Showing posts with label madinah. Show all posts
Showing posts with label madinah. Show all posts

Saturday, March 16, 2013

Perluasan Masjid Nabawi Akan Selesai Dua Tahun

Tiga masjid bersejarah ditimur Masjid Nabawi. Berurutan dari foto paling depan : Masjid Ghamamah,  Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, dan Masjid Ali.

Rencana perluasan masjid Nabawi di Madinah oleh pemerintah Saudi Arabia diperkiarakan akan segera selasai dalam dua tahun menatang. Megaproyek dengan anggaran hingga mencapai 37.5 milyar dolar tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang termasuk didalamnya fasilitas kesehatan pendidikan serta bangunan dan jalan.

Bila sudah selesai nanti masjid Nabawi akan mampu menampung 1.6 juta jemaah sekaligus. Menjadikan masjid Nabawi yang memang masjid suci kedua bagi ummat Islam tapi juga menjadi masjid terbesar kapasitasnya kedua di dunia setelah masjidil Haram di kota suci Mekah.

Proyek pembangunan masjid ini mendapatkan perhatian langsung dari Pangeran Salman Bin Abul Azis yang meninjau langsung proyek pembangunan yang sudah mendapatkan izin dari Raja Saudi, King Abdullah.

Seperti di ulas dalam beberapa artikel sebelumnya proyek perluasan masjid Nabawi ini di khawatirkan oleh banyak pihak akan menggusur beberapa masjid bersejarah di sekitar masjid Nabawi termasuk di dalamnya Masjid Ghamamah,  Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, dan Masjid Ali.


Sunday, November 4, 2012

Masjid Ali Bin Abi Thalib – Madinah

[updated 31 Desember 2019]

Masjid Ali Bin Abu Thalib - Madinah Al-Munawwaroh.

Masjid Ali bin Abi Thalib terletak di sebelah barat Masjid Nabawi sejauh sekitar 290 meter dan sekitar 122 meter dari Masjid Ghamama. Menurut riwayat, Nabi pernah sholat Ied di tempat ini. sementara riwayat yang lain menyebutkan bahwa masjid ini dibangun di teratak rumah Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Lokasinya berdekatan dengan Masjid Abu Bakar, Masjid Ghamama. Saat ini masjid ini dipagar tinggi sehingga tidak bisa dimasuki dan didalamnya terdapat beberapa pohon kurma yang asri. 

Masjid ini dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz memerintah Madinah. Kemudian direnovasi oleh Gubernur Dhaigham Al-Manshuri, Gubemur Madinah tahun 881 H. Setelah itu juga direhab oleh Sultan Abdul Majid I, tahun 1269 H. Lalu direnovasi oleh Raja Fahd pada tahun 1411 H sehingga luasnya mencapai 682 m2 dengan menara setinggi 26 meter. Jika diperhatikan, menara Masjid Alibin Abi Thalib serupa dengan menara Masjid Umar bin Khattab. 

  
Masjid ini berbentuk persegi panjang. Dari timur ke barat, panjangnya 35 meter dan lebar sembilan meter. Terdiri dari satu serambi yang berakhir dari dua arah; timur dan barat dengan satu kamar kecil. Memang tidak ada keistimewaan ataupun anjuran untuk sholat di masjid ini bagi para jemaah Haji ataupun Umrah, karena memang pembangunannya ditujukan bagi mengenang Khalifah Ali Bin Abi Thalib, khalifah ke empat atau terahir dari empat Khulafaur Rasyidin.

Mihrabnya berada di tengah dinding kiblat. Tingginya mencapai tiga meter. Cekungannya kira-kira 1,25 meter. Menara masjid berdiri tegak di sebelah timur dekat dengan jalan masuk masjid, tidak terlalu tinggi dan memiliki satu balkon. Berakhir dengan bentuk kerucut dari logam.  Masjid Ali bin Abi Thalib dibangun dengan batu basal dan dicat dengan warna putih. Dinding sebelah timurnya dihias dengan batu hitam.

Pagi di Masjid Ali Bin Abu Thalib.


::: Baca juga :::


Masjid Umar Bin Khattab – Madinah

Masjid Umar Bin Khattab - Madinah (panoramio)

Diantara masjid masjid tua bersejarah yang berada di sebelah barat daya (sebelah timur bagian selatan) Masjid Nabawi, Masjid Umar berada paling selatan. Berturut turut dari utara ke selatan adalah, Masjid Ali Bin Abi Thalib, Masjid Abu Bakar, Masjid Ghamama, Masjid Usman dan Masjid Umar. Masjid  masjid tua bersejarah yang pembangunannya terkait erat dengan kehidupan Rosulullah S.A.W dan empat khalifah Khulafaur Rasyidin.

Masjid Umar, terletak lebih kurang 500 disebelah barat daya Masjid Nabawi, dahulunya merupakan rumah sahabat Rosulullan S.A.W, Umar Bin Khatab, yang juga merupakan Khalifah ke dua dalam jajaran Khalafaur Rasyidin, Setelah Khalifah Abu Bakar Siddiq.


View Umar Ibn Al Khattab Mosque in a larger map

Masjid Umar dibangun pada tahun 850H oleh Shamsuddin Muhammad ibnu Ahmad as-Salawi, dilanjutkan Sultan Mahmoud in 1254 H serta putranya Abdul Majid di tahun 1266 H yang kemudian merenovasi Masjid Umar seperti yang kita kihat saat ini. ukurannya memang tidak terlalu besar apalagi dibandingkan dengan Masjid Nabawi karena memang tujuan pembangunnya adalah untuk mengenang Khalifah Umar Bin Khatab.

Masjid ini berbentuk persegi empat, panjang sisinya kira-kira delapan meter. Dibangun dengan batu basal. Bagian dalam masjid dicat dengan wama putih dan dipoles dengan kapur. Masjid ini diberi atap kubah yang tingginya dari dalam kira-kira 12 meter, dihiasi dengan ornamen tanaman yang indah. Mihrabnya berada di tengah dinding selatan masjid. Di samping kanan dan kirinya terdapat dua jendela persegi panjang. Di hadapannya, pada bagian utara, terdapat dua jendela. Di tengah kedua jendela tersebut terdapat jalan masuk.

Seiring dengan perluasan Masjid Nabawi keberadaan masjid Umar ini memang cukup terancam. Sampai sejauh ini belum ada pernyataan dari pemerintah Saudi Arabia untuk mengkonservasi masjid masjid bersejarah di kawasan tersebut. Proyek perluasan Masjid Nabawi telah berjalan dan masjid ini terlihat nyempil diantara galian raksasa proyek konstuksi perluasan Masjid Nabawi, seperti tampak dalam foto di atas.

::: Baca juga :::


Masjid Abu Bakar Siddiq .R.A – Madinah

Abu Bakar Siddiq – Madinah (foto dari sabspoint)

Masjid Abu Bakar Siddiq R.A.merupakan salah satu dari tiga masjid tua bersejarah di barat daya (sebelah timur bagian selatan) Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini berjejer dengan Masjid Ghamama dan Masjid Ali. Hanya terpaut sekitar 40 meter dari Masjid Ghamama dan merupakan salah satu masjid yang kemungkinan besar akan turut di robohkan oleh pemerintah Saudi Arabia dalam rangka perluasan masjid Nabawi dalam waktu dekat ini.

Ada dua versi tentang latar belakang sejarah Masjid Abu Bakar, versi pertama menyebutkan bahwa di lokasi masjid ini, Khalifah Abu Bakar Siddiq semasa hidupnya pernah menyelenggarakan sholat Hari Raya bersama Rosululah dan muslim terdahulu. Versi kedua menyebutkan bahwa dilokasi masjid ini berdiri dulunya merupakan rumah kediaman Abu Bakar Siddiq. R.A.


View Masjid Abu Bakar Siddiq in a larger map

Karena latar belakang sejarah tersebutlah, masjid ini dibangun di lokasi ini. lokasi nya berdiripun hanya terpaut sekitar 335 meter dari Masjid Nabawi. Khalifah Umar Bin Abdul Aziz sekitar tahun ke 50H kemudian dibangun ulang dalam bentuknya sekarang oleh Sultan Mahmud Khan al-Utsmani (Sultan Mahmud II, wafat tahun 1255 H/ 1839M), dan direnovasi oleh Raja Fahd tahun 1411H tanpa mengubah bentuk aslinya. Luas Masjid Abu Bakar berukuran 19.5 x 15 m.


::: Baca Juga :::


Wednesday, October 31, 2012

Masjid Ghamama - Madinah

Masjid Ghamama (foto dari panoramio)

Masjid Ghamama berada sekitar 300 meter sebelah barat daya (sebelah timur bagian selatan) Masjid Nabawi, tak bejauhan dengan Masjid (Sahabat) Umar r.a dan Masjid (Sahabat) Ali r.a. Bangunan masjid ini dibangun untuk mengenang beberapa peristiwa penting dimasa kehidupan Rosulullah S.A.W. dan peristiwa peristiwa penting tersebut juga yang hingga kini melekat sebagai nama masjid ini.

Disebut sebagai masjid Ghamama (Ghamama = awan mendung), di lahan masjid ini berdiri merupakan tempat Rosulullah S.A.W melaksanakan Salatul Istiskah (sholat untuk meminta hujan). Segera setelah pelaksanaan sholat awan mendung pun datang dan hujan pun turun. Itu sebabnya sampai kini masjid ini disebut Masjid Ghamama.

Disebut sebagai Masjid Id (Masjid hari raya) karena di lokasi tempat masjid ini berdiri merupakan tempat Nabi Muhammad S.A.W melaksanakan sholat hari raya di empat tahun terahir kehidupan Beliau.




Di lokasi ini juga (ketika belum dibangun bangunan masjid) atau di lokasi yang berdekatan dengan lokasi masjid ini, Rosulullah S.A.W pernah melaksanakan sholat jenazah bagi Najashi, Kaisar Aksum di Abbysinia (kini Ethiopia). Dalam riwayat disebutkan bahwa Najashi adalah seorang raja di kerajaan Aksum di Ethiopia yang beragama Kristen, namun menyambut baik kedatangan kaum muslimin yang mengungsi ke negerinya menghindar dari kekejaman kafir Quraisy Mekah. Dikemudian hari Najashi pun berikrar masuk Islam.

Ketika Najashi wafat, tak ada siapapun yang bersedia memimpin sholat jenazah baginya dan kemudian Rosulullah yang men-sholatkan beliau secara ghaib. Peristiwa ini merupakan satu satunya peristiwa Rosulullah melakukan sholat ghaib atau sholat jenazah tanpa kehadiran dari jenazah yang di sholatkan.

Sayangnya, berdasarkan berita yang kini beredar di berbagai media, dalam bulan ini pemerintah Saudi Arabia akan memulai pembangunan perluasan Masjid Nabawi dengan menggusur bangunan bangunan yang ada di areal ini termasuk Masjid Ghamama, Masjid Umar dan Masjid Ali.


Baca juga