Showing posts with label dunia islam. Show all posts
Showing posts with label dunia islam. Show all posts

Wednesday, May 18, 2016

Azan Yang Mengharukan Dari Masjid Swedia

MASJID FITTJA. Tegelbruksvägen 10,145 53 Norsborg,Swedia
Lantunan azan dari Menara masjid bukanlah hal yang luar biasa bagi muslim Indonesia, di negeri ini bahkan dua wakil presiden bahkan repot mengatur suara azan dari masjid dan mushola. Lain halnya dengan muslim yang jumlahnya sangat minoritas di negeri non muslim seperti saudara saudara kita di Swedia. di Negara itu tidak bisa se-enaknya menyuarakan azan dengan pengeras suara hingga terdengar keluar dari ruangan masjid. Butuh izin resmi dari pihak berwenang untuk menyuarakannya.

Pengurusan izin menyuarakan azan dari Menara masjid dengan pengeras suara, sama rumit dan sulitnya dengan membangun masjid. Muslim di kota kecil Fittja di dalam wilayah kotamadya Botkyrka di sebelah selatan kota Stockholm, Swedia, sudah lama mengajukan izin untuk menyuarakan azan dengan pengeras suara dari Menara masjid mereka, dan ahirnya izin resmi yang di tunggu tunggu disetujui oleh pemerintah kota pada bulan maret 2013 yang lalu. Media Eropa bahkan menyebut keluarnya izin tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak di duga duga.


Kaum Muslimin disana berbondong ke masjid Fittja untuk menyaksikan dan mendengarkan lantunan azan untuk pertama kali pada hari Jum’at 12 April 2013 dari Menara masjid yang mereka bangun sejak tahun 1998 dan selesai tahun 2007. Suasana haru biru ketika suara azan terdengar lantang dari Menara tunggal masjid tersebut, banyak diantara mereka yang meneteskan air mata tak kuasa menahan rasa haru, dan bahagia yang menyeruak.

Meski telah disetujui untuk menyuarakan azan dari Menara masjidnya. muslim disana harus mentaati syarat dan aturan yang telah ditetapkan. Termasuk didalamnya adalah bahwa suara azan yang disuarakan melalui pengeras suara di Menara masjid tidak melebihi jarak jangkauan dua kilometer. Otoritas kota akan melakukan pengukuran terhadap hal itu secara berkala. Masjid Fittja di-izinkan untuk menyuarakan azan lima kali sehari. Merujuk kepada laporan kementrian luar negeri AS, muslim di Swedia ada sekitara 450,000 hingga 500,000 jiwa dari total Sembilan juta penduduknya.


Referensi

en.wikipedia.org - Fittja

Friday, May 9, 2014

Masjid Pertama di Kuba Akan Segera Berdiri

Masjid Ortakoy di Istambul yang dijadikan model bagi pembangunan masjid pertama negara Kuba di Kota Havana.
Pemerintah Kuba telah menyetujui rencana pembangunan masjid pertama di negara itu. Pembangunan masjid pertama tersebut merupakan salah satu proyek dari Yayasan Urusan Islam Turki (TDV) yang secara intensif melakukan pembicaraan dengan pemerintah Kuba dengan mengirimkan delegasinya ke Havana untuk membahasa rencana pembangunan tempat ibadah bagi muslim yang tinggal di kota Havana selaku ibukota Negara Kuba.

Setelah berkunjung ke Departemen Urusan Agama Kuba, Asisten Manajer TDV Mustafa Tutkun meminta izin dimulainya pembangunan masjid. Rencananya, desain masjid mengacu gaya arsitek Masjid Ortakoy, salah satu masjid terkenal di pinggiran selat bosforus di Istanbul - Turki.

Tutkun mengatakan, masjid ini dibangun untuk melayani 3.500 Muslim di Havana dan diprediksi rampung satu tahun. Distrik Old Havana dipilih sebagai lokasi masjid. Menurut Yuksel Sezgin, (penasehat press TDV), desain Masjid Ortakoy akan cocok dan akan dapat dengan mudah membaur dengan arsitektur daerah sekitarnya. Terutama, di distrik bersejarah Old Havana yang memiliki arsitektur lingkungan Eropa. Masjid pertama di Negara Kuba ini rencananya akan dibangun seluas 32,300 kaki persegi dan mampu menampung 500 jemaah.


Hingga saat ini, Muslim Kuba shalat berjamaah di ruang tamu rumah pemimpin komunitas Muslim Havana Pedro Lazo Torre. Seorang profesor Kuba yang mempelajari studi Timur Tengah di El Colegio de Mexico di Mexico City mengatakan, Kuba sebenarnya telah merencanakan membangun sebuah masjid sejak lama dengan menggunakan sumber daya nasional.

Namun, karena keterbatasan dana akhirnya pemerintah meminta bantuan pada Turki. Rencana tersebut merupakan bagian dari proyek TDV yang lebih besar, yakni membangun masjid bagi umat Islam yang tinggal di Karibia. Proyek yang sama juga sedang dilaksanakan di Negara Haiti dan diperediksi akan rampung ahir tahun ini.

Source :

jafrianews.com – cubas first mosque approved
darulihsan.com - cubas-first-mosque

Wednesday, May 7, 2014

Setelah Genosida terhadap muslim, Masjid di Afrika tengah di ubah menjadi Pub

Masjid di Kota Bangui yang di ubah menjadi Pub oleh Ekstrimis Kristern Afrika Tengah.

Situs berita japrianew.com merilis berita yang sangat memprihatinkan tentang kondisi masjid masjid di Republika Afrika tengah paska genosida (pembersihan etnis) terhadap muslim disana.

Kelompok ektrimis Kristen Republik Afrika tengah mengubah masjid di Kota Bangui, Ibukota Republik Afrika tengah menjadi pub setelah ditinggal oleh kaum muslimin disana. Muslim kota Bangui terpaksa meninggalkan ibukota Negara tersebut setelah terjadi pembantaian secara brutal terhadap muslim disana oleh ektrimis Kristen.

Penodaan masjid tersebut tanpa mendapatkan reaksi apapun dari pemerintah setempat yang tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikan tindakan penodaan tempat ibadah muslim tersebut.

Merujuk kepada komisi tinggi untuk pengungsi (UNHCR) akibat terjadinya tindak kekerasan hingga pembunuhan brutal, muslim kota Bangui terpaksa mengungsi ke wilayah lain yang lebih aman terutama di bagian barat Negara tersebut. Menurut laporan PBB lebih dari 95 ribu jiwa telah mengungsi dan ribuan lainnya tewas.

Japrianews di akses 7-Mei-2014

Thursday, August 29, 2013

Gadai Rumah Untuk Bangun Masjid, Berani ?

Masjid Shunshine - Victoria, Australia.

Berani melakukan nya ?

Pasti akan fikir fikir dulu, gak usah malu, saya pun pasti begitu.
Tapi tidak untuk tiga bersaudara Hasan Dellal, Salih Huseyin dan Huseyin Deniz yang memiliki keberanian luar biasa itu di tahun 1985, demi untuk membeli sebuah lahan kosong di kawasan industri daerah Sunshine, Victoria, Australia.

Hasil dari keberanian mereka mengorbankan harta benda demi Rumah Alloh itu kini berbuah manis. Sebuah masjid megah bergaya Usmani berdiri kokoh menjadi penanda wilayah tersebut dan menjadi salah satu masjid terbesar di Australia. Kemegahan masjid ini menjadi penyejuk mata dan menghadirkan keindahan tersendiri bagi siapa saja yang melintas di ruas jalan lingkar luar menuju Melbourne.

Masjid Sunshine, begitu kini orang menyebutnya. Didirikan dan dikelola oleh Komunitas Muslim Siprus Turki di Australia. Turki, sebagai rumah terahir bagi sejarah kekhalifahan Islam memang meninggalkan begitu banyak warisan arsitektur menawan termasuk mewariskan rujukan seni arsitektur Islam mengagumkan di seluruh pelosok penjuru bumi.

Masjid Sunshine ini pun dibangun sebagai cerminan dari masjid biru di Istabul, Turki, dalam skala yang lebih kecil. Sampai sekarang pun pemerintah Turki turut memberikan dukungan dengan menyediakan Imam berkualifikasi tinggi bagi masjid ini, termasuk membayar ongkos pulang pergi (Turki –Australia dan sebaliknya) bagi Imam masjid serta keluarga nya, mengurus segala dokumen perjalanan hingga membayar gaji rutin dan biaya hidup Imam masjid dan keluarganya. Imam masjid Sunshine di ikat dengan kontak resmi dengan pemerintah Turki dalam masa kerja 3 tahunan.

Masjid. Memang tidak semata mata sebuah bangunan tempat melaksanakan ibadah sholat. Di setiap inci bangunan nya menyimpan sebuah sejarah, sebuah komitmen pengabdian Lillahita’ala. Terkadang juga menyimpan sejarah perjuangan yang teramat panjang suatu bangsa. 



Thursday, August 1, 2013

Selama Ramadhan, Muslim Bulgaria Ajak Non-Muslim Buka Puasa Bersama

Muslim Bulgaria
Muslim Bulgaria memanfaatkan momentum Ramadhan guna mempromosikan ajaran Islam. Mereka ajak kalangan agama lain untuk buka bersama.

Seperti dikutip Timeturk, Kamis (25/7),  Wali Kota Mestan, Akif Mehmet, mengatakan umat Islam ingin menciptakan suasana kehidupan keberagamaan yang hangat yang terwakili menikmati sajian makanan yang lezat dan hangat.

Menurut Akif, selama ini tidak pernah terjadi ketegangan antara Muslim dan umat agama lain. Umat Islam selalu mencoba bersikap terbuka dan hangat kepada umat agama lain. Mereka buka pintu masjid dan Islamic center kepada umat agama lain yang ingin tahu tentang Islam dan Muslim.


Stanka Mitleva, warga Bulgaria menyambut baik ajakan itu. Menurut dia, berbuka bersama umat Islam merupakan pengalaman yang menyenangkan. Ini membuatnya semakin mengenal tradisi dalam Islam.

Secara terpisah, Mufti Bulgaria, Beyhan Mehmed, mengatakan memasuki pertengahan Ramadhan, Muslim Bulgaria kian aktif memakmurkan masjid. Ini dilihat dari ramainya masjid hingga malam hari. Mereka pergunakan waktu melaksanakan shalat malam dan membaca Alquran.

Populasi Muslim Bulgaria mencapai 12 persen dari populasi total. Sebagian besar Muslim Bulgaria merupakan keturunan Turki. Maklum saja, Bulgaria merupakan bagian dari Kekalifahan Turki Ustmani sebelum akhirnya negeri itu memerdekakan diri.



Mohamed Arturo Cerulli, Walikota Muslim Pertama di Italia

Mohamed Arturo Cerulli, Walikota Muslim Pertama di Italia
Harian Italia, Il Corriere della Sera tanggal 18 April 2008 telah memuat sebuah artikel mengenai terpilihnya seorang suami warga Indonesia yang terpilih menjadi Walikota di Monte Argentario, Regione di Toscana, Italia, dengan judul ”Walikota Baru Argentario dari Partai Tengah-Kanan (Centrodestra) Pindah menjadi Islam karena cintanya dengan seorang wanita Indonesia”.

Mohamed Arturo Cerulli yang akrab dipanggil Arturo akhirnya terpilih menjadi walikota (Sindaco) Monte Argentario yang baru dari partai politik Tengah-Kanan (centrodestra), Popolo della Liberta merupakan satu satunya Walikota di Italia yang beragama Islam. Arturo memeluk agama Islam karena cintanya dengan istrinya. Demikian laporan dari wartawan Il Corriere della Sera, Marco Gasperetti yang dimuat di harian tersebut tanggal 18 April 2008.

Sebelumnya Arturo mempunyai nama baptis, Il Cristianissimo Arturo dengan marga Cerulli. Arturo lahir di Porto Santo Stefano dan saat ini berusia 53 tahun dan berprofesi sebagai insinyur nuklir. Sewaktu menikah dengan istrinya, Arturo pindah agama menjadi Islam dan mengambil sumpah diatas Quar’an dan juga melakukan sirkumsisi dengan seorang rekannya yang seorang doktor Italia di Rumah Sakit Ortobello. Arturo menjelaskan bahwa agama dengan politik mempunyai arah arah yang berbeda’’.


Walikota yang baru untuk Comune di Monte Argentario ini, terpilih dengan suara 45,42% dan dinyatakan sudah memenuhi ketentuan dalam kelompok suara Liberta, dimana koalisi terdiri dari PDL (Partai Demokrat Liberta), UDC (Unita Demokrat Cristiani) dan Parpol Kanan dan dari Partai Lista Civiche. Ditambahkan lagi bahwa kemenangan ini dipromotori oleh para VIP. Menurutnya menjadi walikota adalah salah satu kehormatan baginya karena posisi ini sebelumya adalah salah satu kedudukan politik yang paling dihormati, karena pernah ditempati oleh Susanna Angelli, yang dianggap penduduk sebagai seorang yang berjasa besar di daerah tersebut. Arturo berharap agar posisi ini dapat memberikan inspirasi baginya. .

Arturo sebelumnya pesimis bakal bisa bersaing menjadi walikota mengingat Arturo telah pindah agama menjadi muslim dengan nama Muhamed Arturo. Kisah kepindahannya menjadi seorang muslim adalah ketika pada tahun 1988 pada saat Arturo bertugas di Indonesia dan bekerja dibagian pusat tenaga Nuklir yang tempatnya tidak jauh dari Jakarta (BATAN Serpong, Banten).

Arturo ingat bagaimana dirinya jatuh cinta dengan istrinya yang bernama Sri Semiarti yang akrab dipanggil Nunuk. Sebelumnya orang tuanya sangat menentang karena tidak setuju dengan keberadaan orang asing dirumahnya, apalagi beragama yang berbeda. Namun, karena demi cintanya kepada istrinya Arturo pindah agama.

Sempat beredar kampanye negatif jikalau dirinya menjadi walikota tanda salib di setiap sekolah di daerah tersebut akan diturunkan, namun kenyataanya Arturo tidak pernah menyinggung masalah tersebut setelah menjadi walikota karena itu adalah kelakarnya saja, Namun diakuinya bahwa dirinya sangat senang masuk Islam.

Mohamed Arturo sebagai walikota sangat gembira dalam kehidupan keluarganya, Arturo saat ini sudah dikaruniai dua orang anak. Harapan Arturo dengan menjadi Walikota ini adalah dapat mengembalikan situasi di Argentario seperti apa yang dialaminya sebagaimana posisi Susanna Agnelli pada tahun 80an yaitu dengan mengembangkan kembali daerah Monte Argentario menjadi daerah tujuan wisata yang lebih besar.

Karena kinerjanya yang cukup bagus dan berhasil apalagi kebijakannya lebih pro terhadap kepentingan publik, masyarakat menghendaki dirinya memimpin kembali kota dengan jumlah penduduk sekitar 14 ribu itu.

Di pemilihan pada Mei 2013  ia terpilih sebagai wali kota untuk periode kedua (2013-2018).

Kini pria kelahiran 54 tahun ini datang ke Indonesia untuk menghadiri peluncuran buku Scappa per Amore: Mozaik Perjalanan Cinta di Benua Biru karya Dini Fitria di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (19/7) malam WIB. Arturo juga sekaligus memiliki agenda mengunjungi kerabatnya di Indonesia karena istrinya, Sri Semiarti Sastropawiro merupakan warga pribumi.

Berada di Indonesia, Cerulli sangat menikmatinya. Apalagi momennya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Hal itu dinilainya sebagai berkah terselubung. Pasalnya, di tanah kelahirannya, datangnya Ramadhan hampir tidak terasa sama sekali.

Hal itu berkebalikan dengan kondisi di Indonesia yang serba meriah. Ia menilai denyut Ramadhan di Indonesia sangat terasa seperti di Arab Saudi, tempat dulunya, ia pernah bekerja. "Suasana puasa di Indonesia sangat terasa, seperti di Arab Saudi. Di Italia, suasana Ramadhan tidak terasa gebyarnya bagi seorang Muslim," katanya.***



Untuk Pertama Kalinya Stasiun TV Nasional Inggris Menayangkan Azan Selama Ramadhan

Hassen Rasool di Channel4
Ramadhan tahun ini memang sedikit berbeda bagi masyarakat muslim Inggris, maklumlah, Channel 4 yang merupakan stasiun televisi nasional Inggris secara mengejutkan memutuskan untuk menayangkan azan subuh setiap hari di stasiun tivi tersebut. Sebuah tindakan yang sama sekali bertolak belakang dengan arus utama pertelevisian setempat dan menjadikannya sebagai stasiun tivi Inggris yang menayangkan azan. Azan subuh tersebut dilantunkan oleh Hassen Rasool, yang merupakan salah satu muazin terbaik di Inggris.

Tak pelak keputusan itu menuai kritik dari berbagai kalangan. Beberapa menganggapnya sebagai usaha mencari popularitas sementara kelompok patriotik melontarkan kritik teramat keras dengan menyebut langkah tersebut sebagai langkah yang akan memancing ketegangan agama di Inggris. Kritik keras yang ditanggapi biasa saja oleh manager pemasaran stasiun tivi tersebut, Justine Bower, yang mengatakan bahwa usaha itu adalah untuk memberikan pijakan dasar bagi cara pandang terhadap kaum minoritas. Dia juga menambahkan bahwa hal tersebut juga merupakan bagian dari upaya penyadaran akan keberagaman masyarakat dan budaya di Inggris.


Kritikan keras juga mengalir dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Channel 4 sebagai sebuah penghamburan dana public untuk kepentingan satu golongan. Dan dikhawatirkan akan menimbulkan kemarahan publik. Dan dengan ringan kepala penyiaran stasiun tivi tersebut Ralph Lee mengatakan bahwa sebagai stasiun tivi nasional Channel 4 bertindak bagi kepentingan nasional termasuk bagi 2,8 juta muslim yang ada di Inggris. Itu sebabnyak mereka menanyangkan azan selama 30 hari penuh selama bulan Ramadhan tahun ini.

Penanyangan azan tersebut dilaksanakan dalam durasi sekitar 3 menit setiap hari sekitar pukul 3 pagi waktu setempat dan akan menjeda acara apapun yang sedang tayang pada saat itu. Tak sampai disitu, Azan juga ditayangkan pada waktu zuhur dan asar saat acara laporan cuaca. Tayangan azan ini di barengi dengan klip singkat berjudul “Ramadan Reflections.” Selain penayangan azan Channel 4 juga menayangkan acara khusus Ramadhan berjudul “4Ramadan” yang ditayangkan selama bulan suci Ramadhan.***



Wednesday, July 31, 2013

Penjarah Masjid di Inggris di Hukum Penjara 22 tahun

[foto] Masjid di Cumberland Street salah satu bangunan yang dijarah oleh anggota gang yang sama.
Enam orang anggota gang yang melakukan penjarahan terhadap masjid dan beberapa bangunan bisnis lainnya di sepanjang jalan East Lancashire, tiga diantaranya adalah ahirnya dijatuhi hukuman penjara masing masing lebih dari 22 tahun.

Jemaah masjid Plane Tree Road mosque di Little Harwood tidak saja kehilangan sejumlah uang yang disimpan di masjid tapi juga telah kehilangan seluruh berkas asli catatan pernikahan mereka serta berkas berkas resmi lainnya.

Hakim Christopher Cornwall selama persidangan mengatakan bahwa para pelaku telah terbukti melakukan penerobosan paksa dan melakukan tindakan penjarahan dan pencurian yang teramat tercela.

Kelompok geng ini tidak hanya menjarah masjid tapi juga berbagai fasilitas bisnis yang terlah mengakibatkan kerugian jutaan foundsterling. Adalah perusahaan Knuzden yang mengaku kehilangan kontrak senilai £1 juta found akibat penjarahan itu. Belum lagi sejumlah rumah makan dan fasilitas bisnis lainnya.

Para pelaku mengakui semua tindakan mereka termasuk mengakui telah menjarah setidaknya enam masjid di periode yang sama, termasuk Masjid di Plane Tree Road mosque yang telah dijarah dua kali yakni pada bulan Maret 2012 dan tiga bulan setelah itu.

Masjid lainnya yang turut di jarah adalah Masjid di Blackburn’s Cumberland Street dan Masjid Cob Wall mosques, Clegg Street mosque di Burnley dan Grimshaw Street mosque di Accrington.****



Thursday, July 11, 2013

Suasana Tarawih di Great Mosque of Almaty- Kazakhstan

Kota Almaty adalah kota tua bekas ibukota Kazakhstan sejak negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet hingga merdeka tahun 1991. Almaty yang juga dikenal dengan nama Alma-ata bertahan sebagai ibukota negara hingga tahun 1997 hingga kemudian diindahkan ke ibukota baru di kota baru yang sengaja dibangun sebagai ibukota negara di Astana. Namun hingga kini Almaty menjadi pusat komersial dan perdagangan dengan status kota terbesar di Republik Kazakhstan. 

Mayoritas penduduk Kazakhstan beragama Islam, dan bangunan masjid megah dan besar sudah menjadi lumrah di setiap kota di negara tersebut. Di Almaty terdapat masjid besar bernama Central Mosque Almaty yang merupakan masjid Agung (sentral) bagi kota itu, dulunya masjid ini juga berstatus sebagai masjid negara sebelum dipindahkan ke Masjid Agung Astana di Ibukota negara yang baru. seperti di belahan dunia Islam lainnya, di bulan Ramadhan seperti saat ini, masjid masjid disana penuh sesak oleh jema'ah shalat tarawih. Berikut suasana sholat Tarawih di Masjid Agung Almaty. Cekitdot  yak.



































Wednesday, July 10, 2013

Jamaah Tarawih Pendukung Mursi Terbesar Di Dunia Setelah Tanah Suci

Presiden Mursi digulingkan oleh kudeta militer Mesir paska demonstrasi besar besaran menentang keputusannya, kini giliran jutaan pendukung Mursi yang melakukan demonstrasi besar besaran diberbagai kota di seantero Mesir. 

Meski puluhan orang telah syahid dibantai junta militer saat shalat Subuh, jumlah demonstran pendukung Presiden Muhammad Mursi tidak berkurang. Saat malam Ramadhan pertama tiba, Selasa (9/7) waktu setempat, sekitar satu juta demonstran menggelar shalat tarawih berjamaah di Rabi’ah Adawiyah.

Basis demonstrasi pendukung Presiden Mursi itupun berubah menjadi lautan mushallin (orang-orang yang shalat) yang memanjang hingga puluhan kilometer memenuhi jalan-jalan utama di sekitarnya. Mempertimbangkan jumlahnya, jamaah tarawih pendukung Mursi ini merupakan jamaah tarawih terbesar kedua setelah jamaah tarawih Masjidil Haram atau terbesar ketiga setelah jamaah tarawih Masjid Nabawi. Berikut foto-fotonya:













Tuesday, June 25, 2013

Kisah Masjid “Setahun” di Zagreb

Masjid Pertama di Kota Zagreb tahun 1944, Mengkonversi gedung Maestrovic Pavilion menjadi masjd dan ditambah dengan tiga bangunan menara.
Zagreb adalah nama kota di semenanjung Balkan, Ibukota Republik Kroasia. Kroasia adalah sebuah Republik Pecahan dari Yugoslavia yang bangkrut di penghujung tahun 1990-an. Kroasia memproklamirkan kemerdekaannya di tahun 1991. Kota Zagreb memiliki sejarah panjang dan gonta ganti penguasa sepanjang sejarahnya.

Di kota ini ada sebuah gedung pameran bernama Mestrovic Pavilion yang berusia cukup tua. Sebuah gedung yang lebih mirip sebuah komedi putar dalam ukuran besar, karena memang bentuknya yang bundar. Tak terlalu menarik dipandang dari sisi arsitektur, tidak juga menarik karena ke-antikan atau ke-unikannya. Tapi  justru sejarah perjalanannya yang membuat gedung ini menarik.

Pembangunan gedung ini direncanakan sejak tahun 1933 lalu mulai dibangun pada bulan Agustus 1934, diresmikan tahun 1938 sebagai ruang pameran benda seni dibawah pengelolaan Masyarakat Seni Kroasia.

Di tahun 1941 Masyarakat Seni Kroasia sepakat menyerahkan gedung tersebut untuk diubah menjadi masjid. Penyesuaian pun dilakukan dengan menambahkan tiga menara, tempat wudhu, hingga perubahan rancangan interior nya. Proses konversi bangunan ini menjadi masjid bahkan melibatkan dua arsitek, dan keseluruhan proses konversi selesai dilaksanakan tahun 1944 dan diresmikan pada tanggal 18 Juli di tahun yang sama. Hanya saa masjid tersebut hanya berusia satu tahun saja, Paska perang dunia kedua usai, Zagreb berada dibawah rezim Uni Soviet gedung tersebut di ubah menjadi “Musium Revolusi” di tahun 1946.

Gedung Maestrovic Pavilion saat ini, gundul tanpa menara. 
Joseph Bros Titto naik ke panggung politik dan membentuk Negara Yugoslavia yang sosialis namun Tito tak akur lagi dengan Soviet, gedung yang sama berubah nama menjadi “Musium Rakyat Republik”, nama yang tak bertahan seumur hidup karena kemudian Yugoslavia pun runtuh, Kroasia memerdekakan diri dan mengganti nama gedung itu menjadi “Musium Revolusi Rakyat Kroasia”, dan itupun tidak berlangsung lama Karena fugsi gedung dikembalikan lagi kepada fungsi semula sebagai gedung pameran benda seni.

Cukup lama sejak penutupan Masjid di Gedung Seni itu, masyarakat muslim Zagreb tak memiliki masjid. Pembangunan masjid untuk muslim Zagreb baru dimulai tahun 1981 di lokasi yang berbeda dan diresmikan tahun 1987. Proses pembangunannya sendiri turut di danai oleh Sultan bin Mohamed Al-Qasimi dari ke-emiran Sharjah – Uni Emirar Arab yang menyumbangkan dana $2,5 juta dolar untuk pembangunan masjid tersebut. Beberapa bagian yang tersisa dari masjid lama seperti bagian mihrab dan mimbar kini disimpan di Masjid Baru Zagreb.***


Monday, June 10, 2013

Suatu Hari di Masjid Leningrat

Masjid Agung St. Petersburg - Russia. Nama Soekarno dikenang begitu indah oleh muslim kota ini.

Suatu hari, Megawati kecil di-ajak ayahandanya, Soekarno, berkunjung ke Leningrat, kota terindah di bumi yg ada di Russia. Dia sama sekali belum memahami kekecewaan Ayahanda-nya yang dengan lantang berkata kepada Kruschev (Perdana Menteri Uni Soviet waktu itu) "kota anda memang indah tapi tak seindah Jakarta, karena saya tak menemukan satu masjid pun di kota anda itu".

Sampai suatu hari ketika Megawati kecil sudah menjadi Presiden Megawati Soekarno Putri dan kembali ke kota yang sama di bulan April tahun 2003, beliau menangis tersedu di Masjid Agung St. Petersburg mendengar penuturan Imam Masjid itu tentang betapa ayahandanya begitu berjasa bagi muslim kota terindah di bumi tersebut.

Kala itu ternyata, hanya beberapa hari setelah Megawati kecil kembali ke Jakarta bersama Ayah-nya, Kruschev memerintahkan untuk mengosongkan semua mesiu, amunisi dan senjata yang disimpan di masjid St. Petersburg, merenovasi bangunan itu dan mengembalikannya kepada kaum muslimin kota Leningrat (kini St. Petersburg) yang di-klaim Kruschev sebagai kota terindah di bumi itu.

Kharisma Bung Karno Memang Ruar Biasa


Friday, April 19, 2013

Benteng Terakhir Umat Islam

inilah benteng terahir ummat Islam

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Tabrani Sabirin, mengatakan, DMI akan menjadikan masjid sebagai benteng terakhir bagi umat Islam.  Hal ini dilakukan karena, institusi lain di luar masjid kata dia, telah terbukti gagal untuk memenuhi janji-janjinya.

"Partai politik contohnya, banyak janji-janji yang tidak bisa dipenuhi sehingga masyarakat kecewa. Di tengah kekecewaan masyarakat inilah maka Masjid akan menjadi obat bagi mereka. Ini dibutuhkan peran banyak dari kita," terangnya saat memberikan sambutan pada pengukuhan dan rapat kerja pengurus Pimpinan Wilayah DMI Provinsi DIY periode 2011-2016 di Kanwil Kementrian Agama DIY, Sabtu (3/3) kemarin.

Diakuinya, ke depan peranan masjid akan sangat dibutuhkan. Pasalnya kata dia, di era demokrasi di negara ini problematikan umat akan  semakin banyak.  Karena itu kata dia, dibutuhkan kreativitas yang tinggi dari para pengurus DMI termasuk takmir masjid untuk menjadikan masjid ini sebagai tempat penyelesaian problematikan umat.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah DMI Provinsi DIY, Muhammad mengatakan, kepengurusan DMI DIY ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masjid ke arah yang lebih baik dan semakin di minati oleh masyarakat sebagai tempat penyelesaian problematikan umat.

Diakuinya, masjid saat ini semakin dijauhi oleh masyarakat terutama anak-anak. Hal ini kata dia, akibat kemajuan zaman termasuk kemajuan tehnologi informasi yang menggeser perhatian dan minat anak dari masjid ke media lain. "Ini menjadi pemikiran kita bersama dan akan menjadi program kita ke depan untuk menjadikan masjid lebih berdaya," terangnya.

Azan Gunakan Pengeras Suara, Bukti Perjuangan Muslim Swedia



Jumat (11/4) waktu sempat, Muslim Swedia mendengar azan berkumandang untuk kali pertama. Yang membuat momen ini terasa istimewa kumandang azan ini bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat.

Ketua Islamic Center Botkyrka, Ismail Okur, menyatakam momentum ini sangat dinantikam Muslim Swedia yang begitu rindu dengan kumandang azan.

Menurut Okur, peristiwa ini sangat bersejarah karena perjuangan komunitas Muslim terbayar lunas. Islam dan Muslim diakui pemerintah Swedia.

Secara terpisah, aparat kepolisian Botkyra telah mengizinkan kumandang azan menggunakan pengeras suara. Namun, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kepolisian akan melakukan pengawasan.

Seorang Muslim Belanda Ajak Ratu Beatrix Peluk Islam



Kejadian mengejutkan dialami Ratu Beatrix ketika menghadiri satu acara. Ketika selesai pertunjukan, ada seorang Muslim Belanda mengajak sang ratu untuk memeluk Islam.

Mendengar hal itu, Ratu Beatrix sumringah. Selesai bicara, pria tersebut segera dibawa ke belakang panggung. Tidak ada yang tahu akan nasib pria Muslim tersebut.

Saturday, January 19, 2013

Masjid Calcutta, Masjid Pertama di Trinidad & Tobago

Masjid Calcutta, tertua di Trinidad & Tobago (foto dari ASJA di Flickr)

Trinidad & Tobago adalah negara yang terletak di gugus kepulauan laut Karibia. Negara ini terdiri dari dua pulau besar Yakni Pulau Trinidad yang terbesar dan pulau Tobago yang jauh lebih kecil ditambah beberapa pulau pulau mini lainnya. Luas keseluruhan daratannya sedikit lebih kecil dari luas keseluruhan pulau Bali.

Trinidad & Tobago tercatat sebagai negara Karibia dengan penduduk muslim terbanyak. Pemeluk Islam di Trinidad & Tobago mencapai jumlah antara 80 ribu hingga 100 ribu jiwa. Dan luar biasanya negara ini tercatat sebagai negara pertama di benua Amerika yang pernah dipimpin oleh Presiden Muslim. Adalah Noor Muhammed Hasanali yang menjabat sebagai presiden kedua dari tahun 1987 hingga 1997.

Sebagian besar dari muslim disana merupakan keturunan dari wilayah India Timur dan Pakistan, Afrika dan lainnya. Pada awalnya mereka tiba disana sebagai buruh semi budak yang dipaksa bekerja diperkebunan pada masa kolonialisasi untuk membayar hutang hutang mereka.

Para buruh kerja paksa ini datang dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama adalah para buruh dari benua Afrika ini tiba di Trinidad & Tobago sekitar tahun 1817 bersama dengan Resimen India Timur (kini Pakistan dan sebagian wilayah India). Disusul kemudian oleh kedatangan buruh dari India dan Pakistan.

Mereka tiba di Trinidad untuk pertama kali bertepatan dengan perayaan ulang tahun Trinidad pada 31 Mei 1845 bersama dengan buruh lainnya menggunakan kapal Fath Al-Razak dan berlabuh di Port of Spain. Mereka datang dari Uttar Pradesh, India, dengan jumlah keseluruhan 227 orang dan rata rata beragama Hindu dan Islam. Selama periode 72 tahun tercatat 147.592 orang yang sudah diboyong ke Trinidad sejak Kapal pertama hingga kapal terahir s/s Ganges di tahun 1917.

Diantara penumpang beragama Islam dalam kapal Fath Al-Razak adalah Dookie Meah, namanya tercatat dalam urutan nomor dalam manifest penumpnag kapal. Beliau datang bersama Istri-nya Sonia dan dua orang putranya Khuda dan Illahi Baksh. Dookie Meah terikat kerja paksa selama lima tahun. Dengan perawakannya yang tinggi besar dan berkulit putih dia mampu bertahan menyelesaikan ikatan kerja paksa lima tahun-nya dan berahir sebagai orang bebas.

Setelah bebas, pemerintah colonial memberinya lahan seluar 20 acres di kawasan pemukiman Calcutta namun hanya setengahnya yang benar benar ia terima. Lahan ini yang hingga kini dimiliki oleh keturunan beliau, Zainul Muhammad yang kemudian menuturkan kisah perjalanan kakek buyutnya itu kepada generasi sekarang. Selain itu, Dookie Meah juga membeli lahan seluas 26 acres di Arena tahun 1904. Sampai ahirnya beliau mengalami kebutaan karena serangan penyakit diabetes.

Di tahun 1863, Dookie Meah mendirikan Masjid Calcutta di wilayah pemukimannya, dan ini menjadi bangunan masjid pertama yang berdiri di wilayah jajahan Inggris yang kini menjadi Republik Trinidad & Tobago. Masjid tua yang masih kokoh berdiri hingga kini meski sudah melewati usia satu setengah abad.

Source :


---------------------

Baca Juga


Tuesday, January 8, 2013

Islam di Islandia

Pulau Islandia terletak di Samudera Atlantik Utara, tetangga terdekatnya hanyalah pulau salju Green Land milik Denmark. Islandia terpisah cukup jauh dari daratan benua Eropa.

Islandia Mengakui Negara Palestina


Islandia, sebuah Negara pulau vulkanik di wilayah Nordic dalam lingkar kutub utara, merupakan salah satu Negara Eropa yang turut mendukung dan telah mengakui Negara Palestina yang baru disahkan oleh PBB sebagai Negara peninjau non anggota pada sidang umum PBB Kamis 29 November 2012 yang lalu, menjadi menarik karena Islandia sendiri tercatat sebagai salah satu Negara dengan penduduk Islam paling sedikit di dunia.


Pengakuan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Islandia Aissour Scarvidenson pada hari Kamis 15 Desember 2011sebagai sebagai komitmen dari parlemen Islandia. Pengumuman tersebut menyusul hasil pemilihan suara di parlemen Islandia yang diselenggarakan pada tanggal 28 November 2012 dengan keputusan mengakui Negara Palestina dengan perbatasan sebelum perang tahun 1967. Pengakuan Islandia ini diumumkan setelah beberapa hari sebelumnya bendera Negara Palestina dikibarkan untuk pertama kalinya di markas besar UNESCO di Paris.



Islam di Islandia

Berdasarkan data dari World fact book, mayoritas penduduk Islandia beragama Kristen (Gereja Lutheran Islandia 80.7%, Katholik Roma 2.5%, Reykjavik Free Church 2.4%, dan Hafnarfjorour Free Church 1.6%) Agama agama lain hanya 3.6%, serta tak menyebutkan agama yang di anut 3% hingga 6.2% (data perkiraan tahun 2006)

Merujuk kepada Wikipedia, komunitas muslim di Islandia hanya terdiri dari sekitar 694 orang saja atau setara dengan 0.2% saja dari total penduduk Islandia, yang tergabung dalam dua organisasi Islam yang sudah berdiri disana. Meskipun ditengarai jumlah muslim disana lebih banyak dari angka tersebut.

Masuknya Islam ke Islandia diperkirakan terjadi sejak tahun 1627, ketika para bajak laut dari Afrika Utara mencaplok sebagian pulau tersebut hingga ke pantai barat daya, Vestmannaeyjar, dan bagian selatan fjords. Peristiwa tersebut dikenal dalam sejarah Islandia sebagai Tyrkjaránið atau "Turkish Abductions"


April 2009 yang lalu, merupakan hari bahagia bagi pasangan Hjalti Bjorn Valthorsson dan Gunnhildur Aevarsdottir, yang menjadi pasangan pengantin muslim Islandia pertama yang melaksanakan pernikahan di negara tersebut. Salmann Tamimi, Presiden Asosiasi Muslim bertindak sebagai penghulu dalam upacara pernikahan yang dilakukan di ruang sholat milik Asosiasi Muslim Islandia yang mereka sebut sebagai Masjid An-Nur Reykjavík.

Organsasi Muslim Islandia

Muslim Islandia sudah memiliki dua organisasi resmi yang diakui oleh pemerintah setempat yakni Asosiasi Muslim Islandia, didirikan pada tahun 1997 oleh Salmann Tamimi, seorang warga imigran dari Palestina dengan anggota berjumlah sekitar 419 orang. Dan Islamic Center Islandia, didirikan antara tahun 2009 dan 2010 beranggotakan 275 orang.

Karena belum ada satupun bangunan masjid di Negara kutub utara ini setidaknya hingga tahun 2012 lalu. Untuk memfasilitasi kebutuhan akan tempat ibadah, Asosiasi Muslim Islandia menggunakan ruangan di lantai tiga gedung Ármúli 38 di kota Reykjavík sebagai ruang sholat sejak tahun 2002 lalu dan biasa disebut sebagai Masjid An-Nur Reykjavík. Berikut alamat lengkap organisasi tersebut.

The Muslim Association of Iceland
Ármúli 38, 3rd floor (entrance from Selmúli), 108 Reykjavik
President: Salmann Tamimi
telephone: +354 895-1967

Sedangkan Islamic Center Islandia menempati lantai dua gedung Ýmishúsið di Grensásvegur 8 – 108 kota Reykjavík. Alamat lengkapnya adalah sebagai berikut.

            The Islamic Cultural Centre of Iceland
Grensásvegur 8 - 108 Reykjavik, Iceland
GSM: +354 776 16 10
Imam : Ahmad Seddeeq
            Website : http://www.islamiccci.com/

Dua ruang sholat tersebut selain difungsikan sebagai tempat melaksanakan sholat lima waktu berjamaah, juga digunakan untuk menyelenggarakan sholat fardu Jum’at yang diikuti oleh muslim asli Islandia dan muslim dari berbagai Negara lainnya. Seluruh aktivitas keIslaman bagi muslim disana dipusatkan di dua institusi tersebut.

Masjid di Islandia

Meski belum memiliki satupun bangunan masjid di negaranya, muslim Islandia bersikukuh menolak bantuan asing untuk membangun masjid bagi mereka. Pada tahun 2000 yang lalu, The Muslim Association of Iceland mengajukan permohonan pembangunan masjid di Reykjavík. Namun tidak sepenuhnya disetujui oleh dewan kota, meskipun begitu otoritas setempat tetap menawarkan lahan berukuran 1,500 meter persegi di tahun berikutnya, lahan yang jauh lebih kecil dari yang diminta oleh asosiasi muslim disana.

Persetujuan untuk penambahan lahan yang diinginkan oleh muslim setempat dikaitkan dengan persetujuan terhadap Gereja Ortodok Rusia yang rencananya akan dibangun berdekatan. Belum lagi keinginan dari dewan kota yang menginginkan agar muslim disana agar bergabung dalam satu wadah masjid saja tidak dapat diterima oleh Asosiasi Muslim yang telah lebih dulu mengajukan permohonan.

Perkembangan Islam di Islandia

Kehidupan muslim di Islandia ini sempat menarik perhatian stasiun tivi Al-Jazeera. Dokumentasi Aljazeera di Islandia ini berupaya mendokumentasikan kehidupan sehari hari muslim disana. Terutama tentang bagaimana muslim Islandia menjalankan Ibadah puasa Ramadhan di negeri pulau yang mataharinya enggan untuk terbit itu, sehingga waktu puasa bagi muslim disana menjadi jauh lebih panjang dibandingkan dengan muslim dibagian bumi yang lain.


Hal lain yang menarik dari Negara kutub ini adalah sudah diterapkannya Sistem pemotongan hewan Islami di Islandia. Sejak musim gugur tahun 2010 lalu rumah rumah jagal ternak disana menghadirkan muslim untuk membacakan doa sesuai dengan proses penyembelihan yang diatur dalam hukum Islam. Hal positif bagi Islandia adalah diterimanya produk daging sapi dan domba mereka di pasar dunia islam. Sedangkan bagi muslim Islandia hal tersebut tentunya merupakan bentuk pengakuan yang luar biasa.


Hubungan dengan Indonesia

Indonesia sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Islandia, meskipun pemerintah Indonesia belum menempatkan kantor perwakilan di Islandia. Perwakilan Indonesia untuk Islandia dirangkap oleh Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia yang berkedudukan di kota Oslo, Ibukota Norwegia, yang beralamat di

Fritzners Gate 12, 0244, Oslo, Norway.
Telepon: (47) 2212-5130. Fax: (47) 2212-5131.

---------------------

Baca Juga