Showing posts with label masjid di papua barat. Show all posts
Showing posts with label masjid di papua barat. Show all posts

Saturday, June 14, 2025

Masjid Agung Baiturrahim Kaimana, Peninggalan Kerajaan Sran Eman Muun

Masjid Agung Baiturrahum Kaimana peninggalan kerajaan Islam Sran sekaligus masjid tertua di kabupaten Kaimana provinsi Papua Barat. (kabarpapua.co).

Masjid Agung Baiturrahim adalah masjid Agung di Kaimana kabupaten Kaimana provinsi Papua Barat. Masjid Agung yang kini berdiri megah dengan gaya bangunan masjid modern sejatinya merupakan bangunan masjid tua peninggalan dari masa kejayaan Kerajaan Islam Sran Eman Muun sekaligus merupakan masjid tertua di kabupaten Kaimana.
 
Kerajaan Islam SranEman Muun adalah salah satu kerajaan Islam yang pernah eksis di wilayah kabupaten Kaimana, awalnya kerajaan ini berdiri dan berpusat di Pulau Adi di laut Arafuru sebelum kemudian dipindahkan ke Kaimana.
 
   Masjid Agung Baiturrahim Kaimana Papua Barat
   Kampung Sran, Kaimana Kota, Kec. Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
   https://maps.app.goo.gl/FZFY76oJEvXc6rdY7
 

 
Masjid Agung Baiturrahim Kaimana berdiri di tepi pantai tak jauh dari pelabuhan laut Kaimana kini mendominasi pemandangan kawasan tersebut dengan kemegahan dan keindahan arsitekturnya dengan satu kubah besar diatap bangunan utama diapit oleh empat menara tinggi menjulang ditambah empat menara yang lebih pendek.
 
Meskipun merupakan bangunan yang awalnya merupakan masjid kuno peniiggalan kerajaan Sran, tak ada yang tersisa dari banguna asli-nya di Masjid Agung Baiturrahim ini dari bangunan aslinya. Namun demikian sejarahnya tak dapat dipisahkan dari sejarah Kerajaan Islam Sran. Selain Masjid Agung Baiturrahim Kaimana, peninggalan lain dari Kerajaan Sran yang masih ada adalah komplek pemakaman keluarga Kerajaan Sran.
 
Menurut Umar Sabuku, Mangkubumi Kaimana mewakili Abdul Hakim Ahmad Aituarauw Raja Sran Kaimana VIII mengatakan, Semua peninggalan seperti istana dan benteng, dihancurkan oleh bangsa barat pada perang berkepanjangan. Yang tersisa adalah masjid di Kampung Sran dan saat ini sudah lima kali dipugar.

Masjid Agung Baiturrahim di tepian pantai dan tak jauh dari Pelabuhan Kaimana. (kompasiana)
 
Renovasi Masjid Agung Baiturrahim Kaimana
 
Terkait dengan perubahan bentuk masjid peninggalan kerajaan Sran menjadi sebuah Masjid Agung modern, Mohamad Lakotani, Ketua Nahdatul Ulama Kabupaten Kaimana, banyaknya dana sosial yang disediakan bagi masyarakat membuat warga berlomba-lomba untuk merombak masjid. Akibatnya, bentuk asli dari masjid yang seharusnya dipertahankan, berubah total menjadi tampilan masjid modern.
 
Renovasi dan pembangunan terahir terhdap masjid agung Baiturrahim Kaimana dilakukan pada tahun 2008 dan diresmikan oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M. Si didampingi Wakil Bupati Kaimana Hasbulla Furuada, S.P serta Raja Namatota dan Masyarakat setempat. Peresmian ditandai dengan pemancangan Tiang Alif pada tanggal 23 Maret 2022 dilanjutkan dengan menekan tombol sirine dan penandatanganan prasasti serta penguuntingan pita pada pintu utama  yang telah dipersiapkan.
 
Dana renovasi masjid ini dari dana bantuan biaya Pemerintah Kabupaten Kaimana sebesar  2,5 Miliar dan Bantuan  dari donator sebesar 350 juta, serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat sebesar 500 Juta.
 
Golden hour Masjid Agung Baiturrahim Kaimana. (IG @ant_tiflen)

Gubernur Papua Barat Dalam sambutannya berharap disamping masjid sebagai tempat ibadah, Umat Islam wajib memakmurkan masjid, masjid  juga dapat dimanfaatkan  umat islam  dalam menjabarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta nilai persaudaraan  dan kerukunan diantara sesam umat beragama di Papua Barat.
 
Sebagai masjid agung kabupaten, masjid agung Baiturrahim Kaimana menjadi tempat pelepasan keberangkatan jemaah haji dari kabupaten Kaimana. Pada tahun 2023 sebanyak 40 calon jemaah haji kabupaten Kaimana diberangkatkan dari masjid ini menuju embarkasi haji Makassar Sulawesi Selatan.
 
Menariknya bahwa dari 40 calhaj Kaimana tersebut 16 orang diantaranya dibiyai oleh pemkab Kaimana. Upacara pelepasan calon jemaah haji Kaimana saat itu dipimpin oleh Bupati Kaimana Freddy Thie. Dalam sambutannya Bupati Freddy Thie meminta calon jemaah haji untuk mendoakan Kaimana agar selalu diberkati.
 
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo dan @masjidinfo.id
------------------------------------------------------------------
 
Baca Juga
 
Masjid Jami Doom, Masjid Pertama di Papua Barat Daya
Masjid Agung Al Falah Nabire
Masjid Tembagapura, Mimika
Masjid Al Falah, Kepulauan Yapen, Papua
Masjid Agung Baiturrahman, Wamena
Masjid An-Nur Agats, Asmat
Masjid Al-Mujahidin, Puncak Jaya, Papua
Masjid Agung Waisai, Raja Ampat, Papua Barat
Masjid Raya Babussalam Timika, Mimika, Papua
Masjid Raya Al Aqsa, Merauke, Papua
 
Rujukan
 
https://papuabarat.tribunnews.com/2023/06/03/bupati-freddy-thie-minta-calon-jamaah-haji-doakan-kaimana-agar-selalu-diberkati
https://kaimanakab.go.id/gubernur-papua-barat-resmikan-masjid-jami-baitul-rahim-kaimana.html
https://regional.kompas.com/read/2013/08/07/2116167/Masjid.Agung.Baiturrahim.Peninggalan.Kerajaan.Sran.Eman.Muun.

Wednesday, December 7, 2016

Bantu Muslim Asli Papua Bangun Masjid di Kabupaten Sorong

Maket masjid Al-Jabal Maiboh

Desa Maiboh merupakan sebuah desa terisolir yang terletak di Kel. Klabinain Distrik Aimas, Kabupaten Sorong Papua Barat. Jarak tempuh dari pusat kota sekitar 30 KM. Mereka yang tinggal di Desa Maiboh adalah 100 % Asli Muslim Papua. Total Jiwa yang mendiami Kampung Maiboh ini kurang lebih 400 jiwa dan sebagian dari mereka adalah muallaf.

Jika mereka ingin Shalat Jum'at maupun Shalat Hari Raya, mereka harus berjalan keluar Desa kurang lebih 3 KM untuk sampai di Masjid Kampung tetangga atau Kelurahan Tetangga. Karena sebagian besar dari mereka adalah muallaf, otomatis permasalahan praktik ibadah praktis masih sangat kurang. Masih banyak di antara mereka belum paham dan mengerti tentang tatacara Bersuci, Shalat, serta Adab sesuai syariat Islam.


Tidak hanya itu, mereka pun menjadi objek misi orientalis yang berniat menggoyahkan aqidah mereka. Alhamdulillah atas usaha dakwah ini kami masih mampu mempertahankannya. Hal ini yang mendorong AFKN Sorong melakukan pembinaan demi pembinaan untuk mereka. Namum dalam melakukannya, mendapati berbagai macam kendala yaitu adalah Sarana Ibadah yang saat ini digunakan tidaklah layak.

Hal ini membuat kehadiran Masjid di Desa Maiboh menjadi vital untuk kemudahan warga dalam beribadah dan keberlangsungan syiar Islam. Tergerak dengan kondisi di atas, Yayasan Alfatih Kaaffah Nusantara dibawah binaan Ustadz M Zaaf Fadhlan Rabbani Al Garamatan, berniat membangun Masjid yang nantinya akan digunakan sebagai central dakwah ummat Islam, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dan tempat belajar mengaji.

Pembuatan pondasi Masjid Al-Jabal Maiboh

Selain itu agar para Muballigh/ah yang datang ke Papua dapat kami arahkan ke Desa Maiboh guna memberikan Bimbingan. Adapun lokasi Masjid yang akan dibangun letaknya pas di rumah hunian Masyarakat Muslim Asli Papua dari Suku Kokoda ada juga dari Suku Raja Ampat.

Penggalangan dana untuk pembangunan masjid ini di inisiasi oleh Bpk. Ruslan Rasid, S.Pd.I (No. Hp. 082399260445) selaku Ketua Yayasan Alfatih Kaaffah Nusantara Kabupaten Sorong, Papua Barat, melalui situs kitabisa.com. Klik link dibawah ini untuk melakukan donasi.




Sunday, October 9, 2016

Masjid Agung Waisai Raja Ampat, Papua Barat Daya

Jejeran bangun yang khas menghias pelataran Masjid Agung Waisai, di Ibukota Kabupaten Raja Ampat

Raja Ampat adalah nama yang identik dengan destinasi wisata memikat hati bagi wisatawan lokal hingga mancanegara. Keindahan alam Raja Ampat sudah dikenal dunia Internasional. Raja Ampat merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong yang dibentuk tahun 2002 dan di deklarasikan pada tahun 2003. Wilayah Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 4 pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool, dan lebih dari 600 pulau-pulau kecil. Secara administratif Kabupaten Raja Ampat dibagi menjadi 24 kecamatan dengan total luas wilayah 8.034,440 Km2 (berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 2008) dimana sekitar 85% wilayahnya berupa perairan..

Pusat pemerintahan berada di Waisai, Distrik Waigeo Selatan, sekitar 36 mil dari Kota Sorong.  Kepemerintahan di kabupaten ini baru berlangsung efektif pada tanggal 16 September 2005. Berdasarkan posisi geografis, Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan laut negara tetangga yakni Republik Federal Palau di Samudera Pasifik. Akses ke wilayah ini sementara ini hanya dapat ditempuh melalui perairan. Dari Kota Sorong, ditempuh dengan menggunakan kapal cepat selama 2 jam perjalanan laut.

Mayoritas agama yang ada di Kabupaten Raja Ampat adalah Kristen Protestan dan Islam. Berdasarkan data tahun 2011 pemeluk agama Islam di Raja Ampat sekitar 32%, Pemeluk Protestan 63% dan 1% menganut agama Katholik. Pada kehidupan sehari-hari, kerukunan umat beragama tetap terjaga. Selama ini belum pernah tercatat pelanggaran yang mengatasnamakan agama.

Gapura Masjid Agung Waisai 

Di Kota Waisai sebagai ibukota kabupaten Raja Ampat, saat ini sudah berdiri megah sebuah Masjid Agung dengan nama Masjid Agung Waisai. Nama masjid ini sebenarnya adalah Masjid Agung Nurul Yaqin, namun lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Waisai. Masjid megah ini awalnya merupakan bangunan masjid kecil sederhana dengan nama masjid Nurul Yaqin dibangun dengan dana swadaya masyarakat tahun 2003 dengan imam pertamanya bpk. Halimun Manam (alm). Setelah beliau berusia udzur digantikan oleh bpk H.M Hanaping. Setelah jumlah masyarakat Islam bertambah banyak, masjid Nurul Yaqin Waisai tidak mampu lagi menampung jamaah shalat Jumat atau tarawih. Selain untuk kegiatan Shalat, Masjid ini juga digunakan anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur’an, dimana kegiatan mengaji dilaksanakan setelah Shalat Isya.

Maka dibangunlah Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai di atas lokasi yang sama, dan mulai dibangun dengan meletakkan batu pertama pada tanggal 10 januari 2006 oleh bapak wakil bupati Kab. Raja Ampat, Drs. Indah Arfan. Dan masjid mulai ditempati untuk Sholat pada tahun 2008. Keseluruhan bangunan masjid ini seluas 1800 meter persegi dibangun diatas tanah wakaf seluas 30.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 1000 jemaah sekaligus.


Pada April 2014, Masjid Agung Waisai menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke-5 tingkat propinsi Papua Barat (saat itu Provinsi Papua Barat Daya belum terbentuk dan Kabupaten Raja Ampar masih menjadi bagian dari provinsi Papua Barat) Acara tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, Agung Laksono membuka dengan resmi kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan Tifa dan disaksikan oleh seluruh peserta dan undangan yang memadati pelataran Masjid Agung Waisai, Raja Ampat. 

Pembukaan kegiatan MTQ ke-5 Papua Barat dihadiri Wakil Menteri Agama RI, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Wakil Gubernur Papua Barat, Pangdam 17 Cenderawasih, Kapolda Papua, Para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Papua Barat, Walikota Sorong, Para Wakil bupati serta sejumlah pejabat tinggi baik Jakarta, Papua Barat maupun Raja Ampat. Kegiatan MTQ ke-5 ini dihadiri 11 kontingen: Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Kaimana, Teluk Wondama, dan Kabupaten Fakfak.

Dalam perjalanannya pengurus/ta’mir masjid telah mengalami dua kali perubahan. Ketua Pengurus/Ta’mir masjid yang pertama kali diketuai oleh Bpk. Sawaluddin Taesa sampai dengan tahun 2014. Setelah itu ketua pengurus/ta’mir masjid digantikan oleh Bpk. H. Abdul Faris Umlati, SE, sampai dengan sekarang. sementara Imam masjid sampai dengan sekarang juga masih bpk. H.M Hanaping. Di awal Januari 2016 Presiden Jokowi sempat singgah ke masjid ini untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. (update 4 Juli 2023)***

--------------

Baca Juga


Thursday, April 14, 2016

Masjid “Baru” Baitul Muttaqin Tolikara

Bangunan baru Masjid Baitul Muttaqin Tolikara.
Masjid Baitul Muttaqin Saat pengerjaan

Paska insiden penyerangan dan pembakaran masjid di Tolikara yang terjadi pada Idul Fitri tanggal 17 Juli 2015, Muslim di Karubaga kabupaten Tolikara propinsi Papua Barat (Sejak tahun 2022 Kabupaten Tolikara masuk dalam wilayah provinsi Papua Pegunungan), kini memiliki bangunan masjid baru yang berlokasi bersebelahan dengan komplek Komando Rayon Militer (Koramil) Karubaga. atau sekitar lima puluh meter dari lokasi semula. Pembangunan masjid ini dimulai sejak pertengahan juli 2015 setelah situasi di Tolikara kembali kondusif. Masjid ini sudah digunakan sekaligus diresmikan pada perayaan Idul Adha 1436 Hijriah pada Kamis, 24 September 2015.***

Alhamdulillah.