Showing posts with label masjid di sulawesi tengah. Show all posts
Showing posts with label masjid di sulawesi tengah. Show all posts

Saturday, August 10, 2019

Masjid Agung An-Nur Luwuk

Berdiri megah menghadap ke Teluk Lalong, Masjid Agung An-Nur Luwuk, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, telah menjadi Ikon Kabupaten terebut.

Masjid Agung An-Nur Luwuk adalah masjid agung kabupaten Banggai provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah kabupaten ini berada di ujung Timur Laut pulau Sulawesi, sisi sebelah timurnya menghadap ke laut Maluku. Kabupaten Banggai beribukota di Luwuk, tempat dimana Masjid Agung An-Nur ini berdiri ditepian teluk Lalong. Posisi yang membuatnya tampak begitu indah dari arah lautan Teluk Lalong.

Berdiri di pusat kota Luwuk, masjid Agung An-Nur menjadi ikon ibukota kabupaten Luwuk yang pusat-nya memang berada di tepian teluk Lalong ini, kantor kantor pemerintahan kabupaten juga berdiri disana termasuk kantor DPRD kabupaten Banggai yang juga menghadap ke laut teluk Lalong di sebelah tenggara Masjid Agung An-Nur, sedangkan kantor Bupati Banggai yang baru dibangun cukup jauh, sekitar 6km di sebelah selatan dari Masjid Agung An-Nur.

Masjid Agung An-Nur
JL. Letnan Jenderal MT Haryono, Soho, Luwuk
Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah 94712



Merujuk kepada situs simas kementrian Agama, Masjid Agung An-Nur Luwuk ini dibangun tahun 1986 diatas lahan wakaf seluas 19,039 m2, dengan luas bangunannya 2.000 meter2 dan mampu menampung hingga 3.000 jemaah sekaligus. Situs tersebut tidak memberikan penjelasan lebih rinci tentang masjid ini.

Bangunan masjid Agung An-Nur Luwuk terdiri dari bangunan utama yang dibangun dua lantai dan satu menara yang dibangun terpisah dari bangunan utama. Bangunan utama masjid terdiri dari dua lantai, lantai dasar merupakan ruang sholat utama dan lantai dua berupa mezanin yang juga difungsikan sebagai ruang sholat.

Interior Masjid Agung An-Nur Luwuk

Interior di ruang sholat utama masjid ini terasa lapang karena ketiadaan tiang tiang penyanggah ditengah ruangan masjid. Struktur atapnya disanggah jejeran tiang tiang beton yang menyatu dengan tembok dinding bangunan. Jejeran tiang tiang terdapat di area bawah mezanin yang merupakan tiang tiang penyanggah lantai diatasnya.

Bangunan masjid nya berdenah segi empat, dilengkapi dengan selasar panjang di ketiga sisinya kecualia sisi kiblat. Setiap sisi masjid ini juga dilengkapi dengan balkoni dari beton memayungi area akses ke pintu masuk. Di atap masjid dilengkapi dengan sebuah kubah besar tunggal bewarna kuning emas.

Kompilasi ekterior Masjid Agung An-Nur Luwuk.

Bangunan menara tunggal dibangun di sisi tenggara terpisah dari bangunan masjid. Sebuah menara berdenah segi delapan dengan dua balkoni. Sisi bawah menara lebih besar, dibandingkan bagian atasnya. Sebuah kubah bewarna kuning emas senada dengan kubah masjid ditempatkan di puncak menara.

Masjid ini juga dilengkapi dengan pelataran yang cukup luas disisi timurnya, yang seluruhnya sudah dilapis dengan keramik. Area terbuka disekitar masjid ini masih cukup lapang dan menjadi salah satu tempat paforit warga untuk berkumpul menikmati suasana senja. Berbagai acara tingkat kabupaten seringkali diselenggarakan dikawasan disekitar masjid ini yang memang menjadi pusat keramaian kota Luwuk.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Monday, August 5, 2019

Masjid Masjid Perkasa Yang Selamat Dari Bencana Tsunami Palu-Donggala

Beberapa masjid masih kokoh berdiri paska bencana gelombang tsunami melanda kota Palu dan Kabupaten Donggala 28 Septermber 2018 yang lalu.

Gempa bumi disusul gelombang tsunami dan likuifaksi tanah yang melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu, juga menimbulkan kerusakan pada bangunan bangunan masjid yang ada di Donggala dan kota Palu. Diantaranya ada yang mengalami kerusakan total, bahkan ada yang miring tak lagi layak untuk digunakan serta harus dirobohkan.

Diantara masjid masjid yang terdampak bencana tersebut adalah Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman yang begitu terkenal sebagai ikon nya kota Palu yang terletak di pantai Talise, kota Palu, bangunan masjid ini seolah “Terduduk” ke bumi setelah seluruh tiang tiang penyanggahnya patah sedangkan bangunan masjidnya sendiri tampak masih utuh meski tak lagi dapat digunakan karena sebagian telah terendam air laut.

Kondisi Masjid Terapung kota Palu paska tsunami, bangunan masjid ini masih utuh meski kini terendam air setelah seluruh tiang tiang beton nya patah dihantam gelombang tsunami.

Berdasarkan pendataan Dewan masjid Indonesia sampai 21 Oktober 2018, terdapat 191 masjid rusak, 50 di antaranya rusak total sampai tidak bisa digunakan sebagai dampak dari Bencana tersebut. Gempa disusul dengan gelombang tsunami setinggi 11,3 meter itu tidak saja menyapu bersih bangunan disepanjang pantai namun juga menyeret kapal Sabuk Nusantara yang berukuran cukup besar, hingga ke daratan. Begitupun dengan Kapal patroli milik TNI Angkatan Laut dan kapal kapal nelayan milik warga setempat yang sedang sandar di pelabuhan. 

Namun dari sekian banyak masjid yang rusak tersebut ada beberapa masjid yang masih kokoh berdiri meski seluruh atau hampir semua bangunan disekitarnya rata dengan tanah, masjid masjid tersebut adalah sebagai berikut. 

1. Masjid Al Amin di Wani, Donggala

Masjid Al-Amin berada di pantai yang sama dengan Masjid Al-Mujahidin tak jauh dari pelabuhan Wani. Dua Masjid tertua di Donggala ini selamat dari terjangan tsunami.

Masjid Al Amiin adalah masjid tertua di Kabupaten Donggala lokasinya hanya berjarak sekitar 20 meter dari pantai di kampung Malambora, desa Wani, Kecamatan Tantopea, kabupaten Donggala. Gempa yang disusul gelombang tsunami pada tanggal 28 September 2018 telah meluluhlantakkan bangunan disekitar nya, namun masjid ini masih tetap berdiri kokoh ditempatnya. 

Masjid Al-Amin diketahui merupakan masjid tertua di Donggala, pertama kali dibangun tahun 1906 dan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2010. Tsunami tahun 2018 adalah untuk ketiga kalinya masjid ini selamat dari hantaman tsunami, peristiwa yang sama juga pernah terjadi tahun 1927 dan 1938.

2. Masjid Al-Mujahidin Wani, Donggala

Masjid Al-Mujahidin di pelabuhan Wani merupakan masjid tertua di Donggala, lebih tua dari Masjid Al-Amin dan kedua masjid tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya di Donggala pada tahun 2010. 

Masjid Al-Mujahidin berada di pantai dan desa yang sama dengan Masjid Al-Amin, Lokasi Masjid Al-Mujahidin ini berdekatan dengan Pelabuhan Wani. Bersama dengan Masjid Al-Amin, Masjid Al-Mujahidin ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya karena faktor sejarah dan usianya yang bahkan jauh lebih tua dari Masjid Al-Amin. Masjid Al-Mujahidin dibangun pertama kali tahun 1912.

Posisi masjid ini menghadap ke laut dan nyaris tak ada bangunan yang menghalanginya terhadap terjangan ombak tsunami, seluruh Jemaah sholat magrib di masjid ini sontak melarikan diri saat gempa dan tsunami datang termasuk Imam masjid. Namun begitu gelombang air berhenti dan warga serta Jemaah kemabli ke kampung mereka, tampak masjid ini masih berdiri kokoh ditempatnya diantara puing puing yang berserakan disekitar bangunan masjid termasuk sebuah kapal nelayan yang terdampar di pekarangan nya.

3. Masjid Babul Jannah di Loli Saluran, Banawa, Kabupaten Donggala

Masjid Babul Jannah masih berdiri kokoh paska tsunami yang melanda Donggala.

Masjid Babul Jannah di Loli Saluran, Banawa, Kabupaten Donggala menjadi saksi bisu dahsyatnya gempa dan tsunami menerjang Palu dan Donggala, Jumat 28 September 2018. Kendati mengalami kerusakan sedikit, bangunan ini menjadi satu-satunya yang tetap kokoh di tengah hamparan puing bangunan yang porak-poranda. 

Masjid terletak 50 meter dari di bibir pantai. Bangunannya cukup megah dengan dua kubah dan satu menara yang berdiri tegak, meski mengalami sedikit kerusakan terutama di pagar depan, sedangkan lainnya tetap utuh. Petaka yang datang di waktu sholat magrib itu, memberikan cukup waktu kepada Jemaah masjid ini untuk menyelamatkan diri meski air sudah sempat masuk ke dalam masjid. Kerusakan kecil pada masjid ini lebih disebabkan oleh hantaman berbagai material yang terseret oleh terjangan air. 

4. Masjid Jami Kelurahan Pantoloan Kota Palu 

Gelombang tinggi yang melanda kawasan sekitar masjid ini bahkan tak meninggalkan jejak basah pada buku dan kitab yang ada di dalam masjid ini.

Kondisi masjid Jami’ Kelurahan Pentoloan ini pertama kali diberitakan oleh para relawan PKS yang tiba disana beberapa saat setelah bencana terjadi. Masjid jami ini berada di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Meski bangunan dan pepohonan disekitar masjid tampak jelas bekas tergerus oleh terjangan tsunami, namun masjid yang ukuran dan arsitekturnya tak sebesar dan tak semegah tiga masjid sebelumnya, bangunan masjid ini mampu bertahan dari bencana dasyat tersebut. 

Masjid jami ini dibangun dari beton bercat hijau muda dan beratap seng, berdiri di pemukiman yang tak jauh dari pantai, menurut warga, masjid pertama kali dibangun tahun 1938, dan menurut kesaksian warga, paska peristiwa tsunami tersebut bagian dalam masjid ini masih tetap bersih bahkan kitab dan buku buku yang ada di dalam masjid dalam kondisi kering seolah sama sekali tak tersentuh air. 

5. Masjid Ar Rahman Loli Dondo, Donggala 

Dan begitulah bila Allah berkehendak, meski Masjid Ar-Rahman di Loli Dondo ini berada persis dibibir pantai, namun  masjid ini masih berdiri kokoh meski kawasan disekitarnya luluh lantak dihantam gelombang tsunami yang begitu dasyat.

Masjid Arrrahman berada di pantai desa Loli Dondo, kecamatan Benawa, kabupaten Donggala. Letak masjid ini bahkan benar benar berada dibibir pantai Desa Loli Dondo, halaman depannya adalah hamparan pasir pantai. Masjid tersebut sudah berdiri sejak dua puluh tahun lebih dan baru selesai direnovasi dengan dana dari Jemaah. 

Saat tsunami datang warga desa berhamburan menyelamatkan diri menjauhi pantai dan tak terbayangkan bahwa masjid yang baru selesai mereka renovasi tersebut akan selamat dari terjangan ombak yang meningatnya pun membuat mereka merinding, namun nyatanya saat warga kembali ke desa setelah bencana mereda, masjid Ar-Rahman masih berdiri kokoh ditempatnya tanpa kerusakan yang berarti diantara puing yang berserakan disekitarnya.*** 

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------



Referensi

https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-masjid-babul-jannah-di-tepi-pantai-donggala-tetap-kokoh-diterjang-tsunami.html
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/10/26/ph7e26366-191-masjid-di-sulawesi-tengah-rusak
https://kumparan.com/@kumparannews/masjid-berumur-112-tahun-kokoh-berdiri-meski-3-kali-diterjang-tsunami-1539321020897712313
https://jurnalislam.com/kisah-imam-masjid-al-mujahidin-saat-tsunami-menerjang-desa-wani/
https://www.nahimunkar.org/masya-allah-sebuah-masjid-tua-di-donggala-masih-berdiri-kokoh-diterjang-gempa-tsunami/
https://www.liputan6.com/news/read/3672689/masjid-ini-jadi-bukti-keajaiban-bencana-gempa-dan-tsunami-di-palu
https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2018/10/12/152560/masjid-selamat-dari-terjangan-tsunami-palu.html


Baca Juga

Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman Kota Palu
Masjid Agung Darussalam Kota Palu
Masjid Agung A.G. KH Abdul Rahman Ambo Dalle, Pare Pare
Masjid Islamic Center Dato Tiro, Bulukumba

Monday, May 9, 2016

Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman Palu

Berdiri kokoh di lepas pantai kota Palu, Masjid Arqam Bab Al-Rahman menjadi Ikon baru kota Palu
Konsep masjid terapung kini menjadi salah satu khazanah bangunan masjid di Indonesia. Masjid yang dibangun di atas laut memang menghadirkan nuansa religi tersendiri dan tentu saja menghadirkan pemandangan baru yang tak biasa. Di Indonesia sudah ada beberapa bangunan masjid sejenis, masjid serupa bisa juga dijumpai di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan beberapa kota lainnya. Di Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah sejak tahun 2012 yang lalu juga sudah memiliki masjid terapung yang diberi nama Masjid Arqam Bab Al-Rahman.

Alamat Masjid Arqam Bab Al Rahman
Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat
Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah


Masjid terapung Arqam Bab Al Rahmanadalah masjid terapung yang terletak di kawasan teluk palu, kampung lere, Palu Barat, Sulawesi Tengah.masjid ini hanya berjarak 400 meter dari Jembatan Kuning atau Jembatan Palu Empat. Masjid terapung yang ukurannya tidak terlalu besar dilengkapi dengan kubah bewarna emas dan disinari beraneka warna lampu pada malam hari. Disebut sebagai masjid terapung karena lokasi tempatnya berdiri berada di atas air laut teluk Palu. Tidak dalam artian terapung sebenarnya, namun dilengkapi dengan sederetan tiang tiang beton yang ditancamkan ke dasar laut, sekitar 30 meter dari bibir pantai.

Bangunan masjid dihubungkan dengan jembatan beton ke pantai. Ukuran masjid-nya tidak terlalu besar dengan luas sekitar 121 meter persegi dan hanya mampu menampung sekitar 150 jemaah sekaligus, namun dengan rancangan bangunan yang cukup menarik, serta letaknya yang tidak lazim menjadikan masjid ini sebagai salah satu objek menarik untuk di kunjungi di kota Palu, termasuk oleh pasangan calon pengantin yang melakukan foto preweding di masjid ini.

Disiang dan malam hari
Masjid Baburrahman dibangun dengan dana pribadi Muhammad Hasan Bajamal, seorang pengusaha sukses di bidang SPBU di kota Palu. Pembangunannya ditujukan untuk  mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi atau Datuk Karama. Datuk Karama merupakan ulama asal Minangkabau (Sumatera Barat). Beliau diyakini sebagai penyiar agama Islam pertama sejak abad ke-17. Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Wali Kota Palu, Rusdi Mastura dan diresmikan pada tanggal 19 Januari 2012 Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola,

Bangunan masjid dengan kubah besar ditengah sebagai kubah utama di apit oleh empat kubah lebih  kecil di ke empat penjuru atapnya kini menjadi salah satu objek wisata religi bagi warga kota Palu. Keramik keramik di masjid ini disebut sebut berasal dari India dengan tata lampu yang menyinari kubahnya pada malam hari hingga menghadirkan 7 warna secara bergantian itu di import dari Cina. Tidak sekedar indah, masjid ini juga dima’murkan dengan kajian Islam setiap minggu. Masjid juga telah menyediakan kain sarung dan mukena bagi jema’ah yang membutuhkannya untuk sholat di masjid ini.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Wednesday, May 4, 2016

Masjid Agung Darussalam Palu

Berlatar belakang perbukitan yang menghijau, Masjid Agung Darussalam Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, hadir melayani jemaah sejak tahun 1978.

Kota Palu adalah ibukota dari Provinsi Sulawesi Tengah. di kota ini telah berdiri bangunan masjid megah yang menjadi masjid agung kota Palu dengan nama Masjid Agung Darussalam Kota Palu. Pembangunan masjid ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Sulawesi Tengah sebagai daerah tingkat satu pada tahun 1964. Tahun 1975, pemerintah daerah, ulama, dan beberapa ormas menggagas pembangunan sebuah masjid yang representatif dengan citra Kota Palu sebagai kota religius. Pembangunan Masjid dimulai tahun 1978 dan baru selesai secara keseluruhan tahun 2000.

Lokasi dan Alamat
Jalan WR Supratman No.15 Palu Barat
Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah


Masjid Agung Darussalam adalah masjid terbesar di Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan luas bangunan mencapai 2.500 meter persegi, mampu menampung jamaah hingga 1.200. jamaah. bangunan masjid berlantai dua, ruang sholat utama berada di lantai dua, dilengkapi dengan jejeran anak tangga. Bangunan masjid ini dibangun dengan konsep modern namun minimalis, sepi dari ornamen ornamen baik di dalam maupun di luar masjid.

Bangunan utama masjid berbentuk kubus dengan satu kubah besar di atap masjid ditambah dengan kubah kubah kecil di setiap penjuru atapnya. warna hijau mendominasi warna kubahnya dengan aksen floral bewarna kuning. Di bagian dalam masjid pun tidak menggunakan banyak ornament. Dua belas tiang beton penyangga atap di dalam masjid ini dibiarkan polos tanpa ornamen. sisi bagian dalam kubah di hias dengan lukisan motif floral.

Interior dan Exterior Masjid Agung Darusalam kota Palu

Bagian mihrab masjid juga terlihat minimalis. Mihrab dibedakan dari dinding lainnya dengan penggunaan keramik hitam untuk menutupi bagian pigura relung mihrab. Di sana juga terletak mimbar yang berbentuk tidak terlalu rumit. Tampaknya masjid memang didesain untuk menampilkan kesan bersahaja dan ramah. Bagi sebagian orang, dinamika kegiatan sosial keagamaan yang semarak di lingkungan masjid lebih penting dibandingkan menghias masjid itu sendiri.

Masjid ini juga dapat dikatakan sebagai pemersatu umat karena jamaahnya berasal dari berbagai kecamatan di kota Palu. Selain itu, masjid juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, mulai dari Maulid Akbar, Festival Masjid Nusantara, MTQ, manasik haji untuk tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, pada akhir 2010 lalu digelar zikir akbar “Palu Berzikir” di masjid ini. Selain kegiatan keagamaan, aktivitas sosial kemasyarakatan juga kerap dilaksanakan di area masjid, seperti karnaval, bazar, dan berbagai kegiatan olahraga seperti sepak bola dan pencak silat. Semua itu menjadikan suasana masjid benar-benar hidup.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga