Sunday, August 28, 2016

Masjid Raya Al-Amin Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan

Humbang Hasundutan (Humbahas) adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera, dibentuk pada tanggal 28 Juli 2003 sebagai daerah otonomi baru pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara. Kabupaten Humbahas Beribukota di Dolok Sanggul, memiliki luas 2.335.33 km2 dengan penduduk di tahun 2010 sejumlah 171.650 jiwa. Kabupaten ini berada di ketinggian 330-2.075 meter dari permukaan laut dengan suhu udara yang sejuk. Lembah Bakara, salah satu lembah terkenal di Sumatera Utara dan merupakan kampung halaman dari Pahlawan nasional Sisingamangaraja XII berada di kabupaten Huhambas ini.


Bila anda pecinta kopi, Kabupaten Humbahas adalah salah satu penghasil kopi yang merupakan komuditas utama dari perkebunan daerah ini. Kabupaten Humbahas juga merupakan penghasil kemenyan yang aroma-nya semerbak itu. Kemenyan merupakan komuditas terbesar kedua dari kabupaten Humbahas. Mayoritas penduduk Humbahas merupakan petani, dari sektor ini, cabe merupakan hasil pertanian terbesar Humbahas.

Muslim merupakan minoritas di Kabupaten ini, namun demikian di kota Dolok Sanggul yang merupakan ibukota Kabupaten Humbahas berdiri sebuah masjid raya yang dikenal dengan nama Masjid Raya Dolok Sanggul. Dolok Sanggul merupakan salah satu kota yang berhawa sejuk karena ketinggian lokasinya yang berada di Bukit Barisan. Kota ini hanya berjarak sekitar 45 menit dari bandara Sibolangit di Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, yang melayani jalur udara bagi para wisatawan yang hendak pelesir ke Danau Toba.

Alamat Masjid Raya Al-Amin
Jl. Siliwangi, Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan
Provinsi Sumatera Utara, Indonesia



Masjid Raya Dolok Sanggul berada di tengah Kota Dolok Sanggul, tepatnya di tepi Jalan Raya Siliwangi. Letaknya sekitar 10 meter dari Hotel & Resto Bukittinggi. Keberadaan-nya cukup mencolok dengan warnanya yang hijau terang, terutama dari bentuknya yang amat berbeda dengan sejumlah bangunan lain di kota itu. Ditambah lagi dengan posisinya berada di tepi jalan raya yang kerap dilintasi para pedagang dan pelintas dari kabupaten lain termasuk dari Medan. Keberadaan masjid ini bukan hanya dibutuhkan bagi sekitar 6.000 jiwa muslim Dolok Sanggul, namun juga bagi para pedagang dan pelintas dari berbagai daerah, terlebih wisatawan yang tengah berwisata di Humbahas.

Arsitektur Masjid Raya Dolok Sanggul

Arsitektur masjid ini tak begitu khas, hampir seperti kebanyakan masjid modern lainnya. Bagian atapnya ada 3 kubah berwarna putih besi. Kubah paling besar berada di atap bangunan utama, di tengah-tengah. Dua lagi di bagian kiri dan di atas sebuah menara yang sebagian bangunannya menempel dengan bangunan utama masjid. Sebelum memasuki halaman masjid ini, ada gerbang berbentuk gapura kotak polos tanpa tulisan nama masjid. Gapura itu berwarna hijau senada dengan warna dominan masjid dengan garis tepi (list) kuning dan hitam pada bagian bawah.

Halaman masjid ini berlantai semen ada plang putih dengan tulisan hitam yang cukup menarik perhatian “Pastikan Anda Telah Mengkonsumsi yang Halal”.  Di halaman masjid juga, ada plang hijau bertuliskan putih “Dilarang Meletakkan Sandal, Slop, Sepatu, Terompa di Tangga. Kenaziran Masjid Raya Dolok Sanggul”. Tempat wudhu dan toilet berada di belakang masjid.

Ruang lantai dasar

Ruang lantai dasar masjid berpondasi 4 pilar berwarna senada dengan dinding masjid, hijau terang dan tua dengan list warna kuning. Karpet sajadahnya hanya terbentang dua baris dan kondisi sajadahnya pun terlihat sudah usang. Di bagian depan ruang itu ada ruang khusus imam dan penceramah, lengkap dengan podium mimbar kayu berwarna coklat. Di belakang mimbar ada setumpuk gulungan karpet sajadah dan sound system.

Ruang utama shalat di masjid itu ada di lantai satu, bukan di lantai dasar. Untuk sampai ruang utama masjid ini, melewati undakan tangga dengan pagar dari besi berwarna putih. Pintu ruang utamanya terbuat dari kayu berwarna coklat bagian atapnya melengkung setengah lingkaran. Begitupun dengan bentuk dan list jendela kacanya.  Di bagian atas jendela ada 4 jendela kecil dari kaca patri dengan tulisan Allah dan Muhammad.

Ekterior dan interior Masjid Raya Al-Amin Dolok Sanggul

Ruang Utama

Suasana interiornya tertata dan bersih. Karpet sajadah berwarna merah terhampar di seluruh lantainya. Ruangan ini terbagi dua, di bagian depan khusus untuk jamaah laki-laki, sedangkan di belakang dengan pembatas gorden kain untuk jamaah perempuan. Di ruang  perempuan terbagi dua lagi, bawah dan bagian atas yang dibatasi pagar besi putih. Di tengah ruangan utama beratap putih ini, ada kubah bagian dalam yang berlukis langit berwana biru dengan awan putih yang berarak-arak. Di bagian bawahnya ada kaligrafi bertuliskan deretan asma'ul husna. Di tengah kubah, menggantung lampu hias kristal berwarna putih gading. Di ruangan ini juga terdapat ruang khusus imam dan penceramah dengan podium mimbar dari kayu berukir berwarna coklat tua. Di samping kiri mimbar ada sajadah khusus imam berlapis dua yang terhampar di atas karpet juga berwarna merah.

Dari 4 jendela kaca dalam ruangan utama ini, dapat terlihat dengan jelas Jalan Raya Siliwangi dan deretan bangunan ruko, rumah makan, losmen, dan lainnya di kiri-kanannya. Dekat pintu keluar ruangan dalam ini, ada kotak infaq terbuat dari besi dengan 4 penyangga yang cukup tinggi berwarna hijau. Di dinding luar masjid bagian atas yang menghadap ke jalan raya, tertera Surat Al-Baqarah. Sedangkan di bawahnya ada Surat Iqra, Al-Fatihah, dan Surat Annas dengan tulisan berwarna hitam masing-masing di beri kotak dengan warna dasar hijau terang dan list warna kuning. Di seberang masjid ini terdapat Rumah Makan Islam Suka Raya yang menjual Mie Ayam Halal.

Halal Bihalal muslim 4 Kabupaten

Masjid Raya Dolok Sanggul ini menjadi tempat Halal Bihalal bagi muslim di empat kabupaten bertetangga yakni, kabupaten Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Samosir. Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus MUI dari empat Kabupaten, tokoh Muslim Humbahas dan 900-an kaum muslimat dan muslimin. Pada halalbihalal ini, panitia juga menghadirkan Ustad Samsyul Arifin dari Jakarta sebagai penceramah. Kegiatan Halal bihalal ini dirangkai dengan pengukuhan pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Raya Doloksanggul.

kegiatan tersebut sebuah tradisi saling memaafkan selepas ramadhan dan idul fitri yang rutin diselenggarakan umat muslim, sebagaimana disampaikan oleh Ketua panitia, Jonris Simanullang dalam laporannya. Sekaligus menjadi wadah silaturahmi dan penghapus kerinduan sesama muslim di empat kabupaten bertetangga tersebut. Adapun Badan Pengurus PKM Masjid Raya Doloksanggul yang dikukuhkan adalah H. Ir Zainal Abidin Sihite sebagai ketua, Anggiat Simanullang ST, MT sebagai Sekretaris dan Alhaijun Munthe S.Pdi sebagai bendahara serta seksi seksi dan puluhan kepala bidang.***