Showing posts with label masjid di sumatera selatan. Show all posts
Showing posts with label masjid di sumatera selatan. Show all posts

Saturday, May 11, 2019

Masjid Agung Al-Muhtadin OKU Selatan

Masjid Agung Al-Muhtadin Komplek Islamic Center Muaradua, Kabupaten OKU Selatan.

Masjid Agung Al-Muhtadin adalah masjid agung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan atau disingkat OKU Selatan, provinsi Sumatera Selatan. Masjid Agung atau lebih terkenal disebut dengan Masjid Islamic Center Muara Dua ini merupakan masjid kebanggaan masyarakat kabupten OKU Selatan. Masjid Agung dengan luas setengah lapangan sepakbola ini memang berada didalam kompleks Islamic center kabupaten OKU Selatan.

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan. Merupakan hasil pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ulu yang diresmikan dengan UU No.37 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003. Kabupaten ini diresmikan pada 16 Januari 2004 di Muara Dua, ibu kota kabupaten OKU Selatan.

Islamic Center Muaradua
Jl. Muara Dua - Liwa, Kelurahan Batu Belang Jaya
Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Sumatera Selatan 32211



Masjid Agung Al-Muhtadin ini diresmikan oleh Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo, B. Commerce pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 yang lalu. Bangunan masjid yang masih gress, selain baru diresmikan masjid ini juga masih dilanjutkan pembangunannya termasuk pembangunan fasilitas fasiltas pendukungnya sebagai masjid agung dan Islamic center.

Upacara peresmian masjid Agung ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati OKU Selatan dan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang di isi tausiyah oleh Kyai H. Zulfan Baron, S.Pd.I, M.Si,  pengasuh Ponpes Al Fakriya Baturaja.

Interior Masjid Agung Al-Muhtadin.
Al-Muhtadin yang menjadi nama masjid ini secara harfiah bermakna sebagai tempat mendapatkan hidayah atau petunjuk. Namun demikian penggunaan nama Al-Muhtadin ini sempat menuai penolakan dari masyarakat karena nama tersebut juga merupakan nama dari Bupati OKU Selatan sebelumnya yang juga merupakan bupati pertama di kabupaten tersebut sekaligus inisiator pembangunannya.

Sebelum diresmikan pada tanggal 28 Maret 2019, masjid ini telah digunakan untuk pelaksanaan Jum’at berjamaah sejak tangga 1 Maret 2019. Peresmian masjid kebanggaan warga OKU Selatan ini dihadiri oleh para pejabat Kabupaten, tokoh masyarakat dan ribuan warga muslim setempat.


Upacara peresmian masjid tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat OKU Selatan yang juga Bupati Pertama OKU Selatan, H Muhtadin Sera’i. Dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan penjelasan bahwa pemberian nama Al-Muhtadin untuk masjid tersebut bukanlah keinginan beliau dan keluarga namun merupakan keputusan musyawarah pemkab dan para tokoh masyarakat setempat. Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini memang sudah digagas pembangunannya sejak masa pemerintahan Bupati H. Muhtadin Sera’I (2005-2015) beliau juga yang menggagas pembangunannya dan baru dapat diselesaikan pada masa Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Sedikit berbeda dengan daerah lain, Masjid Agung Kabupaten OKU Selatan ini dibangun cukup jauh dari komplek perkantoran Bupati yang terpaut sekitar 6 KM dari masjid ini.
Masjid Agung Al-Muhtadin dibangun tiga lantai, lantai satu digunakan untuk sholat berjamaah, lantai atas atau balkon digunakan untuk tempat Sholat dan mengaji serta lantai basement sebagai tempat whudu. Lokasinya berada di dalam komplek Islamic Center yang mempunyai luas secara keseluruhan mencapai tiga hektar. Selanjutnya akan dilanjutkan pembangunannya untuk dilengkapi dengan aula serbaguna, asrama haji dengan 50 kamar, lokasi parkir dan Rumah untuk pengurus masjid.

Sumber dana

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini dimulai sejak tahun 2013. Pendanaannya bersumber dari APBD kabupaten secara multi year. Dari beberapa media disebutkan; pada tahun anggaran 2014 dikucurkan dana sebesar Rp. 14 Milyar rupiah, dilanjutkan tahun anggaran 2015 kembali dikucurkan anggaran sebesar Rp. 20 Milyar rupiah, secara umum terdiri dari anggaran finishing masjid Rp 12 miliar, pembangunan aula dan perumahan masjid sebesar Rp 8 miliar.

Masjid Agung Al-Muhtadin pada saat proses pembangunan.
Sempat ditargetkan penyelesaian pembangunan masjid ini yang diharapkan selesai di ahir tahun 2015. Target penyelesaian di tahun 2015 tak berjalan sesuai rencana, pihak pemkab menghentikan kerjasama dengan rekanan pembangunan masjid ini yang ternyata di blacklist. Setelah dikonfirmasi ke LPP ternyata perusahaan rekanan tersebut bermasalah di Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Musi Banyuasin

Etalase Sumbangan

Sejak dilaksanakan sholat Jum’at pertama di masjid ini, ada etalase unik di masjid ini. Etalase yang disiapkan oleh pengurus masjid bagi Jemaah berupa makanan dan minuman, masyarakat bebas untuk mengambil isi etalase dan bebas untuk meletakkan sumbangannya di etalase tersebut.

Pada Sholat Jum’at pertama di Masjid Agung tersebut sebanyak 250 nasi bungkus dan 5 dus air mineral habis dibagi kan secara percuma kepada jamaah masjid. Nasi bungkus dan air mineral tersebut berasal dari sedekah yang dimasukkan ke dalam etalase sumbangan.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Referensi

Saturday, January 27, 2018

Masjid "Kubah Pelangi" Nurul Hidayah Palembang

Masjid Nurul Hidayah, Sungai Buah, Kota Palembang, meriah dengan kubahnya yang warna warni.

Masjid dengan kubah warna warni seperti pelangi satu ini adalah masjid Nurul Hidayah di Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang. Lokasi masjid ini berada di Jalan RE. Martadinata, Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Yang menarik dari masjid ini adalah kubah nya yang berwarna warni dan menjadi ciri khas sekaligus daya tarik tersendiri. Masjid Nurul Hidayah di kota Palembang ini bukanlah satu satunya masjid dengan kubah warna warni, di wilayah lain Provinsi Sumatera Selatan juga ada Masjid lainnya dengan kubah warna warni, yakni Masjid Al-Baniah di Ujan Mas Lama, kabupaten Muara Enim yang juga sudah di posting sebelumnya.

Masjid Nurul Hidayah
Jalan R. E. Martadinata, RT.20, Kel. Sungai Buah
Kec. Ilir Timur 2, Kota Palembang
Sumatera Selatan 30163
Telp: (0711) 7100984 - 8460199



Masjid berkubah pelangi di kota Palembang ini berdenah segi empat sederhana dengan satu kubah berukuran besar di atapnya. Bangunannya juga dilengkapi dengan satu menara berukuran kecil. Rupa bentuk bagian lain bangunannya juga sama seperti masjid masjid pada umumnya.  

Lokasinya yang berada disisi jalan raya utama membuatnya cukup mudah untuk ditemukan bagi pengendara yang lalu lalang di ruas jalan RE Martadinata di kelurahan Sungai Buah kecamatan Ilir Timur 2 ini.

Masjid Nurul Hidayah, di bulan April 2017.

Berdasarkan citra di street view google maps, pada bulan April 2017 yang lalu masjid ini masih dalam proses pengerjaan ahir pemasangan lapisan logam penutup kubahnya. dari riwayat tersebut, masjid ini tampaknya memang belum terlalu lama berdiri dengan kubah pelangi-nya, dan hampir bersamaan dengan pembangunan Masjid Kubah Pelangi di Ujan Mas Lama di Kabupaten Muara Enim yang juga dibangun di bulan dan tahun yang sama.

Selain dua masjid di provinsi Sumatera Selatan ini, masih ada dua masjid lainnya yang memiliki kubah warna warni dengan bentuk yang unik yakni; Masjid Al Furqon di komplek Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, dan Masjid An Narumi di Kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga Masjid di Sumatera Selatan Lainnya


Saturday, January 20, 2018

Masjid "Kubah Pelangi" Al-Baniah Ujan Mas

Masjid Al-Baniah atau Masjid Kubah Pelangi di desa Ujan Mas Lama.

Masjid dengan kubah warna warni ini sebenarnya bernama Masjid Al-Baniah namun karena warna kubah kubahnya yang warna warni seperti pelangi itu, masyarakat disana menyebutnya dengan masjid kubah pelangi.

Masjid ini berada di Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia. Masjid ini masih baru dan belum sampai setahun sejak diresmikan oleh Bupati Kabupaten Muara Enim – Muzakir Sai Sohar – pada tanggal 31 Maret 2017 yang lalu.

Masjid Al-Baniah
Jl. Jendral Sudirman, Desa Ujan Mas Lama
Kec. Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim
Sumatera Selatan 31351



Rancangan bangunan masjid ini sebenarnya sama saja dengan bangunan masjid pada umumnya hanya saja pemberian warna pada kubah kubah nya yang membedakan masjid ini dengan masjid masjid lainnya. denah bangunan nya seperti denah masjid Raya Al-Mashun Medan dengan denah lantai belah ketupat.

Masing masing sudut dilengkapi dengan beranda dan setiap beranda ini dilengkapi dengan kubah warna warni di atapnya, sehingga keseluruhan masjid ini memiliki lima kubah termasuk kubah utamanya yang berada di tengah. Salah satu beranda yang berada di sisi barat berfungsi sebagai ruang mihrab masjid.

masjid megah yang berada di tepian jalan lintas tengah sumatera ini kini menjadi kebanggaan Masyarakat Kabupaten Muaraenim khususnya warga Desa Ujan Mas. karena keunikannya masjid ini kini ramai dikunjungi warga yang melintas di kawasan tersebut.

Interior Masjid Kubah Pelangi.

Dibangun pengusaha muslim setempat

Dana pembangunan masjid ini seluruhnya ditanggung oleh Bpk. M. Teguh, seorang pengusaha muslim setempat yang merupakan seorang mualaf. Pembangunannya memakan waktu selama dua tahun, anda dapat melihat foto masjid ini saat dalam proses pembangunan tahun 2015 yang lalu di street view google map di atas.

Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar saat meresmikan Masjid Albaniah, mengatakan, dirinya sangat berharap agar masjid ini nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga untuk beribadah, apalagi bentuk masjid ini sangat indah dan megah.

Sementara Bpk. M. Teguh berharap agar masjid ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk menjalankan ibadah dan dijaga oleh masyarakat sehingga dapat selalu kelihatan bagus. Usai peresmian masjid Albaniah langsung dilaksanakan salat Jumat perdana dan bertindak sebagai khatib dan imam ustadz kondang H Taufik Hasnuri dari Palembang.

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Baca Juga



Sunday, July 23, 2017

Masjid Al-Ra'iyah DPRD Sumsel

Masjid Al-Ra'iyah DPRD Smsel

Masjid Al-Ra’iyah adalah masjid megah di komplek perkantoran DPRD provinsi Sumatera Selatan di kota Palembang. Masjid ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan muslim di kawasan perkantoran tersebut dan sekitarnya. Secara harfiah “Al-Ra’iyah” yang menjadi nama masjid ini berarti “Rakyat”, nama yang pas untuk masjid yang berdiri dan dibangun di komplek para wakil rakyat.

Selama ini karena belum adanya masjid, pelaksanaan sholat Jum’at di komplek DPRD Sumsel ini dilakukan di mushola DPRD yang berada di lantai dasar gedung DPRD Sumsel. Dengan selesainya pembangunan masjid ini, pelaksanaan sholat jum’at dan aktivitas ke-Islaman dipusatkan di masjid ini, tidak saja bagi anggota dewan, staf dan pegawainya namun juga bagi masyarakat muslim di sekitarnya.

Masjid Al-Ra 'iyah DPRD Sumsel
Jalan POM 9 Kampus, Kelurahan Lorok Pakjo
Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang
Sumatera Selatan 30137



Pembangunan masjid ini dilaksanakan sejak tahun 2013 ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Ketua DPRD Provinsi Sumsel (2009-2014) Ir Wasista Bambang Utoyo didampingi pejabat DPRD Provinsi Sumsel sebagai simbolis dimulainya pembangunan masjid tersebut.

Pembangunan masjid ini atas prakarsa dari pimpinan DPRD Sumsel periode 2009-2014 dan dirancang oleh arsitek Kasmidi Jaya. Dana pembangunannya bersumber dari dana APBD 2013/2014, pelaksanaannya dilakukan dua tahap, tahap pertama menghabiskan dana Rp 3,2 milyar dan tahap kedua Rp 3,8 milyar sehingga total dana yang digunakan sebesar Rp 7 Milyar.

Peresmian Masjid Al-Ra’iyah dilaksanakan pada hari Jum’at 6 Februari 2015 yang lalu oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Nurdin ditandai dengan pemotongan pita bersama sama dengan para pimpinan lembaga pemerintah provinsi Sumatera Selatan, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh H. Alex Nurdin serta penyelenggaraan sholat Jum’at untuk pertama kalinya di masjid tersebut.

Masjid Al-Ra'iyah DPRD Smsel

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Iskandar M Syahril dan Kapolda Sumsel Iza Fadri, Plt Walikota Palembang Harnojoyo, para anggota DPRD Sumsel, tokoh Agama Sumsel, serta sekitar 300 lebih undangan.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya mengatakan bahwa masjid Al-Ra’iyah ini terlalu besar bila hanya digunakan untuk jajaran DPRD Sumsel saja, karenanya beliau menyarankan kepada pengelola masjid agar dapat membuka pintu yang langsung berhadapan dengan jalan agar dapat memudahkan masyarakat yang ingin menggunakan masjid ini dengan mengutamakan juga keamanan.

Referensi



Saturday, February 18, 2017

Masjid Agung An-Nur Ogan Ilir

Masjid Agung An-Nur di bulan Juli 2016

Masjid Agung An-Nur adalah Masjid Agung yang berada di dalam Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Ogan Ilir di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya. Masjid ini juga lazim disebut sebagai Masjid Agung Tanjung Senai karena lokasinya yang berada di desa Tanjung Senai.

Masjid Agung An-Nur / Masjid Agung Tanjung Senai
Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Ogan Ilir
Desa Tanjung Senai, Kec. Indralaya, Kab, Ogan Ilir
Sumatera Selatan. Indonesia



Ogan Ilir merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pembentukan kabupaten Ogan Ilir berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan yang disahkan pada 18 Desember 2003. Pada 2013.

Ibukota Kabupaten Ogan Ilir berada dibangun di atas lahan reklamasi rawa rawa di kecamatan. Sebuah komplek pemerintahan terpadu, yang di proyeksi sebagai pusat perkantoran seluruh instansi di kabupaten Ogan Ilir. Di komplek ini sudah berdiri Kantor Bupati OI, dan beberapa instansi lainnya termasuk Rumah Sakit Daerah dan Masjid Agung An-Nur.

Masjid Agung An-Nur dari ruas jalan hubung ke  jalan lintas Sumatera

Jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir mencapai 450.933 jiwa atau 117.783 kepala keluarga dengan pertumbuhan penduduk mencapai 2 persen.[2] Populasi penduduk di Kabupaten Ogan Ilir berasal dari Suku Ogan dengan 3 (tiga) sub-suku, yakni: Suku Pegagan Ulu, Suku Penesak dan Suku Pegagan Ilir. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Disebut sebagai Kabupaten Ogan Ilir karena memang secara geografis, kabupaten ini berada di sebelah hilir sungai Ogan.

Masjid Agung An-Nur berdiri di atas lahan seluas 2.025 M2, tinggi bangunan mencapai 26,39 meter. Pekerjaan awal dilaksanakan tahun 2012 dan proses pembangunannya melibatkan beberapa kontraktor. Pembiayaan pembangunan masjid ini didanai sepenuhnya dari dana APBD kabupaten OI secara multi Year. Pembangunan masjid ini selesai dan mulai digunakan pada Januari 2017, menghabiskan dana lebih dari Rp. 18 Milyar Rupiah.***

Referensi

Tuesday, April 12, 2016

Masjid Babussalam Islamic Center Kabupaten Muara Enim

Megah bersahaja. 
Muara Enim adalah salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan. Sebelum bernama “Kabupaten Muara Enim”, kabupaten ini dahulunya sempat bernama “Kabupaten LIOT” yang merupakan singkatan dari “Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah”. Lematang dan Ogan yang ada dalam singkatan nama itu merupakan nama sungai yang mengalir di dalam wilayah kabupaten tersebut, namun kemudian nama tersebut diganti dengan nama Kabupaten Muara Enim mengikuti nama ibukota kabupaten yang berada di kelurahan & kecamatan Muara Enim.

Masjid Babussalam Islamic Center ini merupakan Masjid Agung Kabupaten Muara Enim, propinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI). Dalam dokumen resmi pemerintahan Kabupaten Muara Enim, Masjid ini disebut dengan nama “Islamic Center BP4ABI Kabupaten Muara Enim”. Sehari sehari lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Masjid Babussalam Islamic Center.

Alamat Masjid

Jl. Mayjen Tji Agus Kiemas, S.H - Lintas Kepur
Muara Lawai - Kabupaten Muara Enim
Sumatera Selatan


Pertama kali diresmikan pada tahun 2008 kemudian diperluas tahun 2014 dengan bantuan dana dari PT. Bukit Asam. Peletakan batu pertama pembangunan perluasan masjid ini dilakukan pada tanggal 25 November 2014 sekaligus penandatangan MoU antara pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan PT. Bukit Asam (Persero) Tbk yang mengucurkan dana Rp. 9.2 Milyar untuk pembangunan perluasan masjid ini. Penandatanganan MoU pemberian bantuan tersebut dilakukan antara Direktur Umum dan SDM PTBA Maizal Ghazali dengan Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar disaksikan langsung Wagub Sumsel Ishak Mekki. Masjid ini juga berfungsi sebagai Pusat Pengembangan Islam (Islamic Center) Kabupaten Muara Enim.

Pada awalnya masjid ini disebut sebagai Masjid Agung Raya, karena memang berfungsi sebagai masjid Agung Kabupaten. Penggunaan nama Masjid Agung Raya untuk masjid ini, dikarenakan sebelumnya sudah ada Masjid Agung Muara Enim yang berada di Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5 Kelurahan Pasar, Muara Enim yang sudah berdiri sejak tahun 1992.

Fasilitas Masjid

Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI) Kabupaten Muara Enim selaku pengelola komplek Islamic Center ini memiliki empat bidang kegiatan, yakni pembinaan umat, pendidikan dan latihan, seni budaya Islam, dan ekonomi umat. Selain bangunan Masjid Babussalam yang menjadi bangunan utama, di komplek Islamic Center ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan agama Islam dan asrama, Islamic Center Muara Enim.

Selain memiliki bangunan yang indah, komplek Islamic Center ini juga diperindah dengan pekarangan dan taman yang luas dengan jalan-jalan akses menuju masjid dari fasilitas kompleks Islamic Center lainnya. Jalan ini tertata rapi dengan deretan lampu hias di kanan-kiri, sekaligus menjadi petunjuk ke arah masjid pada malam hari.

Meski dibangun begitu megah dengan empat Menara tinggi di empat sudut-nya, bangunan masjid ini dirancang sederhana dan bersahaja tanpa banyak ornamen penghias baik dibagian luar maupun dibagian dalam masjid. Ruang utama masjid pun memberikan kesan bersahaja. Tidak banyak elemen hias di dinding bagian dalam masjid dengan aksen jendela minimalis. Ornament kaligrafi di bagian atas dinding diletakkan di dinding mengelilingi bagian dalam masjid. Lampu hias dan sabuk plakat emas mengelilingi bagian bawah kubah juga dirancang bersahaja.

Salah satu pelatihan yang cukup menarik minat masyarakat di masjid ini adalah pelatihan qosidah dan Syarofal Anam. Syarofal Anam memang dikenal luas di wilayah Sumatera Bagian Selatan sebagai salah satu kesenian daerah setempat yang bernuansa Islami dengan alat music rebana dalam sebuah persembahan yang khas.***

-----------------ZZZ-----------------

Friday, April 8, 2016

Islamic Center Baturaja Kabupaten OKU

Masjid Agung Baturaja, bangunan utama di komplek Islamic Center Baturaja

Baturaja adalah ibukota kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu), salah satu kabupaten di propinsi Sumatera Selatan. Baturaja dikenal dengan pabrik semen nya yang juga bernama Baturaja. Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu.

  
Kota Baturaja adalah salah satu kota di sumatera yang berada di jalur lintas tengah Sumatera, sebelum dibangunnya jalur lintas timur sumatera, jalur ini merupakan jalur utama di pulau Sumatera yang menghubungkan propinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Masjid dan Islamic Center Baturaja ini berada di tepian ruas jalan Lintas tengah Sumatera tersebut.

Lokasi nya berada di atas bukit kecil di tengah kota Baturaja dan menjadi ikon kota tersebut. Komplek pusat ke-Islaman ini seluas 10 hektar lengkap dengan sarana penunjangnya, dibangun hanya dalam waktu satu tahun dan diresmikan pada tanggal 26 Maret 2008 oleh Bupati kabupaten Ogan Komering Ulu H. Eddy Yusuf SH, MM. dihadiri oleh para tokoh masyarakat kabupaten OKU termasuk juga dihadiri mantan Bupati OKU Amiruddin Ibrahim ditengah tengah para undangan dan sekitar 6000 jiwa yang tumplek dalam suasana gembira tersebut.

Dengan adanya Islamic Center diharapkan agar syiar Islam di kabupaten OKU semakin menggema dan kehidupan reliji masyarakat OKU semakin baik. Karena agama merupakan suatu kebutuhan hidup manusia, maka peningkatan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan keagamaan harus terus ditingkatkan.***

Thursday, April 7, 2016

Islamic Center Kota Prabumulih

Komplek Islamic Center Prabumulih
Prabumilih adalah salah satu Kota di propinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya kota Prabumulih berstatus sebagai kota Administratif di dalam wilayah kabupaten Muara Enim, sempat juga menjadi bagian dari wilayah Pembantu Bupati yang berkedudukan di Gelumbang, sampai kemudian disahkan sebagai kota mandiri, lepas dari Kabupaten Muara Enim sebagai wilayah induknya.

Islamic Center Kota Prabumulih
Jalan Lingkar, Kelurahan Gunung Ibul
Kecamatan Gunung Ibul, Kota Prabumulih
Sumatera Selatan – Indonesia


Islamic Center Prabumulih mulai dibangun pada awal tahun 2010, dan membutuhkan waktu cukup lama sampai seluruh komplek ini selesai dibangun secara keseluruhan dan difungsikan sebagaimana mestinya. sampai bulan maret 2014 pemkot prabumulih kembali mengucurkan dana sebesar Rp. 29,68 milyar untuk penyelesaian pembangunan proyek tersebut yang dimenangkan oleh PT. Cindo Abadi Perkasa (CAP) dengan tenggang waktu penyelesaian selama 10 Bulan, sedangkan pihak kontraktor memperkirakan pekerjaan akan selesai selama 6 bulan dengan 200 orang pekerja. Penyelesaian proyek pembangunan Islamic Center ini berbarengan dengan pembangunan Pasar Tradisional Moderen dan Taman Kota Prabumulih.

Komplek Islamic center ini baru diserahterimakan dari pihak kontraktor ke pemerintah kota Prabumulih pada bulan Desember 2014. Dengan demikian baru pada awal tahun 2015 mulai digunakan. Islamic centre yang terletak di Jalan Lingkar Prabumulih ini berhadap hadapan dengan SMAN 7 Kota Prabumulih. seluruh bangunan yang menggunakan konsep Islami itu sangat sejuk dipandang mata. Ornamen-ornamen timur tengah yang dipadukan pada setiap item bangunan.

Bangunan Masjid di Komplek Islamic Center ini merupakan salah satu mesjid terbesar dan terluas di Propinsi Sumatera Selatan. di komplek yang sama juga berkantor MUI dan Baznas kota Prabumulih setelah sebelumnya berada satu atap disamping Masjid Nur Arafah. Berpindahnya kantor MUI dan Baznas ke Islamic Center ini mengingat kantor kedua lembaga yang sudah tidak layak, selain itu, diharapkan dengan kedua lembaga itu pindah kesana dapat membantu dalam perawatan maupun pengurusan Islamic Center.

Komplek ini juga dilengkapi dengan bangunan aula yang cukup besar untuk berbagai fungsi umum dan sosial termasuk di dalamnya digunakan oleh pemerintah kota untuk acara acara resmi, seperti yang terjadi pada bulan Januari 2015 saat Walikota Prabumulih melantik para pejabat dilingkungan pemkot bersamaan dengan mutasi 800 PNS sekaligus di lingkungan pemerintahan kota tersebut.

Menilik lokasi tempat dimana Islamic Center ini berdiri memang cukup unik. Entah karena kebetulan atau memang direncanakan oleh pihak Pemkot Prabumulih, lokasi tempat Islamic Center ini berdiri bersebelahan dengan komplek Makam Tua yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam sesepuh nya kota Prabumulih, Komplek makam yang dikenal dengan nama Kramat Gunung Ibul. Nama yang kini juga menjadi nama kelurahan sekaligus nama kecamatan tempat dimana Islamic Center ini berada.

Kawasan tempat Islamic Center ini berdiri memang kawasan baru yang dulunya merupakan kawasan hutan belukar, kemudian dibuka oleh pemkot dengan membangun ruas jalan lingkar, menyusul kemudian pembangunan fasilitas penunjang lainnya, sehingga kawasan makam kramat yang dulunya berada di tengah hutan-pun kini berada persis dibelakang komplek Islamic Center ini.***

------------ooo000ooo------------

Baca Juga