Showing posts with label Masjid di Kabupaten Muara Enim. Show all posts
Showing posts with label Masjid di Kabupaten Muara Enim. Show all posts

Saturday, January 20, 2018

Masjid "Kubah Pelangi" Al-Baniah Ujan Mas

Masjid Al-Baniah atau Masjid Kubah Pelangi di desa Ujan Mas Lama.

Masjid dengan kubah warna warni ini sebenarnya bernama Masjid Al-Baniah namun karena warna kubah kubahnya yang warna warni seperti pelangi itu, masyarakat disana menyebutnya dengan masjid kubah pelangi.

Masjid ini berada di Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia. Masjid ini masih baru dan belum sampai setahun sejak diresmikan oleh Bupati Kabupaten Muara Enim – Muzakir Sai Sohar – pada tanggal 31 Maret 2017 yang lalu.

Masjid Al-Baniah
Jl. Jendral Sudirman, Desa Ujan Mas Lama
Kec. Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim
Sumatera Selatan 31351



Rancangan bangunan masjid ini sebenarnya sama saja dengan bangunan masjid pada umumnya hanya saja pemberian warna pada kubah kubah nya yang membedakan masjid ini dengan masjid masjid lainnya. denah bangunan nya seperti denah masjid Raya Al-Mashun Medan dengan denah lantai belah ketupat.

Masing masing sudut dilengkapi dengan beranda dan setiap beranda ini dilengkapi dengan kubah warna warni di atapnya, sehingga keseluruhan masjid ini memiliki lima kubah termasuk kubah utamanya yang berada di tengah. Salah satu beranda yang berada di sisi barat berfungsi sebagai ruang mihrab masjid.

masjid megah yang berada di tepian jalan lintas tengah sumatera ini kini menjadi kebanggaan Masyarakat Kabupaten Muaraenim khususnya warga Desa Ujan Mas. karena keunikannya masjid ini kini ramai dikunjungi warga yang melintas di kawasan tersebut.

Interior Masjid Kubah Pelangi.

Dibangun pengusaha muslim setempat

Dana pembangunan masjid ini seluruhnya ditanggung oleh Bpk. M. Teguh, seorang pengusaha muslim setempat yang merupakan seorang mualaf. Pembangunannya memakan waktu selama dua tahun, anda dapat melihat foto masjid ini saat dalam proses pembangunan tahun 2015 yang lalu di street view google map di atas.

Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar saat meresmikan Masjid Albaniah, mengatakan, dirinya sangat berharap agar masjid ini nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga untuk beribadah, apalagi bentuk masjid ini sangat indah dan megah.

Sementara Bpk. M. Teguh berharap agar masjid ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk menjalankan ibadah dan dijaga oleh masyarakat sehingga dapat selalu kelihatan bagus. Usai peresmian masjid Albaniah langsung dilaksanakan salat Jumat perdana dan bertindak sebagai khatib dan imam ustadz kondang H Taufik Hasnuri dari Palembang.

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Tuesday, April 12, 2016

Masjid Babussalam Islamic Center Kabupaten Muara Enim

Megah bersahaja. 
Muara Enim adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan. Sebelum bernama “Kabupaten Muara Enim”, kabupaten ini dahulunya sempat bernama “Kabupaten LIOT” yang merupakan singkatan dari “Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah”. Lematang dan Ogan yang ada dalam singkatan nama itu merupakan nama sungai yang mengalir di dalam wilayah kabupaten tersebut, namun kemudian nama tersebut diganti dengan nama Kabupaten Muara Enim mengikuti nama ibukota kabupaten yang berada di kelurahan & kecamatan Muara Enim.

Masjid Babussalam Islamic Center ini merupakan Masjid Agung Kabupaten Muara Enim, propinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI). Dalam dokumen resmi pemerintahan Kabupaten Muara Enim, Masjid ini disebut dengan nama “Islamic Center BP4ABI Kabupaten Muara Enim”. Sehari sehari lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Masjid Babussalam Islamic Center.

Alamat Masjid

Jl. Mayjen Tji Agus Kiemas, S.H - Lintas Kepur
Muara Lawai - Kabupaten Muara Enim
Sumatera Selatan


Pertama kali diresmikan pada tahun 2008 kemudian diperluas tahun 2014 dengan bantuan dana dari PT. Bukit Asam. Peletakan batu pertama pembangunan perluasan masjid ini dilakukan pada tanggal 25 November 2014 sekaligus penandatangan MoU antara pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk yang mengucurkan dana Rp. 9.2 Milyar untuk pembangunan perluasan masjid ini. Penandatanganan MoU pemberian bantuan tersebut dilakukan antara Direktur Umum dan SDM PTBA Maizal Ghazali dengan Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar disaksikan langsung Wagub Sumsel Ishak Mekki. Masjid ini juga berfungsi sebagai Pusat Pengembangan Islam (Islamic Center) Kabupaten Muara Enim.

Pada awalnya masjid ini disebut sebagai Masjid Agung Raya, karena memang berfungsi sebagai masjid Agung Kabupaten. Penggunaan nama Masjid Agung Raya untuk masjid ini, dikarenakan sebelumnya sudah ada Masjid Agung Muara Enim yang berada di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5 Kelurahan Pasar, Muara Enim yang sudah berdiri sejak tahun 1992.

Fasilitas Masjid

Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI) Kabupaten Muara Enim selaku pengelola komplek Islamic Center ini memiliki empat bidang kegiatan, yakni pembinaan umat, pendidikan dan latihan, seni budaya Islam, dan ekonomi umat. Selain bangunan Masjid Babussalam yang menjadi bangunan utama, di komplek Islamic Center ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan agama Islam dan asrama, Islamic Center Muara Enim.

Selain memiliki bangunan yang indah, komplek Islamic Center ini juga diperindah dengan pekarangan dan taman yang luas dengan jalan-jalan akses menuju masjid dari fasilitas kompleks Islamic Center lainnya. Jalan ini tertata rapi dengan deretan lampu hias di kanan-kiri, sekaligus menjadi petunjuk ke arah masjid pada malam hari.

Meski dibangun begitu megah dengan empat Menara tinggi di empat sudut-nya, bangunan masjid ini dirancang sederhana dan bersahaja tanpa banyak ornamen penghias baik dibagian luar maupun dibagian dalam masjid. Ruang utama masjid pun memberikan kesan bersahaja. Tidak banyak elemen hias di dinding bagian dalam masjid dengan aksen jendela minimalis. Ornament kaligrafi di bagian atas dinding diletakkan di dinding mengelilingi bagian dalam masjid. Lampu hias dan sabuk plakat emas mengelilingi bagian bawah kubah juga dirancang bersahaja.

Salah satu pelatihan yang cukup menarik minat masyarakat di masjid ini adalah pelatihan qosidah dan Syarofal Anam. Syarofal Anam memang dikenal luas di wilayah Sumatera Bagian Selatan sebagai salah satu kesenian daerah setempat yang bernuansa Islami dengan alat music rebana dalam sebuah persembahan yang khas.***

-----------------ZZZ-----------------