Showing posts with label masjid di inggris. Show all posts
Showing posts with label masjid di inggris. Show all posts

Thursday, June 25, 2015

REMAJA INGGRIS TERLUKA DALAM SERANGAN RASIS DI DEPAN MASJID

masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom
Kepolisian Inggris kini sedang menyelidiki serangan ber-aroma rasial yang dilakukan oleh sekelompok pemuda terhadap seorang remaja muslim (18 tahun) di depan masjid Masjid-e-Zeenat-ul Islam, yang berada di ruas jalan Eagle St, Coventry, West Midlands CV1, United Kingdom.

Remaja muslim 18 tahun ini kala itu baru keluar dari masjid ini setelah mengikuti sholat isya, dan kemudian berpapasan dengan empat orang pria kulit putih yang serta melempari masjid dan menyerang remaja tersebut dari arah belakang hingga terluka, lalu melarikan diri. 

Dilaporkan bahwa sebelum melakukan penyerangan, empat pemuda berkulit putih tersebut meneriakkan kata kata kasar dan rasis kepada remaja muslim bermata hitam tersebut. 

Polisi melakukan penyelidikan di TKP termasuk menanyai semua saksi dan penyelidikan dari rumah ke rumah warga sekitar lokasi yang memang sudah di awasi dengan kamera CCTV.



Thursday, August 1, 2013

Untuk Pertama Kalinya Stasiun TV Nasional Inggris Menayangkan Azan Selama Ramadhan

Hassen Rasool di Channel4
Ramadhan tahun ini memang sedikit berbeda bagi masyarakat muslim Inggris, maklumlah, Channel 4 yang merupakan stasiun televisi nasional Inggris secara mengejutkan memutuskan untuk menayangkan azan subuh setiap hari di stasiun tivi tersebut. Sebuah tindakan yang sama sekali bertolak belakang dengan arus utama pertelevisian setempat dan menjadikannya sebagai stasiun tivi Inggris yang menayangkan azan. Azan subuh tersebut dilantunkan oleh Hassen Rasool, yang merupakan salah satu muazin terbaik di Inggris.

Tak pelak keputusan itu menuai kritik dari berbagai kalangan. Beberapa menganggapnya sebagai usaha mencari popularitas sementara kelompok patriotik melontarkan kritik teramat keras dengan menyebut langkah tersebut sebagai langkah yang akan memancing ketegangan agama di Inggris. Kritik keras yang ditanggapi biasa saja oleh manager pemasaran stasiun tivi tersebut, Justine Bower, yang mengatakan bahwa usaha itu adalah untuk memberikan pijakan dasar bagi cara pandang terhadap kaum minoritas. Dia juga menambahkan bahwa hal tersebut juga merupakan bagian dari upaya penyadaran akan keberagaman masyarakat dan budaya di Inggris.


Kritikan keras juga mengalir dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Channel 4 sebagai sebuah penghamburan dana public untuk kepentingan satu golongan. Dan dikhawatirkan akan menimbulkan kemarahan publik. Dan dengan ringan kepala penyiaran stasiun tivi tersebut Ralph Lee mengatakan bahwa sebagai stasiun tivi nasional Channel 4 bertindak bagi kepentingan nasional termasuk bagi 2,8 juta muslim yang ada di Inggris. Itu sebabnyak mereka menanyangkan azan selama 30 hari penuh selama bulan Ramadhan tahun ini.

Penanyangan azan tersebut dilaksanakan dalam durasi sekitar 3 menit setiap hari sekitar pukul 3 pagi waktu setempat dan akan menjeda acara apapun yang sedang tayang pada saat itu. Tak sampai disitu, Azan juga ditayangkan pada waktu zuhur dan asar saat acara laporan cuaca. Tayangan azan ini di barengi dengan klip singkat berjudul “Ramadan Reflections.” Selain penayangan azan Channel 4 juga menayangkan acara khusus Ramadhan berjudul “4Ramadan” yang ditayangkan selama bulan suci Ramadhan.***



Wednesday, July 31, 2013

Penjarah Masjid di Inggris di Hukum Penjara 22 tahun

[foto] Masjid di Cumberland Street salah satu bangunan yang dijarah oleh anggota gang yang sama.
Enam orang anggota gang yang melakukan penjarahan terhadap masjid dan beberapa bangunan bisnis lainnya di sepanjang jalan East Lancashire, tiga diantaranya adalah ahirnya dijatuhi hukuman penjara masing masing lebih dari 22 tahun.

Jemaah masjid Plane Tree Road mosque di Little Harwood tidak saja kehilangan sejumlah uang yang disimpan di masjid tapi juga telah kehilangan seluruh berkas asli catatan pernikahan mereka serta berkas berkas resmi lainnya.

Hakim Christopher Cornwall selama persidangan mengatakan bahwa para pelaku telah terbukti melakukan penerobosan paksa dan melakukan tindakan penjarahan dan pencurian yang teramat tercela.

Kelompok geng ini tidak hanya menjarah masjid tapi juga berbagai fasilitas bisnis yang terlah mengakibatkan kerugian jutaan foundsterling. Adalah perusahaan Knuzden yang mengaku kehilangan kontrak senilai £1 juta found akibat penjarahan itu. Belum lagi sejumlah rumah makan dan fasilitas bisnis lainnya.

Para pelaku mengakui semua tindakan mereka termasuk mengakui telah menjarah setidaknya enam masjid di periode yang sama, termasuk Masjid di Plane Tree Road mosque yang telah dijarah dua kali yakni pada bulan Maret 2012 dan tiga bulan setelah itu.

Masjid lainnya yang turut di jarah adalah Masjid di Blackburn’s Cumberland Street dan Masjid Cob Wall mosques, Clegg Street mosque di Burnley dan Grimshaw Street mosque di Accrington.****



Wednesday, July 17, 2013

Masjid Hanley di Inggris Ahirnya Dibuka Setelah 13 Tahun


















Bulan Ramadhan tahun ini memberi berkah tersendiri bagi warga kota Hanley, Staffordshire, Inggris. Masjid yang mereka bangun ahirnya secara resmi dibuka setelah menunggu selama 13 tahun, bangunan masjid nya sendiri bahkan sempat akan menjadi sasaran pembakaran dan penghancuran sampai ahirnya mendapatkan restu dari otoritas setempat untuk beroperasi.

Masjid yang berdiri di rusa jalan Regent Road itu belum selesai 100% namun sudah di izinkan untuk digunakan selama bulan Ramadhan ini termasuk pelaksanaan sholat lima waktu sebagaimana disampaikan oleh direktur nya, Rana Tufail. Selama menunggu proses penyelesaian ahir dan rencananya akan diresmikan bulan depan setelah menghabiskan dana pebangunan sekitar £2 juta pound. Diperkirakan masih akan menghabiskan data sekitar £200 ribu pound lagi untuk sentuhan ahir-nya.

Rencana pembangunan masjid tersebut telah berlangsung sejak tahun 2000 yang lalu namun kemudian malah merebak menjadi sebuah kontroversi ketika kemudian dewan kota mengeluarkan persetujuan penyewaan yang sangat murah bagi lahan masjid tersebut hanya sebesar £1 pundsterling. Namun kemudian komunitas muslim setempat ahirnya membeli lahan tersebut dari dewan kota seharga £70,000.

Kontroversi tak hanya sampai disitu, masjid ini juga sempat mengalami upaya penghancuran pada bulan Desember 2010 lalu ketika seorang anggota militer muda berumur 23 tahun, Simon Beech, bersama Garreth Foster berupaya membakar masjid ini dengan cara menyemburkan gas menggunakan pipa yang dihubungkan ke pipa saluran gas rumah tangga, ke dalam ruang di lantai dasar masjid lalu menyalakan api dan menimbulkan kebakaran hebat dan mengakibatkan kerugian sekitar £53,000.

Kerugian yang cukup merepotkan muslim setempat karena bangunan yang belum selesai tersebut belum sempat di asuransikan dan upaya penggalangan dana pun harus dilakukan lagi. Ke dua pelaku tersebut ahirnya diciduk aparat kepolisian Inggris dan kedua pelaku dijatuhi hukuman penjara masing masing 10 tahun oleh pengadilan setempat karena terbukti bersalah telah melakukan pembakaran.

Tahun ini Ramadhan di Inggris sama seperti di Indonesia, dimulai pada tanggal 10 Juli lalu, dan muslim di Kota Hanley kini memiliki tempat yang nyaman untuk beribadah selama bulan suci Ramadhan ini termasuk penyelenggaraan Sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di ahir Ramadhan nanti.***


Monday, May 13, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-2)

Lima Masjid Inggris yang dulunya Gereja, lima masjid lainnya baca di posting sebelumnya

Maraknya penutupan gereja di Inggris yang dikenal sebagai tanahnya Saint George sebagai akibat sepi jemaah membuka peluang bagi muslim disana untuk mengubahnya menjadi masjid. Fakta yang terbalik antara jemaah gereja yang semakin sepi dengan jemaah masjid yang semakin membludak berakibat pada meingkatnya kebutuhan akan ruang sholat yang memadai bagi muslim disana.

Pemerintah Inggris beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan larangan perubahan gereja tak terpakai menjadi masjid, mereka lebih mengarahkan bangunan bangunan tersebut untuk di ubah menjadi gedung gedung pusat bisnis dan lain sebagainya. namun sebelum aturan tersebut dikeluarkan sudah begitu banyak gereja tak terpakai tersebut yang berubah menjadi masjid. Lima Masjid sudah di ulas di posting sebelumnya dan berikut ini lima masjid berikutnya yang sebelumnya adalah bangunan gereja.

6. Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian

Wembley Central Masjid dulunya gereja St Andrew's Presbyterian
Wembley Central Masjid di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park Station. Dulunya merupakan sebuah gereja St Andrew's Presbyterian. Pencarian tempat ibadah yang cocok untuk muslim yang tingal di kawasan barat laut kota London sudah dimulai sejak tahun 1985 seiring dengan semakin membludaknya jemaah muslim disana. Tadinya peribadatan dilaksanakan di sebuah bangunan tuko tiga lantai di Harrowdene namun tak lagi memadai.

Pencarian berujung kepada Gereja St Andrew's Presbyterian yang sudah terbengkalai lebih dari 15 tahun. Bangunan tersebut yang kemudian dibeli oleh muslim setempat dengan dana dari hasil penjualan RUKO yang selama ini difungsikan sebagai tempat sholat berjamaah sementara. Butuh waktu tiga tahun untuk merombak secara keseluruhan bangunan gereja tersebut menjadi sebuah masjid lengkap dengan kubah dan menaranya meski bentuk asli bangunan gereja-nya masih terlihat jelas. Lihat videonya di youtube.

7. Masjid Jami’ Essex dulunya Gereja United Reformed Church Southend

Essex Jamme Masjid Trust dulunya gereja United Reformed Church Southend
Essex Jamme Masjid Trust, sebelum dijadikan masjid sampai tahun 2006 merupakan sebuah gereja milik United Reformed Church Southend. Sejak tahun 2006 gereja tersebut tidak digunakan lagi karena sepi jemaah. Pengurusnya sempat berencana untuk mengubah bangunan tersebut menjadi sebuah apartemen namun gagasan tersebut ditolak oleh dewan kota.

Di bulan November 2008, muslim disana membeli komplek gereja tersebut seharga £850,215 pund sterling. Di dalam komplek tersebut tidak hanya bangungan gerejanya saja tapi berikut empat bangunan yang ada di dalam komplek tersebut. Dan bangunan gereja yang kala itu sudah berumur sekitar 107 tahun tersebut secara resmi berubah menjadi masjid setelah melalui serangkaian renovasi termasuk menambahkan tempat wudhu dan menara,

8. Masjid NWK Muslim Assembly dulunya merupakan Gereja Methodist

NWK Muslim Assembly dulunya adalah Gereja Methodist
Muslim yang tinggal di Dartford and Bexley , London dan bernaung dibawah organisasi North West Kent Muslim Association (NWK) sejak tahun 2008 lalu secara resmi menempati bekas bangunan gereja Methodis sebagai masjid mereka. Masjid NWK ini menjadi masjid pertama di kawasan Bexley’s kota London. Berdirinya masjid tersebut mengahiri masa pencaharian tempat ibadah yang refresentatif bagi muslim yang tinggal di dua kawasan tersebut yang sudah dilaksanakan lebih dari 20 tahun.

Managemen masjid ini mayoritas merupakan muslim keturunan Bangladesh, melayani lebih dari 10 ribu muslim yang tinggal disana. Masjid baru tersebut selain digunakan sebagai tempat sholat lima waktu juga menyelenggarakan sholat Jum’at berjama’ah serta sebagai community centre bagi muslim dua kawasan itu.

9. Al-Madina Jamia Masjid Oldham dulunya Gereja Trinity Wesleyan Methodist

Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist
Masjid Al-Madina di Oldham dulunya merupakan Gereja Trinity Wesleyan Methodist yang sepi jamaah. Gereja tersebut sempat berubah menjadi pabrik pakaian sampai kemudian di tahun1994 gedung tersebut dibeli oleh komunitas muslim setempat seharga £65,000 pund sterling dan di ubah menjadi Masjid.

Pada awalnya tempat ini hanya difungsikan sebagai sekolah Islam dan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai masjid karena mendapat pertentangan dari warga masyarakat setempat, penggunaannya pun dibatasi dengan Jam kerja. Izin penggunaan sebagai masjid baru keluar di tahun 1998 dan renovasi total pertama selesai dilaksanakan tahun 2002. Lihat videonya di youtube.

10.  Masjid Clitheroe dulunya adalah Gereja Mt. Zion Methodist  

Masjid Clitheroe dulunya adalah bangunan Gereja Methodist
Gereja Methodist Clitheroe sudah cukup lama tidak digunakan lagi dan setelah melalui perjuangan panjang, di tahun 2006 yang lalu muslim setempat mendapatkan izin penuh untuk menggunakan gedung tersebut sebagai masjid bagi muslim setempat, dengan catatan harus menyediakan tempat yang dapat digunakan untuk aktivitas lintas agama di dalam komplek masjid tersebut.

Bangunan Gereja Methodist tersebut awalnya dibangun tahun 1884 namun ditahun 1972 gereja tersebut menutup layanan jemaatnya dan digabungkan dengan the English Presbyterian church menjadi the United Reformed Church. Terbengkalai sejak tahun 1972. Ketika muslim setempat berencana mengubah gedung tersebut menjadi masjid, gelombang penolakan hingga pelecehan bermunculan. Namun dukungan deras justru mengalir dari berbagai kalangan non muslim termasuk kelompok Methodist dan pemeluk agama lainnya di kawasan tersebut yang ahirnya membuahkan hasil dengan keluarnya izin dari otorita setempat.

Kembali ke bagian-1

Saturday, May 11, 2013

Sepuluh Masjid di Inggris Yang Dulunya Gereja (Bagian-1)

Limas Gereja di Inggris yang berubah menjadi Masjid

Merujuk kepada berbagai laporan media, disebutkan bahwa sejak tahun 1960 sudah ada sekitar 10 ribu gereja yang ditutup, termasuk diantaranya 8000 gereja Methodist, dan 1700 gereja Anglikan. Diperkirakan jumlah tersebut akan bertambah setidaknya 4 ribu akan menyusul tutup di tahun 2020 nanti. Data tersebut sangat kontras dengan pertumbuhan masjid di negara tersebut.

Saat ini saja sudah ada lebih dari 1700 masjid resmi di Inggris dan begitu banyak dari masjid masjid tersebut awalnya merupakan sebuah gereja. Jumlah tersebut belum ditambah dengan sekitar 2000 mushola serta ribuan masjid dan mushola tak resmi yang bertebaran di negara tersebut mulai dari garasi hingga ruang gedung yang disewa untuk keperluan tersebut. berikut 5 masjid diantaranya, 5 masjid berikutnya baca di posting berikutnya.

1. Masjid Zakariyya Bolton Bekas Gereja Komunitas Metodis

Masjid Jami' Zakariya Bolton
Masjid Jami Zakariya atau atau Zakariya Jame Masjid adalah masjid sentral di Bolton, Inggris Raya. Merupakan salah satu dari sekian banyak masjid di Inggris Raya yang dibangun dari sebuah bekas bangunan Gereja yang sudah tidak dipakai. Masjid Jami’ Bolton dibangun dari bekas Gereja Methodist yang rusak parah akibat kebakaran hebat. Dan kemudian dijual ke Muslim Bolton yang memang sedang mencari tempat bagi pembangunan sebuah masjid untuk menampung jemaah yang semakin membludak dan tak tertampung lagi di bangunan yang selama beberapa waktu digunakan sebagai masjid sementara diantara tahun 1965-1967.

Karena jumlah jama’ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam.

2. Masjid Jami’ London (Brick Lane Mosque) Bekas Gereja Protestan Huguenot

Brick Lane Mosque
Masjid Jami’ London atau dikenal dengan nama Brick Lane Mosque, karena posisinya di Brick Lane 52. Merupakan masjid terbesar di London, mampu menampung 4000 jama’ah. Namun demikian, masjid ini tetap tidak bisa menampung seluruh anggota jama’ah shalat Jumat, hingga sering kali jama’ah meluber ke jalan raya. Mayoritas anggota jama’ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut disebut Banglatow.

Masjid ini awalnya didirikan tahun 1743 ini sebagai gereja oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, karena jama’ahnya menurun, maka gereja ini dijual kepada komunitas Yahudi di tahun 1809. Di tahun 1819 bangunan tersebut berpindah tangan ke komunitas Metodis. Tahun 1897 diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua lalu di tutup tahun 1960. Barulah ditahun 1976 masjid tersebut di alih fungsi menjadi Masjid Jami’ London. Lihat videonya di youtube

3. Masjid Didsbury Bekas Gereja Metodis Albert Park

Didsbury Mosque
Masjid Didsbury aslinya merupakan bangunan gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun tahun 1883, namun kemudian ditutup tahun 1962 karena sepi jamaah. Bangunan Gereja tersebut dibeli oleh komunitas Arab Syria yang tinggal disana tahun 1967. Bangunan bekas gereja tersebut terdiri dari dua bangunan besar.

Bangunan pertama dipakai sebagai masjid dan perpustakaan, sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang sholat khusus jemaah wanita. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung 1000 jemaah sekaligus. Imam dan khatib hingga kini dijabat Syeikh Salim As Syaikhi. Lihat videonya di youtube

4. Mosque & Islamic Centre of Brent

Brent Mosque
Mosque & Islamic Centre of Brent Terletak di Chichele Road, London NW2, awalnya merupakan sebuah gereja Anglikan dari abad ke 18 hingga tahun 1980-an. Kawasan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi bangunan apartemen termasuk sebagianbesar komplek gereja dimaksud menyisakan bangunan utamanya.  Bangunan tersebut yang kini menjadi Masjid.

Masjid ini berkapasitas sekitar 450 orang, dan dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara. Jemaah masjid ini sebagian besar merupakan para pekerja dan pendatang dari Pakistan karenanya masjid ini kadangkala juga disebut sebagai Pakistan Community Centre atau Pakistan Workers Association. Lihat videonya di youtube.

5. New Peckham Mosque

Peckam Mosque
New Peckham Mosque sebelumnya merupakan sebuah Gereja Anglikan St. Mark yang dibangun tahun 1880. Awalnya merupakan sebuah sekolah Kristen di tahun 1878 dan di tahun 1883-1885 barulah bangunan gereja permanen-nya dibangun dengan gaya bangunan gereja abad ke 13.

Bangunan tersebut rusak parah semasa perang dunia kedua dan dihancurkan setelah perang lalu dibangun lagi tahun 1960. Sempat beberapa saat dijadikan sekolah. Ditahun 1980 bangunan tersebut dialihfungsi menjadi masjid yang didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Lihat videonya di Youtube.

Bersambung ke Bagian-2