Saturday, January 19, 2013

Masjid Calcutta, Masjid Pertama di Trinidad & Tobago

Masjid Calcutta, tertua di Trinidad & Tobago (foto dari ASJA di Flickr)

Trinidad & Tobago adalah negara yang terletak di gugus kepulauan laut Karibia. Negara ini terdiri dari dua pulau besar Yakni Pulau Trinidad yang terbesar dan pulau Tobago yang jauh lebih kecil ditambah beberapa pulau pulau mini lainnya. Luas keseluruhan daratannya sedikit lebih kecil dari luas keseluruhan pulau Bali.

Trinidad & Tobago tercatat sebagai negara Karibia dengan penduduk muslim terbanyak. Pemeluk Islam di Trinidad & Tobago mencapai jumlah antara 80 ribu hingga 100 ribu jiwa. Dan luar biasanya negara ini tercatat sebagai negara pertama di benua Amerika yang pernah dipimpin oleh Presiden Muslim. Adalah Noor Muhammed Hasanali yang menjabat sebagai presiden kedua dari tahun 1987 hingga 1997.

Sebagian besar dari muslim disana merupakan keturunan dari wilayah India Timur dan Pakistan, Afrika dan lainnya. Pada awalnya mereka tiba disana sebagai buruh semi budak yang dipaksa bekerja diperkebunan pada masa kolonialisasi untuk membayar hutang hutang mereka.

Para buruh kerja paksa ini datang dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama adalah para buruh dari benua Afrika ini tiba di Trinidad & Tobago sekitar tahun 1817 bersama dengan Resimen India Timur (kini Pakistan dan sebagian wilayah India). Disusul kemudian oleh kedatangan buruh dari India dan Pakistan.

Mereka tiba di Trinidad untuk pertama kali bertepatan dengan perayaan ulang tahun Trinidad pada 31 Mei 1845 bersama dengan buruh lainnya menggunakan kapal Fath Al-Razak dan berlabuh di Port of Spain. Mereka datang dari Uttar Pradesh, India, dengan jumlah keseluruhan 227 orang dan rata rata beragama Hindu dan Islam. Selama periode 72 tahun tercatat 147.592 orang yang sudah diboyong ke Trinidad sejak Kapal pertama hingga kapal terahir s/s Ganges di tahun 1917.

Diantara penumpang beragama Islam dalam kapal Fath Al-Razak adalah Dookie Meah, namanya tercatat dalam urutan nomor dalam manifest penumpnag kapal. Beliau datang bersama Istri-nya Sonia dan dua orang putranya Khuda dan Illahi Baksh. Dookie Meah terikat kerja paksa selama lima tahun. Dengan perawakannya yang tinggi besar dan berkulit putih dia mampu bertahan menyelesaikan ikatan kerja paksa lima tahun-nya dan berahir sebagai orang bebas.

Setelah bebas, pemerintah colonial memberinya lahan seluar 20 acres di kawasan pemukiman Calcutta namun hanya setengahnya yang benar benar ia terima. Lahan ini yang hingga kini dimiliki oleh keturunan beliau, Zainul Muhammad yang kemudian menuturkan kisah perjalanan kakek buyutnya itu kepada generasi sekarang. Selain itu, Dookie Meah juga membeli lahan seluas 26 acres di Arena tahun 1904. Sampai ahirnya beliau mengalami kebutaan karena serangan penyakit diabetes.

Di tahun 1863, Dookie Meah mendirikan Masjid Calcutta di wilayah pemukimannya, dan ini menjadi bangunan masjid pertama yang berdiri di wilayah jajahan Inggris yang kini menjadi Republik Trinidad & Tobago. Masjid tua yang masih kokoh berdiri hingga kini meski sudah melewati usia satu setengah abad.

Source :


---------------------

Baca Juga