Showing posts with label jalan lintas sumatera. Show all posts
Showing posts with label jalan lintas sumatera. Show all posts

Saturday, May 11, 2019

Masjid Agung Al-Muhtadin OKU Selatan

Masjid Agung Al-Muhtadin Komplek Islamic Center Muaradua, Kabupaten OKU Selatan.

Masjid Agung Al-Muhtadin adalah masjid agung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan atau disingkat OKU Selatan, provinsi Sumatera Selatan. Masjid Agung atau lebih terkenal disebut dengan Masjid Islamic Center Muara Dua ini merupakan masjid kebanggaan masyarakat kabupten OKU Selatan. Masjid Agung dengan luas setengah lapangan sepakbola ini memang berada didalam kompleks Islamic center kabupaten OKU Selatan.

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan. Merupakan hasil pemekaran Kabupaten Ogan Komering Ulu yang diresmikan dengan UU No.37 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003. Kabupaten ini diresmikan pada 16 Januari 2004 di Muara Dua, ibu kota kabupaten OKU Selatan.

Islamic Center Muaradua
Jl. Muara Dua - Liwa, Kelurahan Batu Belang Jaya
Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Sumatera Selatan 32211



Masjid Agung Al-Muhtadin ini diresmikan oleh Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo, B. Commerce pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 yang lalu. Bangunan masjid yang masih gress, selain baru diresmikan masjid ini juga masih dilanjutkan pembangunannya termasuk pembangunan fasilitas fasiltas pendukungnya sebagai masjid agung dan Islamic center.

Upacara peresmian masjid Agung ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati OKU Selatan dan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang di isi tausiyah oleh Kyai H. Zulfan Baron, S.Pd.I, M.Si,  pengasuh Ponpes Al Fakriya Baturaja.

Interior Masjid Agung Al-Muhtadin.
Al-Muhtadin yang menjadi nama masjid ini secara harfiah bermakna sebagai tempat mendapatkan hidayah atau petunjuk. Namun demikian penggunaan nama Al-Muhtadin ini sempat menuai penolakan dari masyarakat karena nama tersebut juga merupakan nama dari Bupati OKU Selatan sebelumnya yang juga merupakan bupati pertama di kabupaten tersebut sekaligus inisiator pembangunannya.

Sebelum diresmikan pada tanggal 28 Maret 2019, masjid ini telah digunakan untuk pelaksanaan Jum’at berjamaah sejak tangga 1 Maret 2019. Peresmian masjid kebanggaan warga OKU Selatan ini dihadiri oleh para pejabat Kabupaten, tokoh masyarakat dan ribuan warga muslim setempat.


Upacara peresmian masjid tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat OKU Selatan yang juga Bupati Pertama OKU Selatan, H Muhtadin Sera’i. Dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan penjelasan bahwa pemberian nama Al-Muhtadin untuk masjid tersebut bukanlah keinginan beliau dan keluarga namun merupakan keputusan musyawarah pemkab dan para tokoh masyarakat setempat. Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini memang sudah digagas pembangunannya sejak masa pemerintahan Bupati H. Muhtadin Sera’I (2005-2015) beliau juga yang menggagas pembangunannya dan baru dapat diselesaikan pada masa Bupati Popo Ali Martopo, B. Commerce.

Sedikit berbeda dengan daerah lain, Masjid Agung Kabupaten OKU Selatan ini dibangun cukup jauh dari komplek perkantoran Bupati yang terpaut sekitar 6 KM dari masjid ini.
Masjid Agung Al-Muhtadin dibangun tiga lantai, lantai satu digunakan untuk sholat berjamaah, lantai atas atau balkon digunakan untuk tempat Sholat dan mengaji serta lantai basement sebagai tempat whudu. Lokasinya berada di dalam komplek Islamic Center yang mempunyai luas secara keseluruhan mencapai tiga hektar. Selanjutnya akan dilanjutkan pembangunannya untuk dilengkapi dengan aula serbaguna, asrama haji dengan 50 kamar, lokasi parkir dan Rumah untuk pengurus masjid.

Sumber dana

Pembangunan Masjid Agung Al-Muhtadin ini dimulai sejak tahun 2013. Pendanaannya bersumber dari APBD kabupaten secara multi year. Dari beberapa media disebutkan; pada tahun anggaran 2014 dikucurkan dana sebesar Rp. 14 Milyar rupiah, dilanjutkan tahun anggaran 2015 kembali dikucurkan anggaran sebesar Rp. 20 Milyar rupiah, secara umum terdiri dari anggaran finishing masjid Rp 12 miliar, pembangunan aula dan perumahan masjid sebesar Rp 8 miliar.

Masjid Agung Al-Muhtadin pada saat proses pembangunan.
Sempat ditargetkan penyelesaian pembangunan masjid ini yang diharapkan selesai di ahir tahun 2015. Target penyelesaian di tahun 2015 tak berjalan sesuai rencana, pihak pemkab menghentikan kerjasama dengan rekanan pembangunan masjid ini yang ternyata di blacklist. Setelah dikonfirmasi ke LPP ternyata perusahaan rekanan tersebut bermasalah di Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Musi Banyuasin

Etalase Sumbangan

Sejak dilaksanakan sholat Jum’at pertama di masjid ini, ada etalase unik di masjid ini. Etalase yang disiapkan oleh pengurus masjid bagi Jemaah berupa makanan dan minuman, masyarakat bebas untuk mengambil isi etalase dan bebas untuk meletakkan sumbangannya di etalase tersebut.

Pada Sholat Jum’at pertama di Masjid Agung tersebut sebanyak 250 nasi bungkus dan 5 dus air mineral habis dibagi kan secara percuma kepada jamaah masjid. Nasi bungkus dan air mineral tersebut berasal dari sedekah yang dimasukkan ke dalam etalase sumbangan.

------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Referensi

Saturday, April 20, 2019

Masjid Raya Al Aman Aek kanopan, Labuhanbatu Utara


Masjid Raya Al-Aman Aek Kanopan.

Masjid Raya Al Aman Aek kanopan adalah masjid raya kabupaten Labuhanbatu Utara, provinsi Sumatera Utara. Masjid ini berada di Desa Aek kanopan, kecamatan Kualuh Utara yang merupakan ibukota kabupaten Labuhanbatu utara. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu, ditetapkan dengan UU RI Nomor 23 tanggal 21 Juli 2008 dan menetapkan hari jadinya pada tanggal 15 Januari 2009.

Bila dilihat dari udara, wilayah kabupaten Labuhanbatu Utara ini tampak seperti lukisan indah  streogram yang terbentuk dari bentangan kebun kebun kelapa sawit yang menjadi primadona pendapatan masyarakat daerah tersebut.

Masjid Raya Al-Aman Aek Kanopan
Jl. Gazali Sinaga, Aek Kanopan Timur
Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara
Sumatera Utara 21273



Masjid Raya Al-aman merupakan pusat aktivitas ke-Islaman kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura). Lokasi masjid ini berada di lokasi yang sangat strategis di pusat kota Aek Kanopan. Lokasinya berdiri di pertigaan jalan linstas Sumatera dengan Jalan Gazali Sinaga, terpaut sekitar 450 meter dari komplek kantor Bupati Labuhanbatu Utara yang juga berada di ruas jalan lintas sumatera.

Lokasi masjid ini juga berdekatan dengan Terminal Bis Aek Kanopan dan menariknya Aek Kanopan ini, dari tata letak tempat ibadah-nya saja sudah cukuplah untuk menggambarkan kerukunan kehidupan beragama di Labuhanbatu Utara ini sangat harmonis.

Masjid ini bersebelahan dengan komplek Koramil 01 Aek Kanopan, SMA Muhammadiyah 9 Kualuh Hulu, di jalan Gazali Sinaga, berseberangan juga dengan SDN 115468 Aek Kanopan, dan masih satu ruas jalan yang sama bersebelahan dengan SMA Muhammadiyah terdapat Gereja HKBP Aek Kanopan.

Penduduk Labuhanbatu Utara di tahun 2015 total 351.097 jiwa. Dengan tingkat kepadatan 98,32 jiwa/km2. Mayoritas penduduknya beragama Islam (82.24%), Kristen Protestan (15.95%), Katolik (1.23%), Buddha (0.55%), Hindu (0.01%) dan Konghucu (0.01%).

Rencana pengembangan Masjid Raya Al-Aman Aek Kanopan.

Penggalangan dana untuk Palestina

Pada tanggal 19 Juli 2014 yang lalu masjid ini menjadi saksi aksi kepedulian muslim Labuhanbatu Utara terhadap rakyat Palestina dengan aksi penggalangan dana kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Dalam kesempatan itu berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp. 100 Juta Rupiah yang kemudian diserahkan oleh Bupati Labuhanbatu Utara H.Kharuddinsyah Sitorus SE atau biasa dipanggil Haji Buyung, didampingi Sekdakab Drs Edi Sampurna kepada Kepala Cabang Bank Muamalat Aekkanopan, Arif untuk diserahkan kepada rakyat Palestina melalui lembaga baitul mal muamalat yang  sudah ditugaskan untuk mengelola bantuan-bantuan yang diarahkan ke Palestina.

Posko Mudik

Di musim mudik lebaran Mesjid Raya Al-Aman Aek Kanopan ini menjadi salah satu tempat persinggahan para pemudik untuk melepas lelah. Mesjid Al-aman menyediakan posko peristirahatan bagi para pemudik, selain itu fasilitas parkir yang luas serta teratak tambahan dan kaspet sejuk di bawah pohon sangat bermanfaat bagi pemudik yang hendak beristirahat. Pemudik sekalian memanfaatkan waktu istirahat untuk shalat.

Kunjungan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno

Sebagai bagian dari safari-nya ke Sumatera Utara, Cawapres Sandiaga Uno, disambut antusias ribuan warga di Masjid Raya Al Aman Aekkanopan, Selasa (11/12/2018). Pekikan takbir dan sholawat terdengar mengiringi sandi saat memasuki kawasan masjid.

Kedatangan Sandi di dampingi anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu disambut antusias warga yang telah menanti sejak siang. Padatnya massa membuat tim pengaman kewalahan karena banyaknya warga yang hendak bersalaman dan foto bareng dengan mantan Wakil Gubernur DKI tersebut.

Hanya berselang beberapa menit saja, azan berkumandang dan rombongan masuk ke Masjid Al Aman untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah. Usai sholat, Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua Tim Safari Maulid mengajak umat yang hadir mendoakan agar Sandiaga Uno dapat mencapai apa yang dicitakannya.

Referensi


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga


Saturday, April 13, 2019

Masjid Agung Nur Alannur Mandailing Natal

Berdiri megah di tepian sungai aek godang.

Masjid Agung Nur Alnnur merupakan masjid agung bagi Kabupaten Mandailing Natal di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Mandailing Natal juga sering disebut dengan Madina, Akronim dari MAnDaIling NAtal.

Mandailing Natal sebelumnya merupakan wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, setelah terjadi pemekaran, dibentuklah Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1998, secara formal diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999.

Masjid Agung Nur Alannur
Jl. Trans Sumatera Bukit Tinggi - Padang Sidempuan
Kelurahan Dalan Lidang Panyabungan



Selain bangunannya yang megah, masjid Agung kabupaten Mandailing Natal ini juga menjadi vocal point di tempatnya berdiri, lokasinya berdekatan dengan sungai dan bendungan Batang Gadis Aek Godang, sehingga menambah keindahan pemandangan alami di lokasi tersebut.

Masjid kebanggaan warga Madina ini diresmikan oleh Bupati Madina H Amru Daulay,SH. Pada tanggal 30 Agustus 2010. Bangunan masjid agung modern ini berdiri diatas lahan seluas 21,197m2 dan bangunan seluruh lantai seluas 4,172m2. Upacara peresmian masjid ini turut dihadiri Alim Ulama cerdik Pandai, dari pesantren mustopa wiyah purba baru, SKPD Kabupaten Mandailing Natal dan masyarakat setempat.  

Puncak atap dan menara Masjid Agung Nur Alannur.
Peresmian masjid yang dilaksanakan bertepatan dengan bulan suci romadhon tersebut dilaksanakan setelah pelaksaan sholat tarawih berjamaah. Setelah selesai sholat Tarawih Bupati menandatangani Prasasti peresmian, dan secara simbolis membuka selubung papan nama Masjid Agung Nur Alannur.

Pembangunan masjid Agung Nur Alannur ini didanai APBD Madina secara multi year sejak tahun 2008 dan sampai dengan tahun 2012 seluruh jumlah total pembangunan Mesjid Nur Alannur ini mencapai Rp 56,678,049,000.

Referensi


------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
------------------------------------------------------------------

Baca Juga