Showing posts with label Masjid Agung. Show all posts
Showing posts with label Masjid Agung. Show all posts

Saturday, May 24, 2025

Masjid Besar Al-Izhaar Kutoarjo

Masjid Besar Al-Izhar atau Masjid Agung Kutoarjo.
 
Masjid Besar Al-Izhar juga dikenal sebagai Masjid Agung Kutoarjo adalah masjid besar kecamatan Kutoarjo kabupaten Purworejo. Lokasinya berada di daerah Kauman, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo di sisi barat alun-alun Purworejo. Tak jauh dari pendopo kawedanan Kutoarjo / rumah dinas wakil Bupati Purworejo yang berada di sisi utara Alun-alun.
 
Dikenal juga sebagai masjid Agung Kutoarjo karena memang sebelum tahun 1936, Kutoarjo merupakan sebuah kabupaten sendiri dengan nama kabupaten Semawung didalam wilayah administratif karesidenan Begelen. Dari bentuk bangunannya, sepintas lalu Masjid Besar Al-Izhar atau Masjid Agung Kutoarjo ini sangat mirip dengan Masjid Agung Darrul Muttaqin Purworejo, baik bangunan masjidnya begitupun dengan menaranya.
 
Masjid Besar Al-Izhaar Kutoarjo
Masjid Agung Kutoarjo
Kembang Arum, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo
Jawa Tengah 54251.
 

           
Ibukota kabupatennya berada di Kutoarjo sebelum kemudian dilebur kedalam wilayah kabupaten Purworejo. Itu sebabnya pola tata ruang pusat kotanya mirip dengan tata ruang sebuah ibukota kabupaten dengan alun-alun, pendopo dan Masjid Agung.
 
Sejarah Masjid Besar Al-Izhar Kutoarjo
 
Masjid Besar Al-Izhaar Kutoarjo dibangun pada 16 September 1887 oleh bupati R.A.A. Pringgoatmodjo di atas tanah wakaf K.H. Kastubi. K.H. Kastubi merupakan seorang penghulu yang berada di Kabupaten Semawung. Sejak diangkatnya K.H. Kastubi sebagai penghulu pada 1887, masalah pernikahan dapat terlayani bagi warga masyarakat Kutoarjo yang masih berdiri sendiri sebagai Kabupaten.
 
Untuk urusan perceraian juga sudah ada pejabat yang menangani. Dari berbagai pelayanan yang sudah ada. Muncullah pengadilan agama (PA) cikal bakal PA Purworejo. Dalam sejarah di era K.H. Abu Bakar, keturunan dari K.H. Kastubi, di masjid tersebut sudah berlaku tatacara perceraian pasangan suami isteri secara sah, baik segi agama maupun pemerintahan.
 
Renovasi masjid pada 1875 ini dilakukan putra R.A.A Pringgoatmodjo yang bernama R.A.A. Poerboatmodjo. Masjid Agung Al-Izhaar Kutoarjo yang masih berdiri kokoh dan megah ini, berdasarkan ketuaan bangunan maupun sisi historis lainnya, masjid ini dimasukkan ke dalam benda cagar budaya tidak bergerak dengan nomor inventarisasi: 11-06/Pwr/TB/27.
 
Masjid Besar Al-izhar Kutoarjo antara tahun 1890-1917.


Arsitektur Masjid Besar Al-Izhar Kutoarjo
 
Bila merujuk kepada foto dokumentasi masjid ini di museum Belanda tahun 1890-1917, bangunan awal masjid ini kini menjadi bangunan induk Masjid Besar Al-Izhar Kutoarjo. Tidak tampak perubahan signifikan pada bangunan induknya.
 
Bangunan masjid khas Indonesia dengan ciri utama atapnya berbentuk atap limas (kerucut) bertingkat ditopang dengan struktur tiang sokoguru yang dapat dilihat didalam ruangan masjid. Hanya sedikit perubahan pad bangunan induk dengan menambahkan sebuah kubah bawang ukuran kecil di puncak atap.
 
Disisi depan bangun induk ditambahkan dua bangunan tambahan berdenah persegi panjang, kemungkinan ditambahkan pada masa renovasi oleh  R.A.A. Poerboatmodjo. Penmbahan bangunan tambahan ini serupa dengan penambahan bangunan pendopo di sisi depan bangunan induk Masjid Agung Demak. Sebuah bangunan menara dari beton kini berdiri megah dihalaman masjid.***
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto
Masjid Muhammad Cheng Ho Purbalingga
Masjid Agung Baiturrahman Sukoharjo
Masjid Agung Kendal
Masjid Agung Kebumen
Masjid Agung Rembang, Rembang
Masjid Tiban Gedongmulyo Lasem
 
Rujukan
 
https://manglayang.id/masjid-agung-kutoarjo/
http://kekunaan.blogspot.com/2012/09/masjid-agung-al-izhaar-kutoarjo.html
https://radarpurworejo.jawapos.com/wisata/2143331399/dibangun-bupati-ada-kantor-pengadilan-agama

Saturday, March 29, 2025

Masjid Agung Sidikalang

Masjid Agung Sidikalang dengan menara tingginya

Para pecinta kopi pastinya tidak asing dengan nama daerah yang satu ini. Sidikalang ibukota kabupaten Dairi di provinsi Sumatera Utara memang dikenal luas dengan “Kopi Sidikalang” baik didalam hingga keluar negeri. Kabupaten Dairi memiliki lebih dari 13 ribu hektar perkebunan kopi dan menghasilkan setidaknya 10 ribu ton kopi pertahun.
 
Kabupaten Dairi secara geografis berada di ketinggian jejeran bukit barisan di rata rata ketinggian 1500 meter dari permukaan laut dengan udara yang selalu sejuk dan pemandangan mempesona.
 
Masjid Agung Sidikalang 

Berdasarkan data tahun 2021 penduduk Dairi sebanyak 318.616 jiwa, Berdasarkan agama yang dianut adalah Kristen 84,09% (Protestan 72,80% dan Katolik 11,29%) sebagian lagi memeluk agama Islam 15,66%, kemudian Buddha 0,10%, Hindu 0,01% dan Lainnya 0,14%. Untuk rumah ibadah, terdapat 963 gereja Protestan, 147 gereja Katolik, 143 masjid, 1 vihara dan 1 pura.
 
Masjid Agung Sidikalang
Jl. Masjid Sidikalang Kecamatan Sidikalang
Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara 22218
https://maps.app.goo.gl/6VDe756wsfyiBhpZA



Masjid Agung Sidikalang adalah Masjid Agung bagi Kabupaten Dairi. Lokasinya berada di pusat kota Sidikalang bersebelahan dengan komplek kantor Bupati Dairi di jalan Sisingamangaraja XII. Masjid ini merupakan masjid terbesar di kabupaten Dairi.
 
Bangunan utama Masjid Agung Sidikalang merupakan salah satu masjid yang dibangun oleh Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila (YAMP) yang kemudian ditambahkan menara dan bangunan pendukung lainnya termasuk beranda di tiga sisi bangunan utama.
 
Bangunan asli Masjid Agung Sidikalang sebelum ditambahkan menara dan beranda.

Berdasarkan plakat yang dipasang didinding bagian dalam masjid, Masjid Agung Sidikalang diresmikan pada 12 Desember 1988. Pembangunan beranda masjid dilakukan pada tahun 2022.sedangkan bangunan menaranya sudah lebih dulu dibangun ditahun 2019.
 
Sebagai masjid agung kabupaten, Masjid Agung Sidikalang menjadi pusat bagi syiar Islam di kabupaten Dairi termasuk pusat pelaksanaan sholat dua hari raya, penyembelihan hewan qurban hingga pelaksanaan peringatan hari hari besar Islam ditingkat kabupaten.
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Raya Stabat, Langkat
Masjid Raya Al Aman - Aek Kanopan
Masjid Lama Kabanjahe
Masjid Agung Nur Alannur Mandailing Natal
 


Wednesday, March 12, 2025

Masjid Agung Al-Imam Majalengka

Masjid Agung Al-Imam Majalengka

Masjid agung al-Imam adalah masjid agung yang berada di alun alun kabupaten Majalengka provinsi Jawa Barat. Bangunan megah yang kini berdiri diresmikan pada tanggal 20 Maret 2020 oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
 
Masjid ini menjadi salah satu ikon baru di Kabupaten Majalengka dan memiliki desain arsitektur yang modern dan megah. Keindahan masjid ini seolah sempurna dengan diresmikannya alun alun Majalengka pada 21 April 2021.
 
Masjid Agung Al-Imam Majalengka
Jl. Alun Alun Barat, Majalengka Kulon, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45418


Sudah berdiri hampir satu setengah abad
 
Sejarah Masjid Agung Majalengka dimulai sekitar tahun 1884, sumber lain mengatakan kemungkinan pertama kali dibangun sekitar tahun 1860 an pada masa kepemimpinan Bupati Majalengka ke-2, Raden Aria Adipati Kertadiningrat.
 
Awalnya dibangun sebagai bangunan berpanggung disebelah barat alun alun di Desa Majalengka kulon diatas tanah wakaf dari keluarga KH.Imam Safari (Kakek dari pahlawan nasional KH. Abdul Halim). Nama beliau yang kemudian diabadikan sebagai nama masjid ini.
 
Masjid Agung Al-Imam dan Alun Alun Majalengka.

Mesjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi sampai kebentuknya mesjid yang sekarang. Berkat prakarsa Kyai Imam Safari yang saat itu menjabat sebagai penghulu kabupaten, mesjid itu kemudian direnovasi. Pengganti Kyai Imam Safari yakni Kyai Hasan Basyari sekitar tahun 1888 juga melakukan renovasi namun tidak merubah bentuk.
 
Baru pada tahun 1900 dibawah pimpinan Bupati Majalengka ke-6, R.M.A.A Salmon Salam Sura Adi Ningrat dengan penghulu kabupaten Kyai Haji Muhammad Ilyas terjadi perubahan secara menyeluruh hingga mesjid yang tadinya berbentuk panggung dirubah menjadi lantai.
 
Tahun 1930-an dirombak lagi pada masa bupati R.M.A.A Suriatanudibrata. Tahun 1960 masa Bupati R Sutisna juga ada sedikit renovasi. Di tahun 1987 pada masa Bupati Zaelani SH juga ada renovasi lumayan besar, yakni kolam sebelah utara telah dihilangkan.
 
"Peralihan bentuk" dalam pembangunan ditahun 2019 menara lama masih berdiri diantara menara menra baru yang sedang dibangun.

Mesjid Al-Imam kemudian mengalami perombakan total terjadi pada tahun 1967 pada masa Bupati Kolonel Rd. Anwar Sutisna dan dilanjutkan oleh Bupati Rd.Saleh Sediana. Mesjid yang tadinya hanya satu lantai berubah bentuk menjadi dua lantai .
 
Perombakan total mesjid tersebut memakan waktu yang cukup lama, secara keseluruhan pembangunan Mesjid Al-Imam baru dapat dituntaskan pada tahun 1977.Pada masa kepemimpinan Bupati Haji Rd.E.Djaelani SH pada tahun 1984 mesjid ini dirobak sekaligus diperluas agar bisa menampung jamaah lebih banyak.
 
Masjid Agung Majalengka sebelum renovasi.

Pada tahun 1990 Mesjid Al-Imam terus dipercantik dengan merubah bentuk atapnya menjadi bentuk kubah. Dan pada tahun 2003 pada masa kepemimpinan Bupati Hj.Tutty Hayati Anwar.SH.M.Si.,dilakukan renovasi bagian dalam dan pembangunan empat buah kubah di masing masing sudut atap masjid.
 
Renovasi besar besaran ke bentuk nya saat ini dimulai tahun 2018 dan diresmikan tahun 2020 menyusul  kemudian diresmikan juga proyek pembangunan alun alun Majalengka yang diselaraskan dengan Masjid Agung ditahun 2021.
 
Luas lahan masjid ini 2.475 meter per segi dengan kapasitas 2.500 jamaah. Selama Bulan Ramadhan terdapat beberapa aktivitas rutin yang digelar pihak pengurus. Buka bersama, tarawih dan tadarus, adalah aktivitas rutin Ramadhan yang juga dilaksanakan di Masjid Agung. Ada takjil, pun makan. Tiap hari minimal 50 porsi makan berat. Lalu setiap zuhur ada kultum.
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
 
Referensi
 
 


Sunday, July 9, 2023

Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang

Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang.

Masjid Agung Baitul Mukminin merupakan masjid agung kota santri Jombang yang menjadi kebanggaan warga setempat dengan bangunan nya yang megah serta aktivitas ke-Islamannya yang sangat kental. Konon, dalam sejarahnya, Masjid Agung Baitul Mukminin ini berperan dalam sejarah lahirnya organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) dengan pimpinan pertamanya KH. Hasyim Asyari yang memang asli n’jombang.
 
Berdiri megah di di Jalan KH. A. Dahlan nomor 28 disebelah barat alun alun Jombang, berseberangan dengan pendopo dan kantor Bupati Jombang disebelah timur alun alun. Sedangkan di sisi selatan alun alun terdapat stasiun kereta api jombang. Karena letaknya, masjid ini menjadi tempat singgah bagi para musafir yang tiba atau akan berangkat dari stasiun Jombang.
 
Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang
Jl. KH. A. Dahlan No.28, Jombatan, Kec. Jombang
Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61419
https://goo.gl/maps/QGfh5n8ZABe7uWEp9
 

 
Kabupaten Jombang dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Mojokerto yang dibentuk pada 1811, dan pada 1910 Jombang berdiri sendiri sebagai kabupaten. Lebih jauh ke masa lalu Jombang diperkirakan sempat menjadi ibukota kerajaan Mataram ketika Mpu SIndok memindahkan ibukota Mataram dari Jateng ke Jatim sekitar tahun 929.
 
Jombang sebagai tanah kelahiran dan tempat dimakamkan-nya presiden RI ke-4, KH Abdulrahman Wahid atau lebih dikenal sebagai Gusdur, menjadi salah satu kota tujuan wisata ziarah. Tak heran bila masjid Agung Baitul Mukminin Jombang ini juga kerap kali diramaikan oleh Jemaah dari berbagai daerah yang sedang berziarah ke Jombang.
 
Interior Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang.

Sejarah Singkat Masjid Agung Baitul Mukminin
 
Sejarah berdirinya Masjid Baitul Mukminin ini memiliki korelasi dan hubungan erat dengan berdirinya Pendopo Kabupaten Jombang saat Jombang berdiri sebagai kabupaten terpisah dari Kabupaten Mojokerto ditahun 1910.
 
Sedangkan bangunan masjid Agung yang saat ini berdiri merupakan hasil pembangunan besar besaran sejak tahun 2010. Pemancangan tiang pertama pembangunan masjid Agung Baitul Mukminin ini dilaksanakan pada 24 Februasi 2010 oleh Bupati Jombang Drs. H. Suyanto MMA ditandai dengan pemecahan kendi pada tiang pancang, dan diresmikan pada 27 Oktober 2012 oleh Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang.
 
Arsitektur Masjid Agung Baitul Mukminin
 
Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang dibangun dengan memadukan arsitektur Jawa dan arsitektur masjid modern. Atap limas bersusun tiga menjadi ciri khas bangunan masjid berlanggam Jawa pada bangunan utama masjid dengan keseluruhan badan bangunan masjid tinggi besar bedinding beton dilengkapi dengan beranda dan jejeran beberapa anak tangga di sisi depan.
 
Bangunan utamanya terdiri dari dua lantai yakni lantai utama dan lantai mezanin. Sepasang menara kembar mengapit bangunan masjid disisi depan. Masuk kedalam ruang sholat utama masjid dilantai satu terasa begitu lega, karena sokoguru bangunan tidak berdiri ditengah ruangan, kesan selesa atau lega lebih terasa dengan langi langit yang tidak diplafon.
 
Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang.

Mihrab masjid berbentuk gerbang setinggi tembok masjid, diapit sepasang pilar beton. Dihias dengan ukiran kayu. Mimbar khutbah dari kayu berukir juga ditempatkan didalam mihrab. Jendela masjid tarbuat dari kaya patri dengan ornamen floral. Jendela kaca di dinding sisi mihrab diletakkan di sisi atas dinding bangunan.
 
Fasilitas Masjid Agung Baitul Mukminin
 
Masjid yang namanya memiliki arti sebagai perkumpulan orang-orang muslim ini, mampu menampung 1.500 jamaah. Sementara itu ketika Ramadhan kegiatan masjid sangat padat mulai dari pengajian ba’da Subuh hingga kegiatan tadarus. Fasilitas yang ada dalam komplek Masjid Agung Baitul Mukminin tergolong lengkap, mulai dari tempat parkir, kamar mandi, tempat wudhu umum dan khusus lansia, serta terdapat gedung Isalamic Center.***
 
Rujukan
 
https://kabarjombang.com/religi/mengenal-masjid-agung-baitul-mukminin-jombang-kental-budaya-jawa/
https://idntrip.com/tempat-wisata-di-jombang/
http://grchexacon.blogspot.com/2015/11/masjid-agung-baitul-mukminin-jombang.html

Saturday, April 22, 2023

Masjid Agung Al Falah Sigli Kabupaten Pidie

Masjid Agung Al Falah saat ini dilatar depan warna atap merah, dan proyek pembangunan masjid Agung Al Falah yang sedang berjalan dengan ukuran berkali lipat dari bangunan masjid saat ini.

Masjid Agung Al Falah Sigli adalah masjid agung di kabupaten Pidie provinsi Aceh yang berada di kota kecamatan Sigli. Merujuk kepada data BPS kabupaten Pidie merupakan kabupaten di provinsi Aceh dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di provinsi Aceh. Jumlah penduduk kabupaten Pidie pada tahun 2021 sebanyak 435.492 jiwa, dengan kepadatan 141 jiwa/km2[i].
 
Kabupaten Pidie memiliki ke unikannya sendiri karena wilayah ini tidak disebut sebagai Aceh Pidie melainkan sebagai Kabupaten Pidie saja, hal tersebut terkait dengan faktor sejarahnya. Kabupaten Pidie dahulunya merupakan kerajaan Pedir yang bukan bagian dari Kesultanan Aceh.
 
Masjid Agung Al Falah Sigli
Jl. Profesor Abdul Majid Ibrahim, Blk. Sawah, Kec. Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh 24114



Kerajaan Pedir kemudian bergagung dengan kesultanan Aceh pada saat konfrontasi melawan Portugis. Catatan sejarah menyebutkan Sultan Iskandar Muda pernah dating berkunjung ke kerajaan Pedir tepatnya ke Negeri Meureudu sebelum menyerang Pahang di Semenanjung Malaya. Meureudu memiliki sebuah masjid tua yang kini dikenal sebagai Masjid Poteu Meureuhom, dan setelah pemekaran dan terbentuknya kabupaten Pidie Jaya, Meureudu menjadi ibukota kabupaten Pidie Jaya.

Masjid Agung Al Falah Sigli

Sejauh ini kami belum menemukan catan terkait sejarah pembangunan masjid Agung Al Falah Sigli. Namun demikian sehubungan dengan kebutuhan akan masjid dengan daya tampung yang lebih besar sudah sangat mendesak, sejak tahun 2015 yang lalu pemerintah kabupaten Pidie sudah memulai pembangunan Masjid Agung Al Falah yang baru dengan ukuran yang jauh lebih besar dengan lokasi bersebelahan dengan bangunan masjid Agung saat ini.
 
Masjid Agung Al Falag Sigli 

Bangunan baru masjid agung Al Falah kini sudah menampakkan bentuknya yang sangat besar dibandingkan dengan bangunan masjidnya saat ini meskipun masih dalam proses pengerjaan. Pembangunan masjid baru tersebut sempat menjadi sorotan masyarakat setempat karena lambannya proses pembangunan dan bahkan sempat mangkrak.
 
Peletakan batu pertama pembangunan masjid agung Al Falah yang baru ini telah dilakukan oleh Bupati Pidie Sarjani Abdullah pada hari kamis 30 Juli 2015 di tanah seluas tiga hektar di Gampong Blok Sawah Kecamatan Kota Sigli. Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Aceh dan ulama kharismatik Abu Usman Kuta Krueng.
 
Sampai dengan tahun 2022 proyek pembangunan masjid tersebut telah menelan dana hingga 142 milyar rupiah namun belum kunjung selesai. Semoga pembangunan masjid impian warga muslim Pidie segera selesai dan menjadi salah satu kebanggan warga setempat.***
 
------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Tengku Di Pucok Krueng Pidie Jaya
Masjid Beras Segenggam Pidie

Sunday, August 25, 2019

Mesjid Agung Trans Studio Bandung

Megah dan mewah menjadi ciri utama Masjid Agung Trans Studio Bandung ini.

Melihat dan merasa bahwa umat muslim saat ini sudah mumpuni dalam masalah perekonomian, apalagi dengan tolak ukur bahwa banyak pengunjung mall terutama dari kalangan ibu-ibu/muslim ahyang datang dengan berpakaian yang sudah syar’i namun tetap fashionable.

Maka, bapak Chairul Tanjung beinisiatif untuk membangun sarana peribadatan yang sesuai dengan masyarakat muslim menengah keatas di kawasan perbelanjaan dengan tujuan untuk memperhatikan pula dalam masalah ibadanya. Itulah mengapa masjid ini dibangun di kawasan bisnis.

Masjid Agung Transtudio
Pusat Terpadu Trans Studio, Jl.  Gatot Subroto No. 289
Bandung 40273, Jawa Barat, Indonesia
Telepon (022) 8734 2502
IG: @masjidtrans
Tweeter: @masjidtrans
FB: Masjid Agung Trans Studio Bandung



Masjid ini juga didedikasikan untuk ibunda Bapak Chairul Tanjung. Melihat anaknya yang sukses dengan berbagai lahan bisnis seperti perhotelan, pusat pembelanjaan, televisi swasta dan lain-lain tidak membuatnya merasa bahwa anak tercintanya telah memiliki kesuksesan selagi tidak ada masjid yang anaknya bangun.

Pembangunan memakan waktu sekitar 2 tahun lamanya dan mulai digunakan sebagai sarana ibadah pada bulan November 2014. Pada awalnya, masjid hanya digunakan pada 4 waktu shalat saja yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Namun, pada bulan April 2015 barulah masjid ini membuka pelayanan jasa untuk shalat Shubuh.

Fasad depan Masjid Agung Trans Studio Bandung.

Arsitektur Bangunan Masjid

Pembangunan masjid menghabiskan kurang lebih 60 M, dan itu belum termasuk tanah. Mengusung tema arsitektur Masjid Nabawi, masjid yang diresmikan dengan nama “Mesjid Agung Trans Studio Bandung” telah menyita banyak perhatian. Karena, semua pilar yang berada di masjid tersebut dibuat mirip dengan pilar yang berada di Mesjid Nabawi, Madinah, dengan ornamen tambahan berupa kaligrafi bertuliskan asma Allah dan penggalan dari ayat suci Al-Quran.

Terdapat lima kubah dengan satu kubah utama yang dilapisi dengan lembaran emas juga ditimpa kembali dengan bahan tertentu untuk menjaga keaslian dari emas tersebut. Jendelanya pun membawa suasana Masjid Nabawi dengan corak belang hitam-putih dan ornamen di sana didominasi oleh warna emas. Pintu utamanya terinspirasi dari pintu utama masjid Nabawi pula yang berada di Madinah.

Interior Masjid Agung Trans Studio Bandung

Masjid ini bisa menampung sekitar 2.500 jemaah, terhiung dari lantai utama sampai mezanin di lantai 2. Terdapat juga ruang ballroom di bawah yang bisa dipergunakan untuk acara seperti acara walimah urusy, rapat, dan perayaan lainnya.

Tamu Spesial yang Mengisi Kajian

Banyak tamu agung yang pernah berkunjung ke mesjid ini. Salah satunya adalah Imam besar Masjidil Harom yaitu Syekh Adil Alkalbani dan juga muadzin dari Masjidil Haram juga tamu dari Palestina yang saat mengisi salah satu kajian. Tamu penting lainnya seperti Syekh Ali Jaber, Aa Gym, Mamah Dedeh, dan Ustadz Wijayanto. Selain itu, ada juga Indadari, Peggy Melati Sukma, Ummi Pipik Dian Irawati, dan juga tokoh masyarakat sepeti Gubernur Jawa Barat periode 2019-2024 Ridwan Kamil beserta istri, juga Gubernur Jawa Barat periode 2009-2019 Ahmad Heryawan beserta istri. (seluruh materi dari situs resmi Masjid Agung Trans Studio Bandung)***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga



Saturday, August 10, 2019

Masjid Agung An-Nur Luwuk

Berdiri megah menghadap ke Teluk Lalong, Masjid Agung An-Nur Luwuk, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, telah menjadi Ikon Kabupaten terebut.

Masjid Agung An-Nur Luwuk adalah masjid agung kabupaten Banggai provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah kabupaten ini berada di ujung Timur Laut pulau Sulawesi, sisi sebelah timurnya menghadap ke laut Maluku. Kabupaten Banggai beribukota di Luwuk, tempat dimana Masjid Agung An-Nur ini berdiri ditepian teluk Lalong. Posisi yang membuatnya tampak begitu indah dari arah lautan Teluk Lalong.

Berdiri di pusat kota Luwuk, masjid Agung An-Nur menjadi ikon ibukota kabupaten Luwuk yang pusat-nya memang berada di tepian teluk Lalong ini, kantor kantor pemerintahan kabupaten juga berdiri disana termasuk kantor DPRD kabupaten Banggai yang juga menghadap ke laut teluk Lalong di sebelah tenggara Masjid Agung An-Nur, sedangkan kantor Bupati Banggai yang baru dibangun cukup jauh, sekitar 6km di sebelah selatan dari Masjid Agung An-Nur.

Masjid Agung An-Nur
JL. Letnan Jenderal MT Haryono, Soho, Luwuk
Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah 94712



Merujuk kepada situs simas kementrian Agama, Masjid Agung An-Nur Luwuk ini dibangun tahun 1986 diatas lahan wakaf seluas 19,039 m2, dengan luas bangunannya 2.000 meter2 dan mampu menampung hingga 3.000 jemaah sekaligus. Situs tersebut tidak memberikan penjelasan lebih rinci tentang masjid ini.

Bangunan masjid Agung An-Nur Luwuk terdiri dari bangunan utama yang dibangun dua lantai dan satu menara yang dibangun terpisah dari bangunan utama. Bangunan utama masjid terdiri dari dua lantai, lantai dasar merupakan ruang sholat utama dan lantai dua berupa mezanin yang juga difungsikan sebagai ruang sholat.

Interior Masjid Agung An-Nur Luwuk

Interior di ruang sholat utama masjid ini terasa lapang karena ketiadaan tiang tiang penyanggah ditengah ruangan masjid. Struktur atapnya disanggah jejeran tiang tiang beton yang menyatu dengan tembok dinding bangunan. Jejeran tiang tiang terdapat di area bawah mezanin yang merupakan tiang tiang penyanggah lantai diatasnya.

Bangunan masjid nya berdenah segi empat, dilengkapi dengan selasar panjang di ketiga sisinya kecualia sisi kiblat. Setiap sisi masjid ini juga dilengkapi dengan balkoni dari beton memayungi area akses ke pintu masuk. Di atap masjid dilengkapi dengan sebuah kubah besar tunggal bewarna kuning emas.

Kompilasi ekterior Masjid Agung An-Nur Luwuk.

Bangunan menara tunggal dibangun di sisi tenggara terpisah dari bangunan masjid. Sebuah menara berdenah segi delapan dengan dua balkoni. Sisi bawah menara lebih besar, dibandingkan bagian atasnya. Sebuah kubah bewarna kuning emas senada dengan kubah masjid ditempatkan di puncak menara.

Masjid ini juga dilengkapi dengan pelataran yang cukup luas disisi timurnya, yang seluruhnya sudah dilapis dengan keramik. Area terbuka disekitar masjid ini masih cukup lapang dan menjadi salah satu tempat paforit warga untuk berkumpul menikmati suasana senja. Berbagai acara tingkat kabupaten seringkali diselenggarakan dikawasan disekitar masjid ini yang memang menjadi pusat keramaian kota Luwuk.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Sunday, July 28, 2019

Masjid Agung Nurul Islam Kota Sawahlunto

dibangun dari bekas pembangkit listrik tenaga uap, Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan

Masjid Agung Nurul Islam adalah masjid agung di kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Ditilik dari usia bangunannya masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Indonesia, lokasinya berada di Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, provinsi Sumatra Barat. Lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari Museum Kereta Api Sawahlunto.

Bangunan masjid ini pertamakali dibangun pada masa penjajahan Belanda ditahun 1894 sebagai gedung pusat pembangkit listrik bertenaga uap (PLTU) dan berubah fungsi menjadi masjid sejak tahun 1952. Menaranya yang setinggi 85 meter itu dulunya adalah cerobong asapnya kemudian dijadikan sebagai menara dengan tambahan kubah setinggi 10 meter.

Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto
Kelurahan Kubang Sirakuak Utara, Kecamatan Lembah Segar
Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, Indonesia



Kota Sawahlunto di Sumatera Barat dikenal sebagai kota wisata. Kota tua yang mulai didirikan pada tanggal 1 Desember 1888, seiring dengan ditemukannya tambang batubara di daerah itu di masa penjajahan Belanda. Explorasi batubara mulai dilakukan oleh Belanda pada tahun 1892. Kota ini berkembang menjadi pusat pertambangan. Infrastuktur kota dibangun sejak masa itu termasuk fasilitas pembangkit tenaga listrik, jalur kereta api, pemukiman dan sebagainya.

Perkembangan kota ini sempat seakan mati manakala penambangan batubara dihentikan. Kini kota tua Sawahlunto dikenal luas sebagai kota wisata, salah satu yang terbaik di Indonesia. Peninggalan masa lalu termasuk lorong lorong panjang tambang tambang bawah tanah seakan berkisah dalam sepi tentang perihnya penderitaan para pekerja paksa yang diperah tenaganya oleh penguasa Belanda untuk mengorek batubara dari perut bumi Sawahlunto.

DULU & KINI. Foto sebelah kiri adalah bangunan asli Masjid Agung Sawahlunto dimasa penjajahan Belanda berupa gedung pembangkit listrik tenaga Uap. Perhatikan cerobong asapnya yang kini berubah menjadi menara masjid pada foto sebelah kanan.

Masjid di Bekas PLTU

Pertumbuhan infrastruktur di Kota Sawahlunto yang dipicu oleh aktivitas pertambangan batu bara mengalami perkembangan pesat pada akhir abad ke-19. Eksploitasi batu bara mendorong masuknya transformasi teknologi uap ke Sawahlunto.

Sejalan dengan itu, untuk dapat menggerakkan berbagai mesin listrik pemerintah Hindia Belanda membangun pusat pembangkit listrik bertenaga uap (PLTU) dengan memanfaatkan aliran Batang Lunto di Kubang Sirakuak pada tahun 1894. PLTU ini menjadi PLTU pertama di Sawahlunto.

Cerobong asap yang sama, di foto kiri jelas terlihat cerobong asap PLTU dengan asap nya yang membubung, Dan di foto sebelah kanan cerobong tersebut difungsikan menjadi menara masjid. 
PLTU Mudik Air merupakan tempat penggerak utama peralatan dan mesin – mesin pertambangan, sumber penerangan kota, gedung, kantor serta rumah – rumah warga Sawahlunto. Namun mengingat debit air sungai yang berada di pinggir PLTU tersebut kian berkurang, pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun PLTU pengganti di Salak, Talawi pada tahun 1924 yang memanfaatkan aliran Batang Ombilin.

Bangunan PLTU di Kubang Sirakuak yang sudah tidak berfungsi lagi sempat dijadikan sebagai tempat perlindungan dan perakitan senjata oleh para pejuang kemerdekaan di Sawahlunto Pada masa Agresi Belanda I dan II, Pada saat mengalami peralihan fungsi banyak ditemukan sisa – sisa amunisi pada banker tersebut dan kini amunisi tersebut disimpan sebagai koleksi Museum Goedang Ransoem Sawahlunto.

Ekterior dan Interior Masjid Agung Nurul Islam Sawahlunto. 
Bangunan bekas PLTU itu pernah juga sebagai rumah hunian pekerja tambang batu bara Ombilin, sampai akhirnya berubah menjadi masjid sejak tahun 1952 dengan nama Masjid Agung Nurul Islam. Bekas cerobong asapnya yang kini sudah berubah menjadi menara tampak indah dimalam hari dengan cahaya cahaya lampu yang dipasang disana.

Bangunan utama masjid ini berukuran 60 × 60 meter dan memiliki lima kubah terdiri dari satu kubah besar di tengah yang dikelilingi oleh empat kubah dengan ukuran yang lebih kecil. Di bawah bangunan masjid terdapat lubang perlindungan yang sempat dipakai untuk tempat merakit senjata, granat tangan, dan mortir. Saat ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid berlantai dua ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat sekitar.***

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga


Saturday, July 6, 2019

Masjid Agung Baiturrahim Moluo - Gorontalo Utara


Masih gress alias masih anyar, suasana masjid agung kabupaten Gorontalo Utara pada saat baru selesai dibangun.

Masjid Agung Baiturrahim merupakan masjid agung kabupaten Gorontalo Utara, lokasinya berada di Desa Moluo, kecamatan Kwandang. Masjid ini dibangun tahun 2011 di atas lahan seluas 3500 meter persegi dengan luas bangunan 625 meter persegi dan berdaya tampung 1000 jemaah. Kabupaten Gorontalo Utara baru dibentuk tahun 2007 dan beribukota di Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, sebelumnya wilayah kabupaten ini merupakan bagian dari kabupaten Gorontalo.

Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo Utara
Dusun Pasar Baru, Desa Moluo
Kec. Kwandang Kab. Gorontalo Utara 




Sebagai masjid kabupaten, Masjid Agung Baiturrahim Moluo ini menjadi pusat aktivitas ke Islaman di kabupaten Gorontalo utara termasuk penyelanggaraan peringatan hari hari besar Islam dan penyelenggaraan sholat idul fitri dan idul adha hingga penyembelihan hewan Qurban yang biasa dipusatkan di pelataran masjid ini.

Seperti contoh pada sholat Idul Adha 10 Dzulhijah 1436 (2015) yang lalu, sholat Idul adha di masjid ini juga diikuti oleh bupati Gorontalo utara Indra Yasin dan Wabup Roni Imran. Setelah sholat Idul Fitri Bupati dan wakil bupati menyerahkan secara simbolis seekor sapi kurban untuk langsung di sembelih saat itu juga. Secara keseluruhan Bupati menyalurkan 40 ekor sapi qurban bantuan pemda setempat dipusatkan di pelataran masjid agung dan dikuti secara serentak di setiap kecamatan.

Suasana Idul Fitri di Masjid Agung Gorontalo Utara. Perhatikan kubah masjidnya yang sudah berubah penampilan, tampak lebih indah.

Tradisi menyambut Bupati

Seperti di wilayah Gorontalo lainnya, masyarakat muslim Gorontalo Utara juga memiliki tradisi yang sama dalam menjemput Bupati dan pejabat lainnya saat menunaikan sholat hari raya di masjid Agung dengan acara adat, tokoh adat setempat menyambut dengan acara adat termasuk tampilan pencak silat, dan mengantar Bupati dan para pejabat pemerintah masuk ke masjid hingga ke tempat duduk mereka yang telah disiapkan di shaf paling depan.

Seperti pada sholat idul fitri yang jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019 yang lalu, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin disambut dengan acara adat yang sama, dan pada hari itu beliau juga bertindak sebagai khatib idul fitri. Acara adat juga dilaksanakan pada saat khatib akan menaiki mimbar, ketua ada setempat akan menyerahkan tongkat kepada khatib sebelum khutbah dimulai.

Bupati Gorontalo Utara pada saat disambut dengan acara adat di masjid agung untuk sholat Idul Fitri.

Pada sholat idul fitri tersebut juga dihadiri jajaran pejabat pemerintah daerah setempat, di antaranya Sekretaris Daerah Ridwan Yasin dan Asisten II Thamrin Yusuf, serta Jemaah yang memadati masjid hingga ke halaman depan. Bertindak selaku imam dalam Shalat Id di tempat itu, Tuan Khadi, Kiai Haji Hasan Tarua.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga