Friday, May 31, 2013

Masjid Agung Brussels Dan Tiga Raja

::: Masjid Agung Brussles di taman Cinquantenaire Park :::

Masjid Agung Brussel - Belgia yang terletak di kawasan elit dalam taman Cinquantenaire Park kota Brussel dan tak jauh dari markas  besar Uni Eropa itu pada awalnya tidak diperuntukkan sebagai masjid melainkan sebagai paviliun pameran kebudayaan negeri negeri timur, selesai dibangun tahun 1879 dan setahun kemudian di digunakan sebagai gedung eksebisi nasional Belgia. Di tahun tersebut komunitas muslim Belgia belum lagi dikenal.

Organisasi Islam pertama di Belgia, Islamic and Cultural Centre Belgium, baru berdiri di tahun 1963 atau 84 tahun setelah gedung pameran tersebut selesai dibangun.  Pada awal pendiriannya Islamic and Cultural Center Belgium berkantor di gedung sewaan di kawasan sederhana kota Brussels, berkat bantuan dari kedutaan negara negara Islam di Brussels waktu itu.

Hadiah King Baudouin 

::: Pertemuan Raja Bedoin dan Raja Faisal di tahun 1963 :::
Di tahun 1967 Raja Saudi Arabia, Raja Faisal bin Abdul Aziz melakukan lawatan resmi ke Belgia dan Raja Belgia, Raja Baudouin menghadiahkan gedung pameran taman Cinquantenaire Park kota Brussels yang sudah lama kurang perawatan dan tak terpakai itu kepada Raja Faisal bin Abdul Aziz. Dan momen itulah yang menjadi pembuka jalan bagi pendirian masjid pertama di Belgia untuk mengakomodir kebutuhan ummat Islam Belgia yang saat itu sudah mulai berkembang, sekaligus sebagai pusat kebudayaan Islam di Brussels.

Atas perintah Raja, pemerintah Saudi Arabia kemudian memutuskan untuk mendanai sendiri seluruh biaya rekonstruksi bangunan tersebut untuk mengubahnya menjadi masjid dan pusat kebudayaan Islam pertama di Belgia. Namun takdir menentukan lain, tanggal 25 Maret 1975 Raja Faisal bin Abdul Aziz tewas ditembak oleh keponakannya sendiri Faisal bin Musa'id, yang baru saja kembali dari Amerika Serikat. Saudara Raja Faisal, Khalid bin Abdul Aziz kemudian naik tahta menggantikan beliau.

::: Peresmian Masjid Agung Brussels oleh Raja Khalid bin Abdul Aziz dan Raja bedoin di tahun 1974 :::
Setelah melalui masa yang begitu panjang, proses rekonstruksi dan di arsiteki oleh arsitek Tunisia Boubaker. Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam pertama di Belgia itu diresmikan  penggunaan nya di tahun 1978 oleh Raja Saudi Arabia penerus Raja Faisal, yaitu Raja Khalid bin Abdul Aziz dan Raja Belgia Raja Baudouin.

Kini, Masjid Agung Brussels dan Pusat Kebudayaan Islam Belgia setiap hari disesaki oleh para jemaah yang beribadah disana. Di bulan ramadhan dan dua hari besar Islam, masjid ini benar benar penuh sesak oleh jemaah hingga ke halaman masjid. Tenda tenda yang dipasang oleh pengurus masjid tak mampu untuk menampung jemaah yang ditaksir mencapai 7000 jemaah. Sangat kontradiktif dengan masa awal penggunaan masjid itu ditahun 1978 yang hanya di isi oleh tak lebih dari dua shaf jemaah setiap sholat fardhu.

::: Masjid Agung Brussels dari dekat :::
Perkembangan Islam di Belgia memang mengalami peningkatan tajam. Islam di Belgia sudah menjadi agama terbesar kedua di Belgia. Di tahun 2008 saja pemeluk agama Islam di Belgia diperkirakan mencapai 400 ribu jiwa. Muslim di kota Brussels sendiri sudah mencapai 17% dari total populasi ibukota Belgia itu. Menjadikannya salah satu kota dengan muslim terbanyak di Eropa. Sedangkan bangunan masjid tercatat sudah mencapai 350 masjid, 48 masjid diantaranya sudah di akui oleh Pemerintah, dan mendapatkan dana tahunan bagi aktivitas masjid termasuk gaji untuk para imam masjid yang ditanggung oleh Negara.

Raja Faisal bin Abdul Aziz memang sudah wafat di tahun 1975, Beliau bahkan tak sempat meresmikan masjid yang menjadi hadiah bagi dirinya dari sahabat beliau Raja Belgia Raja Baudouin. Namun jasa jasa beliau tak akan pernah dilupakan oleh muslim Belgia.