Sunday, August 7, 2016

Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu

Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu di Kota Bengkulu

Masjid Raya Baitul Izzah merupakan masjid terbesar kedua di Bengkulu setelah Masjid Agung At-Taqwa di Kelurahan Anggut Atas. Masjid yang berdiri di simpang empat Padang Harapan Kota Bengkulu itu merupakan salah satu masjid yang selalu dipadati jamaah. Selain tempat beribadah umat Islam di Kota Bengkulu, masjid ini juga sekaligus tempat kegiatan keagaaman Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Lokasi dan Alamat Masjid Raya Baitul Izzah

Masjid Raya Baitul Izzah
Jl. Asahan Raya (Jl. Pembangunan), Padang Harapan
Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu, Indonesia
Koordinat Geografi : 3°49'16"S   102°17'14"E


Sejarah Masjid Raya Baitul Izzah

Masjid Raya Baitul Izzah pada awalnya di bangun tahun 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Bengkulu, Drs. A. Chalik, dibangun di atas lahan seluas 1225 m2 dengan nama Masjid Raya Bengkulu. Proses pembangunan Masjid selesai tahun 1979 dan diresmikan oleh wakil presiden RI ketika itu, H. Adam Malik. Tahun 1995 dilakukan pemugaran oleh Gubernur Drs. Aziz Ahmad dengan memeperluas menjadi 1600 m2. dan Sekaligus merubah nama dari Masjid Raya Bengkulu menjadi Masjid Baitul Izzah.

Presiden SBY Kamis 19 Oktober 2006 petang shalat Tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Baitul Izzah setelah sebelumnya melakukan berbuka puasa bersama dengan para gubernur se-Sumatera, dan para bupati se-Bengkulu serta para pejabat pemerintahan daerah lainnya. Acara buka puasa bersama berlangsung di Gedung Gubernuran Balai Raya Semarak. Usai berbuka puasa dan shalat Maghrib berjamaah, malam harinya Presiden dan Ibu Negara shalat Tarawih di Masjid Baitul Izzah bersama-sama dengan masyarakat Bengkulu.

Penjaga makam Nabi Muhammad, Sheikh Said Adam O-Agra dari Madinah pernah datang berkunjung ke Masjid Raya Baitul Izzah atas undangan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudin, pada tanggal 28 September 2009 dalam rangka peringatan dua tahun gempa di Bengkulu yang terjadi pada 28 September 2007. Beliau datang ke Bengkulu ditemani oleh Syekh Ali Soleh Muhammad Ali Bin Ali Jaber, salah satu imam Masjid Nabawi.

Masjid Raya Baitul Izzah dan Islamic Center Bengkulu

Acara peringatan tersebut dilakukan dengan penyelenggaraan sholat ashar berjamaah yang di-imami oleh Syekh Ali Soleh Muhammad Ali Bin Ali Jaber. Sheikh Said Adam O-Agra tidak menjadi imam dalam sholat tersebut mengingat usianya yang sudah 88 tahun dan tidak kuat berdiri lama, Setelah sholat, Sheikh Said Adam O-Agra membagikan sajadah dari Madinah kepada masyarakat Bengkulu.

Masjid Raya Baitul Izzah juga dilengkapi dengan Gedung Islamic Center yang selesai dibangun Sabtu 6 Agustus 2011. Gedung Islamic Center berlantai dua dan mampu menampung 2000 jemaah. Bangunan Islamic Center yang baru tersebut dapat digunakan sebagai tempat pertemuan, pengajian, seminar dan lain lain sebagaimana dijelaskan oleh Imam Masjid Raya Baitul Izzah, Rusli M Daud.  Lantai satu bangunan yang menyatu dengan Masjid Baitul Izzah digunakan sebagai gedung serba guna, termasuk untuk acara pernikahan. Lantai dua untuk seminar agama, pengajian dan lain sebagainya.

Pembangunan Islamic Center tersebut juga bersamaan dengan pembenahan Masjid Raya Baitul Izzah. Sebelumnya pada tahun 1997 Masjid Raya Baitul Izzah sudah pernah direnovasi dengan menambah luas bangunan dari 25 x 25 meter menjadi 40 X 40 meter dengan kapasitas 2.500 jamaah. Kubah masjid diganti dari kubah biasa menjadi kubah yang megah tanpa menggunakan tiang tengah. Dinding dalam bagian atas dilukis ornamen yang bertuliskan Asmaul Husna atau 99 nama Allah SWT. Kedua dinding masjid sengaja terbuka, agar terasa sejuk karena Kota Bengkulu cuacanya cukup panas.

Masjid Raya Baitul Izzah mempunyai tiang bulat dan persegi empat serta pagar setinggi 1 M dari kaca dengan corak perpaduan Timur Tengah dan Indonesia. Masjid ini berlokasi di Bengkulu dan menjadi masjid Propinsi.

Referensi

wisatasejarah.wordpress.com - Sejarah Masjid Raya Baitul Izzah