Showing posts with label masjid di kabupaten pelalawan. Show all posts
Showing posts with label masjid di kabupaten pelalawan. Show all posts

Sunday, August 14, 2016

Masjid Raya Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci

Masjid Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci

Masjid Al-Muttaqin berada di Jalan Raya Lintas Timur Sumatra, di Kecamatan Pangkalan Kerinci, ibukota Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pembangunan masjid ini di danai oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), salah satu pabrik kertas terbesar di Indonesia, berlokasi di daerah ini. Pembangunan masjid ini sebagai peran RAPP dalam kehidupan masyarakat Pangkalan Kerinci dan Kabupaten Pelalawan pada umumnya.

Oleh karena letaknya yang strategis di sisi jalur lintas Sumatra, Masjid Al- Muttaqin sering kali menjadi tempat persinggahan pelancong, baik untuk menunaikan shalat fardhu maupun untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Lokasi Masjid Al-Muttaqin
Jl. Lintas Timur Pangkalan Kerinci - Kerinci
Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau
Indonesia


Masjid Al-Muttaqin berada di pusat keramian Pangkalan Kerinci, berdiri megah di sebelah Gedung Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci. Kini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Masjid Al-Muttaqin diresmikan tahun 2000 dengan luas bangunan 2000 meter persegi diatas lahan seluas 10.000 meter persegi dengan daya tampung hingga 2.500 jemaah sekaligus.

Masjid Besar Al-Muttaqin Pangkalan Kerinci ini setidaknya menggabungkan tiga gaya arsitektur sekaligus. Menara nya dibangun mirip dengan menara masjid Nabawi di Madinah dengan ukuran yang lebih kecil, Atap nya mengadaptasi atap bersusun khas Nusantara, dan di ujung tertinggi atapnya menggunakan Kubah bawang khas dinasti Mughal India.

Interior Masjid Al-Muttaqin

Kubah bawang juga ditempatkan di tiga bangunan beranda di tiga sisi bangunan masjid ini, dengan ukuran yang lebih kecil dari kubah utama. Warna hijau mendominasi kubah kubah masjid ini beserta atapnya dengan pola geometris bewarna hijau muda. Empat menara masjid ini ditempatkan di empat penjuru masjid namun bukan berupa bangunan terpisah dari bangunan utama.

Kaligrafi Masjid Raya Pangkalan Kerinci Riau

Kaligrafi interior masjid timbul dengan bahan sponhard ketebalan 3 dan 5 mm Kaligrafi yang digunakan adalah jenis khat kufi dan sulus. Bidang-bidang hiasan kaligrafi interior masjid ini meliputi kaligrafi mihrab, kaligrafi mirip gerbang dibagian depan sebelah kiri dan kanan dan hiasan kaligrafi di sekeliling interior masjid bagian atas dengan khat sulus dan kufi dikombinasikan dengan kaligrafi asmaul husna dibagian bawah kaligrafi tersebut. Ornamen di dalam masjid ini juga menggunakan GRC dengan pola geometris menggunakan warna lembut di kombinasi dengan warna emas.*** 


Saturday, August 13, 2016

Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre Pelalawan

Masjid Ulul Azmi

Pelalawan merupakan salah satu Kabupaten di provinsi Riau. Kabupaten yang belum lama terbentuk namun menunjukkan perkembangan pembangunan yang cukup impresif. Termasuk pembangunan dibidang ke agamaan. Kabupaten Pelalawan beribukota di Pangkalan Kerinci, Kawasan yang dikembangkan menjadi pusat pemerintahan kabupaten termasuk pusat kegiatan aktivitas Islam di kabupaten tersebut dengan proyek pembangunan islamic Center di Pangkalan Kerinci.

Islamic center Kabupaten Palalawan sudah mulai dibangun sejak tahun 2007-2008 dengan anggaran proyek senilai Rp. 6,1 miliar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalanannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar. Pembangunan proyek pembangunan Islamic Center ini sudah dimulai sejak masa pemerintahan Bupati Asmun namun belum juga usai hingga masa pemerintahan bupati berikutnya, HM. Haris.


Terbengkalai akibat Skandal Korupsi

Proyek pembangunan Islamic Center Kabupaten Pelalawan ini sempat mangkrak cukup lama akibat kasus korupsi yang mendera-nya. Skandal korupsi tersebut telah menyeret bebeberapa tokoh setempat ke hadapan penegak hukum hingga ke meja hijau dan balik jeruji di tahun 2013, dengan indikasi kerugian negara mencapai Rp. 7,7 Milyar Rupiah, dana parahnya lagi, selama dipersidangan terungkap bahwa bangunan yang sudah dibangun tidak layak untuk dipergunakan karena telah terjadi penyimpangan proyek.

Sangat disayangkan, Islamic center yang seyogyanya dibangun dengan salah satu fungsinya adalah sebagai pusat pembinaan umat namun justru proses pembangunannya diwarnai oleh praktek prakterk yang tidak menunjukkan akhlak yang mulia oleh beberapa oknum yang terlibat dalam proses pembangunannya. Kawasan Proyek pembangunan yang tak kunjung usai ini cukup lama terbengkalai dan menjadi tempat perbuatan yang tak pantas. Menyikapi hal tersebut FPI Pelalawan sempat melayangkan permintaan pemagaran kawasan komplek tersebut kepada Bupati HM. Haris, untuk menghindari digunakannya areal tersebut sebagai tempat maksiat.

ditepian Jalan Lintas Timur Sumatera 

Masjid Agung Ulil Azmi dan Islamic Center Pelalawan Kini

Meski sempat cukup lama tebengkalai, salah satu bangunan dari Komplek Islamic Center ini kini terlihat berdiri megah di tepian ruas jalan lintas timur Sumatera, sementara bangunan pendukung lainnya termasuk gedung Islamic centernya masih belum jelas kelanjutannya. Di awal tahun 2016, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, H Iswadi M Yazid LC kembali angkat bicara soal-soal kondisi dan rencana kelanjutan pembangunan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre sebagai Ikon Religi dan urat nadi keagamaan di Pelalawan. Pemkab Pelalawan diminta fokus untuk menjadikan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre sebagai ikon religi dan urat nadi keagamaan di Pelalawan.

Karena berbicara Masjid Agung kita berbicara lambang dan simbol. Tentunya kita berharap permasalahan pengeras suara yang lebih besar di luar dari yang di dalam, masuknya orang ke masjid menuju toilet hingga penyalahgunaan Islamic Centre oleh sejumlah pihak tidak terjadi lagi. Ditambahkan H Iswadi, ke depannya Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre diharapkan dapat dibangun dengan sesegera mungkin.

Secara tekhnis memang urusan administratif Masjid Ulul Azmi masih dipegang Pemkab Pelalawan namun tetap memberi kesempatan pihak-pihak terkait untuk ikut mengembangkan Masjid terutama soal mengimarah dan memakmurkan Masjid. Namun pihak MUI berharap Pemkab fokus ke fisik bangunan dan tetap memberi kesempatan kepada pihak-pihak lain dalam pengembangan Masjid Agung Ulul Azmi.

Masih di awal tahun 2016, Masjid Ulul Azmi disemarakkan dengan perhelatan yang diselenggarakan oleh TNI, Polri bersama Pemprov Riau, Pemkab Pemko Pekanbaru, Pemkab Kampar dan Pemkot Pelalawan dengan sebuah acara Tabligh Akbar bertajuk “Menangkal ISIS dan Radikalisme di Ranah Melayu”, dengan pemateri Ust. Abdurrahman Ayyub dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Ust. Maududi abdullah. Selain di Masjid Ulil Azmi, acara yang sama juga di gelar di Masjid An-Nur Pekanbaru dan Masjid Islamic Center Kabupaten Kampar.***

-------------------------------

Referensi