Showing posts with label masjid masjid di perbatasan. Show all posts
Showing posts with label masjid masjid di perbatasan. Show all posts

Saturday, December 30, 2017

Masjid Agung Al Fatah Kalabahi

Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur

Masjid Agung Al-Fatah adalah masjid agung kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasinya berada di Jl. RA.Martini Teluk Mutiara Kalabahi. Kalabahi merupakan kota kecamatan ibukota Kabupaten Alor, di pulau Alor yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara Timur Leste.

Berdasarkan data dari simas kemenag Masjid ini pertama kali dibangun tahun 1916. Luas bangunan masjidnya adalah 349 meter persegi dibangun di atas lahan wakaf seluas 1396 meter persegi dan berdaya tampung sekitar 800 jemaah, dengan nomor ID masjid 01.2.19.05.01.000001.

Masjid Agung Al Fatah
Jl. R. A. Kartini, Kalabahi
Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur
Indonesia



Masjid Agung Ak-Fatah Kalabahi ini berada di pertigaan ruas jalan R.A. Kartini dan Jalan D.I Panjaitan. Gerbang utama masjid menghadap ke jalan R.A. Kartini. merujuk kepada data kementrian agama RI yang menyebutkan bahwa masjid ini pertam kali dibangun tahun 1916, menunjukkan bahwa masjid Agung Al-Fatah Kalabahi termasuk masjid tua, di Nusa Tenggara.

Bangunan masjid yang cukup besar dan megah meski tanpa menara. Foto foto di google maps bulan Nopember 2017 menunjukkan bangunan masjid ini masih dalam tahap penyelesaian ahir proses renovasinya.***

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Sunday, December 18, 2016

Masjid Al-Ishlah Arso IX Keerom

Berbentuk masjid masjid tradisional di pulau Jawa, masjid Al-Ishlah Arso IX ini merupakan salah satu dari masjid masjid serupa di kabupaten Keerom, provinsi Papua.

Keerom adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Republik Papua Nugini, bersama sama dengan kota Jayapura, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Boven Digoel dan kabupaten Merauke. Keerom juga merupakan wilayah kabupaten di provinsi Papua yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Pekembangan wilayah kabupaten ini salah satunya adalah keberhasilan program transmigrasi sejak masa pemerintahan mendiang Presiden Soeharto.

Terdapat tiga distrik di Kabupaten Keerom yang merupakan daerah penempatan trasnmigran antara tahun 1964 hingga tahun 2000 yaitu Distrik Arso 4.820 KK atau 20.033 jiwa, Skanto 3.309 KK atau 13.729 jiwa dan Distrik Senggi 330 KK atau 1.218 jiwa. Daerah asal para transmigran antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT (Flobamora).

Di tahun 2008 Bupati Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Drs Celsius Watae mendapat pengharagan dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) karena keberhasilannya dalam melakukan pendampingan kepada para eks transmigran di kabupaten tersebut.

Kabupaten Keerom merupakan wilayah pemekaran dari Jayapura. Berdasarkan undang-undang Nomor 26 Tahun 2002, Luas wilayahnya mencapai 9.365 kilometer persegi dengan 7 distrik yang masuk wilayah Kabupaten Keerom, yaitu Arso, Waris, Senggi, Skanto, Web, Arso Timur dan Towe. Sesuai dengan UU 26/2002, kabupaten Keerom beribukota di Waris, namun karena belum tersedianya infrastruktur yang memadai, roda pemerintahan kabupaten, dijalankan di Arso.

Zikir dan Sholawat di masjid Al-Ishlah Arso IX

Keerom memiliki banyak potensi, seperti pertanian yang menghasilkan padi, perkebunan dari kelapa sawit, peternakan di antaranya ayam, dan perikanan yang menghasilkan pendapatan ikan air tawar. Belum lagi buah merah, buah populer dari Papua dan hanya di Papua. Begitu pula dengan sarang tawon.

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, Masjid dan mushola dengan mudah dapat ditemukan di kabupaten Keerom. Salah satunya adalah Masjid Al-Ishlah Arso IX yang berada di kampong Intaimilyan Skanto. Salah satu kawasan yang berkembang melalui program transmigrasi.

Masjid Al-Ishlah Arso IX dibangun pertama kali tahun 1990 diatas tanah seluas 1000 meter persegi dan luas bangunan 600 meter persegi. Tanah tempat masjid ini berdiri berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM). Masjid Al-Ishlah juga sudah terdaftar di kementrian agama dengan nomor I.D. masjid 01.4.32.11.05.000008.

Masjid Al-ishlah Arso IX
Jl. Nusantara, UPT IX Kampung Intalmilyan
Disttrik Skanto, Kabupaten Keerom,
Kabupaten Keerom, Papua 99468, Indonesia


Para pengurus masjid dan mayoritas jamaahnya adalah para transmigran muslim dari luar Papua. Di malam Jum’at, praktis aktifitas masyarakat muslim di sini seperti terhenti. Aktivitas masjid ini cukup makmur termasuk penyelenggaraan pengajian dengan mengundang Ustadz dari Pulau Jawa seperti yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Agustus 2016.

Sekitar 500 jemaah begitu antusias dan berbondong-bondong mendatangi Masjid Al-Islah guna menghadiri pengajian, dzikir dan sholawat yang terselenggara atas kerjasama ta’mir Masjid Al-Islah dengan Majelis Ta’lim Al-Munawwarah Kabupaten Keerom dengan menghadirkan Gus Anom bin Syech Arifin bin Ali bin Hasan dari Sidoarjo Jawa Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kabupaten Keerom M. Markum, Dansatgas Yonmek 516/CY Letkol Inf.  Lukman Hakim dan Ketua MUI Kabuapten Keerom H. Nursalim.***

Tuesday, April 19, 2016

Islamic Center Nunukan Kaltara

Megah dan menjulang diantara pohon pohon bakai di tepian pantai pulau Nunukan
Islamic Center Nunukan ini resminya bernama Islamic Center Hidayatur Rahma (petunjuk dari Maha Pengasih), resmi digunakan pertama kali pada hari senin 30 November 2015, meski belum rampung 100%. Kegiatan yang pertama kalinya digelar di Islamic Center tersebut yaitu Kegiatan Zikir dan Tabligh Akbar yang diprakarsai oleh Majelis Dzikir Al-Inabah Nunukan dengan mengadirkan Dai dari Jakarta KH.Muhammad Sauqi MZ, putra dari Alamarhum KH. Zainuddin MZ Dai yang didekal dengan julukan Dai Sejuta Umat.

Lokasi Islamic Center Hidayatur Rahma Nunukan

Jl. Sungai Jepun, Kelurahan Mansapa
Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan
Propinsi Kalimantan Utara


Pusat kegiatan Islam yang menjadi kebanggaan masyarakat Nunukan ini posisinya berada persis di depan Kantor Bupati Nunukan, di Jalan Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Kabupaten Nunukan adalah kabupaten paling utara di propinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Perbatasan darat dengan Malaysia membentang di wilayah pulau Kalimantan dan pulau sebatik serta perbatasan peraian di sebelah utara pulau Nunukan. Kondisi geografis dan politis Nunukan yang juga sebagai ibukota Kabupaten Nunukan menjadikan pulau Nunukan sebagai gerbang utama perlintasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Utara.

Pengunaan Perdana Islamic Center yang diberi Nama Hidayatur Rahma hadiri Bupati Nunukan, Drs H Basri Msi, beserta Wakil Bupati Nunukan, Hj Asmah Gani, Unsur Pimpinan Komunikasi Daerah, Kepala-Kepala SKPD di Lingkungan Pemda Nunukan, serta ribuan masyarakat Nunukan. Selain itu turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan H.M.Shaberah berserta Istri dan para Pegawai di Lingkungan Kemenag Nunukan.

Tampak depan Islamic Center Nunukan

Termegah di perbatasan Negara

Islamic Center Nunukan ini dibagun sejak 2013 merupakan bagian dari program Gerbang Emas (Gerakan Membangun Ekonomi Aman dan Sejahtera) yang dicanangkan Pemkab Nunukan. Bangunan masjid nya yang merupakan bangunan utama di komplek ini mampu menampung hingga 8000 jemaah. Bangunan Islamic Center ini selain untuk melaksanakan sholat fardu, juga akan difungsikan sebagai wadah atau tempat kegiatan belajar mendalami ajaran agama dan kegiatan keislaman lainnya.

Untuk pendanaan bangunan Islamic center, Pemkab Nunukan mengucurkan dana dengan sistem pembiayaan multiyear dari APBD Nunukan tahun 2013 hingga tahun 2015, dan menghabiskan dana sedikitnya 300 milyar rupiah. Keseluruhan bangunan berdiri di atas lahan seluas 10 hektar. Bangunan Islamic Center Hidayatur Rahma Nunukan ini menjadi bangunan masjid termegah di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Pembangunan Islamic center tersebut adalah salah satu cita-cita pembentukan dari Forum Umat Islam Kabupaten Nunukan. Gagasannya berasal dari mantan Sekda Nunukan, H Zainuddin HZ dan mantan kepala Kantor Kemen-terian Agama Kabupaten Nunukan, Drs HAbu Ubaedah yang kala itu meminta FUI Nunukan untuk mengajukan proposal pembangunan Islamic center di Kabupaten Nunukan. Sejak 2009, FUI sudah mengajukan proposal  beberapa kali, namun karena terbentur dengan proses pembe-basan lahan, baru 2013 proposal disetujui. ***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga