Saturday, October 29, 2016

Masjid Agung Baiturrahman Wamena

KHAS MASJID YAMP. Masjid Agung Baiturrahman di Wamena ini dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila sekitar tahun 1969 dengan ciri khas masjid YAMP yakni bangunan masjid tradisional khas Indonesia dengan atap limas bersusun tiga.

Masjid Agung Baiturrahman Wamena awalnya merupakan salah satu masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP) di masa pemerintahan Pak Harto sekitar tahun 1969. Pembangunan masjid ini sebagai bagian dari proyek pembangunan masjid di daerah daerah terpencil. Pada saat pembangunannya bahan material baja untuk masjid ini bahkan diterbangkan dengan pesawat Hercules dari Jayapura ke Wamena, ibukota kabupaten Jayawijaya.

Alamat Masjid Agung Baiturrahman Wamena
Jl. Yos Sudarso, Wamena Kota
Wamena, Kabupaten Jayawijaya
Papua 99511


Masjid Agung Baiturrahman wamena letaknya bersebelahan dengan kantor Bupati Jayawijaya. Disekitar masjid telah berdiri TKIT Yapis, SMP Yapis, SMK Yapis, dan Kampus Universitas Yapis. Masjid Agung Baiturrahman ini bukanlah satu satunya masjid di pusat kota Wamena, masih ada dua masjid lainnya yakni Masjid Nurul Hidayah, dan Masjid Al-Ikhlas.

Masjid Nurul Hidayah terletak di komplek pertokoan jalan safri darwin yang disana banyak pedagang dari makasssar. Masjid ini berlantai dua, kebanyakan jamaahnya adalah pedagang sekitar. Masjid Al-Ikhlas Polres terletak tidak jauh dari masjid nurul hidayah, tepatnya di samping Polres Jayawijaya.

Menara Masjid Agung Baiturrahman yang sedang dibangun

Renovasi Masjid Agung Baiturrahman Wamena

Proses renovasi dan perluasan Masjid Agung Baiturrahman ini sempat terhenti di bulan Maret yang lalu setelah keluarnya protes dari pengurus Persatuan Gereja-Gereja Jayawijaya (PGGJ) namun kemudian dapat diselesaikan dengan baik setelah dilakukan mediasi oleh Bupati Jayawijaya, FKUB dan Pihak kepolisian setempat. Proses renovasi dan perluasan masjid dilanjutkan dengan beberapa revisi dari rancangan awal

Aktivitas Remaja Masjid Agung Baiturrahman

Remaja Masjid Agung Baiturrahman Wamena ini cukup aktif melakukan kegiatan sosial terutama selema bulan Ramadhan. Seperti yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan tahun 2012 yang lalu remaja masjid ini melakukan bakti sosial berupa pembagian sembako untuk muslim penduduk asli Papua di beberapa lokasi, antara lain di Walesi, Megapura, Hitigima dan Air Garam. Bakti sosial dilaksanakan dengan mengadakan acara buka puasa bersama dan pembagian paket sembako dan lainnya berupa sarung,baju koko,mukena,alat tulis,buku2 bacaan dan tas sekolah .

Seluruh Masjid yang dibangun oleh YAMP di Indonesia memiliki bentuk bangunan yang serupa meski dengan ukuran yang berbeda.

Megapura, merupakan perkampungan Muslim Papua yang terdekat dari Wamena setelah kampung Walesi. Disini ada sekitar 300an lebih penduduk yang Muslim. Di megapura telah lama berdiri Mesjid Al-Hijrah. Menurut ceritanya disinilah pertama kali penduduk asli papua yang memeluk Islam di Wamena karena awalnya para Da’i yang berprofesi sebagai pedagang dari luar Papua pertama kali menetap di Megapura Wamena.

Hitigima, dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 15 menit dari Megapura dengan menggunakan mobil. Di Hitigima ada sekitar 130 penduduk yang memeluk Islam dengan sekitar 38 kepala keluarga dan satu masjid bernama Masjid Nurul Huda. Dari beberapa kampung tersebut, Kampung Air Garam merupakan kampung yang paling sulit untuk di capai. Perjalanan dengan kendaraan hanya dapat dilakukan hingga ke Masjid Air Garam sedangkan untuk menjangkau pemukiman penduduk harus dilakukan dengan berjalan kaki melewati medan pegunungan, lembah dan lereng terjal di pegunungan tengah pulau Papua. Sebuah perjuangan yang luar biasa dari para remaja Masjidd Baiturrahma ini untuk membagi kebahagiaan dengan sesama muslim meskipun harus melalui medan yang tak mudah.

--------------

Baca Juga