Friday, June 10, 2016

Masjid Agung Nurul Iman Kabupaten Barru

Kubah blendok berdenah segi empat menjadi vocal point bangunan masjid ini
Barru adalah nama salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Pangkep di bagian selatan, Soppeng dan Bone di Timur, Kota Pare-Pare di Bagian Utara, dan selat makassar di Bagian barat.  Kabupaten Barru berada di Jalan poros Makassar – Pare-Pare, dan jalan lintas trans Sulawesi. dari Kota Makassar, Jarak ke Barru sekitar 120 Km, bisa ditempuh sekitar 2-3 jam. Pusat pemerintahan Kabupaten Barru berada di Kota Barru, Kecamatan Barru.

Transportasi umum di Kota Barru dikenal dengan nama Pete’-Pete, nama lain dari Angkot (angkutan kota). Pete’-pete’ sendiri sebenarnya adalah bentuk penyebutan versi bugis dari kata PT yang merupakan singkatan dari Public Transportation. Singkatannya Bahasa Inggris, tapi kini terdengar seperti Bahasa bugis. Selaku ibukota kabupaten, Kota Barru adalah kota yang cukup nyaman bagi para pendatang masih sepi, kecil, hijau, rindang dan bersih, jauh dari ruwetnya lalu lintas,  polusi, dan kebisingan.


Masjid Agung Nurul Iman
Jl. Sultan Hasanuddin, Sumpang Binangae
Kec. Barru, Kabupaten Barru
Sulawesi Selatan - Indonesia

Di pusat kota Barru telah lama berdiri bangunan masjid Agung yang diberi nama Masjid Agung Nurul Iman. Masjid yang tidak terlalu besar seperti masjid masjid agung di kota kota besar. Bangunan masjid ini direnovasi total tahun 2013 yang lalu dengan rancangan minimalis modern, sementara disebelahnya sedang dibangun gedung Islamic Center kabupaten Barru. Alunan azan dari masjid ini mengalun ke seatero kota Barru tanpa gangguan bisingnya kendaraan.

Ruang sholat utama dan Mihrab Masjid Agung Nurul Iman, Barru
Masjid ini memiliki sedikit perbedaan dengan Masjid kebanyakan, bila biasanya tempat wudhu Masjid dibangun di luar,  tempat wudhu masjid ini berada di dalam Masjid.  Dari tempat wudhu, jemaah akan melewati ruangan besar di dalam Masjid sebelum masuk ke tempat sholat Utama. Tempat sholat utama, berada dalam ruangan yang berbeda lengkap dengan Mihrab dan mimbar. Untuk menuju ke ruang sholat utama harus melewati pintu menuju ke ruang sholat utama yang tidak begitu luas, tapi terlihat elegan dan mewah, Ruangan luas di luar ruang utama dipakai pada hari-hari besar, seperti sholat idul fitri, idul idha, dan sholat Jum’at.

Tak ada hiasan kaligrafi yang menghiasi dinding bagian dalam Masjid ini. Selain desain Minimalis, warna yang digunakan Di bagian dalam dan luar Masjid juga menggunakan warna warna natural di dominasi warna putih dengan sedikit warna hijau yang kurang menyala, warna putih di bagian plafondnya, begitupun dengan marmer yang digunakan di lantai dengan corak sederhana, sedangkan kubahnya juga dipoles dengan warna coklat. Bila dilihat dari luar, masjid ini seolah olah hanya satu lantai, tapi sebenarnya Masjid ini memiliki dua lantai, hanya saja lantai kedua itu tidak begitu luas.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga