Tuesday, June 14, 2016

Hagia Sophia Ahirnya Kembali Menjadi Masjid

Masjid Hagia Sopia

Pemerintah Turki dibawah kepemimpinan Presiden Erdogan, ahirnya memberikan izin penggunaan Hagia Sophia (Aya Sophia) sebagai masjid setelah lebih dari 80 tahun bangunan itu ditutup untuk semua kegiatan peribadatan dan dijadikan museum. Pemberian izin tersebut membuka lembaran baru sejarah Hagia Sophia, setelah sekian lama muslim Turki mengajukan permohonan untuk kembali mempungsikan Masjid tersebut namun selalu saja kandas, baru kali ini pemerintah Turki mengizinkan untuk mengembalikan fungsinya sebagai masjid meski hanya selama bulan Ramadhan ini saja.

Setiap hari selama bulan suci Ramadhan dibacakan Ayat Suci Al-Qur’an dari masjid ini dan disiarkan langsung oleh chanel religi Turki TRT Diyanet. Termasuk juga menyiarkan secara langsung acara makan sahur langsung dari Masjid tersebut. Siaran tersebut akan berlangsung selama sebulan penuh selama bulan suci Ramadhan.


Masjid Hagia Sophia merupakan sebuah bekas Gereja Yunani Kuno dari Masa Kekaisaran Byzantium. Seiring dengan kekalahan Byzantium dan jatuhnya Konstantinopel Ibukota kekaisaran itu ke tangan Pasukan Islam dibawah pimpinan Muhammad Al-Fatih pada Hari Jum,at tanggal 23 Maret 1453 menjadi titik awal berubahnya Gereja tersebut menjadi masjid.

Di hari itu Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II) turun dari kudanya dan bersujud syukur kepada Allah, lalu pergi ke Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan tentaranya mengubahnya menjadi masjid yang dikenal dengan Aya Sofia. Saat itulah shalat Jumat berlangsung untuk pertama kali di tempat itu. Beliau juga mengganti nama Kota Konstantinopel menjadi Istambul. Salama hampir lima ratus tahun lamanya bangunan tersebut berfungsi sebagai masjid.

Namun, manakala pemerintahan di Turki berubah menjadi Republik setelah kudeta yang dilakukan oleh Kemal Ataturk terhadap ke-khalifahan Usmaniah, lalu mendirikan Turki baru yang sekuler, Masjid tersebut ditutup dan dijadikan museum sejak tahun 1935 dan berlangsung hampir selama 80 tahun. Upaya mengembalikan fungsinya sebagai masjid telah dilakukan oleh pemerintahan Turki dibawah pemerintahan Presiden Erdogan sejak tahun 2013, namun gagasan itu juga direspon unjuk rasa sebagian orang di Turki.

Protes Keras dari Yunani

Keputusan pemerintah Turki mempungsingkan kembali Hagia Sophia sebagai masjid meskipun baru berupa izin berbatas waktu telah menimbulkan ketersinggungan dari pemerintah Yunani yang menyebut hal tersebut sebagai suatu langkah yang refresif dan fanatisme serta tidak sesuai dengan masyarakat modern, demokratis, dan sekuler.