Showing posts with label Masjid di Nusatenggara. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Nusatenggara. Show all posts

Saturday, July 10, 2021

Masjid Jami' Al Umari Kelayu, Lombok Timur

Masjid Jami' Al Umari, Kelayu, Selong, Lombok Timur.

Masjid Jami’ Al Umari adalah masjid Jami’ yang berada di Desa Kelayu, keamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dibangun dengan dana swadaya masyarakat setempat dibawah bimbingan dari TGH Umar, yang namanya kini juga di abadikan menjadi nama jalan yang melintas di depan masjid ini.

Bangunan masjid ini cukup megah, dibangun empat lantai, lantai dasar nya digunakan sebagai area penunjang kegiatan masjid termasuk area tempat wudhu, tolet dan kamar mandi serta Perpustakaan dan kantor pengurus masjid. Masjid ini juga dilengkapi dengan bangunan menara tunggal yang tinggi menjulang hingga 50 meter.

Masjid Jami’ Al Umari
Jalan TGH Umar Kelayu, kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, NTB

   

Ruang sholat utama berada di lantai dua tempat mimbar dan mihrab berada, lantai tiga dan empat juga digunakan sebagai ruang sholat dengan area void (terbuka) di sisi depan ruanganan sehingga jemaah dilantai atas dapat melihat langsung ke area mihrab dan mimbar di lantai dua. 

Sejarah Pembangunan Masjid Jami’ Al Umari 

Masjid Jami’ Al Umari disebut sebut telah ada sejak masa ahir kerajaan Islam Selaparang, dibangun pertama kali oleh masyarakat dibawah bimbingan TGH Umar, pembangunan masjid ini pun dilokasi tanah milik TGH Umar yang diwakafkan untuk pembangunan masjid. 

Pada awalnya pembangunan masjid ini dibangun sederhana diatas lahan yang lebih tinggi dari permukaan jalan. Bangunan awalnya dari kayu dengan dinding dari anyaman bambu, beratap daun dengan lantai tanah yang dipadatkan. 

Masjid Jami' Al Umari, Kelayu, Selong, Lombok Timur.

Untuk keperluan berwudhu dibuatkan kolam persegi panjang yang letaknya lebih rendah dari lantai masjid. . Perbaikan kemudian dilakukan sekitar dua puluh tahun sejak pertama kali dibangun, dengan mengganti dinding bangunan dengan tembok dan lantai masjid mulai dilapis dengan keramik lantai. 

Pembangunan selanjutnya di tahun 1970-an dengan memperluas bangunan masjid dengan menambahkan ruang depan masjid dan lantai masjid saat itu masih lebih tinggi dari jalan raya sehingga dibuatkan tangga akses ke masjid dari jalan raya. 

Pembangunan kembali masjid ini dilakukan di antara tahun 2000 hingga 2015 hingga ke bentuknya saat ini. Penambahan ukuran dilakukan dengan menambahkan lantai masjid  bertingkat empat untuk mengakomodir kebutuhan ruang yang lebih besar, dan sebuah menara dibangun untuk mengumandangkan azan hingga menggaung ke seantero kawasan sekitarnya.*** 

-----------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Rujukan


Baca Juga

Sunday, June 2, 2019

Masjid Agung Baiturrahman Dompu

Masjid Agung Kabupaten Dompu. Papan nama masjid ini jelas tertulis Masjid Agung Baiturrahman, namun di peta google map ditandai dengan nama Masjid Raya Baiturrahman.

Kabupaten Dompu, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ibukotanya berada di kecamatan Dompu. Kabupaten ini berada di bagian tengah Pulau Sumbawa. Wilayahnya seluas 2.321,55 km² dan jumlah penduduknya sekitar 218.000 jiwa. Kabupaten Dompu berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa dan Teluk Saleh di barat, Kabupaten Bima di utara dan timur serta Samudera Hindia di selatan.

Dompu terkenal sebagai penghasil susu kuda liar dan madu. Selain itu Dompu juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan keragaman genetik hewan penghasil daging misalnya kerbau rawa atau kerbau lumpur (sahe dalam bahasa Dompu). Budaya masyarakat Dompu sangat dekat dengan Kabupaten Bima, Meskipun terdapat sedikit perbedaan dari logat dan bahasanya.
                                                                     
Masjid Agung Baiturrahman Dompu dari sisi timur.
Merujuk kepada situs kementerian agama, Masjid Agung Baiturrahman Dompu ini pertama kali dibangun tahun 1952 di atas lahan seluas 6000 meter persegi dengan status tanah SHM, sedangkan luas bangunan masjid nya sendiri seluas 1250 meter persegi. Masjid Agung Baiturrahman Dompu merupakan masjid yang mengalami perpindahan dan perubahan bentuk selama 4 kali mulai sejak berdirinya sampai dengan sekarang ini.

Masjid Agung Baiturrahman Dompu berdiri megah di lokasi yang sangat strategis, Gerbang utamanya menghadap ke ruas jalan Jendral Sudirman di sisi sebelah utara Masjid, terdapat gerbang lainnya menghadap ke jalan di sisi sebelah timur yang juga dilengkapi dengan pelataran dan taman yang cukup luas. Masjid juga menyediakan pintu akses kecil dari sisi selatan yang mengarah ke ruas jalan KH. Ahmad Dahlan di Kelurahan Karijawa, kecamatan Dompu.

Masjid Agung Baiturrahman Dompu
Jl. . Jenderal Sudirman, Bada, Kecamtan Dompu
Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat 84213



Saat artikel ini ditulis, panorama di google street view masih menyajikan masjid ini dari rekaman kamera pada bulan Februari 2016 dengan pemandangan masjid yang belum selesai seluruhnya dari proses rehabilitasi. Sangat berbeda dengan bangunan masjid yang kini berdiri megah dengan balutan warna kuning emas nyaris diseluruh bagian bangunannya.

Pada awalnya Masjid Agung Baiturrahman Dompu ini hanya memiliki satu menara disisi timur laut bangunan utamanya. Kini masjid ini memiliki empat menara dengan tambahan tiga menara baru di masing masing empat penjuru atapnya. Menara lama tetap dipertahankan dengan sedikit perubahan dan menjadi menara utama.

Masjid ini juga dilengkapi dengan bangunan beranda baru di sisi timur bangunan menghadap ke taman. Diberanda ini ditempatkan jejeran anak tangga menuju ruang sholat utama di lantai dua masjid. Taman masjid ini juga mendapat sentuhan apik dengan dibangunnya sebuah air mancur sejajar dengan bangunan menara utama.

  

Bagian yang cukup unik dari masjid ini adalah kubahnya yang dibangun menyerupai buah labu, tidak seperti kebanyakan kubah masjid yang dibangun dengan bentuk kubah bawang polos. Warna kuning ke emasan membalut kubah masjid ini senada dengan bangunan utama dan menaranya. Satu kubah bawang berukuran lebih kecil bewarna kuning emas juga ditempatkan dipuncak menara utama.

Sebagai masjid agung kabupaten, masjid Agung Baiturrahman ini menjadi pusat aktivitas Islam di Kabupaten Dompu, mulai dari pelaksanaan sholat dua hari raya, pelaksanaan STQ tingkat kabupaten hingga pelaksanaan syukuran hari kemerdekaan Republik Indonesia juga dipusatkan di masjid Agung Baiturrahman ini.

Referensi



------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, May 25, 2019

Masjid Agung Praya, Lombok Tengah

Masjid Agung Praya (foto dari IG@sjulifri27)
Masjid Agung Praya adalah masjid agung kabupaten Lombok Tengah yang dibangun di Praya sebagai Ibukota kabupaten Lombok Tengah, provinsi Nusa Tenggara Barat. Masjid Agung Praya dibangun tahun 2000 dan berdaya tampung hingga sepuluh ribu jemaah sekaligus, menjadikannya sebagai salah satu masjid terbesar di Nusa Tenggara Barat.

Dari catatan sejarah yang dihimpun pengurus Masjid Agung, masjid terbesar di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu berdiri sejak 1979. Bangunannya kala itu, tidak sebesar seperti saat ini. Hanya berwujud mushola. Namun, lahannya cukup luas mencapai empat hektar. Lahan bangunan masjid kala itu adalah kebun tebu.


Berdirinya Masjid Agung, berawal dari kepemimpinan bupati Lalu Sri Gede, ayah Danrem 162/Wirabhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede. Saa itu, fokus program kerjanya adalah memperluas infrastruktur jalan di Kota Praya, pembangunan perkampungan dan sarana dan prasaran pendukung masyarakat.

Salah satunya, sarana rumah ibadah yaitu Masjid Agung. Lahan yang digunakan sendiri merupakan lahan milik pemerintah yang dikelola secara swadaya pengurus masjid kala itu. Hingga, seiring perkembangan waktu masjid berubah wujud. Perubahan terjadi sejak tampuk kepemimpinan Bupati HL Wiratmaja atau akrab disapa Miq Ngoh, tepatnya pada 2005.

Pada tahun itu, masjid tersebut dijadikan icon di Loteng sebagai masjid terbesar. Gelontoran anggaran dikucurkan pemerintahan Miq Ngoh. Termasuk sumbangan pihak ketiga dan masyarakat. Dasar pembangunan masjid telah diletakkan pemerintahan sebelumnya. Hingga sekarang, masjid itu berdiri kokoh.

Masjid Agung Praya (foto dari lomboksumbawa.travel)
Di tangan pemerintahan Bupati HM Suhaili, masjid direnovasi. Tepatnya Oktober 2014 lalu. Tidak tanggung-tanggung, Suhaili menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar lebih untuk mempercantik masjid ini. Dana ini, diperoleh dari sumbangan masyarakat Loteng, pihak ketiga, sumbangan sukarela PNS dan bantuan pemerintah melalui APBD sebesar Rp 2 miliar lebih.

Sebagai kekuatan yuridis dan menjadi catatan sejarah kemudian hari. Bupati HM Suhaili pun mengeluarkan surat keputusan (SK) kepengurusan Masjid Agung. Hingga dipilih Supardan menampuk posisi sebagai ketua yayasan. Sejak SK itu diterbitkan, Supardan pun bertekat wajah Masjid Agung harus berubah, dari suasana yang terkesan tidak terawat menjadi indah, asri dan nyaman.

Masjid Agung ini terlihat begitu megah, bermotif putih dan kombinasi biru tua di bagian kubahnya. Hamparan rumput di halamannya juga luas, dominasi warna putih di bagian dindingnya, menjadikan nuansa Masjid Agung ini begitu sejuk.

Interior Masjid Agung Praya, Lombok Tengah.

Kunjungan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo pernah singgah ke masjid ini untuk menunaikan sholat Jum’at pada bulan April 2015 yang lalu dalam rangkaian kunjungan kerja beliau di provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat itu beliau dalam perjalanan dinas untuk menghadiri peresmian Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Nusa Tenggara Barat.

MTQ Nasional ke XXVI di Masjid Agung Praya

Di bulan Agustus 2016 yang lalu, Masjid Agung Praya di Lombok Tengah ini menjadi salah satu venue pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional yang diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan tersebut tampil 24 qori dan qoriah per hari yang berasal dari berbagai daerah.

Pelaskanaan MTQ tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat dan terbilang sukses, lancar dan tertib. Cukup menarik bahwa pada pelaksanaan tersebut panitia sempat diminta tambahan pengeras suara dari masyarakat sekitar, dengan harapan, lantunan ayat-ayat Alquran yang dibacakan peserta MTQ terdengar dari jauh, khususnya warga lingkar Masjid Agung.***

Referensi


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga Masjid di NTB lainnya


Sunday, December 31, 2017

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua adalah Masjid Agung Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur, lokasinya berada di Kota Kecamatan Atambua, ibukota Kabupaten Belu, kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timur Leste.

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua ini dibangun pada tahun 1980 di atas lahan wakaf seluas 3590 meter persegi, dengan luas bangunan 391 meter persegi, terdaftar di simas kemenag dengan nomor ID masjid 01.2.19.04.10.000001

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua
Jl. Soekarno Atambua, Kec. Atambua Barat
Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur
Indonesia



Mesjid Agung Al-Mujahidin Atambua merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur dan menjadi pusat aktivitas ke Islaman di kabupaten Belu, seperti pelaksanaan sholat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta pelepasan dan penyambutan Jemaah haji kabupaten belu.

Perayaan hari hari besar Islam juga di pusatkan di masjid ini seperti perayaan tahun baru Islam yang dimeriahkan dengan acara jalan santai yang dimulai dari dan berahir di halaman masjid ini. .***

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Saturday, December 30, 2017

Masjid Agung Al Fatah Kalabahi

Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur

Masjid Agung Al-Fatah adalah masjid agung kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasinya berada di Jl. RA.Martini Teluk Mutiara Kalabahi. Kalabahi merupakan kota kecamatan ibukota Kabupaten Alor, di pulau Alor yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara Timur Leste.

Berdasarkan data dari simas kemenag Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1916. Luas bangunan masjidnya adalah 349 meter persegi dibangun di atas lahan wakaf seluas 1396 meter persegi dan berdaya tampung sekitar 800 jemaah, dengan nomor ID masjid 01.2.19.05.01.000001.

Masjid Agung Al Fatah
Jl. R. A. Kartini, Kalabahi
Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur
Indonesia



Masjid Agung Ak-Fatah Kalabahi ini berada di pertigaan ruas jalan R.A. Kartini dan Jalan D.I Panjaitan. Gerbang utama masjid menghadap ke jalan R.A. Kartini. merujuk kepada data kementrian agama RI yang menyebutkan bahwa masjid ini pertam kali dibangun tahun 1916, menunjukkan bahwa masjid Agung Al-Fatah Kalabahi termasuk masjid tua, di Nusa Tenggara.

Bangunan masjid yang cukup besar dan megah meski tanpa menara. Foto foto di google maps bulan Nopember 2017 menunjukkan bangunan masjid ini masih dalam tahap penyelesaian ahir proses renovasinya.***

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Sunday, November 13, 2016

Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa

Bangunan utama masjid Agung Nurul Huda Sumbawa ini dibangun dengan atap limas bersusun tiga seperti halnya masjid masjid kesultanan di tanah Jawa

Masjid Agung Nurul Huda merupakan masjid agung di kota Sumbawa Besar, ibukota Kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Masjid ini merupakan warisan dari masa kejayaan kesultanan Sumbawa. Pada masa-nya, selain sebagai masjid resmi kesultanan, Masjid Agung Nurul huda ini juga menjadi tempat penobatan para sultan yang berkuasa di kesultanan Sumbawa. Pada tanggal 5 April 2011, masjid Agung Nurul Huda kembali digunakan sebagai tempat penobatan Sultan Sumbawa setelah 70 tahun tertunda.

Sebagai masjd kesultanan, Masjid Agung Nurul Huda dibangun di dalam komplek istana (kraton) Dalam Loka Real Kesultanan Sumbawa. Lokasi masjid ini berada di sebelah barat bangunan istana, dan orientasi pembangunannya pun, pintu utama masjid ini yang berada di sisi timur lengkap dengan kanopi, menghadap ke arah Istana Dalam Loka Real, bukan menghadap ke jalan raya yang kini bernama Jalan Sudirman.

Bentuk bangunannya hampir sama dengan bentuk masjid masjid kesultanan di tanah air, berupa bangunan masjid tradisional Nusantara dengan atap limas bersusun tiga dengan lantai masjid ditinggikan dari permukaan tanah disekitarnya. Hanya saja Masjid Agung Nurul Huda dilengkapi dengan Menara Kembar yang mengapit bangunan utama di sisi barat. Bangunan Masjid Agung Nurul Huda ini di topang dengan sederet pilar pilar beton bundar yang membuatnya telihat sangat kokoh dan megah. Penggunaan bahan bahan kaca pada bangunan ini membuatnya terlihat lebih modern dibandingkan dengan kebanyakan bangunan masjid masjid kraton Nusantara lainnya. 

Masjid Agung Nurul Huda
Jl, Sudirman No. 28 Sumbawa Besar
Kab. Sumbawa. Prov. Nusa Tenggara Barat 84313
Telp : 0371 625199
Koordinat : 8°30'14.2"S 117°25'34.6"E / -8.503936, 117.426278


Penobatan Sultan Muhammad Kaharuddin  IV.

Daeng Muhammad Abdurahman Kaharuddin sudah dikukuhkan sebagai Putra mahkota kesultanan Sumbawa pada tanggal 5 April 1941, namun baru dinobatkan sebagai Sultan Sumbawa pada hari Selasa tanggal 5 April 2011 dengan gelar Sultan Muhammad Kaharuddin  IV.

Dinobatkannya Sultan Muhammad Kaharuddin IV sebagai Sultan, menandai bangkitnya kembali kesultanan Sumbawa meski jabatan Sultan saat ini tidak lagi memangku jabatan politik seperti di masa lalu dan merupakan jabatan budaya yang bertugas sebagai penjaga pusaka budaya dan adat istiadat Sumbawa yang religius, meliputi wilayah kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Prosesi penobatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Drs. H. Mala Rahman, Gubernur NTB, Dr.TGH. Zainul Majdi, MA, Staf Ahli Menteri  Kebudayaan dan Pariwisata, Utoro Drajat, para pemangku Kesultanan dan kerajaan di Nusantara salah satunya adalah Gusti Kanjeng ratu (GKR) Hemas, Permaisuri Sultan Hamengkubuwono X, tokoh sipil dan militer pusat dan daerah serta  masyarakat Sumbawa.

Referensi


Saturday, November 12, 2016

Masjid Agung Al-Mujahidin Selong Lombok Timur

Masjid Kabupaten Lombok Timur

Masjid Agung Al-Mujahidin merupakan masjid agung kabupaten Lombok Timur, provinsi Nusa Tenggara Barat, Lokasi masjid ini berada di kecamatan Selong sehingga lebih dikenal dengan nama Masjid Al-Mujahidin Selong. Berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar dengan luas bangunan 1540 meter persegi masjid Agung Al-Mujahidin pertama kali dibangun tahun 1957 dengan satus tanah bersertifikat hak milik, berdaya tampung hingga 5000 jemaah sekaligus, dirancang oleh arsitek Ir. H. M. Aminolah.

Masjid Al-Mujahidin Selong
Jl. TGH Abdul Majid No.110, Sandubaya
Selong, Kabupaten Lombok Timur
Nusa Tenggara Barat 83611


Selain terkenal dengan wisata alamnya yang eksotis, Lombok pun tersohor dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Tercatat sedikitnya 5.400 masjid di pulau Lombok. Perbandingan yang cukup sepadan mengingat hampir 90 persen penduduk Lombok adalah pemeluk agama Islam. Masjid diberi nama Masjid Agung Al-Mujahidin sebagai penghormatan kepada pahlawan perjuangan kemerdekaan yang gugur di rumah pejuang 1945 saat melawan penjajah Belanda. Rumah tersebut berada tepat di depan masjid.

Bangunan masjid tampak sangat asri dengan paduan warna putih, ungu, dan oranye di tubuh bangunan dan hijau yang melapisi kubah. Bentuk bangunan yang menggunakan poia ceruk terbuka di beberapa bagian dan konstruksi tangga di sudut menjadi aksen apik untuk keseluruhan bangunan.

Masjid dilengkapi empat menara yang menyatu dengan bangunan dan menjulang tinggi mendampingi kubah utama. Bentuk menara tersebut senada dengan bangunan utama, menggunakan pola ceruk lowong dengan empat pola berbeda pada bagian tubuhnya. Tinggi menara 27 meter melambangkan ajakan untuk shalat berjamaah yang memiliki keutamaan 27 kali lipat daripada shalat sendiri.

Memasuki ruang utama, awalnya akan terasa sesak karena atap yang berasal dari lantai dua bangunan. Namun, saat menuju bagian depan ruang akan menjadi lapang karena plafon atap yang terbuka dengan lantai dua sebagai mezzanine. Pola ini memiliki makna filosofis sebuah perjalanan menuju Sang Khalik yang awalnya penuh perjuangan namun semakin mendekati tujuan akan semakin melegakan.

Masjid Agung Al-Mujahidin dengan empat menara dan kubah hijaunya

Mihrab masjid tampil cukup sederhana dengan ceruk berpola horizontal. Bentuk yang cukup unik mengingat pada umumnya masjid menggunakan pola vertikal meninggi pada bagian ceruk mihrab. Tampilan dalam masjid pun tampak minimalis. Dengan demikian, plafon yang mengikuti kubah utama dengan aksen geometris paduan warna putih, biru, dan kuning mendapat lebih banyak sorotan.

Masjid, yang merupakan ikon religi Kabupaten Lombok Timur, ini digunakan sebagai sarana ibadah sekaligus pusat sosialisasi masyarakat sekitar. Masjid ini pun kerap digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga karena terletak di kawasan taman kota.

Masjid Agung Al-Mujahidin Selong ini menjadi satu dari lima masjid yang mendapatkan program pemberian lampu warna warni untuk menampilkan keindahan dan kemegahanna di malam hari dari kementrian pariwisata. Hal tersebut sejalan dengan program provinsi NTB sebagai daerah tujuan wisata Halal. 

Referensi

simas.kemenag – masjid almujahidin
duniamasjid.islamic-center.or.id – masjid agung almujahidin


Sunday, November 6, 2016

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Lombok Barat

Dibangun oleh seorang pengusaha muslim untuk para Santri dan masyarakat muslim Lombok Barat, Masjid Al-Kautsari berdiri megah di tengah komplek Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunung Sari, Lombok Barat, NTB.

Masjid Agung AL - Kautsari Al - Aziziyah adalah masjid megah di dalam komplek lembaga pendidikan Islam Pondok Pesantren Aziziyah yang terletak di Desa Kapek Kabupaten Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunannya dilakukan sejak tahun 2001 dan diresmikan pada hari Ahad, 25 Maret 2007 oleh DR HM Bhakty Kasry selaku pimpinan PT. Pandu Siwi Sentosa, disaksikan oleh Tuan Guru Mustafa Umar, Ust M Arifin Ilham, Gubernur NTB, H Lalu Serinate dan Ketua DPRD NTB.

Di Ahir Bulan Juli hingga Agustus 2016 yang lalu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI, dan Kabupaten Lombok Barat mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan salah satu mata lomba bidang tahfidz. Pemkab Lombok Barat menetapkan dua lokasi yakni, Becingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat dan Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah di Pondok Pesantren Al-Aziziyah ini.

Masjid Agung AL - Kautsari Al - Aziziyah
Jl. Raya Tanjung, Gn. Sari,
Kabupaten Lombok Barat
Nusa Tenggara Barat 83351


Masjid Agung AL - Kautsari Al – Aziziyah dibangun tiga lantai dengan ukuran 56 x 21 meter, berkapasitas 200 jemaah, dilengkapi dengan dua menara dengan nuansa Masjidil Haram yang sangat kental. Sebagian besar dana untuk pembangunan masjid ini berasal dari Pimpinan PT Pandu Siwi Sentosa (PSS), DR HM Bhakty Kasry. Konon dana yang sudah dikeluarkan sekitar Rp 3.5 milyar.

Uniknya pembangunan masjid yang begini megah ternyata “di-arsiteki” langsung oleh (almarhum) Tuan Guru H. Musthafa Umar, pengasuh pondok pesantren ini. Beliau bukanlah seorang arsitek, dan masjid ini tidak memiliki cetak biru rancangannya. Beliau hanya menggambarkan bentuk masjid yang di-inginkan seperti ornamen bentuknya seperti ornamen Masjidil Haram.

Pusat Aktivitas Pondok Pesantren Al-Aziziyah

Masjid Al-Kautsar Mataram menjadi Jantungnya Pondok Al-Aziziyah, Masjid Al-Kautsar tidak saja digunakan untuk pelaksanaan ibadah mahdlah semata, melainkan juga berbagai aktivitas keilmuan, pembinaan bahasa santri dan kegiatan kemasyarakatan. Di sinilah kehidupan santri dan masyarakat Pesantren Al-Aziziyah berdetak. Dari masjid ini semua bermula, dan ke masjid ini semua kegiatan santri dan masyarakat bermuara.

Jantung Ponpes Al-Aziziyah. Selain sebagai pusat peribadatan, Masjid Al-Kautsari Al-Aziziyah ini menjadi pusat aktivitas rutin di Pondok Pesantren Al-Aziziyah.

Masjid ini tak pernah sepi dari kegiatan para santri yang berjumlah sekitar 1500 orang. Sejak dini, para santri dituntun agar hatinya senantiasa melekat kuat dengan masjid. Ia tidak saja sebagai simbol keagamaan, melainkan sarana yang paling kondusif untuk membina kepribadian santri dari segala dimensinya. Dari masjid semua aktivitas pendidikan dan pengajaran berangkat, khususnya pembinaan mental dan spiritual para

Satu jam sebelum azan Shubuh berkumandang, masjid ini telah riak dengan suara santri membaca Al-Qur’an. Mereka melakukan murajaah dari hafalan yang diperoleh sebelumnya. Tidak itu saja, mereka juga memanfaatkan waktu mustajabah itu untuk mempelajari pelajaran yang akan diajarkan di sekolah pagi harinya. Semua itu dilakukan setelah mereka melakukan shalat tahajjud dan ibadah sunnah lainnya. Sebagai jantung dari Pesantren Al-Aziziyah, sengaja masjid ini didesain untuk bisa menampung para santri dan masyarakat sekitar.

Referensi


Friday, June 24, 2016

Masjid Wuring Gaung Syiar Islam di Flores

Masjid Wuring diatara rumah rumah penduduk (panoramio)

Wuring adalah nama sebuah desa kecil di Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka di pulau Flores/ Merupakan desa nelayah yang berjarak sekitar 5 kilometer dari kota Maumere. Desa Wuring sangat terkenal dengan rumah-rumah panggungnya. Di desa wuring berdiri sebuah masjid tua benama Masjid Ar-Rahmat Hanya beberapa meter dari pelabuhan, Masjid ini satu satunya masjid yang ada di desa Wuring dan menjadi tumpuan bagi sekitar 4 ribu warga muslim di desa tersebut.

Masjid Ar-Rahmat Wuring
Desa Wuring, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka
Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Koordinat 8° 36' 3.68" S  122° 12' 8.38" E


Masjid Wuring pertama kali dibangun oleh Haji Pijung sekitar tahun 1800, Haji Pijung merupakan perantau dari Sulawesi Selatan sudah lama tinggal di Wuring bersama dengan para perantau dari suku Bajo, Bugis, dan Buton yang selain menjadi nelayan dan pedagang juga menyebarkan agama Islam di Kabupaten Sikka. Bangunan awal yang dibangun Haji Pijung merupakan sebuah Langgar (Mushola) yang menjadi cikal bakal Masjid Ar-Rahmat Wuring. Bangunan berukuran 10x10 meter dengan atap dari daun kelapa dan tiang penyangganya menggunakan kayu glondongan.

Masjid ini telah beberapa kali mengalami pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan tahun 1940 dengan mengganti dindingnya dengan dinding tembok permanen dan atap daunnya diganti dengan atap seng. Ukuran masjid diperluas tahun 1987 dengan menambahkan bangunan aula dibelakang masjid, mengubah ukuran masjid menjadi 17 meter baik panjang maupun lebarnya.

Masjid Ar-Rahmat, Nama Masjid ini, namun karena berada di Kampung Wuring maka lebih dikenal dengan nama Masjid Wuring.

Perbaikan terhadap masjid ini dilakukan paska gemba yang melanda daerah tersebut di tahun 1992. Meski tak merusak struktur bangunan, gempa tersebut telah merusak kubah masjid. Paska gempa kubah bulat tersebut diganti dengan atap limas seperti yang terlihat saat ini. Dan lantai masjid kemudian ditinggikan sekitar 30 cm karea air laut yang sering naik. Saat bencana gempa tersebut, masjid ini menjadi tempat pengungsian warga setempat karena Masjid ini satu-satunya tempat yang masih lancar pasokan air bersihnya dan listriknya tidak padam akibat gempa.

Renovasi kembali dilakukan di tahun 2007 dengan menambahkan empat buah tiang cor pada tiang penyangga masjid. Meski telah beberapa kali mengalami renovasi, desain bangunan masjid ini tetap sama seperti dulu. Sisa bangunan lama masih terlihat pada bagian jendela yang bercorak art deco era tahun 40-an hanya kacanya yang sudah diganti. Sumur di dalam areal shalat di shaf perempuan yang dulu dipakai mengambil air wudhu juga ditutup.

Selalu Dikunjungi


Kini Masjid Wuring melayani sekitar 4 ribu penduduk muslim desa Wuring dan mampu menampung lebih kurang 1.000 jamaah setiap shalat Jumat. Masjid ini menjadi satu-satunya tempat beribadah saat Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Bulan Ramadhan, ibadah sholat Jumat, dan kegiatan ibadah lainnya. Setiap sebulan sekali diadakan kegiatan rutin di Masjid AR Rahmat ini. Misalnya kegiatan pembinaan kerohanian untuk pemuda-pemudi Desa Wuring. Masjid ini juga sering dikunjungi oleh umat muslim dari kabupaten lain di NTT. Kini Masjid Ar-Rahmat mempunyai 1 imam dan 3 wakil imam serta 2 muadzin.

---------------------

Baca Juga


Wednesday, April 20, 2016

Islamic Center Mataram – Nusa Tenggara Barat

Islamic Center Mataram di malam hari

Sejak tahun 2014 yang lalu pemerintah provinsi NTB giat mempromosikan wisata religi di daerahnya termasuk dengan mempromsikan destinasi wisata masjid masjid kuno dan bersejarah serta tempat tempat perkembangan dan pendidikan Islam. Pemerintah daerah setempat juga mempromosikan destinasi destinasi wisata tersebut dengan merangkum semua informasi ke dalam satu buku. Seluruh aktivitas tersebut dipusatkan di Islamic Center Mataram yang telah menjadi landmark baru di pusat kota Mataram.

Propinsi NTB memang memiliki sejarah yang panjang tentang peradaban Islam salah satu destinasi yang sudah cukup dikenal adalah Masjid Kuno Bayan Belek yang tetap dipertahankan keasliannya hingga saat ini.  Selain masjid kuno Bayan Belek masih ada Masjid Tradisonal Masyarakat Pujut yang juga masih dipertahankan Keaslian nya.

Lokasi dan Alamat Islamic Center Mataram

Jalan Langko, kota Mataram, pulau Lombok
Propinsi Nusa Tenggara Barat.



Islamic Center Mataram mulai dibangun sejak masa kepemimpinan gubernur M. Zainul Majdi, rencana tersebut terealisasi pada tahun 2011 dan diresmikan pada 15 Desember 2013. Dengan dana pembangunan bersumber dari APBD dan dana CSR PT. Newmont. Dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut jalan Langko dan Udayana yang merupakan jalur utama, dibangun begitu megah dengan memadukan karakteristik bangunan tradisional Lombok dan Sumbawa.

Bangunan Islamic Center ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 nama nama Allah (Asma’ul Husna). Bangunan menara ini dibuka sebagai objek wisata untuk memandang wajah kota Mataram dari ketinggian baik saat siang maupun malam hari. Lokasinya yang strategis di pusat kota Mataram di Pulau Lombok yang selain sudah lama  terkenal sebagai tujuan wisata oleh turis mancanegara, pulau Lombok juga sudah lama terkenal sebagai pulau Seribu masjid, karena di pulau ini memang bertabur masjid masjid kuno hingga masjid masjid modern yang menawan. Sebutan tersebut juga mewakili suasana relijius masayarakat setempat.

Islamic Center Mataram di siang hari. Menara paling tinggi yang terpisah dari bangunan utama tersebut adalah menara 99 yang menjadi salah satu obyek wisata di pulau lombok

Selain sebagai penanda Kota Mataram, Islamic Center Mataram ini berfungsi sebagai pusat kebudayaan, wisata religi, pasar seni, dan aktivitas religius lainnya. Dalam upaya mempromosikan wisata religi yang berpusat di Islamic Center ini, pemerintah setempat mensinergikan sumber daya setempat termasuk memberdayakan para perajin garmen dan kayu cukli yang merupakan produk kerajinan unggulan di Kota Mataram agar mereka membuat berbagai pernak-pernik bertemakan Islamic Center. Seperti gantungan kunci, pulpen, baju kaus bergambar Islamic Center, batik sasak samawa mbojo (sasambo) bermotif Islamic Center, serta aksesoris lainnya. Kini Masjid Islamic Center Mataram ini merupakan bangunan Masjid terbesar dan termegah di propinsi Nusa Tenggara Barat.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga