Wednesday, July 31, 2013

Masjid Hancur Gara-gara Tawuran Dua Kelompok di Takalar

















Masjid Baiturrahman yang berada di Kelurahan Pattalassang, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Takalar, rusak parah lantaran menjadi sasaran amuk massa akibat bentrokan dua kelompok pemuda pada Rabu dinihari tadi.

Kepolisian Resor Takalar telah mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pelaku tawuran. Keduanya adalah A, 17 tahun, dan M, 16 tahun. Mereka berasal dari Desa Soreang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Informasi yang dihimpun Tempo, kejadian ini berawal dari sekelompok pemuda yang tengah duduk santai di sekitar masjid. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka meneriaki seorang pemuda yang tengah melintas di jalan raya. Entah dari mana asalnya, seketika muncul kelompok pemuda lainnya yang jumlahnya diperkirakan 40 orang. Bentrokan pun pecah. Akibatnya, kaca dan alat pengeras suara masjid rusak terkena lemparan batu.

Guna mencegah terjadinya bentrokan susulan dan mengantisipasi meluasnya dampak negatif yang dapat terjadi, Kepala Kepolisian Resor Takalar, Ajun Komisaris Besar Nasrun Fahmi, langsung menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintah setempat, pihak TNI, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Takalar.

Pada pertemuan itu, Nasrun meminta agar persoalan itu tidak dikaitkan dengan isi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Menurut dia, kasus ini murni bentrokan antara dua kelompok pemuda yang kebetulan berada di dekat masjid. "Saya meminta kepada warga agar jangan ada saling dendam," kata Nasrun dalam pertemuan yang diadakan di aula Polres Takalar, Rabu, 31 Juli 2013.

Dandim 1426 Takalar, Letnan Kolonel Infanteri Muhamad Ali, yang hadir dalam pertemuan itu, meminta kepada warga Kabupaten Takalar dan Gowa agar menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Dia menduga pemicu bentrokan karena pengaruh minuman keras di kalangan pemuda.