Showing posts with label masjid agung kota. Show all posts
Showing posts with label masjid agung kota. Show all posts

Sunday, July 28, 2019

Masjid Agung Nurul Islam Kota Sawahlunto

dibangun dari bekas pembangkit listrik tenaga uap, Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan

Masjid Agung Nurul Islam adalah masjid agung di kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Ditilik dari usia bangunannya masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Indonesia, lokasinya berada di Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, provinsi Sumatra Barat. Lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari Museum Kereta Api Sawahlunto.

Bangunan masjid ini pertamakali dibangun pada masa penjajahan Belanda ditahun 1894 sebagai gedung pusat pembangkit listrik bertenaga uap (PLTU) dan berubah fungsi menjadi masjid sejak tahun 1952. Menaranya yang setinggi 85 meter itu dulunya adalah cerobong asapnya kemudian dijadikan sebagai menara dengan tambahan kubah setinggi 10 meter.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar
Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, Indonesia



Kota Sawahlunto di Sumatera Barat dikenal sebagai kota wisata. Kota tua yang mulai didirikan pada tanggal 1 Desember 1888, seiring dengan ditemukannya tambang batubara di daerah itu di masa penjajahan Belanda. Explorasi batubara mulai dilakukan oleh Belanda pada tahun 1892. Kota ini berkembang menjadi pusat pertambangan. Infrastuktur kota dibangun sejak masa itu termasuk fasilitas pembangkit tenaga listrik, jalur kereta api, pemukiman dan sebagainya.

Perkembangan kota ini sempat seakan mati manakala penambangan batubara dihentikan. Kini kota tua Sawahlunto dikenal luas sebagai kota wisata, salah satu yang terbaik di Indonesia. Peninggalan masa lalu termasuk lorong lorong panjang tambang tambang bawah tanah seakan berkisah dalam sepi tentang perihnya penderitaan para pekerja paksa yang diperah tenaganya oleh penguasa Belanda untuk mengorek batubara dari perut bumi Sawahlunto.

DULU & KINI. Foto sebelah kiri adalah bangunan asli Masjid Agung Sawahlunto dimasa penjajahan Belanda berupa gedung pembangkit listrik tenaga Uap. Perhatikan cerobong asapnya yang kini berubah menjadi menara masjid pada foto sebelah kanan.

Masjid di Bekas PLTU

Pertumbuhan infrastruktur di Kota Sawahlunto yang dipicu oleh aktivitas pertambangan batu bara mengalami perkembangan pesat pada akhir abad ke-19. Eksploitasi batu bara mendorong masuknya transformasi teknologi uap ke Sawahlunto.

Sejalan dengan itu, untuk dapat menggerakkan berbagai mesin listrik pemerintah Hindia Belanda membangun pusat pembangkit listrik bertenaga uap (PLTU) dengan memanfaatkan aliran Batang Lunto di Kubang Sirakuak pada tahun 1894. PLTU ini menjadi PLTU pertama di Sawahlunto.

Cerobong asap yang sama, di foto kiri jelas terlihat cerobong asap PLTU dengan asap nya yang membubung, Dan di foto sebelah kanan cerobong tersebut difungsikan menjadi menara masjid. 
PLTU Mudik Air merupakan tempat penggerak utama peralatan dan mesin – mesin pertambangan, sumber penerangan kota, gedung, kantor serta rumah – rumah warga Sawahlunto. Namun mengingat debit air sungai yang berada di pinggir PLTU tersebut kian berkurang, pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun PLTU pengganti di Salak, Talawi pada tahun 1924 yang memanfaatkan aliran Batang Ombilin.

Bangunan PLTU di Kubang Sirakuak yang sudah tidak berfungsi lagi sempat dijadikan sebagai tempat perlindungan dan perakitan senjata oleh para pejuang kemerdekaan di Sawahlunto Pada masa Agresi Belanda I dan II, Pada saat mengalami peralihan fungsi banyak ditemukan sisa – sisa amunisi pada banker tersebut dan kini amunisi tersebut disimpan sebagai koleksi Museum Goedang Ransoem Sawahlunto.

Ekterior dan Interior Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto. 
Bangunan bekas PLTU itu pernah juga sebagai rumah hunian pekerja tambang batu bara Ombilin, sampai akhirnya berubah menjadi masjid sejak tahun 1952 dengan nama Masjid Agung Nurul Islam. Bekas cerobong asapnya yang kini sudah berubah menjadi menara tampak indah dimalam hari dengan cahaya cahaya lampu yang dipasang disana.

Bangunan utama masjid ini berukuran 60 × 60 meter dan memiliki lima kubah terdiri dari satu kubah besar di tengah yang dikelilingi oleh empat kubah dengan ukuran yang lebih kecil. Di bawah bangunan masjid terdapat lubang perlindungan yang sempat dipakai untuk tempat merakit senjata, granat tangan, dan mortir. Saat ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid berlantai dua ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat sekitar.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Sunday, March 11, 2018

Masjid Agung Sukabumi


Kota Sukabumi sudah memiliki masjid agung sejak ahir abad ke 18, bangunan masjid agung yang lama kemudian direnovasi ke bentuknya yang baru seperti terlihat saat ini. Mulai di renovasi tahun 2012 dan diresmikan tahun 2013.
Di Kota Sukabumi, masjid yang paling besar dan tertua yakni Masjid Agung Sukabumi yang terletak di Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Lokasinya cukup strategis karena berada dekat dengan Pendopo Negara Kabupaten Sukabumi, Alun-Alun kota, dan pusat perbelanjaan di Sukabumi. Cukup menarik bahwa masjid Agung Sukabumi ini berdiri berdekatan dengan Gereja Sidang Kristus, yang merupakan tempat ibadah umat Kristen Protestan, menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama di Sukabumi terjalin sangat baik.

Berdasarkan kisah tutur masayarakat setempat, masjid Agung Kota Sukabumi ini dibangun diatas tanah wakaf dari Ahmad Juwaeni di penghujung abad ke 19, dan masjid ini menjadi tempat dikibarkannya bendera merah putih untuk pertama kali di wilayah Sukabumi, meski tidak jelas benar sejak tahun berapa masjid ini pertama kali dibangun.

Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. Alun - Alun Utara, Cikole, Gunungparang
Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43111



Sejarah Awal Masjid Agung Kota Sukabumi

Diperkirakan masjid tersebut sudah berdiri pada akhir abad ke 19. Hal ini dibuktikan dengan bukti foto atau dokumentasi masjid pada 1890 masehi. Masjid Agung Sukabumi menjadi satu-satunya masjid yang berdiri di tengah Kota Sukabumi hingga akhir abad ke 19. Bangunan masjid lainnya baru bermunculan setelah memasuki abad ke 20. Di masa kolonial, masjid ini menjadi sentra perjuangan warga Sukabumi menghadapi para penjajah.

Selama berdiri hingga 2015, Masjid Agung Sukabumi sudah mengalami pemugaran dalam skala besar sebanyak enam kali. Pelaksanaan pemugaran dilakukan pada 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, dan 2012. Pemugaran terahir hingga ke bentuknya saat ini dilakukan tahun 2012 dan selesai tahun 2013.

Masjid Agung Kota Sukabumi dengan tampilan baru ini begitu megah dengan polesan warna kuning emas pada kubahnya.

Renovasi Tahun 2013

Renovasi terahir Masjid Agung Kota Sukabumi ini dilaksanakan dengan peletakan batu pertama pembangunannya oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan Ahmad Heryawan dan Walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur, pada tanggal 18 Februari 2012. Peresmian Masjid Agung Sukabumi setelah pemugaran terakhir dilakukan pada 12 Mei 2013, juga dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wali Kota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur.

Bangunan masjid yang baru ini didesain oleh pemenang sayembara desain masjid yakni artsitek asal Bandung, Dedi Sudharmanwan. Saat ini bangunan masjid terlihat megah dengan kubah berwarna kuning keemasan. Uniknya, ada ornamen senjata khas Jabar yakni kujang di tiap menaranya. Hal ini menunjukkan perpaduan antara Islam denga budaya lokal.

Aerial View Masjid Agung Kota Sukabumi (foto dari akun instagram @fsiposeno)
Pada saat diremikan pembangunan masjid ini belum rampung seluruhnya, baru mencapai 94%. Sebagai masjid agung kota, Ketua DKM masjid ini dijabat oleh Walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur, beliau juga yang menjadi tokoh sentral pemugaran terahiar masjid Agung Kota SUkabumi ini yang dalam proses pembangunannya juga sempat terganggu akibat kemacetan lalu lintas di ruas jalan Jakarta-sukabumi yang mengganggu pasokan bahan bangunan untuk pembangunan masjid ini.

Merujuk kepada penjelasan walikota Sukabumi pada saat peresmian, pemugaran masjid Agung Kota Sukabumi ini menghabiskan dana puluhan milyar rupiah berasal dari gotong royong semua warga dan pemerintahan Kota Sukabumi. Salah satunya melalui gerakan wakaf uang (Gawang). Selain itu, pembangunan masjid ini pun mendapatkan bantuan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Interior Masjid Agung Sukabumi, juga di dominasi warna kuning emas.

Sumber dana pembangunan

Perkiraan awal pembangunan masjid ini membutuhkan dana sebesar Rp. 25 Milyar Rupiah. Dana tersebut berasal dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp9 milyar, APBD Kota Sukabumi Rp1 miliar dan sumbangan masyarakat Rp3 miliar. Dana tersebut ditambah lagi dari APBD Kota Sukabumi perubahan Rp2,5 miliar, dan rencananya ada sumbangan lagi dari Gubernur sebesar Rp8 miliar. Sedangkan sisanya sekitar Rp2 miliar, didapat dari sumbangan masyarakat dan juga dana dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Arsitektur Masjid Agung Kota Sukabumi

Rancangbangun masjid Agung Kota Sukabumi paska renovasi tahun 2013 masih mempertahankan pola bangunan masjid sebelumnya dengan bangunan induk berkubah bundar ditambah empat menara di ke empat penjurunya, meski bentuknya secara keseluruhan berubah total.

Rancangan ruang mihrabnya minimalis, tidak terlalu banyak detil ornamen, namun tampak anggun.
Dirancang sebagai bangunan masjid modern, dengan kubah utama berukuran cukup besar ditambah kubah bundar berukuran lebih kecil di bagian berandanya. Warna emas mendominasi kubah masjid ini. Empat menaranya juga mendapatkan sentuhan warna emas disisi bagian atasnya, beberapa ornamen eksterior masjid jugamendapatkan sentuhan warna yang sama.

Yang paling menarik dan menjadi ciri khas masjid ini adalah bagian puncak menaranya yang tidak menggunakan kubah tapi menggunakan bentuk dasar bilah Kujang yang merupakan senjata khas masyarakat Sunda, yang di susun simetris menyerupai sebuah kubah. Ornamen ini cukup menarik karena tak ditemukan di masjid lain di Jawa Barat.

Interior masjid juga di dominasi dengan warna emas, pada empat pilar besarnya, langit langit hingga bagian mihrabnya, dipadu dengan penggunaan warna dasar putih. Lafazd Allah dalam bentuk sederhana ditempatkan di dinding kiblat di dalam mihrab berlatar warna gelap. Sementara karpet masjid ini di dominasi warna merah, karpet yang dipesan khusus disesuaikan dengan rancangan dan denah ruang masjid, empuk dan indah.[updated 11 Juni 2019]***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Saturday, October 28, 2017

Masjid Agung An-Nur Kota Batu

Masjid Agung An-Nur Kota Batu - Jawa Timur 

Masjid Agung An-Nur ini berada di kawasan wisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Masjid megah yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda ini dipuji oleh para wisatawan karena fasilitas fasilitasnya yang dinilai ramah wisatawan. Masjid Agung An-Nur didirikan tahun 1920 di atas tanah wakaf dan telah beberapa kali mengalami renovasi.
.
Beberapa fasilitasnya yang cukup mendapat appresiasi dari wisatawan diantaranya adalah Rest Area yang sengaja dibangun terpisah dari bangunan utama masjid sehingga mereka yang sedang beristirahat disana tidak mengganggu aktivitas peribadatan di ruangan utama masjid.

Masjid Agung An Nuur
Jl. Gajah Mada, Sisir, Kec. Batu
Kota Batu, Jawa Timur 65314


.
Masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas charge hape atau camera, berupa lemari dengan slot berukuran kecil berpintu cukup untuk meletakkan hape/atau kamera yang di charge dan kuncinya bisa dibawa kemana mana. ditambah lagi dengan fasilitas pemandian umum yang bersih dan nyaman. Asiknya lagi juga tersedia air hangat di pemandian di masjid ini.
.
Masjid Agung An-Nur Kota Batu ini berdiri di sebelah utara Alun Alun Kota Batu, dan terpisah sekitar 1.6 km dari kantor walikota Batu, maklum karena memang masjid dan alun alun kota Batu ini telah lebih dulu berdiri jauh sebelum kota batu diresmikan sebagai Daerah Otononom sebagai sebuah kota Mandiri.

Masjid Agung An-Nur di Malam Hari (foto IG @rudi_santoso.78)

Kota Batu dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Malang, yang kemudian ditetapkan menjadi kota administratif pada 6 Maret 1993. Pada tanggal 17 Oktober 2001, Batu ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang dengan Undang Undang No. 12/2001.

Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa. Kekaguman bangsa Belanda terhadap keindahan dan keelokan alam Batu membuat wilayah kota Batu disejajarkan dengan sebuah negara di Eropa yaitu Swiss dan dijuluki sebagai De Kleine Zwitserland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa.***

Referensi


Baca Juga


Saturday, October 14, 2017

Masjid Agung Kota Tegal

Masjid Agung Kota Tegal, Jawa Tengah

Masjid Agung Kota Tegal merupakan salah satu masjid tua bersejarah di Jawa Tengah, masjid ini pertama kali dibangun bersamaan dengan peristiwa perang Diponegoro | Perang Jawa antara tahun 1825-1830, dan dengan sendirinya masjid agung ini menjadi salah satu saksi bisu sejarah perang terbesar dalam sejarah Jawa tersebut.

Pembangunnya adalah K.H. Abdul Aziz yang merupakan penghulu pertama di kota Tegal. Beliau juga mempunyai hubungan kerabat dengan Raden Reksonegoro, Bupati Tegal waktu itu, sehingga pembangunan Masjid Agung Tegal itu berjalan mulus dan lancar tanpa hambatan. Lokasi masjid ini dibangun tidak di sisi barat alun alun kota Tegal dan hanya berjarak sekitar 150 meter ke arah barat laut dari pendopo kota Tegal.

Masjid Agung Kota Tegal
Jl. KH. W. Hasim No.1921, Mangkukusuman
Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah 52131



Hanya saja bangunan masjid agung megah yang kini berdiri bukanlah bangunan asli peninggalan dari K.H. Abdul Aziz, namun bangunan masjid hasil renovasi dan pembangunan kembali yang sudah dilaksanakan berkali kali sepanjang perjalanan sejarahnya.

Sejak dibangun oleh K.H. Abdul Aziz di tahun 1825-1830 Masjid Agung Kota Tegal ini telah mengalami berkali kali renovasi dan terahir kali di renovasi total ke bentuknya saat ini di tahun 2015 yang lalu. Sebelumnya tercatat beberapa kali dilakukan renovasi termasuk penambahan gedung KUA (Kantor Urusan Agama) di tahun 1927 tempat dilangsungkannya pernikahan sebagai pengganti ruang paseban yang sudah tidak refresentatif.

Renovasi berikutnya ditahun 1953-1954, renovasi dan perombakan kala itu dilakukan secara besar-besaran. Serambi depan masjid diperluas ke arah depan sehingga menyatu dengan KUA. Menyusul kemudian di tahun 1970 dilakukan perbaikan tempat wudhu disebelah kanan masjid dan atap masjid diganti dengan atap tumpang. Renovasi berikutnya dilakukan tahun 1985.

Masjid Agung Kota Tegal sebelum renovasi tahun 2015

Renovasi 2015

Renovasi terhir masjid Agung Kota Tegal dilaksanakan tahun 2015 yang lalu dimasa pemerintahan walikota Hj. Siti Masitha Soeparno. Sebagian besar bangunan masjid ini dibongkar dan diganti dengan bangunan baru, empat menara kini berdiri kokoh menjulang mengapit bangunan masjid di empat sudut bangunannya.

Bila menjejak bentuk lama masjid ini hanya bentuk atap masjid lama yang masih dipertahankan di bangunan baru Masjid Agung Tegal ini. Bangunan baru dengan sentuhan berbagai seni bina bangunan masjid dengan tetap mempertahankan gaya atap bangunan masjid khas Indonesia. bagian lain yang dipertahankan pintu dan jendelanya.

Renovasi yang bertajuk Rehabilitasi Masjid Agung Kota Tegal tersebut dikerjakan PT Ritter Dinamika dari Jakarta Barat dengan nilai kontrak Rp 9,5 miliar. Biaya itu sumbernya dari dana hibah Pemerintah Kota Tegal. Dana hibah Rp 10 miliar dari APBD 2014 diserahkan kepada Yayasan Masjid Agung Kota Tegal pada 12 Desember 2014.

Renovasi total Masjid Agung Tegal di tahun 2015 tersebut tak pelak mengungang kritik dari sejarawan Tegal Wijanarto yang mengatakan bahwa “Proses konservasi Masjid Agung semakin kehilangan spirit historisnya” mengingat bahwa rehabilitasi tersebut mengubah drastis penampilan luar salah satu ikon Kota Tegal itu. Masjid yang semula hanya memiliki satu menara itu juga akan dirombak menjadi bangunan baru lengkap dengan empat menara megah di tiap sudutnya.

Masjid Agung Tegal di Malam Hari

Renovasi masjid agung kota Tegal ini juga sempat menuai keluhan dari anggota wakil rakyat yang mengeluhkan bentuk hiasan di area pintu masuk masjid agung ini yang menyerupai lambang swastika Nazi. Ditambah lagi dengan proses penyelesaian renovasinya yang mundur dari jadwal yang semestinya sudah harus rampung pada 5 Desember 2015.

Peresmian masjid Agung Kota Tegal ini dilaksanakan pada malam Jum’at 17 November 2016 dengan menggelar acara Tegal Bersholawat dipimpin oleh Al Habib Syech Abdul Qodir Assegaf. acara tersebut dihadiri oleh ribuan muslim kota Tegal dan sekitarnya. Tegal bersholawat merupakan kegiatan rutin yang digelar Masjid Agung Kota Tegal sekaligus peresmian pembangunan Masjid Agung tersebut.

Aktivitas Masjid Agung Kota Tegal

Lantai bawah masjid digunakan sebagai ruang utama masjid. Sedangkan, lantai atasnya sebagai tempat untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan keislaman, seperti pengajian kaum bapak dan kaum ibu setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu ba’da subuh. Pengajian Al-Qur’an bagi para remaja, biasanya diselenggarakan setiap hari Rabu, Kamis, dan Sabtu malam. Khusus pengajian buat masyarakat umum diselenggarakan setiap hari Senin ba’da subuh.

Tradisi Masa Lalu

Masjid Agung Tegal ini, di masa lalu memiliki satu keunikan tersendiri, sampai sekitar tahun 1980-an, setiap datang waktu berbuka puasa (Ramadhan) pasti dilakukan pembakaran petasan berukuran besar di halaman masjid ini sebagai tanda sudah masuk waktu magrib atau berbuka. Namun kini tradisi pembakaran petasan raksasa yang terkesan mubazir itu sekarang sudah ditiadakan. ***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga