Showing posts with label masjid di kalimantan utara. Show all posts
Showing posts with label masjid di kalimantan utara. Show all posts

Saturday, April 6, 2019

Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan

Aerial view Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan.

Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan dikenal sebagai masjid terbesar di Kota Tarakan dan di provinsi Kalimantan Utara. Sejak selesai dibangun dan diresmikan tahun 2012, masjid selalu menjadi pusat studi dan kegiatan keagamaan seperti pagelaran MTQ dan kegiatan kerohanian lainnya. Di tahun 2017 yang lalu masjid ini menjadi pusat STQ tingkat Nasional.

Komplek masjid ini dibangun di atas lahan seluas 30 hektar, terdiri bangunan utama yang luas dan terdiri dari beberapa lantai yang digunakan untuk sholat dan melakukan kegiatan islami lainnya. Interior masjid dihias dengan ukiran-ukirannya baik di pintu maupun jendela dan tembok-temboknya. Bangunan ini juga dilengkapi dengan jendea jendela besar, sehingga terlihat kemegahannya.

Islamic Center Tarakan
Jl. Sei Sesayap Kelurahan Kampung Empat
Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara



Di bangunan utama juga terdapat kantor dan dua aula yang cukup besar. Masjid ini juga dilengkapi dengan pelataran dan taman yang cukup luas lengkap dengan joging track yang selalu ramai di sore hari. Menariknya lagi di halaman masjid ini juga dibangun sebuah air mancur berukuran cukup besar.

Dan yang paling unik, tak jauh dari air mancur masjid ini masih berdiri kokoh menara bekas pengeboran minyak yang konon sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda menjadi pemandangan unik yang tak kan ditemukan di halaman masjid lain. Menara masjid dibangun terpisah dari bangunan utama ditempatkan dibagian belakang bangunan utama.


Halaman belakang didesain dengan menggunakan batu-batu kecil yang disusun dengan rapi dan apik dengan cara di-paving. Masjid ini memiliki lantai dasar yang digunakan untuk parkir pengunjung, di bagian sudut ruangan banyak ruangan atau bangsal kecil yang sengaja dibuat untuk pengunjung dari luar daerah jika di lokasi masjid tersebut sedang ada perhelatan. 

Tempat Transit Wahyu di Langit

Nama Baitul Izzah memiliki arti sebagai tempat transit wahyu di langit dipilih oleh Dewan Hakim Penamaan Masjid Raya Kota Tarakan. Nama ini diusulkan Iwan Magwan SH, warga Selumit Pantai RT 16.  Sebelum pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Tarakan tanggal 16 Mei 2011, panitia mengumumkan usulan warga yang masuk 10 besar dari total 217 usulan nama Masjid Raya Tarakan yang diterima panitia.

Ketua Dewan Hakim Masjid Raya Tarakan sekaligus sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia Kota Tarakan, K.H. Zainuddin Dalila menyampaikan, terpilihnya usulan warga yang masuk 10 besar maupun penetapan Masjid Raya Tarakan bernama Baitul Izzah merupakan hasil seleksi Tim 11. Tim 11 yang orang-orangnya memiliki berbagai macam keahlian mulai dari ahli bahasa Arab, budaya Islam dan sebagainya yang akhirnya menetapkan usulan nama Baitul Izzah untuk Masjid Raya Tarakan.

Megah, besar dan luas.
Ada 200 lebih usulan nama yang masuk rata rata berupa nama masjid yang sudah banyak digunakan oleh masjid-masjid di Kaltim. Dari sekian banyak usulan kemudian terpilih 10 nama, berdasarkan kesepakatan panitia.
.
Selain memiliki nama yang langka, juga memiliki arti yang luas, baik dari segi bahasa maupun cocok dengan kondisi Kota Tarakan, dipilihlah nama Baitul Izzah.  terpilihnya nama yang menurut tim paling bagus dan belum pernah ditemukan. Sehingga dipilih nama Baitul Izzah.

Baitul Izzah sendiri mengartikan tempat yang berada di antara bumi dan langit. Dalam riwayat Alquran yang berjumlah 30 juz semuanya ditempatkan di Baitul Izzah oleh Allah SWT dan diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW sesuai kebutuhan pada saat beliau diangkat menjadi Rasul kala itu.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Tuesday, April 19, 2016

Islamic Center Nunukan Kaltara

Megah dan menjulang diantara pohon pohon bakai di tepian pantai pulau Nunukan
Islamic Center Nunukan ini resminya bernama Islamic Center Hidayatur Rahma (petunjuk dari Maha Pengasih), resmi digunakan pertama kali pada hari senin 30 November 2015, meski belum rampung 100%. Kegiatan yang pertama kalinya digelar di Islamic Center tersebut yaitu Kegiatan Zikir dan Tabligh Akbar yang diprakarsai oleh Majelis Dzikir Al-Inabah Nunukan dengan mengadirkan Dai dari Jakarta KH.Muhammad Sauqi MZ, putra dari Alamarhum KH. Zainuddin MZ Dai yang didekal dengan julukan Dai Sejuta Umat.

Lokasi Islamic Center Hidayatur Rahma Nunukan

Jl. Sungai Jepun, Kelurahan Mansapa
Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan
Propinsi Kalimantan Utara


Pusat kegiatan Islam yang menjadi kebanggaan masyarakat Nunukan ini posisinya berada persis di depan Kantor Bupati Nunukan, di Jalan Sungai Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Kabupaten Nunukan adalah kabupaten paling utara di propinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Perbatasan darat dengan Malaysia membentang di wilayah pulau Kalimantan dan pulau sebatik serta perbatasan peraian di sebelah utara pulau Nunukan. Kondisi geografis dan politis Nunukan yang juga sebagai ibukota Kabupaten Nunukan menjadikan pulau Nunukan sebagai gerbang utama perlintasan RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Utara.

Pengunaan Perdana Islamic Center yang diberi Nama Hidayatur Rahma hadiri Bupati Nunukan, Drs H Basri Msi, beserta Wakil Bupati Nunukan, Hj Asmah Gani, Unsur Pimpinan Komunikasi Daerah, Kepala-Kepala SKPD di Lingkungan Pemda Nunukan, serta ribuan masyarakat Nunukan. Selain itu turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan H.M.Shaberah berserta Istri dan para Pegawai di Lingkungan Kemenag Nunukan.

Tampak depan Islamic Center Nunukan

Termegah di perbatasan Negara

Islamic Center Nunukan ini dibagun sejak 2013 merupakan bagian dari program Gerbang Emas (Gerakan Membangun Ekonomi Aman dan Sejahtera) yang dicanangkan Pemkab Nunukan. Bangunan masjid nya yang merupakan bangunan utama di komplek ini mampu menampung hingga 8000 jemaah. Bangunan Islamic Center ini selain untuk melaksanakan sholat fardu, juga akan difungsikan sebagai wadah atau tempat kegiatan belajar mendalami ajaran agama dan kegiatan keislaman lainnya.

Untuk pendanaan bangunan Islamic center, Pemkab Nunukan mengucurkan dana dengan sistem pembiayaan multiyear dari APBD Nunukan tahun 2013 hingga tahun 2015, dan menghabiskan dana sedikitnya 300 milyar rupiah. Keseluruhan bangunan berdiri di atas lahan seluas 10 hektar. Bangunan Islamic Center Hidayatur Rahma Nunukan ini menjadi bangunan masjid termegah di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Pembangunan Islamic center tersebut adalah salah satu cita-cita pembentukan dari Forum Umat Islam Kabupaten Nunukan. Gagasannya berasal dari mantan Sekda Nunukan, H Zainuddin HZ dan mantan kepala Kantor Kemen-terian Agama Kabupaten Nunukan, Drs HAbu Ubaedah yang kala itu meminta FUI Nunukan untuk mengajukan proposal pembangunan Islamic center di Kabupaten Nunukan. Sejak 2009, FUI sudah mengajukan proposal  beberapa kali, namun karena terbentur dengan proses pembe-basan lahan, baru 2013 proposal disetujui. ***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga