Monday, November 28, 2011

Singgah Ke Masjid Kowloon - Hongkong



18-April-2010 terahir singgah ke masjid ini untuk sholat zuhur, sudah lebih dari setahun yang lalu. Kowloon Mosque and Islamic Centre, begitu nama resminya seperti tertulis dimeja resepsionis dan di dinding depan masjid yang menghadap ke Nathan Road di wilayah Tsim Tsa Tsui pusat kota Kowloon-Hongkong. Alamat resminya adalah : 105 Nathan Road, TST, Kowloon –Hongkong SAR. Telepon : 2724 0095, Fax : 2724 2661. Bagi yang suka belanja ke luar negeri pastinya hafal betul kalau di ruas jalan Nathan road itu juga terdapat surga belanja segala macam keperluan.

Hotel tempat kami kami menginap tak terlalu jauh dari masjid kowloon, cukup jalan kaki untuk mencapai masjid. Tadi malam ketika baru tiba di Hongkong kami sudah memetakan dalam benak masing masing lokasi masjid itu ketika taksi kami melintas dari sana. Itu sebabnya ketika waktu subuh tiba kami berlima langsung ngacir dari hotel menuju kesana tanpa perlu tanya tanya lagi.

Menurut prasasti yang terpasang di bagian dalam dinding masjid, masjid Kowloon pertama kali didirikan tahun pada tahun 1896 dan di renovasi tahun 1902. Dibangun menjadi masjid semegah saat ini pada tahun 1984, di lokasi yang sama. Pembangunan menghabiskan dana HK$25 juta dolar Hongkong, mampu menampung 2,000 jemaah. Dan terahir kali direnovasi kembali pada tahun 2008 menghabiskan HK$13 juta Hongkong menambah daya tampungnya hingga 3,500 jemaah.

Masjid ini menjadi langganan bagi warga negara Indonesia yang tinggal di Hongkong untuk berkumpul. ketika kami singgah kesana bertepatan dengan kegiatan pengajian muslimah Indonesia di lantai dasar masjid ini. ramai sekali, dan cukup menyenangkan bersua dengan saudara setanah air di negeri orang.

baca artikel lengkapnya

Masjid Jami Nepal, Masjid di atap dunia

Masjid Jami Nepal dari Arah jalan raya (foto dari flickr)
Masjid Jami Nepal atau Kathmandu Jama Masjid, masjid Hindustan, masjid dia atau Masjid Nepali dan kadang kadang media juga menyebut masjid ini sebagai Masjid Nasional Nepal, meski dengan jelas papan nama masjid ini tertulis “Nepali Jame Masjid”. Sejarah pembangunan awal masjid ini memang dilaksanakan oleh muslim dari India yang berimigrasi ke Nepal beberapa abad yang lalu.

Muslim Hindustani (India) merupakan kelompok muslim kedua yang menetap di Nepal, gelombang pertama muslim yang mukim di Nepal adalah Muslim Khasmiri yang kemudian mendirikan Masjid Kashmiri Taqiya. Kelompok pertama muslim Hindustani masuk ke Nepal semasa kekuasaan Raja Pratap Malla (1641-1674) dari dinasti Malla. Raja mengizinkan mereka menetap dan mendirikan masjid di selatan Masjid Kashmiri Taqiya .

Masjid yang dibangun oleh kelompok pertama Muslim Hindustani ini kemudian terkenal sebagai masjid Hindustani, Masjid India, Masjid Nepali atau Masjid Jami Kathmandu (Kathmandu Jama’ Mosque). Konon masjid ini pertama kali dibangun dengan beraliran syiah (boleh jadi itu sebabnya muslim Hindustani meminta izin kepada raja untuk membangun masjid sendiri terpisah dari Masjid Kashmiri Taqiya yang beraliran Suni). Namun kemudian diubah menjadi masjid Suni oleh Maulana Sargaraz AH Shah (Mufti terahir dari dinasti Mughal semasa Sultan Bahadur Shah Zafar) yang mengungsi ke Kathmandumengiringi kepergian Putri Begum Hazrat Mahal istri dari Nawab Wajid Ali penguasa Begum dari Lucknow berserta putra Mahkota Birjis Qadr).

Baca artikel lengkapnya

Saturday, November 5, 2011

Masjid Hassan II – Casablanca, Maroko



Masjid Hassan II berada di kota Casablanca, Maroko. Diklaim sebagai masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dan Masjid Hassan II ini merupakan salah satu dari 48 ribu bangunan masjid di Maroko dari total penduduknya yang hanya 35 juta jiwa. Masjid Hassan II dibangun pada tahun 1986-1993 untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Maroko Hassan II.

Sebagai pembanding, Italia yang merupakan negara Katholik berpenduduk 60 juta jiwa hanya memiliki 26 ribu tempat ibadah. Perbandingannya adalah disediakan 1 masjid bagi setiap 730 orang di Maroko. sedangkan di Italia satu tempat ibadah diperuntukkan bagi 2400 orang.

Masjid Hassan II dibangun menjorok ke samudra Atlantik membuatnya terlihat seakan akan berada di tengah laut layaknya sebuah masjid yang benar benar terapung. Tak salah bila kemudian masjid ini mendapat julukan sebagai masjid terapung terbesar di dunia. Masjid megah ini kini menjadi penanda kota Casablanca. Dari arah Samudera Atlantik bangunan masjid ini mendominasi pemandangan kota Casablanca, terutama dengan menaranya yang masih memegang rekor sebagai menara masjid tertinggi di dunia.