Thursday, May 31, 2012

Menteri Inggris Ini Shalat Berjamaah di Masjid Baiturrahman, Aceh


Baroness Warsi, Menteri Urusan Keutuhan Masyarakat Inggris.

Menteri tanpa portfolio di Kabinet Inggris, Baroness Warsi, menyempatkan diri untuk mengikuti shalat Zuhur berjamaah di Masjid Baiturrahman, Aceh.

Menteri muslimah satu-satunya di kabinet itu shalat di barisan pertama dengan mengenakan pakaiannya.

Warsi mengunjungi Aceh pada Kamis (31/5) untuk menindaklanjuti kedatangan Perdana Menteri Inggris David Cameron ke Indonesia beberapa waktu lalu. Warsi ingin mengetahui keadaan terbaru pasca tsunami dan bentrokan. Ia juga ingin mengetahui rencana pemerintah daerah Aceh di masa depan.

Warsi tiba di Aceh pukul 10.30. Ia langsung mengunjungi Pendopo Gubernur untuk berbincang-bincang dengan pemerintah setempat. Ia dijadwalkan akan kembali ke Jakarta pada pukul 17.00 WIB.

Source : Republika

Artikel Terkait


Wednesday, May 30, 2012

Masjid Lama Gang Bengkok Medan Rusak Diterjang Angin Kencang


Sejumlah pekerja memperbaiki bagian bangunan masjid bersejarah yang rusak di Medan, Sumut, Selasa (29/5). Masjid Lama Gang Bengkok yang didirikan pada tahun 1890 itu rusak karena angin kencang yang kini direnovasi dengan anggaran Rp 140 juta.

Sebagaimana dilaporkan Lembaga Kantor Berita Antara, Mesjid Lama Gang Bengkok di kawasan Kesawan Kota Medan - Sumatera Utara, mengalami kerusakan akibat dihantam terjangan angin kencang. Proses perbaikan masjid itu tengah dilaksanakan tanggal 29 Mei 2012  guna memperbaiki atapnya yang rusak parah.

Masjid Lama Gang Bengkok merupakan masjid tertua ke-dua di Kota Medan setelah Masjid Al-Osmani. Diperkirakan berdiri pada tahun 1874, dibangun di atas tanah wakaf dari Haji Muhammad Ali yang lebih dikenal dengan nama Datuk Kesawan dan seluruh biaya pembangunannya di tanggung oleh Tjong A Fie (1860-1921) seorang saudagar Thionghoa dari daratan China yang kemudian hijrah ke Kota Medan di awal abad ke 19.

Masjid Lama Gang Bengkok dibangun dalam sentuhan kental akulturasi budaya Thionghoa dan Melayu dalam satu bentuk masjid yang unik. Masjid tertua ke dua di Kota Medan ini, dibangun 20 tahun setelah Masjid Al Osmani (1854) di Labuhan Deli, yang merupakan masjid tertua di Kota Medan. Masjid Lama Gang Bengkok tidak saja merekam jejak sejarah pembauran orang melayu dengan orang Thionghoa di kota Medan dalam pembangunan masjid ini tapi juga mewariskan nafas pembauran itu hingga kini.

Artikel terkait


Tuesday, May 29, 2012

Seorang Sheikh diculik tentara Israel dan dilarang masuk ke Masjidil Aqso


Pasukan Israel di depan Dome Of The Rock, Komplek Masjidil Aqso

Sheikh Sameeh Najeeb (30 Tahun) diculik oleh tentara pendudukan Israel dan dilarang memasuki Masjidil Aqso di Al-Quds, Palestina selama empat bulan, oleh tentara pendudukan Israel.

Sebagaimana dilaporkan Jum’at lalu, Sheikh Najeeb dari Jerusalem Timur, rumahnya dihancurkan oleh pasukan perang Israel, kemudian beliau diborgol dan di tutup matanya, diangkut ke penjara Al-Maskobuyya di Jerusalem. Beliau kemudian dilepaskan tapi harus membayar denda sebesar NIS 10.000 atau kira kira 28 juta Rupiah.

Tak sampai disitu beliau saat ini juga dilarang memasuki masjidil Aqso hingga empat bulan ke depan. Hal ini merupakan kelanjutan dari serangkaian penangkapan terhadap para Sheiks dan para aktivis di Jerusalem Timur oleh pasukan pendudukan Israel. Setelah sebelumnya pasukan Israel melakukan pengusiran warga Palestina dari rumah rumah mereka dan menutup semua usaha bisnis Muslim Palestina di Jerusalem Timur.

Pasukan Pendudukan Israel pada hari senin lalu mengusir umat Islam dari Kawasan Masjidil Aqso untuk memuluskan kunjungan para pemukim Yahudi ke Kawasan Masjidil Aqso dan sempat mengibarkan bendera Israel di sana.



Yuk, Berwisata Religi Islami Di Pulau Bali


Masjid Ibnu Batutah yang terletak di kawasan Puja Mandala, Nusa Dua, Bali ini merupakan alternatif wisata religi bagi wisatawan yang tengah berlibur di Pulau Dewata.


BADUNG, KOMPAS.com - Pulau Dewata Bali selama ini terkenal dengan budaya dan adat yang erat dengan ritual Agama Hindu. Wisata Religi dan budaya merupakan magnet bagi wisatawan di seluruh penjuru dunia untuk mengunjungi Pulau Seribu Pura ini. Namun, bagi sebagian wisatawan mungkin belum banyak yang tahu jika di Bali ada sebuah kawasan yang menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.

Kawasan bernama Puja Mandala yang terletak di Nusa Dua, Badung ini terdapat 5 tempat Ibadah umat Islam, Hindu, Katolik, Kristen, dan Budha saling berdampingan. Selain wujud nyata toleransi umat beragama di Bali, kawasan Puja Mandala yang diresmikan tahun 1997 silam ini juga menjadi salah satu tujuan wisata religi di Bali. Salah satu tempat Ibadah yang selalu ramai dikunjungi adalah Masjid Agung Ibnu Batutah.

Awalnya Masjid ini didirikan untuk umat muslim di wilayah Nusa Dua yang sangat minim tempat Ibadah. Seiring berjalannya waktu, Masjid Agung Ibnu Batutah perlahan mulai dikenal seantero Negeri. Setiap harinya, ratusan hingga ribuan wisatawan domestik dari berbagai penjuru Indonesia mengunjungi Masjid seluas 3000 meter persegi ini.

Para wisatawan yang beragama Islam biasanya tiba pukul 1 siang hingga 4 sore, saat waktu Sholat Dzuhur dan Ashar. Selain menunaikan kewajiban Sholat, para wisatawan juga menikmati keindahan arsitektur Masjid yang unik dengan nuansa tradisional-modern. Posisi Masjid serta kawasan Puja Mandala yang terletak di perbukitan ini juga menawarkan keindahan alam yang sangat menarik.

"Mereka bukan hanya mengunjungi tempat ini sebagai tempat yang unik tempat yang mengumpulkan 5 tempat ibadah menjadi satu,akan tetapi mereka juga menikmati Masjid ini Insya Allah barokah untuk mendekatkan diri kepada Allah ," ujar Soleh Wahid, Ketua Takmir Masjid Agung Ibnu Batutah.

Untuk semakin memperkaya hasanah sebagai wisata religi, Takmir Masjid Ibnu Batutah kini tengah membangun sebuah Mihrab Qur'an atau pusat pendidikan AL-Qur'an. Bangunan 6 lantai seluas 660 meter ini akan menjadi salah satu pusat pendidikan, pemahaman, dan perpustakaan AL-Qur'an terbesar di Bali.

"Sehingga wisata mereka bukan hanya wisata hawa nafsu, bukan hanya wisata jasmaniah tapi mereka Insya Allah bisa merasakan wisata ruhaniah, sehingga kebahagiaan manusia ketika berwisata ke Bali, akan mendapat kebahagiaan wisata sebenarnya, jasmani dan rohani," harap Soleh Wahid. Bagi anda yang merencanakan liburan ke Bali dalam waktu dekat, tak ada salahnya mencoba pengalaman wisata religi di Masjid Ibnu Batutah, Kawasan Puja Mandala Nusa Dua Bali.

Sumber : travel.kompas.com


Baca Juga : Artikel Masjid Agung Jami' Singaraja Bali


Pasukan zionis Israel menaikkan bendera Israel di dalam Masjid Al-Aqsa!


Sekelompok pasukan zionis Israel menaikkan bendera Israel setinggi tiga meter di dalam Masjid Al-Qasa pada hari Senin (28/5/2012)


AL-QUDS - Sekelompok pasukan zionis Israel menaikkan bendera Israel setinggi tiga meter di dalam Masjid Al-Qasa pada hari Senin (28/5/2012) dan mereka mengambil gambar moment itu, seperti dilansir PIC.

Azzam Al-Khatib, direktur Badan Wakaf di Al-Quds (Yerusalem), mengatakan bahwa sekitar 160 tentara zionis dari pasukan khusus dengan provokatif menaikkan bendera Israel di dalam Masjid suci umat Islam itu.

Al-Khatib menambahkan, salah satu penjaga Masjid Al-Aqsa mengatakan kepada pasukan zionis untuk menurunkan bendera Israel itu dan menyuruh mereka pergi dari lingkungan Al-Aqsa, tetapi mereka menolak dan berteriak mencacinya.

Hal ini merupakan tindakan provokasi dan penghinaan terhadap umat Islam, terkhusus umat Islam Palestina.

Al-Khatib menekankan bahwa insiden tersebut adalah yang pertama kali sejak penjajahan Israel atas Al-Quds sejak 1967. (siraaj/arrahmah.com)


Monday, May 28, 2012

Masjid Terapung Makassar Pertama di Indonesia


Masjid 99 Al Makazzary, merupakan tempat wisata religi di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dimana, masjid ini terapung di Pantai Losari yang banyak orang duduk santai di halaman sambil menikmati sunset.


Masjid 99 Al Makazzary merupakan masjid terapung pertama di Indonesia yang terletak di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Masjid yang melambangkan Asmaul Husna baru didirikan dari dana sumbangan dermawan yang mampu menampung 500 jemaah. Masjid ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Makassar yang melambangkan makna keislaman, kebesaran dan kebanggaan.

Asmaul Husna melambangkan angka 99 dan Al Makazzary melambangkan salah seorang imam besar Masjidil Haram Syekh Yusuf. Dengan nama 99 Al Makazzary, masjid dengan biaya Rp 6 miliar bisa didirikan dan dana yang terkumpul hingga kini baru Rp 2 miliar. Keunikan Masjid 99 Al Makazzary berlantai 3 berdiameter 45 meter ini terletak di timur laut Pantai Losari yang berhadapan dengan rumah jabatan Wali Kota Makassar di Jl Penghibur, terlihat dari atas membentuk angka 99.

Terdapat dua kubah berdiameter 9 meter yang dibawahnya pengunjung dapat menggunakan tempat bersantai dan beristirahat dengan embusan angin pantai. Masyarakat bisa naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid. Bangunan dengan memadukan konsep modern, kontemporer dan islami, Masjid 99 Al Makazzary terlihat indah berdiri di atas permukaan laut.

Makanya, meski pembangunan masih berlangsung, masyarakat banyak berdatangan melihat keindahan masjid sambil menunggu tenggelamnya matahari (sunset) dengan menikmati makan an khas Makassar, Pisang Epek yang kemudian menjalankan shalat magrib berjamaah.

Saturday, May 26, 2012

Dalam Sepekan 3 Masjid Dirusak di Perancis


::: Masjid Agung Paris ::: (gambar Ilustrasi, tak terkait dengan berita)

Sebuah kelompok terkemuka Muslim Perancis mengatakan, sudah 3 masjid dirusak selama seminggu terakhir ini dan mendesak pihak berwenang untuk menghukum para pelaku.

Dewan Imam Muslim Prancis, atau CFCM, mengatakan penghinaan rasis dan slogan-slogan Nazi dipasang pada sebuah masjid di kota tenggara Tarascon dan satu lagi di timur kota Strasbourg pada hari Selasa dan Rabu pekan ini. Sedangkan masjid di selatan kota Draguignan dirusak tanggal 17 Mei.

Dalam sebuah pernyataan hari Kamis (24/5/1t), CFCM menyatakan keprihatinan tentang apa yang disebutnya "Tindakan pengecut dan penuh kebencian."

Kuburan Muslim dan Yahudi dan bangunan ibadah di Perancis telah lama menjadi target penyerangan.

Kelompok ini mendesak pemerintah untuk melacak dan menghukum mereka." (ap)

source : Republika dan Sabili

Syahdunya Masjid Bawah Tanah di Taman Sari, Yogya

Masjid Bawah Tanah di Taman Sari, Yogyakarta

Yogyakarta memang tempat dengan sejuta pesona. Di Taman Sari tidak hanya terdapat istana air saja, tetapi juga terdapat masjid bawah tanah. Masjid yang unik ini menyimpan banyak sejarah, bangunan yang unik dan kesyahduan.

Taman Sari merupakan salah satu destinasi unggulan Yogyakarta. Terletak tidak jauh dari Keraton dan pusat kota, tempat ini merupakan istana air yang digunakan sultan untuk beristirahat dan menyambut tamu. Selain itu, di dalam komplek Taman Sari juga terdapat masjid bawah tanah, masjid yang unik dan menarik.

Setelah memasuki komplek Taman Sari, langkahkan kaki Anda untuk lebih masuk ke dalamnya. Anda akan melewati rumah-rumah penduduk dan melihat beragam aktivitas masyarakatnya saat menuju masjid bawah tanah tersebut. Cukup berjalan 5 menit saja, Anda akan tiba di pintu masuk yang mengarah ke bawah tanah.

Sesuai dengan namanya, masjid ini berada di bawah tanah, Anda harus melewati puluhan anak tangga dan melewati lorong-lorong di dalamnya. Siapkan kamera Anda, karena lorong-lorong tersebut dapat menjadi objek foto yang cantik. Untuk masuk ke dalamn masjidnya, Anda diharuskan membayar sumbangan sukarela saja.

Masjid ini memiliki bentuk bangunan yang berbeda pada masjid-masjid pada umumnya, yaitu berbentuk melingkar dan memiliki dua lantai. Lantai bawah digunakan untuk pria dan lantai atas digunakan oleh wanita untuk beribadah. Di setiap lantainya pun terdapat lubang-lubang sebagai tempat berdirinya imam, pemimpin salat.

Di tengah-tengah bangunannya terdapat tangga untuk naik ke lantai atasnya. Tangga tersebut berjumlah lima, yang mengartikan jumlah waktu salat umat Islam. Di bawah tangganya terdapat kolam yang dulu digunakan untuk berwudu sebelum salat,kini kolam tersebut tidak lagi terisi air.

Bentuk bangunannya yang melingkar, menjadikan suara Anda akan bergema di dalam masjidnya. Hal ini pun merupakan teknologi yang digunakan oleh masyarakat pada zaman dulu. Jadi, tidak perlu pengeras suara, suara imam akan terdengar oleh semua jemaah.

Masjid bawah tanah di Taman Sari menyimpan keunikan tersendiri. Selain bangunannya, letaknya yang di bawah tanah membuat masjid ini jauh dari keramaian dan lalu-lalang orang-orang. Masjid bawah tanah ini menjadi tempat yang penuh kesyahduan.


Alhamdulillah..Muslim Rusia Bangun Masjid Terbesar di Eropa


MOSCOW--Masjid katedral yang dibongkar September lalu, akan diganti bangunan Masjid baru. Kabarnya, Masjid ini akan menjadi Masjid terbesar di Eropa.

Dikutip themoscownews.com, Kamis (3/11), Masjid baru ini memiliki luas 300.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 15,000-18,000 jamaah.

Bangunan Masjid diperkirakan memiliki tinggi 75 meter. Masjid ini akan dilengkapi dengan kontrol iklim, lift, dan fasilitas penyiaran.

Sementara pembangunan Masjid ini diperkirakan selesai tahun 2014. Dana pembangunan Masjid tersebut berasal dari dana sumbangan Muslim Rusia.

Walikota Moscow, Sergei Sobyanin memastikan akan dibangun Masjid baru guna menggantikan Masjid Kathederal. "Kami memiliki semua izin yang diperlukan. Selain itu, semua konstruksi dasar bangunan telah selesai," kata dia.

Terkait dengan pembangunan masjid lainnya di ibukota, ia mengatakan Moscow siap memberikan izin. Namun, izin yang diberikan tidak memperkenankan pembangunan Masjid serupa dengan Masjid baru yang tengah diselesaikan.

Masjid Katedral, sebuah masjid bersejarah di Moscow, dihancurkan September lalu. Putusan ini didukung oleh Dewan Mufti Rusia. Dewan Mufti Rusia mengharapkan Masjid baru yang akan dibangun diharapkan mampu mengatasi persoalan kekurangan masjid yang dialami Muslim Rusia.

Masjid Kathedral Moscow dibangun tahun 1904 dari dana saudagar Tartar, Salikh Yerzin. Masjid ini merupakan satu dari dua masjid tertua di ibukota Rusia. Masjid ini dibuka selama era Uni Soviet lalu dialihfungsikan sebagai pusat kebudayaan Tartar.

Menonton Masjid Terbesar Eropa di Instituto Italiano di Cultura


MENURUT tradisi Romawi, sejarah awal kota Roma ditemukan si kembar Romulus dan Remus pada tahun 753 sebelum Masehi. Bukti arkeologi menunjukkan, Roma tumbuh dan berkembang dari kehidupan bernuansa keuskupan. Kota ini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Romawi, Republik Romawi, dan Kekaisaran Romawi. Kota berusia lebih dari 2.500 tahun ini kini menjadi ibu kota Republik Italia di mana pemerintah Italia berkedudukan.

Di kota ini, di bawah kaki gunung Parioli, berdiri megah sebuah masjid. Masjid Roma, demikian nama masjid itu, merupakan masjid terbesar di seluruh Eropa. Berdiri di atas lahan seluas 30.000 m2, masjid karya arsitek Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, dan Sami Mousawi dibangun tahun 1984. Masjid ini berada di dalam area Pusat Kebudayaan Islam di Roma. Keberadaan masjid terbesar di Eropa ini dimulai tahun 1972. Di tahun itu inisiatif pembangunan Masjid Roma sudah mencuat.

Di tahun 1972, secara resmi Pusat Kebudayaan Islam Italia terbentuk. Tapi sebenarnya embrio Pusat Kebudayaan Islam di Italia itu sudah ada sejak 1966. Tujuannya tak hanya melayani komunitas Muslim di Italia namun juga menjadi jembatan bagi terciptanya dialog antara Islam dan dunia Barat.

Masjid yang pembuatannya kelar pada 1995 itu bisa menampung hingga 40.000 umat. Ruang utama masjid ini mencontoh model masjid berarsitektur Islam dengan perpaduan gaya klasik Romawi. Ruang ibadah berbentuk segi empat dengan halaman luas di luarnya ditambah air mancur di bagian tengah. Ruang ini bisa menampung sekitar 2.500 orang. Masjid ini dilengkapi antara lain dengan perpustakaan seluas 4.000 m2, ruang konferensi, dan pusat pendidikan bahasa Arab.
 
Di belakang masjid dua jalur terbentang sehingga menghasilkan sebuah latar belakang berbentuk horisontal antara masjid itu dengan gunung Parioli. Dua jalur tadi juga mengakomodasi bentuk lengkung masjid. Sekitar 100 pohon cemara Romawi juga menghiasi taman terbuka di kompleks masjid ini.

Efek pencahayaan juga merupakan hal yang secara detil diperhatikan Portoghesi. Pencahayaan pada 16 kubah pada masjid itu disaring oleh jendela yang menjadi media untuk memantulkan cahaya. Portoghesi membuat konsep penerangan pada masjid ini untuk mengekspresikan secara universal hubungan antara Allah dan manusia. Penerangan masjid ini dibuat melalui pembiasan cahaya dan penyinaran cahaya langsung ke dalam masjid.

Dalam struktur bangunan ini juga terlihat ciri khas Islam seperti dari lengkungan saling silang, pilar-pilar yang menggambarkan hutan Magribi dan dari lingkaran-lingkaran konsentris yang menggambarkan kosmologi tujuh langit. Intinya, masjid agung yang sebagian besar dibiayai oleh Kerajaan Arab Saudi ini begitu megah.

Paolo Portoghesi, sang arsitek utama, lahir tahun 1931. Ia lulus dari Universitas Roma tahun 1957. Mulai 1968 hingga 1976 ia menjadi professor Sejarah Arsitektur di Polithecnic of Milan.
Islam merupakan komunitas religious lumayan besar di Italia. Mereka berasal dari berbagai penjuru dunia dengan bahasa dan status sosial yang berbeda-beda. Saat ini ada 800.000 pemeluk agama Islam di Italia. Empatpuluh ribu di antaranya berkebangsaan Italia. Kebanyakan pemeluk Islam ini terdiri dari imigran yang tiba dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Mereka berasal dari Maroko, Albania, Tunisia, Senegal, Mesir, Aljazair, dan negara-negara afrika Utara serta Timur Tengah.

Selain di Roma, masjid besar lainnya – meski tak sebesar Masjid Roma – ada di Catania dan Milan. Sementara 200 masjid kecil lainnya yang tersebar di Piemonte, Lombardia, Emilia Romagna, dan Veneto.
Dalam bulan Ramadhan ini Kedutaan Italia menggelar pameran foto tentang Masjid Roma (La Moschea di Roma) di Pusat Kebudayaan Italia (Instituto Italiano di Cultura) Jakarta mulai 11 Agustus 2009 hingga 19 September 2009. Sementara di Surabaya, pameran foto ini juga digelar mulai 24 Agustus – 14 September.


Masjid Cologne: Menanti Masjid Terbesar di Eropa


Masyarakat Muslim Cologne yang didominasi keturunan Turki patut bersyukur karena keinginan yang telah diimpikan sejak 2001 itu akhirnya bisa diterima hampir tujuh tahun kemudian. Banyak penolakan dan rintangan yang mesti dilalui. Namun semua itu berakhir dengan indah. Dan itu kini menjadi bagian dari sejarah pendirian Masjid Cologne.

Sejak dua tahun lalu, masjid dengan arsitektur modern itu mulai dibangun. Dirancang untuk menampung sampai 2.000 jamaah, Masjid Cologne bakal menjadi masjid terbesar di Jerman. Bahkan, masjid terbesar di Eropa. Penduduk Muslim Cologne yang berjumlah sekitar 120.000 jiwa adalah yang terbanyak dari seluruh kota di Jerman.

Berbeda dengan kebanyakan bangunan masjid yang mengadopsi gaya tradisional, bangunan masjid yang berada di distrik Ehrenfeld ini justru menerobos pakem-pakem yang selama ini digunakan. Hal ini terlihat pada bagian kubah masjid yang tidak berbentuk separuh bola atau pun berbentuk kerucut (makhrut), setengah oval (al-ihliji), silinder (ustuwani) dan berbentuk bawang lancip ke atas.

Kubah pada bangunan Masjid Cologne lebih mengedepankan gaya arsitektur di era modern, yakni bentuk kubah geodesi. Kubah ini berbentuk hemister dan menggunakan kekisi sebagai rangka, menjadikannya lebih ringan. Perkembangan teknologi juga memungkinkan penggunaan cermin dan plastik sebagai padatan pada desain kubah.

Kubah dengan tinggi mencapai 35 meter ini dibuat seperti bola dunia yang transparan, sehingga bagian dalam masjid bisa terlihat dari luar. Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan dua buah menara setinggi 55 meter. Sementara eksterior bangunan utama, bangunan pendukung dan menara masjid didominasi warna putih.

Kendati Masjid Cologne memiliki dua buah menara yang mengapit bangunan utama, namun berdasarkan hasil kesepakatan antara pihak Turkish-Islamic Union for Religius Affairs dan warga non-Muslim setempat, suara adzan tidak akan diperdengarkan melalui menara masjid.

Ketinggian menara masjid juga merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh warga kota Cologne yang menghendaki agar ketinggiannya sama seperti bangunan di lingkungan sekitarnya. Tahun ini, bila tak ada halangan, Masjid Cologne akan selesai dibangun. Kelak, masjid ini akan mendampingi Kathedral Gothik yang sejak lama menjadi penanda kota itu.


Jusuf Kalla Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia


Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) secara aklamasi terpilih sebagai ketua umum Dewan Masjid Indonesia atau DMI. JK akan menjabat salah satu organisasi tertua di Indonesia itu untuk periode lima tahun ke depan, 2012-2017.

"Muktamirin kemarin sore memilih jalan aklamasi untuk menetapkan JK menjadi ketua umum DMI," kata Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Ali Mochtar Ngabalin, ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Ahad (29/4/2012).

JK menggantikan Ketum DMI sebelumnya, yakni Tarmizi Taher.

Ali Mochtar mengatakan saat diputuskan mengangkat JK, yang bersangkutan masih berada di luar negeri. "Pak JK sudah mengkonfirmasi atas kepercayaan yang diberikan," kata Ali Mochtar.

Sebagai organisasi berbasis Islam tertua di Indonesia, DMI berdiri dan memiliki Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di 33 provinsi di Indonesia.


Friday, May 25, 2012

Alhamdulillah, Cina dan Aljazair Bangun Masjid Agung


reka bentuk masjid terbesar ketiga di dunia

Sejak Ahad (20/5/2012) lalu, pembangunan Agung Aljazair telah dimulai. Menteri Dalam Negeri Aljazair, Baoabdallah Ghlamallah dan Duta Besar Cina untuk Aljazair Liu Yuha hadir dalam peletakan batu pertama.

Dalam sambutannya, Bouabdallah mengatakan pembangunan masjid agung ini sekaligus menandakan hubungan baru antara Cina dan Aljazair. 

Pembangunan yang menghabiskan dana satu miliar euro ini akan mencakup pembangunan menara masjid tertinggi di Afrika yakni 270 meter (886 kaki). Menara tersebut memiliki 25 tingkat dengan delapan lift yang memudahkan para pengunjung untuk naik ke setiap tingkat menaraaca.

Pada bangunan utama terdiri dari ruangan besar untuk shalat yang mampu menampung 120 ribu jamaah, perpustakaan, museum seni dan pusat penelitian. Dengan kapasitas demikian besar, masjid ini akan menjadi masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Madinah.

China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), demikian nama perusahaan Cina yang membangun proyek tersebut di lahan seluas 20 hektare (49 are) di kawasan Mohammadia, akan menyelesaikan proyek itu pada  tahun 2015

CSCEC China mengalahkan perusahaan Lebanon-Italia ''Arabian Construction Company ASTALDI'' dan perusahaan Aljazair-Spanyol ''Etrhb-Haddad-Cosider-FCC'' untuk kontrak pembangunan masjid tersebut.

Saat ini Aljazair memiliki tiga masjid besar, yaitu Masjid el-Kebir Djamaa dibangun pada abad 11; Masjid Djamaa el-Djedid yang dibangun pada 1660, serta Masjid Ketchaoua yang juga dibangun selama pemerintahan Ottoman di abad ke-17.