Friday, May 17, 2013

Sepuluh Masjid Tertua di Bumi (Bagian 2)

Masjid tertua di bumi jilid-2

Bila dalam posting sebelumnya sudah dibahas lima masjid pertama di bumi dan semuanya berada di Jazirah Arab yakni 1. Baitullah di kota Mekah, 2. Masjidil Aqso di Al-Quds, Palestina, 3. Masjid Quba, 4. Masjid Nabawi dan 5. Masjid Qiblatain. Maka di postingan lanjutan ini dibahas lima masjid berikutnya yang dua diantaranya tidak berada di Jazirah Arab.

Fakta yang cukup mengejutkan bahwa dalam jejeran sepuluh masjid tertua di bumi terdapat dua masjid yang dibangun di luar Jazirah Arab pada masa Rosulullah S.A.W masih hidup. Dua masjid tersebut dibangun di India. Masing masing adalah Masjid Jami di Kota Kilakarai dan masjid Jami Cheraman di Kadungaloor. Sejarah yang sedikit orang menyadarinya, namun dari uji karbon terhadap material bangunan masjid Jami’ Cheraman membuktikan bahwa usia masjid tersebut memang lebih dari seribu tahun.
                               
6. Masjid Jami Kilakarai, India (628 Masehi)

Masjid Jami Kilakarai, masjid pertama dan tertua di India sekaligus masjid pertama diluar Jazirah Arabia
Masjid Jami Kilakarai di India pertama kali dibangun oleh para pedagang muslim Yaman dan pedagang arab yang menetap disana sejak sebelum Islam dan kemudian memeluk Islam. Pembangunan masjid tersebut dibangun saat Kilakarai dibawah kekuasaan kerajaa Pandiya atas perintah dari Baadhan atau Bazan Ibnu Sasan, Seorang Gubernur Yaman setelah mereka memeluk Islam (625-628M) pada masa Rosulullah S.A.W.

Masjid tersebut kemudian dibangun ulang di abad ke 11 paska perang sahid. Berdasarkan kepada sejarah pembangunannya, masjid ini menjadi masjid tertua di India sekaligus menjadi masjid pertama yang dibangun diluar jazirah Arab. Pada masa nya begitu banyak tokoh tokoh terkemuka muslim yang pernah mengunjungi masjid ini termasuk Bazan Ibnu Sasan sendiri.

Selain beliau mereka yang pernah berkunjung ke Masjid ini adalah Tamim Ibn zayd al ansari, Ibnu Batutah, Nagoor Abdul Cadir , ervadi Ibrahim Sahib, Sultan Murad dari Dinasti Usmaniyah (Turki) serta tokoh tokoh besar sejarah Islam lainnya. Ibnu Batutah dalam salah satu catatan perjalanannya mencatat “ini adalah tempat dimana kebanyakan pemukim Arab tinggal dan benar benar mengagumkan melihat mereka hidup layaknya di tanah Arab”.

7. Masjid Jawatha, Al-Kilabiyah, Saudi Arabia, (629 Masehi)

Masjid Al-Jawatha, disini Batu Hajar Aswad pernah disembumyikan selama 22 tahun setelah dicuri dari Ka'bah
Masjid Jawatha atau secara salah sering juga disebut sebagai Masjid Al-Jawana, berada di kampong Al-Kilabiyah sekitar 12 kilometer sebelah barat laut kota Hofuf, Al-Ahsa, Saudi Arabia. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di wilayah timur Jazirah Arabia dan sebagian besar bangunan aslinya kini sudah berupa reruntuhan dan puing, namun bagian bangunan yang masih utuh tetap digunakan oleh masyarakat setempat.

Masjid ini dibangun sekitar tahun ke 7 Hijriah (629Masehi) oleh suku Bani Abdul Qais yang memang sudah mendiami kawasan tersebut sejak era sebelum Islam. Masjid ini juga dipercaya sebagai masjid kedua dalam sejarah Islam yang dipakai untuk melaksanakan sholat Jum’at berjamaah setelah masjid Nabawi di Madinah.

Selain itu fakta yang lebih mengejutkan lagi bahwa masjid ini pernah digunakan oleh Qarmatian untuk menyimpan batu hajar Aswad yang dicurinya dari Ka’bah selama hampir 22 tahun. Sebagian besar struktur utama bangunan masjid ini sudah hilang termakan usia sedangkan sisanya terancam musnah bila tidak segera ditangani dengan baik. Sisa reruntuhan yang ada saat ini dipercaya oleh para ahli merupakan sisa dari bangunan abad ke 9 masehi.

8. Masjid Jami’ Cheraman, Kodungallur, India (629 H)

Masjid Jami Cheraman tertua kedua di India. Terkait dengan Saksi Mata terbelahnya bulan 
Masjid Jami’ Cheraman di Kangungallur, India, dipercaya merupakan masjid tertua kedua di India juga merupakan masjid kedua yang dibangun diluar jazirah arab setelah masjid Jami Kilakarai. Sejarah masjid jami’ ini berkaitan dengan riwayat salah satu mukjizat nabi Muhammad S.A.W yang membelah bulan. Adalah seorang raja yang berkuasa di kerajaan Chera, Kodungallur, India bernama Raja Cheraman perumal atau Chakrawati Farmas atau Rama Varma Kulashekhara yang suatu malam sedang menikmati indahnya bulan purnama tiba tiba dikagetkan dengan peristiwa terbelah nya bulan tersebut menjadi dua lalu bersatu kembali.

Beliau kemudian mencari tahu tentang hal tersebut sampai kemudian mendengar berita dari para pelaut muslim Arab yang ramai berdagang di disana bahwa hal tersebut merupakan Mukjizat dari Nabi Muhammad S.A.W. Raja Cheraman kemudian berangkat ke tanah Arab untuk menemui Nabi dan mengikrarkan dua kalimah syahadat langsung dihadapan Rosullallah disaksikan oleh beberapa sahabat termasuk Abu Bakar Sidik. Rama Varma Kulashekhara kemudian berganti nama menjadi Tajudin.

Dalam perjalanannya kembali ke India beliau di temani oleh Sahabat Malik Bin Dinar, namun Raja Cheraman ini wafat di Salalah di wilayah kesultanan Oman. Menjelang wafatnya beliau memberikan mandat kepada sahabat sahabat-nya untuk meneruskan perjalanan ke kerajaan nya di India dan mensyiarkan Islam disana. Almarhum Rama Varma Kulashekhara kemudian dimakamkan di Salalah, Oman, Makam beliau ramai diziarahi hingga kini dan dikenal sebagai “makamnya Raja India”.

Malik Bin Dinar dan Malik bin Habib bersama para sahabat lainnya yang kemudian membangun Masjid Jami Cheraman di Kodungalloor, tahun pembangunan masjid ini diperkirakan sekitar tahun 629M. dan menjadi masjid kedua yang digunakan untuk ibadah sholat Jum’at setelah Masjid Nabi di Madinah Al-Munawaroh.

9. Masjid Agung Kufa, Iraq (638 Masehi)

Masjid Agung Kufa di Iraq. Merujuk kepada tradisi Shiah, di Masjid ini Khalifah Ali Bin Abi Thalib Terbunuh saat menjadi imam sholat.
Masjid Agung Kufa atau The Great Mosque of Kufa, atau Masjid al-Kūfa, atau Masjid-al-Azam, atau Masjid AlKufa Al-Muazam. Adalah masjid yang berlokasi di Kufa, Iraq, merupakan salah satu masjid yang pertama dibangun dalam sejarah Islam. Di Masjid ini Khalifah ke empat Ali Bin Abi Thalib di tikam hingga tewas. Di masjid ini juga dimakamkan Ibnu Aqil yang merupakan keponakan dari Husen Bin Ali, sahabat Hani Ibnu Urwa dan Mukhtar Al-Thalaqafi.

Kufa berada sekitar 156 Km dari sebelah selatan kota Bagdad. Kota ini merupakan ibukota pemerintahan Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Masjid Agung Kufa merupakan bangunan pertama yang didirikan beliau di kota ini berikut kantor pemerintahan dan rumah dinas, namun faktanya beliau justru menolak tinggal di rumah dinas yang menurut beliau dibangun terlalu mewah dan lebih memilih tinggal di rumah sederhana tak jauh dari Masjid ini.

Masjid Agung Kufa telah mengalami beberapa kali restorasi oleh para penguasa disana sejak pertama dibangun. Dan kini masjid ini dapat dikenali dengan kubahnya yang berlapis emas dan menjadi salah satu masjid penting bagi muslim Shiah di seluruh dunia. Di masjid ini dapat ditemui beberapa mushola yang disebut sebut sebagai tempat sholatnya beberapa Nabi termasuk Nabi Nuh dan lainnya.

10. Masjid Agung Amru Bin Ash, Kairo, Mesir (640 Masehi)

Masjid Amru Bin Ash, Kairo - Mesir, tertua dan pertama di Afrika
Masjid Amru Bin Ash ini seringkali disebut oleh sejarawan arab abad pertengahan sebagai 'Taj Al-Jawami' atau 'Mahkotanya Masjid'. Meskipun bangunan masjid yang kini berdiri bukanlah bangunan asli yang dulu pertama kali dibangun oleh Amru Bin Ash tahun 641-642M namun perjalanan sejarahnya menjadikan masjid ini tak ternilai. Catatan sejarah juga menyebutkan bahwa pembangunan masjid ini juga melibatkan Al-Muqawqis yang merupakan keponakan dari Wali Mesir di masa kekuasaan Romawi dan kemudian masuk Islam. Beliau turut serta dalam proses perancangan masjid ini.

Mesjid ini berada di wilayah Fusthath dibagian kota tua Kairo. Di lokasi ini dulunya pada masa penyerbuan pasukan Amru bin Ash, beliau mendirikan tenda komando, Paska penaklukan Mesir, Amru bin Ash mendapat arahan dari Khalifah Umar untuk mendirikan pusat pemerintahan baru tak jauh dari kota Alexandria. Kota yang beliau dirikan tersebut diberi nama Misri Al- Fustat atau kota tenda, termasuk didalamnya pembangunan masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Amru bin Ash yang masih berdiri kokoh hingga kini. Kini di salah satu sudut masjid ini terdapat makam Abdullah, putra Amru bin Ash.

Kembali ke Bagian 1

Baca Juga