Wednesday, June 8, 2016

Masjid Raya Baitussyakur Batam

Salah satu masjid tertua di pulau Batam. 
Masjid Raya Baitussyakur Kota Batam sudah berubah total dari bangunan sebelumnya menjadi sebuah bangunan masjid megah dan modern lengkap dengan bangunan menaranya yang menjulang diantara gedung gedung jangkung yang memadati kawasan Sungai Jodoh Kota Batam. Kecepatan tumbuh tinggi masjid ini tetap saja kalah dengan jangkungnya gedung gedung tinggi disekitarnya. Sungai Jodoh, nama kelurahan tempat masjid ini berdiri memang terdengar cukup unik, nama semula sejak kota Batam masih sunyi senyap sampai kemudian di buka menjadi pulau industri dan melesat maju dengan hingar bingar kota besar seperti saat ini. Bangunan hotel dan pusat bisnis kini mengepung masjid ini.

Jl. Imam Bonjol No.1, Sungai Jodoh
Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau


7 Makam Misterius

Masjid Raya Baitussyakur pertama kali dibangun sekitar tahun 1980-an, sejak dibangun di sekitar masjid ini memang sudah ada tujuh makam tua tanpa identitas yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Pengurus masjid sendiri sulit menelusuri asal-usul makam karena tidak ditemukan artefak atau petunjuk di nisan  yang menunjukan identitas makam tersebut. Belum ada dari pihak terkait (pemerintah) atau sumber lain yang menyatakan keterangan identitas 7 makam tersebut. Masyarakat Kampung Tua Tanjung Uma Kota Batam mengklaim makam makam tersebut adalah makam leluhur mereka, sehingga setiap bulan Ramadhan banyak warga Tanjung Uma Batam yang datang berziarah.

Lokasi masjid tersebut berada memang masih di wilayah area Tanjung Uma, maka diperkirakan, 7 makam tersebut merupakan orang-orang yang pertama menempati wilayah Kampung Tua Tanjung Uma sekitar Jodoh Nagoya, di antaranya Syekh Abdullah Syukur yang hingga kini diabadikan dengan nama masjidnya yaitu Baitusyukur. Menurut keterangan penjaga masjid dan makam bernama Akmad, ada sebagian peziarah yang bercerita, 1 dari 7 makam di dalam masjid berasal dari Suku Bugis - Melayu bernama Syekh Abdulah Syukur. Namun ada juga yang menyebutkan Syeh Abu Bakar. Akan tetapi tidak ada  yang kaitan dengan Kerajaan Riau Linga. Dia menuturkan, ketika 7 makam tersebut mau dipindahkan karena dinilai kurang pas ada makam di dalam masjid, alat berat untuk memindahkan makam selalu mati alias mendadak mogok, hingga pada akhirnya makam dibiarkan ditempatnya hingga kini berada di dalam masjid setelah renovasi.

Overall view masjid Baitussyakur

Pendiri FPI Habib Rizieq ke Baitussyakur

Al-Habib Mohammad Rizieq bin Husein Syihab atau populer dengan panggilan Habib Rizieq mendatangi masjid Baitussyakur Jodoh pada Minggu 28 November 2010. Kehadiran salah satu pendiri Fron Pembela Islam (FPI) ini dalam rangka rangkaian perjalanannya ke Sumatera. Menurut Sekjend DPD FPI Kepri, Arlis MD, ceramah agama tersebut diberikan dalam rangka penyegaran pemahaman tentang islam serta hal lainnya yang berhubungan dengan muamalah amaliah dalam kehidupan sehari-hari terutama terkait hal-hal kemaksiatan yang bisa mengganggu keimanan. Habib Rizieq memang selalu berpesan agar DPD FPI Kepri dan DPW FPI Batam terus memantau tempat-tempat maksiat. Di Batam ini terlalu banyak tempat indikasi maksiat yang bisa merusak moral umat dan generasi muda Indonesia.

Selain itu, agenda lain yang dihadiri oleh Habib Rizieq adalah menghadiri dialog umat beragama di hotel PIH Batam Centre, membahas tentang pendirian tempat umat beragama sesuai dengan surat keputusan bersama dua mentri, yakni Mentri Agama dan Mentri Dalam Negeri. Selain dihadiri oleh Habib Rizieq, kegiatan ini juga akan mendatangkan dosen UIN Syarif Hidayatullah Sobri Lubis.

sequel historical view masjid Baitussyakur.

Masjid Tertua di Batam

Masjid Raya Baitusy Syakur yang terletak di Sei Jodoh. Masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua yang ada di Batam. Menurut sejarah, sebelum didirikan pada lokasi sekarang di Sei Jodoh, masjid ini sudah ada tidak jauh dari lokasi saat ini dengan menggunakan bangunan kayu pada tahun 1986-1988, sebagaimana disampakan oleh H Zaini Zakaria Ketua Pengurus Masjid Raya Baitusy Syakur.

Sebelum didirikan, lokasi Masjid Raya Baitusy Syakur merupakan daerah perbukitan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya 7 makan keramat yang terletak di dalam kawasan masjid. Saat ini Masjid Raya Baitusy Syakur terus melakukan perubahan dari bentuk awalnya. Bahkan, selain menjadi masjid tertua, Masjid Raya Baitusy Syakur menjadu ikon pariwisata di Batam, dengan luas 900 meter persegi. Masjid Raya Baitusy Syakur mampu menampung jamaah sekitar 4.000 orang.***