Wednesday, November 7, 2012

Masjid Hazrat Sultan, Astana – Kazakhstan

Masjid Hazrat Sultan, Astana – Kazakhstan (telegraph.co.uk)

Masjid megah satu ini bernama Masjid Hazrat Sultan, berada di kota Astana, ibukota baru bagi Negara Kazakhstan setelah sebelumnya beribukota di Almaty. Masjid Hazrat Sultan ini dibangun dengan kapasitas hingga 5000 jemaah sekaligus menjadikannya sebagai salah satu masjid terbesar di kawasan asia tengah. Pembangunan masjid ini dilaksanakan untuk memperingati 14 tahun pindahnya ibukota Kazakhstan ke Astana

Masjid Hazrat Sultan dibangun di atas lahan seluas 27 Acre atau 10.9 hektar atau setara dengan 11 kali lapangan sepakbola ukuran terluas. Peresmian masjid ini dilakukan langsung oleh presiden Kazakhstan, Nur-Sultan Nazarbayev pada hari Jum’at 6 Juli 2012 lalu. Presiden Nur-Sultan menduduki jabatan presiden Kazakhstan sejak Negara tersebut merdeka dari Uni Soviet tahun 1991, beliau yang kemudian memindahkan Ibukota Negara ke Astana dari Almaty di bulan Juli tahun 1998. 

 

Astana, yang kini menjadi ibukota Negara Kazakhstan sebelumnya tak lebih dari kawasan padang yang luas. Presiden Nur-Sultan yang kemudian merubah kawasan ini menjadi sebuah kota, gedung gedung menjulang ke langit setiap tahun menggantikan padang luas yang sebelumnya eksis disana termasuk pembangunan masjid Hazrat Sultan ini. 

Pembangunan masjid ini sempat memakan korban jiwa ketika terjadi kebakaran hebat di dalam masjid yang sedang dibangun ini. Di bulan Januari 2012 api menghanguskan bagian kubah dan area utama masjid ini yang sedang dalam tahap penyelesaian ahir, di duga api berasal dari percikan api las dari seorang pekerja yang menjadi korban dalam kebakaran tersebut.***