Showing posts with label masjid di kabupaten pesawaran. Show all posts
Showing posts with label masjid di kabupaten pesawaran. Show all posts

Saturday, August 6, 2016

Islamic Center Kabupaten Pesawaran

Masjid Islamic Center Arrayan, Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung

Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Kabupaten Pesawaran Beribukota di Gedong Tataan.

Kabupaten Pesawaran telah memiliki Islamic Center yang berada di lokasi strategis di pinggir jalan lintas tiga kabupaten yakni Pesawaran, Pringsewu dan Tanggamus. Karena lokasinya masjid ini menjadi persinggahan bagi umat Islam yang melakukan perjalanan dari berbagai kabupaten termasuk Lampung Barat, bahkan dari daerah lain di Sumatera yang melintasi Jalur lintas barat Sumatera, seperti Bengkulu. Letaknya yang persis berada di pinggir jalan raya menyebabkan masjid ini pas untuk ikon daerah Pesawaran.

Lokasi Islamic Center Pesawaran
Jl. Ahmad Yani, Pesawaran, Kecamatan Gedung Tataan
Kabupaten Pesawaran, Lampung


Islamic Center Kabupaten Pesawaran diberi nama Islamic Center Arrayan, dibangun dengan dana APBD sebesar Rp. 28 Milyar Rupiah. Masjid dalam komplek Islamic Center ini mampu menampung 3000 jemaah. Islamic center ini mulai dibuka secara resmi oleh Bupati Pesawaran bersamaan dengan acara peringatan Maulid Nabi yang dihadiri oleh ribuan Jemaah dari seluruh desa dan kecamatan di kabupaten Pesawaran.

Sedangkan upacara peresmian Islamic center pesawaran dilaksanakan pada hari Jum’at 13 Maret 2015 oleh Menteri dalam negeri, Tjahyo Kumolo, didampingi oleh Lampung - Ridho Ficardo, Bupati Pesawaran Aries Sandi Darma Putra, Bupati Lamsel Rycko Menoza dan Kapolda Lampung Brigen Pol Heru Winarko. Peresmian ditandai dengan penandatanganan dokumen dan prasasti oleh mendagri dilanjutkan dengan pengguntingan pita peresmian gedung Islamic Center Masjid Arrayan.

Masjid Islamic Center Arrayan

Sejak diresmikan penggunaanya, Masjid Agung kebanggaan masyarakat Pesawaran itu, dijadikan pusat kegiatan bernuansa Islami selain menjadi tempat ibadah dan syiar Islam, masjid ini juga menjadi ikon kabupaten Pesawaran. Komplek Islamic Center ini juga digunakan sebagai  pemusatan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Di lokasi ini juga dipergunakan sebagai tempat Manasik bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah Haji dan umroh . Bupati Pesawaran menekankan upaya untuk memakmurkan Masjid ini bukan saja orang-orang dewasa, melainkan juga bisa digunakan untuk belajar Al Qur an bagi anak-anak mulai dari usia dini, remaja dan dewasa. Dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya.

Pekarangan komplek Islamic center ini yang cukup luas dengan ridangnya pepohonan menjadikan kawasan ini sebagai lokasi pavorit bagi warga sekitar untuk menikmati suasana sore hari bersama keluarga. Di lokasi ini hampir setiap sore ramai oleh warga yang bersantai disana termasuk beberapa anak anak yang asik bermain skate board.***

-------------------

Referensi


Artikel Terkait


Tuesday, May 10, 2016

Masjid Al-Aminah "Benar Benar" Terapung di Teluk Lampung

DINAMIS. masjid yang selalu dinamis dalam artian sebenarnya, karena letaknya yang terapung diatas air laut membuatnya selalu bergoyang mengikuti alunan ombak yang menerpa.
Bila Masjid Terapung yang sudah ada di berbagai negara termasuk masjid terapung yang sudah berdiri di Indonesia hanya berupa bangunan masjid yang dibangun diatas air dengan tiang pancang sebagai penyanggah bangunannya, tapi khusus untuk masjid terapung yang satu ini benar benar masjid terapung dalam artian sebenarnya. tidak ada tiang pancang yang menancap ke dasar laut sebagai penopang bangunannya, tapi benar benar mengapung di atas air laut teluk Lampung. Masjid Terapung Sebenarnya ini Bernama Masjid Terapung Al-Aminah, Lokasinya berada di lepas pantai wisata Sari Ringgung, di Kabuparen Pesawaran provinsi Lampung.

Masjid Terapung Al-Aminah terapung diantara bagan (tempat menangkap ikan yang terapung diatas laut) milik nelayan setempat yang bertebaran di lepas pantai wisata Sari Ringgung. Masjid ini pada awalnya memang dibangun oleh para Nelayan disana untuk tempat mereka menunaikan sholat berjamaah saat waktu sholat tiba. Seiring dengan dibukanya pantai Sari Ringgung sebagai salah satu objek wisata dan semakin ramainya pengunjung yang datang kesana, masjid terapung ini pun kemudian menjadi salah satu objek wisata rohani yang menarik minat berbagai kalangan untuk berkunjung kesana. Masjid terapung Al-Aminah ini kemudian diresmikan sebagai objek wisata oleh Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri pada hari Kamis 4 Juni 2015.

Masjid Terapung Al Aminah
Lepas Pantai Sari Ringgung, Desa Sidodadi Kec. Padang Cermin
Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung
koordinat geografi: -5.556955, 105.254854
FB : masjid apung


Bangunan masjid terapung ini berdiri diatas puluhan pelampung dari drum plastik berukuran besar. Bahan bangunannya menggunakan kayu dan triplek dengan atap asbes. Dapat difahami kenapa material tersebut yang digunakan, tentusaja karena material tersebut tidak terlalu berat. Secara keseluruhan masjid ini mampu menampung hingga 200 jemaah. Dilengkapi dengan fasiltas toilet dan air tawar, Dua unit genset sebagai pembangkit listrik, dapur dan peralatan memasak serta perahu mesin ganda untuk antar jemput jema’ah. Dari pantai Sari Ringgung dapat dicapai dengan perahu motor selama sekitar 3 menit.

Sholat di masjid terapung yang benar benar terapung seperti masjid Al-Aminah yang berada di lepas pantai Teluk Lampung ini memang menghadirkan suasana yang berbeda, dengan goyangan bangunannya seirama ombak laut, pemandangan luas hamparan air laut dan hijaunya perbukitan yang menjulang seakan muncul dari permukaan air laut, sedangkan pekarangan masjid ini dan sekitarnya berjejer keramba keramba ikan milik nelayan setempat. Sebuah pemandangan yang menghadirkan nuansa yang berbeda. Mungkin itu yang menjadi salah satu daya Tarik masjid ini hingga tak henti hentinya mendapatkan kunjungan dari berbagai lapisan masyarakat meski letaknya berada ditengah laut.

Selalu ramai pengunjung

Menyeberang Gratis Bagi Jemaah Sholat Jum’at

Ketua pengurus masjid Al-Aminah, Syamsu Rizal  mengatakan, Setiap jamaah yang hendak beribadah sholat Jumat di Masjid Terapung Al-Aminah ini disediakan perahu untuk penyeberangan secara gratis alias tidak bayar. Semua itu tak lepas dari nelayan-nelayan di sekitar masjid yang memang memiliki komitmen untuk membantu jamaah yang akan menuju ke masjid terapung ini. Padahal dengan tariff normal di hari biasa para nelayan ini biasa memasang tariff Rp. 130.000 per 10 orang untuk sewa 1 kapal nelayan untuk berkeliling di sekitar pantai, termasuk melihat masjid Terapung Al-Aminah ini. namun khusus di hari Jum’at para nelayan ini sudah stand by sejak pukul 11:30 WIB untuk mulai mengangkut pengunjung yang hendak sholat Jum’at ke Masjid Al-Aminah secara gratis.

Bagian samping masjid dilengkapi selasar yang bisa digunakan untuk bersantai atau istirahat. Sementara pada bagian kiri ada warung yang dibuka oleh marbot (penjaga masjid). Warung ini menjual aneka kebutuhan warga. Mulai makanan ringan hingga bahan bakar perahu nelayan yang biasa hilir mudik di perairan Ringgung. Walaupun terletak di tengah laut, aktivitas keagamaan disini lumayan aktif. Hampir setiap pekan ada pengajian di masjid unik ini. Ibu-ibu pengajian dari berbagai kota di Lampung biasa mengadakan pengajian di masjid ini. ***

-------ooo000ooo------------

Baca Juga