Showing posts with label masjid di eropa. Show all posts
Showing posts with label masjid di eropa. Show all posts

Tuesday, June 14, 2016

Hagia Sophia Ahirnya Kembali Menjadi Masjid

Masjid Hagia Sopia

Pemerintah Turki dibawah kepemimpinan Presiden Erdogan, ahirnya memberikan izin penggunaan Hagia Sophia (Aya Sophia) sebagai masjid setelah lebih dari 80 tahun bangunan itu ditutup untuk semua kegiatan peribadatan dan dijadikan museum. Pemberian izin tersebut membuka lembaran baru sejarah Hagia Sophia, setelah sekian lama muslim Turki mengajukan permohonan untuk kembali mempungsikan Masjid tersebut namun selalu saja kandas, baru kali ini pemerintah Turki mengizinkan untuk mengembalikan fungsinya sebagai masjid meski hanya selama bulan Ramadhan ini saja.

Setiap hari selama bulan suci Ramadhan dibacakan Ayat Suci Al-Qur’an dari masjid ini dan disiarkan langsung oleh chanel religi Turki TRT Diyanet. Termasuk juga menyiarkan secara langsung acara makan sahur langsung dari Masjid tersebut. Siaran tersebut akan berlangsung selama sebulan penuh selama bulan suci Ramadhan.


Masjid Hagia Sophia merupakan sebuah bekas Gereja Yunani Kuno dari Masa Kekaisaran Byzantium. Seiring dengan kekalahan Byzantium dan jatuhnya Konstantinopel Ibukota kekaisaran itu ke tangan Pasukan Islam dibawah pimpinan Muhammad Al-Fatih pada Hari Jum,at tanggal 23 Maret 1453 menjadi titik awal berubahnya Gereja tersebut menjadi masjid.

Di hari itu Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II) turun dari kudanya dan bersujud syukur kepada Allah, lalu pergi ke Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan tentaranya mengubahnya menjadi masjid yang dikenal dengan Aya Sofia. Saat itulah shalat Jumat berlangsung untuk pertama kali di tempat itu. Beliau juga mengganti nama Kota Konstantinopel menjadi Istambul. Salama hampir lima ratus tahun lamanya bangunan tersebut berfungsi sebagai masjid.

Namun, manakala pemerintahan di Turki berubah menjadi Republik setelah kudeta yang dilakukan oleh Kemal Ataturk terhadap ke-khalifahan Usmaniah, lalu mendirikan Turki baru yang sekuler, Masjid tersebut ditutup dan dijadikan museum sejak tahun 1935 dan berlangsung hampir selama 80 tahun. Upaya mengembalikan fungsinya sebagai masjid telah dilakukan oleh pemerintahan Turki dibawah pemerintahan Presiden Erdogan sejak tahun 2013, namun gagasan itu juga direspon unjuk rasa sebagian orang di Turki.

Protes Keras dari Yunani

Keputusan pemerintah Turki mempungsingkan kembali Hagia Sophia sebagai masjid meskipun baru berupa izin berbatas waktu telah menimbulkan ketersinggungan dari pemerintah Yunani yang menyebut hal tersebut sebagai suatu langkah yang refresif dan fanatisme serta tidak sesuai dengan masyarakat modern, demokratis, dan sekuler. 


Monday, May 23, 2016

Masjid Hafız Yusuf Yılmaz Dipuncak Gunung Di Turki

PEMANDANGAN SPEKTAKULER dari setiap jendela masjid ini, menyajikan pemandangan bentang alam yang luar biasa. 

Bangunan masjid satu ini memang tak biasa, bukan karena ukurannya yang fantastis atau karena usianya yang sudah teramat tua, tapi karena letaknya yang berada begitu tinggi di puncak Gunung Kible di Distrik Rize, provinsi Güneysu, Turki. Gunung Kible yang menjadi nama gunung tersebut berasal dari kata Kiblat, karena memang posisi gunung ini yang memanjang menghadap ke Ka’bah di Kota Mekah. Ditambah lagi dengan ketinggiannya yang mencapai 1130 meter dari permukaan laut membuatnya terlihat dari bagian manapun di distrik Rize.

Distrik Rize merupakan tempat kelahiran ayah dari presiden Turki saat ini, President Recep Tayyip Erdoğan. Masjid Kible pertama kali dibangun di sekitar abad ke 19 berbahan kayu, namun masjid tersebut terbakar di tahun 1960. Kemudian sebuah masjid sederhana berbahan beton dibangun di lokasi yang sama menggantikan masjid sebelumnya. Ditahun 2010 saat Erdogan masih menjabat sebagai Perdana Menteri Turki, beliau berkunjung ke masjid tersebut dan memerintahkan kepada pejabat setempat untuk membangun ulang dan mengembangkan masjid tersebut.


Sebelum membangun masjid, pemerintah setempat terlebih dahulu membangun jalan akses ber-aspal mulus menuju ke masjid ini. Pembangunan Masjid dimulai tahun 2013 dengan dana donasi dari pengusaha setempat. Rancangan masjid ini ditangani oleh Yusuf Yılmaz dengan meniru bangunan masjid bersejarah Şemsi Ahmet Paşa di lingkungan Üsküdar, Istanbul. Beliau mengatakan selama proses pembangunan, Erdogan senantiasa mengikuti perkembangan pembangunan masjid ini termasuk mengikuti dengan seksama proses penyelamatan dengan helikopter, tiga pekerja yang terjebak badai salju di lokasi pembangunan masjid ini.

Masjid ini diresmikan oleh Presiden Erdogan pada hari Jum’at 14 Agustus 2015 dan diberi nama Masjid Hacı Hafız Yusuf Yılmaz. Acara peresmian masjid ini ditandai dengan pengguntingan pita, penaman pohon dan pelesan burung merpati dilanjutkan dengan sholat Jum’at berjamaah bersama dengan presiden Erdogan, anggota keluarganya serta jajaran Kabinet yang menyertainya.

GUNUNG KIBLE atau gunung kiblat tempat masjid ini berdiri memang menghadap kiblat.

Bangunan Masjid ini berukuran 275m2 dilengkapi dengan kubah besar setinggi 13 meter dan bangunan Menara setinggi 27 meter. Disekitar masjid juga telah dibangun jalur untuk pejalan kaki dan area rekreasi. ada area khusus untuk jema’ah wanita seluar 45m2, disiapkan juga ruangan yang yang cukup menarik dan tidak terdapat di semua masjid serta bangunan publik lainnya yakni adanya ruangang yang dirancang khusus untuk ibu ibu yang membawa bayi.

Meski telah dilengkapi dengan jalur khusus pejalan kaki namun demikian, sudah barang tentu tak mudah bagi para pejalan kaki untuk mencapai masjid ini, butuh ektra tenaga untuk sampai disana. namun demikian, Gubernur setempat, İhsan Selim Baydaş mengatakan bahwa pemerintah setempat telah membangunan tempat tersebut juga telah dilengkapi dengan penginapan. Beliau juga menambahkan bahwa bangunan masjid tersebut dibangun dengan material dan kualitas terbaik dan merupakan satu maha karya yang layak untuk dikunjungi.***

---------ooo000ooo---------

Baca Juga


Wednesday, May 18, 2016

Azan Yang Mengharukan Dari Masjid Swedia

MASJID FITTJA. Tegelbruksvägen 10,145 53 Norsborg,Swedia
Lantunan azan dari Menara masjid bukanlah hal yang luar biasa bagi muslim Indonesia, di negeri ini bahkan dua wakil presiden bahkan repot mengatur suara azan dari masjid dan mushola. Lain halnya dengan muslim yang jumlahnya sangat minoritas di negeri non muslim seperti saudara saudara kita di Swedia. di Negara itu tidak bisa se-enaknya menyuarakan azan dengan pengeras suara hingga terdengar keluar dari ruangan masjid. Butuh izin resmi dari pihak berwenang untuk menyuarakannya.

Pengurusan izin menyuarakan azan dari Menara masjid dengan pengeras suara, sama rumit dan sulitnya dengan membangun masjid. Muslim di kota kecil Fittja di dalam wilayah kotamadya Botkyrka di sebelah selatan kota Stockholm, Swedia, sudah lama mengajukan izin untuk menyuarakan azan dengan pengeras suara dari Menara masjid mereka, dan ahirnya izin resmi yang di tunggu tunggu disetujui oleh pemerintah kota pada bulan maret 2013 yang lalu. Media Eropa bahkan menyebut keluarnya izin tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak di duga duga.


Kaum Muslimin disana berbondong ke masjid Fittja untuk menyaksikan dan mendengarkan lantunan azan untuk pertama kali pada hari Jum’at 12 April 2013 dari Menara masjid yang mereka bangun sejak tahun 1998 dan selesai tahun 2007. Suasana haru biru ketika suara azan terdengar lantang dari Menara tunggal masjid tersebut, banyak diantara mereka yang meneteskan air mata tak kuasa menahan rasa haru, dan bahagia yang menyeruak.

Meski telah disetujui untuk menyuarakan azan dari Menara masjidnya. muslim disana harus mentaati syarat dan aturan yang telah ditetapkan. Termasuk didalamnya adalah bahwa suara azan yang disuarakan melalui pengeras suara di Menara masjid tidak melebihi jarak jangkauan dua kilometer. Otoritas kota akan melakukan pengukuran terhadap hal itu secara berkala. Masjid Fittja di-izinkan untuk menyuarakan azan lima kali sehari. Merujuk kepada laporan kementrian luar negeri AS, muslim di Swedia ada sekitara 450,000 hingga 500,000 jiwa dari total Sembilan juta penduduknya.


Referensi

en.wikipedia.org - Fittja

Thursday, June 25, 2015

REMAJA INGGRIS TERLUKA DALAM SERANGAN RASIS DI DEPAN MASJID

masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom
Kepolisian Inggris kini sedang menyelidiki serangan ber-aroma rasial yang dilakukan oleh sekelompok pemuda terhadap seorang remaja muslim (18 tahun) di depan masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, yang berada di ruas jalan Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom.

Remaja muslim 18 tahun ini kala itu baru keluar dari masjid ini setelah mengikuti sholat isya, dan kemudian berpapasan dengan empat orang pria kulit putih yang serta melempari masjid dan menyerang remaja tersebut dari arah belakang hingga terluka, lalu melarikan diri. 

Dilaporkan bahwa sebelum melakukan penyerangan, empat pemuda berkulit putih tersebut meneriakkan kata kata kasar dan rasis kepada remaja muslim bermata hitam tersebut. 

Polisi melakukan penyelidikan di TKP termasuk menanyai semua saksi dan penyelidikan dari rumah ke rumah warga sekitar lokasi yang memang sudah di awasi dengan kamera CCTV.



Wednesday, July 31, 2013

Gereja St. Eloi Vierzon di Prancis Kemungkinan Menjadi Masjid

Pastor Alain Krauth di depan Gereja St. Eloi di kota Vierzon - Prancis.
Sebuah gereja yang terletak di kota Vierzon, Prancis tengah, kemungkinan akan diubah menjadi masjid. Vierzon memiliki enam gereja dan untuk menyelamatkan anggaran gereja, uskup Bourges memutuskan untuk menjual salah satu di antaranya. Yakni Gereja St. Eloi. Sebuah organisasi Muslim, l’Association des Marocains sedang melakukan pembicaraan untuk mengubah Gereja St Eloi itu menjadi masjid, meskipun keputusan final belum dicapai.

Dengan lorong dari pintu menuju altar sepanjang 26 meter, gereja itu dapat menampung 200 orang dan dibandrol seharga 170.000 euro. Alain Krauth pastor di Notre Dame de Vierzon, menjelaskan kepada koran mingguan setempat Le Nouvel Observateur, “Kita harus mempertahankan bangunan-bangunan (gereja), sementara Vierzon mengalami penurunan jumlah jemaat dalam beberapa tahun terakhir. Komunitas Kristen tidak lagi sepenting dahulu, seperti pada masa lampau.”

“Gereja itu moderen dan mudah untuk ditata ulang, pasti gampang terjual,” imbuhnya. Pastor Krauth menjelaskan bahwa kuesioner tentang usulan penjualan gereja sudah dibagikan kepada jemaat. “Sebagian jemaat gembira karena tempat itu akan dibeli oleh angota komunitas Muslim – anggota Muslim moderat. Tetapi sebagian lain merasa terhina dan khawatir akan Islam radikal,” kata pendeta itu.

Dengan jumlah Muslim mencapai enam persen dari populasi Eropa sekarang ini, dan masih terus akan bertambah, lebih banyak gereja kemungkinan akan menjadi masjid, tulis Russia Today. Di Prancis sendiri saat ini terdapat hampir 150 masjid baru yang sedang dibangun untuk menampung hampir lima juta Muslim, yang mencakup 7,5 persen populasi negara mode itu. Prancis adalah negara Eropa dengan jumlah Muslim terbanyak.*

Gereja St. Eloi emang beada di kawasan pemukiman Turki dan Maroko. Namun kenyataan-nya meski 27 ribu penduduk kota itu hanya sekitar 300 orang saja yang secara rutin pergi ke gereja tiap minggunya. Dalam kurun saty decade terahir ini saja keuskupan di Prancis secara resmi telah menutup lebihd dari 60 Gereja dan kebanyakan berubah menjadi masjid.

Bila merujuk kepada hasil riset yang diselenggarakan oleh PEW Center menyebutkan bahwa “Islam telah menjadi agama dengan tingkat pertumbuhan tercepat di Eropa”, jumlah muslim di benua itu telah bertambah tiga kali lipat dalam kurun waktu 30 tahun terahir dan diperkirakan satu dari 3 bayi yang lahir di Eropa berasal dari keluarga muslim pada tahun 2025 mendatang.

Referensi



Penjarah Masjid di Inggris di Hukum Penjara 22 tahun

[foto] Masjid di Cumberland Street salah satu bangunan yang dijarah oleh anggota gang yang sama.
Enam orang anggota gang yang melakukan penjarahan terhadap masjid dan beberapa bangunan bisnis lainnya di sepanjang jalan East Lancashire, tiga diantaranya adalah ahirnya dijatuhi hukuman penjara masing masing lebih dari 22 tahun.

Jemaah masjid Plane Tree Road mosque di Little Harwood tidak saja kehilangan sejumlah uang yang disimpan di masjid tapi juga telah kehilangan seluruh berkas asli catatan pernikahan mereka serta berkas berkas resmi lainnya.

Hakim Christopher Cornwall selama persidangan mengatakan bahwa para pelaku telah terbukti melakukan penerobosan paksa dan melakukan tindakan penjarahan dan pencurian yang teramat tercela.

Kelompok geng ini tidak hanya menjarah masjid tapi juga berbagai fasilitas bisnis yang terlah mengakibatkan kerugian jutaan foundsterling. Adalah perusahaan Knuzden yang mengaku kehilangan kontrak senilai £1 juta found akibat penjarahan itu. Belum lagi sejumlah rumah makan dan fasilitas bisnis lainnya.

Para pelaku mengakui semua tindakan mereka termasuk mengakui telah menjarah setidaknya enam masjid di periode yang sama, termasuk Masjid di Plane Tree Road mosque yang telah dijarah dua kali yakni pada bulan Maret 2012 dan tiga bulan setelah itu.

Masjid lainnya yang turut di jarah adalah Masjid di Blackburn’s Cumberland Street dan Masjid Cob Wall mosques, Clegg Street mosque di Burnley dan Grimshaw Street mosque di Accrington.****



Wednesday, July 17, 2013

Masjid Hanley di Inggris Ahirnya Dibuka Setelah 13 Tahun


















Bulan Ramadhan tahun ini memberi berkah tersendiri bagi warga kota Hanley, Staffordshire, Inggris. Masjid yang mereka bangun ahirnya secara resmi dibuka setelah menunggu selama 13 tahun, bangunan masjid nya sendiri bahkan sempat akan menjadi sasaran pembakaran dan penghancuran sampai ahirnya mendapatkan restu dari otoritas setempat untuk beroperasi.

Masjid yang berdiri di rusa jalan Regent Road itu belum selesai 100% namun sudah di izinkan untuk digunakan selama bulan Ramadhan ini termasuk pelaksanaan sholat lima waktu sebagaimana disampaikan oleh direktur nya, Rana Tufail. Selama menunggu proses penyelesaian ahir dan rencananya akan diresmikan bulan depan setelah menghabiskan dana pebangunan sekitar £2 juta pound. Diperkirakan masih akan menghabiskan data sekitar £200 ribu pound lagi untuk sentuhan ahir-nya.

Rencana pembangunan masjid tersebut telah berlangsung sejak tahun 2000 yang lalu namun kemudian malah merebak menjadi sebuah kontroversi ketika kemudian dewan kota mengeluarkan persetujuan penyewaan yang sangat murah bagi lahan masjid tersebut hanya sebesar £1 pundsterling. Namun kemudian komunitas muslim setempat ahirnya membeli lahan tersebut dari dewan kota seharga £70,000.

Kontroversi tak hanya sampai disitu, masjid ini juga sempat mengalami upaya penghancuran pada bulan Desember 2010 lalu ketika seorang anggota militer muda berumur 23 tahun, Simon Beech, bersama Garreth Foster berupaya membakar masjid ini dengan cara menyemburkan gas menggunakan pipa yang dihubungkan ke pipa saluran gas rumah tangga, ke dalam ruang di lantai dasar masjid lalu menyalakan api dan menimbulkan kebakaran hebat dan mengakibatkan kerugian sekitar £53,000.

Kerugian yang cukup merepotkan muslim setempat karena bangunan yang belum selesai tersebut belum sempat di asuransikan dan upaya penggalangan dana pun harus dilakukan lagi. Ke dua pelaku tersebut ahirnya diciduk aparat kepolisian Inggris dan kedua pelaku dijatuhi hukuman penjara masing masing 10 tahun oleh pengadilan setempat karena terbukti bersalah telah melakukan pembakaran.

Tahun ini Ramadhan di Inggris sama seperti di Indonesia, dimulai pada tanggal 10 Juli lalu, dan muslim di Kota Hanley kini memiliki tempat yang nyaman untuk beribadah selama bulan suci Ramadhan ini termasuk penyelenggaraan Sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di ahir Ramadhan nanti.***


Tuesday, June 25, 2013

Kisah Masjid “Setahun” di Zagreb

Masjid Pertama di Kota Zagreb tahun 1944, Mengkonversi gedung Maestrovic Pavilion menjadi masjd dan ditambah dengan tiga bangunan menara.
Zagreb adalah nama kota di semenanjung Balkan, Ibukota Republik Kroasia. Kroasia adalah sebuah Republik Pecahan dari Yugoslavia yang bangkrut di penghujung tahun 1990-an. Kroasia memproklamirkan kemerdekaannya di tahun 1991. Kota Zagreb memiliki sejarah panjang dan gonta ganti penguasa sepanjang sejarahnya.

Di kota ini ada sebuah gedung pameran bernama Mestrovic Pavilion yang berusia cukup tua. Sebuah gedung yang lebih mirip sebuah komedi putar dalam ukuran besar, karena memang bentuknya yang bundar. Tak terlalu menarik dipandang dari sisi arsitektur, tidak juga menarik karena ke-antikan atau ke-unikannya. Tapi  justru sejarah perjalanannya yang membuat gedung ini menarik.

Pembangunan gedung ini direncanakan sejak tahun 1933 lalu mulai dibangun pada bulan Agustus 1934, diresmikan tahun 1938 sebagai ruang pameran benda seni dibawah pengelolaan Masyarakat Seni Kroasia.

Di tahun 1941 Masyarakat Seni Kroasia sepakat menyerahkan gedung tersebut untuk diubah menjadi masjid. Penyesuaian pun dilakukan dengan menambahkan tiga menara, tempat wudhu, hingga perubahan rancangan interior nya. Proses konversi bangunan ini menjadi masjid bahkan melibatkan dua arsitek, dan keseluruhan proses konversi selesai dilaksanakan tahun 1944 dan diresmikan pada tanggal 18 Juli di tahun yang sama. Hanya saa masjid tersebut hanya berusia satu tahun saja, Paska perang dunia kedua usai, Zagreb berada dibawah rezim Uni Soviet gedung tersebut di ubah menjadi “Musium Revolusi” di tahun 1946.

Gedung Maestrovic Pavilion saat ini, gundul tanpa menara. 
Joseph Bros Titto naik ke panggung politik dan membentuk Negara Yugoslavia yang sosialis namun Tito tak akur lagi dengan Soviet, gedung yang sama berubah nama menjadi “Musium Rakyat Republik”, nama yang tak bertahan seumur hidup karena kemudian Yugoslavia pun runtuh, Kroasia memerdekakan diri dan mengganti nama gedung itu menjadi “Musium Revolusi Rakyat Kroasia”, dan itupun tidak berlangsung lama Karena fugsi gedung dikembalikan lagi kepada fungsi semula sebagai gedung pameran benda seni.

Cukup lama sejak penutupan Masjid di Gedung Seni itu, masyarakat muslim Zagreb tak memiliki masjid. Pembangunan masjid untuk muslim Zagreb baru dimulai tahun 1981 di lokasi yang berbeda dan diresmikan tahun 1987. Proses pembangunannya sendiri turut di danai oleh Sultan bin Mohamed Al-Qasimi dari ke-emiran Sharjah – Uni Emirar Arab yang menyumbangkan dana $2,5 juta dolar untuk pembangunan masjid tersebut. Beberapa bagian yang tersisa dari masjid lama seperti bagian mihrab dan mimbar kini disimpan di Masjid Baru Zagreb.***


Sunday, June 2, 2013

Masjid Dari Es Pertama di Dunia dibangun di Swedia

Masjid yang akan dibangun terhubung dengan ruangan gereja ini
Sebuah masjid yang terbuat dari es segera akan hadir di ICE HOTEL, Jukkasjarvi, di bagian utara negara Swedia. Rencanya masjid tersebut akan terhubung dengan bangunan gereja yang sudah lebih dulu dibangun disana dan menjadi banguan masjid pertama di dunia yang terbuat dari Es.

CEO dari ICE HOTEL, Yngve Bergqvist, mengatakan bahwa rencana pembangunan masjid Es tersebut merupakan perwujudan dari kebebasan beragama di kota Jukkasjarvi.

Yngve Bergqvist  menambahkan “Tempat ibadah ini akan menjadi hal yang teramat menarik bagi para tamu untuk datang melihatnya, bahkan sudah ada 150 calon pasangan pengantin yang sudah berencana untuk melaksanakan pernikahan mereka di tempat tersebut”

Dia juga menegaskan bahwa pembangunan masjid Es tersebut tidak semata mata untuk tujuan komersial tapi merupakan bentuk upaya mereka untuk memberikan informasi tentang Islam.

“kami berfikir bahwa, tamu kami datang dari berbagai negara dan kami berpendapat sangat menarik untuk membangun sebuah masjid setelah sebelumnya kami telah membangun sebuah gereja” tambahnya lagi.

Imam Mahmoud dari Masjid Aldebe dan juga ketua dari Swedish Muslim Association, berharap bahwa pembangunan masjid tersebut akan memberikan dampak positif guna memberikan pemahaman yang benar tentan Islam, mengingat pengetahuan masyarakat disana sangat minim tentang Islam.

Beliau menambahkan bahwa ide tersebut sama sekali tidak controversial meskipun lokasinya berdempetan dengan Gereja. Hal tersebut justru memberikan peluang yang lebih baik bagi terjalinnya dialog antara komunitas muslim disana dengan masyarakat luas. Dan bisa jadi pendeta di gereja yang berbagi lahan dengan masjid ini juga dapat memberikan penjelasan tentang Masjid dan Islam kepada siapa saja yang datang kesana.



Friday, May 31, 2013

Masjid Agung Brussels Dan Tiga Raja

::: Masjid Agung Brussles di taman Cinquantenaire Park :::

Masjid Agung Brussel - Belgia yang terletak di kawasan elit dalam taman Cinquantenaire Park kota Brussel dan tak jauh dari markas  besar Uni Eropa itu pada awalnya tidak diperuntukkan sebagai masjid melainkan sebagai paviliun pameran kebudayaan negeri negeri timur, selesai dibangun tahun 1879 dan setahun kemudian di digunakan sebagai gedung eksebisi nasional Belgia. Di tahun tersebut komunitas muslim Belgia belum lagi dikenal.

Organisasi Islam pertama di Belgia, Islamic and Cultural Centre Belgium, baru berdiri di tahun 1963 atau 84 tahun setelah gedung pameran tersebut selesai dibangun.  Pada awal pendiriannya Islamic and Cultural Center Belgium berkantor di gedung sewaan di kawasan sederhana kota Brussels, berkat bantuan dari kedutaan negara negara Islam di Brussels waktu itu.

Hadiah King Baudouin 

::: Pertemuan Raja Bedoin dan Raja Faisal di tahun 1963 :::
Di tahun 1967 Raja Saudi Arabia, Raja Faisal bin Abdul Aziz melakukan lawatan resmi ke Belgia dan Raja Belgia, Raja Baudouin menghadiahkan gedung pameran taman Cinquantenaire Park kota Brussels yang sudah lama kurang perawatan dan tak terpakai itu kepada Raja Faisal bin Abdul Aziz. Dan momen itulah yang menjadi pembuka jalan bagi pendirian masjid pertama di Belgia untuk mengakomodir kebutuhan ummat Islam Belgia yang saat itu sudah mulai berkembang, sekaligus sebagai pusat kebudayaan Islam di Brussels.

Atas perintah Raja, pemerintah Saudi Arabia kemudian memutuskan untuk mendanai sendiri seluruh biaya rekonstruksi bangunan tersebut untuk mengubahnya menjadi masjid dan pusat kebudayaan Islam pertama di Belgia. Namun takdir menentukan lain, tanggal 25 Maret 1975 Raja Faisal bin Abdul Aziz tewas ditembak oleh keponakannya sendiri Faisal bin Musa'id, yang baru saja kembali dari Amerika Serikat. Saudara Raja Faisal, Khalid bin Abdul Aziz kemudian naik tahta menggantikan beliau.

::: Peresmian Masjid Agung Brussels oleh Raja Khalid bin Abdul Aziz dan Raja bedoin di tahun 1974 :::
Setelah melalui masa yang begitu panjang, proses rekonstruksi dan di arsiteki oleh arsitek Tunisia Boubaker. Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam pertama di Belgia itu diresmikan  penggunaan nya di tahun 1978 oleh Raja Saudi Arabia penerus Raja Faisal, yaitu Raja Khalid bin Abdul Aziz dan Raja Belgia Raja Baudouin.

Kini, Masjid Agung Brussels dan Pusat Kebudayaan Islam Belgia setiap hari disesaki oleh para jemaah yang beribadah disana. Di bulan ramadhan dan dua hari besar Islam, masjid ini benar benar penuh sesak oleh jemaah hingga ke halaman masjid. Tenda tenda yang dipasang oleh pengurus masjid tak mampu untuk menampung jemaah yang ditaksir mencapai 7000 jemaah. Sangat kontradiktif dengan masa awal penggunaan masjid itu ditahun 1978 yang hanya di isi oleh tak lebih dari dua shaf jemaah setiap sholat fardhu.

::: Masjid Agung Brussels dari dekat :::
Perkembangan Islam di Belgia memang mengalami peningkatan tajam. Islam di Belgia sudah menjadi agama terbesar kedua di Belgia. Di tahun 2008 saja pemeluk agama Islam di Belgia diperkirakan mencapai 400 ribu jiwa. Muslim di kota Brussels sendiri sudah mencapai 17% dari total populasi ibukota Belgia itu. Menjadikannya salah satu kota dengan muslim terbanyak di Eropa. Sedangkan bangunan masjid tercatat sudah mencapai 350 masjid, 48 masjid diantaranya sudah di akui oleh Pemerintah, dan mendapatkan dana tahunan bagi aktivitas masjid termasuk gaji untuk para imam masjid yang ditanggung oleh Negara.

Raja Faisal bin Abdul Aziz memang sudah wafat di tahun 1975, Beliau bahkan tak sempat meresmikan masjid yang menjadi hadiah bagi dirinya dari sahabat beliau Raja Belgia Raja Baudouin. Namun jasa jasa beliau tak akan pernah dilupakan oleh muslim Belgia.



Monday, May 13, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-2)

Lima Masjid Inggris yang dulunya Gereja, lima masjid lainnya baca di posting sebelumnya

Maraknya penutupan gereja di Inggris yang dikenal sebagai tanahnya Saint George sebagai akibat sepi jemaah membuka peluang bagi muslim disana untuk mengubahnya menjadi masjid. Fakta yang terbalik antara jemaah gereja yang semakin sepi dengan jemaah masjid yang semakin membludak berakibat pada meingkatnya kebutuhan akan ruang sholat yang memadai bagi muslim disana.

Pemerintah Inggris beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan perubahan gereja tak terpakai menjadi masjid, mereka lebih mengarahkan bangunan bangunan tersebut untuk di ubah menjadi gedung gedung pusat bisnis dan lain sebagainya. namun sebelum aturan tersebut dikeluarkan sudah begitu banyak gereja tak terpakai tersebut yang berubah menjadi masjid. Lima Masjid sudah di ulas di posting sebelumnya dan berikut ini lima masjid berikutnya yang sebelumnya adalah bangunan gereja.

6. Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian

Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian
Wembley Central Masjid di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Dulunya merupakan sebuah gereja St Andrew's Presbyterian. Pencarian tempat ibadah yang cocok untuk muslim yang tingal di kawasan barat laut kota London sudah dimulai sejak tahun 1985 seiring dengan semakin membludaknya jemaah muslim disana. Tadinya peribadatan dilaksanakan di sebuah bangunan tuko tiga lantai di Harrowdene namun tak lagi memadai.

Pencarian berujung kepada Gereja St Andrew's Presbyterian yang sudah terbengkalai lebih dari 15 tahun. Bangunan tersebut yang kemudian dibeli oleh muslim setempat dengan dana dari hasil penjualan RUKO yang selama ini difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah sementara. Butuh waktu tiga tahun untuk merombak secara keseluruhan bangunan gereja tersebut menjadi sebuah masjid lengkap dengan kubah dan menaranya meski bentuk asli bangunan gereja-nya masih terlihat jelas. Lihat videonya di youtube.

7. Masjid Jami’ Essex dulunya Gereja United Reformed Church Southend

Essex Jamme Masjid Trust dulunya gereja United Reformed Church Southend
Essex Jamme Masjid Trust, sebelum dijadikan masjid sampai tahun 2006 merupakan sebuah gereja milik United Reformed Church Southend. Sejak tahun 2006 gereja tersebut tidak digunakan lagi karena sepi jemaah. Pengurusnya sempat berencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi sebuah apartemen namun gagasan tersebut ditolak oleh dewan kota.

Di bulan November 2008, muslim disana membeli komplek gereja tersebut seharga £850,215 pund sterling. Di dalam komplek tersebut tidak hanya bangungan gerejanya saja tapi berikut empat bangunan yang ada di dalam komplek tersebut. Dan bangunan gereja yang kala itu sudah berumur sekitar 107 tahun tersebut secara resmi berubah menjadi masjid setelah melalui serangkaian renovasi termasuk menambahkan tempat wudhu dan menara,

8. Masjid NWK Muslim Assembly dulunya merupakan Gereja Methodist

NWK Muslim Assembly dulunya adalah Gereja Methodist
Muslim yang tinggal di Dartford and Bexley , London dan bernaung dibawah organisasi North West Kent Muslim Association (NWK) sejak tahun 2008 lalu secara resmi menempati bekas bangunan gereja Methodis sebagai masjid mereka. Masjid NWK ini menjadi masjid pertama di kawasan Bexley’s kota London. Berdirinya masjid tersebut mengahiri masa pencaharian tempat ibadah yang refresentatif bagi muslim yang tinggal di dua kawasan tersebut yang sudah dilaksanakan lebih dari 20 tahun.

Managemen masjid ini mayoritas merupakan muslim keturunan Bangladesh, melayani lebih dari 10 ribu muslim yang tinggal disana. Masjid baru tersebut selain digunakan sebagai tempat sholat lima waktu juga menyelenggarakan sholat Jum’at berjama’ah serta sebagai community centre bagi muslim dua kawasan itu.

9. Al-Madina Jamia Masjid Oldham dulunya Gereja Trinity Wesleyan Methodist

Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist
Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist yang sepi jamaah. Gereja tersebut sempat berubah menjadi pabrik pakaian sampai kemudian di tahun1994 gedung tersebut dibeli oleh komunitas muslim setempat seharga £65,000 pund sterling dan di ubah menjadi Masjid.

Pada awalnya tempat ini hanya difungsikan sebagai sekolah Islam dan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai masjid karena mendapat pertentangan dari warga masyarakat setempat, penggunaannya pun dibatasi dengan Jam kerja. Izin penggunaan sebagai masjid baru keluar di tahun 1998 dan renovasi total pertama selesai dilaksanakan tahun 2002. Lihat videonya di youtube.

10.  Masjid Clitheroe dulunya adalah Gereja Mt. Zion Methodist  

Masjid Clitheroe dulunya adalah bangunan Gereja Methodist
Gereja Methodist Clitheroe sudah cukup lama tidak digunakan lagi dan setelah melalui perjuangan panjang, di tahun 2006 yang lalu muslim setempat mendapatkan izin penuh untuk menggunakan gedung tersebut sebagai masjid bagi muslim setempat, dengan catatan harus menyediakan tempat yang dapat digunakan untuk aktivitas lintas agama di dalam komplek masjid tersebut.

Bangunan Gereja Methodist tersebut awalnya dibangun tahun 1884 namun ditahun 1972 gereja tersebut menutup layanan jemaatnya dan digabungkan dengan the English Presbyterian church menjadi the United Reformed Church. Terbengkalai sejak tahun 1972. Ketika muslim setempat berencana mengubah gedung tersebut menjadi masjid, gelombang penolakan hingga pelecehan bermunculan. Namun dukungan deras justru mengalir dari berbagai kalangan non muslim termasuk kelompok Methodist dan pemeluk agama lainnya di kawasan tersebut yang ahirnya membuahkan hasil dengan keluarnya izin dari otorita setempat.

Kembali ke bagian-1

Saturday, May 11, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-1)

Limas Gereja di Inggris yang berubah menjadi Masjid

Merujuk kepada berbagai laporan media, disebutkan bahwa sejak tahun 1960 sudah ada sekitar 10 ribu gereja yang ditutup, termasuk diantaranya 8000 gereja Methodist, dan 1700 gereja Anglikan. Diperkirakan jumlah tersebut akan bertambah setidaknya 4 ribu akan menyusul tutup di tahun 2020 nanti. Data tersebut sangat kontras dengan pertumbuhan masjid di negara tersebut.

Saat ini saja sudah ada lebih dari 1700 masjid resmi di Inggris dan begitu banyak dari masjid masjid tersebut awalnya merupakan sebuah gereja. Jumlah tersebut belum ditambah dengan sekitar 2000 mushola serta ribuan masjid dan mushola tak resmi yang bertebaran di negara tersebut mulai dari garasi hingga ruang gedung yang disewa untuk keperluan tersebut. berikut 5 masjid diantaranya, 5 masjid berikutnya baca di posting berikutnya.

1. Masjid Zakariyya Bolton Bekas Gereja Komunitas Metodis

Masjid Jami' Zakariya Bolton
Masjid Jami Zakariya atau atau Zakariya Jame Masjid adalah masjid sentral di Bolton, Inggris Raya. Merupakan salah satu dari sekian banyak masjid di Inggris Raya yang dibangun dari sebuah bekas bangunan Gereja yang sudah tidak dipakai. Masjid Jami’ Bolton dibangun dari bekas Gereja Methodist yang rusak parah akibat kebakaran hebat. Dan kemudian dijual ke Muslim Bolton yang memang sedang mencari tempat bagi pembangunan sebuah masjid untuk menampung jemaah yang semakin membludak dan tak tertampung lagi di bangunan yang selama beberapa waktu digunakan sebagai masjid sementara diantara tahun 1965-1967.

Karena jumlah jama’ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam.

2. Masjid Jami’ London (Brick Lane Mosque) Bekas Gereja Protestan Huguenot

Brick Lane Mosque
Masjid Jami’ London atau dikenal dengan nama Brick Lane Mosque, karena posisinya di Brick Lane 52. Merupakan masjid terbesar di London, mampu menampung 4000 jama’ah. Namun demikian, masjid ini tetap tidak bisa menampung seluruh anggota jama’ah shalat Jumat, hingga sering kali jama’ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama’ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.

Masjid ini awalnya didirikan tahun 1743 ini sebagai gereja oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual kepada komunitas Yahudi di tahun 1809. Di tahun 1819 bangunan tersebut berpindah tangan ke komunitas Metodis. Tahun 1897 diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua lalu di tutup tahun 1960. Barulah ditahun 1976 masjid tersebut di alih fungsi menjadi Masjid Jami’ London. Lihat videonya di youtube

3. Masjid Didsbury Bekas Gereja Metodis Albert Park

Didsbury Mosque
Masjid Didsbury aslinya merupakan bangunan gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun tahun 1883, namun kemudian ditutup tahun 1962 karena sepi jamaah. Bangunan Gereja tersebut dibeli oleh komunitas Arab Syria yang tinggal disana tahun 1967. Bangunan bekas gereja tersebut terdiri dari dua bangunan besar.

Bangunan pertama dipakai sebagai masjid dan perpustakaan, sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang sholat khusus jemaah wanita. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung 1000 jemaah sekaligus. Imam dan khatib hingga kini dijabat Syeikh Salim As Syaikhi. Lihat videonya di youtube

4. Mosque & Islamic Centre of Brent

Brent Mosque
Mosque & Islamic Centre of Brent Terletak di Chichele Road, London NW2, awalnya merupakan sebuah gereja Anglikan dari abad ke 18 hingga tahun 1980-an. Kawasan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi bangunan apartemen termasuk sebagianbesar komplek gereja dimaksud menyisakan bangunan utamanya.  Bangunan tersebut yang kini menjadi Masjid.

Masjid ini berkapasitas sekitar 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan para pekerja dan pendatang dari Pakistan karenanya masjid ini kadangkala juga disebut sebagai Pakistan Community Centre atau Pakistan Workers Association. Lihat videonya di youtube.

5. New Peckham Mosque

Peckam Mosque
New Peckham Mosque sebelumnya merupakan sebuah Gereja Anglikan St. Mark yang dibangun tahun 1880. Awalnya merupakan sebuah sekolah Kristen di tahun 1878 dan di tahun 1883-1885 barulah bangunan gereja permanen-nya dibangun dengan gaya bangunan gereja abad ke 13.

Bangunan tersebut rusak parah semasa perang dunia kedua dan dihancurkan setelah perang lalu dibangun lagi tahun 1960. Sempat beberapa saat dijadikan sekolah. Ditahun 1980 bangunan tersebut dialihfungsi menjadi masjid yang didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Lihat videonya di Youtube.

Bersambung ke Bagian-2