Monday, May 9, 2016

Masjid Terapung Arqam Bab Al Rahman Palu

Berdiri kokoh di lepas pantai kota Palu, Masjid Arqam Bab Al-Rahman menjadi Ikon baru kota Palu
Konsep masjid terapung kini menjadi salah satu khazanah bangunan masjid di Indonesia. Masjid yang dibangun di atas laut memang menghadirkan nuansa religi tersendiri dan tentu saja menghadirkan pemandangan baru yang tak biasa. Di Indonesia sudah ada beberapa bangunan masjid sejenis, masjid serupa bisa juga dijumpai di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan beberapa kota lainnya. Di Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah sejak tahun 2012 yang lalu juga sudah memiliki masjid terapung yang diberi nama Masjid Arqam Bab Al-Rahman.

Alamat Masjid Arqam Bab Al Rahman
Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat
Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah


Masjid terapung Arqam Bab Al Rahmanadalah masjid terapung yang terletak di kawasan teluk palu, kampung lere, Palu Barat, Sulawesi Tengah.masjid ini hanya berjarak 400 meter dari Jembatan Kuning atau Jembatan Palu Empat. Masjid terapung yang ukurannya tidak terlalu besar dilengkapi dengan kubah bewarna emas dan disinari beraneka warna lampu pada malam hari. Disebut sebagai masjid terapung karena lokasi tempatnya berdiri berada di atas air laut teluk Palu. Tidak dalam artian terapung sebenarnya, namun dilengkapi dengan sederetan tiang tiang beton yang ditancamkan ke dasar laut, sekitar 30 meter dari bibir pantai.

Bangunan masjid dihubungkan dengan jembatan beton ke pantai. Ukuran masjid-nya tidak terlalu besar dengan luas sekitar 121 meter persegi dan hanya mampu menampung sekitar 150 jemaah sekaligus, namun dengan rancangan bangunan yang cukup menarik, serta letaknya yang tidak lazim menjadikan masjid ini sebagai salah satu objek menarik untuk di kunjungi di kota Palu, termasuk oleh pasangan calon pengantin yang melakukan foto preweding di masjid ini.

Disiang dan malam hari
Masjid Baburrahman dibangun dengan dana pribadi Muhammad Hasan Bajamal, seorang pengusaha sukses di bidang SPBU di kota Palu. Pembangunannya ditujukan untuk  mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi atau Datuk Karama. Datuk Karama merupakan ulama asal Minangkabau (Sumatera Barat). Beliau diyakini sebagai penyiar agama Islam pertama sejak abad ke-17. Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Wali Kota Palu, Rusdi Mastura dan diresmikan pada tanggal 19 Januari 2012 Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola,

Bangunan masjid dengan kubah besar ditengah sebagai kubah utama di apit oleh empat kubah lebih  kecil di ke empat penjuru atapnya kini menjadi salah satu objek wisata religi bagi warga kota Palu. Keramik keramik di masjid ini disebut sebut berasal dari India dengan tata lampu yang menyinari kubahnya pada malam hari hingga menghadirkan 7 warna secara bergantian itu di import dari Cina. Tidak sekedar indah, masjid ini juga dima’murkan dengan kajian Islam setiap minggu. Masjid juga telah menyediakan kain sarung dan mukena bagi jema’ah yang membutuhkannya untuk sholat di masjid ini.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga