Sunday, November 20, 2016

Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan

Terang dengan warna Kuning dan merah bara. Masjid Agung Istiqomah Tapakuan tampil menawan sebagai landmark kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Tapak Tuan adalah ibukota kabupaten Aceh Selatan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Sebuah kota yang mendapatkan gelar sebagai kota Naga dari legenda masa lalu yang kemudian di abadikan menjadi nama kota tersebut. Sesuai dengan namanya, di tepian pantai di kota ini memang terdapat sebuah jejak tapak kaki berukuran sangat besar yang disebut sebut sebagai bekas tapak kaki dari Teuku Tuan sang penakluk naga. darisanalah kemudian tempat tersebut dikenal dengan nama Tapak Tuan.

Tapak Tuan memiliki bangunan masjid dengan arsitektur manawan dengan nama Masjid Agung Istiqomah. Dibangun dalam arsitektur Arabia yang sangat kental dengan sentuhan tradisi setempat. Tak hanya bentuk bangunannya yang megah dan begitu menonjol, pilihan warna masjid ini pun terang menyala dengan padanan warna merah bata dan kuning terang. Lokasinya yang hanya terpaut sekitar lima puluh meter dari bibir pantai menjadikan masjid ini tidak hanya terlihat dari daratan tapi juga dari arah laut.

Masjid Agung Istiqomah Tapaktuan
Jl, Jendral Sudirman, Tapaktuan
Kab. Aceh Selatan, Prov. Nangroe Aceh Darussalam
Indonesia


Berdasarkan data dari departemen agama, Masjid Agung Istiqomah pertama kali dibangun tahun 1930 diatas tanah wakaf. Bangunan tersebut kemudian direhab sehingga ke bentuknya saat ini. Bangunan utama Masjid Agung Istiqomah Tapaktuan ini berdenah segi empat, dengan satu kubah utama berukuran cukup besar di atap masjid di apit dengan empat menar di ke empat sudut atapnya, ditambah dengan satu Menara utama setinggi sekitar 30 meter berada di pekarangan depan masjid, terpisah dari bangunan utama.

Selain bangunan nya yang megah, masjid ini juga dilengkapi dengan taman yang cukup luas dengan tanaman pavoritnya adalah 8 pohon kurma yang sudah berbuah dengan rasa manis dan tanpa biji. Taman yang asri yang ditumbuhi pohon palem dan rumput hijau membuat para jamaah sejuk dan nyaman saat memasuki area masjid.

Selain digunakan sebagai sarana keagamaan seperti salat berjamaah masjid ini juga sering digunakan untuk acara-acara hari besar islam, dalam lingkup kabupaten termasuk pelepasan dan penyambutan Jemaah Haji kabupaten Aceh Selatan. Di pelataran Masjid ini juga merupakan tempat dilaksanakannya hukuman cambuk bagi mereka yang terbukti melanggar hokum Islam yang berlaku di Nangroe Aceh Darussalam.***