Sunday, March 4, 2018

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah, Desa Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, kabupaten Siak, Provinsi Riau (photo dari akun instagram @sholat_di_mana)

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah ini baru saja diresmikan oleh Bupati Kabupaten Siak, Drs H Syamsuar MSi pada tanggal 18 Februari 2018 yang lalu. Peresmian masjid ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari program pemerintah kabupaten Siak untuk membangun masjid di setiap kecamatan dalam upaya mewujudkan visi misi kabupaten Siak mewujudkan masyarakat yang agamis dan berbudaya melayu.
.
Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadhsyah ini berada di tepian ruas jalan yang menghubungkan Pelalawan-Siak, di desa Rawang Kao, kecamatan Lubuk Dalam, kabupaten Siak, provinsi Riau.
Masjid ini cukup megah, luas dan arsitekturnya sangat menawan. Lokasi wudlu dan toiletnya juga teratur dan bersih. Area parkir sangat luas namun masih berupa tanah yang dikeraskan.

Masjid Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah
Rawang Kao, Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau 28671



Baca Juga

Sunday, February 25, 2018

Masjid Agung Darus Shalihin Idi Rayeuk

Masjid Agung Darus Shalihin Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Masjid Agung Darus Shalihin adalah masjid agung kabupaten Aceh Timur yang berada di pusat kota kecamatan Idi Rayeuk, ibukota kabupaten Aceh Tengah, provinsi Aceh. Masjid ini berada di lingkungan perkantoran pemerintahan kabupaten Aceh Tengah, meski demikian, sesuai dengan fungsinya masjid ini merupakan pusat aktivitas Islam di kabupaten Aceh Tengah.

Bangunan masjid ini belum selesai seluruhnya namun kemegahannya sudah tampak jelas dengan enam kubah di  bagian atapnya dari Sembilan kubah yang direncanakan menghias masjid ini. bangunan menara nya juga belum berdiri sebagaimana direncanakan, meski demikian masjid ini sudah menjalankan fungsinya.

Mesjid Agung Idi Rayeuk
Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk
Kabupaten Aceh Timur, Aceh
Indonesia


Masjid Agung Darus Shalihin ini berada ditepian ruas jalan Medan-Banda Aceh, dilengkapi dengan dua pintu gerbang masing masing menghadap ke jalan raya dan satu lagi menghadap ke sisi utara berseberangan dengan gedung pengadilan negeri Idi Rayeuk. Di sebelah barat masjid ini berseberangan dengan taman Idi Park Center semacam alun alun di kota itu dan pendopo kabupaten Aceh Tengah.

Dinding ekterior masjid didominasi dengan balutan batu alam bewarna coklat muda ditambah dengan ornamen stako berpola geometris simetris. Lantai dalam masjid menggunakan marmer warna krem memberikan suasana sejuk di dalam masjid. Masjid ini direncanakan berlantai dua meski saat ini bagian lantai dua masih dalam tahap pengerjaan. Kapasitas masjid saat ini mampu menampung hingga 1000 jemaah sekaligus dan kapasitas itu akan bertambah pada saat lantai dua sudah selesai dibangun dan difungsikan.

Gambar Rancangan lengkap Masjid Agung Darus Shalihin Idie Rayeuk, Aceh Timur.

Masjid Darus Shalihin ini pertama kali dibangun tahun 1960, digagas oleh para tokoh Idi Rayeuk, sepertiTgk H Hasballah Hanafiah, Tgk H Amir Husein Almujahid, Tgk Amin KPN, Tgk Hasan Mahmud, Tgk H Nuriza, Tgk H Ismail Ben. Pertama kali dibangun masjih berupa bangunan masjid semi permanen dengan dana sedekah jariah dari masyarakat.

Kala itu status Masjid Darus Shalihin merupakan masjid besar Kecamatan IdiRayeuk. Status masjid ini berubah menjadi Masjid Agung seiring dengan ditetapkannya Idi Rayeuk sebagai ibukota kabupaten Aceh Timur dan bangunannya pun berubah dibangun secara bertahap.

Referensi


Baca Juga


Saturday, February 24, 2018

Masjid Nur Nabawi Bener Meriah

Masjid Nur Nabawi Komplek Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah (photo dari akun IG susilawati_asmay_astila)

Bener Meriah yang disebutkan pada judul tulisan ini adalah nama Kabupaten di provinsi Aceh, nama yang cukup unik. Kabupaten Bener Meriah adalah kabupaten hasil pemerkaran dari wilayah kabupaten Aceh Tengah di tahun 2003 yang lalu. Kabupaten ini beribukota di Simpang Tiga Redelong.

Masjid Nur Nabawi adalah masjid yang berada di komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah, provinsi Aceh. Masjid yang indah itu adalah sebuah bangunan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bener Meriah. Nur Nabawi bagi nama masjid ini berarti cahaya masjid nabi. Berdirinya masjid ini diharapkan dapat menjadi cahaya dan penyejuk bagi masyarakat Bener Meriah.


Lokasi masjid ini persisnya berada di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Pembangunan Masjid Nur Nabawi pada tahun 2007 dimulai dengan peletakan batu pertama, namun dikerjakan pada tahun 2009, serta pada tahun 2011 telah selesai tahap pembangunanya 90 persen. Ukuran masjid itu 20 x 17 dibangun dengan ornamen Turki serta telah menghabiskan dana sebanyak Rp4, 2 milyar.

Masjid yang indah itu berlantaikan kayu parkit serta dindingnya setinggi 120 cm juga ditempeli kayu parkit, dan dilapisi karpet tebal untuk memberikan kenyamanan kepada para jemaah. Lantai teras luar serta tiang dan dinding masjid tersebut dipasang batu granit yang indah. keindahan masjid ini juga ditambah dengan Mimbarnya yang indah terbuat dari kayu jati Jepara, serta ukiran dinding yang terbuat dari kayu jati Jawa Jepara dan menelan biaya ratusan juta rupiah.

Masjid Nur Nabawi (foto dari lintasgayo.com)

Masjid ini sudah digunakan untuk aktivitas shalat lima waktu dan Jumat sejak bulan juli 2011. Jemaah masjid ini tidak hanya para pegawai dan pejabat di lingkungan pemerintahan kabupaten Bener Meriah namun juga masyarakat  yang tinggal di sekitar komplek perkantoran ini. Masjid ini juga dilengkapi sarana perpustakaan, ruangan penjaga masjid serta sarana lainnya.

Gaji Imam setara pejabat eselon dua

Luar biasanya, tahun 2018 ini pemkab setempat menargetkan seluruh imam masjid di kabupaten Bener Meriah adalah hafizh Qur'an dan akan digaji setara dengan pejabat eselon dua. Pemerintah setempat menargetkan target selama dua tahun, 233 kampung di Bener Meriah seluruh masjid dan menasah sudah diisi oleh para hafis qur’an. Hafis dan hafizah itu akan digaji setandar eselon II, tidak hanya menggaji para hafis untuk imam shalat, pemkab Bener Meriah juga akan memberikan fasilitas bagi mereka. ***

Referensi


Baca Juga


Sunday, February 11, 2018

Masjid Agung Lasusua Kolaka Utara

Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara.

Lasusua adalah nama kecamatan yang menjadi ibukota kabupaten Kolaka Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama Masjid Agung ini resminya adalah Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad, nama yang cukup sulit untuk dilafalkan dan diingat, itu sebabnya masjid megah di tepian laut ini lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Lasusua, merujuk kepada tempat nya berdiri.

Masjid ini dibangun di tahun 2008 yang lalu pada masa pemerintahan Bupati Rusdi Mahmud, Masjid ini pertama kali di gunakan untuk penyelenggaraan sholat Idul Fitri pada tanggal 31 Agustus 2011 meskipun saat itu keseluruhan proses pembangunan masih berjalan.

Masjid Agung Kolaka Utara
Jl. By Pass Desa Ponggiha Kec. Lasusua
Kab. Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara



Bangunan masjid ini selesai pada bulan juni 2017 yang lalu. Dibangun di atas lahan seluas  22.500 meter persegi, luas bangunan masjidnya mencapai 2500 meter persegi dan mampu menampung hingga 3000 jemaah.

Pembangunan masjid ini memang cukup mengesankan, proses pembangunannya terintegrasi dengan pembangunan pusat pemerintahan kabupaten Kolaka Utara. Masjid agung ini berdiri di atas lahan reklamasi di lepas pantai Lasosua, tak hanya bangunan masjidnya, begitu juga dengan jaringan jalan raya yang membentang di sepanjang pantai disekitar masjid ini.

Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara.

Kabupaten Kolaka Utara adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia dengan ibukota Kecamatan Lasusua. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kolaka yang disahkan dengan UU Nomor 29 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003.

Merupakan salah satu kabupaten pemekaran yang begitu cepat perkembangannya baik pada sektor pembangunannyaa, pertambangan, pendidikan dan perekonomian. Kota yang dahulunya masih sedikit tertinggal dan kini seperti disulap menjadi sebuah kota yang begitu indah. kota ini juga telah berhasil meraih anugerah adipura.

Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad atau lebih dikenal dengan Masjid Agung Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara.

Uniknya, kabupaten kolaka utara ini satu satunya kabupaten di Sulawesi Tenggara yang memiliki jalan tol. Dan ini sangat bermanfaat terutama masyarakat Kolaka Utara, mengingat rupa bumi di kawasan itu sehingga untuk menempuh perjalanan menuju kota kabupaten harus melalui medan yang begitu terjal dan rawan kecelakaan, hadirnya jalan tol tersebut tentu saja sangat membantu.

Jalan ton yang diberi nama Jalan Tol Lasusua- Tobaku dan memakan dana miliaran rupiah ini dibangun dengan mereklamasi laut Lasusua. Pembangunan jalan tol ini merupakan jawaban dari keluhan warga selama ini yang hendak ke dermaga Tobaku yang mengeluhkan jauhnya jarak tempuh karena harus melewati pendakian terjal di Gunung Lasitarda.

-------------------------------------------------------------------------------
Follow & Like akun Instagram kami di @masjidinfo
🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
🌎 informasi dunia Islam.
-------------------------------------------------------------------------------

Referensi


Referensi