Tuesday, November 6, 2012

Islam di Ghana

Masjid Agung Larabanga – Republik Ghana (foto : trekearth.com)

Ghana dulunya bernama Gold Coast, mencatatkan diri dalam sejarah diplomasi dunia sebagai salah satu dari sedikit negara yang warganya mampu menduduki Jabatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Siapa tak kenal dengan Khofi Anan, salah satu mantan Sekjen PBB itu berasal dari Republik Ghana, tempat dimana Masjid Larabanga ini berada. Ghana juga terkenal di dunia internasional sebagai Negara penghasil kakau terbesar. Selain itu Ghana juga dikenal dengan danau Volta, yang merupakan danau dengan permukaan terluas di dunia.

Ghana merupakan salah satu Negara di benua Afrika, berbentuk Republik dengan pemerintahan berbentuk presidensial Konstitusional. Merdeka dari Inggris pada tanggal 6 Maret 1957 dan menjadi sebuah Republik pada tanggal 1 Juli 1960. Ibukota Negara berada di Kota Accra di koordinat 5°33′N 0°15′W. Republik Ghana memiliki semboyan Freedom and Justice. Sedangkan lagu kebangsaannya berjudul God Bless Our Homeland Ghana.

Republik Ghana memiliki wilayah daratan seluas 238,535 km2 , dengan jumlah penduduk di tahun 2010 sekitar 24,233,431 jiwa dan kerapatan penduduk mencapai 101.5 jiwa setiap kilometer persegi. Republik Ghana berbatasan dengan Republik Pantai Gading (Côte d'Ivoire atau Ivory Coast) di sebelah barat, Republik Burkina Paso di sebelah utara, Republik Togo di Timur dan teluk Guyana di selatan. Kata Ghana sendiri berarti Raja Ksatria nama yang juga di ambil dari nama Emperium Ghana Kuno yang pernah menguasai hampir keseluruhan wilayah pantai barat Afrika.

Islam di Ghana

Sebagaimana dirilis oleh Wikipedia, Islam masuk ke Afrika Barat, dimulai dari Ghana pada abad ke-9, karena Ghana merupakan jalur utama perdagangan bagi para pedagang muslim yang datang dari Afrika Utara melalui Mali. Dan pada abad ke-15, Islam semakin menunjukkan identitasnya di Ghana bagian utara. Mayoritas pemeluk Islam di Ghana menganut madzhab Maliki, sedangkan aliran sufi yang dianut adalah Tijaniyah dan Qadiriyah. Ahmadiyah maupun Syi’ah dianut oleh sebagian kecil pemeluk Islam di Ghana.

Lokasi republik Ghana di benua Afrika
Menurut data resmi yang dikeluarkan pemerintah Ghana maupun CIA Worldfact, pemeluk Islam di Ghana berkisar 16%, sedangkan Kristen 63% dan Animis 21%. Sedangkan Islamic population melansir bahwa penganut Islam di Ghana adalah 40%, bukan 16%, dari total penduduk Ghana sebesar 20 juta orang, mayoritas mereka berada di bagian utara Ghana, sedangkan penanut Kristen berada di bagian selatan. Angka ini lebih realistis, mengingat Islam telah menyebar di Ghana sejak abad ke-9 ketika Kerajaan Ghana kuno berkuasa di Kumbi Saleh, Ghana Utara.

Sheikh Hassan Khalid, aktivis Ghanian Islamic Daawa, membenarkan klaim, bahwa penyebaran Islam di Afrika Barat berawal dari Ghana. Sampai sekarang, banyak para kader muslim di Afrika Barat menimba ilmu ke-Islaman di Ghana, khususnya belajar mengenai tafsir al-Qur’an, Hadits maupun Hukum Islam. Hubungan Islam dan Kristen di Ghana adalah yang terbaik di Afrika Barat, karena otoritas pengendali ummat di Ghana dipegang oleh suatu badan yang disebut Muslim Representatice Council. Badan ini menangani masalah-masalah keagamaan, sosial, ekonomi dan hubungan antar agama di Ghana. Juga sebagaimana di Indonesia, badan ini juga mengatur perjalanan Haji bagi kaum muslimini Ghana yang ingin menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Walaupun Ahmadiyah dianut oleh sedikit ummat Islam di Ghana, namun aktivitasnya sangat mengagumkan, karena mereka mempunyai rumah sakit, sekolah dan training center.

Saat ini, ada 3 (tiga) orang yang sangat dihormati oleh ummat Islam di Ghana, pertama Alhaji Aliu MAHAMA, yang diangkat sebagai Wakil Presiden Ghana sejak tanggal 7 Januari 2001. Beliau tokoh muslim Ghana yang amat disegani. Hal ini mengindikasikan bahwa peran ummat Islam di Ghana, khususnya di bidang politik sangat kuat. Kedua, Imam Syaikh Salisu SHABAN, pemimpin spiritual Islam Ghana, ulama sufi terkemuka di dunia dari aliran Tijaniyah. Beliau termasuk salah satu ‘ulama e-haq (scholar of truth)’ yang dikukuhkan pada peringatan maulid Nabi Muhammad s.a.w. di Toronto, Kanada tahun 1999. Ketiga, Prof. Abdullah Botchway, gurubesar tamu di University of Malaya, Malaysia. Baik Imam Salisu Shaban maupun Abdullah Botchway adalah pembicara utama ketika diadakan peringatan maulid Nabi Muhammad s.a.w. di Toronto Kanda, 1999 yang lalu.

Sama halnya dengan Republik Burkina Faso yang memiliki seni arsitektural masjid dari lumpur, Republik Ghana juga memiliki seni budaya yang hampir sama. Bila di Burkina Faso terkenal dengan Masjid Agung Bobo Doulasso, Republik Ghana memiliki Masjid Agung Larabanga yang juga dibangun dengan bahan utama lumpur dan batangan kayu. Sebuah warisan seni arsitektural yang sangat khas dan hanya ada di benua Afrika.***[bujangmasjid].

Baca Juga