Showing posts with label berita_masjidil_Aqso. Show all posts
Showing posts with label berita_masjidil_Aqso. Show all posts

Saturday, August 4, 2012

320.000 Muslim datang ke Masjid Al-Aqsa untuk sholat jum'at berjamaah

Jemaah Jum'at di Hari Jum'at ke tiga di Masjidil Aqso, Palestina

Sekitar 320.000 jamaah Muslim menuju Masjid Al-Aqsa untuk melakukan sholat jum'at berjamaah pada sholat jum'at ketiga di bulan Ramadhan ini, kemarin (3/8/2012), menurut laporan Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Warisan (AFEH), dilansir Ma'an.

Ratusan ribu warga Muslim Palestina melakukan perjalanan dari Tepi Barat dan dari wilayah-wilayah lain yang dikuasai Israel ke Masjid Al-Awsa untuk melaksanakan sholat jum'at berjamaah.

Militer zionis Israel telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengurangi pembatasan warga Palestina yang datang ke Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan, namun jamaah Muslim yang datang harus mengantri di garis pemeriksaan. Setiap hari, polisi Israel disebarkan di setiap sudut pos  pemeriksaan di Yerusalem untuk 'keamanan'.

Jemaah Jum'at di Hari Jum'at ke tiga di Masjidil Aqso, Palestina
AFEH dan ormas Islam lainnya melakukan kampanye, di bawah izin Departemen Agama, untuk melindungi Masjid Al-Aqsa lebih ketat lagi selama bulan Ramadhan ini.

Kampanye ini meliputi menyediakan makanan dua kali sehari untuk orang-orang yang berpuasa dan juga ratusan bus untuk membawa orang-orang ke Masjid Al-Aqsa dan program edukasi keagamaan (pendidikan ilmu Syar'i).

Sementara itu, umat Yahudi dan pasukan zionis Israel semakin sewenang-wenang mendatangi situs suci umat Islam ini, terutama ketika umat Yahudi hendak merayakan apa yang mereka sebut sebagai hari "penghancuran bait Allah" di mana mereka datang ke halaman Masjid Al-Aqsa dan berjalan-jalan di sekitarnya sambil melakukan ritual agama mereka sehingga keberadaan mereka telah mengganggu ibadah umat Islam di Al-Aqsa dan tak jarang memicu bentrokan.


Thursday, July 19, 2012

OKI Tolak Klaim Israel Atas Masjid Al-Aqso


Organisasi Konferensi Islam (OKI), Selasa kemarin (17/7/2012), menyatakan menolak klaim Israel atas Masjid Al-Aqsha sebagai bagian dari wilayah Israel.

Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeledin Ihsanoglu, mengatakan, "Negara-negara Islam tidak akan menerima dalih apapun Israel atas Al-Aqsha, masjid suci ketiga bagi umat Islam."

Selanjutnya, dia meminta kepada seluruh duta besar negara-negara Islam yang menjadi anggota UNESCO untuk melakukan aksi menghentikan agresi Israel terhadap situs-situs agama dan warisan bersejarah di wilayah pendudukan Yerusalem. Dia memperingatkan Israel bahwa upaya tersebut merupakan agresi untuk menguasai tempat suci bagi ketiga agama besar dunia.

Penolakan OKI ini sehubungan dengan pernyataan penasihat hukum pemerintah Israel, Yahuda Feinstein, yang menyebutkan bahwa Al-Aqsha merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Israel. "Masjid Al-Aqsha adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Israel," ujarnya.

Ihsanoglu menegaskan, kehadiran Israel di Al-Aqsha adalah sebuah kesalahan dan ilegal, sehingga harus diakhiri sesuai dengan hukum internasional. "Kesepahatan Den Haag 1899, 1907, dan 1954, serta Persetujuan Jenewa 1949 menjelaskan mengenai Masjid Al Aqsha," imbuhnya.


Friday, July 6, 2012

Kami Mau Hidup dan Mati di Al-Aqsha'


Masjid Umar atau Dome of The Rock di komplek Masjidil Aqso Palestina

Imam Masjid Al-Aqsha, Syekh Ali Omar Yacob Al Abbasi menyerukan agar seluruh umat Islam dunia bersatu guna membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel. Pasalnya, Al-Quds memiliki nilai sejarah bagi umat Muslim di seluruh dunia.

"Masjid tersebut mempunyai nilai sejarah, karena merupakan kiblat pertama umat Islam," kata dia di Bandung, Kamis (5/7).

Masjid Al-Aqsha, lanjutnya, tidak hanya dijadikan pelajaran keislaman saja. Tetapi juga rukun Islam, karena dalam shalat harus menghadap kiblat.

"Kami mau hidup dan mati di Al-Quds (Yerusalem)," tegasnya yang mengungkapkan pelarangan untuk memasuki Masjid Al-Aqsha mulai mengendur. (baca: Israel Perkendur Larangan Masuk Al-Aquds)

Ia mengakui senang berada di Indonesia. Apalagi, selama menginap di Bandung ia satu hotel dengan Mufti Palestina, Syekh Mohamad Amin Al Husaini ketika menghadiri Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Syekh Ali datang ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Pembebasan Palestina dan Al Quds di Bandung pada 4-5 Juli. Konferensi tersebut membahas solusi konkrit demi terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Konferensi yang diinspirasi dari pelaksanaan Konferensi Asia Afrika itu, menghasilkan beberapa keputusan yakni dukungan yang lebih nyata dari umat Islam dan masyarakat internasional. Konferensi itu juga menghasilkan penyatuan langkah perjuangan pembebasan, mempersiapkan konferensi selanjutnya, mengutus delegasi untuk memfasilitasi perdamaian dan ishlah dari faksi-faksi di Palestina, memparkarsai boikot terhadap produk rezim Israel.


Islam Bersatu Selamatkan Masjid Al Aqsha


KONFERENSI PEMBEBASAN PALESTINA : Imam Masjidil Aqsha Syekh Ali Umar Yakub Al Abbas berpidato dalam acara Konferensi Pembebasan Palestina dan Al Quds atau International Conference For The Freedom of Al Quds and Palestine di Bandung, Kamis (5/7). Dalam konferensi tersebut, dia menyerukan agar umat Islam bersatu menyelamatkan Masjid Al Aqsha, konferensi itu juga membahas langkah konkrit dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina

Imam Masjid Al Aqsha Syekh Ali Omar Yacob Al Abbasi mengatakan saat ini larangan masuk tempat suci tersebut sudah mulai longgar. “Kalau dulu memang ada larangan, yang boleh masuk ke masjid hanya yang berumur di atas 40 tahun. Namun jika kondisi kondusif, maka semua umur diperbolehkan masuk,” ujar Sheikh Ali Omar Yacob Al Abbasi kepada ANTARA di Bandung, Kamis [05/07]. Disinggung mengenai pengeboran yang kabarnya berlangsung di bawah masjid, dia mengatakan tidak tahu pasti.

Hal itu dikarenakan, Israel melarang rakyat Palestina ke bawah masjid.  ”Jadi, saya tidak tahu,” tambahnya. Dia menyerukan agar seluruh umat Islam dunia untuk bersatu membebaskan Al Aqsha. “Masjid tersebut mempunyai nilai sejarah, karena merupakan kiblat pertama umat Islam,”jelasnya.

Masjid Al Aqsha, lanjutnya, tidak hanya dijadikan pelajaran keislaman saja, tetapi juga rukun Islam karena dalam salat harus menghadap kiblat. “Kami mau hidup dan mati di Al Quds (Yerusalem),” tegasnya.

Dia mengakui senang berada di Indonesia. Apalagi, selama di Bandung dia menginap di hotel yang sama dengan Mufti Palestina Syekh Mohamad Amin Al Husaini ketika menghadiri Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Imam Masjid Al Aqsha tersebut ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Pembebasan Palestina dan Al Quds di Bandung, 4-5 Juli. Konferensi tersebut membahas solusi konkrit demi terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Konfrensi yang diinspirasi dari pelaksanaan Konferensi Asia Afrika itu, menghasilkan beberapa keputusan yakni dukungan yang lebih nyata dari umat Islam dan masyarakat internasional, penyatuan langkah perjuangan pembebasan, mempersiapkan konferensi selanjutnya, mengutus delegasi untuk memfasilitasi perdamaian dan ishlah dari faksi-faksi di Palestina, memparkarsai boikot terhadap produk rezim Israel. (ant )


Friday, June 29, 2012

Yordania Cemas Kesepakatan Israel-Vatikan


Zionis Bangun Museum dekat Masjid Aqsha Ummat Islam diminta waspadai aksi Zionis meng-Yahudikan wilayah di sekitar masjidil Aqsha

Departemen Luar Negeri Yordania mengungkapkan kecemasan Yordania atas berita baru-baru ini tentang perundingan yang terjadi antara Vatikan dan entitas Zionis Israel untuk menandatangani kesepakatan yang mengatus hak-hak dan urusan tempat-tempat suci Kristen di kota suci al Quds.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Yordania, Shabah Rafi’i, dalam pernyataan pers hari Rabu (27/06/2012), mengatakan bahwa Menlu Yordania Nasher Jauda telah memanggil Dubes Tahta Suci Vatikan di Amman dua hari yang lalu. Menlu Yordan mengungkapkan kepada dubes Vatikan tentang kecemasan Yordania terhadap perundingan tersebut.

“Menlu Jauda telah menyampaikan kepada dubes Vatikan bahwa kesepakatan yang akan ditandatangani antara Vatikan dan entitas Zionis Israel terkait masalah pajak dan harta milik geereja bisa ditafsirkan bahwa itu adalah pengakuan secara implisit dari Vatikan akan kedaulatan Zionis atas al Quds Timur,” ujar Shabah dikutip Information Palestine Centre (PIC).

Shabah menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri Yordania telah meminta dari dubes Vatikan agar menyampaikan rincian draf perjanjian secara kepada Yordania. Dia menegaskan sikap Yordania yang menolak setiap langkah yang menyerang identitas al Quds Timur sebagai tanah pendudukan.

Pusat Yahudi di Masjid Al-Aqsha

Sementara itu, Yayasan wakaf dan warisan al-Aqsha (AFEH) mengungkapkan, penjajah Zionis telah menyetujui pendanaan sekitar empat juta shekel (lebih dari US$1 juta) untuk membangun sebuah pusat Yahudi.

Tempat itu akan dinamakan museum audio visual dan dibangun di pintu masuk Wadi Hilweh, hanya beberapa meter dari selatan Masjid al-Aqsha. Yayasan tersebut menambahkan, tempat itu juga akan membangun sebuah sumur dengan kedalaman tujuh meter.

Seperti Sahabatalaqsha.com, museum akan terhubung dengan jaringan terowongan yang digali penjajah Zionis di bawah Masjid al-Aqsha.

Proyek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan tujuh bangunan ‘Talmudik’ Yahudi di sekitar masjid al-Aqsha. Penjajah Zionis telah melakukan penggalian yang luas untuk membangun museum itu.

Disebutkan juga bahwa Zionis ‘Israel’ mencegah kru dari yayasan untuk mengunjungi wilayah itu selama kunjungan lapangan mereka. Penjajah Zionis beralasan daerah itu bukan area publik.

Yayasan Wakaf al-Aqsha memperingatkan ummat Islam agar mewaspadai peningkatan rencana dan aksi Zionis untuk meng-Yahudikan wilayah di sekitar masjid al-Aqsha.*


Friday, June 15, 2012

Pasukan zionis memulai penggalian baru di dekat Masjid Al-Aqsa


Otoritas Penjajahan Israel (IOA) memerintahkan penggalian baru di sekitar Masjid Al-Aqsa, pasukan zionis telah memulai penggalian itu di wilayah barat daya alun-alun Buraq, yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa, kata Yayasan Wakaf dan Warisan Al-Aqsa (AFEH) pada hari Kamis (14/6/2012), dilansir PIC.

AFEH mengtakan bahwa penggalian itu dimulai pada hari Rabu (13/6) yang diklaim bertujuan dalam mempersiapkan dasar untuk membangun fasilitas spa untuk para turis Barat dan Israel.

Dikatakan bahwa delegasi dari AFEH berkunjung ke area tersebut dan anggota AFEH melihat sebuah buldoser besar memulai penggalian pada level tanah di hadapan seorang kontraktor Yahudi.

AFEH mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi penggalian tersebut, yang menurut AFEH, akan jatuh ke garis rencana untuk sepenuhnya me-Yahudisasi-kan alun-alun Buraq yang IOA sebut sebagai The Wailing Wall Plaza (Alun-alun Dinding Ratapan). IOA telah meratakan seluruh pinggiran Maghariba beberapa hari setelah penjajahan Al-Quds (Yerusalem) 1967 untuk membangung Plaza itu.

Pada hari Ahad (10/6), AFEH juga menyatakan bahwa IOA melakukan penggalian terbesar di sekitar Masjid Al-Aqsa, yang merupakan penggalian terbesar dalam jangka waktu 150 tahun terakhir, dan menemukan adanya 'kota suci' Yahudi di bawah dan di sekitar situs suci umat Islam itu.

Tuesday, May 29, 2012

Seorang Sheikh diculik tentara Israel dan dilarang masuk ke Masjidil Aqso


Pasukan Israel di depan Dome Of The Rock, Komplek Masjidil Aqso

Sheikh Sameeh Najeeb (30 Tahun) diculik oleh tentara pendudukan Israel dan dilarang memasuki Masjidil Aqso di Al-Quds, Palestina selama empat bulan, oleh tentara pendudukan Israel.

Sebagaimana dilaporkan Jum’at lalu, Sheikh Najeeb dari Jerusalem Timur, rumahnya dihancurkan oleh pasukan perang Israel, kemudian beliau diborgol dan di tutup matanya, diangkut ke penjara Al-Maskobuyya di Jerusalem. Beliau kemudian dilepaskan tapi harus membayar denda sebesar NIS 10.000 atau kira kira 28 juta Rupiah.

Tak sampai disitu beliau saat ini juga dilarang memasuki masjidil Aqso hingga empat bulan ke depan. Hal ini merupakan kelanjutan dari serangkaian penangkapan terhadap para Sheiks dan para aktivis di Jerusalem Timur oleh pasukan pendudukan Israel. Setelah sebelumnya pasukan Israel melakukan pengusiran warga Palestina dari rumah rumah mereka dan menutup semua usaha bisnis Muslim Palestina di Jerusalem Timur.

Pasukan Pendudukan Israel pada hari senin lalu mengusir umat Islam dari Kawasan Masjidil Aqso untuk memuluskan kunjungan para pemukim Yahudi ke Kawasan Masjidil Aqso dan sempat mengibarkan bendera Israel di sana.