Tuesday, November 20, 2012

Masjid Jakarta Islamic Center (JIC)

Jakarta Islamic Center (JIC)

Sulit membayangkan bahwa lahan tempat masjid ini berdiri dulunya adalah bekas lahan prostitusi atau lokalisasi Karamat Tunggak di wilayah Jakarta Utara. Tapi begitulah faktanya. Situs resmi masjid ini menyebut kehadiran Kehadiran Jakarta Islamic Centre (JIC) yang merubah tanah hitam menjadi tanah putih, "min al-dzulumaat ila an-nuur", diharapkan mampu menampilkan citra baru yang memancarkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang menyejukkan nurani.

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Jakarta Islamic Centre adalah organisasi Non Struktural di bawah Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dirancang oleh arsitek Ir. Muhammad Nu’man diatas lahan seluas 109.435 m2, dengan Konsepsi pembangunan JIC merupakan sebuah bentuk fasilitasi fungsi-fungsi kemakmuran masjid yang difasilitasi secara total oleh Pemda DKI Jakarta dengan ciri utamanya, terdapat fungsi peribadatan, fungsi pendidikan dan fungsi perdagangan/ bisnis.

Masjid Jakarta Islamic Center (JIC)
Jl, Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara
Kecamatan Koja, Kotamadya Jakarta Utara
Provinsi DKI Jakarta




Proses pembangunannya bermula di tahun 1997 dengan keluarnya rekomendasi penutupan lokalisasi Kramat Tunggak dilanjutkan dengan dikeluarkan SK Gubernur KDKI Jakarta No. 495/1998 tentang penutupan panti sosial tersebut selambat-lambatnya akhir Desember 1999. Pada 31 Desember 1999, Lokres Kramat Tunggak secara resmi ditutup melalui SK Gubernur KDKI Jakarta No. 6485/1998. Selanjutnya Pemda Provinsi DKI Jakarta melakukan pembebasan lahan bekas komplek lokalisasi Kramat Tunggak.

Masterplan Masjid JIC diwujudkan tahun 2002. Kemudian Agustus 2002 dilakukan Studi Komparasi ke Islamic Centre di Mesir, Iran, Inggris dan Perancis. Pada tahun yang sama, dilakukan perumusan Organisasi dan Manajemen JIC. Masjid bergaya campran Turki dan Timur Tengah ini ini diresmikan pada tanggal 4 Maret 2003 dimasa pemerintahan Gubernur Sutiyoso. Luas bangunan masjidnya mencapai 2200 meter dapat menampung 20.680 jemaah sekaligus

Menilik arsitektural masjid ini kita akan dapat menemukan  beberapa persamaannya dengan Masjid At-Tin di Taman Mini Indonesia, karena memang dirancang oleh Arsitek yang sama. Ir. Muhammad Nu’man yang merancang masjid ini memang sudah terkenal dengan berbagai mahakaryanya termasuk di dalamnya adalah Masjid Salman ITB, Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki, Masjid at-Tin Jakarta, Masjid Islamic Center Jakarta, Masjid Soeharto di Bosnia dan Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan.***

----------------------

::: Baca juga :::