Sunday, June 19, 2016

Masjid Cheng Hoo Jember

Balutan warna merah membalur hampir seluruh dinding bangunan Masjid ini seperti kebanyakan masjid bergaya Thionghoa lain nya yang ada di Indonesia. 

Masjid Cheng Ho Jember ini berada di Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates, Kota Jember, diresmikan, Minggu 13 September 2015 setelah tiga tahun pembangunan. Masjid ini menjadi Masjid Cheng Hoo kedelapan di Indonesia setelah Surabaya, Palembang, Pandaan, Purbalingga, Gowa, Samarinda dan Batam.. Keberadaan masjid itu selain untuk meningkatkan syiar Islam juga dapat menambah satu destinasi wisata lagi di Jember. Lokasi Masjid ini berada dibelakang kantor Kelurahan Sempusari, dan tak jauh dari pusat peebelanjaan Carrefour Jember.

Masjid Cheng Hoo Jember
Jl Hayam Wuruk, Kelurahan Sempusari
Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember
Propinsi Jawa Timur, Indonesia


Peresmian masjid itu dilakukan oleh Bupati Jember, MZA Djalal dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Yu Hong, Dewan Penasehat Yayasan Haji MCheng Hoo Indonesia Bambang Sujanto, Ketua MUI Jember Prof Abdul Halim Subahar.

Menurut Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jember, H Muhamamad Laow Song Tjai selaku Ketua Pembangunan Masjid Cheng Hoo Jember pada saat diresmikan pembangunan masjid itu masih 95 persen. Namun sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat Jember.

Masih menurut H Muhamamad Laow Song Tjai yang juga takmir Masjid Cheng Ho Jember ini, Masjid tersebut dibangun di atas tanah wakaf dari Pemerintah Kabupaten Jember. Beliau pun sangat berharap adanya pembinaan dari ulama untuk eksistensi syiar agama Islam, Sebab, masjid tersebut bukan milik kelompok tertentu, tapi milik semua umat Islam. Sementara itu Bupati Jember MZA Djalal menyampaikan apresiasi atas berdirinya masjid Cheng Hoo di Jember.

Ornamental Masjid Cheng Hoo Jember

Seperti masjid Cheng Ho pada umumnya, masjid Cheng Ho Jember juga mempunyai ciri khas tersendiri. Luas bangunan induknya 350 meter persegi. Disamping kirinya berdiri menara yang cukup besar dengan luas 350 meter persegi. Menara ini berdenah segi delapan melambangkan keberuntungan dengan ketinggian lima lantai yang berbentuk kelenteng serta didominasi warna merah. Menara yang bertingkat lima tersebut melambangkan Rukun Islam dan Pancasila.

Bangunan berukuran 11 x 9 meter. Angka 11 memiliki arti bahwa ukuran Ka’bah saat dibangun. Sedangkan angka 9 sebagai lambang Wali Songo, yang sngat berjasa besar dalam dakwah islam di Jawa.

Tanah kompleks masjid tersebut merupakan hibah dari Pemkab Jember, luasnya mencapai 5000 meter persegi, menjadikan luas kawasan masjid ini lebih luas dari Masjid Cheng Ho di Surabaya. Menurut Song Tjai, di sekitar masjid tersebut kelak akan dibangun Taman Kanak-kanak, lapangan olahraga, kantin, dan fasilitas lainnya.

Tampak depan Masjid Cheng Ho Jember.

Hal tersebut sejalan dengan harapan Bupati Jember – MZA Djalal yang berharap kelebihan luas tanah ini nantinya dapat dikembangkan, bukan hanya masjid namun juga bisa menjadi banyak hal. Misalnya menjadi pusat kajian islam, rekreasi dan pusat kewirausahaan. Dia berharap Masjid Cheng Hoo ini benar-benar dimanfaatkan dan juga menjadi pusat bagi masyarakat Tionghoa di Jember. Apalagi 10 persen dari jumlah penduduk Jember 2,5 juta jiwa adalah warga Tionghoa dan dari 10 persen itu, 250 orang diantaranya beragama islam.

Upacara peresmian masjid Cheng Hoo Jember ini ditandai dengan pengguntingan pita kemudian dilakukan penandatangan prasasti tanda peresmian, kemudian ditutup dengan sholat zuhur berjamaah yang diikuti oleh para jemaah yang membanjiri masjid tersebut bersama dengan Bupati dan segenap undangan lainnya.

Baca Juga