Friday, May 17, 2013

Sepuluh Masjid Tertua di Bumi (Bagian 1)

sepuluh masjid tertua di bumi jilid 1

Masjid sebagai tempat Ibadah ummat Islam, sejak masa awal Islam tidak saja berfungsi sebagai tempat menunaikan sholat tapi lebih dari itu juga merupakan pusat pengembangan umat. Saking pentingnya masjid, ketika Hijrah dari Mekah ke Madinah, bangunan pertama yang dibangun oleh rosulullah bukanlah tempat kediaman bagi dirinya tapi bangunan masjid.

Ada begitu banyak artikel di dunia maya yang membahas tentang sepuluh masjid tertua di dunia, namun dalam artikel berikut ini kami menyusun sepuluh masjid tertua tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Maka wajar bila ditemukan ketidaksamaan data dengan artikel artikel serupa yang sudah beredar sebelumnya di dunia maya. Tulisan ini saya bagi dalam dua bagian masing masing membahas lima masjid.

1. Baitullah di kota Makah

Masjidil Haram di kota Mekah, didalamnya terdapat bangunan Ka'bah
Masjidil Haram di Kota Mekah, Saudi Arabia merupakan masjid pertama kali ada di muka bumi. Hal ini di dasarkan kepada penjelasan Rosulallah S.A.W yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Masjid apakah yang pertama kali ada di muka bumi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Masjidil Haram.” Kemudian apa lagi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Masjid al-Aqsha.” Beliau ditanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Empat puluh tahun.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Di dalam Masjidil Haram terdapat bangunan Ka’bah yang menjadi kiblat ummat Islam diseluruh dunia, inilah sesungguhnya yang menjadi bangunan masjid pertama di muka bumi yang dimaksud dalam sabda Rosulullah S.A.W tersebut diatas sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 96 :,

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Kini, selain sebagai masjid tertua di muka bumi, Masjidil Haram juga menjadi masjid terbesar di muka bumi. Perluasan nya pun terus dilanjutkan oleh penguasa wilayah tersebut yang kini masuk ke dalam wilayah Kerajaan Saudi Arabia. Pembangunan pertama dilakukan tahun 638 setelah itu menyusul serentetan pembangunan, renovasi dan pengembangan hingga saat ini. Pembangunan besar besaran terhadap Masjidil Haram dilakukan pertamakali pada masa kekuasaan Dinasti Usmaniyah tahun 1571.
  
2. Masjidil Aqso di kota Al-Quds (Jerusalem) Palestina

Masjidil Aqso di Palestina, Kiblat pertama ummat Islam
Hal ini didasarkan kepada hadist yang sama seperti yang disebutkan di atas. Selain terkait dengan hadist tersebut. Masjidil aqso juga merupakan titik keberangkatan Rosulullah S.A.W dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian atau disekitar tahun 620-621 masehi. Peristiwa tersebut dijjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra (17) ayat 1 yang terjemahannya sebagai berikut :

Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjid Al-Haraam (di Makkah) ke Masjid Al-Aqsa (di Palestin), yang Kami berkati sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Allah jualah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
(Al-Israa' 17:1).

Sejak saat itu Masjidil Aqso dijadikan kiblat ummat Islam sampai bulan ke 17 setelah nabi hijrah ke Madinah seiring turunnya perintah untuk berkiblat ke Ka’bah di kota mekah sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Baqoroh Ayat 2 yang turun saat rosulullah dan para sahabat tengah menjalankan sholat di Masjid Qiblatain.

Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan palingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. ( QS. Al-Baqarah (2) : 144 )

Ketka penaklukan Palestina oleh Khalifah Umar bin Khatab terhadap kekuasaan Romawi, bangunan masjidil Aqso hanya tersisa reruntuhannya saja. Khalifah Umar yang kemudian membangun kembali masjid tersebut berupa mushola kecil yang dikemudian hari dibangun kembali, diperluas dan diperindah oleh para Khalifah setelah beliau sampai ke bentuknya seperti hari ini

3. Masjid Quba (622 Masehi)

Masjid Quba, Masjid Pertama yang dibangun oleh Rosulullah S.A.W
Masjid Quba dibangun pada hari Senin, 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Saat itu Nabi dalam perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Dalam perjalanan hijrah, Nabi yang tiba di perkampungan Quba tinggal selama empat hari bersama Bani Amru bin Auf di rumah Kalthum bin Al Hadm.

Di hari pertama di perkampungan Quba, Nabi membangun masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun pemimpinyang paling dicintai umat Islam. Nabi, seperti diriwayatkan As Syimus binti An Nu'man, memikul batu-bata sendiri sehingga bongkok tubuhnya.

Tubuh Nabi saat itu sampai penuh debu dan pasir. Tapi Nabi tidak mau para sahabat mengambil beban yang dibawanya. Ia meminta para sahabat agar membawa bahan-bahan bangunan yang lain. Setelah membangun masjid, Nabi mengimami
salat secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba.

Semasa hidupnya, Nabi selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Nabi wafat, para sahabat selalu menziarahi masjid ini dan melakukan salat di dalamnya. Masjid Quba merupakan bangunan masjid pertama yang dibangun oleh Rosulullah S.A.W.

4. Masjid Nabawi (622 Masehi)

Masjid Nabawi di Madinah, Disini Rosulullah dimakamkan.
pada awalnya Masjid Nabawi yang kini menjadi masjid terbesar dan termegah kedua di dunia setelah Masjidil Haram, hanya sebuah masjid sederhana yang dibangun dengan material tanah liat, bertiang pohon kurma dan beratap pelepah pohon kurma. Itu pun lantaran di lahan hadiah beberapa penduduk anshar itu terdapat banyak pohon kurma yang sudah tua. Pondasi masjid hanya berupa cetakan tanah liat yang ditumpuk-tumpuk. Nabi sendirilah yang memimpin pembangunan masjid itu sekitar tahun 622 masehi.

Masjid Nabawi memiliki arti yang teramat penting bagi ummat Islam. Makam dan bekas teratak rumah Rosullullah kini berada di dalam masjid ini. Masjid Nabawi juga merupakan Masjid Suci kedua Ummat Islam setelah Masjidil Haram. Perluasan Masjid Nabawi pertama kali dilaksanakan oleh Khalifah Umar ibn al-Khaththab dengan penambahan sebidang tanah di bagian utara. Selanjutnya, dilanjutkan semasa Utsman Ibn al-’Affan menjadi khalifah. Pembangunan tahap kedua ini berlangsung selama satu tahun (649-650 masehi).

Kemudian, pada masa Dinasti Umayyah berkuasa, Khalifah al-Walid memerintahkan para arsitek dan insinyur Arab melakukan perluasan dan restorasi. Di masa beliau juga untuk pertama kali masjid ini dilengkapi dengan menara. Pembangunan dan perluasan terus dilanjutkan oleh para penguasa disana hingga ke pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia yang hingga kini masih terus memperluas masjid ini ke arah timur dan barat daya.

5. Masjid Qiblatain (623 Masehi)

Masjid Qiblatain, Masjid dua kiblat
Dulunya masjid ini bernama Masjid Bani Salamah terletak di Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Sejarah masjid dua kiblat ini diawali dengan kedatangan Nabi Muhammad beserta beberapa sahabat ke Salamah untuk menenangkan Ummu Bishr binti Al Bara yang masjidditinggal mati keluarganya.

Ketika itu bulan Rajab bulan ke 17 setelah hijrah, Rasulullah shalat dhuhur di Masjid ini mengimami para jamaah. Dua rakaat pertama shalat dhuhur masih menghadap Baitul Maqdis, sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat yang direkam dalam Surah Albaqoroh Ayat 144. Beliau langsung berbalik arah kea rah Masjidil Haram dan di ikuti oleh seluruh jemaah.

Hingga kini masjid Qiblatain memiliki dua Mihrab. Satu mihrab menghadap ke Masjidil Aqso di Palestina dan Satu Mihrab lagi mengarah ke Ka’bah di Kota Mekah. Masjid tersebut pertama kali diperbaiki dan diperluas oleh Khalifah Umar Bin Khattab kemudian dilanjutkan oleh Kekhalifahan Usmaniah di Turki pada masa Sulan Suleiman hingga ke masa kerajaan Saudi Arabia saat ini.

Bersambung ke Bagian 2

Baca Juga