Friday, January 4, 2013

Masjid Kubah Kecubung – Palangkaraya

Rencana Masjid Kubah Kecubung Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah

Bila masjid masjid Dian Al-Mahri di Depok (Jawa Barat) dikenal karena kubahnya yang berlapis emas hingga kemudian masyarakat luaspun terbiasa menyebutnya sebagai masjid kubah emas. Lain Lagi dengan Masjid Agung Kota Palangkaraya, Ibukota Propinsi Kalimantan Tengah, yang kini sedang dalam tahap pembangunan. Masjid Agung Palangkaraya ini nantinya setelah setelah kubahnya bukan dilapisi emas, tapi justru akan menggunakan  batu Kecubung.

Anda tahu Batu Kecubung ?. Para Kolektor batu permata mengenal Batu Kecubung sebagai salah satu Batu Mulia yang cukup bernilai tinggi. Batu yang di nominasi warna ungu sampai merah muda ini memiliki nama asli Amethyst. Ada dua jenis Amethyst yang dikenal secara luas yakni Amethyst Banded dan Ametyhyst Flower yang masind masing dipercaya oleh para kolektor memiliki energi positif bagi meningkatkan daya meditasi, membersihkan aura, menolak energi negatif dan beberapa manfaat lainnya. sementara di Indonesia masih ada jenis batu Kecubung Combong yang memiliki lubang dari atas sampai ke bawah.

Secara ilmiah, Batu kecubung merupakan jenis batuan mineral kuarsa. dalam istilah geologi disebut sebagai batu mineral supercomposite. Selain warnanya yang menarik, batu kecubung juga dikenal memiliki beraneka corak alamiah sebagai akibat proses alamiah yang mencapai jutaan tahun. Batu Kecubung masuk dalam katagori batu mulia kelas 2 dengan tingkat kekerasan 7 pada skala Mohs. Bandingkan dengan tingkat kekerasan berlian yang memiliki tingkat kekerasan 10 Mohs. Maklumlah Intan merupakan batuan alam terkeras yang pernah ditemukan, wajar bila harganya pun selangit.

Menag saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Kubah Kecubung Kota Palangkaraya,  provinsi Kalimantan Tengah
Penggunaan Batu Kecubung sebagai bahan kubah masjid terbilang sangat unik, dan sejauh ini Masjid Agung Palangkaraya ini merupakan masjid pertama yang menggunakan batu mulia sebagai bahan kubahnya. Maklumlah selama ini pulau Kalimantan selama ini memang terkenal hingga ke mancanegara sebagai gudangnya batu permata.

Intan Trisakti yang merupakan intan alami terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia berukuran 166,75 karat, juga ditemukan di pulau Kalimantan pada tanggal 26 Agustus 1965. Jadi wajar bila salah ibukota propinsi di pulau Kalimantan ini menggunakan Batu Kecubung salah satu jenis batu permata yang nilainya jauh dibawah Intan sebagai kubah masjid yang akan menjadi kebanggaan warga disana nantinya.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Kubah Kecubung di Palangkaraya ini telah dilaksanakan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali pada tanggal 18 Juni tahun 2011 lalu dan diperkirakan akan menghabiskan dana hingga 120 milyar. Pak Menteri sendiri berharap bangunan masjid Kubah Kecubung ini dapat diselesaikan selama dua tahun.  Bangunan Masjid Kubah Kecubung ini menempati lahan seluas 3.6 hektar di Jalan RTA Milono Kilometer 4,5 Palangkaraya. Upacara peletakan batu pertama tersebut turut dimeriahkan oleh Bang Haji Rhoma Irama bersama Sonetanya.

Selain ruang sholat, nantinya masjid ini juga akan dilengkapi dengan gudang, ruang majelis taklim, toko dan toilet. Bangunan masjid-nya memiliki luas 12.577 meter persegi, yang antara lain terdiri dari bangunan utama seluas 2.793 meter persegi dan selasar seluas 2.830 meter persegi. Kapasitas masjid ini mencapai hingga 4500 jemaah sekaligus di ruang dalam dan 3800 jemaah di bagian luar.

Sumber pendanaan pembangunanya berasal dari masyarakat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palangkaraya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta sumbangan yang tak mengikat. Lokasi Masjid ini berdiri berada di sisi ruas jalan Banjarmasin - Palangkaraya. Karena itu, mereka yang melintasi jalur tersebut bisa beribadah dan beristirahat di Masjid Kubah Kecubung.

Masjid ini juga diharapkan akan menjadi obyek wisata baru bagi kota Palangkaraya, terutama sebagai obyek wisata rohani bagi kaum muslimin yang kebetulan sedang melintas di daerah tersebut ataupun bagi mereka yang penasaran untuk sekedar membuktikan teori bahwa batu kecubung memiliki energi positif untuk meningkatkan daya meditasi, dalam konteks ini tentunya adalah meningkatkan tingkat kekhusu’an sa’at beribadah di dalam masjid berkubah batu kecubung ini, apalagi bagi anda anda pecinta batu kecubung, maklumlah batu kecubungnya tidak sekedar seukuran batu cincin yang menempel di salah satu jari anda tapi batu kecubung yang sangat buesar berupa kubah masjid dan anda sholat di dalamnya.***

---------------

::: Baca juga :::