Showing posts with label bukan masjid biasa. Show all posts
Showing posts with label bukan masjid biasa. Show all posts

Saturday, June 17, 2023

Masjid Danau Prokos Bosnia: Niat Tulus Mendiang Suami, Diwujudkan Oleh Istri Tercinta

Prokos Mosque / Prokoški Mosque / Prokoško Mosque / Džamija Prokoško Jezero / Masjid Danau Prokosko di Bosnia & Herzegovina. Masjid di lokasi tertinggi di Eropa.
 
Ini kisah kecil dari sebuah masjid mungil ditepian danau Prokos, Bosnia & Herzegovina. Dari letak geografisnya, masjid ini merupakan masjid yang berada di lokasi tertinggi di benua Eropa. Masjid danau Prokos dibangun tahun 2005 oleh pasangan suami istri dari Visoko, mereka adalah Hadžija (Hajji) Salih Cabaravdic dan istrinya Hadžinica (Hajah) Ferida Cabaravdic.
 
Haji Salih dan Istrinya Ferida sudah sejak lama memiliki sebuah pondok peristirahatan kecil di tepi danau Prokos. Tiap kali mereka sedang disana, Haji Salih mengajak muslim setempat untuk sholat berjamaah di pondok mungil mereka. Berawal dari situ, Haji Salih meminta izin kepada istrinya untuk merobohkan pondok kecil mereka dan membangunnya lebih besar sebagai masjid untuk warga muslim setempat beribadah.
 
Musim gugur 2004 Haji Salih sudah mulai membeli bahan bahan material untuk membangun masjid impiannya. Pada Januari 2005 Haji Salih menjual seluruh saham miliknya ditempat ia bekerja yang akan ia gunakan untuk membangun masjid, namun beliau wafat sebelum sempat mewujudkan masjid impiannya. Hajah Ferida yang kemudian melanjutkan niat suaminya.
 
Bermodal uang tunai 30.000 Mark peninggalan mendiang suaminya, beliau mulai membangun masjid kecil di tepian danau Prokos setelah mendapatkan izin dari pemerintah dan komunitas muslim setempat. Apa yang ia lakukan kemudian mendapat perhatian dari para sahabatnya yang turut membantu.
 
Beberapa diantara mereka ada yang membantu pembuatan mihrab, teman temannya dari Iran menyumbang karpet, dan sepupunya Hazim Zečević membantu pembuatan menara masjid tersebut. Masjid Danau Prokos selesai dibangun dan mulai digunakan pada 24 Juni 2005. Selain meneruskan niat suaminya untuk membangun masjid, Hajah Ferida juga menunaikan ibadah haji badal untuk mendiang suaminya
 
Kini danau prokos menjadi salah satu destinasi wisata pavorit di Bosnia karena letaknya yang unik berada di dataran tinggi sehingga terdapat flora dan fauna endemik di danau dan sekitarnya. Masjid mungil inipun turut populer dikalangan wisatawan terutama bagi wisawatan dari negara negara arab dan negara negara Islam lainnya, karena memang merupakan masjid satu satunya di kampung kecil di danau Prokos.***

Monday, August 5, 2019

Masjid Masjid Perkasa Yang Selamat Dari Bencana Tsunami Palu-Donggala

Beberapa masjid masih kokoh berdiri paska bencana gelombang tsunami melanda kota Palu dan Kabupaten Donggala 28 Septermber 2018 yang lalu.

Gempa bumi disusul gelombang tsunami dan likuifaksi tanah yang melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu, juga menimbulkan kerusakan pada bangunan bangunan masjid yang ada di Donggala dan kota Palu. Diantaranya ada yang mengalami kerusakan total, bahkan ada yang miring tak lagi layak untuk digunakan serta harus dirobohkan.

Diantara masjid masjid yang terdampak bencana tersebut adalah Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman yang begitu terkenal sebagai ikon nya kota Palu yang terletak di pantai Talise, kota Palu, bangunan masjid ini seolah “Terduduk” ke bumi setelah seluruh tiang tiang penyanggahnya patah sedangkan bangunan masjidnya sendiri tampak masih utuh meski tak lagi dapat digunakan karena sebagian telah terendam air laut.

Kondisi Masjid Terapung kota Palu paska tsunami, bangunan masjid ini masih utuh meski kini terendam air setelah seluruh tiang tiang beton nya patah dihantam gelombang tsunami.

Berdasarkan pendataan Dewan masjid Indonesia sampai 21 Oktober 2018, terdapat 191 masjid rusak, 50 di antaranya rusak total sampai tidak bisa digunakan sebagai dampak dari Bencana tersebut. Gempa disusul dengan gelombang tsunami setinggi 11,3 meter itu tidak saja menyapu bersih bangunan disepanjang pantai namun juga menyeret kapal Sabuk Nusantara yang berukuran cukup besar, hingga ke daratan. Begitupun dengan Kapal patroli milik TNI Angkatan Laut dan kapal kapal nelayan milik warga setempat yang sedang sandar di pelabuhan. 

Namun dari sekian banyak masjid yang rusak tersebut ada beberapa masjid yang masih kokoh berdiri meski seluruh atau hampir semua bangunan disekitarnya rata dengan tanah, masjid masjid tersebut adalah sebagai berikut. 

1. Masjid Al Amin di Wani, Donggala

Masjid Al-Amin berada di pantai yang sama dengan Masjid Al-Mujahidin tak jauh dari pelabuhan Wani. Dua Masjid tertua di Donggala ini selamat dari terjangan tsunami.

Masjid Al Amiin adalah masjid tertua di Kabupaten Donggala lokasinya hanya berjarak sekitar 20 meter dari pantai di kampung Malambora, desa Wani, Kecamatan Tantopea, kabupaten Donggala. Gempa yang disusul gelombang tsunami pada tanggal 28 September 2018 telah meluluhlantakkan bangunan disekitar nya, namun masjid ini masih tetap berdiri kokoh ditempatnya. 

Masjid Al-Amin diketahui merupakan masjid tertua di Donggala, pertama kali dibangun tahun 1906 dan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2010. Tsunami tahun 2018 adalah untuk ketiga kalinya masjid ini selamat dari hantaman tsunami, peristiwa yang sama juga pernah terjadi tahun 1927 dan 1938.

2. Masjid Al-Mujahidin Wani, Donggala

Masjid Al-Mujahidin di pelabuhan Wani merupakan masjid tertua di Donggala, lebih tua dari Masjid Al-Amin dan kedua masjid tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya di Donggala pada tahun 2010. 

Masjid Al-Mujahidin berada di pantai dan desa yang sama dengan Masjid Al-Amin, Lokasi Masjid Al-Mujahidin ini berdekatan dengan Pelabuhan Wani. Bersama dengan Masjid Al-Amin, Masjid Al-Mujahidin ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya karena faktor sejarah dan usianya yang bahkan jauh lebih tua dari Masjid Al-Amin. Masjid Al-Mujahidin dibangun pertama kali tahun 1912.

Posisi masjid ini menghadap ke laut dan nyaris tak ada bangunan yang menghalanginya terhadap terjangan ombak tsunami, seluruh Jemaah sholat magrib di masjid ini sontak melarikan diri saat gempa dan tsunami datang termasuk Imam masjid. Namun begitu gelombang air berhenti dan warga serta Jemaah kemabli ke kampung mereka, tampak masjid ini masih berdiri kokoh ditempatnya diantara puing puing yang berserakan disekitar bangunan masjid termasuk sebuah kapal nelayan yang terdampar di pekarangan nya.

3. Masjid Babul Jannah di Loli Saluran, Banawa, Kabupaten Donggala

Masjid Babul Jannah masih berdiri kokoh paska tsunami yang melanda Donggala.

Masjid Babul Jannah di Loli Saluran, Banawa, Kabupaten Donggala menjadi saksi bisu dahsyatnya gempa dan tsunami menerjang Palu dan Donggala, Jumat 28 September 2018. Kendati mengalami kerusakan sedikit, bangunan ini menjadi satu-satunya yang tetap kokoh di tengah hamparan puing bangunan yang porak-poranda. 

Masjid terletak 50 meter dari di bibir pantai. Bangunannya cukup megah dengan dua kubah dan satu menara yang berdiri tegak, meski mengalami sedikit kerusakan terutama di pagar depan, sedangkan lainnya tetap utuh. Petaka yang datang di waktu sholat magrib itu, memberikan cukup waktu kepada Jemaah masjid ini untuk menyelamatkan diri meski air sudah sempat masuk ke dalam masjid. Kerusakan kecil pada masjid ini lebih disebabkan oleh hantaman berbagai material yang terseret oleh terjangan air. 

4. Masjid Jami Kelurahan Pantoloan Kota Palu 

Gelombang tinggi yang melanda kawasan sekitar masjid ini bahkan tak meninggalkan jejak basah pada buku dan kitab yang ada di dalam masjid ini.

Kondisi masjid Jami’ Kelurahan Pentoloan ini pertama kali diberitakan oleh para relawan PKS yang tiba disana beberapa saat setelah bencana terjadi. Masjid jami ini berada di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Meski bangunan dan pepohonan disekitar masjid tampak jelas bekas tergerus oleh terjangan tsunami, namun masjid yang ukuran dan arsitekturnya tak sebesar dan tak semegah tiga masjid sebelumnya, bangunan masjid ini mampu bertahan dari bencana dasyat tersebut. 

Masjid jami ini dibangun dari beton bercat hijau muda dan beratap seng, berdiri di pemukiman yang tak jauh dari pantai, menurut warga, masjid pertama kali dibangun tahun 1938, dan menurut kesaksian warga, paska peristiwa tsunami tersebut bagian dalam masjid ini masih tetap bersih bahkan kitab dan buku buku yang ada di dalam masjid dalam kondisi kering seolah sama sekali tak tersentuh air. 

5. Masjid Ar Rahman Loli Dondo, Donggala 

Dan begitulah bila Allah berkehendak, meski Masjid Ar-Rahman di Loli Dondo ini berada persis dibibir pantai, namun  masjid ini masih berdiri kokoh meski kawasan disekitarnya luluh lantak dihantam gelombang tsunami yang begitu dasyat.

Masjid Arrrahman berada di pantai desa Loli Dondo, kecamatan Benawa, kabupaten Donggala. Letak masjid ini bahkan benar benar berada dibibir pantai Desa Loli Dondo, halaman depannya adalah hamparan pasir pantai. Masjid tersebut sudah berdiri sejak dua puluh tahun lebih dan baru selesai direnovasi dengan dana dari Jemaah. 

Saat tsunami datang warga desa berhamburan menyelamatkan diri menjauhi pantai dan tak terbayangkan bahwa masjid yang baru selesai mereka renovasi tersebut akan selamat dari terjangan ombak yang meningatnya pun membuat mereka merinding, namun nyatanya saat warga kembali ke desa setelah bencana mereda, masjid Ar-Rahman masih berdiri kokoh ditempatnya tanpa kerusakan yang berarti diantara puing yang berserakan disekitarnya.*** 

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------



Referensi

https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-masjid-babul-jannah-di-tepi-pantai-donggala-tetap-kokoh-diterjang-tsunami.html
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/10/26/ph7e26366-191-masjid-di-sulawesi-tengah-rusak
https://kumparan.com/@kumparannews/masjid-berumur-112-tahun-kokoh-berdiri-meski-3-kali-diterjang-tsunami-1539321020897712313
https://jurnalislam.com/kisah-imam-masjid-al-mujahidin-saat-tsunami-menerjang-desa-wani/
https://www.nahimunkar.org/masya-allah-sebuah-masjid-tua-di-donggala-masih-berdiri-kokoh-diterjang-gempa-tsunami/
https://www.liputan6.com/news/read/3672689/masjid-ini-jadi-bukti-keajaiban-bencana-gempa-dan-tsunami-di-palu
https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2018/10/12/152560/masjid-selamat-dari-terjangan-tsunami-palu.html


Baca Juga

Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman Kota Palu
Masjid Agung Darussalam Kota Palu
Masjid Agung A.G. KH Abdul Rahman Ambo Dalle, Pare Pare
Masjid Islamic Center Dato Tiro, Bulukumba

Sunday, June 23, 2019

Menilik Keindahan Sepuluh Masjid Terapung di Indonesia (Bagian 2)


Lima masjid "terapung" di posting kali ini adalah masjid yang berada di pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga pulau Papua. Begitu kaya nya negeri kita dengan begitu beragam khasanah budayanya.

Melanjutkan posting sebelumnya tentang 10 Masjid Terapung di Indonesia (Bagian 1) berikut ini kami lanjutkan dengan 5 masjid terapung berikutnya yang ada di Indonesia, yang juga di urutkan berdasarkan tahun penyelesaian pembangunannya. Masih banyak lagi masjid masjid berkatagori terapung seperti yang sudah kami rangkum ini di Indonesia, terutama di wilayah wilayah yang memang menjadikan laut dan sungai sebagai sarana transportasi.

Seperti yang telah kami sampaikan dalam posting sebelumnya, mendirikan bangunan di atas air sudah merupakan keahlian dari sebagian masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala, sehingga dipastikan ada banyak sekali masjid masjid yang dibangun diatas air di seluruh wilayah Indonesia selain dari 10 Masjid yang sudah kami rangkum dalam dua posting ini.

6. Masjid Oesman Al-Khoir Kayong Utara (2016)

Masjid Oesman Al-Khair dibangun atas prakarsa dan di atas tanah hibah dari Oesman Sapta Odang, tokoh nasional yang juga tokoh masyarakat Kayong Utara dan Kalimantan Barat. Lokasi masjid ini menjorok ke laut di lepas pantai Sukadana, Kayong Utara.

Masjid Terapung Oesman Al Khair dibangun di atas lahan wakaf dari Oesman Sapta Odang. Sebagian bangunan masjid ini berada diatas laut dilepas pantai Sukadana. Pembangunanya menghabiskan dana senilai Rp. 38 Miliar yang berasal dari dana patungan dari Oesman Sapta Odang sebesar Rp. 11 Milyar, dana corporate social responsibility (CSR) delapan BUMN sebesar Rp. 12 Milyar dan anggaran Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dan swadaya masayarakat kayong Utara.

Pembangunan masjid ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada Idhul Adha, bulan Oktober 2012 yang juga turut dihadiri oleh Oesman Sapta Odang. Proses pembangunannya memakan waktu selama 3 tahun 7 bulan dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Oktober 2016, ditandai dengan penandatangan prasasti.

7. Masjid Agung Lasusua, Kolaka Utara – Sulawesi Tenggara (2017)

Masjid Agung di Lasusua, Ibukota Kabupaten Kolaka Utara ini dibangun diatas lahan bekas rawa dan hutan dan disulap menjadi kawasan pusat pemerintahan kabupaten Kolaka Utara diatas lahan reklamasi. Kompleks ini menjadi fakta percepatan pembangunan kabupaten ini sejak dimekarkan menjadi daerah otonomi baru.

Masjid Agung Lasusua, nama resminya adalah Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad, nama yang cukup sulit untuk dilafalkan dan diingat, itu sebabnya masjid megah di tepian laut ini lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Lasusua, merujuk kepada tempat nya berdiri. Mulai dibangun tahun 2008 pada masa pemerintahan Bupati Rusdi Mahmud. Pertama kali di gunakan untuk penyelenggaraan sholat Idul Fitri pada tanggal 31 Agustus 2011 meskipun saat itu keseluruhan proses pembangunan masih berjalan. Bangunan masjid ini selesai pada bulan juni 2017.

Dibangun di atas lahan seluas  22.500 meter persegi, luas bangunan masjidnya mencapai 2500 meter persegi dan mampu menampung hingga 3000 jemaah. Pembangunan masjid ini memang cukup mengesankan, proses pembangunannya terintegrasi dengan pembangunan pusat pemerintahan kabupaten Kolaka Utara. Masjid agung ini berdiri di atas lahan reklamasi di lepas pantai Lasosua, tak hanya bangunan masjidnya, begitu juga dengan jaringan jalan raya yang membentang di sepanjang pantai disekitar masjid ini. Bila dipandang dari arah laut, masjid ini tampak seolah olah mengapung dipermukaan laut.

8. Masjid Terapung Amahami, Kota Bima – Nusa Tenggara Barat (2018)

Meski sempat menuai kontroversi dan penolakan dari sebagian masyarakat, Masjid terapung di lepas pantai Amahami kota Bima ini, kini menjadi ikon kota Bima dan kebanggaan masyarakat setempat.

Masjid terapung kota Bima atau Masjid Terapung Amahami adalah masjid yang berada di tepian pantai Amahami kota Bima, tepatnya berada di Jl. Sultan Muhamad Salahuddin, Belo, Kota Bima, provinsi Nusa Tenggara Barat. Pembangunan masjid ini dilaksanakan oleh pemerintah kota Bima dibawah pimpinan Walikota setempat HM. Qurais H. Abidin. meskipun sejak awal rencana pembangunan masjid ini mendapat penolakan bahkan kecaman keras dari beberapa pihak, namun masjid ini ahirnya dibangun dan kini menjadi salah satu Ikon kota Bima.

Pembangunan masjid ini dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 10 April 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bima yang ke 15, dan sudah  mulai dapat digunakan pada ahir tahun 2017 yang lalu. Salah satu dasar pemikiran pembangunan masjid ini adalah bahwa masyarakat kota Bima terkenal sebagai masyarakat yang Islami, karenanya dengan dibangunnya masjid ini; ketika pertama kali masyarakat atau tamu luar daerah masuk wilayah Kota Bima, akan melihat berdiri kokoh sebuah masjid di pinggir laut Amahami, sebagai ikon kota Bima

9. Masjid Al-Alam Kendari (2018)

Masjid Al-Alam di teluk Kendari di wilayah kota Kendari ini boleh jadi merupakan mega proyek pembangunan masjid yang menyita begitu banyak biaya hingga ratusan milyar. Lokasi pembangunannya benar benar berada ditengah laut teluk Kendari. Untuk mencapai masjid ini dibangun ruas jalan hubung sejauh 1,6 KM dari bibir pantai kota Kendari.

Masjid Al-Alam Kendari, dibangun di tengah laut teluk Kendari di kota Kendari, provinsi Sulawesi Tenggara. Gagasan pembangunan masjid ini bermula dari ide Gubernur Sulawesi Tenggara Nurul Alam untuk menghadirkan masjid di tengah tengah teluk Kendari. Pada awalnya banyak yang menentang rencana tersebut, dan kini masjid tersebut menjadi kebanggaan warga Kendari dan Sulawesi Tenggara.

Proyek Masjid Al-Alam Kota Kendari dimulai tahun 2010, mulai dipakai tahun 2017 dan diresmikan tahun 2018. Masjid ini menjadi masjid pertama di Indonesia yang dibangun begitu jauh ditengah laut dan dalam ukuran yang cukup besar, meski sebelumnya telah ada masjid masjid serupa di tanah air. Jarak dari pantai kota Kendari ke masjid ini sekitar 1.6 KM dihubungkan dengan jalan akses yang sengaja dibangun untuk menghubungkan masjid ini dengan daratan kota Kendari.

10. Masjid An-Nur Agats Kabupaten Asmat, Papua

Agats, Ibukota kabupaten Asmat di provinsi Papua dikenal luas sebagai kota diatas papan. Di kota ini rumah penduduk, bangunan pemerintah termasuk kantor Bupati dan sebagainya semuanya dibangun diatas lantai papan bertiang kayu, karena memang wilayah ini senantiasa tergenang air. Jaringan jalan di kota ini pun merupakan susunan papan yang ditata diatas penyangga kayu. Sangat menarik, karena nyaris tak kan ditemukan di wilayah lain di Indonesia yang hampir semua bangunannya berada diatas papan.

Kota Agats merupakan ibukota kabupaten Asmat, provinsi Papua. Kota ini dikenal sebagai kota diatas papan karena sebagian besar bangunannya dibangun diatas air dengan di topang tiang tiang kayu dan berlantai papan. sama seperti semua bangunan yang ada di kota Agats, Masjid An-Nur Agats inipun dibangun berbentuk rumah panggung dengan lantai papan, dan pada saat air pasang naik, Masjid An-Nur Agats dan seluruh bangunan di kota ini seolah menjadi masjid dan bangunan terapung.

Masjid An-Nur Agats merupakan masjid utama di kota Agats kabupaten Asmat. Beragam aktivitas setingkat kabupaten dilaksanakan di masjid ini seperti acara buka puasa bersama dalam rangkaian kegiatan safari Ramadhan pemda kabupaten Asmat pada bulan suci Ramadhan dan lain sebagainya. Belum ada data tentang kapan masjid An-Nur Agats ini dibangun.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, June 22, 2019

Menilik Keindahan Sepuluh Masjid Terapung di Indonesia (Bagian 1)


Lima dari sepuluh masjid masjid terapung di Indonesia.

Masjid terapung diatas permukaan air merupakan pemandangan yang cukup unik dan menarik perhatian banyak orang. Dalam satu dekade belakangan ini pembangunan masjid masjid terapung mulai menjadi satu trend baru dalam pembangunan tempat ibadah ummat Islam tersebut. Pembuatan bangunan di atas air bukanlah hal baru bagi sebagian masyarakat Indonesia. 

Seperti kita ketahui masyarakat yang tinggal dipesisir dan yang tinggal disepanjang aliran sungai sudah zaman nenek moyang kota dahulu sudah terbiasa membangun tempat tinggal hingga tempat ibadah yang posisinya berada di atas air ditopang dengan tiang tiang penyanggah. Bahkan juga sebagian masyarakat membangun tempat tinggal yang benar benar terapung diatas air.

Istilah masjid terapung yang dimaksud disini tidak selalu bermakna bahwa bangunan masjid dimaksud benar benar terapung atau mengambang diatas air, melainkan dibangun dan berdiri diatas pondasi dan tiang tiang yang ditancapkan ke dalam air. Posisi bangunan masjid yang berada diatas air sehingga tampak seolah olah mengapung diatas permukaan air. Hanya saja memang ada juga sih masjid yang benar benar terapung dalam artian sebenanya. 

Berikut masjid masjid terapung di Indonesia versi singgahkemasjid. Kami rangkum 10 Masjid terapung yang ada di Indonesia, dan kami bagi dalam dua porting masing masing lima masjid terapung, di urutkan sesuai dengan tahun penyelesaian pembangunannya.

1. Masjid Raya Al-Munawwar Ternate (2010)

Dari tahun pembangunan nya Masjid Raya Al-Munawwar di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara ini menjadi masjid megah pertama di Indonesia yang dibangun di atas air, dan bila dipanadang dari arah laut seluruh bangunan masjid ini seolah olah mengapung di permukaan air laut.
 
Masjid Raya Al-Munawaroh merupakan masjid yang dibangun oleh Pemerintah kota Ternate di bibir pantai kota Ternate, provinsi Maluku Utara. Masjid yang begitu menawan dipandang dari laut, dengan dua menaranya yang memang dibangun di laut, memberikan pemandangan yang begitu indah. Masjid Raya Al-Munawaroh kini menjadi landmark kota ternate. Bila dipandang dari arah laut masjid ini begitu menawan dengan gunung Gamalama di latar belakang.

Mulai dibangun pertengahan tahun 2003 dengan dana APBD hampir senilai 48 miliar rupiah, dan mulai dipakai pertama kali pada tanggal 6 Agustus 2010 dengan sholat jum’at berjamaah sekaligus takbir akbar menyambut bulan suci ramadhan 1431H, meskipun belum keseluruhan pembangunan masjid selesai di kerjakan.

2. Masjid Terapung Makasar (2012)

Nama resmi masjid terapung di lepas pantai Losari kota Makasar ini sebenarnya adalah Masjid Amirul Mukminin, namun masyarakat luas lebih mengenalnya sebagai masjid terapung Makasar.

Masjid Terapung Makasar ini nama resminya adalah Masjid Amirul Mukminin, namun lebih populer disebut masjid terapung karena lokasinya yang berada di atas air di lepas pantai Losari Kota Makasar, Sulawesi Selatan. Masjid ini dibangun atas gagasan walikota makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini.

Masjid Amirul Mukminin di pantai Losari Makassar, dibangun pada masa walikota Ilham Arief Sirajuddin dan diresmikan oleh Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada tanggal 21 Desember 2012. Pak JK sendiri menyebut masjid ini sebagai Masjid Pantai karena lokasinya yang berada di pantai, bukan masjid terapung seperti kebanyakan orang menyebutnya.

3. Masjid Arqam Bab Al Rahman Palu (2012)

Masjid terpaung kota Palu ini, kini tinggal kenangan. Kuatnya guncangan gempa di tahun 2018 yang lalu menghempaskan masjid ini hingga ambruk, dan sampai kini belum diperbaiki. Pemerintah setempat masih fokus menangani dampak bencana tersebut.

Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman  adalah masjid terapung yang terletak di kawasan teluk palu, kampung lere, Palu Barat, Sulawesi Tengah. masjid ini hanya berjarak 400 meter dari Jembatan Kuning atau Jembatan Palu Empat. Masjid terapung yang ukurannya tidak terlalu besar dilengkapi dengan kubah bewarna emas dan disinari beraneka warna lampu pada malam hari.

Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman ini dibangun tahun 2012 dan menjadi salah satu masjid pavorit warga sekaligus menjadi destinasi wisata menarik di kota Palu. Sayangnya masjid ini mengalami kerusakan parah, seluruh tiang penopangnya patah dan bangunan masjidnya ambruk dihantam gempa yang mengguncang Palu pada tanggal 28 September 2018 yang lalu, dan sampai saat tulisan ini dimuat, masih belum dibangun ulang.

4. Masjid Al-Aminah, Kabupaten Pesawaran - Lampung (2015)

Bila anda ingin menikmati sensasi sholat di masjid yang senantiasa bergoyang mengikuti irama ombak, Masjid Terapung Al-Aminah di pantai wisata Sari Ringgung, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung ini, layak anda coba. Masjid yang satu ini benar benar masjid terapung sebenarnya. Dibangun oleh penduduk nelayan diatas jejeran tong tong bekas untuk keperluan peribadatan mereka. Lokasinya yang berada di lepas pantai wisata membuat masjid ini menjadi salah satu tujuan pavorit wisatawan yang datang kesana.

Masjid Al-Aminah "Benar Benar" Terapung di Teluk Lampung lokasinya berada di tengah tengah laut teluk lampung, dilepas pantai wisata Sari Ringgung, di kabupaten Pesawaran, provinsi Lampung. Lokasinya yang benar benar terapung ditengah laut teluk lampung membuat pengunjung harus menggunakan perahu untuk mencapai masjid ini. Masjid ini dibangun oleh para nelayan muslim setempat untuk keperluan mereka beribadah.

Seiring dengan dibukanya pantai Sari Ringgung sebagai salah satu objek wisata dan semakin ramainya pengunjung yang datang kesana, masjid terapung ini pun kemudian menjadi salah satu objek wisata rohani yang menarik minat berbagai kalangan untuk berkunjung kesana. Masjid terapung Al-Aminah ini kemudian diresmikan sebagai objek wisata oleh Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri pada hari Kamis 4 Juni 2015.

5. Musholla Nurul Bahar, Probolinggo – Jawa Timur (2016)

Yang mirip kapal layar sedang berlayar itu adalah Mushola Nurul Bahar di dalam kawasan wisata mangrove di kabupaten probolinggo, provinsi Jawa Timur. Pengelola kawasan wisata ini sengaja membangun mushola ini untuk keperluan wisatawan muslim yang berkunjung kesana dan hasilnya, mushola yang dibangun diatas laut ini justru menjadi tambahan daya tarik objek wisata tersebut.

Musholla Diatas Laut Nurul Bahar adalah adalah Mushola di lepas pantai kawasan wisata hutan mangrove di kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo provinsi Jawa Timur. Sekilas dilihat dari jauh, masjid ini menyerupai kapal layar yang sedang bersandar atau kapal layar sedang terdampar.

Bahan atap yang digunakan dari kain tenda berwarna putih yang didatangkan langsung dari Jerman. Sedangkan dinding dan lantai berbahan papan kayu kelapa. Selain itu, diperbagai sudut diberi dinding kaca, agar jamaah yang melaksanakan sholat atau ibadah lainnya benar-benar seperti berada di tengah laut. Masjid ini diresmikan pada tanggal 13 November 2016. (bersambung ke bagian 2).

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga