Sunday, November 6, 2016

Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah Lombok Barat

Dibangun oleh seorang pengusaha muslim untuk para Santri dan masyarakat muslim Lombok Barat, Masjid Al-Kautsari berdiri megah di tengah komplek Pondok Pesantren Al-Aziziyah Gunung Sari, Lombok Barat, NTB.

Masjid Agung AL - Kautsari Al - Aziziyah adalah masjid megah di dalam komplek lembaga pendidikan Islam Pondok Pesantren Aziziyah yang terletak di Desa Kapek Kabupaten Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunannya dilakukan sejak tahun 2001 dan diresmikan pada hari Ahad, 25 Maret 2007 oleh DR HM Bhakty Kasry selaku pimpinan PT. Pandu Siwi Sentosa, disaksikan oleh Tuan Guru Mustafa Umar, Ust M Arifin Ilham, Gubernur NTB, H Lalu Serinate dan Ketua DPRD NTB.

Di Ahir Bulan Juli hingga Agustus 2016 yang lalu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI, dan Kabupaten Lombok Barat mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan salah satu mata lomba bidang tahfidz. Pemkab Lombok Barat menetapkan dua lokasi yakni, Becingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat dan Masjid Agung Al-Kautsari Al-Aziziyah di Pondok Pesantren Al-Aziziyah ini.

Masjid Agung AL - Kautsari Al - Aziziyah
Jl. Raya Tanjung, Gn. Sari,
Kabupaten Lombok Barat
Nusa Tenggara Barat 83351


Masjid Agung AL - Kautsari Al – Aziziyah dibangun tiga lantai dengan ukuran 56 x 21 meter, berkapasitas 200 jemaah, dilengkapi dengan dua menara dengan nuansa Masjidil Haram yang sangat kental. Sebagian besar dana untuk pembangunan masjid ini berasal dari Pimpinan PT Pandu Siwi Sentosa (PSS), DR HM Bhakty Kasry. Konon dana yang sudah dikeluarkan sekitar Rp 3.5 milyar.

Uniknya pembangunan masjid yang begini megah ternyata “di-arsiteki” langsung oleh (almarhum) Tuan Guru H. Musthafa Umar, pengasuh pondok pesantren ini. Beliau bukanlah seorang arsitek, dan masjid ini tidak memiliki cetak biru rancangannya. Beliau hanya menggambarkan bentuk masjid yang di-inginkan seperti ornamen bentuknya seperti ornamen Masjidil Haram.

Pusat Aktivitas Pondok Pesantren Al-Aziziyah

Masjid Al-Kautsar Mataram menjadi Jantungnya Pondok Al-Aziziyah, Masjid Al-Kautsar tidak saja digunakan untuk pelaksanaan ibadah mahdlah semata, melainkan juga berbagai aktivitas keilmuan, pembinaan bahasa santri dan kegiatan kemasyarakatan. Di sinilah kehidupan santri dan masyarakat Pesantren Al-Aziziyah berdetak. Dari masjid ini semua bermula, dan ke masjid ini semua kegiatan santri dan masyarakat bermuara.

Jantung Ponpes Al-Aziziyah. Selain sebagai pusat peribadatan, Masjid Al-Kautsari Al-Aziziyah ini menjadi pusat aktivitas rutin di Pondok Pesantren Al-Aziziyah.

Masjid ini tak pernah sepi dari kegiatan para santri yang berjumlah sekitar 1500 orang. Sejak dini, para santri dituntun agar hatinya senantiasa melekat kuat dengan masjid. Ia tidak saja sebagai simbol keagamaan, melainkan sarana yang paling kondusif untuk membina kepribadian santri dari segala dimensinya. Dari masjid semua aktivitas pendidikan dan pengajaran berangkat, khususnya pembinaan mental dan spiritual para

Satu jam sebelum azan Shubuh berkumandang, masjid ini telah riak dengan suara santri membaca Al-Qur’an. Mereka melakukan murajaah dari hafalan yang diperoleh sebelumnya. Tidak itu saja, mereka juga memanfaatkan waktu mustajabah itu untuk mempelajari pelajaran yang akan diajarkan di sekolah pagi harinya. Semua itu dilakukan setelah mereka melakukan shalat tahajjud dan ibadah sunnah lainnya. Sebagai jantung dari Pesantren Al-Aziziyah, sengaja masjid ini didesain untuk bisa menampung para santri dan masyarakat sekitar.

Referensi