Friday, May 31, 2013

Masjid Agung Brussels Dan Tiga Raja

::: Masjid Agung Brussles di taman Cinquantenaire Park :::

Masjid Agung Brussel - Belgia yang terletak di kawasan elit dalam taman Cinquantenaire Park kota Brussel dan tak jauh dari markas  besar Uni Eropa itu pada awalnya tidak diperuntukkan sebagai masjid melainkan sebagai paviliun pameran kebudayaan negeri negeri timur, selesai dibangun tahun 1879 dan setahun kemudian di digunakan sebagai gedung eksebisi nasional Belgia. Di tahun tersebut komunitas muslim Belgia belum lagi dikenal.

Organisasi Islam pertama di Belgia, Islamic and Cultural Centre Belgium, baru berdiri di tahun 1963 atau 84 tahun setelah gedung pameran tersebut selesai dibangun.  Pada awal pendiriannya Islamic and Cultural Center Belgium berkantor di gedung sewaan di kawasan sederhana kota Brussels, berkat bantuan dari kedutaan negara negara Islam di Brussels waktu itu.

Hadiah King Baudouin 

::: Pertemuan Raja Bedoin dan Raja Faisal di tahun 1963 :::
Di tahun 1967 Raja Saudi Arabia, Raja Faisal bin Abdul Aziz melakukan lawatan resmi ke Belgia dan Raja Belgia, Raja Baudouin menghadiahkan gedung pameran taman Cinquantenaire Park kota Brussels yang sudah lama kurang perawatan dan tak terpakai itu kepada Raja Faisal bin Abdul Aziz. Dan momen itulah yang menjadi pembuka jalan bagi pendirian masjid pertama di Belgia untuk mengakomodir kebutuhan ummat Islam Belgia yang saat itu sudah mulai berkembang, sekaligus sebagai pusat kebudayaan Islam di Brussels.

Atas perintah Raja, pemerintah Saudi Arabia kemudian memutuskan untuk mendanai sendiri seluruh biaya rekonstruksi bangunan tersebut untuk mengubahnya menjadi masjid dan pusat kebudayaan Islam pertama di Belgia. Namun takdir menentukan lain, tanggal 25 Maret 1975 Raja Faisal bin Abdul Aziz tewas ditembak oleh keponakannya sendiri Faisal bin Musa'id, yang baru saja kembali dari Amerika Serikat. Saudara Raja Faisal, Khalid bin Abdul Aziz kemudian naik tahta menggantikan beliau.

::: Peresmian Masjid Agung Brussels oleh Raja Khalid bin Abdul Aziz dan Raja bedoin di tahun 1974 :::
Setelah melalui masa yang begitu panjang, proses rekonstruksi dan di arsiteki oleh arsitek Tunisia Boubaker. Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam pertama di Belgia itu diresmikan  penggunaan nya di tahun 1978 oleh Raja Saudi Arabia penerus Raja Faisal, yaitu Raja Khalid bin Abdul Aziz dan Raja Belgia Raja Baudouin.

Kini, Masjid Agung Brussels dan Pusat Kebudayaan Islam Belgia setiap hari disesaki oleh para jemaah yang beribadah disana. Di bulan ramadhan dan dua hari besar Islam, masjid ini benar benar penuh sesak oleh jemaah hingga ke halaman masjid. Tenda tenda yang dipasang oleh pengurus masjid tak mampu untuk menampung jemaah yang ditaksir mencapai 7000 jemaah. Sangat kontradiktif dengan masa awal penggunaan masjid itu ditahun 1978 yang hanya di isi oleh tak lebih dari dua shaf jemaah setiap sholat fardhu.

::: Masjid Agung Brussels dari dekat :::
Perkembangan Islam di Belgia memang mengalami peningkatan tajam. Islam di Belgia sudah menjadi agama terbesar kedua di Belgia. Di tahun 2008 saja pemeluk agama Islam di Belgia diperkirakan mencapai 400 ribu jiwa. Muslim di kota Brussels sendiri sudah mencapai 17% dari total populasi ibukota Belgia itu. Menjadikannya salah satu kota dengan muslim terbanyak di Eropa. Sedangkan bangunan masjid tercatat sudah mencapai 350 masjid, 48 masjid diantaranya sudah di akui oleh Pemerintah, dan mendapatkan dana tahunan bagi aktivitas masjid termasuk gaji untuk para imam masjid yang ditanggung oleh Negara.

Raja Faisal bin Abdul Aziz memang sudah wafat di tahun 1975, Beliau bahkan tak sempat meresmikan masjid yang menjadi hadiah bagi dirinya dari sahabat beliau Raja Belgia Raja Baudouin. Namun jasa jasa beliau tak akan pernah dilupakan oleh muslim Belgia.



Tuesday, May 28, 2013

Sajadah Canggih, Menyala Ketika Menghadap Kiblat

Sajadah canggih ini akan sangat membantu muslim dimanapun untuk menemukan arah kiblat yang tepat. Sajadah hasil karya sebuah studio design di Inggris ini akan menyala pada saat mengarah persis ke kiblat.
Sebuah studio design di Inggris berhasil membuat prototipe sebuah sajadah canggih yang akan menyala pada saat diposisikan menghadap kiblat. Hasil penelitian selama empat tahun tersebut merupakan hasil karya SOPDS (Soner Ozenc Product Design Studio), terinspirasi dari kewajiban sholat lima waktu muslim seluruh dunia yang wajib menghadap ke kiblat di kota suci Mekah.

Produk yang baru diluncurkan dan belum diproduksi masal ini dapat dioperasikan dengan menggunakan sumber tenaga dari battery yang dapat di isi ulang atau disambungkan langsung ke sumber listrik saat digunakan. Sajadah ini disebut sebagai sebuah perpaduan antara teknoogi tinggi dan seni Islami, selain dapat dipakai sebagaimana fungsinya sebagai sajadah dapat juga digantung di tembok sebagai sebuah karya seni.

Sajadah temuan perusahaan tersebut diciptakan semirip mungkin dengan sajadah yang biasa dipakai oleh muslim seluruh dunia, tidak terlalu tebal, ringan dan mudah dibawa bawa. Digunakannya teknologi tinggi menghasilkan lembaran sajadah dengan warna hijau menyala berlatar warna hitam merefresentasikan ka’bah di kota Mekah.

Beberapa foto yang mereka pajang di akun facebook milik studio tersebut sudah menarik minat beberapa orang. Perusahaan tersebut sedang menggalang dana yang diperlukan guna mendanai proses produksi masal sajadah canggih tersebut. Di seluruh dunia ini ada lebih dari 1.6 Milyar ummat Islam dan tentu saja merupakan sebuah pasar yang sangat menggiurkan bagi pelaku bisnis, termasuk bagi SOPDS yang telah berhasil membuat Sajadah ini.

Sumber 

Monday, May 27, 2013

Kazakstan, Mengubah Kasino Menjadi Masjid

Rencana Masjid Baru Almaty yang dibangun di atas bekas Kasino

Sebuah bangunan masjid berukuran 6000m2 segera akan berdiri di bekas lokasi sebuah Kasino yang selama ini dikenal sebagai Zodiac Casino di pusat kota Almaty, bekas ibukota negara Republik Kazakhstan. Nantinya setelah selesai di lokasi yang tepat di persimpangan jalan Zhandosov dan Rozybakiyev tersebut akan berdiri sebuah masjid modern yang megah dengan kubah besar tunggal dan empat menaranya yang menjulang. 

Proyek pembangunan telah dimulai sejak bulan agustus 2012 dengan pembongkaran gedung bekas kasino tersebut serta penggalian pondasi. Proyek ini rencana-nya akan selesai dan dibuka secara resmi pada bulan April tahun 2014 mendatang, dan menyulap gedung yang selama ini menjadi pusat judi menjadi sebuah masjid baru dan menjadi salah satu pusat Islam di kota tersebut. Meski sejauh ini tidak ada informasi terkait besaran anggaran yang disediakan untuk proyek dimaksud.

Perkembangan pembangunan Masjid baru Almaty, sejak dari pembongkaran gedung kasino hingga penggalian pondasi.
Proyek pembangunan tersebut ditangani oleh Departemen Agama Islam Kazakhstan, Departemen Arsitektur dan Departemen Perencanaan Tata Kota Almaty. Rancangan Masjid ini Melihat gambar ilustrasi rancangannya, bentuk masjid tersebut didasarkan kepada seni arsitektural wilayah kaukasus yang mendominasi masjid masjid di Kazakstan dan negara negara kaukasus lainnya. Ditandai dengan kubah besar yang diletakkan di atas sebuah tabung dan menara menara tinggi yang ramping berdenah persegi delapan. 

Belum lama ini kota Almaty baru meresmikan empat masjid megah berukuran besar dengan kapasitas rata rata 3000 jemaah untuk memenuhi kebutuhan muslim setempat. Masjid baru ini akan menambah jumlah masjid di kota tersebut yang sebelumnya sudah ada setidaknya 34 masjid besar dan megah. 


Friday, May 17, 2013

Sepuluh Masjid Tertua di Bumi (Bagian 2)

Masjid tertua di bumi jilid-2

Bila dalam posting sebelumnya sudah dibahas lima masjid pertama di bumi dan semuanya berada di Jazirah Arab yakni 1. Baitullah di kota Mekah, 2. Masjidil Aqso di Al-Quds, Palestina, 3. Masjid Quba, 4. Masjid Nabawi dan 5. Masjid Qiblatain. Maka di postingan lanjutan ini dibahas lima masjid berikutnya yang dua diantaranya tidak berada di Jazirah Arab.

Fakta yang cukup mengejutkan bahwa dalam jejeran sepuluh masjid tertua di bumi terdapat dua masjid yang dibangun di luar Jazirah Arab pada masa Rosulullah S.A.W masih hidup. Dua masjid tersebut dibangun di India. Masing masing adalah Masjid Jami di Kota Kilakarai dan masjid Jami Cheraman di Kadungaloor. Sejarah yang sedikit orang menyadarinya, namun dari uji karbon terhadap material bangunan masjid Jami’ Cheraman membuktikan bahwa usia masjid tersebut memang lebih dari seribu tahun.
                               
6. Masjid Jami Kilakarai, India (628 Masehi)

Masjid Jami Kilakarai, masjid pertama dan tertua di India sekaligus masjid pertama diluar Jazirah Arabia
Masjid Jami Kilakarai di India pertama kali dibangun oleh para pedagang muslim Yaman dan pedagang arab yang menetap disana sejak sebelum Islam dan kemudian memeluk Islam. Pembangunan masjid tersebut dibangun saat Kilakarai dibawah kekuasaan kerajaa Pandiya atas perintah dari Baadhan atau Bazan Ibnu Sasan, Seorang Gubernur Yaman setelah mereka memeluk Islam (625-628M) pada masa Rosulullah S.A.W.

Masjid tersebut kemudian dibangun ulang di abad ke 11 paska perang sahid. Berdasarkan kepada sejarah pembangunannya, masjid ini menjadi masjid tertua di India sekaligus menjadi masjid pertama yang dibangun diluar jazirah Arab. Pada masa nya begitu banyak tokoh tokoh terkemuka muslim yang pernah mengunjungi masjid ini termasuk Bazan Ibnu Sasan sendiri.

Selain beliau mereka yang pernah berkunjung ke Masjid ini adalah Tamim Ibn zayd al ansari, Ibnu Batutah, Nagoor Abdul Cadir , ervadi Ibrahim Sahib, Sultan Murad dari Dinasti Usmaniyah (Turki) serta tokoh tokoh besar sejarah Islam lainnya. Ibnu Batutah dalam salah satu catatan perjalanannya mencatat “ini adalah tempat dimana kebanyakan pemukim Arab tinggal dan benar benar mengagumkan melihat mereka hidup layaknya di tanah Arab”.

7. Masjid Jawatha, Al-Kilabiyah, Saudi Arabia, (629 Masehi)

Masjid Al-Jawatha, disini Batu Hajar Aswad pernah disembumyikan selama 22 tahun setelah dicuri dari Ka'bah
Masjid Jawatha atau secara salah sering juga disebut sebagai Masjid Al-Jawana, berada di kampong Al-Kilabiyah sekitar 12 kilometer sebelah barat laut kota Hofuf, Al-Ahsa, Saudi Arabia. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di wilayah timur Jazirah Arabia dan sebagian besar bangunan aslinya kini sudah berupa reruntuhan dan puing, namun bagian bangunan yang masih utuh tetap digunakan oleh masyarakat setempat.

Masjid ini dibangun sekitar tahun ke 7 Hijriah (629Masehi) oleh suku Bani Abdul Qais yang memang sudah mendiami kawasan tersebut sejak era sebelum Islam. Masjid ini juga dipercaya sebagai masjid kedua dalam sejarah Islam yang dipakai untuk melaksanakan sholat Jum’at berjamaah setelah masjid Nabawi di Madinah.

Selain itu fakta yang lebih mengejutkan lagi bahwa masjid ini pernah digunakan oleh Qarmatian untuk menyimpan batu hajar Aswad yang dicurinya dari Ka’bah selama hampir 22 tahun. Sebagian besar struktur utama bangunan masjid ini sudah hilang termakan usia sedangkan sisanya terancam musnah bila tidak segera ditangani dengan baik. Sisa reruntuhan yang ada saat ini dipercaya oleh para ahli merupakan sisa dari bangunan abad ke 9 masehi.

8. Masjid Jami’ Cheraman, Kodungallur, India (629 H)

Masjid Jami Cheraman tertua kedua di India. Terkait dengan Saksi Mata terbelahnya bulan 
Masjid Jami’ Cheraman di Kangungallur, India, dipercaya merupakan masjid tertua kedua di India juga merupakan masjid kedua yang dibangun diluar jazirah arab setelah masjid Jami Kilakarai. Sejarah masjid jami’ ini berkaitan dengan riwayat salah satu mukjizat nabi Muhammad S.A.W yang membelah bulan. Adalah seorang raja yang berkuasa di kerajaan Chera, Kodungallur, India bernama Raja Cheraman perumal atau Chakrawati Farmas atau Rama Varma Kulashekhara yang suatu malam sedang menikmati indahnya bulan purnama tiba tiba dikagetkan dengan peristiwa terbelah nya bulan tersebut menjadi dua lalu bersatu kembali.

Beliau kemudian mencari tahu tentang hal tersebut sampai kemudian mendengar berita dari para pelaut muslim Arab yang ramai berdagang di disana bahwa hal tersebut merupakan Mukjizat dari Nabi Muhammad S.A.W. Raja Cheraman kemudian berangkat ke tanah Arab untuk menemui Nabi dan mengikrarkan dua kalimah syahadat langsung dihadapan Rosullallah disaksikan oleh beberapa sahabat termasuk Abu Bakar Sidik. Rama Varma Kulashekhara kemudian berganti nama menjadi Tajudin.

Dalam perjalanannya kembali ke India beliau di temani oleh Sahabat Malik Bin Dinar, namun Raja Cheraman ini wafat di Salalah di wilayah kesultanan Oman. Menjelang wafatnya beliau memberikan mandat kepada sahabat sahabat-nya untuk meneruskan perjalanan ke kerajaan nya di India dan mensyiarkan Islam disana. Almarhum Rama Varma Kulashekhara kemudian dimakamkan di Salalah, Oman, Makam beliau ramai diziarahi hingga kini dan dikenal sebagai “makamnya Raja India”.

Malik Bin Dinar dan Malik bin Habib bersama para sahabat lainnya yang kemudian membangun Masjid Jami Cheraman di Kodungalloor, tahun pembangunan masjid ini diperkirakan sekitar tahun 629M. dan menjadi masjid kedua yang digunakan untuk ibadah sholat Jum’at setelah Masjid Nabi di Madinah Al-Munawaroh.

9. Masjid Agung Kufa, Iraq (638 Masehi)

Masjid Agung Kufa di Iraq. Merujuk kepada tradisi Shiah, di Masjid ini Khalifah Ali Bin Abi Thalib Terbunuh saat menjadi imam sholat.
Masjid Agung Kufa atau The Great Mosque of Kufa, atau Masjid al-Kūfa, atau Masjid-al-Azam, atau Masjid AlKufa Al-Muazam. Adalah masjid yang berlokasi di Kufa, Iraq, merupakan salah satu masjid yang pertama dibangun dalam sejarah Islam. Di Masjid ini Khalifah ke empat Ali Bin Abi Thalib di tikam hingga tewas. Di masjid ini juga dimakamkan Ibnu Aqil yang merupakan keponakan dari Husen Bin Ali, sahabat Hani Ibnu Urwa dan Mukhtar Al-Thalaqafi.

Kufa berada sekitar 156 Km dari sebelah selatan kota Bagdad. Kota ini merupakan ibukota pemerintahan Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Masjid Agung Kufa merupakan bangunan pertama yang didirikan beliau di kota ini berikut kantor pemerintahan dan rumah dinas, namun faktanya beliau justru menolak tinggal di rumah dinas yang menurut beliau dibangun terlalu mewah dan lebih memilih tinggal di rumah sederhana tak jauh dari Masjid ini.

Masjid Agung Kufa telah mengalami beberapa kali restorasi oleh para penguasa disana sejak pertama dibangun. Dan kini masjid ini dapat dikenali dengan kubahnya yang berlapis emas dan menjadi salah satu masjid penting bagi muslim Shiah di seluruh dunia. Di masjid ini dapat ditemui beberapa mushola yang disebut sebut sebagai tempat sholatnya beberapa Nabi termasuk Nabi Nuh dan lainnya.

10. Masjid Agung Amru Bin Ash, Kairo, Mesir (640 Masehi)

Masjid Amru Bin Ash, Kairo - Mesir, tertua dan pertama di Afrika
Masjid Amru Bin Ash ini seringkali disebut oleh sejarawan arab abad pertengahan sebagai 'Taj Al-Jawami' atau 'Mahkotanya Masjid'. Meskipun bangunan masjid yang kini berdiri bukanlah bangunan asli yang dulu pertama kali dibangun oleh Amru Bin Ash tahun 641-642M namun perjalanan sejarahnya menjadikan masjid ini tak ternilai. Catatan sejarah juga menyebutkan bahwa pembangunan masjid ini juga melibatkan Al-Muqawqis yang merupakan keponakan dari Wali Mesir di masa kekuasaan Romawi dan kemudian masuk Islam. Beliau turut serta dalam proses perancangan masjid ini.

Mesjid ini berada di wilayah Fusthath dibagian kota tua Kairo. Di lokasi ini dulunya pada masa penyerbuan pasukan Amru bin Ash, beliau mendirikan tenda komando, Paska penaklukan Mesir, Amru bin Ash mendapat arahan dari Khalifah Umar untuk mendirikan pusat pemerintahan baru tak jauh dari kota Alexandria. Kota yang beliau dirikan tersebut diberi nama Misri Al- Fustat atau kota tenda, termasuk didalamnya pembangunan masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Amru bin Ash yang masih berdiri kokoh hingga kini. Kini di salah satu sudut masjid ini terdapat makam Abdullah, putra Amru bin Ash.

Kembali ke Bagian 1

Baca Juga


Sepuluh Masjid Tertua di Bumi (Bagian 1)

sepuluh masjid tertua di bumi jilid 1

Masjid sebagai tempat Ibadah ummat Islam, sejak masa awal Islam tidak saja berfungsi sebagai tempat menunaikan sholat tapi lebih dari itu juga merupakan pusat pengembangan umat. Saking pentingnya masjid, ketika Hijrah dari Mekah ke Madinah, bangunan pertama yang dibangun oleh rosulullah bukanlah tempat kediaman bagi dirinya tapi bangunan masjid.

Ada begitu banyak artikel di dunia maya yang membahas tentang sepuluh masjid tertua di dunia, namun dalam artikel berikut ini kami menyusun sepuluh masjid tertua tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Maka wajar bila ditemukan ketidaksamaan data dengan artikel artikel serupa yang sudah beredar sebelumnya di dunia maya. Tulisan ini saya bagi dalam dua bagian masing masing membahas lima masjid.

1. Baitullah di kota Makah

Masjidil Haram di kota Mekah, didalamnya terdapat bangunan Ka'bah
Masjidil Haram di Kota Mekah, Saudi Arabia merupakan masjid pertama kali ada di muka bumi. Hal ini di dasarkan kepada penjelasan Rosulallah S.A.W yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Masjid apakah yang pertama kali ada di muka bumi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Masjidil Haram.” Kemudian apa lagi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Masjid al-Aqsha.” Beliau ditanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Empat puluh tahun.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Di dalam Masjidil Haram terdapat bangunan Ka’bah yang menjadi kiblat ummat Islam diseluruh dunia, inilah sesungguhnya yang menjadi bangunan masjid pertama di muka bumi yang dimaksud dalam sabda Rosulullah S.A.W tersebut diatas sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 96 :,

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Kini, selain sebagai masjid tertua di muka bumi, Masjidil Haram juga menjadi masjid terbesar di muka bumi. Perluasan nya pun terus dilanjutkan oleh penguasa wilayah tersebut yang kini masuk ke dalam wilayah Kerajaan Saudi Arabia. Pembangunan pertama dilakukan tahun 638 setelah itu menyusul serentetan pembangunan, renovasi dan pengembangan hingga saat ini. Pembangunan besar besaran terhadap Masjidil Haram dilakukan pertamakali pada masa kekuasaan Dinasti Usmaniyah tahun 1571.
  
2. Masjidil Aqso di kota Al-Quds (Jerusalem) Palestina

Masjidil Aqso di Palestina, Kiblat pertama ummat Islam
Hal ini didasarkan kepada hadist yang sama seperti yang disebutkan di atas. Selain terkait dengan hadist tersebut. Masjidil aqso juga merupakan titik keberangkatan Rosulullah S.A.W dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian atau disekitar tahun 620-621 masehi. Peristiwa tersebut dijjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra (17) ayat 1 yang terjemahannya sebagai berikut :

Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjid Al-Haraam (di Makkah) ke Masjid Al-Aqsa (di Palestin), yang Kami berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Allah jualah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
(Al-Israa' 17:1).

Sejak saat itu Masjidil Aqso dijadikan kiblat ummat Islam sampai bulan ke 17 setelah nabi hijrah ke Madinah seiring turunnya perintah untuk berkiblat ke Ka’bah di kota mekah sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Baqoroh Ayat 2 yang turun saat rosulullah dan para sahabat tengah menjalankan sholat di Masjid Qiblatain.

Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan palingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. ( QS. Al-Baqarah (2) : 144 )

Ketka penaklukan Palestina oleh Khalifah Umar bin Khatab terhadap kekuasaan Romawi, bangunan masjidil Aqso hanya tersisa reruntuhannya saja. Khalifah Umar yang kemudian membangun kembali masjid tersebut berupa mushola kecil yang dikemudian hari dibangun kembali, diperluas dan diperindah oleh para Khalifah setelah beliau sampai ke bentuknya seperti hari ini

3. Masjid Quba (622 Masehi)

Masjid Quba, Masjid Pertama yang dibangun oleh Rosulullah S.A.W
Masjid Quba dibangun pada hari Senin, 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Saat itu Nabi dalam perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Dalam perjalanan hijrah, Nabi yang tiba di perkampungan Quba tinggal selama empat hari bersama Bani Amru bin Auf di rumah Kalthum bin Al Hadm.

Di hari pertama di perkampungan Quba, Nabi membangun masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pemimpinyang paling dicintai umat Islam. Nabi, seperti diriwayatkan As Syimus binti An Nu'man, memikul batu-bata sendiri sehingga bongkok tubuhnya.

Tubuh Nabi saat itu sampai penuh debu dan pasir. Tapi Nabi tidak mau para sahabat mengambil beban yang dibawanya. Ia meminta para sahabat agar membawa bahan-bahan bangunan yang lain. Setelah membangun masjid, Nabi mengimami
salat secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba.

Semasa hidupnya, Nabi selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Nabi wafat, para sahabat selalu menziarahi masjid ini dan melakukan salat di dalamnya. Masjid Quba merupakan bangunan masjid pertama yang dibangun oleh Rosulullah S.A.W.

4. Masjid Nabawi (622 Masehi)

Masjid Nabawi di Madinah, Disini Rosulullah dimakamkan.
pada awalnya Masjid Nabawi yang kini menjadi masjid terbesar dan termegah kedua di dunia setelah Masjidil Haram, hanya sebuah masjid sederhana yang dibangun dengan material tanah liat, bertiang pohon kurma dan beratap pelepah pohon kurma. Itu pun lantaran di lahan hadiah beberapa penduduk anshar itu terdapat banyak pohon kurma yang sudah tua. Pondasi masjid hanya berupa cetakan tanah liat yang ditumpuk-tumpuk. Nabi sendirilah yang memimpin pembangunan masjid itu sekitar tahun 622 masehi.

Masjid Nabawi memiliki arti yang teramat penting bagi ummat Islam. Makam dan bekas teratak rumah Rosullullah kini berada di dalam masjid ini. Masjid Nabawi juga merupakan Masjid Suci kedua Ummat Islam setelah Masjidil Haram. Perluasan Masjid Nabawi pertama kali dilaksanakan oleh Khalifah Umar ibn al-Khaththab dengan penambahan sebidang tanah di bagian utara. Selanjutnya, dilanjutkan semasa Utsman Ibn al-’Affan menjadi khalifah. Pembangunan tahap kedua ini berlangsung selama satu tahun (649-650 masehi).

Kemudian, pada masa Dinasti Umayyah berkuasa, Khalifah al-Walid memerintahkan para arsitek dan insinyur Arab melakukan perluasan dan restorasi. Di masa beliau juga untuk pertama kali masjid ini dilengkapi dengan menara. Pembangunan dan perluasan terus dilanjutkan oleh para penguasa disana hingga ke pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia yang hingga kini masih terus memperluas masjid ini ke arah timur dan barat daya.

5. Masjid Qiblatain (623 Masehi)

Masjid Qiblatain, Masjid dua kiblat
Dulunya masjid ini bernama Masjid Bani Salamah terletak di Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti Al Bara yang masjidditinggal mati keluarganya.

Ketika itu bulan Rajab bulan ke 17 setelah hijrah, Rasulullah shalat dhuhur di Masjid ini mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat dhuhur masih menghadap Baitul Maqdis, sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat yang direkam dalam Surah Albaqoroh Ayat 144. Beliau langsung berbalik arah kea rah Masjidil Haram dan di ikuti oleh seluruh jemaah.

Hingga kini masjid Qiblatain memiliki dua Mihrab. Satu mihrab menghadap ke Masjidil Aqso di Palestina dan Satu Mihrab lagi mengarah ke Ka’bah di Kota Mekah. Masjid tersebut pertama kali diperbaiki dan diperluas oleh Khalifah Umar Bin Khattab kemudian dilanjutkan oleh Kekhalifahan Usmaniah di Turki pada masa Sulan Suleiman hingga ke masa kerajaan Saudi Arabia saat ini.

Bersambung ke Bagian 2

Baca Juga


Monday, May 13, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-2)

Lima Masjid Inggris yang dulunya Gereja, lima masjid lainnya baca di posting sebelumnya

Maraknya penutupan gereja di Inggris yang dikenal sebagai tanahnya Saint George sebagai akibat sepi jemaah membuka peluang bagi muslim disana untuk mengubahnya menjadi masjid. Fakta yang terbalik antara jemaah gereja yang semakin sepi dengan jemaah masjid yang semakin membludak berakibat pada meingkatnya kebutuhan akan ruang sholat yang memadai bagi muslim disana.

Pemerintah Inggris beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan perubahan gereja tak terpakai menjadi masjid, mereka lebih mengarahkan bangunan bangunan tersebut untuk di ubah menjadi gedung gedung pusat bisnis dan lain sebagainya. namun sebelum aturan tersebut dikeluarkan sudah begitu banyak gereja tak terpakai tersebut yang berubah menjadi masjid. Lima Masjid sudah di ulas di posting sebelumnya dan berikut ini lima masjid berikutnya yang sebelumnya adalah bangunan gereja.

6. Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian

Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian
Wembley Central Masjid di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Dulunya merupakan sebuah gereja St Andrew's Presbyterian. Pencarian tempat ibadah yang cocok untuk muslim yang tingal di kawasan barat laut kota London sudah dimulai sejak tahun 1985 seiring dengan semakin membludaknya jemaah muslim disana. Tadinya peribadatan dilaksanakan di sebuah bangunan tuko tiga lantai di Harrowdene namun tak lagi memadai.

Pencarian berujung kepada Gereja St Andrew's Presbyterian yang sudah terbengkalai lebih dari 15 tahun. Bangunan tersebut yang kemudian dibeli oleh muslim setempat dengan dana dari hasil penjualan RUKO yang selama ini difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah sementara. Butuh waktu tiga tahun untuk merombak secara keseluruhan bangunan gereja tersebut menjadi sebuah masjid lengkap dengan kubah dan menaranya meski bentuk asli bangunan gereja-nya masih terlihat jelas. Lihat videonya di youtube.

7. Masjid Jami’ Essex dulunya Gereja United Reformed Church Southend

Essex Jamme Masjid Trust dulunya gereja United Reformed Church Southend
Essex Jamme Masjid Trust, sebelum dijadikan masjid sampai tahun 2006 merupakan sebuah gereja milik United Reformed Church Southend. Sejak tahun 2006 gereja tersebut tidak digunakan lagi karena sepi jemaah. Pengurusnya sempat berencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi sebuah apartemen namun gagasan tersebut ditolak oleh dewan kota.

Di bulan November 2008, muslim disana membeli komplek gereja tersebut seharga £850,215 pund sterling. Di dalam komplek tersebut tidak hanya bangungan gerejanya saja tapi berikut empat bangunan yang ada di dalam komplek tersebut. Dan bangunan gereja yang kala itu sudah berumur sekitar 107 tahun tersebut secara resmi berubah menjadi masjid setelah melalui serangkaian renovasi termasuk menambahkan tempat wudhu dan menara,

8. Masjid NWK Muslim Assembly dulunya merupakan Gereja Methodist

NWK Muslim Assembly dulunya adalah Gereja Methodist
Muslim yang tinggal di Dartford and Bexley , London dan bernaung dibawah organisasi North West Kent Muslim Association (NWK) sejak tahun 2008 lalu secara resmi menempati bekas bangunan gereja Methodis sebagai masjid mereka. Masjid NWK ini menjadi masjid pertama di kawasan Bexley’s kota London. Berdirinya masjid tersebut mengahiri masa pencaharian tempat ibadah yang refresentatif bagi muslim yang tinggal di dua kawasan tersebut yang sudah dilaksanakan lebih dari 20 tahun.

Managemen masjid ini mayoritas merupakan muslim keturunan Bangladesh, melayani lebih dari 10 ribu muslim yang tinggal disana. Masjid baru tersebut selain digunakan sebagai tempat sholat lima waktu juga menyelenggarakan sholat Jum’at berjama’ah serta sebagai community centre bagi muslim dua kawasan itu.

9. Al-Madina Jamia Masjid Oldham dulunya Gereja Trinity Wesleyan Methodist

Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist
Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist yang sepi jamaah. Gereja tersebut sempat berubah menjadi pabrik pakaian sampai kemudian di tahun1994 gedung tersebut dibeli oleh komunitas muslim setempat seharga £65,000 pund sterling dan di ubah menjadi Masjid.

Pada awalnya tempat ini hanya difungsikan sebagai sekolah Islam dan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai masjid karena mendapat pertentangan dari warga masyarakat setempat, penggunaannya pun dibatasi dengan Jam kerja. Izin penggunaan sebagai masjid baru keluar di tahun 1998 dan renovasi total pertama selesai dilaksanakan tahun 2002. Lihat videonya di youtube.

10.  Masjid Clitheroe dulunya adalah Gereja Mt. Zion Methodist  

Masjid Clitheroe dulunya adalah bangunan Gereja Methodist
Gereja Methodist Clitheroe sudah cukup lama tidak digunakan lagi dan setelah melalui perjuangan panjang, di tahun 2006 yang lalu muslim setempat mendapatkan izin penuh untuk menggunakan gedung tersebut sebagai masjid bagi muslim setempat, dengan catatan harus menyediakan tempat yang dapat digunakan untuk aktivitas lintas agama di dalam komplek masjid tersebut.

Bangunan Gereja Methodist tersebut awalnya dibangun tahun 1884 namun ditahun 1972 gereja tersebut menutup layanan jemaatnya dan digabungkan dengan the English Presbyterian church menjadi the United Reformed Church. Terbengkalai sejak tahun 1972. Ketika muslim setempat berencana mengubah gedung tersebut menjadi masjid, gelombang penolakan hingga pelecehan bermunculan. Namun dukungan deras justru mengalir dari berbagai kalangan non muslim termasuk kelompok Methodist dan pemeluk agama lainnya di kawasan tersebut yang ahirnya membuahkan hasil dengan keluarnya izin dari otorita setempat.

Kembali ke bagian-1

Saturday, May 11, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-1)

Limas Gereja di Inggris yang berubah menjadi Masjid

Merujuk kepada berbagai laporan media, disebutkan bahwa sejak tahun 1960 sudah ada sekitar 10 ribu gereja yang ditutup, termasuk diantaranya 8000 gereja Methodist, dan 1700 gereja Anglikan. Diperkirakan jumlah tersebut akan bertambah setidaknya 4 ribu akan menyusul tutup di tahun 2020 nanti. Data tersebut sangat kontras dengan pertumbuhan masjid di negara tersebut.

Saat ini saja sudah ada lebih dari 1700 masjid resmi di Inggris dan begitu banyak dari masjid masjid tersebut awalnya merupakan sebuah gereja. Jumlah tersebut belum ditambah dengan sekitar 2000 mushola serta ribuan masjid dan mushola tak resmi yang bertebaran di negara tersebut mulai dari garasi hingga ruang gedung yang disewa untuk keperluan tersebut. berikut 5 masjid diantaranya, 5 masjid berikutnya baca di posting berikutnya.

1. Masjid Zakariyya Bolton Bekas Gereja Komunitas Metodis

Masjid Jami' Zakariya Bolton
Masjid Jami Zakariya atau atau Zakariya Jame Masjid adalah masjid sentral di Bolton, Inggris Raya. Merupakan salah satu dari sekian banyak masjid di Inggris Raya yang dibangun dari sebuah bekas bangunan Gereja yang sudah tidak dipakai. Masjid Jami’ Bolton dibangun dari bekas Gereja Methodist yang rusak parah akibat kebakaran hebat. Dan kemudian dijual ke Muslim Bolton yang memang sedang mencari tempat bagi pembangunan sebuah masjid untuk menampung jemaah yang semakin membludak dan tak tertampung lagi di bangunan yang selama beberapa waktu digunakan sebagai masjid sementara diantara tahun 1965-1967.

Karena jumlah jama’ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam.

2. Masjid Jami’ London (Brick Lane Mosque) Bekas Gereja Protestan Huguenot

Brick Lane Mosque
Masjid Jami’ London atau dikenal dengan nama Brick Lane Mosque, karena posisinya di Brick Lane 52. Merupakan masjid terbesar di London, mampu menampung 4000 jama’ah. Namun demikian, masjid ini tetap tidak bisa menampung seluruh anggota jama’ah shalat Jumat, hingga sering kali jama’ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama’ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.

Masjid ini awalnya didirikan tahun 1743 ini sebagai gereja oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual kepada komunitas Yahudi di tahun 1809. Di tahun 1819 bangunan tersebut berpindah tangan ke komunitas Metodis. Tahun 1897 diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua lalu di tutup tahun 1960. Barulah ditahun 1976 masjid tersebut di alih fungsi menjadi Masjid Jami’ London. Lihat videonya di youtube

3. Masjid Didsbury Bekas Gereja Metodis Albert Park

Didsbury Mosque
Masjid Didsbury aslinya merupakan bangunan gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun tahun 1883, namun kemudian ditutup tahun 1962 karena sepi jamaah. Bangunan Gereja tersebut dibeli oleh komunitas Arab Syria yang tinggal disana tahun 1967. Bangunan bekas gereja tersebut terdiri dari dua bangunan besar.

Bangunan pertama dipakai sebagai masjid dan perpustakaan, sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang sholat khusus jemaah wanita. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung 1000 jemaah sekaligus. Imam dan khatib hingga kini dijabat Syeikh Salim As Syaikhi. Lihat videonya di youtube

4. Mosque & Islamic Centre of Brent

Brent Mosque
Mosque & Islamic Centre of Brent Terletak di Chichele Road, London NW2, awalnya merupakan sebuah gereja Anglikan dari abad ke 18 hingga tahun 1980-an. Kawasan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi bangunan apartemen termasuk sebagianbesar komplek gereja dimaksud menyisakan bangunan utamanya.  Bangunan tersebut yang kini menjadi Masjid.

Masjid ini berkapasitas sekitar 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan para pekerja dan pendatang dari Pakistan karenanya masjid ini kadangkala juga disebut sebagai Pakistan Community Centre atau Pakistan Workers Association. Lihat videonya di youtube.

5. New Peckham Mosque

Peckam Mosque
New Peckham Mosque sebelumnya merupakan sebuah Gereja Anglikan St. Mark yang dibangun tahun 1880. Awalnya merupakan sebuah sekolah Kristen di tahun 1878 dan di tahun 1883-1885 barulah bangunan gereja permanen-nya dibangun dengan gaya bangunan gereja abad ke 13.

Bangunan tersebut rusak parah semasa perang dunia kedua dan dihancurkan setelah perang lalu dibangun lagi tahun 1960. Sempat beberapa saat dijadikan sekolah. Ditahun 1980 bangunan tersebut dialihfungsi menjadi masjid yang didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Lihat videonya di Youtube.

Bersambung ke Bagian-2