Showing posts with label berita masjid. Show all posts
Showing posts with label berita masjid. Show all posts

Sunday, July 28, 2019

Masjid Agung Nurul Islam Kota Sawahlunto

dibangun dari bekas pembangkit listrik tenaga uap, Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan

Masjid Agung Nurul Islam adalah masjid agung di kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Ditilik dari usia bangunannya masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Indonesia, lokasinya berada di Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, provinsi Sumatra Barat. Lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari Museum Kereta Api Sawahlunto.

Bangunan masjid ini pertamakali dibangun pada masa penjajahan Belanda ditahun 1894 sebagai gedung pusat pembangkit listrik bertenaga uap (PLTU) dan berubah fungsi menjadi masjid sejak tahun 1952. Menaranya yang setinggi 85 meter itu dulunya adalah cerobong asapnya kemudian dijadikan sebagai menara dengan tambahan kubah setinggi 10 meter.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar
Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, Indonesia



Kota Sawahlunto di Sumatera Barat dikenal sebagai kota wisata. Kota tua yang mulai didirikan pada tanggal 1 Desember 1888, seiring dengan ditemukannya tambang batubara di daerah itu di masa penjajahan Belanda. Explorasi batubara mulai dilakukan oleh Belanda pada tahun 1892. Kota ini berkembang menjadi pusat pertambangan. Infrastuktur kota dibangun sejak masa itu termasuk fasilitas pembangkit tenaga listrik, jalur kereta api, pemukiman dan sebagainya.

Perkembangan kota ini sempat seakan mati manakala penambangan batubara dihentikan. Kini kota tua Sawahlunto dikenal luas sebagai kota wisata, salah satu yang terbaik di Indonesia. Peninggalan masa lalu termasuk lorong lorong panjang tambang tambang bawah tanah seakan berkisah dalam sepi tentang perihnya penderitaan para pekerja paksa yang diperah tenaganya oleh penguasa Belanda untuk mengorek batubara dari perut bumi Sawahlunto.

DULU & KINI. Foto sebelah kiri adalah bangunan asli Masjid Agung Sawahlunto dimasa penjajahan Belanda berupa gedung pembangkit listrik tenaga Uap. Perhatikan cerobong asapnya yang kini berubah menjadi menara masjid pada foto sebelah kanan.

Masjid di Bekas PLTU

Pertumbuhan infrastruktur di Kota Sawahlunto yang dipicu oleh aktivitas pertambangan batu bara mengalami perkembangan pesat pada akhir abad ke-19. Eksploitasi batu bara mendorong masuknya transformasi teknologi uap ke Sawahlunto.

Sejalan dengan itu, untuk dapat menggerakkan berbagai mesin listrik pemerintah Hindia Belanda membangun pusat pembangkit listrik bertenaga uap (PLTU) dengan memanfaatkan aliran Batang Lunto di Kubang Sirakuak pada tahun 1894. PLTU ini menjadi PLTU pertama di Sawahlunto.

Cerobong asap yang sama, di foto kiri jelas terlihat cerobong asap PLTU dengan asap nya yang membubung, Dan di foto sebelah kanan cerobong tersebut difungsikan menjadi menara masjid. 
PLTU Mudik Air merupakan tempat penggerak utama peralatan dan mesin – mesin pertambangan, sumber penerangan kota, gedung, kantor serta rumah – rumah warga Sawahlunto. Namun mengingat debit air sungai yang berada di pinggir PLTU tersebut kian berkurang, pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun PLTU pengganti di Salak, Talawi pada tahun 1924 yang memanfaatkan aliran Batang Ombilin.

Bangunan PLTU di Kubang Sirakuak yang sudah tidak berfungsi lagi sempat dijadikan sebagai tempat perlindungan dan perakitan senjata oleh para pejuang kemerdekaan di Sawahlunto Pada masa Agresi Belanda I dan II, Pada saat mengalami peralihan fungsi banyak ditemukan sisa – sisa amunisi pada banker tersebut dan kini amunisi tersebut disimpan sebagai koleksi Museum Goedang Ransoem Sawahlunto.

Ekterior dan Interior Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto. 
Bangunan bekas PLTU itu pernah juga sebagai rumah hunian pekerja tambang batu bara Ombilin, sampai akhirnya berubah menjadi masjid sejak tahun 1952 dengan nama Masjid Agung Nurul Islam. Bekas cerobong asapnya yang kini sudah berubah menjadi menara tampak indah dimalam hari dengan cahaya cahaya lampu yang dipasang disana.

Bangunan utama masjid ini berukuran 60 × 60 meter dan memiliki lima kubah terdiri dari satu kubah besar di tengah yang dikelilingi oleh empat kubah dengan ukuran yang lebih kecil. Di bawah bangunan masjid terdapat lubang perlindungan yang sempat dipakai untuk tempat merakit senjata, granat tangan, dan mortir. Saat ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid berlantai dua ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat sekitar.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Wednesday, January 27, 2016

Ingin Bangun Masjid, Warga muslim Jepang Himpun Dukungan Lewat Anime

Muslim Jepang

Komunitas Muslim di Jepang membuat sebuah cuplikan anime menyentuh untuk menghimpun dana demi pembangunan sebuah masjid di Shizuoka. Rencananya, masjid tersebut tidak hanya akan digunakan sebagai tempat beribadah. Namun juga sebagai tempat menjalin komunikasi antara para Muslim dan penduduk lokal.

Pentingnya keberadaan masjid bagi komunitas Muslim di Shizuoka mendorong Yassine Essaadi dan kawan-kawan untuk berencana membangun sebuah masjid di sana. Tak hanya sekadar membangun masjid, Essaadi dan yang lainnya berencana membangun masjid tersebut di sebuah lokasi yang memungkinkan masjid memiliki latar belakang Gunung Fuji, salah satu simbol negara Jepang.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Essaadi memperkirakan pihaknya membutuhkan dana sekitar 300 juta Yen. Saat ini dana yang telah terkumpul oleh Komunitas Muslim Shizuoka baru sebesar 20 juta Yen atau setara dengan Rp 2,3 miliar. Untuk menutupi kekurangan dana tersebut, Essaadi kemudian terdorong untuk melakukan aksi penghimpunan dana pembangunan masjid melalui cara yang tak biasa, yakni cuplikan anime.

Dalam video bertajuk GAZA Changing The World, digambarkan bahwa persatuan Muslim merupakan hal esensial bagi kekuatan Islam. Oleh karena itu, Essaadi berharap video tersebut dapat tersebar dengan baik dan mendorong para Muslim untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan masjid di Shizuoka.  Tak hanya sekedar berkontribusi dalam pembangunan, Essaadi juga berharap video tersebut dapat memperkuat solidaritas antarsesama Muslim di seluruh dunia.


“Sebuah masjid dengan simbol negara Jepang, Gunung Fuji, sebagai latar belakang akan menarik banyak turis Muslim ke Shizuoka. Dengan begitu, masjid tersebut juga akan berkontribusi dalam perekonomian lokal,” terang Essaadi.

Semenjak diunggah di YouTube pada 27 Juni 2015 melalui akunyassinee Essaadi, video berdurasi 2:25 menit tersebut dengan cepat meningkatkan jumlah donasi untuk pembangunan masjid. VideoGAZA Changing The World itu sendiri berhasil mendulang jumlah penonton setidaknya 1,2 juta melalui berbagai media sosial internasional untuk Muslim.

Meski mendapat respons positif atas kampanye dan penggalangan dananya, Essaadi memiliki sedikit kekhawatiran jika rencana pembangunan masjid tersebut akan mendapat penolakan warga sekitar. Pasalnya, beberapa aksi terorisme yang terjadi tak jarang membuat kesalahpahaman bahwa Muslim merupakan penganut Islam yang berlaku kejam.

“Padahal, pada dasarnya para Muslim tidak memiliki hubungan dengan aksi teror. Karena itu, penting untuk memperdalam pemahaman melalui pembangunan masjid yang akan menjadi tempat untuk bertukar informasi ini,” jelas Direktur Center for Contemporary Islamic Studies in Japan.



note : untuk mendapatkan informasi lengkap tentang rencana pembangunan masjid ini, silahkan klik http://muslimjapan.com/ proposal pembangunan masjid tersebut tersedia dalam 6 bahasa dunia termasuk Bahasa Indonesia.

Friday, November 6, 2015

Masjid menurut Al-Qur'an dan Hadist

Kubah Emas di Komplek Masjidil Aqso, Palestina.
Kata masjid terulang sebanyak dua puluh delapan kali di dalam Al-Quran. Dari segi bahasa, kata tersebut terambil dari akar kata sajada-sujud, yang berarti patuh, taat,  serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim.

Meletakkan dahi, kedua tangan, lutut, dan kaki ke bumi, yang kemudian dinamai sujud oleh syariat, adalah bentuk lahiriah yang paling nyata dari makna-makna di atas. itulah sebabnya mengapa bangunan yang dikhususkan untuk melaksanakan shalat dinamakan masjid, yang artinya "tempat bersujud."

Dalam pengertian sehari-hari, masjid merupakan bangunan tempat shalat kaum Muslim. Tetapi,  karena  akar  katanya  mengandung makna tunduk dan patuh, hakikat masjid adalah tempat melakukan segala  aktivitas  yang  mengandung  kepatuhan  kepada Allah semata. Karena itu Al-Quran sural Al-Jin (72): 18, misalnya, menegaskan bahwa,

Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, karena janganlah menyembah selain Allah sesuatu pun.

Rasul Saw. bersabda,

Telah dijadikan untukku (dan untuk umatku) bumi sebagai masjid dan sarana penyucian diri (HR Bukhari dan Muslim melalui Jabir bin Abdullah).

Jika dikaitkan dengan bumi ini,  masjid  bukan  hanya  sekadar tempat  sujud  dan  sarana penyucian. Di sini kata masjid juga tidak lagi hanya berarti bangunan tempat shalat,  atau  bahkan bertayamum  sebagai  cara  bersuci  pengganti wudu tetapi kata masjid  di  sini  berarti  juga  tempat  melaksanakan   segala aktivitas  manusia  yang  mencerminkan  kepatuhan kepada Allah Swt.

Dengan  demikian,  masjid  menjadi   pangkal   tempat   Muslim bertolak, sekaligus pelabuhan tempatnya bersauh.

SUJUD DAN FUNGSI MASJID

Al-Quran  menggunakan  kata  sujud untuk berbagai arti. Sekali diartikan sebagai penghormatan dan  pengakuan  akan  kelebihan pihak   lain,  seperti  sujudnya  malaikat  kepada  Adam  pada Al-Quran surat Al-Baqarah (2): 34.

Di waktu lain  sujud  berarti  kesadaran  terhadap  kekhilafan serta  pengakuan kebenaran yang disampaikan pihak lain, itulah arti sujud di dalam firman-Nya,

Lalu para penyihir itu tersungkur dengan bersujud (QS Thaha [20]: 70).

Yang ketiga sujud berarti mengikuti maupun  menyesuaikan  diri dengan  ketetapan  Allah  yang berkaitan dengan alam raya ini, yang secara salah kaprah dan populer sering dinama hukum-hukum alam.

Bintang dan pohon keduanya bersujud (QS Al-Rahman [55]: 6).

Dari sunnatullah diketahui  bahwa  kemenangan  hanya  tercapai dengan kesungguhan  dan perjuangan. Kekalahan diderita karena kelengahan dan pengabaian disiplin, dan sukses  diraih  dengan perencanaan   dan   kerja   keras,  dan  sebagainya,  sehingga seseorang tidak disebut bersujud, apabila  tidak  mengindahkan hal-hal tersebut.

Al-Quran  menyebutkan  fungsi  masjid  antara  lain  di  dalam firman-Nya:

Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang, orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan, dan tidak (pula) oleh jual-beli, atau aktivitas apa pun dan mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, membayarkan zakat, mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang (QS An-Nur [24]: 36-37).

Tasbih bukan hanya berarti mengucapkan Subhanallah, melainkan lebih luas lagi, sesuai dengan makna yang dicakup oleh kata tersebut beserta konteksnya. Sedangkan arti dan konteks-konteks tersebut dapat disimpulkan dengan kata taqwa.

MASJID PADA MASA RASULULLAH SAW.

Ketika  Rasulullah  Saw. berhijrah ke Madinah, langkah pertama yang  beliau  lakukan  adalah  membangun  masjid  kecil   yang berlantaikan  tanah,  dan  beratapkan pelepah kurma. Dari sana beliau membangun  masjid  yang  besar,  membangun  dunia  ini, sehingga  kota tempat beliau membangun itu benar-benar menjadi Madinah, (seperti namanya) yang arti harfiahnya adalah 'tempat peradaban',  atau  paling  tidak,  dari  tempat tersebut lahir benih peradaban baru umat manusia.

Masjid pertama  yang  dibangun  oleh  Rasulullah  Saw.  adalah Masjid   Quba',  kemudian  disusul  dengan  Masjid  Nabawi  di Madinah. Terlepas dari perbedaan pendapat ulama tentang masjid yang  dijuluki  Allah  sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa (QS Al-Tawbah  [9]:  108),  yang  jelas  bahwa  keduanya --Masjid   Quba   dan  Masjid  Nabawi--  dibangun  atas  dasar ketakwaan, dan setiap masjid seharusnya memiliki landasan  dan fungsi  seperti  itu.  Itulah  sebabnya mengapa Rasulullah Saw meruntuhkan bangunan  kaum  munafik  yang  juga  mereka  sebut
masjid,  dan menjadikan lokasi itu tempat pembuangan samph dan bangkai binatang, karena di bangunan tersebut tidak dijalankan fungsi  masjid  yang  sebenarnya,  yakni  ketakwaan.  Al-Quran melukiskan bangunan kaum munafik itu sebagai berikut,

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang Mukmin) dan karena kekafiran-(nya), dan untuk memecah belah antara orang-orang Mukmin, serta menunggu / mengamat-amati kedatangan orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu (QS Al-Tawbah [9]: 107).

Masjid Nabawi di Madinah telah menjabarkan fungsinya  sehingga lahir  peranan  masjid  yang  beraneka ragam. Sejarah mencatat tidak kurang dari sepuluh  peranan  yang  telah  diemban  oleh Masjid Nabawi, yaitu sebagai:

 1. Tempat ibadah (shalat, zikir).
 2. Tempat konsultasi dan komunikasi (masalah ekonomi-sosial budaya).
 3. Tempat pendidikan.
 4. Tempat santunan sosial.
 5. Tempat latihan militer dan persiapan alat-alatnya.
 6. Tempat pengobatan para korban perang.
 7. Tempat perdamaian dan pengadilan sengketa.
 8. Aula dan tempat menerima tamu.
 9. Tempat menawan tahanan, dan
10. Pusat penerangan atau pembelaan agama.

Agaknya masjid pada masa silam mampu berperan sedemikian luas, disebabkan antara lain oleh:

1.    Keadaan masyarakat yang masih sangat berpegang teguh kepada nilai, norma, dan jiwa agama.

2.    Kemampuan  pembina-pembina  masjid  menghubungkan  kondisi sosial  dan  kebutuhan  masyarakat  dengan uraian dan kegiatan masjid.

Manifestasi pemerintahan terlaksana di dalam masjid, baik pada pribadi-pribadi pemimpin pemerintahan yang menjadi imam/khatib maupun  di  dalam  ruangan-ruangan   masjid   yang   dijadikan tempat-tempat kegiatan pemerintahan dan syura (musyawarah).

Keadaan   itu   kini   telah   berubah,   sehingga   timbullah lembaga-lembaga  baru  yang  mengambil-alih  sebagian  peranan masjid  di  masa  lalu,  yaitu organisasi-organisasi keagamaan swasta  dan  lembaga-lembaga  pemerintah,   sebagai   pengarah kehidupan  duniawi  dan ukhrawi umat beragama. Lembaga-lembaga itu memiliki kemampuan material dan teknis melebihi masjid.

Fungsi dan peranan masjid besar seperti yang  disebutkan  pada masa  keemasan  Islam  itu tentunya sulit diwujudkan pada masa kini. Namun,  ini  tidak  berarti  bahwa  masjid  tidak  dapat berperan di dalam hal-hal tersebut.

Masjid,   khususnya   masjid   besar,  harus  mampu  melakukan kesepuluh  peran  tadi.  Paling  tidak  melalui  uraian   para pembinanya  guna  mengarahkan  umat pada kehidupan duniawi dan ukhrawi yang lebih berkualitas.

Apabila masjid dituntut berfungsi membina umat,  tentu  sarana yang  dimilikinya  harus tepat, menyenangkan dan menarik semua umat, baik dewasa, kanak-kanak, tua, muda, pria, wanita,  yang terpelajar  maupun  tidak,  sehat  atau  sakit, serta kaya dan miskin.

Di dalam Muktamar Risalatul Masjid di Makkah  pada  1975,  hal ini telah didiskusikan dan disepakati, bahwa suatu masjid baru dapat dikatakan berperan secara baik apabila memiliki ruangan, dan peralatan yang memadai untuk:

a. Ruang shalat yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.

b.  Ruang-ruang  khusus wanita yang memungkinkan mereka keluar masuk tanpa bercampur dengan pria baik digunakan untuk shalat, maupun untuk Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

c. Ruang pertemuan dan perpustakaan.

d. Ruang   poliklinik,   dan   ruang  untuk  memandikan  dan mengkafankan mayat.

e. Ruang bermain, berolahraga, dan berlatih bagi remaja.

Semua hal di atas  harus  diwarnai  oleh  kesederhanaan  fisik bangunan,  namun  harus  tetap  menunjang peranan masjid ideal termaktub.

Hal terakhir ini  perlu  mendapat  perhatian,  karena  menurut pengamatan sementara  pakar,  sejarah kaum Muslim menunjukkan bahwa   perhatian   yang   berlebihan   terhadap   nilai-nilai arsitektur  dan  estetika  suatu masjid sering ditandai dengan kedangkalan, kekurangan, bahkan kelumpuhannya dalam pemenuhan fungsi-fungsinya.  Seakan-akan  nilai  arsitektur dan estetika dijadikan  kompensasi  untuk  menutup-nutupi  kekurangan  atau kelumpuhan tersebut.

YANG BOLEH DILAKUKAN DAN YANG TIDAK DIPERBOLEHKAN DI DALAM
MASJID

Masjid  adalah  milik  Allah,  karena  itu  kesuciannya  harus dipelihara.  Segala  sesuatu  yang  diduga mengurangi kesucian masjid  atau  dapat  mengesankan  hal  tersebut,  tidak  boleh dilakukan di dalam masjid maupun diperlakukan terhadap masjid.

Salah satu yang ditekankan oleh sebagian ulama sebagai sesuatu yang tidak wajar terlihat pada masjid (dan sekitarnya)  adalah kehadiran para pengemis,

Untuk  memelihara  kesucian  masjid, Allah Swt. berfirman agar para pengunjungnya memakai hiasan  ketika  mengunjungi  masjid sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-A'raf (7): 31:

Hai anak-anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid.

Rasulullah Saw. menganjurkan agar memakai  wangi-wangian  saat berkunjung  ke  masjid,  dan  melarang  mereka  yang baru saja memakan bawang memasukinya.

Siapa yang makan bawang putih atau merah hendaklah menghindar dan masjid kita.

Masjid harus mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman pada pengunjung  dan  lingkungannya,  karena  itu  Rasulullah  Saw. melarang  adanya   benih-benih   pertengkaran   di   dalamnya, sampai-sampai beliau bersabda,

Jika engkau mendapati seseorang menjual atau membell di dalam masjid, katakanlah kepadanya, "Semoga Allah tidak memberi keuntungan bagi perdaganganmu," dan bila engkau mendapati seseorang mencari barangnya yang hilang di da1am masjid, maka katakanlah, "Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu (semoga engkau tidak menemukannya)."

Kedua teks yang disebutkan  di  atas  tidak  berarti  larangan berbicara tentang perniagaan yang sifatnya mendidik umat, atau melarang para pembina dan pengelola masjid berniaga, melainkan yang  dimaksud  adalah larangan melakukan transaksi perniagaan di dalam masjid.

Fungsi masjid paling tidak dinyatakan  oleh  hadis  Rasulullah Saw.  ketika  menegur  seseorang  yang  membuang air kecil (di samping) masjid:

Masjid-masjid tidak wajar untuk tempat kencing atau (membuang sampah). Ia hanya untuk (dijadikan tempat) berzikir kepada Allah Ta'ala, dan membaca (belajar) Al-Quran (HR Muslim).

Dengan kata lain, masjid adalah tempat ibadah  dan  pendidikan dalam  pengertiannya  yang  luas.  Bukankah Al-Quran berbicara tentang segala aspek kehidupan manusia?



Thursday, June 25, 2015

REMAJA INGGRIS TERLUKA DALAM SERANGAN RASIS DI DEPAN MASJID

masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom
Kepolisian Inggris kini sedang menyelidiki serangan ber-aroma rasial yang dilakukan oleh sekelompok pemuda terhadap seorang remaja muslim (18 tahun) di depan masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, yang berada di ruas jalan Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom.

Remaja muslim 18 tahun ini kala itu baru keluar dari masjid ini setelah mengikuti sholat isya, dan kemudian berpapasan dengan empat orang pria kulit putih yang serta melempari masjid dan menyerang remaja tersebut dari arah belakang hingga terluka, lalu melarikan diri. 

Dilaporkan bahwa sebelum melakukan penyerangan, empat pemuda berkulit putih tersebut meneriakkan kata kata kasar dan rasis kepada remaja muslim bermata hitam tersebut. 

Polisi melakukan penyelidikan di TKP termasuk menanyai semua saksi dan penyelidikan dari rumah ke rumah warga sekitar lokasi yang memang sudah di awasi dengan kamera CCTV.



KAFETARIA PERTAMA DI MASJID AGUNG SHEIKH ZAYED


Masjid Agung Sheikh Zayed yang menjadi salah satu ikon abu dhabi juga merupakan salah satu bangunan masjid termewah di dunia, kini dilengkapi dengan kafetaria.

perusahaan asal australia yang berhasil menempatkan kios kopi mereka di masjid ini. kafetaria ini menawarkan aneka minuman kopi prasmanan beserta aneka camelan.

so bagi yang berencana ke Masjid Sheikh zayed dan kangen kopi setelah buka puasa, bisa mampir di warung kopi satu ini.


Thursday, August 1, 2013

Untuk Pertama Kalinya Stasiun TV Nasional Inggris Menayangkan Azan Selama Ramadhan

Hassen Rasool di Channel4
Ramadhan tahun ini memang sedikit berbeda bagi masyarakat muslim Inggris, maklumlah, Channel 4 yang merupakan stasiun televisi nasional Inggris secara mengejutkan memutuskan untuk menayangkan azan subuh setiap hari di stasiun tivi tersebut. Sebuah tindakan yang sama sekali bertolak belakang dengan arus utama pertelevisian setempat dan menjadikannya sebagai stasiun tivi Inggris yang menayangkan azan. Azan subuh tersebut dilantunkan oleh Hassen Rasool, yang merupakan salah satu muazin terbaik di Inggris.

Tak pelak keputusan itu menuai kritik dari berbagai kalangan. Beberapa menganggapnya sebagai usaha mencari popularitas sementara kelompok patriotik melontarkan kritik teramat keras dengan menyebut langkah tersebut sebagai langkah yang akan memancing ketegangan agama di Inggris. Kritik keras yang ditanggapi biasa saja oleh manager pemasaran stasiun tivi tersebut, Justine Bower, yang mengatakan bahwa usaha itu adalah untuk memberikan pijakan dasar bagi cara pandang terhadap kaum minoritas. Dia juga menambahkan bahwa hal tersebut juga merupakan bagian dari upaya penyadaran akan keberagaman masyarakat dan budaya di Inggris.


Kritikan keras juga mengalir dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Channel 4 sebagai sebuah penghamburan dana public untuk kepentingan satu golongan. Dan dikhawatirkan akan menimbulkan kemarahan publik. Dan dengan ringan kepala penyiaran stasiun tivi tersebut Ralph Lee mengatakan bahwa sebagai stasiun tivi nasional Channel 4 bertindak bagi kepentingan nasional termasuk bagi 2,8 juta muslim yang ada di Inggris. Itu sebabnyak mereka menanyangkan azan selama 30 hari penuh selama bulan Ramadhan tahun ini.

Penanyangan azan tersebut dilaksanakan dalam durasi sekitar 3 menit setiap hari sekitar pukul 3 pagi waktu setempat dan akan menjeda acara apapun yang sedang tayang pada saat itu. Tak sampai disitu, Azan juga ditayangkan pada waktu zuhur dan asar saat acara laporan cuaca. Tayangan azan ini di barengi dengan klip singkat berjudul “Ramadan Reflections.” Selain penayangan azan Channel 4 juga menayangkan acara khusus Ramadhan berjudul “4Ramadan” yang ditayangkan selama bulan suci Ramadhan.***



Wednesday, July 31, 2013

Masjid Ukash, Masjid Berusia 229 Tahun di Pinggiran Kota Jeddah

[foto] Jemaah di Masjid Ukash.
Masjid tua dan indah di Arab Saudi tidak hanya ada di Makkah dan Madinah. Jeddah pun memiliki masjid berusia ratusan tahun yang tetap terjaga keindahan dan fungsinya. Salah satu masjid tua di Jeddah adalah Masjid Ukash.

Dibangun pada 1784, Masjid Ukash merupakan masjid tertua kedua di Jeddah. Masjid Uthman bin Affan jadi masjid tertua di Jeddah. Masjid Ukash berlokasi di pinggiran kota Jeddah di antara dua pasar.

Imam masjid, Sheikh Ahmad Al-Shanqqeti telah berusia 60 tahun dan menempati posisinya selama 35 tahun. Ia mengatakan masjid tersebut dibangun pada masa Ottoman dengan penerbitan akta resmi dua tahun setelah pembangunan. Masjid juga terdaftar di Departemen Wakaf Turki.

Laporan Al-Arabiya memuat masjid tersebut dibangun Ukash Abazah, warga Turki yang lahir dan tinggal di Jeddah. Sekarang, keluarga Hazazi bertugas menjalankan masjid dan menyediakan semua layanan yang diperlukan. Di masa lalu, masjid tersebut menjadi gerbang laut Jeddah karena dekat pintu masuk ke pelabuhan.

Pengunjung dan tamu resmi negara yang tiba di pelabuhan akan shalat di masjid Ukash. Imam masjid mengatakan masjid mendapat renovasi besar enam tahun lalu dengan pola arsitektur Islam.

Masjid dapat menampung lebih dari 1.200 jamaah. Ada bagian khusus untuk perempuan serta memiliki perpustaan luas dengan buku-buku tentang Muslim. Masjid tersebut memiliki tempat khusus di hati banyak warga Jeddah. Muhammad Al-Jad'ani, yang tinggal di Jeddah mengatakan, ketika berdoa di masjid, dia merasa dipenuhi perasaan spiritual dan kedamaian terutama pada Ramadhan. "Saya ingin selalu datang ke sini pada Ramadhan untuk shalat malam," ujarnya.



Masjid Wotgaleh, bangunan kuno yang jadi favorit di Yogyakarta

[foto] Bangunan dengan arsitektur khas Keraton Yogyakarta, sampai saat ini terlihat masih tetap terjaga di Masjid Wotgaleh. Bahkan, masyarakat sekitarnya tetap menjadikan masjid tersebut sebagai tempat favorit dalam melakukan kegiatan keagamaan.
Bangunan dengan arsitektur khas Keraton Yogyakarta, sampai saat ini terlihat masih tetap terjaga di Masjid Wotgaleh. Bahkan, masyarakat sekitarnya tetap menjadikan masjid tersebut sebagai tempat favorit dalam melakukan kegiatan keagamaan.

Letak masjid ini memang tidak berdekatan dengan pemukiman. Sebab, sekitar 1950 ada proyek perluasan lahan Akademi Angkatan Udara (AAU) yang dilakukan oleh pihak pemerintah. Pemukiman warga sekitar yang beralamat di Sendangtirto, Berbah, Sleman pun ikut tergusur dan mendapatkan ganti oleh pemerintah. Satusatunya masjid saat itu, Wotgaleh, yang seharusnya juga ikut dipindahkan, tidak jadi ikut digusur.

“Saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX telah mempersilakan kalau ingin dipindah. Tapi beliau mengatakan, kalau terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, tidak mau tanggung jawab,” kata Mas Surakso Adjuri Jazuli, Juru Kunci Makam Eyang Purboyo, yaitu anak dari Panembahan Senopati di masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Namun, upaya untuk memindahkan masjid tersebut ke daerah Imogiri, Bantul, tidak terjadi. Upaya yang dilakukan tidak berhasil oleh petugas.

Dikatakannya, pembangunan masjid milik Keraton ini sudah sejak sekitar 1600-an. Sampai saat ini, rehab masjid sudah dilakukan sebanyak lima kali. “Rehab hanya dilakukan di beberapa bagian saja. Seperti atap-atap. Kalau untuk soko (tiang) masih tetap seperti itu sejak dulu,” kata Adjuri Jazuli. Masjid ini letaknya berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari pemukiman.

Bangunannya dikelilingi oleh lahan kosong milik AAU. Di sampingnya, ada sebuah makam milik Eyang Purboyo yang selalu ramai dikunjungi para penziarah. Menurut Adjuri Jazuli, jemaah masjid ini tidak pernah terlihat sedikit. Saat salat lima waktu, jemaahnya sekitar dua-tiga saf. Namun, ketika salat Jumat, bisa sampai halaman luar masjid. Takmir Masjid Wotgaleh Muhammad Tukinam mengatakan, tidak saja warga sekitaran satu kelurahan untuk tertarik beraktivitas di masjid ini.

Namun, orang di luar daerah ataupun musafir juga sering datang. Banyak juga musafir yang sekedar ingin beristirahat di emperan masjid. “Karena memang, merasa lebih nyaman dari pada masjidmasjid lainnya,” katanya. Hal menarik yang rutin dilakukan setiap tahunnya di masjid ini adalah acara Nyadran Ageng. Yaitu, kirab ambeng-ambeng (gunungan) nasi ingkung yang dilakukan saat menyambut datangnya bulan puasa. “Setiap bulan Syaban, dilakukan Nyadran Ageng. Masing-masing warga membuat nasi ingkung kemudian diarak,” ucapnya.



Masjid Hancur Gara-gara Tawuran Dua Kelompok di Takalar

















Masjid Baiturrahman yang berada di Kelurahan Pattalassang, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Takalar, rusak parah lantaran menjadi sasaran amuk massa akibat bentrokan dua kelompok pemuda pada Rabu dinihari tadi.

Kepolisian Resor Takalar telah mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pelaku tawuran. Keduanya adalah A, 17 tahun, dan M, 16 tahun. Mereka berasal dari Desa Soreang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Informasi yang dihimpun Tempo, kejadian ini berawal dari sekelompok pemuda yang tengah duduk santai di sekitar masjid. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka meneriaki seorang pemuda yang tengah melintas di jalan raya. Entah dari mana asalnya, seketika muncul kelompok pemuda lainnya yang jumlahnya diperkirakan 40 orang. Bentrokan pun pecah. Akibatnya, kaca dan alat pengeras suara masjid rusak terkena lemparan batu.

Guna mencegah terjadinya bentrokan susulan dan mengantisipasi meluasnya dampak negatif yang dapat terjadi, Kepala Kepolisian Resor Takalar, Ajun Komisaris Besar Nasrun Fahmi, langsung menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintah setempat, pihak TNI, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Takalar.

Pada pertemuan itu, Nasrun meminta agar persoalan itu tidak dikaitkan dengan isi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Menurut dia, kasus ini murni bentrokan antara dua kelompok pemuda yang kebetulan berada di dekat masjid. "Saya meminta kepada warga agar jangan ada saling dendam," kata Nasrun dalam pertemuan yang diadakan di aula Polres Takalar, Rabu, 31 Juli 2013.

Dandim 1426 Takalar, Letnan Kolonel Infanteri Muhamad Ali, yang hadir dalam pertemuan itu, meminta kepada warga Kabupaten Takalar dan Gowa agar menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Dia menduga pemicu bentrokan karena pengaruh minuman keras di kalangan pemuda.



Penjarah Masjid di Inggris di Hukum Penjara 22 tahun

[foto] Masjid di Cumberland Street salah satu bangunan yang dijarah oleh anggota gang yang sama.
Enam orang anggota gang yang melakukan penjarahan terhadap masjid dan beberapa bangunan bisnis lainnya di sepanjang jalan East Lancashire, tiga diantaranya adalah ahirnya dijatuhi hukuman penjara masing masing lebih dari 22 tahun.

Jemaah masjid Plane Tree Road mosque di Little Harwood tidak saja kehilangan sejumlah uang yang disimpan di masjid tapi juga telah kehilangan seluruh berkas asli catatan pernikahan mereka serta berkas berkas resmi lainnya.

Hakim Christopher Cornwall selama persidangan mengatakan bahwa para pelaku telah terbukti melakukan penerobosan paksa dan melakukan tindakan penjarahan dan pencurian yang teramat tercela.

Kelompok geng ini tidak hanya menjarah masjid tapi juga berbagai fasilitas bisnis yang terlah mengakibatkan kerugian jutaan foundsterling. Adalah perusahaan Knuzden yang mengaku kehilangan kontrak senilai £1 juta found akibat penjarahan itu. Belum lagi sejumlah rumah makan dan fasilitas bisnis lainnya.

Para pelaku mengakui semua tindakan mereka termasuk mengakui telah menjarah setidaknya enam masjid di periode yang sama, termasuk Masjid di Plane Tree Road mosque yang telah dijarah dua kali yakni pada bulan Maret 2012 dan tiga bulan setelah itu.

Masjid lainnya yang turut di jarah adalah Masjid di Blackburn’s Cumberland Street dan Masjid Cob Wall mosques, Clegg Street mosque di Burnley dan Grimshaw Street mosque di Accrington.****



Friday, July 19, 2013

Pemandangan Masjid Raya Baiturrahman Tersedia dalam 3D Virtual Tour



















Kemajuan teknologi pada masa kini tentu membuat kita lebih mudah untuk mencari informasi, termasuk salah satunya untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada diberbagai belahan dunia, tidak terkecuali juga ke Aceh.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh baru-baru juga telah meluncurkan salah satu fitur baru disitusnya yang beralamat di www.bandaacehtourism.com sebuah pemandangan 3D virtual tour salah satu destinasi religi, yakni Masjid Raya Baiturrahman.

“Sekarang seluruh masyarakat di dunia melalui website www.bandaacehtourism.com sudah bisa melihat Mesjid Raya Baiturrahman secara ril,” demikian kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh, Reza Fahlevi, Kamis (13/6/2013) di Banda Aceh.

Jika Anda pernah melihat situs www.3dmekanlar.com yang menampilkan tampilan masjid-masjid di dunia dengan begitu nyata, kini juga sudah bisa Anda akses hal yang sama dengan Masjid Raya Baiturrahman.

Virtual tour yang menampilkan pemandangan 360 derajat tersebut terdiri dari 8 tampilan sudut, mulai dari pintu masuk utama ke masjid hingga ke bagian dalam masjid yang bisa Anda akses lewat PC/laptop untuk melihat lebih jelas. Selamat menikmati!. 

Wednesday, July 17, 2013

Masjid Hanley di Inggris Ahirnya Dibuka Setelah 13 Tahun


















Bulan Ramadhan tahun ini memberi berkah tersendiri bagi warga kota Hanley, Staffordshire, Inggris. Masjid yang mereka bangun ahirnya secara resmi dibuka setelah menunggu selama 13 tahun, bangunan masjid nya sendiri bahkan sempat akan menjadi sasaran pembakaran dan penghancuran sampai ahirnya mendapatkan restu dari otoritas setempat untuk beroperasi.

Masjid yang berdiri di rusa jalan Regent Road itu belum selesai 100% namun sudah di izinkan untuk digunakan selama bulan Ramadhan ini termasuk pelaksanaan sholat lima waktu sebagaimana disampaikan oleh direktur nya, Rana Tufail. Selama menunggu proses penyelesaian ahir dan rencananya akan diresmikan bulan depan setelah menghabiskan dana pebangunan sekitar £2 juta pound. Diperkirakan masih akan menghabiskan data sekitar £200 ribu pound lagi untuk sentuhan ahir-nya.

Rencana pembangunan masjid tersebut telah berlangsung sejak tahun 2000 yang lalu namun kemudian malah merebak menjadi sebuah kontroversi ketika kemudian dewan kota mengeluarkan persetujuan penyewaan yang sangat murah bagi lahan masjid tersebut hanya sebesar £1 pundsterling. Namun kemudian komunitas muslim setempat ahirnya membeli lahan tersebut dari dewan kota seharga £70,000.

Kontroversi tak hanya sampai disitu, masjid ini juga sempat mengalami upaya penghancuran pada bulan Desember 2010 lalu ketika seorang anggota militer muda berumur 23 tahun, Simon Beech, bersama Garreth Foster berupaya membakar masjid ini dengan cara menyemburkan gas menggunakan pipa yang dihubungkan ke pipa saluran gas rumah tangga, ke dalam ruang di lantai dasar masjid lalu menyalakan api dan menimbulkan kebakaran hebat dan mengakibatkan kerugian sekitar £53,000.

Kerugian yang cukup merepotkan muslim setempat karena bangunan yang belum selesai tersebut belum sempat di asuransikan dan upaya penggalangan dana pun harus dilakukan lagi. Ke dua pelaku tersebut ahirnya diciduk aparat kepolisian Inggris dan kedua pelaku dijatuhi hukuman penjara masing masing 10 tahun oleh pengadilan setempat karena terbukti bersalah telah melakukan pembakaran.

Tahun ini Ramadhan di Inggris sama seperti di Indonesia, dimulai pada tanggal 10 Juli lalu, dan muslim di Kota Hanley kini memiliki tempat yang nyaman untuk beribadah selama bulan suci Ramadhan ini termasuk penyelenggaraan Sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di ahir Ramadhan nanti.***


Thursday, June 6, 2013

Potret Kerukunan Beragama di Indonesia (Bagian-2)

Komplek Puja Mandala, Nusa Dua, Bali disini lima rumah ibadah bagi lima pemeluk agama dibangun berdampingan satu sama lain dalam komplek yang sama. Menjadikannya objek wusata baru bagi wisatawan yang berkunjung kesana.
Provinsi Bali

Bali terkenal dengan pariwisatanya hingga ke pelosok penjuru dunia. Di pulau Bali ada satu tempat yang terkenal dengan nama Komplek Puja Mandala, lokasinya berada di di Jalan Siligita Nusa Dua, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Di dalam komplek seluas 2 hektar ini berdiri lima rumah ibadah sekaligus sejak 15 tahun silam, yakni Masjid Ibnu Batutah, Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Pura Jagat Natha dan Vihara Budhina Guna.

Komplek Puja Mandala dibangun atas bantuan PT BTDC (Bali Tourism Development Centre) yang pada awalnya dibangun sebagai sarana beribadah wisatawan yang berlibur di kawasan Nusa Dua. Seiring perjalanan waktu, Puja Mandala kini menjadi simbol toleransi antar umat beragama di Bali. Setiap musim liburan tiba, komplek Puja Mandala menjadi tujuan wisata religi. Utamanya dari wisatawan domestik, namun tak sedikit juga wisatawan asing.

Lamongan – Provinsi Jawa Timur

Rukunnya kehidupan antar umat beragama di Desa Balun di Kabupaten Lamongan ini sampai sampai Desa ini disebut desa Pancasila.
Desa Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyimpan bukti kuatnya pengamalan kerukunan umat beragama di Indonesia. Tiga agama hidup berdampingan dan bebas melaksanakan ibadah masing-masing, di rumah ibadah masing-masing. Gereja Kristen Jawi Wetan hanya berjarak 50 meter dari Masjid Miftahul Huda yang Pura Sweta Maha Suci.

Masjid dan pura hanya dipisahkan jalan kampung selebar empat meter. Tak heran, Desa Balun terkenal dengan sebutan Desa Pancasila. Keragaman keyakinan terjalin sejak lama, saat masing-masing tokoh agama menyebarkan agama di desa tersebut. Sedikitnya 1.500 kepala keluarga, 75 persen warga Desa Balun beragama Islam, 15 persen beragama Kristen dan sepuluh persen sisanya beragama Hindu.

Surakarta – Jawa Tengah

Saking rukunnya dua pemeluk agama di dua rumah ibadah ini, sampai sampai bila hari raya lebaran jatuh di hari minggu, pihak Gereja akan mengundurkan jadwal kebaktian rutin mereka sampai Sholat Hari Raya selesai, maklumlah, halaman hingga jalanan di depan gereja ini akan penuh sesak dipakai oleh jemaah Masjid untuk sholat hari raya.
Salib besar menggantung kokoh di muka gereja. Di sebelahnya, lambang bulan sabit dan bintang gagah menjulang di atas kubah. Dua bangunan ibadah ini berdiri bersisian. Berbagi tembok pembatas. Dinding tempat imam masjid memimpin salat, berbatasan langsung dengan rumah pendeta. Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodinigratan bahkan berbagi alamat di Jalan Gatot Soebroto Nomor 222, Surakarta.

Bangunan Gereja dibangun tahun 1929. Sebelumnya gereja berada di kawasan Danukusuman. Gereja dipindah ke Joyodiningratan karena tak lagi muat menampung jemaat, sedangkan Masjid Al-Hikmah dibangun tahun 1947 diatas lahan milik Haji Ahmad Zaini, berawal dari pembangunan sebuah mushola disebelah utara bangunan gereja sampai kemudian dipugar dan diperluas menjadi bangunan Masjid Al-Hikmah.

Provinsi Jawa Timur

pemandangan menarik ini ada di Surabaya. dua rumah ibadah ini dibangun bersamaan dan diresmikanpun dalam waktu yang bersamaan, asik kan.
Pernah singgah ke Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) ?. perhatikan dengan seksama lingkungannya berada. Masjid tersebut dibangun bertetangga dengan Gereja Paroki Sakramen Mahakudus yang sama-sama berdiri bersebelahan di Jalan Pagesangan Baru. Istimewanya, kedua tempat ibadah yang berdiri megah ini, sama-sama mendapat persetujuan dari mantan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Almarhum Cak Narto (H Soenarto Soemoprawiro) dengan peletakkan batu pertama oleh Wakil Presiden RI H Tri Sutrisno pada bulan Agustus 1995. Sedangkan pembangunannya, dimulai sejak September 1996.

10 Nopember 2000, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) dan Paroki Sakramen Mahakudus diresmikan secara bersamaan oleh Almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang saat itu masih menjabat sebagai presiden ke empat RI. Kedua tempat ibadah ini disepakati berdiri dan diresmikan secara bersamaan, sebagai simbol kerukunan umat beragama di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, agar bangunannya sama-sama tinggi, sama-sama rendah, karena inilah wujud kebersamaan sebagai negara yang saling menghormati antar pemeluk agama.

di Kota Malang, Masjid Agung Jami Kota Malang dibangun bersebelahan dengan Gereja GPIB Immanuel.
Masih di provinsi Jawa Timur tepatnya di kota Malang. Di Alun Alun kota Malang berdiri megah Masjid Agung Jami kota Malang atau biasa juga disebut masjid besar Malang atau Masjid Agung Malang. Masjid tua dan bersejarah ini berdiri hanya beberapa meter dari Gereja GPIB Imanuel yang dibangun tahun 1861, jauh lebih dulu dari bangunan masjidnya yang dibangun tahun 1890. Karena dua bangunan ini saling berdekatan, tak mengeherankan bila pada sholat dua hari raya, ummat Islam yang tak tertampung di masjid meluber hingga ke depan bangunan Gereja.


Tentunya apa yang sudah disebutkan di atas hanya sebagian teramat kecil dari kerukunan hidup beragama di Indonesia. Islam mengajarkan “lakum di nukum walyadin” dalam konteks beragama. Untukmu agama-mu dan untukku agamaku.**

Kembali ke Bagian-1