggal 21 Maret 1997. setelah sebelumnya merupakan wilayah kerja Pembantu Bupati Lampung Selatan Wilayah Kota Agung yang berkedudukan di Kota Agung.

Kabupaten Tanggamus memiliki sebuah komplek Islamic Center yang berada di Kota Agung, sehingga seringkali disebut dengan nama Islamic Center Kota Agung. di dalam komplek Islamic Center ini dilengkapi dengan bangunan masjid, gedung serba guna dan bangunan pendukung lainnya termasuk juga RSUD kabupaten Tanggamus juga di berada di komplek yang sama.

Lokasi Islamic Center Tanggamus
Jl. Soekarno Hatta Komplek Islamic Centre Kotaagung,Kab.Tanggamus, 35384
Lampung, Tanggamus


Islamic Center Kabupaten Tanggamus ini berada di Kota Agung, di lokasi tak jauh dari RSUD Kabupaten Tanggamus, namun cukup jauh dari fasilitas publik lainnya. Lokasinya cukup sepi, jauh dari perkampungan. Dari Taman Kota Agung jaraknya sekitar 2 km, ke arah timur. Persis sebelum Pantai Terbaya dari arah Kota Agung, ada jalan masuk kek kiri dan di atasnya juga da Gapura bertuliskan Islamic Center Tanggamus.

Jalan masuk Islamic Center berupa jalan dua jalur yang sudah diaspal bagus, dan di kanan kirinya masih banyak kebun-kebun yang cukup rimbun pohonnya, dengan mayoritas tanaman berupa coklat dan pepaya serta kelapa. Lahan di sekitar lokasi ini sudah mulai dibuka dan ditawarkan per kavling oleh pemiliknya.

Masjid Nurul Faizin sebelum di renovasi

Masjid di Komplek Islamic Center Kota Agung Tanggamus ini diberi nama Masjid Nurul Faizin, selain masjid di komplek ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lain nya. Dari depan, Masjid Islamic Center Tanggamus ini, terlihat cukup kokoh dengan warna coklat dan juga putih kecoklatan. Bangunan masjidnya cukup mentereng dan juga kelihatan nyaman, hanya saja karena letaknya yang jauh pusat keramaian warga, masjid di komplek ini sepi jemaah dan perawatan.

Di tahun 2011 Masjid ini sempat mengalami perbaikan dan penataan kembali kawasan disekitarnya dengan dana dari Pemkab Tanggamus sebesar  Rp. 3 Milyar Rupiah. Perbaikan meliputi seluruh kerusakan bangunan serta penataan kembali  tata ruang kompleks Islamic Center, Kota Agung. Ditahun 2015 Komplek Islamic Center ini kembali di perbaiki sebagai bagian dari persiapan perhelatan MTQ ke 44 tingkat provinsi Lampung di selenggarakan di Kabupaten Tanggamus.

Di bulan April 2016 Islamic Center Kota Agung ini menjadi pusat dari perhelatan akbar Mutsabaqoh tilawatil qur’an (MTQ) ke 44 tingkat Provinsi Lampung. Selain Islamic Center, MTQ tersebut juga di helat di aula kodim, Gedung SMAN 2, Taman Kota, dan Masjid Al Islah. Sementara untuk asrama para kafilah, pelatih, pembina dan official sudah disiapkan di sekolah usaha perikanan menengah (SUPM) Kotaagung Barat, asrama Islamic centre, asrama kodim, asrama Polres, Gedung SLB, serta mes Pemda yang ada di kecamatan Gisting. Ajang tersebut di ikuti kafilah dari 14 kabupaten/kota se provinsi Lampung. ***

Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu

Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu di Kota Bengkulu

Masjid Raya Baitul Izzah merupakan masjid terbesar kedua di Bengkulu setelah Masjid Agung At-Taqwa di Kelurahan Anggut Atas. Masjid yang berdiri di simpang empat Padang Harapan Kota Bengkulu itu merupakan salah satu masjid yang selalu dipadati jamaah. Selain tempat beribadah umat Islam di Kota Bengkulu, masjid ini juga sekaligus tempat kegiatan keagaaman Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Lokasi dan Alamat Masjid Raya Baitul Izzah

Masjid Raya Baitul Izzah
Jl. Asahan Raya (Jl. Pembangunan), Padang Harapan
Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu, Indonesia
Koordinat Geografi : 3°49'16"S   102°17'14"E


Sejarah Masjid Raya Baitul Izzah

Masjid Raya Baitul Izzah pada awalnya di bangun tahun 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Bengkulu, Drs. A. Chalik, dibangun di atas lahan seluas 1225 m2 dengan nama Masjid Raya Bengkulu. Proses pembangunan Masjid selesai tahun 1979 dan diresmikan oleh wakil presiden RI ketika itu, H. Adam Malik. Tahun 1995 dilakukan pemugaran oleh Gubernur Drs. Aziz Ahmad dengan memeperluas menjadi 1600 m2. dan Sekaligus merubah nama dari Masjid Raya Bengkulu menjadi Masjid Baitul Izzah.

Presiden SBY Kamis 19 Oktober 2006 petang shalat Tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Baitul Izzah setelah sebelumnya melakukan berbuka puasa bersama dengan para gubernur se-Sumatera, dan para bupati se-Bengkulu serta para pejabat pemerintahan daerah lainnya. Acara buka puasa bersama berlangsung di Gedung Gubernuran Balai Raya Semarak. Usai berbuka puasa dan shalat Maghrib berjamaah, malam harinya Presiden dan Ibu Negara shalat Tarawih di Masjid Baitul Izzah bersama-sama dengan masyarakat Bengkulu.

Penjaga makam Nabi Muhammad, Sheikh Said Adam O-Agra dari Madinah pernah datang berkunjung ke Masjid Raya Baitul Izzah atas undangan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin, pada tanggal 28 September 2009 dalam rangka peringatan dua tahun gempa di Bengkulu yang terjadi pada 28 September 2007. Beliau datang ke Bengkulu ditemani oleh Syekh Ali Soleh Muhammad Ali Bin Ali Jaber, salah satu imam Masjid Nabawi.

Masjid Raya Baitul Izzah dan Islamic Center Bengkulu

Acara peringatan tersebut dilakukan dengan penyelenggaraan sholat ashar berjamaah yang di-imami oleh Syekh Ali Soleh Muhammad Ali Bin Ali Jaber. Sheikh Said Adam O-Agra tidak menjadi imam dalam sholat tersebut mengingat usianya yang sudah 88 tahun dan tidak kuat berdiri lama, Setelah sholat, Sheikh Said Adam O-Agra membagikan sajadah dari Madinah kepada masyarakat Bengkulu.

Masjid Raya Baitul Izzah juga dilengkapi dengan Gedung Islamic Center yang selesai dibangun Sabtu 6 Agustus 2011. Gedung Islamic Center berlantai dua dan mampu menampung 2000 jemaah. Bangunan Islamic Center yang baru tersebut dapat digunakan sebagai tempat pertemuan, pengajian, seminar dan lain lain sebagaimana dijelaskan oleh Imam Masjid Raya Baitul Izzah, Rusli M Daud.  Lantai satu bangunan yang menyatu dengan Masjid Baitul Izzah digunakan sebagai gedung serba guna, termasuk untuk acara pernikahan. Lantai dua untuk seminar agama, pengajian dan lain sebagainya.

Pembangunan Islamic Center tersebut juga bersamaan dengan pembenahan Masjid Raya Baitul Izzah. Sebelumnya pada tahun 1997 Masjid Raya Baitul Izzah sudah pernah direnovasi dengan menambah luas bangunan dari 25 x 25 meter menjadi 40 X 40 meter dengan kapasitas 2.500 jamaah. Kubah masjid diganti dari kubah biasa menjadi kubah yang megah tanpa menggunakan tiang tengah. Dinding dalam bagian atas dilukis ornamen yang bertuliskan Asmaul Husna atau 99 nama Allah SWT. Kedua dinding masjid sengaja terbuka, agar terasa sejuk karena Kota Bengkulu cuacanya cukup panas.

Masjid Raya Baitul Izzah mempunyai tiang bulat dan persegi empat serta pagar setinggi 1 M dari kaca dengan corak perpaduan Timur Tengah dan Indonesia. Masjid ini berlokasi di Bengkulu dan menjadi masjid Propinsi.

Referensi

wisatasejarah.wordpress.com - Sejarah Masjid Raya Baitul Izzah

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, August 6, 2016

Islamic Center Kabupaten Pesawaran

Masjid Islamic Center Arrayan, Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung

Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Kabupaten Pesawaran Beribukota di Gedong Tataan.

Kabupaten Pesawaran telah memiliki Islamic Center yang berada di lokasi strategis di pinggir jalan lintas tiga kabupaten yakni Pesawaran, Pringsewu dan Tanggamus. Karena lokasinya masjid ini menjadi persinggahan bagi umat Islam yang melakukan perjalanan dari berbagai kabupaten termasuk Lampung Barat, bahkan dari daerah lain di Sumatera yang melintasi Jalur lintas barat Sumatera, seperti Bengkulu. Letaknya yang persis berada di pinggir jalan raya menyebabkan masjid ini pas untuk ikon daerah Pesawaran.

Lokasi Islamic Center Pesawaran
Jl. Ahmad Yani, Pesawaran, Kecamatan Gedung Tataan
Kabupaten Pesawaran, Lampung


Islamic Center Kabupaten Pesawaran diberi nama Islamic Center Arrayan, dibangun dengan dana APBD sebesar Rp. 28 Milyar Rupiah. Masjid dalam komplek Islamic Center ini mampu menampung 3000 jemaah. Islamic center ini mulai dibuka secara resmi oleh Bupati Pesawaran bersamaan dengan acara peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh ribuan Jemaah dari seluruh desa dan kecamatan di kabupaten Pesawaran.

Sedangkan upacara peresmian Islamic center pesawaran dilaksanakan pada hari Jum’at 13 Maret 2015 oleh Menteri dalam negeri, Tjahyo Kumolo, didampingi oleh Lampung - Ridho Ficardo, Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra, Bupati Lamsel Rycko Menoza dan Kapolda Lampung Brigen Pol Heru Winarko. Peresmian ditandai dengan penandatanganan dokumen dan prasasti oleh mendagri dilanjutkan dengan pengguntingan pita peresmian gedung Islamic Center Masjid Arrayan.

Masjid Islamic Center Arrayan

Sejak diresmikan penggunaanya, Masjid Agung kebanggaan masyarakat Pesawaran itu, dijadikan pusat kegiatan bernuansa Islami selain menjadi tempat ibadah dan syiar Islam, masjid ini juga menjadi ikon kabupaten Pesawaran. Komplek Islamic Center ini juga digunakan sebagai  pemusatan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Di lokasi ini juga dipergunakan sebagai tempat Manasik bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah Haji dan umroh . Bupati Pesawaran menekankan upaya untuk memakmurkan Masjid ini bukan saja orang-orang dewasa, melainkan juga bisa digunakan untuk belajar Al Qur an bagi anak-anak mulai dari usia dini, remaja dan dewasa. Dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya.

Pekarangan komplek Islamic center ini yang cukup luas dengan ridangnya pepohonan menjadikan kawasan ini sebagai lokasi pavorit bagi warga sekitar untuk menikmati suasana sore hari bersama keluarga. Di lokasi ini hampir setiap sore ramai oleh warga yang bersantai disana termasuk beberapa anak anak yang asik bermain skate board.***

-------------------

Referensi


Artikel Terkait


Sunday, July 31, 2016

Islamic Center Sukadana

Islamic Center Sukadana Lampung Timur

Islamic Center Sukadana merupakan Islamic Center di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung di pulau Sumatera, lokasinya sekitar 80 KM dari Kota Bandar Lampung. Komplek Islamic Center ini memiliki dilengkapi dengan bangunan masjid, asrama haji, dan berbagai sarana pendukungnya. Islamic Centre kebanggaan masyarakat Kabupaten Lampung Timur itu dibangun dengan kondisi bentuk dan fasilitas yang cukup mewah, dibangun dengan dana APBD selama beberapa tahun anggaran sebesar Rp38,5 miliar pada areal sekitar 35 hektar.

Lokasi Islamic Center Sukadana
Jalan lintas timur sumatera Desa Muara Jaya
Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Provinsi Lampung, Indonesia


Hi. Irfan Nuranda Djafar,CES adalah tokoh pencetus berdirinya pusat kegiatan islam di Kabupaten Lampung Timur dan diwujudkan dimasa pimpinan Bupati Hi. Bahusin MS dengan menggunakan anggaran dana APBD Tahun 2002. Pembangunan Islamic Center pada Tahun 2002 dimulai dengan pembebasan lahan seluas 20 hektar yang berlokasi dijalan lintas timur sumatera Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Center dilakukan pada Tahun 2004 kemudian pada Tahun 2008 gedung Islamic Center diresmikan oleh Bupati Satono,SH,. SP  sebagai pusat kegiatan dan ikon Kabupaten Lampung Timur. Lokasi Islamic Center ini dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Lampung Timur.


Melalui Peraturan Bupati Lampung Timur Nomor 14 tahun 2011 Islamic Center menjadi UPTD dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Timur. Gedung Islamic Center dibuka untuk masyarakat luas dan keberadaan Masjid Agung Baiturrohman Lampung Timur berada di lokasi Islamic Center menambah kemegahan Islamic Center untuk di jadikan andalan pariwisata religi Kabupaten Lampung Timur.

Dibangun di bekas area Lokalisasi

Berdirinya Islamic Center Lampung Timur ini menjadi kebahagian warga Lampung Timur. Pasalnya lokasi sebelum terbangun ini merupakan eks lokalisasi. Dengan berdirinya Islamic Centre menjadi prestasi tersendiri merubah daerah lokalisasi menjadi pusat peribadatan.***

Friday, July 29, 2016

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin Lampung Barat

Masjid Bintang Mas, Nama populer masjid yang berada di komplek Islamic Center Kabupaten Lampung Barat ini meskipun nama resminya adalah Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin.

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin yang berada di Kawasan Sekuting Terpadu Kecamatan Balik Bukit, kabupaten Lampung Barat. Telah menjadi Ikon Kabupaten Lampung Barat. Selain tempat pusat kegiatan agama yang mencakup Ibadah, Da'wah dan Ta'lim, Islamic Center Kabupaten Lampung Barat juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat terutama di waktu sore.

Lokasi Islamic Center Baitul Mukhlisin
Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit
Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung - Indonesia
Koordinat : -5.016960, 104.115707


Islamic Center Baitul Mukhlisin ini merupakan Islamic Center kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Bangunan masjid megah ini berarsitektur perpaduan antara ornamen Lampung dan arsitektur Arab. Berdiri di atas lahan seluas 13.5 hektar dengan luas bangunan masjid mencapai 4000 meter persegi, pembangunannya didanai APBD 2009-2010. Menghabiskan dana sekitar Rp. 33 Milyar. Masjid ini mampu menampung hingga 7200 jemaah sekaligus.

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin diresmikan oleh Gubernur Lampung Sjacroedin Z.P bersama sama dengan Bupati Lampung Barat - Mukhlis Basri, pada Hari Jum’at tanggal 7 Mei 2010. Setelah peresmian, kegiatan keagamaan yang pertama akan dilaksanakan adalah sholat Jum'at. Dilanjutkan keesokan harinya dengan Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-38 Tingkat Propinsi Lampung yang diikuti 14 kabupaten/kota se-Lampung. Pada saat diresmikan pembangunan tahap kedua masjid ini baru selesai 90 persen.

Susasana di dalam Masjid Bintang Mas saat tausiah Ustadz Arifin Ilham

Masjid megah ini juga disebut Masjid Bintang emas karena denah kubah limas masjid ini bila dilihat dari atas berbentuk seperti bintang dan diwarnai dengan warna emas, serta ornamen bulan bintang yang berada di bagian ujung kubah tersebut juga dilapisi emas, ada juga yang menyebutnya masjid Islamic center Balik Bukit karena berada di Kecamatan Balik Bukit, sementara lainnya menyebutnya sebagai Masjid Islamic Center Sekuting karena berada di Daerah Sekuting. Dan tentu saja anda akan dengan mudah menangkap kesamaan antara nama Belakang Masjid ini dengan nama depan Bupati Lampung Barat yang memprakarsai pembangunan masjid ini.

Arsitektur Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin

Ciri khas Lampung terlihat pada bentuk atap masjid yang mengadopsi ciri rumah adat Lampung dan selaras dengan bentuk Gunung Pesagi yang terdapat di Kabupaten Lampung Barat. Elemen ukiran kirai rumah adat Lampung mewarnai masjid ini termasuk kaca patri yang mengadopsi ornamen kain tapis serta pertemuan kolom dan balok yang dilengkapi ornamen paguk adat Lampung. Di halaman masjid ini ada sembilan tugu batu tinggi besar yang merupakan simbol sembilan wali penyebar agama Islam di Indonesia. Ruang utama masjid ini berukuran 33 x 33 meter merupakan simbol jumlah zikir.

Ruang utama masjid ini benar benar terasa lega dengan atapnya yang begitu tinggi dan tidak ada satu tiang pun di tengah ruangan. Arsitektur modern tampak jelas begitu dimaksimalkan dalam pembangunan masjid ini. Material bangunan Masjid Islamic Center tersebut dipilih dari batu marmer Lampung dan andesit yang mempercantik ruang dan meminimalisir biaya perawatan. Struktur bangunan masjid juga mengacu pada konsep bangunan tahan gempa yang memperhitungkan gaya lateral dan vertikal beban.

Interior masjid Bintang Mas

Masjid ini memiliki beberapa ruang fungsional seperti ruang sekretariat, perpustakaan, dan ruang pertemuan. Di halaman juga terdapat plaza yang dapat difungsikan sebagai arena pelatihan manasik haji dan berbagai aktivitas keagamaan. Masjid Islamic Center ini dibangun sebagai bentuk interpretasi cita-cita dan keinginan leluhur masyarakat Lampung Barat yang telah lama mendambakan gedung yang dapat menampung berbagai kegiatan sosial keagamaan.

Tabligh Akbar Ustadz Arifin Ilham

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Barat ke-24 Tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengadakan Pengajian Akbar / Tabligh Akbar Bersama Ustadz KH. Arifin Ilham di Masjid Islamic Center, Kawasan Sekuting Terpadu Kabupaten Lampung Barat pada hari Kamis, 01 Oktober 2015 Pukul 12.30.

Pemberangkatan Jemaah Caloh Haji

Sejak diresmikan tahun 2010 Islamic Center Baitul Mukhlisin menjadi tempat keberangkatan calon jemaah haji dari kabupaten Lampung Barat. Pada musim haji tahun 2010 sebanyak 330 Calon Jemaah Haji Kabupaten Lampung Barat yang tergabung dalam Kelompok Terbang Kloter 16 akan diberangkatkan ke Tanah Suci bersama 55 CJH Lampung Utara dan 65 CJH Kota Bandar Lampung . CJH Lampung Barat akan diberangkatan dari Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin pada Kamis tanggal 21 Oktober 2010 pukul 21.00 Wib menuju Asrama Haji Rajabasa di Bandar Lampung.***