Sunday, November 19, 2017

Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari Gunung Kidul

Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari, Gunung Kidul (foto from akun IG @hikari_shiro) 

Masjid Agung Al-Ikhlas Wonosari adalah masjid agung kabupaten Gunung Kidul yang berada di Wonosari selaku ibukota pusat administrasi kabupaten Gunung Kidul. Sebagai masjid agung kabupaten, masjid agung Al-Ikhlas ini berada di alun alun kabupaten Gunung Kidul. Berdekatan dengan kantor Bupati Gunung Kidul.

Masjid Agung Al-Ikhlas berada di sisi Barat laut alun alun Wonosari. sedangkan kantor Bupati berdiri di sisi timur laut alun alun. Seluruh bidang danah si sisi timur laut masjid ini menjadi lahan kantor Bupati, tidak seperti lahan di sisi barat laut alun alun yang tidak seluruhnya merupakan lahan untuk masjid namun juga terdapat beberapa bangunan lain.

Masjid Agung Al-Ikhlas
JL. Masjid, Kepek, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul
Daerah Istimewa Yogyakarta 55851



Berjejer dengan komplek masjid agung Al-Ikhlas ini ada Kantor Kementrian agama kabupaten Gunung Kidul dan Sekolah milik Muhammadiyah, serta perkantoran lainnya. Dibelakang masjid, juga terdapat Pondok Pesantren yang didirikan oleh (Alm.) Haji. Mohammad Hussein yang pernah menjabat sebagai Imam besar Masjid Agung Al Ikhlas.

Arsitektur masjid ini juga cukup menarik. meski dibangun berlantai dua namun tetap mempertahankan bentuk atap tajuk atau atap limas bersusun tiga yang merupakan ciri khas masjid masjid asli Indonesia dan Nusantara. dan bagian yang tak kalah unik dari masjid ini adalah ornament di puncak menaranya yang tak biasa.

Interior Masjid Agung Wonosari, Gunung Kidul.

Puncak menara masjid ini tidak menggunakan kubah namun menggunakan instalasi besi baja tahan karat yang membentuk denah segi delapan, di tempatkan di puncak menara. Dibagian bawah instalasi baja ini terdapat balkoni yang digunakan untuk menempatkan beberapa perangkat pengeras suara.

Sebagai Masjid Agung, Masjid ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman di kabupaten Gunung Kidul seperti pelaksanaan ibadah wajib maupun sunnah seperti Ibadah Jum’at, manasik haji, pengajian-pengajian, kursus-kursus agama Islam, perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, pusat kegiatan di bulan ramadhan, dan lain sebagainya.

Halaman masjid ini yang cukup luas juga seringkali dipergunakan warga untuk beragam aktivitas termasuk menjadi tempat pavorit para pedagang keliling. Anak anak sekolah juga seringkali memanfaatkan halaman masjid ini untuk kegiatan latihan Baris Berbari, Pramuka dan sebagainya.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, November 18, 2017

Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri

Masjid Tiban Wonokerso saat ini.

Masjid Tiban Wonokerso diyakini dibangun wali dan lebih dulu dari pada Masjid Agung Demak. Bahkan, masjid kuno itu disebut sebagai maket atau model awal Masjid Agung Demak. Masjid Tiban Wonokerso diperkirakan dibangun pada Tahun 1479 Masehi. Hal itu dapat dilihat dari tanda berupa bentuk penyu di bagian atas masjid yang dapat di artikan angka 1401 Saka atau sama dengan 1479 Masehi.

Warga dusun tidak ada yang tahu secara pasti siapa yang membangun masjid itu dan kapan dibangun. Pasalnya, masjid itu lebih dulu ada dari pada dusun. Dahulu kawasan masjid merupakan hutan belantara. Menurut cerita, Masjid Wonokerso kali pertama ditemukan Ki Ageng Tugu atau Tuhu Wono bersama pengikutnya, Ki Agung Serang dan Kiai Gozali, saat membuka hutan di wilayah Sembuyan (Wonogiri selatan).

Masjid Tiban Wonokerso
Dusun Tekil Kulon (Wonokerso ) RT 001/RW 005,
Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno
Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57673


Sejarah Lisan Masjid Tiban Wonokerso

Cerita yang berkembang, Masjid Tiban dibangun para wali. Saat itu wali diberi tugas Raja Demak untuk mencari kayu jati pilihan sebagai bahan baku saka guru Masjid Agung Demak. Saat itu Walisongo dipimpin Sunan Kalijaga menelusuri Bengawan Solo menuju Hutan Jati Donoloyo. Sesampainya di suatu tempat yang banyak ditumbuhi pohon jati Walisongo memutuskan untuk menghentikan pencarian. lantaran mereka meyakini itulah Hutan Jati Donloyo yang dimaksud.

Di situ mereka membangun sebuah masjid sebagai tempat beribadah sekaligus tempat bermalam. Namun setelah mengetahui ternyata kayu jati yang mereka cari tak jua ditemukan. Akhirnya Walisongo sadar bahwa tempat tersebut bukan hutan jati yang selama ini dicari. Sepakat mereka meninggalkan tempat itu berikut Masjidnya. Dan masjid yang mereka tinggalkan itulah yang diyakini sebagai Masjid Tiban Wonokerso dan kemudian ditemukan oleh Ki Ageng Tugu.

Dalam kaitannya dengan sejarah Kabupaten Wonogiri, disebutkan bahwa Raden Mas Said atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa pernah suatu saat bersembunyi di bawah kolong masjid ini dari kejaran tentara Belanda. Hal ini membuat penjajah Belanda yang mengejarnya merasa kehilangan jejak.

Arsitektur Masjid Tiban Wonokerso

Bangunan Masjid Tiban Wonokerso masih orisinil, bentuknya mirip seperti bangunan rumah panggung yang dianjang, namun menyerupai Masjid Agung Demak dengan ukuran 7,5 x 7,5 meter. Semua sambungan kayu menggunakan pasak kayu jati bukan paku besi. Keempat ompak yang merupakan soko guru, semua terbuat dari pokok kayu jati. Antara satu dengan lainnya berbeda, baik bentuk maupun karakter batang kayu serta ukurannya.

Interior Masjid Tiban Wonokerso.

Dalam ruangan Masjid Tiban Wonokerso, terdapat sebuah mimbar kayu jati tua dengan ukiran unik. Di sana-sini terdapat simbolisasi kebesaran Islam bintang Oktagonsegi delapan. Ukiran yang sama banyak ditemui di tiap sambungan kerangka masjid.

Bentuk Kubahnya sangat unik dan berbeda dengan Masjid pada umumnya, Masjid Tiban Wonokerso memiliki Kubah berbentuk mahkota raja yang terbuat dari tanah. Walaupun dari tanah, sampai saat ini Kubah Masjid tersebut belum menampakkan kerusakan, meski dimakan usia dan didera panas maupun hujan.

Masjid tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan dilindungi UU No. 11/2011 tentang Cagar Budaya. Hingga sekarang tempat ini tetapdipakai untuk sentra peribadahan kaum muslim di sekitarnya.

Perbaikan Masjid Tiban Wonokerso

Masjid berstruktur panggung itu pernah diperbaiki pihak berwenang. Satu dari empat saka guru atau tiang masjid sudah diganti kayu jati yang bentuknya serupa dengan saka guru aslinya. Bagian ventilasi atas juga ditambahi struktur kayu berkaca. Selain itu atap yang sebelumnya kayu jati diganti genting. Selebihnya seluruh bagian masjid masih asli, seperti mimbar dan dinding.

Pada 1982 dibangun struktur tambahan bagian depan yang sekarang berfungsi sebagai teras masjid. Sampai kini bagian dalam Masjid Tiban tetap bisa digunakan beribadah. Banyak jemaah dari berbagai daerah.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Sunday, November 12, 2017

Masjid Jamik Tiban Babussalam Probolinggo Peninggalan Syekh Maulana Ishaq

Masjid Tiban Babussalam Probolinggo

Masjid Tiban di Probolinggo ini dipercaya masyarakat setempat merupakan bangunan masjid tempat Syekh Maulana Ishaq melakukan Syiar Islam. Syech Maulana Ishaq, adalah ulama yang mengislamkan Samudera Pasai dan Blambangan, menikah dengan putri Raja Blambangan, Dewi Sekardadu. dari pernikahan itu lahir seorang putera, bernama Ainul Yaqin atau Raden Paku yang dikenal dengan gelar Sunan Giri.

Masjid ini juga dipercaya hadir begitu saja dan warga sekitarnya tidak ada yang tahu kapan masjid tersebut dibangun, tiba tiba sudah berdiri kokoh di lokasi tersebut, dan karena itu masjid ini disebut masjid tiban. diperkirakan masjid ini sudah ada sejak tahun 1600-an (abad ke 17).

Masjid ini bukan satu satunya yang disebut masyarakat setempat sebagai masjid tiban karena tidak tahu siapa dan kapan dibangunnya dan dipercaya hadir begitu saja, sekonyong konyong dan tiba tiba. Selain masjid ini ada banyak masjid lainnya yang juga disebut masjid Tiban seperti Masjid Tiban di Pasuruan, Masjid Tiban Pangkah (gresik), Masjid Sunan Bonang di desa Bonang, Masjid Tiban Gedongmulyo atau Masjid Tiban di pinggir Kali Bagan desa Gedongmulyo Kec. Lasem, dan lain lainnya.

Masjid Jami' Tiban Babussalam
Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Pilang
Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo
Jawa Timur 67212 Indonesia



Masjid Tiban Babussalam ini kini terdiri dari dua bangunan, yakni bangunan asli yang berada di sisi barat dan bangunan masjid baru di sisi timur yang dibangun kemudian. masing masing dua bangunan ini memiliki bentuk dan gaya arsitektur yang sama sekali berbeda.

Bangunan asli atau bangunan lama Masjid Tiban Babussalam ini berukuran 9 x 9 meter dan berbentuk masjid tradisional Nusantara dengan atap limas bersusun dengan tembok dinding dari batu paras, sedangkan bangunan baru yang berada di sebelah timurnya merupakan bangunan masjid dengan rancangan modern berukuran sekitar 900 meter persegi.

Masjid ini diyakini sebagai tempat Syekh Maulana Ishaq melakukan Syiar Islam, hingga ke Banyuwangi. Hingga kini bangunan lama Masjid selalu didatangi warga untuk melakukan wisata religi.

Masjid Tiban Babussalam Probolinggo

Rancangan Masjid Tiban Babussalam

Rancang bangun Masjid Tiban tersebut juga masih menggunakan cara-cara kuno, seperti tembok pada bagian atap, menggunakan batu padas putih dan tidak memakai paku logam melainkan dari paku kayu, untuk merakitkan kayu satu dengan kayu yang lain.

Penyangga dalam Masjid, menggunakan kayu jati berukuran 40 kali 40 senti meter, dan di atasnya ada beberapa ukiran sederhana dan ventilasi. Di belakang Masjid, ada sebuah batu lempeng yang berukuran besar. Konon, batu tersebut dibuat Syekh Maulana Ishak untuk berkhotbah menyebarkan agama Islam.

Selain itu, ada sebuah sumur tua dan tanaman yang ada di sekitar masjid bisa menyembuhkan segala macam penyakit, maka tak jarang banyak musyafir yang selalu berkunjung ke Masjid tersebut.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga




Saturday, November 11, 2017

Masjid Tegalsari, Cikal Bakal Islam di Ponorogo

Masjid Tegalsari di latar belakang, di bagian depan foto adalah gerbang menuju makam Kyai Muhammad Besari, disebelah barat masjid.

Masjid Tegalsari atau Masjid Kyai Muhammad Besari adalah salah satu obyek wisata religi di Kabupaten Ponorogo, terletak di RT. 01, RW. 01, Dukuh Gendol, Desa Tegalsari Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tepatnya,  terletak 10 km arah tenggara dari pusat kota  (Searah dengan jalur Pondok Pesantren Walisongo, Desa Ngabar, Kecamatan Siman dan Al-Mawadah, Desa Coper, Kecamatan Jetis).

Konon, masjid ini dipercaya sebagai masjid cikal bakal penyebaran Agama Islam di Bumi Reyog, Ponorogo, dan pernah dikunjungi mantan Presiden RI HM. Soeharto dan KH. Abdurahman Wachid. Masjid Tegalsari selesai dipugar dan diresmikan oleh Presiden RI Ke 2 HM. Soeharto pada 2 Maret 1978.

Masjid Tegalsari / Masjid Kyai Muhammad Besari
RT. 01, RW. 01, Dukuh Gendol, Desa Tegalsari
Kec. Jetis, Kab. Ponorogo, Jawa Timur


Masjid Tegalsari merupakan bagian dari cagar budaya di Kabupaten Ponorogo merupakan peninggalan Kyai Ageng Muhammad Besari di sekitar tahun 1760, beliau adalah seorang ulama’ yang konon merupakan keturunan ke sebelas Nabi Muhammad SAW. Banyak kyai yang tumbuh dan berkembang dari keturunan ini baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Seorang Pujangga Jawa yang masyhur Raden Ngabehi Ronggowarsito alias Bagus Burhan,  tokoh Pergerakan Nasional H.O.S. Cokroaminoto,  Paku Buwana II atau Sunan Kumbul, penguasa Kerajaan Kartasura, adalah deretan Alumni Pondok Tegalsari.

Warisan Unik di Masjid Tegalsari

Beberapa keunikan Masjid Jami Kyai Muhammad Besari  antara lain adalah Kubah masjid yang terbuat dari tanah liat (sejenis gerabah) yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang. Kubah ini menurut cerita pada jaman Belanda pernah di tembak berkali-kali namun tidak rusak sedikitpun.

Komplek masjid Tegalsari dari udara

Terdapat juga payung kebesaran, Batu Tangga peninggalan Kerajaan Majapahit berukuran 1 x 0,6 meter dan Ruang Pertemuan Dalem Njero yang  merupakan tempat peristirahatan Kyai Ageng Muhammad Besari yang berada di seberang jalan. Dalem Njero ini saat ini dimanfaatkan oleh Yayasan Tegalsari sebagai tempat untuk pertemuan rutin kegiatan yayasan.

Arsitektur Masjid Tegalsari

Secara arsitektural, masjid ini memiliki langgam Jawa kuno. Terdiri dari tiga bangunan yang saling berhimpit, berorientasi barat-rimur, bangunan masjid beratap tajug tumpang riga terletak paling barat. Di dalam masjid utama terdapat empat buah saka guru, 12 sakarawa, dan 24 saka pinggir penyangga atap tajug yang dipasang dengan sistem ceblokan.

Terdapat mimbar kayu berukir, yang sebetulnya merupakan replika dari mimbar asli yang telah rusak.  Mihrabnya merupakan sebuah ceruk yang dibingkai kayu ukiran dengan bentuk dan stilirasi dari kalarnakara.

Interior bangunan utama Masjid Tegalsari

Di sebelah rimur masjid terdapat pendopo beratap limasan. Di sebelah timur pendopo terdapat bangunan tambahan beratap kubah metal dengan proporsi sangat pendek. Bangunan tambahan ini termasuk bangunan yang dibuat atas dana bantuan dari Presiden Soeharto.

Bangunan kuno lainnya yang masih terjaga adalah rumah Kyai Ageng Besari, yang berada di depan masjid. Rumah itu dikenali sebagai rumah adat satu-satunya yang masih ada. Karena itulah, pemerintah setempat menetapkan kawasan ini sebagai obyek wisata religi.

Di komplek ini juga terdapat bangunan masjid putri di sebelah kanan masjid utama, juga terdapat tempat tinggal Ronggowarsito semasa jadi santri. Di sisi barat masjid terdapat makam keluarga besar Kyai Ageng Besari, Madrasah  Tsanawiyah dan madrasah Aliyah Ronggowarsito.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Sunday, November 5, 2017

Masjid Terapung Al-Alam Teluk Kendari

Masjid Terapung Al-Alam Teluk Kendari (foto by IG | @wintawidodo.gallery)

Masjid terapung yang tengah dalam proses penyelesaian ini adalah Masjid Al-Alam di kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Lokasi pembangunannya memang benar benar berada di tengah laut di tengah tengah Teluk Kendari. Masjid yang digadang gadang akan menjadi ikon baru kota Kendari ini Bahkan telah menjadi ikon sejak pembangunan masjid ini telah menunjukkan bentuknya.

Masjid Al Alam
Jalan Kendari, Teluk Kendari
Kota Kendari, Sulaaaawesi Tenggara
Indonesia


Saat ini progress pembangunan masjid ini telah mencapai sekitar 75% dan sudah mulai dipakai untuk aktivitas peribadatan dan menjadi salah satu ikon pavorit warga kota Palu terutama bagi kaum muda. Masjid ini resminya diberi nama Masjid Al-Alam, sesuai dengan nama Gubernur penggagas dan pembangun-nya.

Karena lokasinya yang berada di tengah tengah teluk Kendari, masjid ini dilengkapi dengan satu tuas jalan akses sekitar 1,6 km dari daratan Kota Kendari, ruas jalan yang cukup panjang untuk berolahraga di pagi atau sore hari sembari menikmati keindahan Teluk Kendari.

Masjid Terapung Al-Alam Teluk Kendari pada masa masa awal pembangunan (foto by IG | @syaibar)

Adapun nilai proyek pembangunan masjid ini memang cukup fantastis, sampai dengan pada saat diselenggarakannya Sholat subuh perdana di masjid ini, pembangunannya telah menghabiskan dana APBD sekitar Rp. 250 Milyar Rupiah, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Nur Alam pada sambutannya di acara tersebut.

Proyek pembangunan masjid ini di prakarsai oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam dimulai dengan pemancangan tiang pertama pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2010 yang lalu, dan mulai digunakan untuk aktivitas peribadatan dengan menggelar sholat subuh berjamaah di masjid ini pada tanggal 28 Mei 2017 yang lalu yang juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam, kita do’akan semoga pembangunannya cepat selesai ya.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Saturday, November 4, 2017

Masjid Agung Mujahidin Majenang  

Masjid Agung Mujahidin Majenang (foto by IG | @kotasidareja) 

Masjid Agung Majenang adalah masjid di kecamatan Majenang kabupaten Cilacap, lokasi masjid ini berada di Jl. Diponegoro, sisi sebelah barat alun alun Majenang, kurang lebih 200 meter dari pertigaan Tugu BRI dan 500 meter dari pertigaan SMP Diponegoro Majenang. Nama resmi masjid ini adalah Masjid Agung Mujahidin.

Masjid Agung Muhajidin Majenang
Jl. Diponegoro, Alun Alun Majenang
Desa Jenang, Kec. Majenang
Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53257



Letak masjidnya yang strategis, berada di pusat kota menyatu dengan Alun-Alun dan Kantor Kecamatan Majenang menjadi sangat cocok sebagai rest-area bagi para musyafir, dan memang setiap hari atau malam Masjid Mujahidin selalu ramai mejadi tempat persinggahan bus pariwisata khususnya meraka para pe-ziarah.
.
Hal tersebut mendukung maraknya para pelaku bisnis kuliner yang mendirikan tenda-tendanya di sekitar alun-alun dan Masjid. Mendekati hari lebaran biasanya Masjid Mujahidin akan lebih ramai lagi. Seperti kita ketahui, arus mudik menjelang lebaran pasti akan meningkat, dapat dipastikan akan singgah di masjid Mujahidin Majenang.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Sunday, October 29, 2017

Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit – Kalimantan Tengah

Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit

Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit merupakan sebagai masjid terbesar di kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sampit merupakan ibukota kabupaten Kota Waringin Timur (KOTIM) propinsi Kalimantan Tengah (KALTENG). Wilayah yang pernah tercabik cabik oleh pertikaian berbau SARA beberapa waktu lalu. Kini kota Sampit dan Kabupaten Kotim sedang menggeliat dalam proses percepatan pembangunan, salah satunya pembangunan Masjid Raya Islamic Center Sampit yang tidak saja menjadi pusat pengembangan Islam tapi bangunannya sendiri menjadi ikon baru bagi kota Sampit.

Lokasi Masjid Raya Sampit

Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit terletak di Jalan Sudirman KM 3.2 Sampit, Kabupaten Kota Waringin Timur, Propinsi Kalimantan Tengah. Lokasi Masjid agung ini berada di sekitar bundaran tugu peringatan tragedi tampit tahun 2000 silam. Tugu peringatan tragedi sampit di bundaran ini dibuat oleh suku Dayak dari kayu ulin yg diukir dan ditempatkan di tengah bundaran Jalan Jendral Sudirman yang menghubungkan Sampit Dengan Pangkalan Bun.

Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit
Jl. Jenderal Sudirman Km. 3.2, Mentawa Baru Hulu
Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur
Kalimantan Tengah 74312, Indonesia
Koordinat geografi 2° 32' 12.01" S  112° 54' 45.63" E



Pembangunan Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit

Pembangunan Masjid Raya ini diharapkan bisa menampung atau menjadi pusat pendidikan agama Islam bagi masyarakat Kotim. Karena sesuai program Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit sebagai wadah belajar bagi umat muslim di Kotim. Sebagaimana disampaikan oleh bupati Kotim Drs HM Wahyudi K Anwar.

Masjid Raya Sampit mulai dibangun pada tahun 2004 dimasa pemerintahan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah (Kalteng) Drs HM Wahyudi K Anwar. Dan diresmikan sendiri oleh beliau pada hari jumat 24 September 2010 di ahir masa jabatannya meskipun bangunan masjid ini belum selesai keseluruhan proses pembangunannanya.  Dalam acara peresmian Masjid Agung Wahyu Al-Hadi Sampit tersebut turut dimeriahkan oleh KH Zainudin MZ dan AA Gym serta penyanyi relegius Sulis.

Sampai tahun 2010 saat diresmikan proyek pembangunan masjid ini sudah menghabiskan dana sekitar 40 milyar rupiah. Dan masih membutuhkan dana tambahan lagi sekitar 8 milyar rupiah dari APBD Kotim tahun anggaran 2011 untuk menyelesaikan pembangunannya termasuk penambahan 2 tempat wudhu, pemasangan kusen jendela dan pintu yang di datangkan dari Jepara, Kaligrafi dan pengecatan. Proses tersebut mulai dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus dan selesai pada tangga 23 Desember 2011.

Referensi


Baca Juga


Saturday, October 28, 2017

Masjid Agung An-Nur Kota Batu

Masjid Agung An-Nur Kota Batu - Jawa Timur 

Masjid Agung An-Nur ini berada di kawasan wisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Masjid megah yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda ini dipuji oleh para wisatawan karena fasilitas fasilitasnya yang dinilai ramah wisatawan. Masjid Agung An-Nur didirikan tahun 1920 di atas tanah wakaf dan telah beberapa kali mengalami renovasi.
.
Beberapa fasilitasnya yang cukup mendapat appresiasi dari wisatawan diantaranya adalah Rest Area yang sengaja dibangun terpisah dari bangunan utama masjid sehingga mereka yang sedang beristirahat disana tidak mengganggu aktivitas peribadatan di ruangan utama masjid.

Masjid Agung An Nuur
Jl. Gajah Mada, Sisir, Kec. Batu
Kota Batu, Jawa Timur 65314


.
Masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas charge hape atau camera, berupa lemari dengan slot berukuran kecil berpintu cukup untuk meletakkan hape/atau kamera yang di charge dan kuncinya bisa dibawa kemana mana. ditambah lagi dengan fasilitas pemandian umum yang bersih dan nyaman. Asiknya lagi juga tersedia air hangat di pemandian di masjid ini.
.
Masjid Agung An-Nur Kota Batu ini berdiri di sebelah utara Alun Alun Kota Batu, dan terpisah sekitar 1.6 km dari kantor walikota Batu, maklum karena memang masjid dan alun alun kota Batu ini telah lebih dulu berdiri jauh sebelum kota batu diresmikan sebagai Daerah Otononom sebagai sebuah kota Mandiri.

Masjid Agung An-Nur di Malam Hari (foto IG @rudi_santoso.78)

Kota Batu dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Malang, yang kemudian ditetapkan menjadi kota administratif pada 6 Maret 1993. Pada tanggal 17 Oktober 2001, Batu ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang dengan Undang Undang No. 12/2001.

Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa. Kekaguman bangsa Belanda terhadap keindahan dan keelokan alam Batu membuat wilayah kota Batu disejajarkan dengan sebuah negara di Eropa yaitu Swiss dan dijuluki sebagai De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa.***

Referensi


Baca Juga


Sunday, October 22, 2017

Masjid Agung Al-Mabrur Ungaran

Masjid Agung Al-Mabrur Kabupaten Semarang di Ungaran (foto : IG | @ginanjartamtomo) 

Masjid Agung Al-Mabrur di Ungaran ini merupakan Masjid Agung bagi kabupaten Semarang. Lokasinya berada di Jl. A. Yani Ungaran Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya masjid ini dikenal dengan nama masjid IPHI.

Dibangun tahun 2010 di atas lahan seluas 1550 meter persegi dengan luas bangunan 3200 meter persegi. Sebagai masjid agung kabupaten Semarang masjid ini dibangun menghadap ke Alun Alun Kabupaten Semarang yang lebih dikenal dengan nama alun alun Asmara, berseberangan dengan rumah dinas Bupati Kabupaten Semarang.

Masjid Agung Al-Mabrur Ungaran
Jl. Ahmad Yani, Sidomulyo, Ungaran Timur
Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50514



Masjid Agung Al-Mabrur ini beserta Alun Alun Asmara-nya itu juga telah di tata ulang di tahun 2014 yang lalu. Salah satu bangunan yang ditambahkan adalah bangunan lengkungan yang berada di sisi kiri dan kanan Masjid Agung Al-Mabur Ungaran ini, lengkungan yang mirip dengan yang ada di MAJT kota Semarang.

Pentaan ulang kawasan alun alun tersebut memang ditujukan untuk memperindah alun alun dan Masjid Agung Al-Mabrur dan memberikan kenyamanan dan kebanggaan tersendiri bagi warga kabupaten Semarang. Proyek penataan tersebut menghabiskan dana APBD sekitar Rp. 1.3 Milyar Rupiah.

Interior Masjid Agung Al-Mabrur Ungaran (foto; IG | @galih_ps)

Sebagai masjid agung kabupaten, masjid Agung Al-Mabrur di Ungaran ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman tingkat kabupaten Semarang. salah satu acara yang cukup menarik di masjid ini adalah diselenggarakannya acara Khitmul Qur’an Kebangsaan pada peringatan kemerdekaan Indonesia ke 72 yang lalu.

Masjid Agung Al-Mabrur juga menyelenggarakan pendidikan untuk anak anak melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an di masjid ini yang mengajarkan baca tulis Al-Qur’an untuk anak anak, tersedia juga kelas untuk penghafal Al-Qur’an. (dari berbagai sumber).

Baca Juga


Saturday, October 21, 2017

Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas

Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kabupaten Kapuas (foto dari IG @seputarmasjid)
Masjid Agung Al Mukarram Amanah merupakan masjid terbesar segaligus termegah di Kota Kapuas ibukota Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Terletak di jantung kota, tepatnya di Jalan Tambun Bungai, masjid ini dapat menampung hingga kurang lebih lima ribuan jemaah. Bangunan ini berarsitektur perpaduan gaya modern dan klasik, pada beberapa bagian bangunan dilengkapi  dengan interior dan aksesoris indah.

Masjid Agung Al-Mukarram Amanah sudah berdiri sejak tahun 1990 diatas lahan seluas 25.554 meter persegi berstatus SHM dengan luas bangunan awal 300 meter persegi. Namun bangunan masjid megah yang kini berdiri merupakan hasil pembangunan tahun 2012.

Masjid Agung Al-Mukarram Amanah
Jl. Tambun Bungai RT. 36 Kelurahan Selat Tengah
Kecamatan Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas
Kalimantan Tengah 73516



Lokasi masjid agung yang lama lokasinya berada di pelataran luas di depan bangunan Masjid agung saat ini, bangunan tersebut digunakan masyarakat muslim Kapuas sejak tahun 1990 hingga tahun 2012. Hingga awal tahun 2012 komplek masjid agung ini tampak sepasang masjid kembar karena bangunan masjid lama masih berdiri dan bangunan baru yang lebih besar sudah hampir selesai.

Menjelang bulan suci Romadhon 1433H/2012 Proses pembangunan masjid Al-Mukarram Amanah yang baru sudah mendekati penyelesaian dan sudah layak untuk digunakan, bangunan masjid yang lama di robohkan, dan di tahun 1433H/2012 untuk pertama kali ummat Islam Kapuas mulai menikmati sholat Tarawih hingga sholat Idul Fitri pertama di Masjid Agung yang baru tersebut. Pada hari Jum'at, 27 Juli 2012 masjid ini resmi digunakan untuk shalat Jum'at pertama di bulan Ramadhan 1433 H / 2012 M. 

Aktivitas Masjid Agung Al-Mukarram Amanah

Sebagai masjid agung kabupaten, Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman di kabupaten tersebut termasuk menjadi pusat penyelenggaraan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha yang dihadiri oleh para pejabat tingkat kabupaten hingga provinsi bersama dengan ribuan masyarakat muslim setempat.

Interior Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kapuas

Seperti yang dilaksanakan pada sholat Idul Fitri 1438H yang lalu yang jatuh pada tanggal 25 Juni 2017 dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib H Said Ismail Balghaits yang juga bertindak sebagai khatib, serta Kabag Kesra Pemda Kabupaten Kapuas, H Junaidi yang turut menyampaikan sambutan mewakili Bupati Kapuas.

Salah satu keunggulan masjid ini pada saat adzan waktu sholat berkumandang, suara adzannya disiarkan secara langsung via radio masjid Agung Al Mukarram Amanah Kapuas FM dengan frekuensi sendiri.

Masjid Berprestasi

Di tahun 2016 yang lalu Masjid Agung Al-Mukarram Amanah kabupaten Kapuas meraih prestasi predikat terbaik pertama dalam ajang lomba Masjid Percontohan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Dan meraih juara kedua masjid percontohan untuk tingkat nasional.

Masjid Agung Al-Mukarram Amanah saat sedang dibangun, di latar depan adalah bangunan masjid Agung yang lama, kini sudah dirobohkan dan menjadi halaman depan dan kolam.

Hal tersebut tak lepas dari peran pemerintah Kabupaten Kapuas yang memberikan dukungan untuk pembangunan bidang keagamaan di Kabupaten Kapuas, kabupaten yang mempunyai motto sebagai kota AIR (Aman Indah Ramah) yang memiliki semboyan Tingang Menteng Pananjung Tarung (berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat).

Selain bangunannya yang megah dan berprestasi tingkat nasional, masjid ini juga tak pernah sepi Jemaah di setiap waktu sholat tiba, apalagi selama bulan suci romadhon yang Jemaah tarawihnya tetap padat hingga ke penghujung bulan suci. Sholat Tarawih di masjid ini dilaksanakan 11 roka’at.

Seperti masjid masjid lainnya, selama bulan suci Romadhon Masjid Agung Al-Mukarram Amanah ini juga menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama, Salat Tarawih, tadarus Alquran, qiyamul lail pada malam ganjil, pesantren Ramadan dan kultum tarawih. Acara ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan puasa.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga